BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

2.1.2 Pengertian Laporan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2) Standar Akuntansi Keuangan

BAB II LANDASAN TEORI. capaian dan biaya mempresentasi upaya. Konsep upaya dan hasil

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Koperasi

BAB 1 PENDAHULUAN. keuangan dapat dikatakan layak apabila dapat dipahami, relevan, reliabilitas,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN KEUANGAN NERACA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan yang timbul dari penjualan barang dan jasa. Pendapatan dapat

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Pernyataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan melalui:

BAB II KAS, PENDAPATAN DAN MODAL. atau logam), cek yang dapat dicairkan setiap saat dan setara kas. b. Pendapatan di luar operasi perusahaan

BAB II BAHAN RUJUKAN

PSAK 21 Akuntansi Ekuitas (Accounting for Equity)

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian Pendapatan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi

Akuntansi Keuangan Koperasi

BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Tinjauan Umum Laporan Keuangan. keputusan. Pengertian laporan keuangan menurut PSAK (2007: 1-2):

Laporan Arus Kas. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 8. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk semua hak atau klaim atas uang, barang dan jasa. Bila kegiatan

BAB II LANDASAN TEORI. Dewasa ini peranan akuntansi sebagai alat bantu pengambilan keputusankeputusan

Penyusunan Laporan Keuangan Pada Stars Auto Care 99 Periode Januari 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2) laporan keuangan

PEMAKAI DAN KEBUTUHAN INFORMASI

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

Asset (aktiva) 1. Definisi dan klasifikasi asset 2. Pengakuan dan pengukuran asset 3. Penyajian (pelaporan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAGIAN XVII CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 28

proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PROSES. identifikasi pengukuran. identifikasi. pengukuran pencatatan. pencatatan komunikasi. komunikasi USERS. Keputusan ekonomi.

Catatan 31 Maret Maret 2010

BAB II LAPORAN ARUS KAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ekonomi yang bersifat kuantitatif. Hal ini disebabkan keputusan-keputusan yang akan

BAB II LANDASAN TEORI. Tujuan dari standar ini adalah untuk menggambarkan perlakuan akuntansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laporan kemajuan yang secara periodik dilakukan pihak manajemen perusahaan yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP HUTANG DAN EKUITAS PEMILIK

LAPORAN LABA-RUGI. Income Statement

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II DASAR TEORI. produk/jasa yang dihasilkannya. Untuk menyampaikan produk yang ada ke tangan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI

BAB II BAHAN RUJUKAN. dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas

Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan. keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik.

BAB II LANDASAN TEORI. lagi bahwa akuntansi disebut sebagai bahasa dari keputusan-keputusan. Hal ini

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 PENDAPATAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Rudianto (2010:9), tujuan koperasi adalah untuk memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi para anggotanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEDOMAN PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DANA PENSIUN

PEMBAHASAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. II.1. Pengertian dan Manfaat Laporan Arus Kas

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

I. KARAKTERISTIK BIAYA A. Pengertian Biaya Secara umum, dapat dikatakan bahwa cost yang telah dikorbankan dalam rangka menciptakan pendapatan disebut

KEWAJIBAN & MODAL. Dwi Martani. 1/26/2010 Pelaporan Akuntans Keuangan 5 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Publik (2.12 a). Dalam hal ini piutang adalah termasuk aset yang dimaksud.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diperoleh dengan mengadakan analisis atau interprestasi terhadap data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ditujukan untuk menyediakan informasi keuangan kepada pihak intern. prestasi manajer, karyawan dan unit-unit organisasinya.

LAPORAN ARUS KAS I. PENDAHULUAN I.1 Tujuan

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Mei 2015

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR : 79 TAHUN 2013 TANGGAL: 27 DESEMBER 2013 KEBIJAKAN AKUNTANSI NO. 04 LAPORAN ARUS KAS

BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan

ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BPR Ganto Nagari 1954

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kas diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PERNYATAAN NO.

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Maret 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MEI 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JANUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JANUARI 2016

Transkripsi:

10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Analisis Analisis merupakan penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb). 2. 2. Pengertian Bisnis Menurut Warren, at al. dalam bukunya yang berjudul Accounting (2005), menyebutkan bahwa : Business is an organization in which basic resources (inputs), such as raw materials and labors, are assembled and processed to provide goods and services (outputs) to customers. Adapun pengertian lain yang dikemukakan oleh Irma Nilasari dan Sri Wiludjeng pada bukunya yang berjudul Pengantar Bisnis (2005), yaitu : Bisnis adalah aktivitas yang terorganisir yang bertujuan untuk mencari laba dengan cara menjual barang dan jasa. Tujuan utama bisnis adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Tujuan lain dari bisnis ialah mencari keuntungan atau laba (profit), sehingga para pelaku bisnis berani memikul resiko menanam modal dalam kegiatan bisnis.

11 Laba adalah uang yang tersisa setelah perusahaan mengurangkan biayabiaya untuk memproduksi dan memasarkan barang dan jasa. Sedangkan menurut Warren, at al. (2005) menyebutkan bahwa : Profit is difference between the amounts of received from customers for goods or services provided and the amounts paid for the inputs used to provide the goods or services. Terdapat tiga jenis bisnis, yaitu : 1. Perusahaan Manufaktur Yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang kemudian dijual kepada pelanggannya. 2. Perusahaan Dagang Yaitu perusahaan yang menjual produk berupa barang dagang yang diperolehnya dari produsen barang dagang lain lalu dijualnya ke pelanggan. 3. Perusahaan jasa Yaitu perusahaan yang memberikan layanan kepada pelanggannya. Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumbersumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memeperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Status Perusahaan dapat dikategorikan menjadi : 1. Berbadan hukum, dengan ciri: Berdiri sendiri Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pemilik Tanggung jawab pemilik terbatas Contoh : PT, BUMN, BUMD, Koperasi, dan lain-lain

12 2. Tidak berbadan hukum, dengan ciri : Tidak berdiri sendiri Kekayaan perusahan dan pemilik tidak terpisah atau dianggap identik Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Contoh : perusahaan perseorangan, CV, dan lain-lain Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu badan hukum yang berdiri berdasarkan perjanjian dengan melakukan kegiatan usaha dengan modal tertentu yang terbagi dalam saham dimana para pemilik atau pemegang saham tersebut mempunyai tanggung jawab yang terbatas. Pada akhir periode pembukuan, perusahaan akan menyediakan suatu laporan keuangan yang menggambarkan seluruh hasil kegiatan perusahaan. Laporan keuangan itu dibuat untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak, seperti pimpinan perusahaan, kreditor, pemegang saham, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk menggunakan. 2. 3. Teori Akuntansi Hendriksen menyebutkan pada bukunya yang berjudul Accounting Theory yang dialihbahasakan oleh Herman Wibowo (2000), akuntansi didefinisikan sebagai : Seni mencatat, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan transaksi dan kejadian yang, paling tidak sebagian, bersifat keuangan dan dengan cara yang bermakna dan dalam satuan uang serta mengintrepretasikan hasilhasilnya. Transaksi bisnis adalah setiap kejadian yang dapat mempengaruhi langsung posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang wajar dicatat. Kemudian menurut Warren, Reeve, Fess (2005), menyebutkan bahwa : Accounting can be defined as an information system that provides reports to stakeholders about the economic activities and condition of a business.

13 Menurut Stice and Skousen (2004), akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya untuk menyediakan informasi yang kuantitatif, terutama informasi keuangan, tentang entitas-entitas ekonomi, yang dimaksudkan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan dalam pembuatan pilihan-pilihan yang beralasan di antara berbagai alternatif tindakan yang tersedia. Proses akuntansi pada umumunya meliputi langkah-langkah berikut dengan urutan yang jelas : Tahap pencatatan 1. Menganalisis dokumen keuangan 2. Mencatat transaksi 3. Memindahbukukan (posting) transaksi Tahap Pelaporan 4. Menyiapkan neraca saldo atau neraca percobaan (trial balance) atas akun-akun di buku besar 5. Mencatat jurnal penyesuaian 6. Menyiapkan laporan keuangan 7. Menutup akun nominal 8. Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan atau neraca saldo penutup (post-closing trial balance) untuk memastikan kesamaan atau keseimbangan debit dan kredit setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup diposting. 2. 4. Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan ikhtisar dari suatu proses akuntansi. Menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, tujuan laporan keuangan (financial statement) adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

14 Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;1.07), menyebutkan bahwa : Komponen Laporan Keuangan : (a) Neraca; (b) laporan laba-rugi; (c) laporan perubahan ekuitas; (d) laporan arus kas; dan (e) catatan atas laporan keuangan 2. 4. 1. Neraca Pada suatu waktu tertentu, melaporkan sumber daya yang dimiliki perusahaan (aktiva), kewajiban perusahaan (utang), dan selisih bersih antara aktiva dan kewajiban, yang mewakili ekuitas atau modal pemilik. Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;1.49) menyebutkan bahwa : Neraca perusahaan disajikan sedemikian rupa menonjolkan berbagai unsur posisi keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Neraca minimal mencakup pos-pos berikut : (a) aset berwujud; (b) aset tidak berwujud; (c) aset keuangan; (d) investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas; (e) persediaan; (f) piutang usaha dan piutang lainnya; (g) kas dan setara kas; (h) utang usaha dan utang lainnya; (i) kewajiban yang diestimasi; (j) kewajiban berbunga jangka panjang; (k) hak minoritas; dan (l) modal saham dan pos ekuitas lainnya 2. 4. 2. Laporan Laba-Rugi Untuk rentang waktu tertentu, melaporkan aktiva bersih yang dihasilkan oleh operasi perusahaan (pendapatan), aktiva bersih yang digunakan (beban), dan selisihnya, yang disebut laba bersih. Laporan Laba-rugi merupakan usaha terbaik dalam mengukur kinerja ekonomis suatu perusahaan pada periode tertentu.

15 Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;1.56) menyebutkan bahwa : Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa, menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut: (a) pendapatan; (b) laba rugi usaha; (c) beban pinjaman; (d) bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas; (e) beban pajak; (f) laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan; (g) pos luar biasa; (h) hak minoritas; dan (i) laba atau rugi bersih untuk periode berjalan. 2. 4. 3. Laporan Perubahan Ekuitas Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;1.66) menyebutkan bahwa : Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan : (a) laba atau rugi bersih yang bersangkutan; (b) setiap pos pendapatan atau beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas; (c) pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terakait; (d) transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik (e) Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya; dan (f) Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan. 2. 4. 4. Laporan Arus Kas Untuk rentang waktu tertentu, melaporkan jumlah kas yang dihasilkan dan digunakan oleh perusahaan melalui tiga tipe aktivitas : operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang paling objektif

16 karena tidak menggunakan berbagai estimasi dan penilaian akuntansi yang dibutuhkan untuk menyusun neraca dan laporan laba rugi. 2. 4. 5. Catatan atas Laporan Keuangan Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;1.69) menyebutkan bahwa : Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan : (a) informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting; (b) informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas; (c) informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar. 2. 5. Pendapatan Pendapatan merupakan unsur utama dan sangat penting dalam Laporan Keuangan, dengan kata lain merupakan pusat perhatian bagi perusahaan, karena pendapatan sangat berhubungan erat dengan operasi perusahaan. Pendapatan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi manajemen dalam mengambil keputusan dan prediksi juga sebagai pedoman dalam investasi, selain hal tersebut, banyak lagi kegiatan atau kebijakan yang berpedoman pada pendapatan. 2. 5. 1. Pengertian Pendapatan Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui Pernyataan PSAK (2007;06) mengemukakan pengertian pendapatan sebagai berikut : Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

17 Pengertian pendapatan menurut Kieso (2004;904), adalah : Revenue are inflows of assets and/or settlement of liabilities from delivering or producing goods, rendering services, or other earnings activities that constitute an entreprise on going major or central operations during a period. Ditemui adanya kesulitan dalam mendefinisikan konsep pendapatan (revenue) karena hal tersebut pada umumnya dikaitkan dengan aturan-aturan tentang kapan pendapatan seharusnya dilaporkan. Pada dasarnya, pendapatan adalah kenaikan laba. Seperti laba, ini adalah suatu proses arus-penciptaan barang atau jasa oleh suatu perusahaan selama suatu kurun waktu tertentu. Paton dan Littleton menamakan penciptaan barang dan jasa ini sebagai produk dari perusahaan, tidak menetapkan jumlah atau waktu pengakuan pendapatan, dan dengan demikian laba. Umumnya pendapatan dalam konsep ini terbuka untuk pembahasan tanpa mengubah sifat pendapatan yang diukur. Beberapa definisi yang serupa juga menyatakan bahwa laba adalah produk dari perusahaan, tetapi menambahkan bahwa produk itu harus meninggalkan perusahaan sebelum ia dapat disebut pendapatan (konsep arus keluar). Sebagai contoh, Committe on Accounting Concepts and Standards of the American Accounting Association (1957) mendefinisikan pendapatan dalam pernyataan sebagai berikut : Pendapatan adalah pernyataan moneter dari keseluruhan produk dan jasa yang ditransfer oleh suatu perusahaan kepada pelanggannya selama suatu periode tertentu. Financial Accounting Standard Boards (FASB) memusatkan pada kas yang diterima pada saat penjualan atau sesudahnya, jika itu penjualan kredit dan mendefinisikan pendapatan dalam pengertian arus masuk (inflow) aktiva ke dalam perusahaan sebagai hasil penjualan barang dan jasa. Dalam kata-kata mereka : Pendapatan adalah arus masuk atau penambahan lainnya pada aktiva suatu satuan usaha atau penyelesaian kewajiban-kewajibannya (atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau

18 kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha yang berkesinambungan. Pendapatan kadang-kadang didefisniskan dalam pengertian pengaruhnya pada ekuitas pemegang saham. Ini adalah pendekatan yang diambil dari Accounting Principles Board (APB) Statement No. 4, dimana pendapatan didefiniskan sebagai : Kenaikan bruto dalam aktiva atau penurunan bruto dalam kewajiban yang diakui dan diukur sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang dihasilkan dari jenis-jenis kegiatan yang mencari laba itu... dari suatu perusahaan yang dapat mengubah ekuitas pemilik. 2. 5. 2. Sumber-Sumber Pendapatan Sumber pendapatan dapat dikelompokkan menjadi dua sumber pendapatan, yaitu : 1. Pendapatan operasional (operating revenue) Yaitu pendapatan yang berasal dari aktivitas utama perusahaan sesuai dengan jenis usahanya, yang berlangsung secara berulang-ulang dan berkesinambungan tiap periode. 2. Pendapatan bukan operasional (non operating revenue) Yaitu pendapatan yang berasal dari transaksi penjualan yang tidak berulang-ulang dan insidentil, yang secara tidak langsung berhubungan dengan aktivitas perusahaan, misalnya penjualan aktiva tetap perusahaan kepada pihak lain. 2. 5. 3. Pengukuran Pendapatan Kerangka Dasar Penysunan dan Penyajian Laporan Keuangan (2007:99) menyebutkan bahwa : Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan labarugi. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu.

19 Terdapat lima atribut pengukuran saat ini banyak digunakan dalam praktik : 1. Biaya historis (historical cost), merupakan harga setara kas untuk barang dan jasa pada tanggal perolehan 2. Biaya pengganti saat ini (current replacement cost), adalah harga setara kas yang bisa ditukarkan pada saat ini untuk membeli atau menggantikan barang atau jasa yang sejenis 3. Nilai pasar saat ini (current market value), adalah harga kas yang setara dengan harga yang bisa didapatkan dengan menjual aktiva dalam kondisi penjualan biasa 4. Nilai realisasi bersih (net rializable value), adalah sejumlah kas yang diharapkan akan diterima dari konversi aktiva dalam aktivitas bisnis normal 5. Nilai sekarang (present value), adalah jumlah arus masuk kas bersih di masa yang akan datang Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;08) mengemukakan : Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima Pendapatan paling baik diukur dengan nilai pertukaran produk atau jasa perusahaan. Nilai pertukaran ini menyatakan ekivalen kas, atau nilai sekarang yang didiskontokan dari klaim uang yang akhirnya akan diterima dari transaksi pendapatan. Kriteria bahwa pendapatan harus diukur dengan nilai sekarang dari uang atau ekivalen uang yang akhirnya diterima menunjukkan bahwa semua retur, potongan penjualan, dan pengurangan lain dari harga yang dikenakan harus dikurangkan dari pendapatan yang dihasilkan dari transaksi-transaksi tertentu. Dengan perkataan lain, hal itu harus diperlakukan sebagai pengurang pendapatan, dan bukan sebagai beban. Perlakuan atas potongan tunai dan kerugian yang

20 berasal dari piutang yang tak tertagih mungkin tidak begitu jelas. Akan tetapi itu juga harus harus diperlakukan sebagai pengurang dari harga yang dikenakan dan bukan sebagai beban. 2. 5. 4. Pengakuan Pendapatan Kerangka Dasar Penysunan dan Penyajian Laporan Keuangan (2007;82-83) menyebutkan bahwa : 82. Pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan yang dikemukakan dalam paragraf 83 dalam neraca atau laporan laba rugi. Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun dalam jumlah uang dan mencantumkannya ke dalam neraca atau laporan laba rugi. 83. Pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui kalau : (a) ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan; dan (b) Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Permasalahan utama dalam akuntansi untuk pendapatan adalah menentukan saat pengakuan pendapatan. Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dan manfaat ini dapat diukur dengan andal. Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;23.21) mengemukakan : Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan. Namun bila suatu ketidakpastian timbul mengenai kolektibilitas suatu jumlah yang pemulihannya (recovery) tidak lagi besar kemungkinannya, diakui sebagai suatu beban daripada penyesuaian jumlah pendapatan yang diakui semula Pengakuan mengacu pada waktu pencatatan transaksi dalam pembukuan. Dua kriteria FASB untuk pengakuan pendapatan dan keuntungan, dinyatakan dalam Concept Statement No. 5 dari FASB : 1. Pendapatan atau keuntungan tersebut sudah direalisasi atau dapat direalisasi. Telah direalisasi atau dapat direalisasi dapat

21 diinterpretasikan sebagai telah menerima kas atau aktiva lain atau janji yang masih berlaku atas kas dan aktiva lain yang akan diterima di suatu waktu masa depan. 2. Pendapatan atau keuntungan tersebut diperoleh dari penyelesaian secara substansial atas aktivitas-aktivitas yang terkait dengan proses menghasilkan. Kedua kriteria tersebut secara umum dipenuhi pada saat penjualan yang seringkali terjadi ketika barang telah dikirimkan atau ketika jasa telah diberikan ke pelanggan. Biasanya, aktiva dan pendapatan diakui bersamaan. Dengan demikian, penjualan persediaan menghasilkan peningkatan dalam Kas atau Piutang Usaha dan peningkatan dalam Pendapatan Penjualan. Tetapi, aktiva kadang kala diterima sebelum kriteria pengakuan pendapatan dipenuhi. Misalnya, jika seorang klien membayar untuk jasa konsultasi di muka, suatu aktiva, yaitu Kas, dicatat dalam pembukuan, meskipun pendapatan belum diperoleh. Dalam kasus ini, suatu kewajiban yaitu Pendapatan Diterima di Muka, dicatat. Ketika kriteria pengakuan pendapatan dipenuhi seluruhnya, pendapatan diakui dan akun kewajiban dikurangi. Dewan Standar Akuntansi Indonesia melalui PSAK (2007;23.19) mengemukakan bahwa: Bila hasil suatu transaksi yang meliputi penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal, pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca. Hasil suatu transaksi dapat diestimasi dengan andal bila seluruh kondisi berikut ini dipenuhi: a) jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal b) besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan c) tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal d) biaya yang terjadi untuk transaksi dan untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal

22 Secara umum laporan akuntansi ditingkatkan jika pendapatan dilaporkan seawal mungkin setelah kenaikan nilai dapat diukur. Dalam praktik berbagai titik waktu diakui, sebagai berikut : Tabel 2. 1 Tabel Titik Waktu Pendapatan Diakui Waktu Pelaporan Kriteria Contoh Selama Produksi Penetapan harga Akrual; kontrak jangka perusahaan berdasarkan panjang; pertumbuhan kontrak atau persyaratan bisnis umum atau adanya harga pasar berbagai tingkat produksi Pada penyelesaian Adanya harga jual yang Logam mulia, produk produksi dapat ditentukan atau pertanian, jasa harga pasar yang stabil. Biaya pemasaran tidak besar Pada waktu penjualan Harga yang ditentukan Sebagian besar penjualan untuk produk. Metode barang dagang wajar untuk estimasi jumlah yang dapat ditagih. Estimasi semua beban yang berhubungan dengan bahan Pada waktu kas diterima Tidaklah mungkin Penjualan cicilan; menilai aktiva yang pertukaran untuk aktiva diterima dengan tingkat tetap tanpa nilai akurasi yang wajar. ditentukan yang dapat Beban tambahan yang diuji

23 material mungkin, dan ini tidak dapat diestimasi dengan tingkat akurasi yang wajar pada waktu penjualan 2. 5. 5. Pendapatan Diterima di Muka Pendapatan Diterima di Muka adalah pendapatan atas suatu barang/jasa yang belum diserahkan. Pendapatan diterima dimuka pendapatan yang sudah diterima tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada tahun buku bersangkutan sehingga dalam neraca muncul sebagai utang atau kewajiban Penjualan atau pendapatan jasa diakui paling cepat pada saat barang dikirimkan atau jasa diserahkan, selambat-lambatnya pada saat kas diterima. Pembayaran mungkin diterima dari pelanggan sebelum penyerahan barang atau jasa. Jumlah yang diterima di muka didebit pada akun aktiva, biasanya kas, dan dikredit pada akun pendapatan atau kewajiban. Pada akhir periode, perlu dihitung nilai pendapatan yang dihasilkan pada periode tersebut dan berapa yang belum dihasilkan untuk ditunda ke periode-periode berikutnya. Metode penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka tergantung pada apakah barang atau jasa yang belum diserahkan tersebut dikredit pertama kali sebagai (1) akun pendapatan atau (2) akun kewajiban. 2. 6. Pengakuan Pendapatan Menurut PSAK no. 35 Jasa telekomunikasi adalah jasa pemancaran, jasa pengiriman atau pengirimaan tiga jenis tanda, gambar, suara, dan informasi dalam bentuk apapun yang disediakan oleh penyelenggara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penyelenggara jasa telekomunikasi adalah badan usaha yang memberikan pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum.

24 Pengakuan pendapatan jasa telekomunikasi yang dilaksanakan sendiri diatur sebagai berikut : a. Pendapatan atas jasa pemasangan baru dan mutasi diakui pada saat terminal pelanggan siap untuk digunakan. b. Pendapatan atas pemakaian fasilitas telekomunikasi yang didasarkan atas tarif dan satuan ukuran pemakaian seperti pulsa, menit, kata, dan satuan ukuran lainnya diakui sebesar jumlah pemakaian sebenarnya selama periode berjalan c. Pendapatan jasa sehubungan dengan penggunaan sarana telekomunikasi seperti jasa penggunaan sirkit, penggunaan transponder satelit, dan penggunaan perangkat lainnya diakui sesuai dengan jumlah penggunaan sebenarnya selama periode berjalan. d. Pendapatan pemakaian telepon umum koin diakui pada saat koin diambil e. Pendapatan atas penjualan kartu telepon diakui pada saat kartu diserahkan, kecuali terdapat metode estimasi yang lebih andal. 2. 7. Sistem Prabayar Flexi Trendy Telkom melalui Divisi Fixed Wireless Network akan memanfaatkan CDMA sebagai telepon fixed wireless digital yang digunakan sebagai telepon rumah (fixed phone) dan telepon bergerak (mobility). Layanan fixed wireless berbasis CDMA diberi brand Telkom Flexi sebagai telepon bergerak terbatas dalam satu area code, hal ini dimungkinkan karena Telkom Flexi memiliki fitur limited mobility. Sistem pembayaran Telkom Flexi : 1. Pasca Bayar Layanan Telkom Flexi dengan sistem pembayaran di akhir melalui lembar penagihan atas pemakaian bulan sebelumnya 2. Pra Bayar Layanan Telkom Flexi dengan sistem pembayaran di awal melalui pembelian nomor perdana dan voucher

25 Peraturan Bank Indonesia No: 10/8/PBI/2008 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu menyebutkan bahwa : Kartu Prabayar adalah Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu yang diperoleh dengan menyetorkan terlebih dahulu sejumlah uang kepada penerbit, baik secara langsung maupun melalui agen-agen penerbit, dan nilai uang tersebut dimasukkan menjadi nilai uang dalam kartu, yang dinyatakan dalam satuan Rupiah, yang digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan cara mengurangi secara langsung nilai uang pada kartu tersebut Flexi trendy adalah layanan flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu/simcard yang dapat diisi ulang.