MUHAMMAD ZEN SAMSONO HADI, ST. MSc.

dokumen-dokumen yang mirip
Minggu 9 Layer Aplikasi dan Domain Name System

PERCOBAAN III DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)

Internet Protocol (IP) address

BAB 8 DOMAIN NAME SERVICE

Oleh Tim Network Administrator PENS ITS Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

DOMAIN NAME SYSTEM. Oleh Tim Network Administrator PENS ITS. Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

Dhynamic Host Configuration Protocol Dan Domain Name System

Domain Name System. Febby muhammad ilham. Abstrak

MAKALAH DOMAIN NAME SERVICE (DNS)

LAPISAN APLIKASI DNS DAN TELNET. Budhi Irawan, S.Si, M.T

DNS Server Administrator

MODUL 6 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER DNS SERVER. Oleh:

Management Server. Aditya Mahendra Saputra KA34

PRAKTIKUM 12 APPLICATION LAYER (DNS)

Pertemuan IX Client-Server Computing

JARINGAN KOMPUTER DNS. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

Domain Name System. Oleh Ronald Adrian, S.T., M.Eng.


Bab 3 Setting DNS Server

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER DOMAIN NAME SERVER

MEMBANGUN DNS MENGGUNAKAN IPv6

Bagian 7 Name Service

A I S Y A T U L K A R I M A

Pengertian [1] naming context.

Domain Name System (DNS)

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Dasar Jaringan NGN

Application Layer. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

Domain & Web Hosting. Wisnu Hera

Worksheet. Instalasi Bind9 pada Debian I SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN

Bab V DNS pada IPV6 Iljitsch van Beijnum

MODUL 4. DNS (Domain Name System)

Peranan Graf/Tree dalam sejarah perkembangan DNS Internet

Application Layer. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

STRUCTURED NAMING Name Spaces

Muhammad Riza Hilmi, ST. SERVER

Pengenalan Internet. Ivan Maurits Fakultas Ilmu Komputer Gunadarma University Jakarta - Indonesia

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan

SMK PASUNDAN 2 BANDUNG

JOOBSHEET ADMINISTRASI SERVER

Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP

2. Klik add/remove programs - add/remove windows component

JENIS-JENIS APLIKASI UNTUK SERVER MENGADMINISTRASI SERVER DALAM JARINGAN. Pembahasan: Habib Ahmad Purba. 0 P a g e

Application Layer Protocols and Services Examples

LAPORAN TUGAS IV JARINGAN KOMPUTER DAN KOMUNIKASI DATA. Kelompok Kerja P262 (P262)

Internet? Bukan merupakan suatu singkatan Terdapat berbagai definisi Internet

Sejarah Internet. Tatik yuniati. Abstrak.

APPLICATION LAYER. Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP)

Network-based Applications

REMOTE ACCESS DNS SERVER

PENGANTAR KOMPUTER DAN TI 2C

SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 6 DNS. (Domain Name Service) Team Training SMK TI 48

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMINISTRASI MANAJEMEN JARINGAN DNS SERVER

III PERANCANGAN SISTEM

DNS SERVER LINUX DEBIAN 8.5

WWW (World Wide Web) Adalah salah satu bentuk layanan yang dapat diakses melalui internet. Biasa disingkat sebagai Web. Merupakan sekumpulan

Makalah Administrasi Jaringan Komputer

System) dan LDAP (Lightweight Directory Access Protocol).

DNS Prinsip Kerja Beserta Contohnya

DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)

26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP

Pengantar E-Business dan E-Commerce

DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)

Membuat DNS Server di Debian 5 (Lenny)

FILE TRANSFER PROTOCOL (FTP) SERVER

DNS adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN (Fully Qualified Domain Name) dan FQDN ke IP Address.

MODUL 3 APLIKASI WEB

MEMAHAMI DNS Pendahuluan 1. Mengenal DNS 1.1. DNS dan Windows Bagaimana DNS Bekerja

su - root]# mount /media/cdrom/ Kemudian jalankan perintah rpm untuk memulai instalasi sepeti berikut:

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

Laporan Minggu Ketiga Jaringan Komputer dan Komunikasi Data

TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP

Distributed System. Number four Naming (Sistem Penamaan) Genap 2011/2012

Hubungan Aplikasi dan Transport

KONFIGURASI PROXY & MAIL SERVER DENGAN DEBIAN 5 BERBASIS VMWARE

Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan MENJELASKAN LANGKAH PERSIAPAN SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN

BAB II. Kelebihan DNS server

Administrsi Server. Pengertian Definisi Administrasi

1 BAB I DOMAIN NAME SERVER (DNS)

PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER. DNS SERVER (Domain Name System) Oleh : Idris Winarno

TUGAS JARINGAN KOMPUTER

: Konfigurasi Network, install paket2 dan konfigurasi DNS

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

1. Anda harus login dulu ke server anda dengan menggunakan root 2. Kemudian cek apakah paketnya sudah terinstall atau tidak dengan perintah berikut

ADMINISTRASI SERVER KELAS 11

Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP. (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM: Kelas: SK 4 C

Konfigurasi IP Address berikut langkah-langkah untuk mengkonfigurasi IP Address:

Network Layer MUHAMMAD ZEN S. HADI, ST. MSC.

Kelompok 1. Anggota : BOBBY KURNIAWAN NIA FITRIANA ARI FEBRYANSYAH DIAN ULUMIA ORIN HARITSA YASSER

Pengenalan Internet dan Protokol HTTP

IP-UDP-TCP PROTOCOL TCP Mata kuliah Jaringan Komputer Iskandar Ikbal, S.T., M.Kom

A. Aplikasi WEB Software navigasi yang berfungsi sebagai penunjuk dan penuntun sekaligus menampilkan apa yang dijumpai di internet Contoh : Internet

MENGENAL DOMAIN INTERNET

~ Q u i c k N o t e s ~

PENGANTAR INTERNET. Ada beberapa bentuk dan ukuran jaringan komputer :

Transkripsi:

Domain Name System 1 MUHAMMAD ZEN SAMSONO HADI, ST. MSc.

Intro to DNS DNS merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya dari alamat IP ke nama host yang disebut dengan reverse-mapping. Penggunaan : Di Internet, DNS memetakan nama mesin misal pikachu.indolinux.com indolinux com ke alamat IP misal 202.123.45.6 routing e-mail, telnet, ftp, web, dan lain-lain. 2

Kerja DNS 3

Intro to DNS harus mengingat g ratusan, ribuan, bahkan jutaan alamat IP di Internet. DNS sebagai jembatan 4 Manusia lebih mudah untuk mengingat nama daripada alamat IP dengan panjang 32 bit itu. Komputer menggunakan alamat IP untuk berkomunikasi dan berinteraksi.

History Sebelum adanya DNS, tahun 1970-an ARPAnet menggunakan pemetaan dengan bentuk tabel host pada berkas HOSTS.TXT. 5

History HOSTS.TXT berisi nama host dan alamat IP serta pemetaannya dari seluruh mesin/komputer yang terhubung dalam jaringan. Ketika ada komputer lain yang terhubung ke jaringan ARPAnet maka masing-masing komputer dalam jaringan tersebut harus memperbaharui berkas HOSTS.TXT-nya. Cara meng-update berkas HOSTS.TXT dengan menggunakan ftp setiap satu atau dua minggu sekali. Masalah muncul ketika jaringan ARPAnet yang tadinya kecil tersebut kemudian menjadi Internet yang semakin hari semakin besar. Kesulitan meng-update isi berkas HOSTS.TXT karena jumlah nama mesin/komputer yang harus dituliskan ke berkas tersebut sudah terlalu besar dan tidak efisien. 6

History 7 Muncul ide untuk membuat sistem database terdistribusi yang mempunyai data mengenai pemetaan nama host ke alamat IP dan sebaliknya. Dengan adanya pendistribusian database nama host dan alamat IP, maka tiap organisasi yang memiliki jaringan di dalam domain tertentu hanya bertanggung jawab terhadap database informasi i pemetaan nama host dan alamat IP pada jaringannya saja yang biasa disebut zone. Administrasi domain tersebut dilakukan secara lokal tetapi informasi itu dapat diakses oleh semua komputer di Internet. Karena sifat database yang terdistribusi ini, maka dibutuhkan suatu mekanisme pengaksesan informasi bagi host lain pada database yang terdistribusi untuk menemukan informasi host atau jaringan yang dipunyai oleh suatu organisasi. Dan pada tahun 1984, Paul Mockapetris mengusulkan sistem database terdistribusi ini dengan Domain Name System (DNS) yang dideskripsikan dalam RFC 882 dan 883. Sistem ini digunakan sampai sekarang pada jaringan khususnya Internet.

History 8

BIND (Berkeley Internet Name Domain) 9

Structure Struktur database DNS mirip dengan sistem-berkas/filesystem UNIX yaitu berbentuk hierarki atau pohon. Tingkat teratas pada DNS adalah root yang disimbolkan dengan titik/dot (.) sedangkan pada sistem berkas UNIX, root disimbolkan dengan slash (/). Setiap titik ik cabang mempunyai label l yang mengidentifikasikannya ifik ik relatif terhadap root (.). Tiap titik cabang merupakan root bagi sub-tree/tingkat bawahnya. Tiap sub-tree merupakan domain dan dibawah domain terdapat sub- tree lagi bernama subdomain. Setiap domain mempunyai nama yang unik dan menunjukkan posisinya pada pohon DNS, pengurutan/penyebutan nama domain secara penuh dimulai dari domain paling bawah menuju ke root (.). Masing-masing nama yang membentuk suatu domain dipisahkan dengan titik/dot (.) dan diakhiri dengan titik yang merupakan nama absolut relatif terhadap root (.). 10

Structure 11

Structure 12 Contoh: eng.cs.mit.edu. "." merupakan root domain edu merupakan Top Level Domain mit merupakan Second Level Domain cs merupakan Third Level Domain eng merupakan nama komputer/mesin yang bersangkutan Sistem penulisan nama secara absolut dan lengkap ini disebut FQDN (Fully Qualified Domain Name).

Hierarchy Tiap organisasi yang telah mendaftar ke Network Information Center(NIC) akan mendapatkan nama domain sesuai dengan organisasi tersebut. Nama domain tersebut bisa dibagi lagi menjadi subdomain sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut sesuai dengan otorisasi domain. Contoh: InterNIC mempunyai semua Top Level Domain termasuk com, perusahaan indolinux akan mendaftarkan nama domain indolinux.com (komersial), maka indolinux diberikan/didelegasikan oleh InterNIC untuk mengelola domain indolinux.com yang merupakan sub domain dari com. Indolinux dapat membagi lagi domain indolinux.com ke beberapa sub domain misal pikachu.indolinux.com, eng.indolinux.com. 13

Hierarchy Dengan adanya sistem berbentuk hierarki/pohon ini maka tidak ada nama host yang sama pada domain/subdomain yang sama, karena masing- masing dari node/titik-cabang mempunyai nama unik dan tidak boleh ada yang menyamainya kecuali berbeda sub-tree/sub pohon. Tidak akan ada konflik antar organisasi karena masing-masing organisasi mempunyai domain yang berbeda-beda beda dan ini diatur oleh InterNIC untuk TLD. Kedalaman pohon dibatasi sampai level 127 14

Host Information 15 Setiap server DNS pada suatu jaringan mempunyai informasi tentang host-host dalam jaringan tersebut yaitu alamat IP, routing email, server ftp, server web, dsb. Selain itu tiap host dalam otorisasi suatu domain juga bisa mendapatkan alias dari nama host-nya dalam domain di atasnya. misal: iwan.indolinux.com bisa saja mempunyai alias (canonical name) pikachu.indolinux.com, indolinux com dimana kedua domain tersebut mengacu ke mesin/host yang sama.

Domain Generik Top Level Domain (TLD) 16 com, net, gov, mil, org, edu, int Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN (www.icann.org) yaitu: aero, biz, coop, info, museum, name, pro Domain Negara Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level- level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id, web.id. Domain Arpa Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet berhak memiliki name-space.in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya.

Name-Server and Zone 17 Name-server adalah program server yang memiliki informasi i mengenai host di bawah domain tertentu. Name-server mempunyai bagian-bagian informasi mengenai domain name-space yang dikenal dengan zone. Zone ini akan dimuat dari berkas yang disimpannya atau dari server DNS lain. Sebagai contoh domain id bisa dibagi menjadi beberapa zone yaitu ac.id, net.id dan dari zone tersebut bisa dibagi lagi menjadi zone-zone yang lebih kecil misal its.ac.id, dst. Disini yang bertanggung jawab ialah organisasi/lembaga yang memiliki domain tersebut.

Name-Server and Zone 18

Name Server Type Primary Master Secondary Master (Slave) Caching only 19

Resolver DNS Component 20 Resolver yaitu suatu rutin pustaka yang akan membuat suatu permintaan/query dan mengirimkannya lewat jaringan ke sebuah nameserver. Program tersebut berjalan pada host yang menginginkan informasi mengenai suatu host di Internet. Resolver juga menginterpretasikan respon dari name-server apakah informasi yang diminta merupakan record ataupun kesalahan. Resolution Resolution yaitu proses pencarian name-server yang mempunyai tanggung jawab terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah name-server yang dicari ditemukan maka server akan memberikan informasi name-server yang bersangkutan kepada pemintanya. Caching Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya.

DNS Component 21 Stub Resolver (Client) Full Resolver (Caching name server)

Aplikasi DNS host Mendapatkan alamat IP dari suatu nama host atau mendapatkan nama host dari suatu alamat IP nslookup Mencari informasi tentang node jaringan, dan memeriksa isi database dari nameserver dig Mencari informasi yang lebih lengkap dari suatu nama domain. DIG singkatan dari Domain Internet Groper Bind Aplikasi nameserver 22

BIND (Berkeley Internet Name Domain) 23

BIND (Berkeley Internet Name Domain) 24 /etc/resolv.conf Berkas konfigurasi berisi domain atau alamat IP name-server yang pertama dicari oleh resolver ketika sebuah domain/nama mesin diminta untuk dipetakan ke alamat IP. /etc/nsswitch.conf Berkas konfigurasi sistem untuk melakukan mekanisme switch sistem database dan name-service. Switch dapat melalui berkas, name-server, atau NIS server. /etc/named.conf Berkas konfigurasi dari BIND yang utama, berisi informasi mengenai bagaimana klien DNS mengakses port 53, letak dan jenis berkas database yang diperlukan. Umumnya berisi letak berkas konfigurasi name-server root, domain, localhost/loopback, dan reverse-mapping. /var/named/named.ca Berkas database name-server root yang bertanggung jawab terhadap Top Level Domain di Internet. Digunakan untuk mencari domain di luar domain lokal. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND. /var/named/named.local Berkas database name-server untuk alamat loopback/host lokal/alamat diri sendiri. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND. /var/named/db.domain-kita.com Berkas database name-server untuk domain domain-kita.com yang berisi resource record, informasi nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domain-kita.com. Berkas ini bisa lebih dari satu tergantung jumlah domain yang kita kelola. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND. /etc/rndc.conf Berkas konfigurasi program rndc yaitu suatu program untuk administrasi dan kontrol operasi nameserver BIND.