Prosedur Energi Listrik

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Database audit energi menggunakan Program Visual Basic 6.0

AUDIT ENERGI DAN ANALISA PELUANG HEMAT ENERGI PADA BANGUNAN GEDUNG PT. X

AUDIT ENERGI DAN ANALISA PELUANG HEMAT ENERGI PADA BANGUNAN GEDUNG PT. X

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Prosedur audit energi pada bagunan gedung

AUDIT ENERGI DAN ALALISIS PELUANG PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK GEDUNG MAHKAMAH KONSTITUSI JAKARTA

I. PENDAHULUAN. udaranya. Sistem tata udara pada Gedung Rektorat Universitas Lampung masih

POTENSI PENGHEMATAN ENERGI LAMPU,AC DAN INSTALASI LISTRIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

BAB III METODE PENELITIAN

Abstrak. 2. Studi Pustaka. 54 DTE FT USU

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konservasi energi listrik untuk perencanaan dan pengendalian pada gedung

I. PENDAHULUAN. fungsi dan luas ruangan serta intensitas penerangannya.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada pelaksanaan dalam Audit Energi yang dilakukan di Gedung Twin Building

KONSENTRASI TEKNIK ENERGI ELEKTRIK

AUDIT ENERGI UNTUK PEMAKAIAN AIR CONDITIONING (AC) PADA GEDUNG PERKANTORAN DAN RUANG KULIAH DI UPI Syamsuri Hasan, Maman Rakhman, dan Agus Maulana 1

BAB IV ANALISIS DATA. menentukan berapa besar energi yang dikonsumsi per tahun. Data yang diperoleh,

BAB III PELAKSANAAN AUDIT ENERGI

AUDIT DAN KONSERVASI ENERGI SEBAGAI UPAYA PENGOPTIMALAN PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK DI KAMPUS KASIPAH UNIMUS

PERHITUNGAN AUDIT ENERGI LISTRIK DI GEDUNG F UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB III LANDASAN TEORI

Gambar 5.24 Titik Pengukuran Data Pencahayaan Auditorium Gambar 5.25 Pengukuran Data Pencahayaan Ruang Kelas P.7.3, P.7.2 dan P.7.4.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang menghubungkan aliran listrik trafo dengan mesin mesin yang ada di PT Sanwa

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

STUDI TERHADAP KONSERVASI ENERGI PADA GEDUNG SEWAKA DHARMA KOTA DENPASAR YANG MENERAPKAN KONSEP GREEN BUILDING

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Pada pelaksanaan Audit Energi yang akan dilakukan pada gedung Pasca Sarajana

Konservasi Energi Listrik di Hotel Santika Palu

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat

AUDIT ENERGI GEDUNG FT UIBA. Bahrul Ilmi, Ratih Diah Andayani Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas IBA, Palembang

IDENTIFIKASI PELUANG PENGHEMATAN PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA RS. DR. CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA

Optimalisasi Pemakain Daya Tersambung (KVA) Pada RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang

PERANGKAT LUNAK AUDIT SEBAGAI ALAT BANTU SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK UPAYA KONSERVASI ENERGI

BAB II DASAR TEORI. konsumsi energi pada bangunan gedung dan mengenali cara cara untuk

ANALISA DAN PERANCANGAN AUDIT ENERGI PADA PENGGUNAAN LAMPU HOTEL CIPUTRA SEMARANG

ANALISA INTENSITAS KONSUMSI LISTRIK MELALUI AUDIT ENERGI SKALA RUMAH TANGGA

BAB II LANDASAN TEORI

EVALUASI NILAI IKE MELALUI AUDIT ENERGI AWAL KAMPUS 3 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2017 LAPORAN TUGAS AKHIR

Tarif dan Koreksi Faktor Daya

Analisis Pemasangan Kapasitior Daya

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI Dl LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA.

TEKNIKA VOL. 2 NO

ANALISA KEBUTUHAN ENERGI MINIMUM PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LANCANG KUNING TAHUN 2016

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK ANALISA PENGHEMATAN POMPA AIR DIHOTEL SANTIKA SEMARANG. Jalan Prof. Sudharto S.H Tembalang, Semarang

Audit Energi pada Bangunan Gedung Direksi PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

FORMAT LAPORAN PELAKSANAAN PENGHEMATAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK

Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Rumah Tangga, terdiri atas:

PELUANG PENGHEMATAN ENERGI PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

AUDIT ENERGI UNTUK MENDAPATKAN PELUANG PENGHEMATAN ENERGI SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI SALAH SATU HOTEL DI SEMARANG

AUDIT ENERGI PADA BANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT Dr. KARYADI SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis yang digunakaan menggunakan metodologi berupa observasi langsung

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. efisiensi proses produksinya sebagai syarat untuk bisa terus bertahan di tengah

TENTANG PENGHE. : a. Peraturan. b. menetapkan. Gubernur : 1. Pemerintah. Menimbang. tentang. Nomor ); 4. Tahun. Prov Jatim

BAB I PENDAHULUAN. tidak dapat dimusnahkan, dapat dikonversikan atau berubah dari bentuk

GOLONGAN TARIF DASAR LISTRIK

Audit Energi dan Analisis Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Peralatan Listrik di Gedung Pelayanan Unila

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dilaksanakan selama 1 bulan pada tanggal 16 januari 2017 sampai 16 februari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Energi Listrik, Daya Listrik dan Tarif Listrik

ANALISA DAN PERANCANGAN AUDIT ENERGI PADA SISTEM KELISTRIKAN HOTEL CIPUTRA SEMARANG

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN: ANALISA PEMAKAIAN DAYA LAMPU LED PADA RUMAH TIPE 36

BAB III BEBAN LISTRIK PT MAJU JAYA

Bab IV Analisis Kelayakan Investasi

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

1 BAB I PENDAHULUAN. diiringi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Beriringan pula dengan

PENGUJIAN TINGKAT PENCAHAYAAN DI RUANG KULIAH SEKOLAH C LANTAI III- O5

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi masyarakat, dan pesatnya perkembangan teknologi. Berdasarkan data

BAB I PENDAHULUAN. listrik yang pada gilirannnya akan berdampak pada terhambatnya roda

Inpres No.10 Tahun 2005 tentang penghematan energi. Pelaksanaan audit energi untuk mengetahui penggunaan energi di Rumah sakit

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016

II. TINJAUAN PUSTAKA. apartemen, dan pusat belanja memerlukan listrik misalnya untuk keperluan lampu

III. METODE PENELITIAN. Agar efisiensi operasi AC maximum, masing-masing komponen AC harus

ANALISIS KONSUMSI ENERGI PADA PENGGUNAAN PENDINGIN UDARA KAMAR DI PATRA JASA CONVENTION HOTEL SEMARANG

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN ENERGI DI RUMAH SAKIT SURYA HUSADHA DENPASAR

BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA)

AUDIT ENERGI LISTRIK PADA PT. X. Oleh : ABSTRAK

TARIF DASAR LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN SOSIAL

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2000 TENTANG HARGA JUAL TENAGA LISTRIK YANG DISEDIAKAN OLEH PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Konsumsi energi listrik di gedung Fakultas Pertanian Unila mengalami

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INTENSITAS KONSUMSI ENERGI DI UNIVERSITAS IBA. Bahrul Ilmi 1*, Reny Afriany 2. Corresponding author:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB II LANDASAN TEORI

Konservasi energi pada sistem pencahayaan

MODUL III INTENSITAS CAHAYA

PEDOMAN INSTALASI CAHAYA

ANALISIS UPAYA PENURUNAN BIAYA PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA LAMPU PENERANGAN

BAB III METODE PEMBAHASAN

BAB II DASAR TEORI 2.1 Audit Energi

BAB III METODE PENGOLAHAN DATA

ANALISA EVALUASI INTENSITAS KONSUMSI ENERGI MELALUI AUDIT ENERGI LISTRIK DI GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS RIAU

Transkripsi:

Prosedur Energi Listrik Oleh: Dr. Giri Wiyono, M.T. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta giriwiyono@uny.ac.id

Prosedur Audit Energi Listrik Pada Bangunan Gedung Konsep Audit Energi Listrik Proses Audit Energi Listrik Intensitas Konsumsi Energi (IKE)

Pre Test 1.Apa yang anda ketahui tentang audit energi listrik? 2.Bagaimana proses yang dilakukan dalam audit energi listrik? 3.Apa yang anda ketahui tentang Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik dan apa satuannya? 4.Apa tindaklanjut yang dilakukan jika nilai IKE lebih besar daripada nilai IKE standar? 5.Parameter apa saja yang harus diukur untuk menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik?

Audit Energi Listrik Teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya konsumsi energi listrik pada bangunan gedung dan mengenali caracara penghematannya. Bertujuan untuk mengetahui potret penggunaan energi listrik dan mencari upaya yang perlu untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik.

Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Listrik Istilah yang digunakan untuk menyatakan besarnya pemakaian energi listrik dalam bangunan gedung dan dinyatakan dalam satuan KWh/m 2. Hasil nilai IKE harus sama atau lebih kecil dari nilai standar dan selalu diupayakan untuk dipertahankan lebih rendah di masa-masa mendatang.

Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Listrik untuk Indonesia (Hasil penelitian ASEAN-USAID, 1987) No Jenis Tempat Nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) 1. Perkantoran (komersial) 240 KWh/m 2 per tahun 2. Pusat belanja 330 KWh/m 2 per tahun 3. Hotel/Apartemen 300 KWh/m 2 per tahun 4. Rumah sakit 380 KWh/m 2 per tahun

Audit Energi Listrik Dilakukan dalam dua bagian, yaitu: Audit energi awal Audit energi terinci Audit energi listrik dilakukan oleh pemilik gedung/pengelola gedung berdasarkan data rekening pembayaran energi listrik yang dikeluarkan dan luas gedung.

Audit Energi Awal Dilakukan pengumpulan data energi bangunan dengan data yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. Data yang diperlukan: Dokumentasi bangunan (denah bangunan, gambar instalasi, diagram garis tunggal) Pembayaran rekening listrik bulanan Tingkat hunian bangunan (occupancy rate)

Audit Energi Terinci Dilakukan apabila nilai IKE lebih besar daripada nilai standar Dilakukan apabila alat-alat ukur energi telah tersedia/terpasang lengkap disi dalam gedung terutama yang digunakan untuk mengukur besarnya IKE.

Proses Audit Energi Listrik (1) Audit Energi Awal, yaitu: Pengumpulan dan penyusunan data historis energi listrik tahun sebelumnya. Menghitung besarnya intensitas konsumsi energi (IKE) listrik tahun sebelumnya. Hasilnya berupa data historis energi listrik dan hasil perhitungan IKE.

Proses Audit Energi Listrik (2) Audit Energi Terinci, yaitu: Melakukan penelitian dan pengukuran konsumsi energi listrik. Memeriksa nilai IKE (IKE > Target) Mengenali kemungkinan PHE. Analisa PHE (Peluang Hemat Energi). Rekomendasi PHE Impklementasi PHE. Hasilnya berupa nilai IKE.

Menghitung Besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Listrik 1. Rincian luas bangunan & luas total bangunan (m 2 ). 2. Tingkat pencahayaan ruang (Lux/m 2 ). 3. Daya listrik total yang dibutuhkan (kva atau kw). 4. Intensitas daya terpasang per m 2 peralatan lampu (Watt/m 2 ). 5. Daya listrik terpasang per m 2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. 6. Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik bangunan. 7. Biaya energi bangunan.

Formulir Perhitungan Energi Listrik Data Konsumsi Energi Listrik Tahun... Nama gedung:........ Jumlah orang :........ Luas lantai :..... m 2 Bulan KWh (LWBP) KWh (LWBP) KVArh Total KWh Total Biaya Occupancy rate Jan Feb...... Des Total Rata 2 / bln

Perhitungan Energi Listrik Energi Total/ tahun Tota KWh/ tahun Total Rp/ tahun KWh/ m 2.. tahun Rp/m 2.. tahun Rp/ KWh Listrik Solar Elpiji Bensin Minyak tanah Total

Rekapitulasi Occupancy (%) Luas lantai (m 2 ) KWh/m 2.. tahun Rp/m 2.. tahun Rp/ KWh Target konsumsi energi (KWh/m 2.. tahun)... Estimasi 100% Kesimpulan Baik/ Cukup/ Kurang

Penelitian Energi Audit energi terinci perlu dilakukan apabila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih besar dari nilai standar yang ditentukan. Audit energi terinci untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan tersebut sehingga dapat diketahui peralatan pengguna energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar.

Perkantoran Profil Penggunaan Energi Jenis Peralatan Penggunaan Energi (%) Air Conditioning 66,0 Pencahayaan 17,4 Lift 3,0 Pompa Air 4,9 Lain-lain 8,7 Total 100,0

Profil Penggunaan Energi Perhotelan Jenis Peralatan Penggunaan Energi (%) Air Conditioning 48,50 Pencahayaan 16,97 Lift 8,05 Cleaning & Laundry 5,32 Utilitas 18,67 Lain-lain 2,49 Total 100,0

Profil Penggunaan Energi Rumah Sakit Jenis Peralatan Penggunaan Energi (%) Air Conditioning 56,60 Pencahayaan 18,99 Cleaning & Laundry 3,46 Fasilitas medis 11,62 Utilitas 3,82 Lain-lain 5,51 Total 100,0

Pengukuran Energi Listrik Seluruh analisa energi bertumpu pada hasil pengukuran. Hasil pengukuran harus dapat diandaalkan dan mempunyai kesalahan (error) yang masih dapat diterima. Alat ukur yang digunakan telah dikalibrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Alat ukurnya dapat berupa alat ukur dipasang tetap (permanent) atau alat ukur dipasang tidak tetap (portable).

Tingkat Pencahayaan Alat ukurnya yaitu Lux-meter. Tingkat pencahayaan bidang kerja diukur secara horizontal 75 Cm di atas permukaan lantai. Suatu luasan tertentu diambil nilai rata-rata dari beberapa titik pengukuran. F total x k p x k d E rata-rata = ----------------------- (Lux) A

Pengukuran Tingkat Pencahayaan Persamannya : F total x k p x k d E rata-rata = ----------------------- (Lux) A F total : Fluks luminus total dari semua lampu k p k d yang menerangi bidang kerja (lumen). : koefisien penggunaan : koefisien depresiasi (penyusutan) A : luas bidang kerja (m 2 ).

Tingkat Pencahayaan Minimum Fungsi ruang Tingkat pencahayaan (lux) Kelompok renderasi warna Teras rumah 60 1 atau 2 Ruang tamu 120-250 1 atau 2 Ruang makan 120-250 1 atau 2 Ruang kerja 120-250 1 Kamar tidur 120-250 1 atau 2 Kamar mandi 250 1 atau 2 Dapur 250 1 atau 2 Garasi 60 3 atau 4

Kelompok Renderasi Warna Kelompok renderasi warna Rentang indeks renderasi warna (Ra) Tampak warna 1 Ra > 85 2 70 < Ra < 85 3 40 < Ra < 70 4 Ra < 40 dingin sedang hangat dingin sedang hangat

Diketahui: Contoh Perhitungan (1) Suatu ruangan dengan luas = 10.000 m 2, dan ruangan ini tidak ber-ac (non AC), besarnya konsumsi energi listrik 400 KW. Jam operasi per hari = 10 jam, Jam operasi per bulan = 25 hari. Hitung: Besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) per tahun.

Jawaban (1) Konsumsi Energi rata-rata per hari = 400 (KW) x 10 (jam) = 4.000 (KWh). Konsumsi Energi rata-rata per bulan = 4000 (KWh) x 25 (hari) = 100.000 KWh/bln. Konsumsi Energi rata-rata per tahun = 100.000 KWh x 12 bln = 1.200.000 KWh/th. Intensitas Konsumsi Energi per tahun thd luas = 1.200.000 KWh/th / 10.000 m 2 = 120 KWh/m 2. tahun.

Diketahui: Contoh Perhitungan (2) Suatu ruangan dengan luas ruangan ber-ac = 8.000 m 2, dgn konsumsi energi listrik 480 KW. Sedangkan luas ruangan tidak ber-ac adalah 2.000 m 2, dgn konsumsi energi listrik 80 KW. Jam operasinya per hari = 10 jam, Jam operasinya per bulan = 25 hari. Hitung: Besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) per tahun.

Jawaban (2) Konsumsi Energi per tahun ruang non AC = 80 KW x 10 jam x 25 x 12 = 240.000 KWh/th Konsumsi Energi per tahun ruang ber-ac = 480 KWh x10 x 25 x 12 = 1.440.000 KWh/th Total Konsumsi Energi per tahun = 240.000 + 1.440.000 = 1.680.000 KWh/th. Intensitas Konsumsi Energi per tahun thd luas = 1.680.000 / 10.000 = 168 KWh/m 2. tahun. Intensitas Konsumsi Energi per th thd luas AC = 1.680.000 / 8.000 = 210 KWh/m 2. tahun.

Contoh Perhitungan (3) Diketahui: Suatu ruangan dengan luas ruangan ber-ac = 8.000 m 2, dgn konsumsi energi listrik 480 KW. Terbagi atas ruang yang disewakan 7.000 m 2 dan ruang yang tidak disewakan 1.000 m 2 Sedangkan luas ruangan tidak ber-ac adalah 2.000 m 2, dgn konsumsi energi listrik 80 KW. Jam operasi/hari = 10 jam, per bulan = 25 hari. Hitung: Besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) per tahun thd ruang yg disewakan.

Jawaban (3) Total Konsumsi Energi per tahun = 240.000 + 1.440.000 = 1.680.000 KWh/th. IKE per tahun thd luas = 1.680.000 / 10.000 = 168 KWh/m 2. tahun. IKE per tahun thd luas yang disewakan = 1.680.000 / 7.000 = 240 KWh/m 2. tahun. IKE per tahun thd luas yang tidak ber-ac = 1.680.000 / 2.000 = 840 KWh/m 2. tahun.

Kesimpulan Intensitas Konsumsi Energi pada bangunan gedung komersial dapat berbentuk: IKE per tahun terhadap luas bangunan IKE per tahun terhadap luas yang ber-ac IKE per tahun terhadap luas yang disewakan.

Contoh Perhitungan (4) Diketahui: Sebuah hotel mempunyai jumlah kamar = 169. Luas bangunan = 31.079 m 2, Luas ruangan yang ber-ac = 21.939 m 2. Konsumsi Energi per tahun = 13.466.160 KWh Hitung: Besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) per tahun pada occupancy rate 59%.

Jawaban (4) IKE per tahun thd luas bangunan = 13.466.160 / (31.079 x 0,59) = 734,4 KWh/m 2. tahun IKE per tahun thd luas yang ber-ac = 13.466.160 / (21.939 x 0,59) = 1.040 KWh/m 2. tahun IKE per tahun thd kamar yg disewakan = 13.466.160 / (169 x 0,59) = 135.053 KWh/kamar. tahun

Analisa Peluang Hemat Energi Penurunan Daya Tersambung PLN Sebuah hotel menyambung daya PLN 345 KVA tahun 1994. Biaya penyambungan listrik sebesar Rp. 58.650.000,- Setelah hotel beroperasi selama 4 tahun ternyata pemakaian listriknya rata-rata berkisar antara 205 KVA saja, dengan beban puncaknya sebesar 250 KVA selama 2 jam dalam sehari. Hotel ini berkeinginan untuk menurunkan daya tersambung dari 345 KVA menjadi 279 KVA.

Perhitungan Penurunan Daya PLN Biaya Operasional bulan Oktober 1997 No Jenis biaya Pemakaian Harga Total 1. Biaya beban 345 23.900 8.245.500 2. Biaya LWBP 110.000 238 26.180.000 3. Biaya WBP 24.000 285 6.840.000 Sub total 41.265.500 4. Biaya PLJ 0,03 1.237.965 5. Meterai 1 2.000 2.000 Total biaya 42.505.465

Perhitungan Penurunan Daya PLN Biaya Operasional bulan Nopember 1998 No Jenis biaya Pemakaian Harga Total 1. Biaya beban 279 23.900 6.668.100 2. Biaya LWBP 110.000 238 26.180.000 3. Biaya WBP 24.000 285 6.840.000 Sub total 39.688.100 4. Biaya PLJ 0,03 1.190.643 5. Meterai 1 2.000 2.000 Total biaya 40.880.743

Kesimpulan Penurunan Daya Tersambung PLN dari 345 KVA menjadi 205 KVA ternyata dapat menghemat biaya listrik setiap bulannya sebesar Rp. 1.624.722,- (dengan asumsi perhitungan harga listrik PLN bulan Nopember 1998) Hal ini sebagai salah satu strategi dalam penerapan program manajemen energi listrik pada konsumen industri.

Post Test 1.Apa yang anda ketahui tentang audit energi listrik? 2.Bagaimana proses yang dilakukan dalam audit energi listrik? 3.Apa yang anda ketahui tentang Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik dan apa satuannya? 4.Apa tindaklanjut yang dilakukan jika nilai IKE lebih besar daripada nilai IKE standar? 5.Parameter apa saja yang harus diukur untuk menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik?

Terimakasih