BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Pada penelitian ini berusaha untuk menggambarkan situasi dari data yang dikumpulkan yang semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi ataupun mempelajari implikasi (Saifudin Azwar, 2004:8). Pada penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk memasukkan data ke dalam rumus statistik, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan data yang tidak bisa diangkakan. Sehingga dalam penelitian ini tidak memerlukan hipotesis, tetapi menggambarkan apa adanya tentang minat terhadap pekerjaan bidang boga pada siswa kelas III SMK Negeri I Sewon Bantul. B. Definisi Operasional Istilah Penelitian Agar dapat memperjelas dan menghindari terjadinya salah penafsiran, maka akan dikemukakan definisi operasional istilah yaitu minat siswa terhadap pekerjaan bidang boga.
36 a). Perhatian Perhatian yang dimaksud adalah keinginan siswa untuk mengetahui, mempelajari dan mendalami lebih dalam mengenai pekerjaan bidang boga (cook helper, waiter, assisten baker, steward). b). Perasaan Senang Perasaan yang dimaksud adalah sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang dan rasa tertarik pada pekerjaan bidang boga ( cook helper, waiter, assisten baker, steward). c). Dorongan Dorongan yang dimaksud adalah kecenderungan untuk berperilaku menuju obyek minat yaitu berusaha untuk mendekati pekerjaan bidang boga (cook helper, waiter, assisten baker, steward). d). Harapan Harapan yang dimaksud adalah keinginan untuk mencapai cita-cita agar dapat bekerja di bidang boga ( cook helper, waiter, assisten baker, steward), e). Pengalaman Pengalaman yang dimaksud adalah keinginan untuk memperoleh pengalaman secara langsung dengan obyek minat yaitu pekerjaan bidang boga. Misalnya diperoleh ketika siswa melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) siswa dituntut harus bisa kerja mandiri.
37 C. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMKN I Sewon Bantul yang beralamat di desa Pulutan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2005 sampai dengan April 2006. D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Menurut Sutrisno Hadi (2001:20), populasi dapat didefinisikan sebagai jumlah individu atau produk yang paling sedikit memiliki sifat yang sama. Sedangkan menurut Sugiyono (2003:72) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III bidang keahlian tata boga di SMKN I Sewon Bantul, yang berjumlah 108 siswa. 2. Sampel Penelitian Menurut Sugiyono (2003: 62), dalam menentukan besarnya sampel yaitu menggunakan tabel Krejcie. Krejcie dalam melakukan perhitungan ukuran sampel didasarkan atas kesalahan 5%. Jadi sampel yang diperoleh itu mempunyai kepercayaan 95% terhadap populasi. Maka pengambilan jumlah sampel mengacu berdasarkan pada tabel Krejcie, yaitu dengan jumlah populasi antara 100 sampai 109 maka sampel yang digunakan sebanyak 80. Sehingga dalam penelitian ini dengan jumlah populasi sebanyak 108 siswa,
38 maka sampel yang akan diambil sebanyak 80 siswa. Pengambilan sampel berdasarkan tabel Krejcie berikut ini : Tabel 1. Pengambilan sampel ( Tabel Krejcie ) N S N S N S 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 10 14 19 24 28 32 36 40 44 48 52 56 59 63 66 70 73 76 80 86 92 97 103 108 113 118 123 127 132 136 220 230 240 250 260 270 280 290 300 320 340 360 380 400 420 440 460 480 500 550 600 65 700 75 800 850 900 950 1000 1100 Keterangan : N = jumlah populasi S = sampel 140 144 148 152 155 159 162 165 169 175 181 186 191 196 201 205 210 214 217 226 234 242 248 254 260 265 269 274 278 285 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900 2000 2200 2400 2600 2800 3000 3500 4000 4500 5000 6000 7000 8000 9000 10000 15000 20000 30000 40000 50000 75000 100000 291 297 302 306 310 313 317 320 322 327 331 335 338 341 346 351 354 357 361 364 367 368 370 375 377 379 380 381 382 384 D. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Metode Pengumpulan Data Menurut Suharsimi Arikunto (1993:124-125) menjelaskan bahwa metode pengumpulan data merupakan cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data merupakan cara menunjukan pada sesuatu yang abstrak sehingga tidak diwujudkan dalam benda yang kasat mata, akan tetapi hanya dipertontonkan penggunaannya.
39 Masih menurut Suharsimi Arikunto (1993:122), metode -metode pengumpulan data dalam penelitian ada beberapa yaitu tes, angket (kuesioner), wawancara (interview), pengamatan (observasi), ujian (test), dan dokumentasi. Dalam fungsinya masing-masing metode pengumpulan data penelitian dipilih metode yang tepat dan sesuai dengan permasalahan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Metode Angket (kuesioner) Untuk mendapatkan data daftar isian atau skala pertanyaan yang diberikan kepada subyek penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2002:128) angket adalah sejumlah pertanyaan/ pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau dalam hal-hal yang ia ketahui. Keuntungan angket (kuesioner) : a. Tidak memerlukan hadirnya peneliti. b. Dapat dibagikan secara serentak kepada responden. c. Dapat dijawab responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut waktu senggang responden. d. Dapat dibuat anonim responden sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab. e. Dapat dibuat terstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.
40 2) Metode Dokumentasi Metode dokumentasi menurut Suharsimi Arikunto (1998:235) adalah mencari data mengenai hal-hal kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda, dan sebagainya. Metode dokumentasi digunakan untuk mencari data yang berkaitan dengan sekolah. Misalnya data kelulusan siswa. 2. Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2002:136), instrumen adalah alat yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrumen minat siswa terhadap pekerjaan bidang boga dikembangkan dari deskripsi teori yang telah disusun sebelumnya. Atas dasar teori tersebut dikembangkan ke dalam indikator dan selanjutnya dijabarkan dalam butirbutir pertanyaan. Indikator minat siswa terhadap pekerjaan bidang boga adalah perhatian, perasaan, dorongan, harapan, dan pengalaman. Indikator-indikator tersebut dapat dilihat dalam tabel kisi-kisi instrumen ( tabel 2 ) berikut:
41 Tabel 2. Kisi-Kisi instrumen minat siswa terhadap pekerjaan bidang boga Variabel Indikator No Item Minat I. Faktor Internal: 1). Perhatian 2). Perasaan senang 3). Dorongan/motif 4). Harapan 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 11,12,13,14,15,16,17, 18,19,20 21,22,23,24 25,26,27,28,29,30,31 32,33,34,35,36,37,38, 39,40,41,42,43,44,45 II. Faktor Eksternal:. Pengalaman 47,48,49,50,51 Instrumen dibuat dalam bentuk penilaian model skala Likert. Penggunaan skala Likert memungkinkan untuk menjaring jawaban dari butirbutir pertanyaan. Butir-butir pertanyaan disajikan dalam dua bentuk, yaitu pertanyaan positif adalah pertanyaan yang mendukung gagasan dan pertanyaan negatif adalah pertanyaan yang tidak mendukung gagasan. Berikut ini pembobotan dari masing-masing alternatif jawaban yang menggunakan skala Likert: Tabel 3. Skor Penilaian Kategori Jawaban Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor SL = Selalu 4 SS = Sangat Setuju 1 SR = Sering 3 S = Setuju 2 J = Jarang 2 KS = Kurang Setuju 3 TP = Tidak Pernah 1 TS = Tidak Setuju 4
42 E. Uji Coba Instrumen Uji coba instrumen bertujuan untuk menghindari pertanyaanpertanyaan yang kurang jelas maksudnya, menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami, mempertimbangkan penambahan atau pengurangan item. Uji coba instrumen berguna untuk mengetahui tingkat kesahihan dan keandalan instrumen, dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. a. Pengukuran Tingkat Validitas Menurut Suharsimi Arikunto ( 1998:160) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan instrumen. Saifuddin Azwar (1997:4) mengatakan bahwa suatu instrumen dikatakan valid apabila dapat mengukur data dari lingkup yang diteliti secara tepat. Untuk mengetahui validitas instrumen pada penelitian ini digunakan rumus kolerasi Product Moment dari Pearson yang dikutip oleh Sutrisno Hadi sebagai berikut : r = xy 2 2 x y Keterangan : x = X - y = Y - X = skor rata-rata dari X Y = skor rata-rata dari Y Pada penelitian ini, angket diuji cobakan pada 28 siswa kelas III SMKN I Sewon Bantul. Pengukuran tingkat validitas dilakukan dengan menggunakan komputer Seri Program Statistik edisi Sutrisno Hadi dan Yuni
43 Pamardiningsih tahun 1997. Harga koefisien pada tabel untuk N=28 pada taraf signifikan 5 % adalah 0, 374. Butir yang mempunyai r hitung > 0, 374 dinyatakan valid, dan butir yang mempunyai r hitung < 0, 374 dinyatakan gugur. Hasil analisis diketahui bahwa untuk instrumen penelitian minat siswa terhadap pekerjaan bidang boga dari 51 butir soal, setelah diuji cobakan terdapat 12 butir soal yang gugur. Seperti yang terlihat pada tabel keandalan tingkat validitas instrumen ( tabel 3 ) berikut ini: Tabel 4. Tabel Keandalan Tingkat Validitas Instrumen Minat Siswa terhadap Pekerjaan Bidang Boga. Variabel Sub Indikator No Item Minat I. Faktor Internal: 1). Perhatian 2). Perasaan senang 3). Dorongan/motif 4). Harapan 1,2,3*,4,5*,6,7,8*,9,10, 11,12,13,14,15,16*,17, 18,19,20 21,22*,23,24 25,26*,27,28*,29,30,31 32,33*,34,35,36,37,38, 39,40,41*,42,43,44,45* II. Faktor Eksternal: Pengalaman 46*,47,48,49,50,51 Keterangan * = butir yang gugur adalah no 3,5,8,16,22,26,28,33,41,45,46 b. Pengukuran Tingkat Reliabilitas Reabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto, 2002:154). Untuk mencari reabilitas variabel pada penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach,
44 karena metode pengumpulan datanya berupa angket dan merupakan skala bertingkat. Adapun rumus yang digunakan untuk menguji reabilitas instrumen pada penelitian ini adalah sebagai berikut : r11 = k k b 1 2 1 t 2 Keterangan : r11 k 2 t = Reabilitas instrumen = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal item = Jumlah varian 2 t = Varians total ( Suharsimi Arikunto, 1998:193) Berdasarkan perhitungan reabilitas yang diperoleh maka dapat diinterprestasikan reabilitas instrumen. Menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 260) interprestasi r adalah sebagai berikut: Antara 0,80 sampai dengan 1,00 = sangat tinggi Antara 0,60 sampai dengan 0,79 = tinggi Antara 0,40 sampai dengan 0,59 = sedang Antara 0,20 sampai dengan 0, 39 = cukup tinggi Antara 0,00 sampai dengan 0,19 = sangat rendah (tak terkolerasi) Setelah dilakukan pengukuran tingkat reabilitas dengan bantuan Seri Program Statistik edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih tahun 1997 (Program uji kehandalan teknik Alpha Cronbach). Adapun hasil dari analisis pengukuran tingkat reabilitas adalah sebagai berikut: Instrumen minat siswa kelas III SMKN I Sewon Bantul terhadap pekerjaan bidang boga dilihat dari unsur perhatian diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 888. Berarti instrumen ini
45 memiliki tingkat keterandalan sangat tinggi. Instrumen minat siswa kelas III SMKN I Sewon Bantul terhadap pekerjaan bidang boga dilihat dari unsur perasaan diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 638. Berarti instrumen ini memiliki tingkat keterandalan tinggi. Instrumen minat siswa kelas III SMKN I Sewon Bantul terhadap pekerjaan bidang boga dilihat dari unsur dorongan diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 730. Berarti instrumen ini memiliki tingkat keterandalan tinggi. Instrumen minat siswa kelas III SMKN I Sewon Bantul terhadap pekerjaan bidang boga dilihat dari unsur harapan diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 844. Berarti instrumen ini memiliki tingkat keterandalan sangat tinggi. Instrumen minat siswa kelas III SMKN I Sewon Bantul terhadap pekerjaan bidang boga dilihat dari unsur pengalaman diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 881. Berarti instrumen ini memiliki tingkat keterandalan sangat tinggi. F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dimaksudkan untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian atau tentang permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Analisis deskriptif untuk mengetahui besarnya rerata ideal (Mi), Standar Deviasi ideal (SDi), Median (Me), dan Modus (Mo). Untuk mengidentifikasi kecenderungan variabel penelitian digunakan klasifikasi kecenderungan rerata skor ideal sebagai kriteria bandingan yang dikelompokkan menjadi empat klasifikasi yaitu:
46 > (Mi + 1,5 SDi) ke atas : Sangat Tinggi Mi sampai (Mi + 1,5 SDi) (Mi - 1,5 SDi) sampai Mi : Tinggi : Cukup < (Mi - 1,5 SDi) ke bawah : Rendah Dimana harga Mi dan SDi tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Mean Ideal = ½ ( Maksimum ideal + Minimum ideal ) SD Ideal = 1 6 (Maksimum ideal - Minimum ideal ) ( Sutrisno Hadi, 1986 : 353 ) Untuk mengetahui dimensi minat pada masing-masing indikator, akan diperoleh dengan ketentuan sebagai berikut: Indikator = skor kategori x frekuensi Nilai dari skor kategori adalah sebagai berikut: Sangat Tinggi skor nilai 4 Tinggi skor nilai 3 Cukup skor nilai 2 Rendah skor nilai 1