Bagian Kelima Bidang Produksi Pasal 12 (1) Bidang Produksi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi

dokumen-dokumen yang mirip
GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR SUMATERA BARAT

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

Bagian Keempat Bidang Prasarana dan Sarana Pasal 8 (1) Bidang Prasarana dan Sarana mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK,

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG

Z. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

(1), Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut: a. penyusunan rencana strategis dinas, berdasarkan rencana strategis pemerintah daerah; b. perumus

Bagian Keenam Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Pasal 16 (1) Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian

Bagian Ketujuh Bidang Pengembangan Usaha Pasal 20 (1) Bidang Pengembangan Usaha mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN BUPATI MADIUN,

- 3 - Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENYELENGGARAAN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN.

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 59 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN SITUBONDO

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 21 TAHUN 201 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN PROVINSI PAPUA

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re

RENCANA KINERJA TAHUNAN BPTU-HPT DENPASAR TAHUN 2016

PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 93 TAHUN 2008 TENTANG

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 60 TAHUN 2016

1. Penetapan kebijakan, pedoman, dan bimbingan pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimasi, dan pengendalian lahan pertanian tingkat daerah.

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 21 TAHUN

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

KEPALA DINAS Tugas Pokok:

Tata Kerja Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon (Berdasarkan pada Peraturan Walikota No. 37 Tahun 2008)

BAB I PENDAHULUAN. kolonial Belanda, yaitu tercatat mulai berdiri pada tahun 1932 dengan nama

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN BUPATI BONDOWOSO NOMOR 43 TAHUN 2010 TENTANG

Bidang Produksi Tanaman Hortikultura

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 19-P TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN WALIKOTA SURAKARTA,

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKA DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Edisi Agustus 2013 No.3520 Tahun XLIII. Badan Litbang Pertanian

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR,

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN DAERAH 1. Tanaman Pangan dan Hortikultura

MATRIK FINAL RINTUG DINAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN KAB. BANTUL KESEKRETARIATAN

2017, No Menteri Petanian tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tah

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 31 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 429 TAHUN 2010 TENTANG

TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 106 TAHUN 2017

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 46 TAHUN 2008 TENTANG

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61/Permentan/PK.230/12/2016 TENTANG PENYEDIAAN, PEREDARAN, DAN PENGAWASAN AYAM RAS

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 19 TAHUN 2009 T E N T A N G

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1.1 Latar Belakang. 1 [Rancangan Akhir Rencana Strategis Dinas Pertanian ]

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN PEMBIBITAN BABI TAHUN 2012 DIREKTORAT PERBIBITAN TERNAK

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU

GUBERNUR SULAWESI BARAT

LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR : 30 TAHUN 2014 TANGGAL : 29 OKTOBER 2014

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26/Permentan/PK.230/5/2016 TENTANG PENYEDIAAN, PEREDARAN, DAN PENGAWASAN AYAM RAS

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS DINAS PERTANIAN DAN PANGAN

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG

2012, No.72 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan yang

Z. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN UJI PERFORMAN SAPI POTONG TAHUN 2012

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

M. BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

2013, No.6 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan: 1. Pemberdayaan Peternak adalah segala upaya yang dila

9 BUPATI PENAJAM PASER UTARA PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG

5. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KOTA MADIUN

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 67 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN KOTA TASIKMALAYA

Z. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUMAS

Terlaksananya kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan ikan. Terlaksananya penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG

- 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 44 TAHUN 2011 TENTANG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

PETUNJUK TEKNIS PELAPORAN PEMBIBITAN AYAM RAS

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 94 TAHUN 2015 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 7 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG

: PERTANIAN ORGANISASI : DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN Halaman sebelum perubahan

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN DAN PERIKANAN

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR : 40 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI RIAU

CAPAIAN KINERJA KELUARAN (OUTPUT ) UTAMA APBN PKH TAHUN 2014

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SISTEM PERBIBITAN TERNAK NASIONAL

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 82 TAHUN 2008 TENTANG

LAPORAN REALISASI KEGIATAN APBN PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 KEADAAN s/d AKHIR BULAN : DESEMBER 2015

Bagian Kesatu Kepala Balai Pasal 94 (1) Kepala Balai mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan kegiatan teknis operasional Dinas

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR

Transkripsi:

Bagian Kelima Bidang Produksi Pasal 12 (1) Bidang Produksi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi produksi. pada ayat (1), Bidang Produksi mempunyai fungsi : a. penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan teknis produksi; b. penyelenggaraan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi produksi; c. penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi produksi. (3) Rincian Tugas Bidang Produksi: a. menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang Produksi; b. menyelenggarakan pengkajian perencanaan kebutuhan penyediaan bibit ternak/bakalan, pelaku perusahaan pembibitan/komersial dan kelompok pe

- 14 - c. menyelenggarakan pengkajian perencanaan penetapan lokasi pembibitan dan potensi produksi bibit d. menyelenggarakan pengkajian pedoman penerapan standardisasi mutu bibit dan penggunaan bibit unggul serta penjaringan bibit hasil inseminasi buatan dan embrio transfer; e. menyelenggarakan pengelolaan teknis peningkatan mutu bibit dan penerbitan sertifikat bibit ternak yang dihasilkan; f. menyelenggarakan pengelolaan teknis pelaksanaan uji juriat (progeny test) ; g. menyelenggarakan pengkajian bahan pedoman dan kebijakan teknis operasional pelestarian plasma nutfah serta mutasi bibit ternak keluar/masuk; h. menyelenggarakan pengelolaan bahan rekomendasi ijin pengeluaran dan pemasukan bibit i. menyelenggarakan pengelolaan bahan rekomendasi ijin pengendalian penerapan standardisasi mutu bibit, penggunaan bibit unggul serta penjaringan bibit hasil IB dan ET, serta pelestarian plasma nutfah dan mutasi bibit ternak keluar/masuk; j. menyelenggarakan pengelolaan bahan pertimbangan teknis ijin melaksanakan inseminasi dan pemeriksaan kebuntingan; k. menyelenggarakan pengkajian perencanaan kebutuhan serta distribusi semen dan embrio; l. menyelenggarakan pengkajian perencanaan penyebaran dan pengembangan ternak serta penyediaan produksi komoditas m. menyelenggarakan pengkajian bahan pembinaan dan pengendalian penerapan standardisasi mutu bibit ternak, pelestarian plasma nutfah dan produktivitas n. menyelenggarakan pengkajian perencanaan kebutuhan penyediaan bahan baku dan pakan konsentrat, bibit dan pakan hijauan, produsen dan perusahaan pakan o. menyelenggarakan pengkajian bahan pedoman penerapan standardisasi mutu pakan dan penggunaan zat additif, serta kebijakan penerapan sertifikasi dan labelisasi untuk pakan yang beredar; p. menyelenggarakan pengkajian bahan pembinaan dan pengendalian penerapan standardisasi mutu pakan; q. menyelenggarakan pengelolaan teknis operasional penerbitan sertifikat dan label pakan ternak yang beredar serta rekomendasi produksi pakan r. menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bidang Produksi; s. menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

- 15 - t. menyelenggarakan koordinasi dengan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/Kota; u. menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain; v. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan (4) Bidang Produksi membawahkan: a. Seksi Pembibitan; b. Seksi Pakan Ternak; c. Seksi Budidaya. Pasal 13 (1) Seksi Pembibitan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis dan pengendalian bibit peternakan. pada ayat (1), Seksi Pembibitan mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis perbibitan b. pelaksanaan pengelolaan teknis pengendalian mutu bibit ternak. (3) Rincian Tugas Seksi Pembibitan: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Pembibitan; b. melaksanakan pengelolaan data bahan penyusunan perencanaan penyediaan bibit ternak, pelaku perusahaan pembibitan dan kelompok peternak pembibitan (rearing): c. melaksanakan identifikasi potensi lokasi dan produksi bibit Daerah sebagai bahan penyiapan penyusunan penetapan lokasi pembibitan; d. melaksanakan pengelolaan data potensi produksi bibit ternak yang dihasilkan serta menyusun bahan kemampuan penyediaan bibit ternak, standardisasi mutu dan sertifikasi; e. melaksanakan pengelolaan data kemampuan produktivitas budidaya ternak dan penyusunan bahan pertimbangan perumusan kebijakan penggunaan bibit unggul; f. melaksanakan penyusunan bahan, pemantauan dan pengawasan penerapan standard teknis mutu bibit day old chick (DOC) final stock; g. melaksanakan penyusunan bahan pedoman dan penjaringan bibit hasil inseminasi buatan dan embrio transfer; h. melaksanakan pengelolaan data penyusunan pedoman dan kebijakan teknis operasional pelestarian plasma nutfah; i. melaksanakan penyusunan bahan pengendalian dan pertimbangan teknis ijin pemasukan dan pengeluaran bibit

- 15 - t. menyelenggarakan koordinasi dengan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/Kota; u. menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain; v. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan (4) Bidang Produksi membawahkan: a. Seksi Pembibitan; b. Seksi Pakan Ternak; c. Seksi Budidaya. Pasal 13 (1) Seksi Pembibitan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis dan pengendalian bibit peternakan. pada ayat (1), Seksi Pembibitan mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis perbibitan b. pelaksanaan pengelolaan teknis pengendalian mutu bibit ternak. (3) Rincian Tugas Seksi Pembibitan: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Pembibitan; b. melaksanakan pengelolaan data bahan penyusunan perencanaan penyediaan bibit ternak, pelaku perusahaan pembibitan dan kelompok peternak pembibitan (rearing): c. melaksanakan identifikasi potensi lokasi dan produksi bibit Daerah sebagai bahan penyiapan penyusunan penetapan lokasi pembibitan; d. melaksanakan pengelolaan data potensi produksi bibit ternak yang dihasilkan serta menyusun bahan kemampuan penyediaan bibit ternak, standardisasi mutu dan sertifikasi; e. melaksanakan pengelolaan data kemampuan produktivitas budidaya ternak dan penyusunan bahan pertimbangan perumusan kebijakan penggunaan bibit unggul; f. melaksanakan penyusunan bahan, pemantauan dan pengawasan penerapan standard teknis mutu bibit day old chick (DOC) final stock; g. melaksanakan penyusunan bahan pedoman dan penjaringan bibit hasil inseminasi buatan dan embrio transfer; h. melaksanakan pengelolaan data penyusunan pedoman dan kebijakan teknis operasional pelestarian plasma nutfah; i. melaksanakan penyusunan bahan pengendalian dan pertimbangan teknis ijin pemasukan dan pengeluaran bibit

- 16 - j. melaksanakan penyusunan bahan, pembinaan dan pengendalian penerapan standardisasi mutu dan pelestarian plasma nutfah; k. melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Pembibitan; l. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; m. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain; n. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan Pasal 14 (1) Seksi Pakan Ternak mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis dan fasilitasi pengembangan pakan ternak. pada ayat (1), Seksi Pakan Ternak mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis produksi dan fasilitasi pengembangan pakan b. pelaksanaan penyusunan bahan koordinasi dan fasilitasi produksi serta pengembangan pakan ternak. (3) Rincian Tugas Seksi Pakan Ternak: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Pakan Ternak; b. melaksanakan pengelolaan data bahan penyusunan perencanaan kebutuhan penyediaan pakan konsentrat, bahan baku konsentrat, pakan hijauan dan bibit pakan hijauan; c. melaksanakan penyusunan bahan pedoman penerapan standardisasi mutu pakan dan penggunaan zat additif; d. melaksanakan penyusunan bahan pedoman penerapan labelisasi dan sertifikasi pakan yang beredar; e. melaksanakan penyusunan data potensi produksi bahan baku dan pakan konsentrat serta hijauan pakan ternak sebagai bahan pembinaan dan pengendalian mutu; f. melaksanakan pengelolaan hasil pengujian mutu pakan ternak sebagai bahan penetapan pertimbangan teknis labelisasi dan sertifikat kualitas pakan g. melaksanakan identifikasi potensi produksi pakan ternak sebagai bahan pengendalian distribusi penyediaan pakan h. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pengendalian penerapan labelisasi dan standardisasi mutu pakan, bibit hijauan dan rekayasa pengolahan hijauan pakan i. melaksanakan penyusunan bahan pengadaan, perbanyakan dan penyaluran bibit/benih hijauan pakan j. melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Pakan Ternak;

- 17 - k. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; l. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain; m. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan Pasal 15 (1) Seksi Budidaya mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis dan pengendalian pelaksanaan budidaya ternak. pada ayat (1), Seksi Budidaya mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis budidaya b. pelaksanaan penyusunan bahan koordinasi dan fasilitasi budidaya peternakan; c. pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi budidaya ternak. (3) Rincian Tugas Seksi Budidaya: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Budidaya; b. melaksanakan pengelolaan data potensi budidaya komoditas peternakan yang dihasilkan sebagai bahan penyusunan perencanaan penyediaan produksi hasil c. melaksanakan identifikasi potensi produk ternak hasil IB, kebutuhan semen serta embrio sebagai bahan penetapan distribusi; d. melaksanakan pengelolaan data dan evaluasi kemampuan produktivitas budidaya ternak sebagai bahan penyusunan kebijakan penyebaran dan pengembangan e. melaksanakan identifikasi budidaya komoditas peternakan sebagai bahan pengelolaan distribusi ternak, semen dan embrio; f. melaksanakan penyusunan bahan, pembinaan dan pengendalian produksi dan produktivitas ternak pada tingkat budidaya ternak dan perusahaan komersial; g. melaksanakan pengelolaan data dan penyusunan bahan pertimbangan teknis ijin melaksanakan IB dan pemeriksaan kebuntingan; h. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk teknis pengelolaan budidaya i. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pemantauan hasil persilangan IB dan kawin alam; j. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pengawasan penyediaan ternak calon bibit replacement stock; k. melaksanakan penyusunan bahan pertimbangan teknis ijin pemasukan dan pengeluaran ternak potong;

- 18 - l. melaksanakan penyusunan bahan pemantauan lalu lintas ternak dari/ke Daerah dan Kabupaten/Kota; m. melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Budidaya; n. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; o. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain; p. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan Bagian Keenam Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Pasal 16 (1) Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi kesehatan hewan dan kesmavet. pada ayat (1), Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet mempunyai fungsi : a. penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan teknis kesehatan hewan dan kesmavet; b. penyelenggaraan bahan koordinasi dan fasilitasi kesehatan hewan dan kesmavet; c. penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi kesehatan hewan dan kesmavet. (3) Rincian Tugas Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet: a. menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet; b. menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis kesehatan hewan dan kesmavet meliputi pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan, pengamatan penyakit dan pengawasan obat hewan serta kesmavet; c. menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi penolakan penyakit hewan; d. menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi pengamatan penyakit dan pengawasan penyakit hewan; e. menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi kesmavet; f. menyelenggarakan koordinasi dan fasilitasi penolakan penyakit hewan; g. menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet; h. menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;