GAMBARAN PENGENDALIAN MISSFILE

dokumen-dokumen yang mirip
EVALUASI PENGELOLAAN FILING REKAM MEDIS RAWAT JALAN UNTUK PENCEGAHAN MISSFILE DI RSUD MAJENANG KABUPATEN CILACAP TAHUN 2016

TINJAUAN PELAKSANAAN PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS (DRM) DI FILING RAWAT INAP INAKTIF RSUD KOTA SEMARANG TAHUN 2015.

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILLING PUSKESMAS GUNUNGPATI SEMARANG. Rizqi Amalia *), Arif Kurniadi**)

TINJAUAN KEBUTUHAN RAK FILE DOKUMEN REKAM MEDIS (DRM) RAWAT INAP DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016

TINJAUAN TINGKAT KEJADIAN MISSFILE DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBABNYA DI FILING RSUD SUNAN KALIJAGA KABUPATEN DEMAK TRIWULAN I TAHUN 2013

Evaluasi Pengelolaan Filing Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan di Rumah Sakit Islam Kendal Tahun 2016

TINJAUAN PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG TAHUN 2015

TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DENGAN STANDAR AKREDITASI KARS MKI 12 DI FILING RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG TAHUN 2016

ANALISIS PELAKSANAAN RETENSI DAN PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF FILING RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG TAHUN 2016

EVALUASI PENGELOLAAN FILING REKAM MEDIS RAWAT JALAN UNTUK PENCEGAHAN MISSFILE DI RSUD MAJENANG KABUPATEN CILACAP TAHUN Karya Tulis Ilmiah

Halaman Pengesahan. Artikel Ilmiah

GAMBARAN PENGENDALIAN MISSFILE PADA BAGIAN FILING RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN Karya Tulis Ilmiah

TINJAUAN UPAYA MENGATASI KEJADIAN MISSFILE DI PELAYANAN RAWAT JALAN RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL TAHUN 2015 ARDANRIYANTO

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISSFILE DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS TAHUN 2013

Tinjauan Pelaksanaan Standar MKI 11 dan MKI 12 Dalam Rangka Persiapan Akreditasi Kars 2012 di Bagian Filing Rawat Inap RSUD Majenang Kabupaten

TINJAUAN SISTEM PELAYANAN REKAM MEDIS DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN PUSKESMAS KARANGAYU SEMARANG TAHUN 2014

Tinjauan Pelaksanaan Prosedur Pengembalian DRM dari Assembling ke Filing di RS Panti Wilasa Citarum Semarang Tahun 2016

TINJAUAN SISTEM PENOMORAN DI TPP RS BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG TAHUN 2015

ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN MISSFILE DI BAGIAN FILLING RAWAT JALAN RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG TAHUN 2015

BAB III METODE PENELITIAN

TINJAUAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILLING RAWAT INAP RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK TAHUN 2014 NOVIA WIJIASTUTI

TINJAUAN PENGENDALIAN MISSFILE DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILING RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANGTAHUN 2013 ARTIKEL

TINJAUAN PELAKSANAAN PENYIMPANAN DAN PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSUD dr. MOEWARDI ABSTRAK

TINJUAN PENGETAHUAN PERAWAT RAWAT INAP DALAM PENGISIAN FORMULIR RM.15 (RESUME KEPERAWATAN PASIEN KELUAR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANGTAHUN 2014

TINJAUAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSU RA KARTINI TAHUN Dewi Indah Sari*),

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki derajat kesehatan yang optimal, adil dan. berkesinambungan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Halaman Pengesahan Artikel Ilmiah TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DOKUMEN REKAM MEDIS NONAKTIF MENURUT KEBIJAKAN AKREDITASI DI RSUD AMBARAWA TAHUN 2016

ANALISA KINERJA PETUGAS FILING DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN TAHUN *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengapa dan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada pasien selama

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILLING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. R. SOEDJATI SOEMODIHARJO KABUPATEN GROBOGAN

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI BAGIAN FILING RSUD KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2013

ASPEK KEAMANAN ISI DAN FISIK DOKUMEN REKAM MEDIS DITINJAU DARI HUKUM KESEHATAN DI RSU RA KARTINI JEPARA TAHUN 2015

KEAKURATAN KODE DIAGNOSA UTAMA DOKUMEN REKAM MEDIS PADA KASUS PARTUS DENGAN SECTIO CESAREAN DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM TAHUN 2009

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan.salah satu institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan bagi

ANALISA KETIDAKLENGKAPAN DATA DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA KASUS GASTROENTERITISDI RSU SINAR KASIH PURWOKERTO PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2012

HUBUNGAN PENGETAHUAN DOKTER DENGAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI POLIKLINIK NEUROLOGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG OKTOBER 2008.

JURNAL VISIKES - Vol. 10 / No. 1 / April 2011

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.269 tahun

ASPEK HUKUM PELEPASAN INFORMASI MEDIS PASIEN SEHUBUNGAN DENGAN KLAIM ASURANSI BPJS DI RS BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG TAHUN 2014

Mahasiawa APIKES Mitra Husada Karanganyar 2,3

BAB I PENDAHULUAN. sangat komplek dalam berbagai jenis pelayanan kesehatan dalam mewujudkan

PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF UNTUK PERSIAPAN NILAI GUNA RS BHAYANGKARA SEMARANG TAHUN 2016

ABSTRACT. Keywords : Accreditation, KARS, APK 3.2, APK, APK 3.3 Bibliography : 19 ( ) ABSTRAK

TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DOKUMEN REKAM MEDIS AKTIF KE IN AKTIF DI RUANG FILING RSUD DR.MOEWARDI

SISTEM DISTRIBUSI BERKAS REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN RAWAT JALAN DI RS HERMINA PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2015

TINJAUAN PELAYANAN REKAM MEDIS BAGIAN FILING DI PUSKESMAS BEJEN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014 EVI MARLINA

TINJAUAN PELAKSANAAN PROSEDUR PENYERAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS DARI RAWAT INAP KE BAGIAN FILING DI RS PANTI WILASA DR.CIPTO SEMARANG TAHUN 2013

PELAKSANAAN PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS BERDASARKAN UNSUR MANAJEMEN 5M DI RSKIA PERMATA BUNDA YOGYAKARTA

Aditia Novitasari *), ArifKurniadi, M.Kom **)

PERNYATAAN PERSETUJUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan tulisan

BAB III METODE PENELITIAN

TINJAUAN PROSEDUR PELAYANAN DOKUMEN REKAM MEDIS POLIKLINIK DARI FILING RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN Eltina Lupitasari Dewi

BAB I PENDAHULUAN. dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan tertentu, laporan hasil pemeriksaan

ABSTRACT Background Method Result Conclusion Key word

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan secara merata, dengan mengutamakan upaya. penyembuhan penyakit dan pemuliahan kesehatan, yang dilaksanakan

Tinjauan Tata Kelola Sistem Filing Rekam Medis Rawat Jalan di RSUD Datu Sanggul Rantau Tahun 2011

TINJAUAN KEBIJAKAN DAN PERAN PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PENYIMPANAN DRM RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG TAHUN 2017

TINJAUAN PENGGUNAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA TAHUN 2008

TINJAUAN PELAKSANAAN PROSEDUR PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI UNIT PENYIMPANAN RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2015 SUHERI PARULIAN GULTOM ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DOKUMEN REKAM MEDIS AKTIF DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG TAHUN Devita Saraswati*),

ANALISA PELAKSANAAN INDEKS PENYAKIT PADA BAGIAN KODING/INDEKSING DI RSI KENDAL TAHUN 2016

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber daya manusia : 1. Pendidikan terakhir 2. Lama kerja 3. Umur 4. Pengetahuan. Kejadian Missfile

EVALUASI KINERJA ASSEMBLING DALAM PENGENDALIAN KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI ASSEMBLING RSUD UNGARAN TAHUN Devi Ayu Kumalasari*),

TINJAUAN PELAKSANAAN PROSEDUR PELEPASAN INFORMASI MEDIS UNTUK KEPERLUAN VISUM ET REPERTUM DARI ASPEK TEORI DI RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan lain yang telah diberikan pada pasien. (3) peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. (4)

TINGKAT KEJADIAN MISSFILE DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBABNYA DI BAGIAN FILING UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT PANTI WILASA DR.

TINJAUAN HUBUNGAN ANTARA SPESIFISITAS DIAGNOSIS UTAMA DENGAN AKURASI KODE KASUS PENYAKIT BEDAH PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2014

TINJAUAN PENGGUNAAN BUKU REKAM MEDIS PADA UNIT RAWAT INAP DI RSUD DR.M.ASHARI PEMALANG TAHUN 2015

SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X THE LOANING INFORMATION SYSTEMS OF MEDICAL RECORDS DOCUMENT IN X HOSPITAL

ANALISA KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS DEMAM THYPOID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PEKALONGAN PADA PERIODE TRIWULAN 1 TAHUN

TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DRM NON AKTIF DI FILING RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA PURWODADI TAHUN

BAB III METODE PENELITIAN

: Delay Repayment, Of Medical Record Documents, Assembling

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

dimiliki oleh suatu instansi. Man yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) adalah petugas yang bertanggung jawab mengisi formulir / berkas.

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL. Tinjauan Spesifisitas Penulisan Diagnosis Dan Ketepatan Kode Berdasarkan ICD-10 Pada

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat Rumah Sakit

LAELA MIFTAHUL JANNAH

TINJAUAN PELAKSANAAN STANDAR MKI16(MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI)AKREDITASI KARS 2012DI RUMAH SAKIT KEN SARAS TAHUN 2016

ARTIKEL ILMIAH ANALISA KEBUTUHAN RAK FILE BERDASARKAN POLA PERTAMBAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILING RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG PERIODE

TINJAUAN PELAKSANAAN PELEPASAN INFORMASI MEDIS UNTUK KEPERLUAN VISUM ET REPERTUM DARI ASPEK HUKUM KESEHATAN DI RSUD KABUPATEN BATANG TAHUN 2016

analisis kuantitatif kelengkapan dokumen rekam medis Pasien rawat inap kasus Cedera kepala ringan di rsud kabupaten karanganyar TaHun 2013

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK RUANG UNIT REKAM MEDIS DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PARU SURABAYA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETIDAKLENGKAPAN FORMULIR INFORMED CONSENT DI RUMAH SAKIT UNGARAN TAHUN Efi Sriatmi*), dr.zaenal Sugiyanto,M.

TINJAUAN PELAKSANAAN PROSEDUR PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI UNIT FILING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG BOYOLALI TAHUN 2012

QUANTITATIVE ANALYSIS OF THE MEDICAL RECORD DOCUMENT CASES OF STROKE HOSPITALIZATIONS FOURTH QUARTER OF 2012 IN THE HOSPITAL KRT SETJONEGORO WONOSOBO

TINJAUAN PENGGUNAAN SISTEM PENJAJARAN DRM DENGAN METODE SNF (STRAIGHT NUMERICAL FILLING) DI FILLING RUMAH SAKIT ISLAM MUHAMMADIYAH KENDAL

TINJAUAN PROSEDUR PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN TAHUN 2015 PARMEN ABSTRAK

TINJAUAN PENERAPAN SIMPUS DI BAGIAN PENDAFTARAN DI PUSKESMAS MIJEN SEMARANG TAHUN Achmad Ardy Sudrjad

FAKTOR KETERLAMBATAN PENYERAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DARI BANGSAL KE ASSEMBLING DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG 2013

ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF PASIEN RAWAT INAP PADA KASUS PENYAKIT HERNIA PERIODE TRIWULAN 1 TAHUN 2014 DI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK

TINJAUAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DISTRIBUSI REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BEKASI

ANALISA KEBUTUHAN RAK FILING AKTIF DI BAGIAN FILING BKPM WILAYAH SEMARANG TAHUN Mohamad Daeroby Abi Yusya

PERNYATAAN PERSETUJUAN

BAB I PENDAHULUAN. penting yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Retno Mukti*), Arif Kurniadi**) *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro **) Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

Transkripsi:

GAMBARAN PENGENDALIAN MISSFILE PADA BAGIAN FILING RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN 206 Anita Rizkiana *) Dyah Ernawati **) *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro **) Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Email : anitarizkiana11@gmail.com ABSTRACT Background: Based on a sample of 100 medical records that drawn randomly, founded that 9% occured missfile. It lead to errors that prolong the time of retrieval and affect the continuity of data for medical records because patient made new medical records and not merged with the old medical record. This study determined missfile control in inpatient filing Brebes hospitals. Methods: This type of research was descriptive. Research method were observation and interviews and cross sectional approach. Subjects were 3 filing officers, the object was missfile control process. The research instrument were observation and interview guides. Data processing method using data presentation and editing. Data analyzed descriptively and compared with theory. Result: Based on the research, in inpatient medical record filing unit still occured missfile. There were 3 filing officer who did not know about the contents of procedures and policies of storage system, a numbering system and alignment system and two officers who did not know the meaning of missfile. Brebes hospital did not have a standard operating procedure of inpatient alignment system, but already have a policy. The contents of procedure has not been implemented, in standard operating procedure mention about tracer but in fact it did not use tracer. Folder material made of green cardboard that placed into the rack file with portrait position and tied with ropes to keep from falling. Viewed from the material, folder were very thin. Not using the color code on inpatient document folder. Conclusion: Suggestions for Brebes Hospital to provide training to the officers, disseminating the contents of procedures and policies to all medical records officer, implementing the color codes on the documents folder, using tracer according to procedures and make the procedure of alignment system.

Keywords : Filing, Missfile Control, Inpatient ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan sampel 100 rekam medis yang diambil secara acak, ditemukan 9% yang missfile. Dokumen rekam medis yang missfile mengakibatkan kesalahan letak sehingga memperlama pencarian kembali dan berpengaruh terhadap kesinambungan data karena pasien dibuatkan dokumen rekam medis baru dan tidak digabung dengan dokumen rekam medis lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengendalian missfile pada bagian filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Metode penelitian adalah observasi dan wawancara dan pendekatan cross sectional. Subyek ialah 3 petugas filing, obyek adalah proses pengendalian missfile. Instrumen penelitian adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Metode pengolahan data menggunakan penyajian data dan editing. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan teori. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian di unit filing rekam medis rawat inap masih terjadi missfile. Terdapat 3 petugas filing yang tidak mengetahui tentang isi protap dan kebijakan sistem penyimpanan, sistem penomoran dan sistem penjajaran dan 2 petugas terdapat petugas yang tidak mengetahui arti dari missfile. RSUD Bresbes belum memiliki protap yang mengatur sistem penjajaran di filing rawat inap namun sudah ada kebijakan. Isi protap belum dilaksanakan yaitu pada protap menggunakan tracer tetapi pada kenyataannya tracer tidak digunakan. Bahan folder terbuat dari kertas karton berwarna hijau yang disimpan ke dalam rak file dengan posisi portrait dan diikat dengan tali agar tidak jatuh. Ditinjai dari bahannya, folder sangat tipis. Tidak menggunakan kode warna pada folder dokumen rawat inap. Kesimpulan: Saran bagi RSUD Kabupaten Brebes adalah memberikan pelatihan khusus bagi petugas, mensosialisasikan isi protap dan kebijakan ke seluruh petugas rekam medis, menerapkan kode warna pada map folder dokumen rawat inap, menggunakan tracer sesuai dengan prosedur tetap dan membuat prosedur tetap tentang sistem penjajaran. Kata Kunci : Filing, Pengendalian Missfile, Rawat Inap.

PENDAHULUAN Rumah sakit adalah institusi yang menyediakan pelayanan spesialistik, pelayanan medis dan pelayanan perawatan terus menerus untuk diagnosa dan pengobatan oleh para staf ahli. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan pemberi pelayanan wajib mencatat semua tindakan yang diberikan kepad pasien, selanjutnya semua yang telah dicatat itu haruslah didokumentasikan secara lengkap, cepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan sebagai bukti yang sah secara hukum yang kita sebut sebagai rekam medis. (1) Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung dari dokter atau dokter gigi dan atau tenaga kesehatan tertentu, laporan hasil pemeriksaan penunjang, catatan observasi dan pengobatan harian dan semua rekaman baik berupa foto radiologi, gambar pencitraan (imaging) dan rekaman elektro diagnostik. (2) Bagian filing adalah salah satu bagian dalam unit rekam medis yang berfungsi untuk menyimpan dokumen rekam medis, penyedia dokumen rekam medis untuk berbagai keperluan, pelindung arsip-arsip dokumen rekam medis terhadap kerahasiaan isi data rekam medis, pelindung arsip-arsip dokumen rakam medis terhadap bahaya kerusakan fisik, kimiawi dan biologi. (3) Di RSUD Kabupaten Brebes telah melaksanakan pengelolaan dokumen rekam medis di bagian filing dengan menggunakan sistem penyimpanan Desentralisasi yang terdiri dari filing rawat jalan dan filing rawat inap. Pada filing rawat jalan telah melaksanakan kegiatan filing dengan sesuai dimana pasien lama akan diberikan dokumen rekam medis pada filing dan dokumen akan dikembalikan lagi kedalam raknya, Tetapi pada filing rawat inap pasien lama tidak dicari dokumen rekam medisnya pada filing, karena semua pasien baik lama ataupun baru akan diberikan dokumen rekam medis dan map yang baru dengan nomor rekam medis yang sama, setelah perawatan selesai dokumen

rekam medis akan dikembalikan lagi ke filing untuk di scan dan disimpan lagi kedalam rak filing. Namun penyimpanan tersebut tidak disimpan dalam satu map, melainkan hanya disejajarkan disamping map dokumen rekam medis terdahulu. Salah satu cara untuk mempermudah penyimpanan agar terhindar dari kejadian missfile adalah dengan menerapkan kode warna. Sehingga setiap subrak memiliki jenis warna yang sama. Pada survai awal di filing RSUD Kabupaten Brebes penerapan kode warna belum ada, petugas hanya melihat dua angka terakhir pada nomor rekam medis untuk mencari subrak. Akibatnya masih ditemukan dokumen rekam medis yang salah letak (missfile).berdasarkan sampel dari 100 nomor rekam medis yang diambil secara acak untuk menemukan dokumen dari nomor rekam medis tersebut,ditemukan 9% atau dari 100 nomor rekam medis yang dicari terdapat 9 nomor rekam medis yang tidak sesuai pada letaknya(missfile). Dokumen rekam medis yang missfile mengakibatkan kesalahan letak sehingga bisa memperlama pencarian kembali dan ketidaksinambungan data karena dokumen rekam medis baru tidak diletakkan setelah dokumen rekam medis lama. Proses penyimpanan hanya berpatokan pada nomor rekam medis pasien, dimana penyimpanan pada subrak berdasarkan dua angka terakhir disebabkan dokumen rekam medis tidak disatukan dalam satu map yang sama. Berdasarkan wawancara dengan petugas filing yang bahwa mereka ada yang bukan lulusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Gambaran Pengendalian Missfile pada Bagian Filing Rawat Inap di RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2016 TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Umum Mengetahui gambaran pengendalian missfile pada bagian Filing Rawat Inap di RSUD Kabupaten BrebesTahun 2016. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui karakteristik petugas filing berdasarkan pendidikan, umur dan lama kerja.

b. Mengetahui sistem penyimpanan yang dilaksanakan di filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. c. Mengetahui sistem penomoran yang dilaksanakan di filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. d. Mengetahui sistem penjajaran yang dilaksanakan di filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. e. Mengidentifkasikan protap & kebijakan tentang pelaksanaan yang ada pada filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. f. Mengetahui sarana dan prasarana pada sistem penyimpanan pada filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. g. Mengidentifikasi pengendalian missfile pada filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Metode penelitian adalah wawancara dan observasi dengan pendekatan cross sectional. Subjek ialah 3 orang petugas filing dan kepala Filing Unit Rekam Medis, proses pengendalian missfile untuk pencegahan missfile. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Metode pengolahan data menggunakan penyajian dan editing. Data dianalisa secara deskriptif untuk menggambarkan dan dianalisa untuk ditarik kesimpulannya. HASIL A. Karakteristik Petugas Berdasarkan hasil wawancara kepada petugas filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes diperoleh hasil sebagai berikut: Brebes Tabel 1 Karakteristik Petugas Filing Rawat Inap dirsud Kabupaten

No Nama Usia Bagian Pendidikan terakhir Pengalaman Kerja Pelatihan Ya Tidak 1 A 49 th Filing rawat S1 SH 3 th inap 2 B 26 th Scaner DIII 2 th DRM Komputer 3 C 22 th Filing BPJS DIII RMIK 4 bln Sumber : hasil wawancara petugas filing Berdasarkan tabel diatas terdapat jumlah petugas filing rawat inap terdiri dari 3 orang petugas antara lain sebagai berikut: 1. Petugas A Karakteristik petugas filing di RSUD Kabupaten Brebes belum pernah mengikuti pelatihan, dengan usia 49 tahun dan lama kerja 3 tahun dibagian filing rawat inap serta pendidikan terakhir adalah S1 Hukum. 2. Petugas B Karakteristik petugas filing di RSUD Kabupaten Brebes belum pernah mengikuti pelatihan, dengan usia 26 tahun dan lama kerja 2 tahun dibagian filing rawat inap khususnya discaner DRM serta pendidikan terakhir adalah DIII Komputer. 3. Petugas C Karakteristik petugas filing di RSUD Kabupaten Brebes belum pernah mengikuti pelatihan, dengan usia 22 tahun dan lama kerja 4 bulan dibagian filing rawat inap BPJS serta pendidikan terakhir adalah DIII RMIK. B. Sistem Penyimpanan Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi yang dilakukan dirsud Kabupaten Brebes diketahui bahwa sistem penyimpanan yang dilaksanakan di bagian filing rawat inap menggunakan sistem penyimpanan Desentralisasi yaitu sistem penyimpanan dengan cara memisahkan antara dokumen rekam medis rawat jalan dengan rawat inap. C. Sistem Penomoran Sistem penomoran yang dilaksanakan dibagian filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes menggunakan sistem penomoran Unit

Numbering Sistem (UNS) yaitu setiap pasien yang datang berobat diberikan satu nomor rekam medis baru untuk seumur hidup. D. Sistem Penjajaran Sistem penjajaran yang dilaksanakan di RSUD Kabupaten Brebes adalah menggunakan sistem Terminal Digit Filing (TDF) yaitu dengan melihat dua angka terakhir. Pelaksanaan sistem penjajaran di RSUD Kabupaten Brebes belum menggunakan kode warna sehingga perlu adanya pelaksanaan kode warna dalam pengendalian missfile yang terjadi pada filing rawat inap di RSUD Kabupaten Brebes. E. Protap dan Kebijakan Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi di RSUD Kabupaten Brebes protap dan kebijakan yang digunakan sebagai panduan petugas dalam melaksanakan kegiatan filing rawat inap yaitu: 1. Sistem Penyimpanan 2. Sistem Penomoran 3. Sistem Penjajaran F. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan seperangkat alat yang digunakan dalam suatu proses kegiatan baik alat tersebut adalah peralatan pembantu maupun peralatan utama, yang keduanya berfungsi untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di RSUD Kabuapten Brebes yaitu sebagai yaitu: Rak file, DRM sudah menggunakan map folder, Sudah ada Bon peminjaman DRM, Tidak menggunakan tracer, Tidak menggunakan kode warna, Tidak menggunakan buku ekspedisi, Tidak ada AC G. Pengendalian Filing Berdasarkan wawancara dan obervasi dirsud Kabupaten Brebes untuk pengendalian filing rawat inap dilakukan sebagai berikut: 1. DRM disimpan pada rak file dengan menggunakan sistem penyimpanan Desentralisasi. 2. Sistem penomoran yang digunakan dengan metode Unit Numbering System (UNS). 3. Sistem penjajaran yang digunakan dengan metode Terminal Digit Filing.

4. Pengendalian DRM pasien rawat inap untuk yang salah letak atau hilang dengan menggunakan bon pinjam. 5. Memberi map folder pada setiap pasien lama maupun pasien baru. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Memiliki 3 petugas filing yang tidak mengetahui isi protap dan kebijakan tentang sistem penyimpanan, sistem penomoran dan sistem penjajaran dan dari 2 orang petugas tersebut terdapat petugas yang tidak mengetahui arti dari misfile, sehingga dapat memicu terjadinya missfile pada filing rawat inap. 2. Petugas filing sudah berpedoman pada kebijakan sistem penyimpanan. 3. Petugas filing sudah berpedoman pada kebijakan sistem penomoran. 4. Petugas filing sudah berpedoman pada kebijakan sistem penjajaran. 5. Belum memiliki protap yang mengatur sistem penjajaran difiling rawat inap namun dalam kebijakan sudah ada dan isi protap yang digunakan sebagai pedoman masih belum sesuai dengan kenyataannya yaitu pada protap menggunakan tracer tetapi pada kenyataannya tracer tidak digunakan. 6. Bahan map folder terbuat dari kertas karton berwarna hijau yang disimpan kedalam rak file dengan posisi portrait dan DRM diikat dengan tali rapiah agar tidak jatuh karena melihat dari bahan map folder yang sangat tipis. Di filing RSUD Kabupaten Brebes sarana yang digunakan hanya rak, map folder dan bon pinjam, sedangkan kode warna dan tracer belum digunakan. 7. Pengendalian filing sudah berpedoman pada protap yang ada. SARAN 1. Memberikan pelatihan tentang management pengarsipan dan pengelolaan filing bagi petugas filing rawat inap. 2. Mensosialisasikan isi protap kepada seluruh petugas rekam medis khususnya petugas bagian filing. 3. Map folder diganti dengan bahan kertas yang lebih tebal atau diganti dengan bahan plastik yang lebih tahan lama dan mudah untuk disimpan.

4. Map folder pada DRM pasien rawat inap diberikan kode warna, sehingga akan mempermudah petugas dalam mengetahui letak setiap nomor yang disimpan pada saat penyimpanan DRM dan pencarian DRM saat dibutuhkan, dan dapat mengendalikan terjadinya missfile. 5. Filing rawati nap supaya tetap menggunakan tracer agar dapat meminimalisir terjadinya missfile, dan dapat mempermudah petugas saat melacak DRM yang keluar pada saat dibutuhkan. 6. Membuat protap tentang sistem penjajaran pada DRM rawat inap. DAFTAR PUSTAKA 1. Huffman, E. K. Health Information Management. Iiyones : physicion record company. 1994. 2. Permenkes 269/Menkes/III/2008 mengenai Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. 3. Direktorat Jendral Pelayanan Medik. Pedoman Catatan Medik, Jakarta, Desember, 1997 4. Huffman, EK. Health Information Manajement. Translation, BAB VIII, filing methods, stroge and Returntion. Physicion record Company Berwyn. Llinois, 1994 5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia, Jakarta, Januari. 1997 6. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. 2010. Hatta, Gemala R, Editor. Jakarta, UI Press. 7. Lubis, Angita Nita. Gambaran Pengetahuan Rekam Medis FKM UI, Jakarta, 2009 8. Terry G.R. and Rue, R.W., Dasar-dasar Manajemen. Bumi Aksara. Jakarta 9. Dhamanti, Inge. 2003. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan di Rekam Medis RawatJalan di Rekam Medis Rawat Jalan RSU Haji Surabaya. Penelitian IImiah. Universitas Airlangga Surabaya. 10. Astuti, Retno Setijaningsih. Pemanfaatan Kode Warna Untuk Kemudahan Kelacakan Berkas Rekam Medis. Visikes Jurnal Kesehatan. Volume 3: 41-47.2004.

11. Huffman, Edna K Health Information Management Physician Record Company. Browyn. Llinois. 1991. 12. Notoatmodjo, Soekidjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta :Renika Cipta, 2007. 13. Notoatmodjo, Soekidjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-prinsip Dasar). Jakarta :Renika Cipta, 2003. 14. Basir, Barthos. Manajemen Kearsipan, Bumi Aksara. Jakarta.2000 15. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi I. Dirjen Pelayanan Medik. Jakarta.1997.