P9 Seleksi & Perulangan

dokumen-dokumen yang mirip
P10 Seleksi & Perulangan

P5 Seleksi Kondisi. A. Sidiq Purnomo Program Studi Teknik Informatika Universitas Mercu Buana Yogyakarta

BAB 5 PERULANGAN DAN ARRAY

IF ELSE IF ELSE. BU : if (kondisi1) Statement; else if (kondisi2) Statement;

PERULANGAN PROSES. Proses perulangan ditandai dengan mekanisme yang disebut loop. Proses Loop : Proses yang berulang-ulang

Struktur Kontrol. 1.Pemilihan (Selection) 2.Pengulangan (Repetition)

BAB V. STATEMEN KONTROL

24/09/2017 PERULANGAN

OPERATOR DAN STATEMEN I/O

Pertemuan2 Percabangan & Perulangan pada Python

Tipe if : If tanpa else (if) If dengan else (if-else) Nested if

Dasar-Dasar Pemrograman (Pengendalian Proses Program)

P - 8 Bab 6 : PHP (Kondisi dan Perulangan)

Pengambilan Keputusan. Konsep Pemrograman Oleh Tita Karlita

FLOWCHART - LANJUTAN

STATEMEN GO TO DAN IF-THEN. Pertemuan IX

DASAR PEMROGRAMAN. PERCABANGAN ( if, if else, if ternary, nested if, switch ) Djoko Soerjanto, M.Kom

BAB 3 STRUKTUR KENDALI, SUBROUTINE, DAN FUNGSI

3. Struktur Perulangan dalam Bahasa C++

Kondisional/Pencabangan/Pemilihan. Konsep Pencabangan Sintaks Konsep if (kasus tunggal) Konsep if-else (2-3 kasus) Konsep switch (lebih dari 3 kasus)

MENGENDALIKAN PROSES PROGRAM

Bab 2 Struktur Dasar

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

Chapter 1 KONSEP DASAR C

Pemrograman Dasar R E P E T I T I O N

Struktur Kontrol. (Repetition)

BAB 6. Struktur Kontrol

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LABSHEET ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Dasar Komputer & Pemrograman 2A

Looping : break, continue, nested loop

V. PENGULANGAN. while (kondisi) { Pernyataan ; } Copyright PIK Unsri Agustus 2006

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

MODUL 2 STRUKTUR KONTROL

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Selection, Looping, Branching

Dasar Pemrograman. Kondisi dan Perulangan. By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I

P11 Array. A. Sidiq Purnomo Program Studi Teknik Informatika Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Struktur Kontrol. (Repetition)

BAB 6. Struktur Kontrol

3. Struktur Perulangan dalam C++

BAHASA PEMROGRAMAN C

Modul Praktikum Bahasa Pemrograman 1

ALUR PROGRAM. SELEKSI KONDISI Statement If a. Bentuk If tunggal sederhana Sintaks : if ( kondisi ) statement ;

Algoritma & Pemrograman #4. by antonius rachmat c, s.kom, m.cs

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Struktur Kontrol. 1.Pemilihan (Selection) 2.Pengulangan (Repetition)

TUGAS PEMROGRAMAN DASAR PENGULANGAN WHILE

Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN

Struktur Kontrol. Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

IF IF ELSE. ELSE IF SWITCH CASE STATEMENT F NT OR, W HILE D O WHILE I 2

MODUL. Operasi Kondisi. Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

MODUL III CONTROL FLOW & FLOWCHART

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

3. Analisis Masalah dan Penyelesaian

Perulangan Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. Pertemuan 3. Algoritma dan Struktur Data. PT. Elektronika FT UNY

Pemrograman Berorientasi Objek. Beni Suranto, S.T.

P 4 Bab 3 : Dasar Pemrograman C

Pertemuan6 Percabangan & Perulangan pada Ruby

TEORI KONSEP PEMPROGRAMAN 3.1

Statemen RESTORE. Statemen INPUT. Contoh : digunakan untuk mengembalikan pointer ke awal DATA sehingga data dapat dibaca kembali.

ALGORITMA (KOMPUTER) : ATURAN PENULISAN DAN STRUKTUR DASARNYA

MODUL 3 PERCABANGAN TINGKAT LANJUT DAN PERULANGAN

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

Decission : if & if else

Struktur kondisi dari IF digunakan untuk melakukan seleksi terhadap pernyataan (statement) tunggal. Bentuk IF Tunggal adalah sebagai berikut :

Perulangan / Looping

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PERTEMUAN 1

Soal hari Jumat (16/10) Latihan 10 MS

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

BAB 6 KONTROL ALIRAN

Control Structure. Dasar Pemrograman C Mikrokontroler AVR. Hendawan Soebhakti Oktober 2009

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Struktur Perulangan Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta

PHP (1) Topik. Intro. Pemrograman Internet. Sekilas tentang PHP 06/11/2012

STRUKTUR KENDALI. Memanfaatkan struktur kendali untuk kasus komputasi

PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Komentar Program. Komentar program dapat diletakkan dimanapun di dalam program. pembatas (* dan *).

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET BAHASA PEMROGRAMAN Semester 3 Perulangan for 4 X 50 menit

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Algoritma dan Pemrograman. Loop control structures: WHILE. Loop control structures: WHILE Perhatikan potongan program berikut: 12/29/2011

OPERATOR, PERULANGAN DAN SELEKSI KONDISI

6 Maret Structure of Java [Penyeleksian Kondisi]

VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM.

24/09/2017 PERCABANGAN

STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON

Aliran Kendali (Flow Control)

Pemrograman Dasar C. Minggu 6

a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar

WEEK 6. Teknik Elektro UIN SGD Bandung PERULANGAN - LOOPING

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Menggunakan struktur kendali pencabangan bersyarat dalam bahasa pemrograman.

PRAKTIKUM 6 PENGULANGAN PROSES 2

UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PERULANGAN for. Praktikum 6 (1/4)

LAPORAN PRAKTIKUM PERTENGAHAN SEMESTER (LAB. ACTIVITY) ALGORITMA & PEMROGRAMAN TEKNIK INFORMATIKA. Oleh: NIM : Materi:

Fungsi : Dasar Fungsi

Pemrograman Dasar S E L E C T I O N

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom

Transkripsi:

P9 Seleksi & Perulangan A. Sidiq Purnomo Program Studi Teknik Informatika Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Tujuan Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami : Mengetahui dan memahami lebih lanjut Perulangan Mengetahui dan memahami lebih lanjut seleksi 2

Pembahasan Perulangan Perulangan dan Kondisi 3

Lebih Lanjut Kondisi

If Dengan Kondisi Berupa Suatu Variabel Telah disebutkan sebelumnya bahwa suatu kondisi yang diseleksi dapat bernilai benar atau bernilai tidak benar (salah). Nilai benar adalah nilai numerik satu dan nilai salah adalah nilai numerik nol. 5

Dengan demikian bentuk dari statemen if berikut ini : if(d==0) printf( Nilai D adalah nol \n ); else printf( Nilai D tidak sama dengan nol \n ) Dapat juga ditulis sebagai berikut : if(d) printf( Nilai D tidak sama dengan nol\n ); else printf( Nilai D adalah nol\n ); 6

Statemen if(d) berarti adalah untuk menyeleksi apakah D bernilai benar atau dengan kata lain apakah D bernilai tidak sama dengan nol. Jika nilai D adalah nol, hasil kondisi yang diseleksi adalah tidak benar, maka statemen setelah else yang diproses. Sebaliknya jika kondisi adlah bernilai benar (D tidak bernilai nol), statemen setelah if yang akan diproses. 7

Agar tidak membingungkan, bentuk dari statemen if dapat juga ditulis sebagai berikut ini (lebih jelas, tetapi kurang efektif). if(!d) printf( Nilai D adalah nol\n ); else printf( Nilai D tidak sama dengan nol\n ); statemen if(!d) berarti adalah jika D bernilai tidak benar atau D sama dengan nol (D==0) 8

Bentuk if Kondisi Jamak Beberapa kondisi dapat diseleksi sekaligus dalam suatu statemen if dengan menggunakan operator logika (logical operator), yaitu operator && (AND), (OR) atau! (NOT). Contoh : Misalnya nilai A=3, B=1, dan C= Y. penyeleksi kondisi jamak sebagai berikut ini akan menghasilkan nilai nilai logika benar. if (A>5 B && C== Y ) printf( Kondisi benar\n ); else printf( Kondisi tidak benar\n ); 9

Hasil dari penyeleksian kondisi ini dapat dievaluasi sebagai berikut ini. 1.Masing-masing kondisi yang berupa ungkapan hubungan diseleksi terlebih dahulu, karena operator hubungan mempunyai jenjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan operator logika. 10

2.Operator logika && mempunyai jenjang yang lebih tinggi dari operator logika, sehingga ungkapan logika (1 && 1) akan diseleksi terlebih dahulu dengan hasilnya adalah nilai logika 1 (benar). 11

3.Hasil akhir dari penyeleksian kondisi jamak ini adalah nilai logika 1 (benar) yang didapat dari hasil ungkapan logika (0 ). 12

Alternatif : Kondisi dengan operator logika AND dapat diuraikan dalam bentuk if tersendiri yang diletakkan sebelum if semula. Pada contoh sebelumnya, bentuk dari statemen if dapat dirubah dengan menggunakan bentu if bersarang sebagai berikut. if(c== Y ) { if(a>5 B) printf( Kondisi benar\n ); else printf( Kondisi tidak benar\n ); } 13

Penting : Selain jenjang dari operator logika menentukan hasil akhir dari penyeleksian kondisi jamak, kurung buka dan kurung tutup akan merubah urutan penyeleksian dengan hasil akhir yang dapat berbeda. Hasil dari penyeleksian kondisi ini : If(A>5 B C== Y && A+B>20) Akan berbeda dengan hasil penyeleksi kondisi berikut : If((A>5 B C== Y ) && A+B>20) 14

Lebih Lanjut Perulangan

Statement For Tanpa Nilai Awal Nilai awal dari pengontrol perulangan for tidak harus ada di dalam statemen for. Tetapi dapat ditentukan sebelum perulangan for. Contoh : 16

Keterangan : Nilai awal dari variable S sebagai variable untuk mengontrol perulangan adalah 3 dan ditentukan sebelum perulangan for. Dalam statement for awal ini tidak perlu ditulis kembali, tetapi tanda titik koma (;) harus tetap ditulis. 17

Statement For Tanpa Peningkatan Dalam statement for, ungkapan yang menunjukkan peningkatan nilai dari variable pengontrol perulangan for tidak harus ada di dalam statemen for. Tetapi dapat dituliskan sebagai suatu statement yang nantinya akan diproses secara berulang-ulang. Contoh 1 : 18

Contoh 2 : Keterangan : Nilai Q++ tidak berdiri sendiri sebagai suatu statement, tetapi ada fungsi printf() untuk menampilkan hasilnya, Nilai Q akan ditampilkan terlebih dahulu, baru kemudian akan ditambah nilainya dengan 1. 19

Contoh 3 : Keterangan : Jika ditulis ++Q tidak sama dengan Q++. Nilai Q akan ditambah dengan nilai 1 terlebih dahulu, kemudian baru akan ditampilkan hasilnya. 20

Statement For Tanpa Nilai Awal dan Peningkatan Nilai awal dan peningkatan yang digunakan sebagai variable pengontrol perulangan boleh tidak dituliskan dalam statement for. Contoh : 21

Statement For Tanpa Nilai Awal, Nilai Akhir dan Peningkatan Statement for biasanya digunakan untuk membuat perulangan tanpa henti (infinite loop). Perulangan tidak akan pernah berhenti karena kondisi yang digunakan untuk mengakhiri perulangan tidak ada di statement for. Contoh 1: Keterangan : Proses dalam program tersebut, tidak akan pernah berhenti. Bagaimana menghentikannya? 22

Contoh 2 : Keterangan : Program tersebut menggunakan statement for yang akan melakukan pemrosesan tanpa henti. Tetapi kenapa output yang dihasilkan hanya sampai sekali saja? 23

Variasi dalam perulangan Berikut, akan diberikan beberapa contoh program yang menggunakan statement for yang sangat membingungkan jika dilihat sekilas. Kondisi seperti ini banyak dijumpai dalam pemrograman C. 24

Keterangan : Program tersebut merupakan program yang merubah string (huruf kecil) menjadi string (huruf kapital). Proses dari elemen string awal (Q=0) sampai pada elemen string terakhir (S[Q]) untuk masing-masing elemen yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai (Q++). 25

Statement

Statement Break Statement break menyebabkan proses perulangan dihentikan. Pernyataan break dapat digunakan untuk melanjutkan perulangan yang sedang dijalankan oleh statement for, while, atau do... while loop. 27

Contoh : Keterangan : Program tersebut menggunakan statement for yang akan melakukan pemrosesan tanpa henti. Tetapi kenapa output yang dihasilkan hanya sampai sekali saja? 28

Statement Continue Statement continue menyebabkan proses perulangan kembali ke awal proses perulangan. Pernyataan continue dapat digunakan untuk melanjutkan perulangan yang sedang dijalankan oleh statement for, while, atau do... while loop. 29

30

Statement goto Statement goto dapat digunakan untuk melompat dari suatu proses ke proses lain yang menjadi tujuan dalam sebuah program. Bentuk umum goto adalah sebagai berikut : goto label; Contoh : goto stop; 31

32

Tugas Dengan menggunakan statemen seleksi dan perulangan, dan statement continue, return dan break. Buatlah algoritma (flowchart) dan program untuk menghitung : a.luas bangun persegi panjang b.luas bangun persegi Dengan ketentuan sebagai berikut : 33

1. Di awal eksekusi harus ada menu untuk memilih menghitung luas persegi atau persegi panjang. 2. Untuk luas persegi panjang, jika ukuran panjang & ukuran lebar nilainya min, maka eksekusi program akan kembali ke menu utama. Dan meninggalkan pesan : Maaf tidak menerima nilai min 34

3. Untuk luas persegi panjang, jika ukuran panjang < ukuran lebar, maka eksekusi program akan kembali ke menu utama. Dan meninggalkan pesan : 4. Jika telah selesai menghitung luas persegi/persegi panjang, maka eksekusi program akan kembali ke menu utama. 35

5. Eksekusi program hanya akan berhenti jika, di tekan button tertentu pada keyboard misalnya 0. Dan meninggalkan pesan misalnya : Selamat Tinggal Kawan...! Jangan Lupa Belajar Mau Ujian! Good Luck...! & C U Next Time! 36

Ketentuan Tugas Syarat Algortima dan Program : Setiap output hasil eksekusi program harus mencantumkan NIM dan Nama. Pengumpulan : Algoritma dan Source Code Tulis Tangan Hasil Eksekusi Program di Print Batas akhir pengumpulan : Kamis, 12-12 - 13 37