PENGUKURAN GETARAN TORSIONAL PADA POROS BERPUTAR DENGAN METODE DIGITAL IMAGE PROCESSING

dokumen-dokumen yang mirip
PENGUKURAN GETARAN PADA POROS MODEL VERTICAL AXIS OCEAN CURRENT TURBINE (VAOCT) DENGAN METODE DIGITAL IMAGE PROCESSING

PENGGUNAAN KAMERA VIDEO SEBAGAI ALTERNATIF ALAT UKUR GETARAN LATERAL PADA PERMESINAN DI KAPAL

Analisa Perbandingan Metode Edge Detection Roberts Dan Prewitt

Pertemuan 2 Representasi Citra

SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 )

PENDETEKSIAN TEPI OBJEK MENGGUNAKAN METODE GRADIEN

PERBANDINGAN METODE ROBERTS DAN SOBEL DALAM MENDETEKSI TEPI SUATU CITRA DIGITAL. Lia Amelia (1) Rini Marwati (2) ABSTRAK

Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt

Deteksi Tepi pada Citra Digital menggunakan Metode Kirsch dan Robinson

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI PENTERJEMAH KODE ISYARAT TANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS DETEKSI TEPI PADA ARM 11 OK6410B

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Rancang Bangun Sistem Pengujian Distorsi Menggunakan Concentric Circle Method Pada Kaca Spion Kendaraan Bermotor Kategori L3 Berbasis Edge Detection

Pendekatan Statistik Pada Domain Spasial dan Frekuensi untuk Mengetahui Tampilan Citra Yustina Retno Wahyu Utami 1)

DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL

SISTEM PENGKLASIFIKASIAN KUALITAS KERAMIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOG DAN PREWITT

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN

PENERAPAN METODE SOBEL DAN GAUSSIAN DALAM MENDETEKSI TEPI DAN MEMPERBAIKI KUALITAS CITRA

Implementasi Edge Detection Pada Citra Grayscale dengan Metode Operator Prewitt dan Operator Sobel

Dielektrika, ISSN Vol. 1, No. 2 : , Agustus 2014

PENDETEKSI TEMPAT PARKIR MOBIL KOSONG MENGGUNAKAN METODE CANNY

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Citra Digital

IMPLEMENTASI METODE CANNY DAN SOBEL UNTUK MENDETEKSI TEPI CITRA

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMASI ALGORITMA IDENTIFIKASI STRABISMUS

SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA

Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi

Aplikasi Deteksi Tepi pada Realtime Video menggunakan Algoritma Canny Detection

APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK

BAB 2 LANDASAN TEORI

corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Kain batik merupakan ciri khas dari bangsa I

COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA

Batra Yudha Pratama

PROSIDING. Konferensi Nasional Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI. Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL ( DIGITAL IMAGE PROCESSING )

Implementasi Metode Hough Transform Pada Citra Skeletonisasi Dengan Menggunakan MATLAB 7.6. Intan Nur Lestari

Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007

Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini

Pendeteksian Tepi Citra CT Scan dengan Menggunakan Laplacian of Gaussian (LOG) Nurhasanah *)

BAB II. Computer vision. teknologi. yang. dapat. Vision : Gambar 2.1

Simulasi Respon Getaran Torsional dan Lateral Pada Sistem Propulsi Kapal Jenis Propulsors Fixed Pitch Propeller

Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. menyebabkan pengolahan citra digital memiliki kegunaan yang sangat luas. geologi, kelautan, industri, dan lain sebagainya.

SISTEM PENGENAL ARAH PANDANG MATA PADA PENGENDARA MOBIL

COMPUTING GRAYSCALE OF FACE DETECTION MENGGUNAKAN METODE SOBEL DAN LAPLACIAN OF GAUSSIAN

SEGMENTASI CITRA PELAT ELEMEN BAKAR DENGAN METODE EDGE DETECTION. Anik Purwaningsih, Sutopa *

SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)

KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR

Pengenalan Telur Berdasarkan Karakteristik Warna Citra Yustina Retno Wahyu Utami 2)

SAMPLING DAN KUANTISASI

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut

PENGARUH INERSIA COUPLE PADA PROPELLER TERHADAP GETARAN SISTEM PROPULSI KAPAL. Debby Raynold Lekatompessy * Abstract

DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA PENGENALAN UANG KERTAS DOLLAR AMERIKA DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING

Pertemuan 2 Dasar Citra Digital. Anny Yuniarti, S.Kom, M.Comp.Sc

PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEKNIK ELEKTRO ( IB ) MATA KULIAH / SEMESTER : PENGOLAHAN CITRA / 8 KODE MK / SKS / SIFAT : AK / 2 SKS / MK LOKAL

SEGMENTASI CITRA CT SCAN TUMOR OTAK MENGGUNAKAN MATEMATIKA MORFOLOGI (WATERSHED) DENGAN FLOOD MINIMUM OPTIMAL

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

FAKULTAS TEKNIK (FT) PROGRAM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi

PERBANDINGAN WAKTU EKSEKUSI MENDETEKSI TEPI GAMBAR MENGGUNAKAN BERBAGAI METODE

PEMAKAIAN KAMERA CCTV SEBAGAI SENSOR POSISI

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Simulasi Teknik Image Enhancement Menggunakan Matlab Yustina Retno Wahyu Utami 3)

BAB I PENDAHULUAN. Citra digital adalah gambaran dari suatu objek yang bersifat analog berupa

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL ( DIGITAL IMAGE PROCESSING )

APLIKASI PENGUKURAN KECEPATAN SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN METODE FRAME DIFFERENCE BERBASIS ANDROID

Operasi Titik Kartika Firdausy

Representasi Citra. Bertalya. Universitas Gunadarma

Konsep Dasar Pengolahan Citra. Pertemuan ke-2 Boldson H. Situmorang, S.Kom., MMSI

PENGUKURAN KECEPATAN OBYEK DENGAN PENGOLAAN CITRA MENGGUNAKAN METODE THRESHOLDING SKRIPSI. Disusun Oleh : Hery Pramono NPM.

BAB III METODE PENELITIAN

Perancangan Sistem Identifikasi Barcode Untuk Deteksi ID Produk Menggunakan Webcam

DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS WEBCAM SECARA REALTIME DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

BAB 3 IMPLEMENTASI SISTEM

PENGATURAN KECERAHAN DAN KONTRAS CITRA SECARA AUTOMATIS DENGAN TEKNIK PEMODELAN HISTOGRAM

SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA

OTOMASI TAGIHAN LISTRIK DENGAN CITRA DIGITAL. Abstrak

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel pengujian menggunakan sebanyak 1 buah sampel beras A, 7 buah

BAB I PENDAHULUAN. menganalisis citra menggunakan bantuan komputer yang bertujuan untuk

Pemantauan Kondisi Kepadatan Jalan Kelurahan Sawojajar dengan menggunakan Image Processing Berbasis Visual Basic 6.0

Operasi-operasi Dasar Pengolahan Citra Digital

BAB II LANDASAN TEORI

1 BAB I PENDAHULUAN. Pengajaran yang diperoleh dari sekolah adalah pengenalan dan pemahaman akan

IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

BAB 4 HASIL DAN ANALISA

ANALISIS PENELUSURAN TEPI CITRA MENGGUNAKAN DETEKTOR TEPI SOBEL DAN CANNY

Implementasi Deteksi Tepi Canny pada Citra Mammografi

BAB III PEMODELAN SISTEM POROS-ROTOR

Implementasi Morphology Concept and Technique dalam Pengolahan Citra Digital Untuk Menentukan Batas Obyek dan Latar Belakang Citra

APLIKASI TRANSFORMASI WATERSHED UNTUK SEGMENTASI CITRA DENGAN SPATIAL FILTER SEBAGAI PEMROSES AWAL

Transkripsi:

PENGUKURAN GETARAN TORSIONAL PADA POROS BERPUTAR DENGAN METODE DIGITAL IMAGE PROCESSING Heroe Poernomo 1) 1) Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya heroe_p@na.its.ac.id Abstrak Getaran yang terjadi pada peralatan yang bergerak atau berputar pada umumnya adalah getaran lateral dan getaran torsional. Kedua getaran tersebut sangatlah berpengaruh terhadap umur/ life time alat tersebut. Pada penelitian ini yang dibahas adalah getaran torsional pada poros jenis cantilever yang berputar. Getaran ini jika terjadi telalu besar maka akan berdampak pada terjadinya puntiran pada poros yang berakibat pada patahnya poros tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut maka pengamatan getaran torsional berlebih yang terjadi pada setiap peralatan perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya getaran sehingga dapat dilakukan langkah antisipasinya. Percobaan untuk pengambilan data getaran adalah pada poros kantilever yang diputar. Pengukuran dilakukan dengan dua metode yaitu analisa dengan digital image processing dan sudut torsi yang sebenarnya sebagai pembandingnya. Poros diputar dengan mesin pemutar dengan variasi kecepatan yaitu 55 rpm dan 9 rpm serta diameter poros yaitu 1 mm. Berdasarkan hasil pengambilan data getaran dan hasil analisis dari kedua metode diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pengukuran getaran dengan metode Digital Image Processing setelah validasi dan dibandingkan dengan alat vibration meter ternyata memiliki selisih nilai yang kecil cenderung sama yaitu selisih kenyataan sebesar 1.22 pada 55 rpm sedangkan pada putaran poros 9 rpm menghasilkan selisih sudut puntir dari kenyataan sebesar 5, sehingga disimpulkan metode ini dapat digunakan sebagai metode alternatif dalam pengukuran getaran torsional pada poros kantilever yang berputar. Kata kunci: Getaran torsional, Digital Image Processing, citra digital 1. Pendahuluan Getaran yang terjadi pada peralatan yang bergerak atau berputar pada umumnya adalah getaran lateral dan getaran torsional. Kedua getaran tersebut sangatlah berpengaruh terhadap umur/life time alat tersebut. Pada penelitian ini yang dibahas adalah getaran torsional pada poros jenis cantilever yang berputar. Getaran ini jika telalu besar berdampak pada puntiran poros yang berakibat pada patahnya poros tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut maka pengamatan getaran berlebih yang terjadi pada setiap peralatan perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya getaran sehingga dapat dilakukan langkah antisipasinya. Analisis kualitas struktur sebuah bahan dapat dilakukan dengan mengamati getaran sebuah benda. Pengukuran frekuensi natural adalah salah satu contoh yang biasa dilakukan untuk menentukan kadar kerusakan benda (kekeroposan) pada aspek predictive maintenance peralatan industri [1]. Berdasarkan kondisi tersebut maka dalam penelitian ini akan dilakukan pengukuran getaran dengan metode Digital Image Processing. Digital Image Processing merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan proses atau memanipulasi gambar digital yang disimpan dalam skala dua dimensi[2]. Konsep dasar pemrosesan gambar digital (image processing) adalah menggunakan kemampuan penglihatan manusia yang selanjutnya dihubungkan dengan kemampuan otak untuk melakukan proses atau pengolahan terhadap gambar digital ini[9]. Metode ini cenderung lebih sederhana dan biaya yang dibutuhkan relatif KAPAL, Vol. 12, No. 2 Juni 215 16

lebih murah jika dibandingkan metode sebelumnya. Getaran pada poros yang dapat diukur tidak terbatas yang didalam bantalan melainkan semua bagian poros. Pada metode ini cukup dibutuhkan kamera pengamat dengan kemampuan FPS (frame per second) tertentu yang dipasang didekat alat dan selanjutnya hasil rekaman diolah menjadi gambar-gambar (citra digital) dan selanjutnya dianalisis displacement/simpangan yang terjadi berdasarkan pixel gambar. Beberapa penelitian yang berkenaan dengan metode digital imege processing menunjukkan hasil yang cukup akurat yaitu dengan tingkat error berkisar antara,15 % -,89 %, seperti pada penelitian Wijayanto[3]. Aplikasi Penggunaan metode digital image processing dalam pengukuran getaran dapat dilakukan pada beberapa jenis objek getar. Salah satu objek getar yang dapat diukur adalah poros jenis kantilever, dimana jenis ini banyak terdapat di dunia maritim/kapal seperti pada poros kemudi, poros propeler, poros vertical axis turbine dan lain-lain. Objek getar dalam kasus yang akan diselidiki dalam penelitian ini adalah getaran pada poros vertical axis turbine sebagai pembangkit tenaga alternatif arus laut yang sering mengalami patah. 2. Tinjauan Pustaka Getaran Torsional Jika suatu rigid body berosilasi terhadap suatu sumbu tertentu, maka gerakan yang dihasilkan disebut dengan torsional vibration. Simpangan dari rigid body pada kasus ini berupa koordinat sudut. Momen pengembali (restoring moment) terjadi akibat puntiran pada bagian yang elastis ataupun akibat momen yang tidak seimbang dari suatu gaya atau couple [13]. Gambar 1 menggambarkan sebuah piringan (disk) dengan polar mass moment inertia (J) diikat pada suatu poros pejal, dimana pada sisi yang lain poros tersebut diikat. Perputaran sudut piringan terhadap sumbunya adalah q, dan q juga merupakan sudut puntiran poros. Menurut teori puntiran poros, diperoleh hubungan sebagai berikut [13]. Gambar 1. Getaran Torsional satu Derajat Kebebasan Dimana adalah torsi yang menghasilkan puntiran sebesar q, G adalah shear `adalah momen inersia polar dari penampang poros d merupakan diameter poros. Jika piringan tersebut dipindah sebesar q simpangan sudut, maka poros akan mempunyai momen pengembali sebesar. Sehingga bisa dikatakan poros tersebut bekerja layaknya pegas dengan konstanta pegas torsional sebesar: Sama halnya dengan getaran lateral, maka persamaan gerak pada getaran torsional dapat disusun dengan menggunakan prinsip Hukum Newton II. Dengan memperhatikan diagram benda bebas (Gambar 1), maka persamaan gerak untuk getaran torsional bebas tanpa peredam adalah: Jo sendiri untuk model disk (piringan) pada Gambar 1 di atas dapat diperoleh dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut. Penyelesaian umum dari persamaan gerak dari getaran torsional (Persamaan 4) adalah [13]: Dimana merupakan frekuensi natural sirkular pada sistem torsional. Dan besarnya dapat diperoleh dengan menggunakan formula sebagai berikut: KAPAL, Vol. 12, No. 2 Juni 215 17

Metode Digital Image Processing Image Processing merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan proses atau manipulasi gambar digital yang disimpan dalam skala dua dimensi[4]. Konsep dasar pemrosesan gambar digital menggunakan image processing merupakan penerapan kemampuan indera penglihatan manusia dan selanjutnya dihubungkan dengan kemampuan otak manusia untuk melakukan proses atau pengolahan terhadap gambar digital tersebut. Dalam perkembangan hingga saat ini konsep image processing ini dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai bentuk. Penerapan konsep image processing pada berbagai bidang ilmu pengetahuan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Tujuan utama dari digital image processing adalah bagaimana suatu gambar atau citra digital dapat diolah dan dianalisis dengan seksama[5]. Mengekstraksi informasi ciri yang menonjol pada suatu citra, dimana hasilnya adalah informasi citra dimana manusia mendapatkan informasi ciri dari citra secara numerik atau dengan kata lain komputer (mesin) melakukan interprestasi terhadap informasi yang ada pada citra melalui besaran-besaran data yang dapat dibedakan secara jelas (besaran-besaran ini berupa besaran numerik). Hasil pemrosesan ini diharapkan dapat memberikan suatu informasi yang baru dan lebih bermanfaat dari gambar yang diproses. Klasifikasi dasar yang terdapat dalam image processing berdasarkan batasan pemrosesannya, yaitu: point, area, geometri,dan frame[6]. Dasar - dasar Pengolahan Citra Beberapa hal yang penting di dalam pengolahan citra digital antara lain: teknik-teknik pengambilan citra, model citra digital, sampling dan kuantisasi, threshold, histogram, proses filtering, perbaikan citra sampai pada pengolahan citra digital yang lebih lanjut seperti segmentasi, image clustering dan ekstraksi ciri [7]. Citra digital merupakan representatif dari citra yang diambil oleh mesin dengan bentuk pendekatan berdasarkan sampling dan kuantisasi. sampling menyatakan besarnya kotak-kotak yang disusun dalam baris dan kolom atau dengan kata lain sampling pada citra menyatakan besar kecilnya ukuran pixel (titik) pada citra, dan kuantisasi menyatakan besarnya nilai tingkat kecerahan yang dinyatakan dalam nilai tingkat keabuan (gray scale) sesuai dengan jumlah bit biner (7) yang digunakan oleh mesin dengan kata lain kuantisasi pada citra menyatakan jumlah warna yang ada pada citra [8]. Proses pengolahan citra secara diagram proses dimulai dari pengambilan citra, perbaikan kualitas citra, sampai dengan pernyataan representatif citra dicitrakan dengan gambar 2. berikut ini. Capture Pengambilan citra Perbaika n Kualitas Citra Gambar 2. Proses pengolahan citra Model Citra Digital Citra digital adalah citra yang diambil berdasarkan sampling dan kuantisasi tertentu sehingga citra digital ini terbentuk dari piksel-piksel yang besarnya tergantung pada besar kecilnya sampling dan nilainya (besarnya derajat keabuan) tergantung pada kuantisasi [9]. Berdasarkan pengertian ini maka model citra digital dinyatakan dalam bentuk matrik yang nilainya berupa nilai derajat keabuan seperti terlihat pada citra 3 berikut. Model ini menyatakan model dari citra gray-scale yaitu citra yang terdiri dari derajat keabuan tertentu. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa citra digital adalah citra yang didefinisikan sebagai fungsi f(x,y) dimana x menyatakan nomor baris, y menyatakan nilai kolom, dan f menyatakan nilai derajat keabuan dari citra. Sehingga (x,y) adalah posisi dari piksel dan f adalah nilai derajat keabuan pada titik (x,y) seperti terlihat pada gambar berikut: Gambar 3. Citra digital Proses Representasi Citra KAPAL, Vol. 12, No. 2 Juni 215 18

Sobel Edge Detection Sobel edge detection adalah salah satu metode dalam image processing yang berguna untuk mendeteksi tepi (edge) suatu obyek dalam gambar digital. Edge dapat terjadi karena adanya perubahan atau perbedaan (gradien) nilai pixel yang cukup berpengaruh antara suatu pixel yang berada disekitarnya [12]. Bedasrkan pengertian tersebut, penghitungan edge dilakukan pada area disekitar pixel yang ditentukan. Seleksi objek biasanya selanjutnya dilakukan langkah deteksi tepi dalam proses pengolahan citra, di MATLAB proses pendeteksian tepi dilakukan dengan perintah/fungsi edge. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan pada deteksi tepi menggunakana MATLAB yaitu metode sobel, prewitt, roberts, laplacian of gaussian, metode zero cross, dan Canny. Yang penting diperhatikan pada deteksi tepi bahwa hanya dapat dilakukan menggunakan citra grayscale atau citra 2-D [1]. 3. Metode Penelitian Penelitian dilakukan untuk pengambilan data getaran torsional yang terjadi dengan jalan pengukuran getaran secara langsung/metode percobaan dengan alat bantu kamera dan selanjutnya dibandingkan dengan simpangan aktual yang telah dibuat sebelumnya. Kamera perekam yang digunakan memiliki kemampuan 6 fps (frame per second) yang dipasang pada sekitar poros cantilever berputar. Model uji dan kondisi percobaan sebagai berikut : Model yang digunakan adalah poros yang salah satu ujungnya dijepit pada cekam mesin bor. Poros diputar denga beberapa kecepatan berbeda. Kamera perekam dipasang didepan poros dan probe vibration-meter dipasang dirumah bantalan untuk mengukur waktu dan sudut puntir yang terjadi. Untuk mendapatkan data-data yang sesuai tujuan percobaan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini antara lain : Mulai Studi Literatur Konsep kamera Digital Image Processing. Perancangan kebutuhan alat pada Sistem Pengambilan & Pengolahan Data Percobaan Recording image dengan kamera Ekstrak video menjadi beberapa frame Analisa Pemrosesan Citra (Matlab 7.1) Pengukuran torsional getararan yaitu besar puntiran dari masing-masing citra gambar berdasarkan besar pixel gambar referensi yang telah ditetapkan Tid ak Y Dibanding kan dengan actual Selesai Gambar 4. Flowchart penelitian 4. Analisis Hasil Eksperimen dan validasi Getaran torsional terjadi pada poros yang berputar dapat dicari dengan menggunakan image processing. Untuk memvalidasi metode ini dilakukan eksperimen tehadap poros cantilever yang diberi tanda titik normal dan titik seakan tertinggal beberapa derajat dalam hal ini dibuat 23. Panjang titik atas dan bawah posisi normal adalah 1 mm Pemberian titik ini bertujuan untuk menggambarkan seolah-olah terdapat pengaruh puntiran karena poros yang berputar seperti terlihat pada gambar 9 berikut ini: KAPAL, Vol. 12, No. 2 Juni 215 19

Titik ` Sudut Poros uji Titik Gambar 5. Metode validasi getaran torsional Selanjutnya poros diputar dengan putaran 55 rpm dan direkam untuk mengetahui berapa jumlah gambar dan waktu untuk 1 putaran dan waktu yang dibutuhkan oleh titik yang seolah tertinggal sampai keposisi titik normal. Berikut ini gambar 1 cara validasi getaran torsional pada poros cantilever Gambar 6. Validasi getaran torsional poros Berdasarkan analisa dari hasil rekaman gambar selama 3 detik dapat menghasilkan 18 gambar, maka waktu yang diperlukan setiap perpindahan gambar adalah 1/6 detik. Pada titik normal untuk satu putaran dari titik awal sampai kembali ke posisi awal terdapat 17 gambar, waktu yang diperlukan 1 putaran adalah,2833 detik. Untuk titik yang seolah terpuntir menuju ke titik normal terdapat 4 gambar sehingga waktu yang diperlukan,666 detik. Selanjutnya dibandingkan dengan kondisi putaran mesin sebesar 55 rpm. Dirubah dalam bentuk per detik sebesar 55/6 =.9166 rps Berarti dalam 1 putaran = 1/.9166 = 1.99 detik 1 putaran = 36 1 detik = 36 /1.99 = 33 Maka dapat dihitung dengan waktu dari titik normal ke titik yang terpuntir sebesar.666 detik maka sudut yang terjadi adalah.666x 33 = 21,978 Terdapat selisih sekitar 1.22 dari kenyataan yang di poros sebesar 23. Kondisi ini disebabkan kemungkinan karena kesalahan pembacaan pixel titik saat proses image processing. Namun secara umum dapat disimpulkan hasil validasi getaran torsional metode image processing masih dalam toleransi sesuai. Selanjutnya dibandingkan dengan kondisi putaran yang lebih besar yaitu 9 rpm dan terjadi 2 gambar. Dirubah dalam bentuk per detik sebesar 9/6 = 1.5 rps Berarti dalam 1 putaran = 1/1.5 =.6666666 detik 1 putaran = 36 1 detik = 36 /.6666666 = 54 Maka dapat dihitung dengan waktu dari titik normal ke titik yang terpuntir sebesar 1/6x2 =.3333 detik maka sudut yang terjadi adalah.3333x 54 = 17.999 Terdapat selisih sekitar 5.1 dari kenyataan yang di poros sebesar 23. 5. Kesimpulan Berdasarkan analisis kondisi diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pengukuran getaran dengan metode Digital Image Processing setelah divalidasi dan dibandingkan dengan alat vibration-meter memiliki kecenderung nilai yang sama, sehingga disimpulkan dapat digunakan sebagai metode alternatif dalam pengukuran simpangan getaran pada poros yang berputar. Berdasarkan hasil analisis validasi getaran torsional poros berputar, metode image processing mampu membaca getaran (sudut puntiran) yang terjadi dengan selisih kenyataan sebesar 1.22 pada 55 rpm sedangkan pada putaran poros 9 rpm menghasilkan selisih sudut puntir dari kenyataan sebesar 5. KAPAL, Vol. 12, No. 2 Juni 215 11

Daftar Pustaka [1] Nogueira F.M.A, Barbosa F.S.. Evaluation of Structural Natural Frequencies Using Image Processing, 2nd Ed. Juiz de Fora, Brazil, 2. [2] Gonzalez R. C., Woods R. E.. Digital Image Processing. 2nd edition. Prentice Hall, 22. [3] Hendry Wjayanto, Aplikasi Interferometer Digital untuk Mendeteksi Frekuensi Natural Benda,Tugas Akhir Teknik Fisiska, Surabaya, 29. [4] Bima Sena Bayu Dewantara. Image Prosesing dan Aplikasinya. Pelatihan image prosesing, Surabaya, 26. [5] Anil K.Jain. Fundamental of Digital Image processing. Prentice Hall, Englewood, New Jersey, 1989. [6] Shashi Prakash, Sanjay U. Real Time Out-of-Plane Vibration Measurement/ Monitoring Using Talbot. [7] Interferometry. Journal of Optic sect laser application and holography laboratory, in press, accepted 11 July 24. [8] Pratt, W.K. Digital Image Processing, 2nd Ed. John Wiley & Sons, New York, NY,1991. [9] John C. Russ. The Image Processing Handbook, Third Edition. CRC Press, CRC Press LLC, 1998. [1] Marvin Wijaya, Pengolahan Citra Digital Menggunakan MATLAB, Informatika, Bandung, November, 27. [11] Ryall T.G., C.S. Fraser,. Determination of structural modes of vibration Using Digital Photogrammetry. Journal of Aircraft, vol.39, 22. [12] Wahyu R.B., Motion Detection Using Image Subtraction and Edges Detection, Risalah Lokakarya Komputasi dalam Sains dan Teknologi Nuklir XVII, Agustus, 26 [13] Rao, S.S., Mechanical Vibration, 3rd ed., Addison-Wesley Publishing Co., Inc. 1995 KAPAL, Vol. 12, No. 2 Juni 215 111