Hukum Perdata. Rahmad Hendra

dokumen-dokumen yang mirip
HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM.

ASAS-ASAS HUKUM PERDATA

Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara

BAB III ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK DALAM JUAL BELI PASAL 1493 KUH PERDATA

1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6.

POKOK-POKOK HUKUM PERDATA

II. Istilah Hukum Perdata

BAB I PENDAHULUAN. Namun di Indonesia hukum yang diterapkan adalah hukum secara terlulis.

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Pendapat Umum, yang dimaksud dengan Hukum adalah:

BAB III HUKUM PERDATA

KISI UAS PPKN 20 Desember 2014

Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata

HUKUM PERDATA DALAM PERSPEKTIF BW

HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI.

Prof. Dr. I Ketut Oka Setiawan, SH. MH. SpN. HUKUM PERDATA MENGENAI ORANG DAN KEBENDAAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Pengantar. Hukum PERDATA. ÉÄx{M. Joeni Arianto Kurniawan, S. H. Joeni Arianto K - Pengantar Hukum Perdata

SEJARAH BURGERLIJK WETBOEK (BW)

Dinamika Pembangunan dan Pengembangan Hukum di Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan

HUKUM DAGANG ASAS-ASAS HUKUM DAGANG

PENGANTAR ILMU HUKUM. Henry Anggoro Djohan

PERKEMBANGAN HUKUM PERDATA TENTANG ORANG DAN HUKUM J= LUAR A. 7{.MtJj No. Klass.. f\fo _ Tgl. Hadiah/Bef;

BURGELIJK WETBOEK (Menelusuri Sejarah Hukum Pemberlakuannya di Indonesia)

Pengantar Hukum Dagang. Copyright by dhoni yusra

Prof. Dr. I Ketut Oka Setiawan, SH. MH. CN. HUKUM PERDATA MENGENAI ORANG DAN KEBENDAAN. Edisi Revisi

Definisi Hukum Dagang. Sejarah Hk Dagang. Kesimpulannya adalah: 9/16/2014. Hk Dagang yg kita pelajari adalah:

Sejarah Perkembangan Hukum Perdata di Indonesia

Peta Kompetensi Hukum Dagang dan Kepailitan /HKUM4207/4 sks

Bahan Perkuliahan Hukum Perdata (Yusuf Faisal Ali., M.H)

Hukum Perdata disebut juga dengan hukum privat (privaatrechts) atau hukum sipil (civielrechts). Istilah perdata berasal dari bahasa Sangsekerta yang

BAB III HIBAH DALAM DALAM PASAL 1688 KUH PERDATA. A. Sekilas tentang Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah

SILABUS PENGANTAR HUKUM INDONESIA By CEKLI SETYA PRATIWI, SH. LITERATURE

PERBANDINGAN HUKUM PERDATA 4 SISTEM HUKUM DI DUNIA. Oleh : Diah Pawestri Maharani, SH MH

BAB I PENDAHULUAN. benua dan lautan yang sangat luas, maka penyebaran agama-agama yang dibawa. melaksanakan kemurnian dari peraturan-peraturannya.

SEJARAH HUKUM INDONESIA

HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA

BAB I PENGANTAR 1.1 Pengertian Hukum Pidana Hukum Pidana Endah Lestari D.,SH,MH. Fakultas Hukum Univ. Narotama Surabaya

BAB III HARTA BERSAMA MENURUT PASAL 124 DAN 125 KUH PERDATA. dengan istilah Burgerlijk Wetboek (BW) adalah kodifikasi hukum perdata yang

HUKUM PERDATA. Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas kuliah. Pengantar Hukum Indonesia (PHI) Dosen Pengampu: Dwi Nur Fauziah A, S.H, M.

BAB III WASIAT PENGANGKATAN AHLI WARIS (ERSFTELLING) DALAM KUHPERDATA. yaitu segala hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan perorangan.

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Mewaris adalah menggantikan hak dan kewajiban seseorang yang

PEMANFAATAN BARANG GADAI MENURUT PASAL 1150 KUH PERDATA

BAB III KEWARISAN DALAM HUKUM PERDATA. Hukum waris Eropa yang dimuat dalam Burgerlijk Wetboek

TINJAUAN YURIDIS DAMPAK PERKAWINAN BAWAH TANGAN BAGI PEREMPUAN OLEH RIKA LESTARI, SH., M.HUM 1. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Belanda, meskipun saat ini penggolongan penduduk telah dihapus semenjak adanya

Sejarah Terbentuknya Hukum Perdata (BW)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN. Universitas. Indonesia

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN

EVITAWATI KUSUMANINGTYAS C

BAB. VI PEMBIDANGAN HUKUM

BAB I. PENDAHULUAN. Advendi Simangunsong, Elsi Kartika Sari, Hukum Dalam Ekonomi, Jakarta, PT Gramedia Widiasrana Indonesia. halaman 2.

BAB II PERJANJIAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. tentang Pembuktian dan Kadaluwarsa/Bewijs en Verjaring.

KEKUATAN YURIDIS METERAI DALAM SURAT PERJANJIAN

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dalam hidupnya akan mengalami berbagai peristiwa hukum.

RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN

Ruang Lingkup Hukum Agraria

BAB 1 PENDAHULUAN. meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan. Diantara ciptaan-nya, manusia

UNIFIKASI HUKUM PERDATA DALAM PLURALITAS SISTEM HUKUM INDONESIA Muhammad Noor 1

TINJAUAN MENGENAI ASPEK HUKUM PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT KUHPERDATA (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Jepara)

MAKALAH KONTRAK. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Hukum Bisnis DosenPengampu :Andy Kridasusila, SE, MM.

SISTEM HUKUM MAKALAH

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGANTAR HUKUM INDONESIA

PENGALIHAN HAK MILIK ATAS BENDA MELALUI PERJANJIAN JUAL BELI MENURUT KUH PERDATA. Oleh : Deasy Soeikromo 1

Tanah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam kehidupan. manusia, hewan, dan juga tumbuh-tumbuhan. Fungsi tanah begitu penting dan

Perbandingan Hukum Perdata I. PHP-PENGANTAR. Last update: 27/2/2012

BAB I PENDAHULUAN. kehidupannya agar berjalan tertib dan lancar, selain itu untuk menyelesaikan

BAB 1 PENDAHULUAN. Penuntutan, (Jakarta: Sinar Grafika, 2005), hlm ), hlm.94.

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN

BAB III IMPLIKASI HAK KEWARISAN ATAS PENGAKUAN ANAK LUAR

Sistem Hukum. Nur Rois, S.H.,M.H.

Pendahuluan. A. Perbandingan sebagai Metode- Sasaran

BAB I PENDAHULUAN. mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan dilakukan manusia sudah berabad-abad. Pembangunan adalah usaha untuk

Lex Crimen Vol. VI/No. 5/Jul/2017

LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR : 8TAHUN 2010 TANGGAL : 6 SEPTEMBER 2010 TENTANG : TATA CARA PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

C. HUKUM MENURUT TEMPAT BERLAKUNYA

HUKUM BISNIS (Pengantar) Untuk Manajemen FE UNY Oleh : Iffah Nurhayati

BAB I PENDAHULUAN. Suatu persetujuan tertentu berupa rangkaian kata-kata sebagai gambaran

SUMBER HUKUM. A. Sumber Hukum Materiil menurut Prof. Mr. Dr. L.J. Apeldoorn B. Sumber Hukum Materiil menurut E. UTRECHT

Lex Privatum, Vol. III/No. 4/Okt/2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

A. Beberapa pemimpin yang bertindak diktator terhadap rakyatnya : 1. Adolf Hilter

HUKUM AGRARIA. Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam. mengatur Hak Penguasaan atas Tanah. Hak Penguasaan Atas Tanah

PENJUALAN HARTA BERSAMA BERUPA HAK ATAS TANAH DALAM PERKAWINAN CAMPURAN TANPA PERJANJIAN KAWIN

BAB I PENDAHULUAN. antaranya, waris menurut hukum BW (Burgerlijk Wetboek), hukum Islam, dan. Ika ini tidak mati, melainkan selalu berkembang.

Pertemuan ke-3 Pembentukkan UUPA dan Pembangunan Hukum Tanah Nasional. Dr. Suryanti T. Arief SH.,MKn.,MBA

Demokrasi seringkali mati dalam kamar dengan pintu tertutup Dalam negara hukum, hukum adalah raja. Omnes legume servi sumus ut liberi esse possimus

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia ada tata hukum yaitu tata tertib dalam pergaulan hidup

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan tanpa kecuali. Hukum merupakan kaidah yang berupa perintah

BAB III ANALISA TERHADAP AHLI WARIS PENGGANTI (PLAATSVERVULLING) PASAL 841 KUH PERDATA DENGAN 185 KHI

Transkripsi:

Hukum Perdata Rahmad Hendra

Hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana) Hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.

Terjadinya hubungan hukum antara pihak-pihak menunjukkan adanya subyek sebagai pelaku dan benda yang dipermasalahkan oleh para pihak sebagai obyek hukum. Subyek hukum adalah segala sesuatu yang dapat mempunyai hak dan kewajiban untuk bertindak dalam hukum. Terdiri dari orang dan badan hukum.

Obyek hukum adalah segala sesuatu berguna bagi subyek hukum dan dapat menjadi pokok suatu hubungan hukum yang dilakukan oleh subyek hukum. Obyek hukum adalah benda. Hak adalah kekuasaan, kewenangan yang diberikan oleh hukum kepada subyek hukum. Kewajiban adalah beban yang diberikan oleh hukum kepada orang ataupun badan hukum

Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain: sistem hukum Anglo-Saxon (Common Law) yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya termasuk negara persemakmuran atau negaranegara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat.

Sistem hukum Eropa Continental, sistem hukum yang diterapkan di daratan Eropa. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.

Hukum asli bangsa Perancis sudah ada, tetapi tetap diberlakukan Hukum Romawi, sehingga berlaku 3 Hukum, yaitu : (1) HK. Romawi, (2) HK. Perancis, (3) HK. Agama. Terjadi PLURALISME HUKUM. Pada masa pemerintahan Raja Perancis Frederick XV, Napoleon Bonaparte (1804) membuat unifikasi Hukum Perancis dengan jalan kodifikasi : CODE CIVIL DE FRANCE, yang pembuatannya sangat terpengaruh dengan tiga hukum tadi

Kemudian Perancis menjajah Belanda, dan Hukum Perancis-pun diterapkan di Belanda pada tahun 1811 M. Setelah pendudukan Perancis berakhir, dibentuk panitia untuk merencanakan kodifikasi Hukum Perdata Belanda.

Pada Tahun 1814 Belanda mulai menyusun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Sipil) atau KUHS Negeri Belanda, berdasarkan kodifikasi hukum Belanda yang dibuat oleh MR.J.M. KEMPER disebut ONTWERP KEMPER namun sayangnya KEMPER meninggal dunia [1824] sebelum menyelesaikan tugasnya dan dilanjutkan oleh NICOLAI yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Belgia. Di dalam membuat Hukum Perdata Belanda sebagian besar Code Civil dan sebagian kecil Hukum Belanda Kuno dipadukan menjadi KODIFIKASI BELANDA (1830).

Keinginan Belanda tersebut terealisasi pada tanggal 6 Juli 1830 dengan pembentukan dua kodifikasi yang baru diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 1838 oleh karena telah terjadi pemberontakan di Belgia yaitu : 1.Burgerlijk Wetboek yang disingkat BW [atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata-Belanda. 2.Wetboek van Koophandel disingkat WvK [atau yang dikenal dengan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]

Pada tahun 1848 Hukum Belanda diterapkan di Indonesia (Hindia Belanda) pada waktu Belanda menjajah Indonesia.

Dasar Berlakunya BW di Indonesia BW berlaku di Indonesia dengan dasar ASAS KONKORDANSI, Pasal 131 ay (2) Sub. a. IS, yang menyatakan terhadap orang Eropa yang berada di Indonesia diberlakukan Hukum Perdata asalnya, yaitu : Hukum Perdata yang berlaku di Negara Belanda. BW berlaku dengan Pasal II aturan peralihan UUD 1945

KEDUDUKAN KUHPERDATA DENGAN UU KUHPerdata merupakan terjemahan BW yang tidak resmi (1957). Akan tetapi tidak ada sanggahan, bantahan, sehingga merupakan perilaku yang diulang-ulang dan lama-lama mempunyai kekuatan mengikat

Hukum Kebiasaan DIE NORMATIEVE KRAFT DES FAKTISCHEN dan Keputusan Hakim dianggap benar : KUHPerdata sejajar dengan UU RES JUDICATA PRO VERETATE HABITUR

Pengertian hukum perdata Menurut Subekti Hukum perdata dalam arti luas meliputi semua hukum privat materiil, yaitu segala hukum pokok yang mengatur kepentingan-kepentingan perseorangan.

Sri Soedewi Masjchoen Sofwan Hukum perdata adalah hukum yang mengatur kepentingan antara warga negara perseorangan yang satu dengan warganegara perseorangan yang lain. Wirjono Prodjodikoro Hukum perdata adalah suatu rangkaian hukum antara orang-orang atau badan hukum satu sama lain tentang hak dan kewajiban.

Sudikno Mertokusumo Hukum perdata adalah hukum antar perorangan yang mengatur hak dan kewajiban perorangan yang satu terhadap yang lain di dalam hubungan keluarga dan di dalam pergaulan masyarakat. Pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing pihak.

Vollmar Hukum perdata ialah aturan-aturan atau normanorma, yang memberikan pembatasan dan oleh karenanya memberikan perlindungan pada kepentingan-kepentingan perseorangan dalam perbandingan yang tepat antara kepentingan yang satu dengan yang lain dari orang-orang di dalam suatu masyarakat tertentu.

Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang/badan hukum yang satu dengan orang/badan hukum yang lain di masyarakat dengan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan (pribadi/badan hukum).

Sudikno Mertokusumo menyebutkan beberapa tolok ukur dari hukum perdata terutama dalam hal untuk membedakannya dengan hukum publik : 1. dalam hukm publik salah satu pihak adalah penguasa, sedangkan dalam hukum perdata kedua belah pihak adalah perorangan tanpa menutup kemungkinan bahwa dalam hukum perdata pun penguasa dapat menjadi pihak juga. 2. peraturan hukum publik sifatnya memaksa, sedangkan peraturan hukum perdata pada umumnya bersifat melengkapi mekipun ada juga yang bersifat memaksa.

3. Tujuan hukum publik ialah melindungi kepentingan umum, sedangkan hukum perdata betujuan melindungi kepentingan individu/perorangan. Kriteria ini ternyata mengalami perkembangan, baik hukum publik maupun hukum perdata bertujuan memberi perlindungan pada kepentingan umum. 4. hukum publik mengatur hubungan hukum antar negra dengan individu, sedangkan hukum perdata mengatur hubungan hukum antar individu.

Hukum perdata di indonesia sampai saat ini masih beraneka ragam (pluralistis), dimana masing-masing golongan pendduduk mempunyai hukum perdata sendiri-sendiri kecuali bidang-bidang tertantu yang sudah ada unifikasi hukum perkawinan, hukum agraria.

Sistematika KUHPerdata: 1) Buku I, yang berkepala perihal orang, memuat hukum tentang diri seseorang dan hukum keluarga; 2) Buku II, yang berkepala perihal benda, memuat hukum perbendaan serta hukum waris;

3) Buku III, yang berkepala perihal perikatan, memuat hukum kekayaan yang mengenai hak-hak dan kewajibankewajiban yang berlaku terhadap orangorang atau pihak-pihak yang tertentu; 4) Buku IV, yang berkepala perihal pembuktian dan lewat waktu, memuat perihal alat-alat pembuktian dan akibatakibat lewat waktu terhadap hubunganhubungan hukum;