PENGERTIAN MANAJEMEN ASSET

dokumen-dokumen yang mirip
Gambar 1. 1 Pembagian Peran Asset Owner, Asset Manager dan Asset Operator (PT. PLN UPJB, 2014)

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dan peningkatan akuntabilitas, maka diperlukan adanya

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan akan tenaga listrik di Indonesia terus

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan organisasi adalah salah satu cara yang dilakukan oleh

1 Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pada sebuah peralatan atau mesin berputar (rotary machine) sudah pasti terdapat

BAB I PENDAHULUAN. kebangkitan kembali sektor manufaktur, seperti terlihat dari kinerja ekspor maupun

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika

BAB I PENDAHULUAN. Dalam sistem persaingan yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. yang dipisahkan pada perusahaan Negara/perusahaan daerah. Pemerintah Daerah memerlukan

Laporan Kajian Akademis Penanggulangan Krisis Energi Listrik dan Status PLN Kota Tarakan

BAB I PENDAHULUAN. dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan

Pemanfaatan Dukungan Pemerintah terhadap PLN dalam Penyediaan Pasokan Listrik Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Dengan semakin meningkatnya penggunaan energi sejalan dengan

INDIKATOR AKTIVITAS EKONOMI

Judul. Manajemen Aset Berbasis Komputer. Oleh: Tim Dit. TIK UPI. UPI / 9 Januari 2008.:: Manajemen Aset Berbasis Komputer.:. Dit. TIK UPI::.

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan pada hakekatnya didirikan dengan tujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan dengan mengacu pada Rencana Usaha Penyedian Tenaga Listrik

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Teknologi-teknologi baru yang muncul kian pesat belakangan ini menunjukkan

PERUSAHAAN KONSTRUKSI & INFRASTUKTUR. Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

: Aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tetap tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.

EFISIENSI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK DEMI PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI DAERAH

Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. efisiensi proses produksinya sebagai syarat untuk bisa terus bertahan di tengah

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Pembagian Peran Aset Owner, Aset Manager dan Aset Operator (PT PLN UPJB, 2014)

BAB I PENDAHULUAN. Knowledge-based economyditandai dengan kemajuan di bidang teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Bali, Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur (PT PJB UPHT) Gresik

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Bab VI Kesimpulan dan Saran

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ( CALK )

53. Aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tetap tersebut dikurangi akumulasi penyusutan. Apabila terjadi kondisi yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut teori ini, tanggung jawab yang paling mendasar dari direksi adalah

Financial Support in in Sustainable Renewable Energy Across Indonesia (Case : Electricity)

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Lokasi PLTU Cilacap

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuannya secara maksimal. suatu Sistem Informasi yang sekaligus dapat memanajemen kegiatan-kegiatan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Handout Manajemen Keuangan Lanjutan

WAHYU HENDRO UTOMO D

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB ASET TETAP. relatif memiliki sifat permanen seperti peralatan, mesin, gedung, dan tanah. Nama lain

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya tujuan itu, setiap perusahaan mempunyai aktiva (harta/asset) tertentu

strategi bisnis. Ketertarikan antara strategi sumber daya manusia dan strategi bisnis ini menjadi dasar bagi manajemen sumber daya manusia (Human

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proyek

POKOK-POKOK PENGATURAN PEMANFAATAN BATUBARA UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DAN PEMBELIAN KELEBIHAN TENAGA LISTRIK (Permen ESDM No.

BAB I PENDAHULUAN. terutama dalam penyajian laporan keuangan. Didalam mencapai tujuan

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan antar perusahaan di bidang manufaktur dan jasa sangat ketat. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Tegangan Rendah. Peran aset trafo distribusi sangatlah dominan. Dimana, pada

BAB II LANDASAN TEORI. dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

Bab 2 Arus Kas, Laporan Keuangan dan Nilai Tambah Perusahaan

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets)

BAB I PENDAHULUAN. dunia usaha yang semakin maju, seperti pada perusahaan jasa, hidupnya melalui pencapaian tujuan. Suatu tujuan akan tercapai

BAB 1 PENDAHULUAN. mengharuskan perusahaan-perusahaan mengubah cara mereka menjalankan

BAB I PENDAHULUAN. pada kepemilikan aktiva berwujud, tetapi lebih pada inovasi, sistem informasi,

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI MATLAB UNTUK PERAMALAN BEBAN BERDASARKAN GOLONGAN TARIF JARINGAN DISTRIBUSI RANDUDONGKAL TAHUN

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Tinjauan Teori

BAB I PENDAHULUAN. berbagai lokasi strategis di Indonesia yang dikelola melalui 5 unit

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pelaksanaan otonomi daerah merupakan proses yang memerlukan

PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk PUBLIC EXPOSE. Selasa, 20 Juni 2017 Hall B, Panin Building Lt. 4 Jakarta

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

PENGERTIAN MANAJEMEN ASSET 1 Bab 1 001

002 Manajemen Aset Fisik Strategis Refleksi Implementasi di PLN UPJB Tahun 2013, PLN membutuhkan subsidi negara sebesar 101 triliun rupiah Salah satu sebabnya Tarif Dasar Listrik (TDL) belum mencapai nilai keekonomisan Di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan energi murah ini terus memuncak dan mendorong PLN harus meningkatkan supply pasokan energi yang terus merugi. Belajar dari pengalaman, dalam pengelolaan energi listrik ini masih ada ruang bagi upaya peningkatan pasokan dan efisiensi, baik di sisi investasi maupun operasi aset. Jika usaha ini berhasil, maka banyak pemadaman bisa diatasi dan sebagian subsidi dapat dialihkan untuk meningkatkan prasarana masyarakat yang lain. Inilah pelajaran dari eksternalitas maupun internalitas PT PLN-UPJB bahwa Implementasi Manajemen Aset, sama sekali tak berjuang di ruang hampa nilai. Banyak masalah yang lahir sudah sejak di tingkat kebijakan investasi, dan ini sebenarnya sudah bisa diprediksi saat operasinya nanti Detik-Detik Berjibaku dengan Mesin Cina Catatan Iwan Agung, GM UPJB Tidak pernah terpikir olehku akan kembali ke Yogyakarta. Sebagai orang pembangkit di PLN, bekerja di kota ini adalah suatu yang di luar mainstream karena tidak ada satu pun pembangkit listrik di kota gudeg ini. PLN Unit Pembangkitan Jawa Bali, di mana tempatku bekerja, mulai tahun 2011 ditugasi mengelola pembangkit-pembangkit FTP 1 (Fast Track Program 1) yang merupakan produk ex Cina ditambah dengan empat unit produk Jepang. Total saat ini ada 14 pembangkit yang tersebar

1 003 Aset sering dikonotasikan sebagai suatu material berwujud, seperti pabrik, rumah, mobil, dan properti lainnya. Pengertian ini tidak sepenuhnya salah. Jika seorang bertanya tentang aset yang dimiliki seseorang atau perusahaan, maka secara umum akan disebutkan materialmaterial fisik seperti yang disebut di atas. Begitu juga dalam pengertian selanjutnya, aset fisik merupakan fokus dalam pengelolaan aset secara keseluruhan. Banyak perusahaan masih menganggap manajemen aset secara fisik hanyalah sekadar instrumen pengelola daftar aset. Mengelola aset fisik pada tataran tertentu bisa menjadi sangat pelik karena selain berhubungan dengan proses tata kelola di internal organisasi, juga berhubungan dengan kebijakan keuangan negara, pemenuhan kesejahteraan rakyat dan bahkan strategi politik. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya membutuhkan panduan tertentu yang kita sebut sebagai Manajemen Aset Fisik. Menurut Ins tut of Asset Management, Aset adalah pabrik, mesinmesin, proper, gedung, kendaraan, dan segala sesuatu yang mempunyai nilai yang jelas bagi organisasi Sedangkan ISO 55000 mendefinisikan lebih umum, aset adalah: sesuatu yang memiliki nilai potensial atau aktual untuk suatu organisasi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), pernyataan nomor 62 Aset tangible (berwujud) adalah aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari dua belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Ada pun bentuk dari aset tangible, melipu tanah, peralatan mesin, gedung, dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, aset tetap lainnya dan konstruksi dalam pengerjaan. mulai dari PLTU Labuan di Pandeglang, Banten sampai ke PLTU Paiton #9 di Probolinggo, Jawa Timur. Dengan total kapasitas 9.963 MW(Megawatt), merupakan kapasitas terbesar yang dikelola oleh suatu organisasi pembangkit di Indonesia. Nilai asetnya pun mencapai lebih dari 90 triliun. Tahun 2014 ditargetkan dapat memasok 30% listrik di Jawa Bali. Sayangnya, aset fisik yang begitu besar di atas pada awalnya tidak didukung dengan proses dan prosedur yang firm. Persis seperti alat elektronik produk China yang harganya separuh dari standar. Pedoman dan petunjuk kerja yang ada cenderung sangat umum untuk pengoperasian pembangkit yang begitu komplek. Kalau ada yang detail, kebanyakan petunjuk itu

004 Manajemen Aset Fisik Strategis Refleksi Implementasi di PLN UPJB Dalam pengelolaan aset fisik di atas membutuhkan faktor-faktor penting lainnya. Pengelolaan aset fisik membutuhkan ketrampilan SDM, kecukupan keuangan, proses dan prosedur yang baik serta kepercayaan pihak lain. Oleh karena itu, baik SDM, Keuangan, Informasi proses, dan kepercayaan juga dimasukkan dalam kategori aset, sesuatu yang mempengaruhi optimal tidaknya suatu aset fisik. Semua aset fisik dan hal-hal yang mempunyai nilai yang jelas bagi organisasi itulah yang kita sebut sebagai aset. ISO 55000 yang dideklarasikan Januari 2014 mendefinisikan aset dengan sangat umum dengan mengakomodir perkembangan pemahaman tentang aset itu sendiri, yaitu sesuatu yang memiliki nilai potensial atau aktual untuk suatu organisasi. Dengan agak spesifik, the Institute of Asset Management, sebagai salah satu pemrakarsa Manajemen Aset Fisik memberikan pengertian tentang aset sebagai berikut: Asset is Plant, machinery, property, buildings, vehicles and other items that have a distinct value to the organization Selanjutnya PAS 55 menjabarkan nilai yang jelas bagi organisasi terbagi dalam lima jenis aset, yaitu Sayangnya, aset fisik yang begitu besar di atas pada awalnya dak didukung dengan proses dan prosedur yang firm. Persis seper alat elektronik produk Cina yang harganya separuh dari standar. Pedoman dan petunjuk kerja yang ada cenderung sangat umum untuk pengoperasian pembangkit yang begitu kompleks. Kalau ada yang detail, kebanyakan petunjuk itu berbahasa Cina. Tulisannya keri ng dan bahkan urutannya dari kiri ke kanan atau atas ke bawah sama sekali dak diketahui. berbahasa Cina. Tulisannya keriting dan bahkan urutannya dari kiri ke kanan atau atas ke bawah sama sekali tidak diketahui. Dalam pengoperasian mesin-mesin pembangkit, kami bekerja sama dengan dua anak perusahaan PLN yang berpengalaman dalam usaha pembangkitan listrik, yaitu PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali. Mereka sudah terbukti hebat di pembangkit eksisting sebelumnya.

1 005 Aset Fisik, Aset Keuangan, Aset Sumber Daya Manusia (SDM), Aset Informasi dan Aset Intangible. Human Competence, experence roles, teamwork, leadership Financial Capital investment, lifecycle costs, operating costs Physical Information Performance, activities, costs, opportunities Intangible Reputation, morale, image, social impact Gambar 1.1. Aset dalam Manajemen Aset Fisik PA55 Manajemen Aset Fisik akan berfokus pada optimalisasi aset fisik sesuai dengan tujuan perusahaan. Tujuan itu tidak akan tercapai dengan baik kalau tidak didukung dengan optimalisasi empat aset lain yang dibutuhkan. Keempat aset selain aset fisik tersebut akan diberdayakan untuk mendukung peningkatan produktivitas aset fisik. Menghadapi mesin ex Cina ini, operator membutuhkan waktu dan kematangan tersendiri. Kerusakan tiba-tiba dan tanpa trend merupakan sebagian karakteristik mesin yang harus dipahami dengan jiwa yang lain. Bukan dengan jiwa yang sudah terbangun selama ini dalam mengasuh pembangkit eksisting selama bertahun-tahun. Berbeda dengan mesin pembangkit eksisting ex Eropa, Jepang, dan Amerika. Selain mesinnya memang berkualitas, pencegahan kerusakan yang dituangkan dalam prosedur memang efektif. Operator baru pun lebih cepat memahami mesin dengan membaca desain manual, pedoman operasi, dan pemeliharaan serta petunjuk lain yang ada dalam komputer. Selain lengkap,