KOMPONEN C MAHASISWA DAN LULUSAN Mahasiswa Universitas Nusa Cendana adalah mereka yang sedang menjalankan proses pendidikan tingkat strata satu (S-1), tingkat strata dua (S-2), tingkat strata tiga (S- 3) dan pendidikan profesi. Terkait dengan rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru pada semua fakultas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan sistem dan peraturan yang berlaku pada jenjang Undana. Perencanaan jumlah penerimaan mahasiswa, dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh unsur pimpinan fakultas di lingkungan Undana, dibawah koordinasi pimpinan universitas. Perencanaan jumlah penerimaan mahasiswa baru tersebut mempertimbangkan ketersediaan berbagai faktor pendukung yang dimiliki oleh fakultas dan prodi, terutama: ketersediaan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran di dalam kelas, jumlah tenaga dosen, dan berbagai faktor eksternal lainnya. Pelaksanaan sistem penerimaan mahasiswa baru program sarjana maupun pascasarjana di Undana berlandaskan pada empat dasar hukum yaitu: (1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2008, (2) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2010, (3) UU RI Nomor 12 tahun 2012, dan (4) Peraturan Rektor Undana Nomor 520/PP/2012 pasal 18 butir 1 dan 2. Diketahui bahwa sejak tahun 2006, Undana selalu mengikuti sistem penerimaan calon mahasiswa baru yang meliputi lima (5) jalur ujian yaitu: UMPTN, SPMB, SNMPTN, SBMPTN dan Jalur ujian mandiri/lokal. Namun sejak tahun 2009-2013 proses penerimaan mahasiswa baru sudah menggunakan sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Pelaksanaan sistem penerimaan mahasiswa baru di Undana disesuaikan dengan pedoman dan jadwal yang ditetapkan secara nasional baik perencanaan, pelaksanaan maupun pengumuman hasil ujian. Guna menjamin terlaksananya proses penerimaan mahasiswa baru dengan baik maka semua kepanitiaan dibentuk dengan SK Rektor. Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 26
Pelaksanaan pendaftaran SNMPTN, baik lewat jalur Undangan maupun tertulis didahului dengan kegiatan sosialisasi pada berbagai media cetak dan elektronik. Berdasarkan Permen RI Nomor 34 tahun 2010 pasal 5 menyatakan bahwa hasil ujian nasional Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan, Paket C, atau bentuk lain yang sederajat dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penentuan kelulusan seleksi mahasiswa baru. Sementara pasal 2 dan 3, menyatakan bahwa pola penerimaan mahasiswa baru diselenggarakan dengan: 1. prinsip adil dan tidak diskriminatif yaitu tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, umur, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi yang bersangkutan. 2. prinsip transparan dan akuntabel yaitu pendaftaran, seleksi, dan pengumuman dilakukan secara terbuka, serta jumlah mahasiswa baru yang diterima sesuai dengan daya tampung setiap prodi. Selanjutnya dinyatakan bahwa: (1) perguruan tinggi dalam penjaringan penerimaan mahasiswa baru wajib menerima paling sedikit 60% mahasiswa baru pada setiap prodi melalui pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional dan 40% melalui jalur mandiri, serta (2) paling sedikit 60% penerimaan mahasiswa, termasuk mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi dan yang orang tua atau pihak yang membiayai tidak mampu secara ekonomi. Dalam hal penentuan akhir, didasarkan pada nilai mentah (+4, 0, -1), nilai hasil pembobotan dan ekuating, nilai baku, nilai nasional. Pada intinya ini adalah sistem perhitungan dalam seleksi mahasiswa lewat jalur tulis. Di samping itu, turut menentukan juga adalah persaingan (peringkat) dan kuota dari jurusan yang dipilih. Dalam hal kebijakan penerimaan mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik namun kurang mampu secara ekonomi, Undana bersama-sama dengan 61 perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia mempunyai kebijakan yang sama. Undana juga mulai tahun 2010 memberikan beasiswa dan biaya pendidikan bagi calon Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 27
mahasiswa S-1 dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi yang disebut Bidik Misi dan bebas SPP. Diketahui bahwa sejak tahun 2009, Undana sebagai instrumen pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, memberikan dukungan dana bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini sesuai dengan amanat: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2008, dan 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2009. Mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut, berbagai macam beasiswa seperti PPA, TBM, BBM, TPSDP, Bidik Misi, Supersemar, bantuan PEMKOT, Bantuan BI, Bantuan Toyota Astra, Bantuan PT. Gudang Garam, bantuan Yayasan AMPI, bantuan Pertamina, BBPM, bantuan BRI, bantuan PT Taspen, bantuan pembebasan SPP, bantuan Pemprov, bantuan modal kewirausahaan dan masih banyak lainnya telah diberikan kepada mahasiswa Undana. Namun jumlah dana yang diberikan belum dapat memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa, sehingga belum menjamin keberlangsungan studi mahasiswa hingga selesai. Dalam hal kebijakan terkait dengan penerimaan mahasiswa berdasarkan ekuitas, prinsipnya Undana tidak pernah melakukan pemilahan penerimaan mahasiswa berdasarkan suku, agama, ras, antar golongan, gender, status sosial, dan politik. Selama ini penerimaan dilakukan secara terbuka bagi anak-anak Indonesia yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2008 tentang Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru pada Perguruan Tinggi Negeri, juga mengacu pada Peraturan Rektor Undana Nomor 520/PP/2012 pasal 19 tentang penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi nasional dan jalur mandiri. Kebijakan Undana mengenai penerimaan mahasiswa yang berdasarkan prinsip pemerataan wilayah asal mahasiswa, sesuai Peraturan Rektor Undana Nomor 520/PP/2012 pasal 19, dinyatakan penerimaan mahasiswa program S-1 melalui jalur nasional dan jalur mandiri secara jelas tidak memuat tentang kebijakan pembagian kelulusan berdasarkan wilayah asal calon mahasiswa; artinya penerimaan mahasiswa Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 28
program S-1 dilakukan secara terbuka bagi anak-anak Indonesia dan pengumuman pun dilakukan secara nasional. Namun demikian berdasarkan data dari laporan pelaksanaan penyelenggaraan SNMPTN lokal di Kupang, diketahui bahwa calon mahasiswa yang mendaftar dan lulus masuk PTN Undana sampai saat ini berasal dari 2 negara yakni: Republica Democratica de Timor Leste, Australia; 17 propinsi; dan 21 Kabupaten/Kota di NTT. Hal ini menunjukkan bahwa selama ini Undana sudah membuka diri untuk menjadi bagian secara internasional dan nasional dalam melaksanakan proses pendidikan. Besarnya animo calon mahasiswa yang mendaftar ke Undana dalam kurun waktu 5 tahun terakhir cenderung berfluktuasi per tahun yang ditunjukkan dalam Tabel 3. Animo calon mahasiswa yang cukup tinggi memberikan keuntungan agar dapat dilakukan penyaringan yang lebih selektif guna meningkatkan nilai ambang batas hasil seleksi. Dengan demikian, kualitas input calon mahasiswa yang tersedia menjadi lebih tinggi. Profil mahasiswa Undana tahun akademik 2008/2009-2012/2013 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Profil Mahasiswa Undana Tahun Akademik 2008/2009-2012/2013 Jumlah Jumlah Calon Mahasiswa Baru Mahasiswa Tahun Akademik Daya Tampung Ikut Seleksi Lulus Seleksi Regular bukan Transfer Transfer (1) Jumlah Total Mahasiswa (Student Body) Reguler bukan Transfer Transfer (1) TS-4 3907 24945 3485 2367 396 13024 367 TS-3 3870 28847 4119 2898 101 15224 890 TS-2 3498 31380 3844 2897 277 16391 933 TS-1 3762 28101 4275 3609 45 17141 903 TS 3354 27398 3994 3522 13 17591 286 Jumlah 18391 140671 19717 15293 832 79371 3513 Sumber : 1. Undana dalam Angka 2012 2. Laporan Penyelenggaraan SNMPTN tahun 2009-2013 Profil dan sebaran mahasiswa Undana berdasarkan Indeks Pestasi Kumulatif (IPK) menunjukkan hasil yang cukup memuaskan (lihat Tabel 4). Berdasarkan rata-rata IPK Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 29
dan IPK Maksimum yang diperoleh, terdapat kecenderungan terjadinya peningkatan kualitas hasil belajar mahasiswa. Peningkatan kualitas hasil belajar ini juga ditunjukkan oleh sebaran mahasiswa berdasarkan IPK yang diperoleh. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, proporsi mahasiswa dengan IPK > 3,00 menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu dari 1,89% pada TA 2008/2009 menjadi 24,48% pada TA 2012/2013. Tabel 4. Profil dan Sebaran Mahasiswa Undana berdasarkan IPK Tahun Jumlah Jumlah IPK Lulusan Reguler Akademik Mahasiswa Baru Lulusan Min Rata-rata Maks 2008/2009 2367 1205 2,87 3,06 3,26 2009/2010 2898 1143 2,86 3,05 3,25 2010/2011 2897 1899 2,93 3,13 3,33 2011/2012 3609 2525 2,98 3,16 3,34 2012/2013 3522 2431 2,74 3,31 3,86 Bentuk pelayanan kepada mahasiswa yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir seperti: 1. Proses belajar mengajar meliputi: distribusi kalender akademik, persiapan jadwal kuliah, pengadaan blanko KRS/KHS, penyiapan perlengkapan perkuliahan, penyiapan blanko absen dosen dan mahasiswa, dan pertukaran mahasiswa ke luar negeri seperti mahasiswa FK ke University of Tasmania (UTAS). 2. Kemahasiswaan meliputi: penyiapan SK dosen penasihat akademik, pengurusan persiapan cuti kuliah, pengurusan surat ijin penelitian dan praktek, pengurusan surat aktif kuliah, dan pengurusan undangan (seminar I/II, dan ujian sarjana). 3. Bimbingan dan konseling meliputi: bimbingan pengisian KRS/KHS, cuti kuliah, bimbingan skripsi, bimbingan kerohanian, pembinaan karakter, pembinaan pramuka, resimen mahasiswa, bursa kerja, dan PKKBMB. 4. Minat dan bakat (ekstrakurikuler): pembinaan keolahragaan seperti: futsal, karate, kempo, taekwondo, sepak bola, voli, tenis meja, bulutangkis, catur, pramuka, mapala, pusat kebugaran (fitness center), pusat seni seperti: paduan suara, menyanyi, menari, dan teknologi seperti: robot. Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 30
5. Pembinaan soft skills meliputi: debat bahasa Inggris, pelatihan mawapres, latihan dasar kepemimpinan bagi Bidik Misi, pramuka, Internasional Scout Peace Camp, Pelatihan Nasional (Mapala), pelatihan karakter bagi mahasiswa, kursus pelatihan nasional angkatan XXXIII resimen mahasiswa, pelatihan dan pembimbingan penulisan gagasan ilmiah mahasiswa, olimpiade MIPA, pembinaan MTQ, kursus kader pemimpin (SUSKAPIM), pelatihan kewirausahaan, pelatihan pembuatan proposal pekan kreatifitas mahasiswa, basic study skill, dan sebagainya. 6. Beasiswa meliputi: peningkatan prestasi akademik, bantuan belajar mahasiswa, bantuan pemerintah kota, bantuan Bank Indonesia Kupang, bantuan PT. Toyota Astra, Yayasan Supersemar, Bank BRI, Den Venter Mas, Bidik Misi, PT. Taspen, Sail Indonesia, Karya Salemba Empat (KSE), dan Pembebasan SPP Undana. 7. Kesehatan: pelayanan poliklinik Undana bagi mahasiswa dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. 8. Layanan lainnya: pusat informasi kesempatan kerja dan pengembangan karir, koperasi mahasiswa, perpustakaan, fotokopi, kantin, dan layanan internet dan hot spot setiap fakultas/lembaga/unit dan rektorat. Pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan Undana sudah berjalan cukup baik, dimana mahasiswa yang akan menamatkan studi maupun lulusan sudah dapat mengakses informasi baik melalui pengumuman secara tertulis yang ditempelkan maupun pengumuman melalui media cetak dan media elektronik. Sampai dengan saat ini pusat informasi kesempatan kerja dan pengembangan karir telah melakukan beberapa kegiatan yang sangat membantu alumni untuk dapat memperoleh informasi peluang kerja diantaranya adalah info lapangan kerja dari beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta seperti dari PT. Bank Republik Indonesia, PT. Bank Indonesia, PT. Bank Mandiri, PT. Bank Central Asia, PT. Asuransi Kesehatan (ASKES), Jasa Raharja, PT. Penggadaian, Dinas PPO, Departemen Dalam Negeri dan Departemen Luar Negeri dan lainnya. Pusat informasi kesempatan kerja dan pengembangan karir (PIK2PK) juga melakukan pendataan para alumni Undana baik yang bekerja pada instansi pemerintah Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 31
maupun swasta juga yang belum bekerja atau sedang mencari kerja. Selain itu juga PIK2PK juga melakukan tracer study serta bersama-sama dengan instansi yang membutuhkan tenaga kerja melakukan perekrutan tenaga dengan menyediakan tenaga ahli dan profesional sesuai dengan bidangnya untuk melakukan seleksi dan tes pada setiap pelamar. Undana sebagai lembaga yang menyediakan sumber daya manusia unggul, melalui PIK2PK selalu mendapat informasi dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta baik yang mempunyai MoU maupun tidak mempunyai MoU. Setelah mendapatkan informasi tentang permintaan tenaga kerja dari berbagai instansi tersebut Undana melalui PIK2PK melakukan telaah dengan memperhatikan seluruh persyaratan yang diminta oleh instansi tersebut. Di samping itu ada beberapa instansi swasta atau BUMN yang memerlukan sumberdaya manusia Undana untuk melakukan seleksi. Untuk hal tersebut, PIK2PK menunjuk sejawatnya sesuai dengan keahliannya masing-masing. Setelah pengumuman hasil seleksi PIK2PK juga melakukan pendataan terhadap alumni yang telah lolos seleksi dan penempatannya agar dapat di pantau dan juga dapat membantu Undana dalam memberikan informasi kerja di tempat dia bertugas. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan di bidang penelitian, pengabdian pada masyarakat, maupun kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler cukup bervariasi mulai dari tingkat daerah sampai tingkat nasional. Data prestasi mahasiswa selama tiga tahun terakhir menunjukkan 16 jenis prestasi di tingkat provinsi/wilayah, 15 jenis prestasi di tingkat nasional, dan 6 jenis prestasi di tingkat internasional. Walaupun demikian, prestasi tersebut masih perlu untuk terus ditingkatkan. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan praktis mahasiswa. Pencapaian prestasi mahasiswa dalam tiga tahun terakhir di bidang akademik dan nonakademik dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Pencapaian Prestasi Mahasiswa di Bidang Akademik dan Non-Akademik Tingkat* Prestasi Waktu No Nama Kegiatan Propinsi/ yang Penyelenggaraan Nasional Internasional Wilayah Dicapai 1 Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) 17-23 Oktober 2011 Juara Umum Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 32
Mahasiswa Tingkat Nasional XI 2 Pemilihan Duta Mahasiswa 25-27 Mei Tingkat 2011 Partisipan Nasional Ajang Ngumpul Kreatifitas PIK 3 Remaja/ 28 Oktober 2011 Partisipan Mahasiswa Tingkat Nasional 4 Pekan Olah raga Pelajar Nasional XI 2011 Batam (Kepri) 08 Oktober 2011 Juara III National University English 5 Debating Championship Regional Bali, NTT, NTB 3 4 Mei 2011 Juara III Lomba Debat 6 Bahasa Inggris 21 26 Juni Tingkat 2011 Partisipan Nasional Pentas Komedi 7 GenRe BKKBN 1-3 Juni 2012 Partisipan Pesparawi 8 Mahasiswa 15 21 Oktober Tingkat 2012 Juara II Nasional XII 9 Jakarta 21 23 March Internasional 2012 Defense Dialog Partisipan Pemilihan Duta 10 Mahasiswa Genre Tingkat Nasional 6 11 Mei 2012 Partisipan 11 Kejuaraan 15-18 Daerah PSTI Nopember 2012 NTT ke XIII Juara III 12 Kejuaraan 12 17 Juara III Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 33
13 14 15 16 Nasional Sepak Takraw antar PPLP/PPLPD Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ) mahasiswa Nasional XIII Kejuaraan Futsal Hakli Cup II Faperta Cup XXV Faperta Cup XXVI Faperta Cup XXVII Desember 2012 23 29 Juni 2013 15 Nopember 2013 Partisipan Juara IV 22 Oktober 2011 Juara II 19 Oktober 2012 Juara I 17 19 November 2013 Juara II 18 Fisip Cup XXV 27 Oktober 2011 Juara III 19 Fisip Cup XXVI 14 Oktober 2012 Juara I 20 Fisip Cup 14 November XXVII 2013 Juara II 21 2nd Bali Grand International Prix Choir Festival 20-26 Juli 2013 Champion (PSM Bella dan Juara Cantare Umum Undana ) 22 23 24 25 26 27 Lomba Essay Festival Laut Sawu I Pemilihan Duta Laut Sawu I Sea Games Myanmar 2013 (Kenpo : Randori Putra) Sea Games Myanmar 2013 (Kenpo : Randori Putri) Sea Games Myanmar 2013 (Kenpo : Randori Putri) Sea Games Myanmar 2013 07 09 November 2013 07 09 November 2013 11 22 Desember 2013 11 22 Desember 2013 11 22 Desember 2013 11 22 Desember 2013 Juara III Finalis 7 besar Medali Emas Medali Emas Medali Emas Medali Perak Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 34
28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 (Kenpo : Randori Putra) Sea Games Myanmar 2013 (Kenpo : Randori Putri) Duta Wisata NTT 2011 Pemilihan Putri Indonesia 2011 ke- 15 Pemilihan Putri NTT 2011 Pemilihan Putri Indonesia 2012 ke- 16 Pemilihan Putri NTT 2012 Duta Wisata NTT 2012 Pemilihan Putri Indonesia 2013 ke- 17 Pemilihan Putri NTT 2013 Pemilihan Putri Indonesia 2014 ke- 18 11 22 Desember 2013 28 September 2011 07 September 2011 Medali Perunggu Juara II Predikat : Putri Favorit Kepulauan 25 Juni 2011 Juara I 28 September 2012 Runner up 23 Juni 2012 Juara I 17 September 2012 1 Februari 2013 Juara I Finalis 10 besar 30 Juni 2013 Juara I 29 Januari 2014 Jumlah N A = 16 N B = 15 N C = 6 Predikat : Putri Favorit Kepulauan Upaya pembinaan yang dilakukan Undana untuk meningkatkan prestasi mahasiswa telah dilaksanakan dari tingkat himpunan mahasiswa jurusan / prodi sampai ke tingkat universitas. Selanjutnya, ajang kompetisi selalu dilakukan pada momen seperti dies natalis universitas maupun masing-masing fakultas serta ikut dalam kemeriahan hari nasional seperti Harkitnas, Hardiknas, dan Hari Kemerdekaan RI bahkan sampai ke tingkat nasional. Undana telah menyusun kalender kemahasiswaan dan menyediakan dana untuk alokasi setiap tahunnya. Secara garis besar kalender kegiatan kemahasiswaan yang telah dilaksanakan dalam setiap tahun adalah sebagai berikut: Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 35
Tabel 6. Kalender Kegiatan Kemahasiswaan dalam Setiap Tahun Jenis Kegiatan Waktu (Bulan) I. Penalaran dan Keilmuan 1. Lomba Debat Ilmiah Kesehatan, Hukum, Kelautan dan Ilmu Maret November Perikanan 2. Lomba Debat Bahasa Inggris (Undana/Nasional/Internasional) Maret November 3. Cerdas Cermat Tingkat Mahasiswa Oktober Desember 4. Lomba Mahasiswa Teladan Juli - September 5. Lomba Karya Tulis Ilmiah April Juli 6. Diskusi Ilmiah Tahunan Setiap Fakultas Maret - Desember II. Pelatihan dan Pengembangan Diri (Karakter) 1. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Juni - Agustus (PKKBMB) 2. Pembinaan Karakter Mahasiswa Maret November 3. Pembinaan Kerohanian Mahasiswa Agustus September 4. Penulisan Proposal, Abstrak, Karya Ilmiah Maret Desember 5. Pelatihan Public Speaking Maret September 6. Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Juni September 7. Kegiatan Orientasi Pengembangan dan Pendampingan Kegiatan Mei - Juni Kemahasiswaan (OPPEK) bagi Dosen dan Staf Administrasi III. Pembinaan, Pelaksanaan Kegiatan Bidang Bakat, Minat dan Kemampuan Lainnya 1. Sosialisasi Kegiatan Ekstrakurikuler Oktober November 2. Kegiatan Pembinaan Kemah : UKM, BEM, Seni dan Olahraga Januari Desember Undana 3. Pelaksanaan Kegiatan Lomba/Kejuaraan Olah Raga dan Seni Maret November (POM Tingkat Undana) 4. Pelaksanaan Kegiatan Lomba/Kejuaraan Olah Raga (POM Tingkat Juli September NTT) 5. Lomba Memasak Tingkat Lokal dan Nasional Maret September IV. Pembinaan, Pelaksanaan Kegiatan Bidang Kesejahteraan 1. Kegiatan Pembinaan di Wilayah Binaan 2. Kegiatan Bakti Sosial dan Donor Darah pada HUT Undana dan Fakultas 3. Rapat Monev Bidang Kemahasiswaan serta Dialog Kegiatan UKM dan BEM 4. Kegiatan Natal Bersama Undana Maret November Januari Desember Januari Desember Desember - Januari V. Pelaksanaan Basic Study Skill (BSS) bagi Mahasiswa Baru 1. Kegiatan Basic Study Skill (BSS) bagi Mahasiswa Baru Juli - Agustus VI. Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 1. Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Mei - Juli VII. Penyediaan Buku Pedoman Pembinaan Mahasiswa Baru 1. Penyediaan Buku Pedoman Pembinaan Mahasiswa Baru Undana Februari - Maret Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 36
Untuk mendukung program dimaksud, Undana selalu mengalokasikan dan meningkatkan anggaran yang cukup bagi pembinaan mahasiswa, juga selalu memperhatikan prestasi dari setiap mahasiswa dengan memberikan bonus atau hadiah, bahkan beasiswa. Upaya yang telah dilakukan oleh Undana dalam meningkatkan prestasi mahasiswa di segala bidang adalah melakukan pembinaan di tingkat fakultas dan tingkat universitas, juga melakukan seleksi potensi dari setiap mahasiswa baru agar mendapatkan bibit-bibit yang baik dalam bidang olahraga, bakat, minat dan lain-lain. Pada bidang kemahasiswaan, Undana setiap tahun mengalokasikan anggaran yang cukup bagi pembinaan mahasiswa, juga selalu memperhatikan prestasi dari setiap mahasiswa dengan memberikan hadiah dan beasiswa. Selanjutnya menyangkut penyediaan dana setiap tahun kegiatan tersebut di atas telah dialokasikan dana, khusus pada tahun 2012 sebagai berikut: (1) dana yang bersumber dari PNBP = Rp. 2.535.000.000,- (2) dana yang bersumber dari anggaran rutin = Rp. 9.980.000.000,- Secara umum kompetensi yang dicapai lulusan sudah sesuai dengan yang diharapkan dan hampir seluruh mahasiswa dinyatakan lulus semua mata kuliah yang diprogramkannya. Sementara penelusuran tentang kesesuaian kompetensi yang dicapai lulusan dengan kebutuhan pengguna lulusan telah dilakukan secara terstruktur. Penelusuran kompetensi lulusan selama ini dikoordinasikan dengan Ikatan Alumni Undana yang sekretariatnya terletak di masing-masing fakultas di kampus Undana. Namun, berdasarkan beberapa indikator yang tersedia, dapat dinyatakan bahwa kompetensi lulusan yang dicapai masih relevan dengan kebutuhan para pengguna lulusan. Indikator-indikator tersebut di antaranya adalah: (1) masih tingginya angka serapan lulusan, yaitu mencapai sekitar 97% dengan masa tunggu ± enam (6) bulan, (2) sekitar 97% alumni yang menjadi responden penelitian tracer study menyatakan bahwa kompetensi yang dimiliki bermanfaat untuk menunjang bidang pekerjaannya, (3) perumusan kompetensi dan kurikulum yang digunakan dilakukan bersama-sama dengan para pemangku kepentingan. Namun, mengingat perkembangan pasar kerja yang sangat Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 37
dinamis, kajian tentang kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar harus tetap dilakukan secara teratur. Dalam hal kepuasan mahasiswa terhadap layanan bidang administrasi, bidang kemahasiswaan, dan bidang akademik, telah tersedia Standard Operating Procedure (SOP) di tingkat universitas sampai dengan fakultas/prodi. Pengukuran tingkat kepuasan mahasiswa, dilakukan menggunakan metode wawancara yang dilengkapi dengan instrumen berupa kuesioner/angket. Keseluruhan proses pelaksanaannya, dilakukan oleh SPI Undana bekerjasama dengan unit terkait. Instrumen kepuasaan mahasiswa telah diuji validitas dan realibilitas, dan waktu pelaksanaannya pada setiap akhir semester berjalan. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan kegiatan kemahasiswaan dikategorikan dalam lima kategori yaitu: 5. Sangat Memuaskan 4. Cukup Memuaskan 3. Memuaskan (Netral) 2. Tidak Memuaskan 1. Sangat Tidak Memuaskan Dalam survei tingkat kepuasan, populasi adalah seluruh mahasiswa Undana dan sampel-nya ditentukan secara probabilitas dengan menggunakan Tabel Krejce pada tingkat kepercayaan 95%. Data yang dikumpulkan berbasis pada tiga dimensi mutu dari sisi input-proses-output untuk tiga tahun terakhir. Pada sisi kualitas input meliputi variabel hasil seleksi mahasiswa baru dan tingkat keketatan saing. Sedangkan untuk variabel output menggunakan indikator produktivitas, lama studi, indeks prestasi kumulatif tamatan dan tingkat dropout. Teknik analisis data, dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan sistem penskoran (rating scale). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas pelayanan pegawai dan dosen sudah cukup memuaskan dalam aspek pelayanan akademik kemahasiswaan dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa. Hasil pengukuran evaluasi sejak tahun 2011 sampai akhir semester ini menunjukkan rata-rata tingkat pelayanan adalah 4 yang berarti kualitas pelayanan pegawai dan dosen sudah memuaskan dalam aspek kepuasaan pelayanan akademik Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 38
kemahasiswaan (administrasi dan akademik) dan aspek pelayanan kesejahteraan mahasiswa. Pemanfaatan lulusan selama ini masih terbatas pada pemenuhan kebutuhan pasar kerja lokal, dan sekitar 80% alumni bekerja di dalam wilayah Provinsi NTT, baik di intansi/lembaga pemerintah, maupun di lembaga swasta, dan di LSM-LSM (lokal/internasional). Kebijakan Undana adalah melakukan studi pelacakan terhadap lulusan maupun pengguna lulusan. Selain itu juga kebijakan yang diambil oleh Undana adalah dengan memberikan dana bagi setiap fakultas untuk melakukan riset penelusuran dari alumninya masing-masing dan membentuk ikatan alumninya masing-masing serta membangun hubungan kerja sama antara fakultas bersangkutan dengan alumninya masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan bidang layanannya. Hasil evaluasi kepuasan pemanfaat lulusan Undana mencapai 93,6% dan berada dalam kategori sangat baik di tahun 2013. Kecenderungan tingkat penyerapan alumni yang masih sangat tinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, maka dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan penyerapan lulusan masih tidak jauh berbeda pada tahun-tahun yang akan datang. Tingginya angka serapan lulusan ini tidak terlepas dari fakta bahwa Undana adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan jenjang S-1 pada berbagai bidang. Tindak lanjut dari pelacakan alumni dan lulusan adalah membangun sistem komunikasi antara alumni dan almamater di samping itu terus dilakukan berbagai bentuk pelatihan kewirausahaan, wawancara, bahasa Inggris dan sebagainya. Analisis SWOT Identifikasi peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan berkaitan dengan mahasiswa dan lulusan diuraikan dalam Tabel 6. Tabel 7. Analisis SWOT Mahasiswa dan Lulusan Undana Strengths Weaknes Jumlah dan kualitas mahasiswa setiap tahun Pengembangan kemampuan diri semakin meningkat. dan kepribadian masih belum Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 39
Adanya Ormawa di tingkat fakultas (BEM, BLM, UKM,dll) Adanya program pengembangan kegiatan kemahasiswaan (penalaran dan keilmuan, minat, bakat dan kegemaran, PPM dan kesejahteraan mahasiswa) Tersedianya dana untuk kegiatan kemahasiswaan Pimpinan Universitas memiliki komitment yang tinggi untuk meningkatkan kegiatan pembinaan mahasiswa Tersedianya sarana untuk kegiatan Ormawa sebagai pendukung kegiatan ekstra kurikuler dan kesejahteraan mahasiswa Kebijakan dan regulasi (norma dan etika) yang mendukung kegiatan SK3 bagi mahasiswa Ada kemauan kuat dari dosen untuk mempercepat masa studi mahasiswa Adanya dukungan politik serta komitmen Pemda, DPRD, Dinkes NTT dan sektor terkait bagi penyelenggaraan dan pengembangan universitas Rasio Dosen dan Mahasiswa cukup baik (1:15) Opportunities Adanya program pengembangan kegiatan kemahasiswaan Adanya pertemuan ilmiah dan budaya pada optimal Penggunaan dana untuk kegiatan kemahasiswaan belum optimal Ketaatan dan kedisiplinan terhadap norma dan etika mulai menurun Kemampuan bahasa asing khususnya bahasa inggris masih terbatas Kegiatan Ekstra kurikuler masih belum optimal Fasilitas berupa sarana dan prasarana untuk kegiatan mahaiswa masih kurang Threats Tawaran partisipasi pembinaan kemahasiswaan dari stakeholder sering lebih menarik dibandingkan Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 40
aras nasional dan internasional Perubahan paradigma pengembangan kemahasiswaan Tersedianya dana pengembangan kemahasiswaan Banyak beasiswa yang berasal dari berbagai sumber untuk mahasiswa Adanya tawaran partisipasi pembinaan kemahasiswaan yang terprogram baik lokal, regional, nasional maupun internasional terutama berkaitan dengan pembinaan penalaran/keilmuan Kesempatan mengikuti berbagai pelatihan kemahasiswaan Prospek kebutuhan lulusan baik Peminatan masuk menjadi mahasiswa Undana cukup tinggi Tersedianya Beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu (prestasi bidik misi dan bebas SPP dengan model pembinaan kegiatan kemahasiswaan di universitas Persaingan mutu antar alumni baik lokal maupun nasional dan internasional yang semakin ketat Persaingan mencari lapangan pekerjaan semakin ketat Tuntutan terhadap kemampuan lulusan yang memiliki kecerdasan emosional dan sepiritual serta pengalaman organisasi, selain kecerdasan intelektual. Tuntutan pasar kerja yang kompetitif Strategi Pengembangan 1. Menarik minat calon mahasiswa yang lebih berkualitas 2. Memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu dan mahasiswa yang berprestasi 3. Memberikan keterampilan dasar cara belajar di perguruan tinggi melalui kegiatan basic character study skill 4. Mengembangan pelatihan persiapan dini menghadapi dunia kerja 5. Membentuk kelompok pertemuan bahasa Inggris yang dibina oleh dosen dalam lingkup fakultas Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 41
6. Meningkatkan keterampilan bidang keahlian khusus pada setiap prodi 7. Mengembangkan pelayanan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler 8. Meningkatkan mutu layanan dosen penasehat akademik 9. Menghimpun input dari alumni yang telah bekerja mengenai peluang dan strategi memperoleh pekerjaan Evaluasi Diri AIPT Universitas Nusa Cendana, Tahun 2014 42