MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 PROSES PERANGKAT LUNAK & METRIK PROYEK

PROSES PERANGKAT LUNAK & METRIK PROYEK

MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK PROYEK Proyek adalah suatu kegiatan mengkoordinasikan segala sesuatu dengan menggunakan perpaduan sumber daya

Pengukuran Perangkat Lunak. Pengantar

Manajemen Proyek Sistem Informasi DAY-1. Wiratmoko Yuwono, ST

SOFTWARE PROJECT MANAGEMENT

5. Aktivitas generic dalam semua proses perangkat lunak antara lain adalah : a. Spesifikasi dan pengembangan b. Validasi dan evolusi c.

PENGUKURAN PERANGKAT LUNAK

TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM 4KA. Mengukur Produktivitas Perangkat Lunak. helen.staff.gunadarma.ac.id

Proses PL dan Metrik Proyek

BAB III KONSEP MANAJEMEN PROYEK

KONSEP MANAJEMEN PROYEK

Dibuat Oleh : 1. Andrey ( )

Metrik Proses dan Proyek Perangkat Lunak KARMILASARI

Nama : Rendi Setiawan Nim :

Manajemen Proyek Perangkat Lunak

MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK SOFTWARE PROJECT MANAGEMENT

Pertemuan 3. Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses Dalam Manajemen PL

PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

2. PERENCANAAN TUJUAN PERANGKAT LUNAK

Metode-Metode Pengembangan Desain Aplikasi

Pertemuan 3. Manajemen Proyek Perangkat Lunak

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Konsep Manajemen Proyek

Pertemuan 3 Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

Manajemen Proyek Perangkat Lunak Disiapkan oleh: Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS

MODEL PENGEMBANGAN SISTEM

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

KONSEP MANAJEMEN PROYEK

A. Tujuan dan Ruang Lingkup Proyek Perancangan Rekayasa Perangkat Lunak

PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

Pertemuan 4 Manajemen Proyek (2) Rekayasa Perangkat Lunak

Manajemen Proyek. Bima Cahya Putra, M.Kom

Ratna Wardani. Department of Electronic Engineering Yogyakarta State University

Rekayasa Perangkat Lunak

BAB 5 PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

BAB 5 PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

Estimasi Proyek Perangkat Lunak. Universitas Gunadarma

A Layered Technology

COCOMO. Constructive Cost Model

Perencanaan Proyek PL. A. Sidiq P. Prodi Teknik Informatika & Prodi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

PERHITUNGAN KOMPLEKSITAS FUNCTION POINT UNTUK SUATU WEB

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengukuran Definisi Pengukuran

KONSEP MANAJEMEN PROYEK

PERTEMUAN 2 METODE PENGEMBANGAN SISTEM

BAB III KONSEP MANAJEMEN PROYEK. Kegagalan banyak mega proyek perangkat lunak pada tahun 1960-anmerupakan

STAKEHOLDER DAN TEAM MEMBER RPL. Ni Wayan Sumartini Saraswati

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Pengembangan Perangkat Lunak. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Univesitas Gunadarma

Hanif Fakhrurroja, MT

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Hanif Fakhrurroja, MT

Review of Process Model. SE 3773 Manajemen Proyek Teknologi Informasi *Imelda Atastina*

PERTEMUAN 2 METODE PENGEMBANGAN SISTEM

Rekayasa Perangkat Lunak DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2008

1. MODEL WATERFALL KOMUNIKASI PERENCANAAN PEMODELAN PENYERAHAN KE PELANGGAN / PENGGUNA KONSTRUKSI. Permulaan proyek. Analisis perancangan

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK. Setia Wirawan

c. Pembangunan sistem Berdasarkan analisa sistem yang telah dilakukan, dibuat rancangan/desain sistem yang selanjutnya diterjemahkan kedalam bentuk

Perencanaan Proyek PL. A. Sidiq P. Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

MANAJEMEN PROYEK SOFTWARE

MODEL RAD. Pengertian

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Aplikasi yang pendekatannya sistematis, disiplin, bisa terukur untuk pengembangan operasional dan pembuatan software. Tools. Methods.

chapter 7 Integrating quality activities in the project life cycle Empat model proses pengembangan perangkat lunak akan dibahas dalam bagian ini:

JAMINAN KUALITAS PERANGKAT LUNAK

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SOFTWARE PROCESS MODEL

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak bisa dipisahkan dari proses bisnis, bahkan tidak jarang teknologi informasi menjadi

BAB V PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Konsep Manajemen sebuah Proyek bisa difokuskan pada beberapa komponen berikut ini:

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. berlokasi di Jl. Leuwi Panjang No. 111 Bandung Telpon Terbaik dalam pelayanan servis di bengkel.

Perancangan Perangkat Lunak

BAB II LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu (Jogiyanto, 2005:1).

Bab 4 Metodologi Pengembagan Sistem(Perangkat Lunak)

PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

4.4 Identifikasi Resiko Proyek. 1 Kemungkinan orang-orang terbaik. dapat dimasukkan dalam proyek. 2 Kemungkinan orang-orang memiliki

Perbedaan pengembangan software dengan pengembangan sistem informasi

Pertemuan 12 dan 13 SQA TIK : Menjelaskan konsep dan strategi Software Quality Assurance

APLIKASI PERHITUNGAN HONOR MENGAJAR DOSEN TIDAK TETAP YANG BERBASIS PRESENSI DENGAN MENGGUNAKAN BARCODE Oleh: Wiwik Sulistiyorini (A

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)

COMPUTER SYSTEM ENGINEERING

MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK PERENCANAAN PROYEK. NAMA : RANI JUITA NIM : DOSEN : WACHYU HARI HAJI. S.Kom.MM

Tugas Softskill. Universitas Gundarma. : Sistem Informasi Manajemen. : Waldhi Supriono NPM : Kelas : 2 DB 12

BAB I PENDAHULUAN. dalam suatu perusahaan, karena persediaan akan dijual secara terus menerus untuk

MANAJEMEN RESIKO. Aprilia Sulistyohati, S.Kom. Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia. Your Logo

MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI RPL

REKAYASA PERANGKAT LUNAK MATERI TM 10

TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK

BAB I PENDAHULUAN. hal proses pengolahan data, baik itu data siswa, guru, administrasi sekolah maupun data

Hal penting dalam manajemen proyek adalah :

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) Siklus Hidup Perangkat Lunak (SWDLC/Software Development Life Cycle)

Transkripsi:

MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Ada 3 fokus manajemen proyek perangkat lunak (PL) : 1. People (manusia) 2. Problem (masalah) 3. Process (proses) Manusia mempertinggi kesiapan organisasi PL untuk mengerjakan aplikasi yang semakin kompleks Masalah Objektifitas dan ruang lingkupnya harus ditetapkan, pemecahan alternatifnya harus dipertimbangkan, teknik dan batasanpun harus didefinisikan Proses memberikan suatu kerangka kerja dimana rencana komprehensif bagi pengembangan perangkat lunak. MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Adalah aktifitas dalam memanajemen rekayasa perangkat lunak, dimulai sebelum aktifitas teknis di inisialisasi dan berlanjut pada keseluruhan batasan, perkembangan dan pemeliharaan perangkat lunak komputer. Masalah terbagi menjadi 2 bagian : 1. Ruang Lingkup : - Konteks - Tujuan / informasi - Fungsi / unjuk kerja 2. Dekomposisi Masalah : - Fungsionalitas - Proses PARA PEMAIN Manajer Senior Menentukan isu-isu bisnis Manajer (Teknik) Proyek Memimpin pembuatan proyek PL Pelaksana Menyampaikan ketrampilan teknik yang diperlukan untuk mengembangkan Perangkat Lunak. Pelanggan Menentukan jenis kebutuhan bagi perangkat lunak. Pemakai Akhir Yang menggunakan / berinteraksi dengan PL. Pemimpin harus memiliki kemampuan : Motivasi, Organisasi, Inovatif Pilihan-pilihan yang dapat diambil untuk menerapkan sumber daya manusia kepada sebuah proyek, dimana n manusia. 1. n manusia mengerjakan tugas-tugas fungsional yang berbeda sebanyak m dengan sedikit kombinasi kerja. 2. m < n, dimana m tugas dan n manusia sehingga tim informal terbentuk. 3. n orang diatur dalam t tim dimana setiap tim bertugas mengerjakan satu tugas fungsional atau lebih Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 1

Struktur tim terbaik tergantung pada gaya manejemen sebuah organisasi. Ada 3 organisasi tim yang umum : 1. Demokratis Desentralisasi Pemimpin tidak permanen, tugasnya pendek, koordinator berganti, keputusan dibuat oleh konsensus kelompok, komunikasi bersifat horisontal. 2. Terkontrol Desentralisasi Pemimpin primer mengkoordinasi tugas khusus dan pemimoin sekunder bertanggung jawab atas sub-sub masalah. Komunikasi horisontal tapi kontrol dilakukan vertikal. 3. Terkontrol Sentralisasi Koordinasi pemecahan masalah dilakukan di pimpinan puncak dan dibentuk tim internal, komunikasi secara vertikal. MODEL PROSES REKAYASA PL 1. Sekuensial Linier (waterfall) Analisis Desain Kode Testing Maintenance Analisis Kebutuhan PL Pengumpulan kebutuhan, domain informasi, unjuk kerja, antar muka diperlukan Desain Struktur data, arsitektur PL, representasi interface, algoritma detail. Kode / Coding Pengubahan kedalam bentuk mesin yang dapat dibaca. Pengujian Logika internal PL, memastikan semua sesuai dengan keinginan 2. Prototipe Mendengarkan Pelanggan Membangun dan memperbaiki Pengujian oleh Pelanggan Secara ideal prototipe sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi kebutuhan PL. Apa kelebihan / kelemahan prototipe?? Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 2

3. RAD (Rapid Aplication Development ) Pengembangan sekuential linier yang dipercepat dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen. Fase-fase RAD Bussines Modelling Data Modelling Proses Modelling Aplication Generation Testing and Turnover Bila sistem tidak dapat dimodulkan secara sistematis / teratur, komponen pengembangan RAD akan menjadi problematis. RAD menekankan perkembangan komponen program yang dapat Reusable. 4. SPIRAL Model proses PL yang evalusioner, yang merangkai sifat interatif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model sekuensial linear. Komunikasi Perancanaan analisis resiko Dgn pelanggan Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 3

Evaluasi Konstruksi Rekayasa Pelanggan PENJELASAN TAHAPAN : Komukasi Pelanggan mencatat kebutuhan pelanggan Perencanaan Mendefinisikan sumber daya, schedul waktu Analisis Resiko Menaksir resiko baik teknis maupun manajemen Rekayasa Membangun satu/lebih representasi aplikasi Konstruksi Mengkontruksi, menguji, menginstal dan pelatihan Evaluasi Pelanggan Umpan balik dari pelanggan selama implementasi Pengaruh karakteristik proyek pada struktur tim Tipe tim DD CD CC 1. Tingkat kesulitan Tinggi Rendah 2. Ukuran Besar Kecil 3. Umur Tim Singkat Panjang 4. Modularitas Tinggi Rendah 5. Keandalan Tinggi Rendah 6. Tanggal Pengiriman Ketat/pasti Longgar 7. Sosiabilitas Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 4

Tinggi Rendah DD = Demokratis Desentralisasi CD = Terkontrol Desentralisasi CC = Terkontrol Sentralisasi METRIK PENGUKURAN PROYEK PL / SISTEM Pengukuran merupakan sesuatu hal yang pokok bagi disiplin ilmu eksak. Pengukuran dapat digunakan pada proyek PL untuk membantu perhitungan, kualitas kontrol, perkiraan produktivitas dan kontrol proyek. Pengukuran Output Sebuah fungsi usaha dan waktu yang diaplikasikan Pengukuran Kesesuaian Pemakaian Produk kerja yang dihasilkan Pengukuran, Metrik dan Indikator Measure (mengukur) : mengidentifikasikan kuantitatif dari jumlah, dimensi, kapasitas atau ukuran dari atribut sebuah produk. Measurement (Pengukuran) : kegiatan menentukan sebuah ukuran. Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 5

Metrik : ukuran kuantitatif dari tingkat dimana sebuah sistem, komponen atau proses memiliki atribut tertentu. Rekayasa Perangkat Lunak mengumpulkan pengukuran dan mengembangkan metrik sehingga diperoleh suatu indikator yang dapat memungkinkan manajer proyek agar dapat menyesuaikan proses, proyek dan produk untuk menjadi lebih baik. Indikator : sebuah metrik atau kombinasi dari metrik yang memberikan pengetahuan kedalam proses PL. Indikator Proses : memperoleh pengetahuan tentang reliabilitas Sebuah proses yang sedang berlangsung Proyek : Memungkinkan manajer proyek PL untuk : memperkirakan status sebuah proyek yang sedang berlangsung Menelusuri resiko-resiko potensial Menemukan area masalah Menyesuaikan aliran kerja atau tugas-tugas Mengevaluasi kemampuan tim proyek untuk mengontrol kualitas hasil kerja RPL Produk Proses Manusia Teknologi Lingkungan Pengembangan Gambar : Determinan untuk kualitas dan efektifitas organisasional perangkat lunak Statistical Software Proses Improvement (SSPI) Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 6

Analisis kegagalan PL untuk mengumpulkan informasi seputar semua kesalahan dan cacat yang terjadi pada sebuah aplikasi, sistem atau produk. Interface logik penanganan data H/w Interface PL Standar 6.9 % Pemeriksaan Kesalahan spesifikasi Interface pemakai Gambar : Penyebab cacat dan asalnya pada proyek PL Metrik proyek memiliki tujuan ganda : 1. Untuk meminimalkan jadwal pengembangan dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menghindari penundaan serta mengurangi masalah resiko potensial. 2. Untuk memperkirakan kualitas produk pada baris yang berlaku dan modifikasi untuk meningkatkan kualitas. Pada saat kualitas meningkat ; kesalahan menjadi minimal dan selagi kesalahan berkurang, jumlah kerja ulang yang dibutuhkan selama proyek berlangsung juga berkurang. Dengan demikian pembiayaan proyek secara keseluruhan dapat berkurang. Bahwa setiap proyek seharusnya mengukur : Input SDM, lingkungan yang dibutuhkan Output produk kerja selama proses RPL Hasil Efektifitas kemampuan penyampaian dari aktifitas satu ke aktifitas kerangka kerja selanjutnya. Pengukuran Perangkat Lunak Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 7

1. Pengukuran langsung biaya & usaha yang diaplikasikan Listing program Kecepatan eksekusi Ukuran memori Error pada sejumlah periode waktu. 2. Pengukuran tidak langsung fungsionalitas dan kualitas, kompleksitas, efisiensi, maintenance (kemampuan pemeliharaan), reliabilitas (keandalan). Metrik proyek memiliki tujuan ganda : 1. Untuk meminimalkan jadwal pengembangan dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan, untuk menghindari penundaan serta mengurangi masalah dan resiko potensial. 2. Untuk memperkirakan kualitas produk pada basis yang berlaku dan modifikasi untuk meningkatkan kualitas. Pada saat kualitas meningkat, kesalahan menjadi minimal dan selagi kesalahan berkurang, jumlah kerja ulang yang dibutuhkan selama proyek berlangsung juga berkurang. Dengan demikian pembiayaan proyek secara keseluruhan dapat berkurang. Bahwa setiap proyek seharusnya mengukur : a. Input SDM, lingkungan yang dibutuhkan b. Output produk kerja selama proses RPL c. Hasil Efektifitas kemampuan dari aktifitas saru ke aktifitas kerangka kerja selanjutnya. PENGUKURAN PERANGKAT LUNAK Pengukuran langsung biaya dan usaha yang diaplikasikan Listing program Kecepatan eksekusi Ukuran memori Error pada sejumlah periode waktu Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 8

Pengukuran tidak langsung fungsionalitas dan kualitas, kompleksitas, efisiensi, maintenance (kemampuan pemeliharaan), Reliabilitas (keandalan). Beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengukuran : 1. Metrik size oriented Pengukuran produktifitas dengan mempertimbangkan ukuran perangkat lunak yang dihasilkan, dapat dibuat tabel dibawah ini : Proyek LOC Dollar $ Halaman Error Cacat SDM Alpha 12.000 168 365 134 29 3 Beta 27.200 440 1231 321 86 5 Gamma 20.993 312 1223 256 64 7 Dari data tabel yang belum normalisasi dapat dikembangkan metrik size oriented yang sederhana untuk setiap proyek. Seperti : Kesalahan (error) per KLOC $ per KLOC, cacat (defect) per KLOC Halaman dokumentasi per KLOC Kesalahan / person LOC per person-month $ / halaman dokumentasi 2. Metrik function oriented Pengukuran fungsionalitas yang disampaikan oleh aplikasi sebagai suatu nilai normalisasi. Karena fungsionalitas tidak dapat diukur langsung sehingga butuh suatu cara yang dapat dijadikan acuan yaitu dengan function point. Parameter Pengukuran Faktor pembobotan Jumlah Sederhana Rata-rata kompleks total Jumlah input pemakai 6 3 4 6 24 Jumlah interface internal 7 6 7 10 Jumlah file 5 4 5 7 Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 9

Jumlah output pemakai 9 7 10 15 TOTAL Function point didapat dari sebuah hubungan empiris berdasarkan pengukuran langsung domain informasi perangkat lunak yang dapat dihitung. Untuk menghitung titik-titik fungsi (fp) dipakai hubungan rumus sebagai berikut : Fp = jumlah total x [0.65 + 0.01 x fi ] Dimana fi adalah harga penyesuaian kompleksitas berdasarkan respon pada pertanyaan Rata rata setiap faktor pada skala 0 5 Tidak pengarauh 0 1 2 3 4 5 insident moderat Ratarata signifik al an essensi al Daftar pertanyaan : 1. apakah sistem membutuhkan back-up dan recovery yang reliable? 2. apakah komunikasi data dibutuhkan? 3. apakah fungsi pemrosesan didistribusikan? 4. apakah kinerja penting? 5. apakah sistem membutuhkan entri data secara on line? 6. Apakah kode di desain untuk dapat dipakai kembali? Bila sudah dapat fp maka dapat dijadikan acuan untuk produktivitas, kualitas serta atribut-atribut yang lain seperti : Kesalahan per fp Cacat per fp $ per fp Ukuran LOC (list of code) dan fp sering digunakan untuk mendapatkan metrik produktifitas walaupun tidak mutlak sebagai ukuran produktivitas (masih dalam perdebatan) Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 10

Basili dan Zelkowitz menetapkan 4 faktor yang mempengaruhi produktifitas PL, yaitu : a. Faktor manusia ukuran dan keahlian organisasi pengembangan b. Faktor masalah kompleksitas masalah yang dipecahkan dan jumlah perubahan/ batasan c. Faktor proses teknik analisis dan desain yang digunakan bahasa pemrograman yg dipakai d. Faktor sumber daya pemakaian h/w dan s/w yang lain Jika faktor-faktor tersebut diatas rata-rata (sangat baik) maka produktifitas akan secara signifikan menjadi baik. MENGUKUR KUALITAS PL Gilb T. mendefinisikan ukuran kualitas PL dilihat dari beberapa aspek, yaitu : a. Catat per KLOC; dimana cacat diartikan kurangnya kesesuaian dengan persyaratan b. Maintanabilitas; kemudahan dimana program dapat dikoreksi jika ditemukan kesalahan, dapat beradaptasi jika lingkungan berubah. Mudah dikembangkan bila pelanggan menginginkan perubahan. c. Integritas; kemampuan sistem untuk menahan serangan terhadap sekuritasnya. Serangan dapat berupa virus maupun hacker yang mengganggu program data maupun dokumen. Integritas = [ 1 ancaman x ( 1 - sekuritas) ] Ancaman : kemungkinan serangan yang terjadi dalam periode waktu yang ditentukan. d. Usabilitas; usaha untuk mengukur user friendly dengan 4 karakter, yakni : ketrampilan fisik atau intelektual untuk mempelajari sistem waktu yang diperlukan untuk menggunakan sistem penilaian subjektifitas terhadap sistem (menggunakan kuisoner) peningkatan produktifitas ketika sistem digunakan EFISIENSI PENGHAPUSAN CACAT (DEFECT) Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 11

Deffect Removal Efficiency (DRE) dapat dihitung dengan rumus : DRE = E / ( E + D) Dimana E : jumlah kesalahan yang ditemukan sebelum PL dikirim ke user D : jumlah cacat yang ditemukan setelah pengiriman Nilai ideal, DRE adalah 1 (karena tidak ada cacat), jika E bertambah maka kemungkinan besar nilai akhir D akan berkurang (kesalahan disaring sebelum menjadi cacat). DRE dapat digunakan untuk menilai kemampuan tim menemukan kesalahan sebelum ke proses pengembangan PL berikutnya. Rumus yang digunakan : DREi = Ei / (Ei + E i+1 ) PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK Aktifitas pertama dari perencanaa proyek PL adalah estimasi, meskipun estimasi merupakan sebuah seni tetapi ada beberapa teknik dalam membuat estimasi baik waktu maupun biaya. Ada beberapa komponen dalam membuat estimasi : 1. Project Complexity Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 12

Akan berpengaruh terhadap ketidakpastian yang inheren dalam perencanaan, walaupun kompleksitas merupakan pengukuran relatif bagi setiap pengembang, sebagai contoh pengembang yang terbiasa membuat aplikasi real time merasa kesulitan jika mendapatkan proyek aplikasi batch. 2. Project Size Bila ukuran bertambah maka ketergantungan diantara elemen PL akan meningkat dengan cepat. Sehingga ukuran proyek PL akan mempengaruhi akurasi estimasi. Dekomposisi masalah merupakan salah satu teknik mengatasi proyek PL yang besar. 3. Structural Uncertainty Akan berpengaruh pada resiko estimasi. Bila proyek masa lalu dapat dikerjakan secara komprehensif dan terdokumentasi dengan rapi maka estimasi dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih tinggi. Jadwal dapat dibuat untuk menghindari kesulitas-kesulitan yang terjadi dimasa lalu dan resiko keseluruhan dapat dikurangi. Wahyudin - manajemen proyek perangkat lunak 13