BAHAN PEMBELAJARAN UTAMA TINGKAT I Z A. Penjelasan Umum BPU Acuan Kegiatan 8 Bahan Pembelajaran Utama (BPU) adalah salah satu bagian dari serangkaian materi Pembelajaran untuk program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kepala Sekolah level-1. Program PKB ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi di bidangbidang utama dari tugas seorang kepala sekolah. Secara keseluruhan, ada tujuh BPU untuk PKB level-1.program PKB ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi di bidang-bidang utama dari tugas seorang kepala sekolah. Secara keseluruhan, ada tujuh BPU untuk PKB level-1, yaitu Supervisi Akademik, Pengelolaan Peserta Didik, Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pengelolaan Sarana dan Prasarana, Pengelolaan Keuangan, Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dan Kurikulum.
Setiap BPU terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama adalah tahap dimana peserta bertatap muka dengan fasilitator dalam kegiatan In Service learning-1 atau disingkat In-1. Disini para kepala sekolah datang untuk belajar bersama melakukan kegiatan awal, dan diperkenalkan kepada masing-masing BPU yang akan dipelajari. Kedua, para peserta PKB diberi informasi-informasi penting sehingga mereka siap untuk melakukan kegiatan belajar di tempat kerja masing-masing dalam kegiatan On-The Job Learning atau disingkat OJL atau On. Tahap belajar OJL ini merupakan tahap melaksanakan semua kegiatan yang ditetapkan dalam rencana tindak lanjut (RTL) atau sering disebut action plan hasil kegiatan In-1. Pada tahap ini para kepala sekolah juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai kompetensi yang diminta dan ini ditunjukkan melalui tugas penilaian (Tugas Penilaian Utama) yang otentik, dan berdasarkan pekerjaan, yang secara langsung terkait dengan hasil Belajar Bahan Pembelajaran Utama ini. Tahap ketiga adalah dimana peserta (para kepala sekolah) datang dan bertemu lagi untuk bersama-sama melakukan sesi tatap-muka yang sering disebut kegiatan In-service learning-2 disingkat In-2. Pada tahap ini mereka dapat melakukan beberapa pembelajaran lebih lanjut, berbagi hasil latihan mereka, serta meninjau hasil yang sudah mereka capai selama fase On-The-Job
Learning dan mendiskusikan isu-isu yang ada dengan para peserta lain dan juga dengan fasilitator (pengawas sekolah). Setiap unit Pembelajaran terdiri dari tiga dokumen, yaitu: 1. Participant Learning Materials atau Materi Pembelajaran. Dokumen ini menyediakan panduan utama untuk kegiatan pembelajaran, dan menyediakan informasi mengenai penilaian hasil BPU. Materi Pembelajaran ini mengarahkan para peserta/kepala sekolah untuk mempelajari sumber-sumber lain seperti Lembar Kerja (LK) dan Bahan Bacaan. 2. Workbook atau Lembar Kerja (LK) Peserta. Para peserta mengisi semua jawaban/tugastugas mereka di Lembar Kerja masing-masing. Tugas-tugas ini harus diselesaikan di Lembar Kerja, karena sekaligus LK ini akan menjadi catatan tentang aktivitas belajar masing-masing. Selain itu Lembar Kerja juga berisi lembaran refleksi akan perlu diisi setelah setiap fase pengalaman belajar (In-1, On, dan In-2), matrix dan formulir penilaian (rubric) untuk penilaian diri peserta sendiri, dan penilaian oleh assessor mereka. Lembar Kerja ini tidak akan dinilai tetapi dapat digunakan sebagai sarana mengecek hasil belajar masing-masing kepala sekolah dan penilai atau pengawas mereka. Tugas penilaian akan diselesaikan dan didokumentasikan secara terpisah sesuai petunjuk dalam Lembar Kerja
Peserta. Buku Lembar Kerja peserta ini bersama dengan Penilaian Tugas Utama dapat dibuat sebagai portofolio kerja masing-masing peserta. 3. ReadingResources atau Bahan Bacaan yang berisi bacaan dan bahan serta informasi lain terkait kegiatan pembelajaran yang harus diakses peserta saat mereka belajar mandiri. Penentuan prioritas BPU dilakukan dengan mempertimbangkan: 1. Kebutuhan nyata kepala sekolah berdasarkan hasil PK 2. Alokasi waktu yang diperlukan 3. Ketersediaan fasilitator, tempat, biaya, dan sarana prasarana pembelajaran
Persiapan yang harus dilakukan oleh pengawas sebelum melaksanakan pendampingan PKB BPU KS/M adalah: 1. melakukan analisis dari hasil penilaian kinerja untuk memperoleh profil kompetensi kepala sekolah secara detail 2. membuat rekomendasi Beberapa hal yang harus dilakukan pada saat mendampingi kepala sekolah adalah: 1. Memastikan bahwa pengetahuan dan pengalaman (pengawas) cukup memadai untuk berperan sebagai mentor 2. Memastikan bahwa keterampilan (pengawas) cukup memadai untuk berperan sebagai fasilitator 3. Memastikan bahwa kemampuan menjalin kerjasama dan jejaring hubungan cukup memadai agar dapat menjadi organisator 4. Memastikan adanya alokasi waktu yang cukup longgar untuk dapat mendampingi keseluruhan proses PKB 5. Memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi pelaksanaan PKB 6. Memastikan adanya pengetahuan yang kuat mengenai berbagai peraturan yang berlaku sebagai dasar dalam melakukan pengarahan terhadap kepala sekolah, baik pada saat pelaksanaan individual maupun dalam kelompok (KKKS/MKKS)
Acuan Kegiatan 9-17
Bedah BPU Kompetensi yang menjadi target BPU: Judul BPU Kompetensi 1 Supervisi Akademik 1. Menyusun perencanaan supervisi akademik dalam 2 Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/ Madrasah (RKAS/M) rangka peningkatan profesionalisme guru. 2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi akademik yang tepat. 3. Melakukan tindak lanjut hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) berdasarkan hasil diskusi dengan guru, pengawas, dan komite sekolah. (2.1) 3 Pengelolaan Keuangan Mengelola keuangan sekolah berdasarkan RencanaKerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kegiatan dan
4 Pengelolaan Pendidikdan Kependidikan 5 Pengelolaan Sarana dan Prasarana 6 Pengelolaan Peserta Didik Anggaran Sekolah (RKAS). (2.11) Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan secara Tenaga optimal (2.6) Memanfaatkan sarana dan prasarana yang yang ada secara efektif dan efisien untuk kepentingan pembelajaran (2.7) Mengelola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta melakukan Penempatan, Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (2.9) 7 Kurikulum Mengelola kurikulum sesuai dengan standar yang berlaku (2.10)
Topik dan sub topik, dan kaitannya dengan Kepala Sekolah. Topik Sub Topik Kaitan SUPERVISI AKADEMIK 1. Pengantar Supervisi akademik pembelajaran berkualitas 2. Merencanakan Supervisi akademik dan 3. Melaksanakan Supervisi akademik 4. Menganalisa Data Supervisi akademik a. Tujuan supervisi akademik dan fungsinya b. Hubungan supervisi akademik dan pembelajaran berkualitas c. Mengenali proses pembelajaran berkualitas d. Mengetahui langkah-langkah supervisi akademik a. Menentukan tujuan supervisi akademik b. Membuat jadwal supervisi akademik c. Memilih teknik supervisi akademik d. Menggunakan instrument supervisi akademik Melaksanakan supervisi akademik Analisis hasil supervisi akademik 5. Memberikan Umpan a. Mengenal metode/teknik memberikan umpan Balik/Feedback dan Rencana Tindak Lanjut balik/feedback b. Memberikan umpan balik/feedback dan membuat rencana tindak lanjut hasil supervisi akademik: 1) Memberikan umpan balik Kepala sekolah sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan pembelajaran di sekolah perlu mengetahui berbagai hal yang terkait dengan supervisi akademik yang berfungsi sebagai penjamin berlangsungnya pembelajaran berkualitas. Pengetahuan ini perlu dimiliki sebelum kepala sekolah dapat membuat perencanaan, melaksanakan supervisi, dan menyusun rencana tindak lanjut. Kepala sekolah perlu mengetahui hal-hal teknis dalam menggunakan instrumen supervisi secara sebelum dapat menentukan penggunaannya sebagai rangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran Kepala sekolah perlu mengetahui hal-hal teknis dalam melaksanakan supervisi akademik secara ideal sebelum dapat menerapkannya secara nyata di sekolah.topik ini sangat penting dilakukan untuk menemukan kekuatan dan kelemahan guru selama pembelajaran. Hasil temuan ini dapat sebagai acuan dalam pemberian feedback guna meningkatkan profesionalisme guru, terutama dalam merencanakan pembelajaran (silabus dan RPP) Kepala sekolah perlu mengetahui hal-hal teknis dalam melaksanakan menganalisis data hasil supervisi akademik secara tepat sebagai dasar pemberian masukan/umpan balik dan merencanakan tindak lanjut utk peningkatan kinerja guru dlm pembelajaran Kepala sekolah perlu mengetahui hal-hal teknis dalam menggunakan instrumen supervisi sebelum dapat menentukan penggunaannya sebagai umpan balik yang sangat berguna untuk peningkatan kualitas baik bagi siswa, guru, maupun dirinya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. 9
Topik Sub Topik Kaitan 6. Menerapkan Langkah- Langkah akademik: RKJM dan RKAS/M 2) Membuat laporan seluruh proses siklus supervisi akademik 3) Rencana tindak lanjut a. Menyusun perencanaan supervisi akademik Supervisi 1) Menentukan tujuan supervisi akademik 2) Membuat jadwal supervisi akademik 3) Memilih teknik supervisi akademik 4) Memilih instrumen supervisi akademik b. Melaksanakan supervisi akademik 1) Memeriksa perangkat pembelajaran 2) Mengamati pelaksanaan pembelajaran 3) Mencermati penilaian pembelajaran c. Menganalisis hasil supervisi akademik 1). Hasil pemeriksaan perencanaan pembelajaran 2). Hasil pelaksanaan pembelajaran 3). Hasil penilaian pembelajaran b. d. Menentukan tindak lanjut supervisi akademik 1) Mengkaji rangkuman hasil penilaian 2) Membuat rencana aksi supervisi akademik selanjutnya. 3) Mengimplementasikan rencana aksi tersebut Kepala sekolah perlu mempraktekkan berbagai hal-hal teknis dalam menggunakan instrumen supervisi yang sudah diperolehnya untuk menguji diri sendiri dalam hal pembuatan perencanaan supervisi akademik, pelaksanaan supervisi akademik, dan menindaklanjuti hasil supervisi akademik. 1. Mereviu RKJM dan RKAS/M SNP dan SPM 1. Melakukan diskusi mengenai SNP dan SPM 2. Mempresentasikan hasil diskusi SNP dan SPM 3. Komponen Perencanaan sekolah Mengidentifiksi komponen RKJM dan RKAS/M, yaitu : 1. Keterampilan menyusun RKJM dan RKAS/M yang didasari oleh pemahaman mendalam mengenai SNP dan SPM sangat penting bagi kepala sekolah/madrasah. Dengan memahami SNP dan SPM, kepala sekolah akan dengan mudah mengetahui beberapa tahap/langkah yang harus ditempuh untuk bisa memenuhi standar nasional atau sekurangkurangnya Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. 10
Topik Sub Topik Kaitan 1. Visi, Misi, dan Tujuan 2. Program-program strategis untuk mencapai tujuan, misi, visi 3. Strategi Pelaksanaan 4. Target(output apa & kapan) 5. Rencana Biaya 4. Melaporkan hasil identifikasi komponen RKJM- RKAS/M 2. Menyusun ulang RKJM a. Mereviu RKJM dan RKAS/M bersama tim dan RKAS/M pengembang tentang :Analisis Konteks, Reviu RKJM dan RKAS/M serta Penyusunan dan RKAS/M RKJM b. Merevisi RKJM dan RKAS/M yang telah disusun setelah dibandingkandengan RKJM danrkas/m sekola/madrasah yang lain c. c. Melaporkan hasil penyusunan RKJM dan RKAS/M PENGELOLAAN KEUANGAN 1. Sumber Pendapatan Sekolah Mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan sekolah, seperti : APBD, APBN, Komite, Hasil Unit Usaha Sekolah, masyarakat. 2. RKJM merupakan wujud dari program jangka menengah (empat tahun) yang akan dilaksanakan oleh kepala sekolah beserta Tim Pengembang Sekolah/Madrasah selama menjabat kepala sekolah/madrasah. Sementara RKAS/M merupakan program tahunan yang akan menjadi pedoman kepala sekolah untuk melaksanakan program dalam satu tahun. Perencanaan ini juga akan menjadi panduan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah dalam melaksanakan tugas keseharian. Kepala sekolah juga perlu memastikan bahwa setiap komponen visi, misi, tujuan, sasaran, dan program memiliki kesinambungan antar satu dengan yang lain. Perencanaan yang berkualitas akan menghasilkan kinerja yang berkualitas. Kepala sekolah perlu mengetahui hal-hal teknis dalam menyempurnakan RKJM dan RKAS/M dengan memanfaatkan masukan dari kepala sekolah lain yang lebih baik perencanaannya atau pengawas yang menjadi mentor. Penyempurnaan ini penting karena perencanaan akan memberikan banyak peluang bagi kepala sekolah dalam mengelola dan sekaligus menjadi pedoman kerja bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Pengetahuan mengenai sumber-sumber pendapatan sekolah memungkin kepala sekolah untuk dapat lebih kreatif dan maksimal dalam menghimpun bantuan yang diperlukan bagi operasionalisasi dan pengembangan sekolah yang dipimpinnya 11
Topik Sub Topik Kaitan 2. Rencana Anggaran Menentukan besaran anggaran pada kegiatan-1kegiatan yang terdapat pada Rencana Kerja Tahunan kesenjangan yang terjadi di sekolah tersebut. Sedangkan besaran biaya Rencana kegiatan di setiap sekolah tergantung kepada hasil analisis Sekolah sehingga menjadi Rencana Kegiatan dan Anggaran dapat memgacu kepada ketentuan Kabupaten/Kota masing masing, Sekolah. atau ketentuan lain yang ditetapkan menurut harga pasar. 3. Pembelanjaan dan Mendiskusikan teknis melakukan pembelanjaan. Pembukuan 4. Laporan Pertanggungjawaban Melakukan pembukuan terhadap pengeluaran keuangan dari kegiatan sekolah berdasar RKAS, merujuk dasar-dasar pembukuannya pada peraturanperaturan yang berlaku. 2. Keterampilan mengenai pengelolaan perencanaan anggaran diperlukan bagi kepala sekolah agar dapat secara akurat, efektif, dan efisien dalam menyusun rencana penggunaan dana (tidak terlalu besar atau terlalu kecil). 1. Mekanisme yang ditempuh di dalam pelaksanaan kegiatan harus benar, efektif dan efisien. Pembukuan uang yang masuk dan keluar dilakukan secara cermat dan transparan. Untuk itu tenaga yang melakukan pembukuan dipersyaratkan menguasai teknis pembukuan yang benar sehingga hasilnya bisa tepat dan akurat 2. Kepala sekolah sebagai pemimpin pengelolaan keuangan harus dapat menjamin kecermatan dan transparansi tersebut. 3. Keterampilan mengenai pengelolaan pembelanjaan dan pembukuan yang berdasarkan pada peraturan berlaku dapat melatih kepala sekolah untuk menjamin akurasi dan transparansi penggunaan anggaran yang telah direncanakan Membuat laporan pertanggungjawaban dari 1. Pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran yang berasal dari usaha kegiatan pada RKAS yang sudah terlaksana. mandiri sekolah dilakukan secara rinci dan transparan kepada dewan guru dan staf sekolah. 2. Keterampilan dalam pelaporan pertanggungjawaban keuangan dapat mengembangkan kemampuan kepala sekolah untuk menjamin keakuratan 12
Topik Sub Topik Kaitan dan transparansi pengelolaan keuangan yang berdasarkan pada RKJM dan RKAS/M PENGELOLAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1. Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan 2. Pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan Mengidentifikasi dan mengkaji ulang program pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan Menentukan alternatif pemecahan masalah pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah Pemaparan hasil penyempurnaan program pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan Mendiskusikan permasalahan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan Mereposisi dan menambah peran dan tanggungjawab pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah Kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang sekaligus berperan sebagai manajer sumber daya manusia. Pengetahuan mengenai pengelolaan dari sisi SDM sangat diperlukan untuk menjamin kinerja pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan tupoksinya Kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang harus memperhatikan perkembangan masing-masing individu yang menjadi anggota tim kerjanya. Oleh karena itu, kepala sekolah harus memahami bagaimana mengembangkan sdm secara optimal di sekolah. PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA 1. Analisis Kebutuhan Identifikasi Masalah Sarana dan prasarana Analisis kebutuhan sarana dan prasarana Sekolah/madrasah 2. Perencanaan pengelolaan sarana dan prasarana prasarana sekolah/madrasah Revisi/Penyusunan program pengelolaan sarana dan Pengadaan sarana untuk proses pembelajaran siswa Inventarisasi sarana dan prasarana Penghapusan sarana dan prasarana 3. Pemanfaatan sarana Pemanfaatan sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran Kepala sekolah harus dapat menentukan prioritas dalam pengelolaan sarana prasarana, termasuk di antaranya adalah pengadaan, pemanfaatan, dan perawatan. Kepala sekolah harus dapat membuat program pengadaan, pemanfaatan, dan perawatan sarana prasarana yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kepala sekolah harus dapat mengoptimalkan sarana prasarana yang ada di sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. 13
dan Topik Sub Topik Kaitan sekolah/madrasah prasarana 4. Perawatan sarana dan prasarana Sekolah/madrasah PENGELOLAAN PESERTA DIDIK Perawatan sarana dan prasarana Kepala sekolah harus dapat mengoptimalkan sarana prasarana yang ada di sekolah untuk tetap dapat digunakan dalam proses pembelajaran 1. Penerimaan peserta didik baru 2. Penempatan peserta didik baru 3. Pembinaan dan pengembangan peserta didik Menyusun agenda penerimaan peserta didik baru Menganalisis daya tampung Melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru Melaporkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru Melaksanakan penempatan Melakukan Benchmarking (membuat tolak ukur dengan memanfaatkan sekolah/madrasah yang lebih sukses dalam penempatan peserta didik baru sebagai parameter keberhasilan) Mengkaji ulang program peserta didik yang sudah ada Menyusun program pembinaan peserta didik Benchmarking/ kunjungan sekolah/madrasah (membuat tolak ukur dengan memanfaatkan sekolah/madrasah yang lebih sukses dalam pembinaan peserta didik sebagai parameter keberhasilan) Kepala sekolah harus mampu melaksanakan PPDB sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah serta peraturan yang berlaku Kepala sekolah harus memahami potensi dan karakteristik peserta didik baru agar dapat dijadikan dasar untuk pembinaan dan pengembangan secara berkelanjutan Kepala sekolah harus menjamin keberlangsungan pembelajaran yang berbasis potensi dan karakteristiknya 14
Topik Sub Topik Kaitan PENGELOLAAN KURIKULUM 1. Dokumen 1 (Penjelasan Umum KTSP) 2. Dokumen 2 (Silabus) 3. Dokumen 2 (RPP) Menentukan kriteria/ indikator dokumen 1 KTSP Mengkaji dokumen 1 KTSP Merevisi dokumen 1 KTSP Menentukan kriteria/ indikator dokumen 2 Silabus Mengkaji dokumen 2 Silabus Merevisi dokumen 2 Silabus Menentukan kriteria/ indikator dokumen 2 RPP Mengkaji dokumen 2 RPP Merevisi dokumen 2 RPP Kepala sekolah harus menguasai filosofi dasar dari kurikulum yang dikembangkan di sekolah Kepala sekolah harus menguasai pengembangan silabus sesuai dengan potensi sekolah Kepala sekolah harus menguasai penyusunan RPP sesuai dengan potensi sekolah 15
Tagihan yang menjadi tugas bagi KS dan kaitannya dengan kompetensi yang diharapkan dapat tercapai Tagihan SUPERVISI AKADEMIK 1. Perencanaan Supervisi Akademik 2. Temuan dan Bukti Hasil Supervisi Akademik 3. Analisis Temuan dan Bukti 4. Umpan Balik dan Rencana Tindak Lanjut RKJM DAN RKAS/M Kaitan Kepala sekolah harus mampu melakukan supervisi akademik untuk dapat menjamin kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu kepala sekolah perlu memahami dan menguasai teknik-teknik dasar untuk melakukan supervisi akademik dengan prosedur yang benar. Prosedur yang benar dimaksud adalah: 1. dimulai dari membuat perencanaan yang sesuai dengan kondisi sekolah, 2. melaksanakan perencanaan yang telah ditetapkan, 3. menganalisis temuan-temuan yang diperoleh selama mengamati proses pembelajaran maupun dokumendokumen yang mendasari, dan 4. membuat umpan balik untuk meningkatkan kinerja guru dalam mengajar, serta 5. menyusun rencana tindak bersama guru yang bersangkutan Pemetaan Konsep SNP dan SPM Kepala sekolah harus memahami standar nasional dan SPM yang diterapkan dalam program sekolah. Tagihan-tagihan ini Identifikasi Komponen RKJMdiharapkan dapat menjadi sarana melatih keterampilan dalam RKAS/M menyusun RKJM dan RKAS/M. Mengkaji Ulang dan Merevisi RKJM-RKAS/M PENGELOLAAN KEUANGAN 1. Mengidentifikasi sumber-sumber Kepala sekolah harus mampu memahami teknis pengelolaan pendapatan sekolah yang keuangan. Tagihan-tagihan ini diharapkan dapat menjadi sarana melatih keterampilan dalam mengelola keuangan. terdapat pada sumber pembelajaran. 2. Menentukan potensi untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan sekolah yang lain dari sumber yang telah ada. 3. Menemukan upaya-upaya yang akan Saudara lakukan agar 16
Tagihan kegiatan tersebut dapat terlaksana. 4. Memperkirakan pendapatan dan prosentase masing-masing sumber pendapatan yang mungkin dapat diterima sekolah. 5. Menyusun RKAS setelah menelaah dokumen RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) dan RKT (Rencana Kerja Tahunan) yang ada di sekolah Saudara. 6. Membuat Buku Kas Umum (BKU) dan Buku Kas Pembantu (BKP). 7. Mengkaji pelaporan keuangan sekolah Saudara dan; 8. Membuat laporan keuangan sekolah. Kaitan PENGELOLAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1. Pengkajian Program Sebagai kepala sekolah pemula maka berbagai kegiatan Pengelolaan PTK pengelolaan sdm perlu disesuaikan dengan SNP dan SPM 2. Penyusunan Tagihan-tagihan ini diharapkan dapat menjadi sarana melatih Program keterampilan dalam mengelola pendidik dan tenaga Perencanaan Pengelolaan PTK kependidikan. 3. Reposisi Struktur Organisasi PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA 1. Analisis Kebutuhan Sarana dan Kepala sekolah harus dapat menentukan prioritas, membuat Prasarana Sekolah/Madrasah program pengadaan, pemanfaatan, dan perawatan sarana 2. prasarana yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, Perencanaan Pengadaan Sarana mengoptimalkan sarana prasarana yang ada di sekolah untuk dan Prasarana tetap dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Tagihantagihan Sekolah/Madrasah ini diharapkan dapat menjadi sarana melatih 3. Pemanfaatan Sarana keterampilan dalam mengelola sarana dan prasarana. dan Prasarana Sekolah/madrasah PENGELOLAAN PESERTA DIDIK 1. Penerimaan Peserta Didik Baru Kepala sekolah harus memahami hal-hal teknis berkaitan 2. Penempatan Peserta Didik Baru dengan penerimaan, penempatan, pembinaan, dan pengembangan peserta didik. Tagihan-tagihan ini diharapkan 3. Pembinaan dan Pengembangan dapat menjadi sarana melatih keterampilan dalam supervisi 17
Peserta Didik Tagihan akademik. Kaitan PENGELOLAAN KURIKULUM 1. Mengkaji Dan Merevisi Dokumen Kepala sekolah harus menguasai filosifi kurikulum, silabus, KTSP dan RPP yang sesuai dengan visi misi sekolah. Tagihantagihan ini diharapkan dapat menjadi sarana melatih 2. Mengkaji Dan Merevisi Dokumen 2 keterampilan dalam supervisi akademik. (Silabus) 3. Mengkaji dan Merevisi Dokumen 2 (RPP) Durasi dan waktu yang tepat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan BPU. Durasi Supervisi Akademik 1. In-1 = 11 jp 2. On = 27 jam pelajaran dalam rentang waktu 4 bulan. 3. In-2 = 4 jp Rekomendasi Awal waktu Pelaksanaan untuk kegiatan pembelajaran BPU ini adalah di awal semester, sedangkan untuk kegiatan pelaksanaan supervisi sebaiknya dilaksanakan pada tengah semester akhir semester ganjil Total alokasi waktu 51 jam pelajaran. RKJM/RKAS 1. In-1 = 7 jp Awal waktu pelaksanaan untuk kegiatan pembelajaran BPU ini adalah pada bulan Juni. 2. On = 184 jp dalam rentang waktu 3 bulan 3. In-2 = 5 jp 15 menit Total alokasi waktu 194 jp 5 menit. Pengelolaan Keuangan 1. In-1 = 6 JP 40 menit, 2. On = 216 JP dalam 3 bulan 12 hari 3. In-2 = 4 JP 30 menit. Waktu pelaksanaan yang direkomendasikan adalah pada bulan Oktober s.d. Desember dikarenakan penutupan anggaran pada bulan Desember. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1. In-1 = 9 JP BPU ini lebih efektif jika dilaksanakan di akhir atau di awal tahun pelajaran, yaitu sekitar akhir bulan Juni sampai 2. On = 88 JP dengan awal bulan Juli. 3. In-2 = 4 JP Pengelolaan Sarana dan Prasarana 1. In-1 = 9 JP Pelaksanaan BPU ini sebaiknya dilaksanakan di awal 18
Durasi Rekomendasi 2. On = 124 JP dalam kurun waktu tahun pembelajaran yaitu pada bulan Juli, Agustus dan 2 bulan September. 3. In-2 = 6 JP. Pengelolaan Peserta Didik Proses pembelajaran akan Proses ini akan berhasil secara optimal jika dilakukan berlangsung selama 93 jp 15 pada bulan Mei atau 2 bulan sebelum pelaksanaan atau selama kurun waktu 4 bulan penerimaan peserta didik baru dimulai. 17 hari. Kurikulum 1. In-1 = 16 JP Akhir tahun ajaran (Bulan April/Mei) 2. On = 120 JP dalam 3 bulan 3. In-2 = 1 JP, 15 menit Media dan sumber belajar yang digunakan dalam BPU. Tagihan Supervisi Akademik 1. Dokumen hasil identifikasi masalah 2. Analisis hasil supervisi akademik tahun sebelumnya 3. Instrumen supervisi akademik. RKJM/RKAS 1. Dokumen RKJM dan RKAS/M yang sudah ada di sekolah/madrasah; 2. Dokumen PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 3. Dokumen Permendiknas No. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan; 4. Hasil EDS Pengelolaan Keuangan Kaitan Kepala sekolah harus menggunakan buku Kegiatan pembelajaran supervisi akademik, kemudian, mengidentifikasi masalah, analisis hasil supervisi akademim menggunakan lembar kerja yang sudah disediakan. Kepala sekolah harus memahami bahan bacaan supervisi akademik untuk mendukung pelaksanaan supervisi akademik secara optimal. Kepala sekolah harus menggunakan dokumen RKJM dan RKAS/M yang sudah ada di sekolah, dan dokumen PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan serta dokumen Permendiknas No. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. Kepala sekolah harus menggunakan hasil EDS untuk salah satu acuan membuat program sekolah 19
Tagihan Kaitan 1. Sumber Pendapatan Sekolah 2. RKJM, RKT dan RKAS 3. Juknis Block grant yang dimiliki, Kepala sekolah harus memahami sumber-sumber pendapatan sekolah untuk pelaksanaan RKJM, dan RKT yang dituangkan kedalam RKAS. 4. Buku Kas Umum (BKU) 5. BKP (Buku Kas Pembantu) Kepala sekolah harus memahami administrasi pengelolaan keuangan sekolah sampai pelaporan 6. Laporan Pertanggungjawaban yang akuntabel dan transparan Keuangan Sekolah. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1. Dokumen/salinan peraturan: a. UU No.43/1999 tentang Pokokpokok Untuk pengelolaan pendidik dan tenaga Kepegawaian, dan UU kependidikan kepala sekolah harus memahami No.14/2005 tentang Guru dan dan menggunakan perundang-undangan dan Dosen (kenaikan pangkat dan peraturan kementrian yang terkait dengan promosi). pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan b. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. c. PP No.74 Tahun 2008 tentang Guru d. PPNo. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan PenyelenggaraanPendidikan e. Permendiknas No. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal f. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, g. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan h. Permendiknas No. 24 Tahun 2008 tentang Administrasi (TU) i. Permendiknas No. 25 Tahun 2008 tentang Tenaga Perpustakaan. j. Permendiknas No. 26 Tahun 2008 20
Tagihan tentang Laboran. 2. Dokumen sekolah tentang: a. Daftar Urut Kepangkatan/Data Kepegawaian b. Enrollment (jumlah peserta didik) c. Jumlah jam dalam 1 minggu d. Beban mengajar guru dalam 1 minggu ( 24 Jam) e. Jumlah peserta didik dalam 1 kelas f. Jumlah guru yang ada g. Jumlah guru yang akan pensiun/berhenti/meninggalkan jabatan keguruan. Kaitan Pengelolaan Sarana dan Prasarana 1. Dokumen sekolah tentang: Kepala sekolah dalam pelaksanaan pengelolaan sarana prasarana harus menggunakan RKJM, RKT, a. Rencana Kegiatan Jangka dan RKAS yang ada disekolah serta standar nasional Menengah (RKJM), pengelolaan sarana prasarana sekolah b. Rencana Kegiatan Tahunan (RKT), c. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/madrasah (RKAS) d. Program pengelolaan sarana dan prasarana dimana anda bertugas. 2. Standar nasional pendidikan dan atau minimal standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan satuan pendidikan, standar tenaga administrasi, standar tenaga perpustakaan, standar tenaga laboratorium dan standar nasional pendidikan lainnya Pengelolaan Peserta Didik 1. Petunjuk Teknis penerimaan peserta didik baru dari Dinas Pendidikan Kepala sekolah harus menggunakan petunjuk teknis penerimaan pendidik baru dari Dinas 21
Tagihan Daerah setempat yang memuat jadwal pelaksanaan, kriteria calon peserta didik baru yang berdasarkan status sekolah/madrasah/madrasah (reguler,rsbi atau SBI), serta ketentuan rombongan belajar yang berdasarkan jenjang pendidikan. 2. Data demografi, potensi, dan minat peserta didik lama maupun baru. 3. Evaluasi penerimaan peserta didik baru tahun sebelumnya, termasuk sistem penerimaan peserta didik, kebijakan berkenaan dengan peserta didik, serta ukuran sekolah/madrasah dan kelas. 4. Evaluasi Program Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik Baru tahun berjalan. Kaitan Pendidikan kabupaten/kota. Kepala sekolah harus mengacu pada program penerimaan peserta didik baru. Kurikulum 1. Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2006 dari BSNP 2. Lampiran Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Pendidikan Dasar dan Menengah 3. Panduan Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya bangsa (dari Puskur) 4. Dokumen 1 KTSP 5. Silabus 6. RPP Kepala sekolah menggunakan dokumen SNP dan dokumen lainnya untuk mengembangkan KTSP sesuai dengan kondisi sekolah 22
Pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran BPU Yang terlibat Supervisi Akademik Semua warga sekolah (guru, tenaga administrasi, siswa dan komite sekolah). Rencana Kerja Jangka Menengah Semua warga sekolah (guru, tenaga (RKJM) dan Rencana Kegiatan dan administrasi, siswa dan komite sekolah). Anggaran Sekolah/ Madrasah (RKAS/M) Pengelolaan Keuangan Komite sekolah, guru, dan tenaga khusus dalam pengelolaan keuangan. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Komite sekolah, guru, dan pemangku Kependidikan kepentingan (dinas/kantor kemenag). Pengelolaan Sarana dan Prasarana Semua warga sekolah (guru, tenaga administrasi, siswa dan komite sekolah). Pengelolaan Peserta Didik Guru-guru, tenaga administrasi, dan komite sekolah serta stakeholders lainnya. Kurikulum Semua warga sekolah (guru, tenaga administrasi, siswa dan komite sekolah). 23
Strategi belajar yang digunakan dalam BPU No. Kegiatan KS BPU 1 2 3 4 5 6 7 Tugas Pengawas 1. Berpikir reflektif Mendampingi kepala sekolah selama melakukan refleksi atas apa yang diketahui, dirasakan, dan dilaksanakan sehubungan dengan topik yang sedang dipelajari. Pengawas sebaiknya hanya bersikap pasif menunggu adanya pertanyaan dari peserta. Jika ada yang bertanya maka pengawas hanya memberikan stimulasi bukan jawaban. Jika tidak ada yang bertanya, pengawas memberikan stimulasi berupa pertanyaan tanpa memberikan jawaban. Pada kegiatan ini, pengawas tidak diperbolehkan memberikan penguatan apa pun atas hasil berpikir reflektif yang dilakukan oleh kepala sekolah. 2. Brainstorming Memimpin kelompok untuk melakukan curah pendapat mengenai topik yang sedang dipelajari. 3. Berbagi Pengalaman 4 Permainan Peran/ Simulasi Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta berpartisipasi dalam mengungkapkan pendapat/perasaan. Pada kegiatan ini, pengawas hanya diperbolehkan untuk merangkum hasil curahan pendapat/perasaan KS. Memimpin kelompok untuk menceritakan pengalaman yang terkait dengan topik. Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta berpartisipasi dalam mengungkapkan pengalamannya secara singkat dan padat. Pada kegiatan ini, pengawas hanya diperbolehkan untuk merangkum berbagai pengalaman yang diceritakan oleh KS. Memimpin kelompok untuk melakukan simulasi berdasarkan instruksi kegiatan BPU untuk 24
No. Kegiatan KS BPU 1 2 3 4 5 6 7 Tugas Pengawas mereplikasi setting sekolah ke dalam ruang kelas diklat. Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta berpartisipasi dalam permainan peran dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Pada kegiatan ini, pengawas hanya diperbolehkan untuk memimpin diskusi, merangkum hasilnya, dan memberikan penguatan atas proses yang baru saja dialami oleh KS selama simulasi. 5 Peta Konsep Memimpin kelompok untuk melakukan curah pendapat/perasaan/pengalaman mengenai topik yang sedang dipelajari dalam bentuk peta konsep. Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta berpartisipasi dalam mengungkapkan pendapat/perasaan. Pada kegiatan ini, pengawas hanya diperbolehkan untuk merangkum hasil curahan pendapat/perasaan KS. 6 Games/Permain an Memimpin kelompok untuk melakukan permainan berdasarkan instruksi kegiatan BPU untuk mensimulasikan setting sekolah ke dalam ruang diklat dengan suasana yang menyenangkan. Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta berpartisipasi dalam permainan dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Pada kegiatan ini, pengawas hanya diperbolehkan untuk memimpin diskusi, merangkum hasilnya, dan memberikan penguatan atas proses yang baru saja dialami oleh KS selama permainan. 7 Diskusi Memimpin kelompok untuk berdiskusi mengenai topik yang sedang dipelajari dalam bentuk peta konsep. Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta berpartisipasi dalam mengungkapkan pendapat/perasaan. Pengawas harus memastikan arah diskusi tetap pada tujuan yang telah ditetapkan dalam masing-masing BPU. Pada kegiatan ini, pengawas hanya diperbolehkan untuk merangkum hasil curahan pendapat/perasaan KS. 8 Analisis Data Real di Sekolah Membimbing KS melakukan analisis berdasarkan instruksi kegiatan BPU. Pengawas sebaiknya bersikap tegas untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh 25
No. Kegiatan KS BPU 1 2 3 4 5 6 7 Tugas Pengawas (teliti dan menjalani proses sesuai konsep dasar analisis) dalam melakukan analisis. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian analisis dengan benar. 9 Studi Kasus Membimbing KS melakukan studi kasus berdasarkan instruksi kegiatan BPU yang sebenarnya merupakan replikasi masalah yang sering ditemukan ke dalam bentuk Lembar Kerja. Pengawas sebaiknya bersikap aktif untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh dalam melakukan studi kasus. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian studi kasus dengan benar. 10 Studi Dokumen Membimbing KS melakukan studi dokumen berdasarkan instruksi kegiatan BPU. Pengawas sebaiknya bersikap tegas untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh dalam melakukan studi dokumen. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian studi dokumen dengan benar. 11 Survey Mendampingi dan membimbing KS dalam menyusun, menyebarkan, dan menganalisis 12 Revisi Dokumen/ Program Sekolah angket. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian survey dengan benar. Membimbing KS melakukan revisi dokumen/program sekolah berdasarkan instruksi kegiatan BPU. Pengawas sebaiknya bersikap tegas untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh dalam melakukan revisi berdasarkan hasil analisis data, survey, dan atau studi dokumen yang telah dilakukan. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian 26
No. Kegiatan KS 13 Praktik Lapangan BPU 1 2 3 4 5 6 7 revisi program/dokumen dengan benar. Tugas Pengawas Membimbing KS melakukan praktik lapangan di sekolah berdasarkan instruksi kegiatan BPU. Pengawas sebaiknya bersikap tegas untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh dalam melakukan praktik lapangan berdasarkan langkah-langkah ideal yang telah dijabarkan dalam BPU maupun hasil analisis data, survey, dan atau studi dokumen yang telah dilakukan. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian praktik lapangan dengan benar. 14 Mentoring Membimbing KS melakukan mentoring di sekolah berdasarkan instruksi kegiatan BPU. Pengawas sebaiknya bersikap tegas untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh dalam melakukan mentoring berdasarkan langkah-langkah ideal yang telah dijabarkan dalam BPU maupun hasil analisis data, survey, dan atau studi dokumen yang telah dilakukan. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian mentoring dengan benar. 15 Kunjungan Mendampingi KS melakukan kunjungan ke sekolah lain berdasarkan instruksi kegiatan BPU. Pengawas sebaiknya bersikap tegas untuk memastikan semua peserta bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kunjungan dan melakukan analisis data, survey, dan atau studi dokumen. Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS melaksanakan semua rangkaian kunjungan dengan benar. 17 Laporan Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa laporan telah dibuat sesuai dengan kenyataan yang dialami oleh KS. Perlu dipahami bahwa tujuan PKB adalah untuk meningkatkan kompetensi KS bukan sekedar menjalankan program sampai selesai tanpa memperhatikan kualitas proses maupun hasilnya. 27
No. Kegiatan KS 16 Presentasi Laporan BPU Tugas Pengawas 1 2 3 4 5 6 7 Pada kegiatan ini, pengawas harus memastikan bahwa KS menyampaikan laporan dengan jujur. Perlu dipahami bahwa tujuan PKB adalah untuk meningkatkan kompetensi KS bukan sekedar menjalankan program sampai selesai tanpa memperhatikan kualitas proses maupun hasilnya. *Keterangan 1. Supervisi Akademik 2. RKJM/RKAS 3. Pengelolaan Keuangan 4. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5. Pengelolaan Sarana dan Prasarana 6. Pengelolaan Peserta Didik 7. Kurikulum 28
Peran dan tugas pengawas selama mendampingi KS pada saat melaksanakan on the job learning. a. BPU Keuangan Topik Mentee Mentor Kegiatan 1: Studi Dokumen yaitu melakukan tela ah dokumen pendapatan dan mendiskusikan hasil tela ah dengan TPS 1. Mengidentifikasi Sumber-sumber Pendapatan Sekolah/Madrasah 2 Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah 3: Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah 4: Pelaporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan 2: Berpikir Reflektif dengan cara menjawab pertanyaan Kegiatan 3: Workshop Identifikasi Sumber Pendapatan Sekolah/madrasah Kegiatan 4: Studi Dokumen dilaksanakan bersama-sama tim pengembang sekolah telaah RKJM, RKT, dengan mengisi LK 14. Menentukan prioritas pada RKT dengan mengisi LK 15 Kegiatan 5: Workshop Menyusun RKAS/M dengan mengkaji RKJM dan RKT, kemudian menyusn kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) bersama tim pengembang sekolah dan unsur-unsur terkait lainnya Kegiatan 6: Diskusi Kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan dan dapat meminta bantuan kepada pengawas dan kepala sekolah yang lain menjawab pertanyaan Kegiatan 7: Tugas menyusun/ memperbaiki BKU dan BKP dengan bendahara sekolah dan mengacu pada peraturan yang berlaku Kegiatan 8: Diskusi Kelompok dan tim pengembang sekolah untuk menjawab pertanyaan yang kaitannya dengan tagihan (laporan keuangan) Kegiatan 9: Mentoring dengan mendiskusikan dan identifikasi laporan keuangan dengan pengawas sekolah untuk dikaji ulang kemudian mengarsipkan Kegiatan 10: Workshop dengan cara menyiapkan semua petunjuk teknik dan berkas keuangan selanjutnya menyusun Laporan keuangan Kegiatan 11: Workshop Menyusun Laporan Pelaksanaan On The Job Learning Membimbing KS saat menelaah dokumen pendapatan dan melakukan pengecekan hasil diskusi Memeberi arahan kepada KS untuk Acuan berpikir reflektif dengan cara menjawab pertanyaan Kegiatan 1 Memberi arahan kepada KS tentang identifikasi sumber pendapatan sekolah/madrasah Membimbing KS saat telaah RKJM, RKT, mengisi LK 14. Dan menentukan prioritas pada RKT (LK 15) kemudian mengecek hasil diskusi Membimbing dan memberia arahan kepada KS cara mengkaji RKJM, RKT dan menyusun RKAS, kemudian mengecek hasil workshop Memberikan arahan atau memberi contoh, dan memberi informasi, untuk menjawab pertanyaan. Selanjutnya mengecek hasil diskusi kelompok Memberikan arahan menyusun/memperbaiki BKU dan BPK yang mengacu pada peraturan yang berlaku. Mengecek hasil penyusunan/perbaikan BKU dan BKP Memberikan bimbingan dan arahan kepada KS untuk menjawab pertanyaan yang ada kaitannya dengan tagihan. Menelaah hasil diskusi kelompok. Memberikan arahan kepada KS pada saat diskusi tentang identifikasi laporan keuangan yang sesuai dengan petnujuk teknis. Mengecek berkas-berkas laporan keuangan Memberikan arahan kepada KS tentang laporan keuangan yang sesuai dengan petnujuk teknis. Selanjutnya mengecek berkas-berkas laporan keuangan Membimbing membuat laporan OJL kepada KS, dan mengecek hasil nya 29
Topik 1 : Penerimaan Peserta Didik Baru b. BPU PPDB Topik Mentee Mentor Kegiatan 1 : Praktik lapangan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dengan cara diskusi dengan panitia, pelaksanaan seleksi PPDB, monev, dan tindak lanjut/umpan balik Topik 2 : Penempatan Peserta Didik Baru Topik 3 : Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik Baru Kegiatan 2: Praktik Lapangan memandu dan melaksanakan proses penempatan peserta didik baru mengacu pada potensi, analisis data demografi, dan minat peserta didik Kegiatan 3: Benchmarking melakukan kunjungan ke sekolah/madrasah yang Saudara sebagai anggap parameter keberhasilan penempatan peserta didik berdasarkan masukan dari pengawas Kegiatan 4: Penyusunan Pelaporan dengan cara menyiapkan laporan berisi dokumen penempatan peserta didik dan kunjungan ke sekolah/madrasah, sebagai bagian portofolio Kegiatan 5: Kerja Tim berdiskui dengan panitia sekolah/madrasah membuat rencana tindak lanjut terkait integrasi program pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam proses belajar mengajar Membimbing KS pada saat praktik PPDB dan melaksanakan pemantauan (monitoring) dan mengevaluasi. Memantau dan memberikan arahan tentang penempatam peserta didik sesuai dengan potensi, analisis data demografi, dan minat peserta didik. Kemudian mencek hasil penempatan peserta didik Memberikan rekomendasi sekolah yang akan dikungjungi oleh KS. Memberikan arahan dan bimbingan tetang benchmarking. Mengecek hasil Benchmarking. Membimbing KS meyiapkan dokumen penempatan peserta didik dan laporan kinjungan sekolah. Menela ah laporan KS Memberia arahan dan meberi contoh pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dintegrasikan dalam proses pembelajaran Kegiatan 6: Review Program melakukan pengkajian ulang (review) terhadap program peserta didik yang sudah dilaksanakan pada tahun berjalan Kegiatan 7: Menyusun Program menyusun program pembinaan dan pengembangan peserta didik baru, berdasarkan hasil kajian pada kegiatan 2 dan sumber-sumber daya yang tersedia. Kegiatan 8: Monitoring & Evaluasi implementasi program pembinaan peserta didik Kegiatan 9: Benchmarking/ kunjungan sekolah/madrasah, Saudara diharapkan untuk mengunjungi satu sekolah/madrasah yang dianggap dapat memberikan parameter keberhasilan pengembangan dan pembinaan peserta didik. Membimbing kajian ulang program peserta didik yang sudah dilaksanakan pada tahun berjalan kepada KS. Mengecek hasil kajian Memberi arahan penyusunan program pengembangan peserta didik kepada KS. Membimbing KS tentang monev implemnetasi program pembinaan peserta didik. Mendampingi KS kunjungan sekolah tentang keberhasilan pengembangan dan pembinaan peserta didik. Mencek laporan KS tentang hasil kunjungan sekolah 30
c. BPU Sarana prasarana Topik Mentee Mentor Kegiatan 1: FGD Pemetaan Masalah : Melaksanakan FGD dengan pemangku kepentingan sekolah/madrasah. yang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, guru dan staf, komite sekolah/madrasah, wali peserta didik, dan jika memungkinkan juga pengawas, dunia usaha, dan dunia indutri tentang permasalahan dalam bidang sarana dan prasarana yang berkaitan dengan proses pembelajaran Topik 1 Analisis Kebutuhan Sarana dan prasarana Sekolah/ madrasah Topik 2 : Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah Topik 3 : Pemanfaatan Sarana dan prasarana Kegiatan 2: FGD Analisis Kebutuhan : menganalisis berdasarkan skala prioritas kebutuhan sarpras sekolah/madrasah yang mendukung proses pembelajaran. Kegiatan 3: FGD Usulan Revisi FGD dengan warga sekolah/madrasah (guru, komite sekolah/madrasah, tenaga adminstrasi, dan tenaga khusus) untuk membuat usulan revisi program pengadaan sarana dan prasarana sekolah/madrasah berdasarkan data hasil analisis kebutuhan Kegiatan 4: Revisi Program melakukan revisi program pengadaan sarana dan prasarana, maka berdasarkan hasil musyawarah dengan pemangku kepentingan sekolah/madrasah. Kegiatan 5: Mentoring Praktik Diskusi dengan pemangku kepentingan sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah, guru dan staf, komite sekolah/madrasah, wali peserta didik, dan jika memungkinkan libatkan juga pengawas, dunia usaha, dan dunia industri) untuk menentukan cara pengadaan sarana parasana sekolah/madrasah yang sesuai ramburambu dan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah serta kebutuhan sekolah/madrasah Kegiatan 6: Identifikasi Permasalahan. Melakukan diskusi dengan pemangku kepentingan sekolah/madrasah tentang permasalahan dan kendalanya dalam pengadaan sarpras Kegiatan 7: Orientation learning Pendataan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah/madrasah Kegiatan 8: Mentoring Praktik Melakukan curah pendapat dan diskusi dengan para pemangku kepentingan sekolah/madrasah untuk menentukan pemanfaatan sarana dan Memberikan arahan pada saat FGD permasalahan dalam bidang sarana parasarana yang berkaitan dengan proses pembelajaran Membimbing analisis skala prioritas kebutuhan sarana prasarana sekolah. Mencek hasil FGD kebutuhan sarana prasarana sekolah Memberikan arahan dan contoh usulan revisi program pengadaan sarpras. Mendokumentasikan usulan revisi program Membimbing cara merevisi program, kemudian menelaah hasil revisi program pengadaan sarpras Pendampingan cara pengadaan sarana prasaran sekolah/madrasah. Mencek sarana prasarana yang diperbaiki, dan dibeli Memberi arahan pada saat diskusi permasalahan pengadaan sarpras dan pemecahan masalahnya. Memberikan arahan dan bimbingan serta memberi contoh tentang inventarisasi, dan penghapusan sarpras Membimbing dan monev pada saat - menentukan pemanfaatan sarpras untuk meningkatkan - membuat jadwal 31
Topik Mentee Mentor prasarana dalam proses pembelajaran lebih optimal. Membuat jadwal untuk optimalisasi pemanfaatan sarana pendampingan (mentoring) kepada guru untuk membuat perencanaan pembelajaran yang mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada disekolah/madrasah Mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang ada di sekolah/madrasah. Pendampingan dan pemantauan kepada guru dilakukan untuk pemanfaatan sarana dalam proses pembelajaran Monitoring proses pembelajaran peserta didik dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di sekolah/madrasah secara optimal. - membuat perencanaan pembelajaran - pembelajaran siswa untuk kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Topik 4 : Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah Kegiatan 9: Penyusunan Laporan Buatlah laporan pemanfaatan sarana dan prasarana Kegiatan 10: Buzz Group Melakukan analisis perawatan sarana dan prasarana di sekolah/madrasah bersama dengan para pemangku kepentingan sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah, guru dan staff, komite sekolah/madrasah, wali peserta didik, dan jika memungkinkan pengawas, dunia usaha, dan dunia industri)., Mengklasifikasikan pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana yang akan dilaksanakan di sekolah/madrasah Membuat jadwal pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana sekolah/madrasah Membimbing membuat laporan pemanfaatan sarpras Pendampingan pelaksanaan anlisis perawatan sarpras, mengkalisifikasi perawatan sarpras, membuat jadwal perawatan sarpras. Monev perawatan sarpras Pendampingan dan monitoring pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana sekolah/madrasah kepada guru dan staf di sekolah Kegiatan 11: Kunjungan Sekolah/Madrasah Kunjungan ke sekolah/madrasah yang lebih baik dalam pengelolaan sarana dan prasarana sekolah/madrasah sebagai tolok ukur yang memungkinkan dapat terapkan di sekolah/madrasah Kegiatan 12: Laporan Menyusun semua tagihan menjadi portofolio danmem buat laporan hasil kegiatan On sesuai dengan sistematika laporan yang sudah ditentukan pada LK 26. Kemudian buatlah powerpoint laopran hasil On, d. BPU RKJM-RKAS Mendampingi kunjungan ke sekolah. Memberikan arahan membuat laporan hasil kunjungan Membimbing, memberi arahan dan memberi contoh membuat laporan semua tagihan hasil kegiatan OJL 32
Topik Mentee Mentor Kegiatan 1: Kajian DokumenRKJM- KAS/M Topik : 1. Mereview Komponen RKJM- RKAS/M Membentuk tim pengembang sekolah/madrasah (TPS/M) dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah/madrasah yang terdiri dari kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah/madrasah Memberikan arahan dalam pembentukan TPS Bersama-sama mengkaji komponenkomponen yang ada di RKJM-RKAS/M Kegiatan 2: Revisi RKJM-RKAS/M, Revisi komponen-komponen RKJM-RKAS/M sebaik mungkin Kegiatan 3: Penilaian Diri Bersama dengan TPS/M mendiskusikan tentang kondisi nyata, kondisi yang diharapkan, dan kesenjangannya terkait SNP Kegiatan 4: Penyebaran Angket Penyebaran hasil penilaian diri sekolah/madrasah oleh tim pengembang kemudian disebarkan kepada perwakilan orang tua/wali peserta didik. Memberikan bimbingan pada saat mengkaji komponen-komponen RKJM-RKAS/M Membimbing revisi komponen-komponen RKJM-RKAS/M Mencek hasil revisi Memberi arahan dan membimbing kondisi nyata dan kondisi yang diharapakan kaitnnya dengan pencapaian SNP Mencek hasil penilaian diri Pendampingan penyebran angket dan membimbing cara analisis hasil angket Menyebarkan angket untuk mendapat umpan bailk, saran program, dan dukungan yang akan diberikan oleh orang tua/wali peserta didik Kegiatan 5: Analisis Merevisi RKJM dan RKAS/M Diskusi hasil penghitungan bersama tim pengembang sekolah/madrasah. Menentukan prioritaisasi terhadap saran program ke dalam perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek untuk diimplementasikan Kegiatan 6: Kajian Dokumen RKJM dan RKAS/M Yang ada Menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini Bersama dengan tim pengembang sekolah/madrasah, kajilah RKJM-RKAS/M Kegiatan 7: RevisiDokumen RKJM dan RKAS/M Melakukan revisi RKJM-RKAS/M sekolah/madrasah dengan menggunakan format yang telah tersedia. Membimbing dan memberikan arahan tentang penentuan prioritas dalam RKJM, RKT Mencek hasil diskusi Memberikan arahan dalam menjawab pertanyaan dan kajian RKJM-RKAS Membimbing merevisi RKJM-RKAS Menelaah hasil revisi 33
Evaluasi Diri terhadap Penguasaan Isi BPU Acuan Kegiatan 18 a. Sesuai dengan fungsi sebagai mentor dan fasilitator, penguasaan terhadap masing-masing topik dalam setiap BPU perlu dimiliki oleh pengawas. Kesadaran atas kelemahan dan kekuatan sebelum program PKB, khususnya BPU, benarbenar dilaksanakan, diharapkan dapat mendorong masing-masing individu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. b. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan secara mandiri maupun secara berkelompok. Secara individu, sumber pembelajaran dapat diperoleh melalui setiap BPU maupun referensi terkait. Sementara secara berkelompok, kegiatan dapat dilakukan di KPPS atau diklat yang diselenggarakan oleh dinas dan LPMP setempat. c. Jika sampai pada waktu pelaksanaan program PKB, khususnya BPU, ternyata pengawas masih belum menguasai maka peran fasilitator dan mentor dapat didelegasikan kepada pihak lain yang lebih kompeten. Pihak-pihak ini dapat berasal dari LPMP, LPPKS, P4TK, dinas pendidikan, maupun dari lembaga atau individu lain yang memiliki latar belakang akademik dan praktis yang sesuai dengan masing-masing tema BPU. 34