BAB VIII KUALITAS AIRTANAH

dokumen-dokumen yang mirip
KUALITAS AIRTANAH. Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti, M.Sc. Teknik Geologi

: Komposisi impurities air permukaan cenderung tidak konstan

BAB IV TINJAUAN SUMBER AIR BAKU AIR MINUM

12/3/2015 PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR 2.1 PENDAHULUAN

PENENTUAN KUALITAS AIR

BAB II TINJAUAN PUSATAKA. Prinsipnya jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti sebuah alur yang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berputar, sehingga merupakan suatu siklus (daur ulang) yang lebih dikenal

( khususnya air minum ) cukup mengambil dari sumber sumber air yang ada di

Ima Yudha Perwira, S.Pi, MP, M.Sc (Aquatic)

LAMPIRAN A : Bagan Uji Pendugaan, Penegasan dan Sempurna. Di Pipet

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kehidupan manusia, karena air diperlukan untuk bermacam-macam kegiatan seperti

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam

ANALISISN AIR METODE TITRIMETRI TENTANG KESADAHAN AIR. Oleh : MARTINA : AK


STUDI KUALITAS AIR DI SUNGAI DONAN SEKITAR AREA PEMBUANGAN LIMBAH INDUSTRI PERTAMINA RU IV CILACAP

TINJAUAN PUSTAKA. Ekosistem air terdiri atas perairan pedalaman (inland water) yang terdapat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air adalah kebutuhan esensi untuk semua kebutuhan manusia mulai dari air minum, pertanian, dan energi

BAB I PENDAHULUAN. Air adalah sebutan untuk senyawa yang memiliki rumus kimia H 2 O. Air. Conference on Water and the Environment)

BAB IV TINJAUAN AIR BAKU

L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA

KESADAHAN DAN WATER SOFTENER

Lampiran 1. Diagram alir instalasi pengolahan air Dekeng

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

WATER TREATMENT (Continued) Ramadoni Syahputra

Materi kuliah dapat didownload di

SEMINAR NASIONAL ke-8 Tahun 2013 : Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi

Analisa Klorida Analisa Kesadahan

Pengawasan dan penyimpanan serta pemanfaatan data kualitas air

BAB IV SISTEM PANAS BUMI DAN GEOKIMIA AIR

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM. - Mg/l Skala NTU - - Skala TCU

Week 9 AKIFER DAN BERBAGAI PARAMETER HIDROLIKNYA

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam kegiatan seperti mandi, mencuci, dan minum. Tingkat. dimana saja karena bersih, praktis, dan aman.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pencemaran Perairan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air

Lampiran 1. Data Penentuan Panjang Gelombang Maksimum dari Larutan Seri Standar Fe(NH 4 ) 2 ( SO 4 ) 2 6H 2 O 0,8 mg/l

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBARAN SOAL 11. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )

PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER

BAB IV GEOKIMIA AIR PANAS

Penentuan Kesadahan Dalam Air

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia mempunyai visi yang sangat ideal, yakni masyarakat Indonesia

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015

Tugas Akhir Pemodelan Dan Analisis Kimia Airtanah Dengan Menggunakan Software Modflow Di Daerah Bekas TPA Pasir Impun Bandung, Jawa Barat

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hydrogen (H) dan satu

BAB 1 KIMIA PERAIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. panasbumi di permukaan berupa mataair panas dan gas. penafsiran potensi panasbumi daerah penelitian.

kimia Kelas X LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT K-13 A. Pengertian Larutan dan Daya Hantar Listrik

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air

Potensi Panas Bumi Berdasarkan Metoda Geokimia Dan Geofisika Daerah Danau Ranau, Lampung Sumatera Selatan BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Air merupakan kebutuhan sangat vital bagi mahkluk hidup. Air yang

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V PEMBAHASAN. mana tinggi rendahnya konsentrasi TDS dalam air akan mempengaruhi besar

LAMPIARAN : LAMPIRAN 1 ANALISA AIR DRAIN BIOFILTER

EVALUASI KUALITAS AIR MINUM PADA HIPPAM DAN PDAM DI KOTA BATU

V.2 Persyaratan Air Baku Air Minum Pada dasarnya, ada dua sisi yang harus dipenuhi oleh air baku dalam sistem pengolahan air minum, yaitu:

Soal-Soal. Bab 7. Latihan Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam, serta Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Larutan Penyangga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan

PERSYARATAN PENGAMBILAN. Kuliah Teknologi Pengelolaan Limbah Suhartini Jurdik Biologi FMIPA UNY

Penentuan status mutu air dengan sistem STORET di Kecamatan Bantar Gebang

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

METODA GRAVIMETRI. Imam Santosa, MT.

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Kondisi hidrogeologi daerah penelitian.

BAB 4 Analisa dan Bahasan

Elektrokimia. Tim Kimia FTP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan

12/3/2015 PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR. Ca Mg

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang lebih rendah dan setelah mengalami bermacam-macam perlawanan

TINJAUAN PUSTAKA. pesisir laut. Batas-batas wilayah tersebut yakni Laut Jawa di sebelah timur, selat

Hasil uji laboratorium: Pencemaran Limbah di Karangjompo, Tirto, Kabupaten Pekalongan Oleh: Amat Zuhri


Buletin Geologi Tata Lingkungan (Bulletin of Environmental Geology) Vol. 22 No. 1 April 2012 : 1-8

Polusi. Suatu zat dapat disebut polutan apabila: 1. jumlahnya melebihi jumlah normal 2. berada pada waktu yang tidak tepat

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGAMBILAN SAMPEL AIR

Intrusi air laut terhadap kualitas air tanah dangkal dari pantai kota Surabaya. Rekayasa Teknik Sipil Vol 3 Nomer 3/rekat/14 (2014) :

PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 429/ MENKES/ PER/ IV/ 2010 TANGGAL: 19 APRIL 2010 PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM

Lampiran 1. Kebutuhan air di kampus IPB Dramaga saat libur

BAB II KAJIAN PUSTAKA. bersih dan sehat tanpa persediaan air yang cukup, mustahil akan tercapai. Kondisi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI

Mn 2+ + O 2 + H 2 O ====> MnO2 + 2 H + tak larut

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

TARIF LINGKUP AKREDITASI

Oleh: Rizqi Amalia ( ) Dosen Pembimbing: Welly Herumurti ST. M.Sc

BAB I PENDAHULUAN. Cekungan Air Tanah Magelang Temanggung meliputi beberapa wilayah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. PENDAHULUAN. masih merupakan tulang pungung pembangunan nasional. Salah satu fungsi lingkungan

EVALUASI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR YANG DITERIMA PELANGGAN PDAM KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK

Transkripsi:

BAB VIII KUALITAS AIRTANAH 8.1 Pengertian Kualitas Airtanah Airtanah mempunyai komposisi campuran senyawa H 2 O, berbagai senyawa mineral dan organisme, pada temperatur dan tekanan tertentu. Air murni terdiri dari senyawa H 2 O, yang biasanya hadir atau terdapat pada air hujan. Mineral yang terkandung pada airtanah umumnya berasal dari batuan yang di dalamnya terdapat berbagai mineral yang saling berinteraksi. Airtanah juga banyak ditemukan organisme dan mikroorganisme, biasanya akibat aktifitas manusia, hewan dan tumbuhan. Gambar 8.1 Percampuran air mineral organisme di dalam airtanah. Interaksi antara air, mineral dan organisme dapat menentukan sifat fisik dan biologi air, yang akhirnya mempengaruhi kualitas airtanah secara umum. 8.2 Siklus Hidrologi Siklus atau daur hidrologi perlu dicermati dalam keberadaannya di permukaan suatu area. Siklus hidrologi dapat bermula penguapan/presifitasi dari sumber air paling besar di laut, danau, sungai atau dari tumbuhan, yang kemudian terjadi penguapan berupa titik-titik air yang berkumpul di atmosfer. Titik-titik air ini biasanya disebut awan, tertransport atau berjalan searah dengan aliran angin, ketika awan jenuh dengan titik air dan terjadi perbedaan tekanan dengan di dataran, maka titik-titik air jatuh ke daratan sebagai air hujan, daerah luahan air hujan disebut dengan recharge area. Air hujan akan mengisi kembali aliran sungai, danau dan cekungan lain. menyimpan dan melalukan air ke arah landaian hidrolika, biasanya muncul sebagai mata air dan atau berakhir di laut. Daerah akuifer biasanya dimanfaatkan atau dieksploitasi oleh manusia, daerah ini disebut dengan daerah discharge area. VIII-1

Gambar 8.2 Gambaran siklus hidrogeologi pada suatu daerah. Air tertampung di permukaan bumi yang berada pada sungai atau danau, akan terserap ke bawah permukaan sampai pada batuan yang mempunyai porositas dan permeabilitas, disebut dengan lapisan akuifer (air bawah tanah) yang dapat 8.3 Parameter Kualitas Air Kualitas air dilihat dari 3 parameter sifat utama, yaitu sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologis. Ketiga aspek kualitas air ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Sifat fisika berupa warna, kekeruhan, bau, rasa dan temperatur. Sifat fisik warna sangat dipengaruhi oleh : Dipengaruhi oleh zat-zat terlarut/tersuspensi Zat terlarut memberikan true color (warna yang ditimbulkan oleh zat-zat bukan zat organik) Zat tersuspensi memberikan apparent color (ditimbulkan dari zat tersuspensi dari bahan organik) Secara kuantitatif dinyatakan dalam indeks warna, tanpa satuan Indeks warna air minum < 15 Secara kualitatif, air minum: tidak berwarna Sifat fisik kekeruhan sangat dipengaruhi oleh : Dipengaruhi oleh zat padat tersuspensi (yang berukuran lempung, lanau) Untuk mengukur kekeruhan, digunakan turbidimeter Satuan kekeruhan: NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Batas toleransi air minum: 5 NTU VIII-2

Gambar 8.3 Alat yang dapat menunjukkan tingkat kekeruhan air disebut dengan tubiditymeter, satuan kekeruhan ditunjukkan dengan nilai NTU. Sifat fisik bau sangat dipengaruhi oleh : Dipengaruhi oleh zat-zat kimia / organik yang terkandung Adanya pencemaran baik melalui proses alamiah, maupun ulah manusia o Proses Alamiah: kandungan algae, pembusukan organisme o Ulah manusia: sampah, limbah Dinyatakan secara kualitatif Air minum seharusnya tidak berbau Gambar 8.4 Sungai Sunter di daerah Jakarta Utara menunjukkan kualitas air buruk. Sifat fisik rasa sangat dipengaruhi oleh : Dipengaruhi oleh zat-zat kimia terlarut o Zat besi (Fe) memberikan rasa pahit o Mangan, sulfat, memberikan rasa pahit. o Asam sulfida (H2S) memberikan rasa seperti telur busuk. o Natrium khlorida (NaCl) memberikan rasa asin. o Bikarbonat (HCO3) memberikan rasa tawar atau rasa soda Dinyatakan secara kualitatif Air minum seharusnya tidak berasa VIII-3

Sifat fisik rasa sangat dipengaruhi oleh : Dipengaruhi oleh: o Temperatur atmosfer (pengaruhnya hingga kedalaman 10 25 m) o Temperatur tanah/batuan tempat air bergerak o Proses geokimia yang terjadi ketika air bergerak di dalam tanah/batuan o Kondisi geologis (sesar aktif, daerah vulkanik, geotermal, dll) o Peluruhan zat radio aktif Adanya perambatan panas dari inti ke kulit bumi, mengakibatkan temperatur airtanah meningkat sesuai dengan kedalamannya, kenaikkan temperatur sesuai dengan besarnya kedalaman desebut dengan gradien geoterma. Di daerah batuan sedimen, gradien geotermal pada umumnya sekitar 1,8 o C/100 meter, sedangkan di daerah vulkanik, gradien geotermal dapat mencapai 3,6 o C/100 meter. 8.4 Hidrokimia Air murni disusun oleh H2O, yang bilamana air kontak dengan udara, tanah dan batuan, maka air segera melarutkan zat-zat dan unsur-unsur lain, sehingga komposisinya berubah. Hidrokimia dipengaruhi oleh komposisi mineralogi batuan akuifer dan dipengaruhi juga oleh aktifitas manusia. Secara geologi, hidrokimia dipengaruhi oleh siklus hidrologi. Keterdapatan mineral mineral dalam akuifer biasanya berupa plagioklas, k-felspar dan mineral mafik, yang terdiri dari olivin, piroksen, ampibol dan biotit. Unsur-unsur airtanah jika bereaksi dengan CO2 sebagai unsur yang paling mudah larut kedalam tanah dan senyawa H2O yang diberi secara terus menerus, maka mineral tersebut akan menghasilkan beberapa unsur baru dan bahkan mineral baru antara lain adalah : Albit (NaAlSi3O8) (Sodium Alumunium Silicate ) NaAlSi 3 O 8 + CO 2 + 5½ H 2 O Na + HCO 3 + 2 H 4 SiO 4 + ½ AlSi 2 O 5 (OH) 4 Natrium (Na), Bikarbonat (HCO 3 ) sebagai pengontrol alkalinitas dan ph serta menghasilkan mineral kaolin (AlSi 2 O 5 (OH) 4 ). Augit (CaNa)(MgFeAl)(AlSi) 2 O 6 (Calsium Sodium Magnesium Iron Alumunium Silicate) (CaNa)(MgFeAl)(AlSi) 2 O 6 + CO 2 + H 2 O Na + Ca + Mg + Fe + HCO 3 + ½ AlSi 2 O 5 (OH) 4 Natrium (Na), Kalsium (Ca), Besi (Fe), Magnesium (Mg), Bikarbonat (HCO 3 ), serta mineral kaolin AlSi 2 O 5 (OH) 4. Hornblende (Ca 2 (MgFeAl) 5 (AlSi) 8 O 22 (OH) 2 ) (Calsium Magnesium Iron Alumunium Silicate Hydroxide) (Ca(MgFeAl) 5 (AlSi) 8 O 22 (OH) 2 ) + CO 2 + H 2 O Ca + Mg + Fe + HCO 3 AlSi 2 O 5 (OH) 4 Biotit (K(Fe,Mg) 3 AlSi 3 O 10 (F,OH) 2 ) (Potassium iron magnesium aluminum silicate hydroxide fluoride) K (Fe, Mg) 3 AlSi 3 O 10 (F,OH) 2 + CO 2 + H 2 O K + Fe + Mg + F + HCO 3 + (AlSi 2 O 5 (OH) 4 ) VIII-4

Gambar 8.5 Bowen s Reaction Series mineral-mineral pembentuk batuan yang berinteraksi dengan air di bawah permukaan bumi. Keberadaan zat padat (solid) di dalam air, dapat berupa larutan dan suspensi. Larutan dalam bentuk ion-ion dan suspensi dalam bentuk koloid/butiran-butiran yang lebih besar. Ion berupa ion positif disebut kation dengan contoh mineral Ca, Mg, Na, K dan Fe. Ion berupa ion negatif disebut anion dengan contoh mineral HCO 3, Cl dan SO 4. Unsur-unsur yang terkandung di dalam air dapat dikelompokkan : 1. Unsur Mayor (konsentrasi > 5 mg/l) Kation : Ca 2+, Mg 2+, dan Na + Anion : HCO 3 -, SO 4 2-, Cl -, NO 3 - (kadang-kadang), dan CO 3 2- (kadang-kadang). Dalam bentuk koloid, contohnya Fe, dan SiO 2 2. Unsur Minor (konsentrasi 0,01 5 mg/l) o K +, Al 2 3+, Mn 2+, NO 2 -, PO 4 -, F 3. Unsur jejak (konsentrasi 0,01 mg/l) Contoh : Hg, Pb, Cu, Zn, Ni, J, As, dll. Unsur-unsur ini pada umumnya merupakan logam berat. Meskipun konsentrasinya sangat kecil, tetapi kehadirannya mempunyai arti penting dan membahayakan. Adanya logam berat acapkali dikaitkan dengan adanya pencemaran dari limbah industri. VIII-5

4. Unsur gas (CO 2, O 2, N 2 ) Ketika terjadi hujan, air yang bergerak di udara melarutkan gas-gas yang dilewati dan bersentuhan dengannya. Pelarutan dialami pula oleh udara yang terdapat di dalam tanah/batuan. 5. Kesadahan Kesadahan air ditentukan oleh jumlah kandungan ion logam bervalensi dua, yang bereaksi dengan sabun, membentuk endapan. Kesadahan adalah jumlah konsentrasi Ca 2+ dan Mg 2+ di dalam air. TH = Ca x Ca CO 3 /Ca + Mg x CaCO 3 /Mg (dalam Mg/l) TH = 2,5(Ca 2+ ) + 4,1(Mg 2+ ) (dlm Mg/l) H = 50 x c Ca meq/l + c Mg meq/l 1 o Jerman = 10 mg CaO/liter = 28 x meq (Ca 2+ + Mg 2+ )/liter 1 o Perancis = 10 mg CaCO 3 /liter 1 o Inggris = 10 mg CaCO 3 /0,7 liter = 14,3 mg CaCO 3 /liter Tabel 8.1 Standar Air Minum untuk Unsur/Senyawa Kimia Utama (Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1451/10/MEM/2000/tanggal 3 November 2000) Unsur / Senyawa Nilai Standar Unsur Kimia Dalam Air Minum (mg/l) Kalsium (Ca 2+ ) 130 Magnesium (Mg 2+ ) - Klorida (Cl - ) 250 Alkalinitas (HCO - 3 ) - Sulfat (SO 2-4 ) 250 Natrium (Na + ) 200 Kalium (K + ) - Besi (Fe) 0.3 ph 6.5-8.5 Nitrat (NO - 3 ) 50 Daya Hantar Listrik (DHL) 1500 TDS 1000 Tabel 8.2 Klasifikasi kesadahan menurut Todd (1980) dan USGS. VIII-6

Proses geokimia yang terjadi selama airtanah melewati dan kontak dengan batuan adalah : Pelarutan (dissolution) Hidrolisis (Hydration) Oksidasi - Reduksi Klasifikasi Air berdasarkan TDS (Total Dissolved Solids), adalah jumlah total unsurunsur padat yang terlarut di dalam air. Tabel 8.3 Klasifikasi Air berdasarkan TDS oleh Todd, 1980. TDS (mg/l) Classification 1-1000 Fresh water 1000-10 000 Brackish water 10 000-100 000 Saline water > 100 000 B r i n e ph adalah Derajat Keasaman atau Derajat Keaktifan ion Hidrogen. Apabila air murni terurai, maka akan terbentuk ion-ion H+ dan OH-. Tingkat keaktifan penguraian tsb dinyatakan dengan ph. ph merupakan konsentrasi ion H+ di dalam air (atau zat cair lain), yang dinyatakan dalam satuan logaritmik. Alat yang digunakan untuk mengukur ph adalah kertas lakmus dan ph meter. PH = - log 10 (H=) mol/l PH air murni pada temperatur 24oC = 7,0 Artinya : konsentrasi ion H+ di dalam air murni pada temperatur 24oC adalah 10-7 mol/l Gambar 8.6 Alat untuk mengukur ph yaitu kertas lakmus dan ph meter. Eh yaitu Redox Potential menyatakan kemampuan atau potensi air untuk mengoksidasi atau mereduksi. Oksidasi : Proses kehilangan elektron atau penambahan valensi suatu senyawa, contohnya 2 H2O = O2 + 4H + + 4e Reduksi : Proses ketambahan elektron atau pengurangan valensi suatu senyawa, contohnya 2H2O + 2e = H2 + 2OH- VIII-7

DHL (Daya Hantar Listrik) atau Electiric Conductidity adalah kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik. DHL sangat ditentukan oleh banyaknya zat-zat kimia dan garam-garam yang terlarut di dalam air, dan DHL berbanding lurus dengan TDS. Faktor faktor yang mempengaruhi DHL adalah temperatur dan konsentrasi ion-ion yang ada di dalam air, satuan DHL adalah siemnt dan mohs. Tabel 8.4 Standar nilai DHL untuk air minum dan pertanian (Boyd, 1988). Keterangan Kelas DHL (µmhos/cm) Air Minum Pertanian D1 <0.500 Baik Sangat Baik D2 0.500-1000 Cukup Baik D3 1000-1500 Sedang Cukup D4 1500-2000 Jelek Sedang D5 2000-2500 Jelek Kurang D6 2500-3000 Jelek Jelek Semakin banyak garam-garam terlarut yang dapat terionisasi, semakin tinggi pula nilai DHL. Asam, basa dan garam merupakan penghantar listrik (konduktor) yang baik. 8.5 Biologi Air Kualitas biologis airtanah pada umumnya dinyatakan dengan seberapa besar kandungan BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu dan bakteri koli (coliforms) yang ada. Mikro-organisme yang terkandung di dalam air berupa tumbuh-tumbuhan (bakteri) dan hewan (amuba). BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama berkembang-biak di dalam air dalam suatu waktu tetentu. Mikro-organisme + unsur organik + O 2 = mikro-organisme + CO 2 + sisa-sisa unsur organik Jika BOD besar, berarti kandungkan mikro-organisme di dalam air juga besar Bakteri Koli dapat menyebabkan gangguan pencernaan, dapat menyebabkan penyakit desentri dan muntaber, dan untuk mencegah, biasanya air diberi kaporit dan air minum harus direbus hingga mendidih yang dibiarkan slama 3 menit. Dari bakteri koli yang paling berbahaya adalah Entamoeba coli. Satuan bakteri koli adalah MPN dan Standar Air Minum yang harus diperiksa keberadaan Bakteri Koli harus 0 MPN. Entamoeba coli seringkali disebarkan melalui kotoran manusia/hewan, oleh karena itu sering disebut koli tinja. Cara mendeteksi Entamoeba coli dengan cara : 1. Metode membran filter Air disaring dengan kertas membran, yang kemudian kertas tersebut dilihat di mikroskop, untuk melihat keberadaan bakteri. 2. Metode multi tabung Botol sampel dikocok agar mikrobanya merata Inokulasikan 10 ml sampel ke dalam 5 tabung yang masing-masing berisi lebih- kurang 10 ml kaldu Inkubasikan tabung-tabung tsb dlm T 35 o - 37 o C selama 24 jam Periksa tiap tabung akan kehadiran gas. Jika ada gas, kocok tabung tsb. Jika terlihat adanya buih/busa, berarti positif. Setelah didiamkan selama 24 jam, catat nomor tabung yang positif, pada sebuah table Terhadap tabung-tabung yang negatif dilakukan inkubasi lagi untuk 24 jam berikutnya, dan selanjutnya 48 jam. VIII-8

Baku air minum sebaiknya memenuhi standar fisika: tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, kekeruhan < 5 NTU, menenuhi standar kimia dari Standar Depkes, WHO, KLH, dan memenuhi standar biologi: tidak mengandung bakteri koli. Berikut adalah standar air minum dari Depkes, yaitu : 1. PH : 6,5-8,5 2. TDS : 1000 mg/ L 3. Kekeruhan : 5 ( Skala NTU ) 4. Warna : 15 ( Skala TCU ) 5. Koliform Tinja : 0 / per 100 ml 6. Total Koliform : 5-10 / per 100 ml 7. Kesadahan (CaCO3) : 500 mg/l 8. Besi : 0,3 mg/l 9. Mangan (Mn2+) : 0,1 mg/l 10. Almunium : 0,2 mg/l 11. Klorida : 250 mg/l 12. Sulfat : 250 mg/l 12. Nitrat (NO3) : 50 mg/l 13. Nitrit (NO2-) : 3 mg/l 14. Zat Organik (KMnO4) : 10 mg/l VIII-9