KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember a.n. Tim Penyusun, Direktur Penilaian KATA PENGANTAR PANDUAN SURVEI DKPB

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG

DINAS PEKERJAAN UMUM PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN REKAPITULASI HASIL SURVAI BAHAN / MATERIAL TAHUN 2017

NO URAIAN SATUAN HARGA KETERANGAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

G. DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN BANGUNAN NO URAIAN SATUAN HARGA KETERANGAN

DAFTAR HARGA SATUAN ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN

DAFTAR SATUAN UPAH DAN BAHAN

LAMPIRAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PENAWARAN DAN ANGGARAN BIAYA PELAKSANAAN

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000.

BILL OF QUANTITY (BQ)

DAFTAR HARGA TENAGA KERJA DAN BAHAN

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I

- Batu Bulat M3 202, Batu Pecah Besar M3 227, Batu Pecah 5-7 Cm M3 221, Batu Pecah 3-5 Cm M3 215, Batu Pecah 2-3 Cm M3 227,700

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA

PT / CV. Alamat :. LOGO PT / CV. Kegiatan Pekerjaan Lokasi Sumber Dana

BILL OF QUANTITY ( BQ )

REKAPITULASI RENCANA ANGGARA BIAYA (RAB)

OWNERS ESTIMATE. : Pembangunan Saran Pendidikan Islam pada Madrasah : Pembangunan Pagar Sekolah MIN Koya Barat. Tahun Anggaran : 2015

RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB IV HASIL & ANALISIS. Pada proyek pembangunan rusunawa 4 lantai ini penulis memiliki beberapa. Bangunan berupa bangunan bertingkat 4 lantai

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) REKAPITULASI AKHIR

ANALISA HARGA SATUAN

No. Nama dan Jenis Barang Satuan

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan

DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 2012

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN KOTA CIMAHI

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB ) REDESAIN GEDUNG PENGADILAN AGAMA MUNGKID MAGELANG TAHUN 2012

Lampiran RKS : 2190/ LL/KCJ/RKS/IX/2015

KEMENTRIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA REKAPITULASI PERKIRAAN HARGA PEKERJAAN. Jumlah Harga No. Divisi Uraian Pekerjaan (Rupiah)

R E K A P I T U L A S I BILL OF QUANTITY (BOQ)

ANALISA HARGA SATUAN BAHAN DAN UPAH TAHUN 2009 NO. URAIAN KEGIATAN KOEFISIEN SATUAN HARGA SATUAN HARGA

HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK)

ANALISA HARGA SATUAN RENOVASI TOILET KHUSUS WANITA DAN MEMBUAT TOILET BARU KHUSUS PRIA STASIUN SUDIRMAN

NO. JENIS / URAIAN SATUAN SAB BATANG 2015 SAB BATANG 2015 MINUS PPN 10% HARGA PERENCANAAN DIPAKAI

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Ket. ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Ket. ( Rp. ) (Tanpa PPN)

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL

DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Ket. ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Keterangan ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Ket. ( Rp. ) (Tanpa PPN)

DAFTAR HARGA SATUAN PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG DAN PERMUKIMAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG SEMESTER I TAHUN 2015 (Belum termasuk PPN)

Barang Satuan Dasar on Site Project Ket. ( Rp. ) (Tanpa PPN)

LAPORAN PEKERJAAN BANGUNAN PENGHUBUNG

PEMERINTA KABUPATEN MAROS SEKRETARIAT DAERAH

Barang Satuan Dasar on Site Project Ket. ( Rp. ) (Tanpa PPN)

Cara menghitung Volume pekerjaan : I. Pekerjaan Awal

BILL OF QUANTITY PEKERJAAN : LANJUTAN PEMBANGUNAN FASPEL LAUT AIR BUAYA TAHAP III TERDIRI DARI :

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

PENGETAHUAN KONSTRUKSI BANGUNAN. DTSS Penilaian Properti Dasar Angkatan II Tahun 2016 Direktorat Penilaian, DJKN - 29 Juli 2016

HASIL SURVEY HARGA BAHAN BANGUNAN (2017)

DINDING DINDING BATU BUATAN

HARGA JUMLAH NO. URAIAN PEKERJAAN VOL. SAT. ( Rp ) ( Rp )

ANALISA HARGA SATUAN PENGADAAN PEKERJAAN RENOVASI LOKET ST. LENTENG AGUNG UNTUK MENDUKUNG PELAYANAN PENUMPANG 1 MEMBUAT GUDANG ALAT KERJA/M2

LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 8 TAHUN 2013 TENTANG : RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU

REKAPITULASI NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA A PEKERJAAN PERSIAPAN - B PEKERJAAN TANAH - C PEKERJAAN PASANGAN - D PEKERJAAN BETON -

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN UPAH BAHAN

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN

REKAPITULASI BILL OF QUANTITY (BOQ)

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

Cara menghitung Volume pekerjaan Untuk bangunan sederhana Di susun oleh : Gazali Rahman, ST

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Atap

DAFTAR UPAH DAN BAHAN UNTUK PEKERJAAN SIPIL BANGUNAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA PADANG PANJANG TAHUN ANGGARAN 2017

ANALISA TEKNIS HARGA SATUAN PEKERJAAN

b. Komponen D2 Berat komponen adalah 19,68 kg Gambar 65. Komponen D1 Gambar 66. Komponen D2

ANALISA HARGA SATUAN KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN

DAFTAR KUANTITAS HARGA DAN BAHAN

3.1. Penyajian Laporan BAB III METODE KAJIAN. Gambar 3.1 Bagan alir metode penelitian

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Lampiran 1. Spesifikasi IPAL Biogas Komunal

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN PEKERJAAN LANJUTAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT SEPO/SAGEA Nomor : PL.106/2/3.1/ULP/KSOP.

DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN DAN UPAH PEKERJA

DAFTAR HARGA BARANG BANGUNAN Nama Toko :TB CAKRAWALA Alamat :JL. PALAGAN TENTARA PELAJAR JENIS / MERK UKURAN SATUAN Harga NAMA BAHAN

No. URAIAN PEKERJAAN JUMLAH

PERATURAN MUATAN INDONESIA BAB I UMUM Pasal 1.0 Pengertian muatan 1. Muatan mati (muatan tetap) ialah semua muatan yang berasal dari berat bangunan

DAFTAR HARGA BARANG BANGUNAN

BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR

A. GAMBAR ARSITEKTUR.

Lampiran A. Koefisien tenaga kerja dan koefisien bahan

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN

Transkripsi:

KATA PENGANTAR S egala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan perkenan-nya buku PANDUAN SURVEI DAFTAR KOMPONEN PENILAIAN BANGUNAN dapat diselesaikan. Buku ini disusun sebagai upaya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) khususnya Direktorat Penilaian, sehingga penilai DJKN di seluruh Indonesia memiliki panduan/pedoman dalam melakukan survei dan verifikasi terhadap harga bahan bangunan, upah pekerja, dan sewa alat sebagai bahan penyusunan Daftar Komponen Penilaian Bangunan (DKPB). Sebagaimana diketahui, DKPB sangat dibutuhkan oleh Penilai khususnya ketika melakukan penilaian Bangunan. Buku ini merupakan penyempurnaan terhadap buku serupa yang telah diterbitkan sebelumnya pada tahun 2008 dengan judul PEDOMAN SURVEI DAFTAR KOMPONEN PENILAIAN BANGUNAN (DKPB) TAHUN 2009. Panduan survei dan verifikasi harga bahan bangunan, upah tenaga kerja dan sewa alat ini disusun agar dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan survei. Dengan adanya panduan ini diharapkan survei harga bahan bangunan, upah tenaga kerja, dan sewa alat dapat berlangsung secara tepat dan akurat serta pelaksanaannya berlaku sama di seluruh Indonesia. Buku ini dapat terwujud setelah melalui berbagai kajian dan diskusi intensif serta kerja sama dari berbagai pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas jerih payah dan kerja keras tersebut. Kami sadari bahwa buku ini belum sempurna dan masih memerlukan berbagai perbaikan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Akhirnya, kami berharap buku ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagai panduan survei dan verifikasi harga material bahan bangunan, upah tenaga kerja, dan sewa alat bagi seluruh pegawai DJKN. Jakarta, Desember 2013 a.n. Tim Penyusun, Direktur Penilaian i KATA PENGANTAR PANDUAN SURVEI DKPB

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...II DAFTAR TABEL...VI DAFTAR GAMBAR... VII BAGIAN I... 1 PENDAHULUAN... 1 BAGIAN II... 2 PANDUAN UMUM... 2 1. Jenis Data... 2 2. Wilayah Survei... 2 3. Jumlah Data... 2 4. Perencanaan Survei... 2 5. Metode Survei... 3 6. Kesimpulan Harga Material... 3 7. Jenis, Spesifikasi dan Ukuran Material... 4 8. Kondisi Khusus... 4 BAGIAN III... 5 PANDUAN SPESIFIKASI MATERIAL... 5 1. Material Struktur... 5 a. Tanah Urug... 5 b. Pasir Urug... 6 c. Pasir Beton... 6 d. Batu Belah/Batu Kali... 7 e. Batu Koral/Kerikil/Split... 7 f. Semen... 8 g. Besi Beton... 8 h. Kayu... 9 i. Beton Ready Mix... 10 j. Baja/Besi... 11 Besi Kanal C... 11 Besi Siku... 11 Besi Wide Flange (WF)... 12 Besi Hollow... 13 Channel Baja Ringan... 13 Reng Baja Ringan... 14 2. Material Dinding... 15 a. Batu Bata... 15 b. Batako PC... 15 c. Beton Pra Cetak... 16 d. Batako Tras... 16 e. Celcon/hebel/bata ringan... 17 f. GRC... 17 g. Bambu... 18 3. Material Atap... 19 a. Genteng Keramik... 19 b. Genteng Beton... 19 ii DAFTAR ISI PANDUAN SURVEI DKPB

c. Genteng Metal... 20 d. Genteng Tanah Liat... 21 e. Sirap... 21 f. Seng Gelombang... 22 g. Asbes Gelombang/Asbes Genteng/Fibersemen... 22 h. Spandek... 23 i. PVC Lembaran... 23 j. Allumunium Foil Single Side... 24 k. Allumunium Foil Double Side... 24 l. Seng Plat BJLS 30... 25 4. Material Lantai... 26 a. Marmer dan Granit... 26 b. Keramik... 26 c. Tegel/Ubin... 27 d. Teraso... 27 e. Terakota... 28 f. Hardener... 28 g. Parket... 29 h. Vinyl... 29 5. Material Langit-langit... 30 a. Plywood (Triplek/Multiplek/Teakwood/Melamin/Jabarwood/Plafonarium)... 30 b. Asbes/Eternit... 30 c. Gypsum... 31 d. Akustik... 31 e. GRC Board... 32 f. Kayu... 32 g. List Profil Kayu... 33 h. List Profil Gypsum... 33 6. Material Pelapis Dinding... 34 a. Cat Dasar Tembok (plamur)... 34 b. Cat Dasar Kayu/Besi (Meni)... 34 c. Cat Tembok... 34 d. Cat Besi/Kayu... 35 e. Kaca... 35 f. Batu Tempel/Batu Alam... 36 g. Komposit Panel... 36 7. Material Instalasi Listrik... 37 a. Kabel NYM 2x1,5, 2x2,5, 3x1,5, 3x2,5 Putih... 37 b. Kabel NYY 3x3,5 Hitam... 37 c. Kabel Toevoer NYM 3x16mm... 37 d. Fitting Plafond Lampu... 38 e. Saklar... 38 f. Stop Kontak... 38 g. MCB/Sekering... 39 h. Box Sekering... 39 i. T Doss (Kotak sambung)... 39 j. Klem Kabel... 40 k. Klem Pipa Listrik... 40 l. Pipa Listrik Clipsal... 40 m. Pipa GIP... 41 n. Pipa Flexible Listrik... 41 8. Material Instalasi Air... 42 a. Pipa PVC... 42 b. Sok dan Knie PVC... 42 iii DAFTAR ISI PANDUAN SURVEI DKPB

c. Kran Air... 42 d. Kitchen Zink... 43 e. Floor Drain... 43 f. Closet... 43 g. Buis Beton... 44 h. Stop Kran Logam... 44 9. Material Perkerasan dan Pagar... 45 a. Aspal Cair... 45 b. Aspal Hotmix... 45 c. Kanstein... 45 d. Paving Block... 46 e. Sirtu... 46 f. Pagar BRC... 47 g. Pintu Pagar BRC... 47 h. Tiang BRC... 48 10. Peralatan/Alat Bantu... 49 a. Acetyline... 49 b. Oksigen U.Pek.Besi/Baja... 49 c. Amplas Besi dan Kayu... 50 d. Aditif Pengeras Beton... 50 e. Baut Aisan Kap... 50 f. Baut Gording/Besi Kanal C... 51 g. Baut Sekrup dia 3mm 2,5mm... 51 h. Benang Rami... 51 i. Dolken/Kayu Perancah... 52 j. Ijuk Rembesan... 52 k. Kawat BC... 53 l. Kawat Beton... 53 m. Kawat Burung... 53 n. Kawat Las... 54 o. Kawat Plafond... 54 p. Kwas Cat... 54 q. Lem PVC... 55 r. Mata Bor... 55 s. Mata Gerinda... 55 t. Timah Patri... 56 u. Roll Cat... 56 v. Residu Untuk Kayu... 56 w. Paku... 57 BAGIAN IV... 58 PANDUAN SURVEI HARGA DAN SEWA ALAT... 58 1. Ember Aduk... 58 2. Pacul Aduk/Sekop/Blencong... 58 3. Pahat Besi... 59 4. Timbrisan Tanah... 59 5. Timbrisan Mesin/Stampler... 59 6. Bar Cutter... 60 7. Bar Binder... 60 8. Pemotong Keramik... 61 9. Concrete Mixer... 61 10. Pompa Beton... 61 11. Vibrator... 62 iv DAFTAR ISI PANDUAN SURVEI DKPB

BAGIAN V... 63 PANDUAN SURVEI UPAH TENAGA KERJA... 63 BAGIAN VI... 64 PANDUAN VERIFIKASI HASIL SURVEI... 64 v DAFTAR ISI PANDUAN SURVEI DKPB

DAFTAR TABEL TABEL 1. JUMLAH DATA YANG TIDAK BERSIFAT TIDAK SPESIFIK... 2 TABEL 2. JUMLAH DATA YANG BERSIFAT SPESIFIK... 2 vi DAFTAR TABEL PANDUAN SURVEI DKPB

DAFTAR GAMBAR GAMBAR 1. TANAH URUG...5 GAMBAR 2. PASIR URUG...6 GAMBAR 3. PASIR BETON...6 GAMBAR 4. BATU BELAH/BATU KALI...7 GAMBAR 5. BATU KORAL/KERIKIL/SPLIT...7 GAMBAR 6. SEMEN...8 GAMBAR 7. BESI BETON...8 GAMBAR 8. KAYU...9 GAMBAR 9. BETON READY MIX...10 GAMBAR 10. BESI KANAL C...11 GAMBAR 11. BESI SIKU...11 GAMBAR 12. BESI WIDE FLANGE (WF)...12 GAMBAR 13. BESI HOLLOW...13 GAMBAR 14. CHANNEL BAJA RINGAN (KUDA-KUDA)...13 GAMBAR 15. RENG BAJA RINGAN...14 GAMBAR 16. BATU BATA...15 GAMBAR 17. BATAKO PC...15 GAMBAR 18. BETON PRA CETAK...16 GAMBAR 19. BATAKO TRAS...16 GAMBAR 20. CELCON/HEBEL/BATA RINGAN...17 GAMBAR 21. GRC...17 GAMBAR 22. BAMBU...18 GAMBAR 23. GENTENG KERAMIK...19 GAMBAR 24. GENTENG BETON...19 GAMBAR 25. GENTENG METAL...20 GAMBAR 26. GENTENG TANAH LIAT...21 GAMBAR 27. SIRAP...21 GAMBAR 28. SENG GELOMBANG...22 GAMBAR 29. ASBES GELOMBANG/ASBES GENTENG/FIBERSEMEN...22 GAMBAR 30. SPANDEK...23 GAMBAR 31. PVC LEMBARAN...23 GAMBAR 32. ALLUMUNIUM FOIL SINGLE SIDE...24 GAMBAR 33. ALLUMUNIUM FOIL DOUBLE SIDE...24 GAMBAR 34. SENG PLAT BJLS...25 GAMBAR 35. MARMER DAN GRANIT...26 GAMBAR 36. KERAMIK...26 GAMBAR 37. TEGEL/UBIN...27 GAMBAR 38. TERASO...27 GAMBAR 39. TERAKOTA...28 GAMBAR 40. HARDENER FLOOR...28 GAMBAR 41. PARKET...29 GAMBAR 42. LANTAI VINYL...29 GAMBAR 43. PLYWOOD (TRIPLEK/MULTIPLEK/TEAKWOOD/MELAMIN/JABARWOOD/PLAFONARIUM)...30 GAMBAR 44. ASBES/ETERNIT...30 GAMBAR 45. GPYSUM...31 GAMBAR 46. AKUSTIK...31 GAMBAR 47. GRC BOARD...32 GAMBAR 48. PLAFON KAYU...32 GAMBAR 49. LIST PROFIL KAYU...33 GAMBAR 50. LIST PROFIL GYPSUM...33 vii DAFTAR GAMBAR PANDUAN SURVEI DKPB

GAMBAR 51. CAT DASAR TEMBOK (PLAMUR)...34 GAMBAR 52. CAT DASAR KAYU/BESI (MENI)...34 GAMBAR 53. CAT TEMBOK...34 GAMBAR 54. CAT BESI/KAYU...35 GAMBAR 55. KACA...35 GAMBAR 56. BATU TEMPEL/BATU ALAM...36 GAMBAR 57. KOMPOSIT PANEL...36 GAMBAR 58. KABEL NYM 2X1,5, 2X2,5, 3X1,5, 3X2,5 PUTIH...37 GAMBAR 59. KABEL NYY 3X3,5 HITAM...37 GAMBAR 60. KABEL TOEVOER NYM 3X16 MM...37 GAMBAR 61. FITTING PLAFOND LAMPU...38 GAMBAR 62. SAKLAR...38 GAMBAR 63. STOP KONTAK...38 GAMBAR 64. MCB/SEKERING...39 GAMBAR 65. BOX/KOTAK SEKERING...39 GAMBAR 66. T DOSS (KOTAK SAMBUNG)...39 GAMBAR 67. KLEM KABEL...40 GAMBAR 68. KLEM PIPA LISTRIK...40 GAMBAR 69. PIPA LISTRIK CLIPSAL...40 GAMBAR 70. PIPA GIP (GALVANIS)...41 GAMBAR 71. PIPA FLEXIBLE LISTRIK...41 GAMBAR 72. PIPA PVC...42 GAMBAR 73. SOK DAN KNIE PVC...42 GAMBAR 74. KRAN AIR...42 GAMBAR 75. KITCHEN ZINK...43 GAMBAR 76. FLOOR DRAIN...43 GAMBAR 77. CLOSET...43 GAMBAR 78. BUIS BETON...44 GAMBAR 79. STOP KRAN LOGAM...44 GAMBAR 80. ASPAL CAIR...45 GAMBAR 81. ASPAL HOTMIX...45 GAMBAR 82. KANSTEIN...45 GAMBAR 83. PAVING BLOCK...46 GAMBAR 84. SIRTU...46 GAMBAR 85. PAGAR BRC...47 GAMBAR 86. PINTU PAGAR BRC DOUBLE GATE...47 GAMBAR 87. TIANG PAGAR BRC...48 GAMBAR 88. ACETYLINE...49 GAMBAR 89. OKSIGEN U.PEK.BESI/BAJA...49 GAMBAR 90. AMPLAS BESI DAN KAYU...50 GAMBAR 91. ADITIF PENGERAS BETON...50 GAMBAR 92. BAUT AISAN KAP...50 GAMBAR 93. BAUT GORDING/BESI KANAL C...51 GAMBAR 94. BAUT SEKRUP DIA. 3 MM 2,5 MM...51 GAMBAR 95. BENANG RAMI...51 GAMBAR 96. DOLKEN/KAYU PERANCAH...52 GAMBAR 97. IJUK REMBESAN...52 GAMBAR 98. KAWAT BC...53 GAMBAR 99. KAWAT BETON...53 GAMBAR 100. KAWAT BURUNG/KAWAT HARMONIKA...53 GAMBAR 101. KAWAT LAS...54 GAMBAR 102. KAWAT PLAFOND...54 GAMBAR 103. KWAS CAT...54 GAMBAR 104. LEM PVC...55 viii DAFTAR GAMBAR PANDUAN SURVEI DKPB

GAMBAR 105. MATA BOR...55 GAMBAR 106. MATA GERINDA...55 GAMBAR 107. TIMAH PATRI...56 GAMBAR 108. ROLL CAT...56 GAMBAR 109. RESIDU UNTUK KAYU...56 GAMBAR 110. PAKU...57 GAMBAR 111. EMBER ADUK...58 GAMBAR 112. PACUL ADUK/SEKOP/BLENCONG...58 GAMBAR 113. PAHAT BESI...59 GAMBAR 114. TIMBRISAN MESIN/STAMPLER...59 GAMBAR 115. BAR CUTTER...60 GAMBAR 116. BAR BINDER...60 GAMBAR 117. PEMOTONG KERAMIK...61 GAMBAR 118. CONCRETE MIXER...61 GAMBAR 119. POMPA BETON...61 GAMBAR 120. VIBRATOR...62 ix DAFTAR GAMBAR PANDUAN SURVEI DKPB

BAGIAN I PENDAHULUAN D alam rangka menunjang pelaksanaan tugas Penilai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dalam menentukan nilai wajar objek penilaian berupa bangunan secara tepat dan sesuai dengan kondisi pasar, maka diperlukan upaya-upaya peningkatan kualitas data dan sarana penunjang. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Penilaian adalah terus menyempurnakan Daftar Komponen Penilaian Bangunan (DKPB) agar dapat menjawab tantangan dalam penilaian bangunan yang dilakukan Penilai DJKN. Pada dasarnya, keandalan dan keakuratan DKPB sebagai alat bantu penilaian bangunan ditentukan oleh 2 (dua) faktor, yaitu permodelan bangunan dan survei terhadap material bahan bangunan, upah tenaga kerja dan sewa alat. Buku ini merupakan panduan dalam melakukan survei terhadap harga material bahan bangunan, upah tenaga kerja, dan sewa alat. Materi dalam buku ini meliputi panduan umum berupa jenis data survei, wilayah survei, jumlah data, dan metode survei, serta panduan spefisikasi material, panduan suevei harga dan sewa alat, panduan survei upah tenaga kerja dan panduan verifikasi hasil survei. Hasil survei terhadap material bahan bangunan, upah pekerja dan sewa alat selanjutnya digunakan sebagai bahan dalam analisis harga satuan pekerjaan dengan melakukan perhitungan permodelan bangunan yang terdapat dalam model DKPB. Dengan menggunakan data harga material, upah tenaga kerja dan sewa alat yang tepat dan akurat, diharapkan dapat menghasilkan nilai wajar bangunan yang mencerminkan nilai bangunan sesungguhnya. Dengan adanya buku panduan ini diharapkan survei harga bahan bangunan, upah dan sewa alat dapat dilakukan secara tepat dan akurat serta pelaksanaannya berlaku sama di seluruh Indonesia. 1 PANDUAN SURVEI DKPB

BAGIAN II PANDUAN UMUM 1. Jenis Data a. Pelaksanaan survei dilakukan untuk mencari harga material di tingkat pengecer (retailer) dan harga upah di tingkat kontraktor. Untuk itu survei dilakukan langsung kepada toko-toko bahan bangunan/kontraktor yang melayani masyarakan umum dan bukan ke toko distributor. b. Penggunaan data dari sumber sekunder seperti dari jurnal bahan bangunan atau daftar harga bahan yang dikeluarkan badan/instansi tertentu dapat dibenarkan dalam hal spesifikasi dan satuan hitung sama dengan yang dipersyaratkan panduan spesifikasi material/tenaga kerja yang tercantum pada Bagian III dan Bagian IV. 2. Wilayah Survei a. Survei harus dilakukan di setiap Kota/Kabupaten yang ada di wilayah kerja KPKNL, termasuk Kota/Kabupaten hasil pemekaran wilayah. b. Dalam hal survei untuk Kota/Kabupaten yang memiliki keluasan wilayah yang besar maka survei dilakukan dengan memperhatikan keterwakilan setiap area di wilayah tersebut. 3. Jumlah Data a. Penentuan jumlah data harga masing-masing material yang diambil di setiap Kota/Kabupaten tergantung pada sifat material yaitu bersifat tidak spesifik atau bersifat spesifik. b. Untuk material yang bersifat tidak spesifik, jumlah minimal data harga setiap kota adalah sebagai berikut Kota/Kabupaten Jawa/Bali Luar Jawa Bali Ibukota Propinsi (IKP) 10 7 Kota yang bukan IKP 8 5 Kabupaten (IKB) 8 3 Tabel 1. JUMLAH DATA YANG TIDAK BERSIFAT TIDAK SPESIFIK c. Untuk material yang bersifat spesifik, jumlah minimal data harga dalam setiap kota adalah sebagai berikut: Kota/Kabupaten Jawa/Bali Luar Jawa Bali Ibukota Propinsi (IKP) 3 2 Kota yang bukan IKP 2 1 Kabupaten (IKB) 1 1 Tabel 2. JUMLAH DATA YANG BERSIFAT SPESIFIK 4. Perencanaan Survei a. Pengumpulan Data dan Informasi 2 PANDUAN SURVEI DKPB

Sebelum pelaksanaan survei, petugas terlebih dahulu mengumpulkan informasi dan data sebagai berikut: 1) Daftar harga bahan bangunan, upah, dan sewa alat yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat, daftar harga material yang dipublikasikan di media setempat, penawaran harga dari toko bahan bangunan setempat, dan iklan baik media cetak maupun media elektronik; 2) Nama, alamat serta nomor kontak toko bahan bangunan di daerah yang akan disurvei. b. Penyusunan Jadwal Survei 1) Pelaksanaan survei dapat digabungkan dengan pelaksanaan tugas lainnya; 2) Jadwal survei dibuat dengan memperhatikan letak daerah dan sebaran populasi; 3) Toko bahan bangunan yang disurvei sebaiknya adalah toko yang menjual bahan bangunan secara lengkap. 5. Metode Survei Survei dapat dilakukan dengan beberapa metode sebagai berikut: a. Survei Tatap Muka Langsung Dilaksanakan apabila tersedia waktu dan personil yang cukup untuk melaksanakannya. Petugas survei melakukan kunjungan secara langsung ke toko bahan bangunan setempat dan melakukan wawancara dengan pemilik toko; b. Survei dengan Surat Petugas survei menyiapkan tabel isian dan menyampaikannya/ mengirimkannya kepada pemilik toko bahan bangunan untuk diisi (tabel isian terlampir); c. Survei dengan Telepon Petugas survei melakukan wawancara dengan pemilik toko bahan bangunan melalui media telepon; d. Survei dengan Searching/Browsing pada internet untuk material-material yang bersifat spesifik Apabila data mengenai material-material yang bersifat spesifik tidak ditemukan di daerah setempat, maka petugas survei dapat melakukan pencarian data baik pada penyedia bahan bangunan (supplier) atau juga penyalur (distributor) bahan bangunan melalui media internet. 6. Kesimpulan Harga Material Kesimpulan harga setiap material adalah harga rata-rata material yang disurvei. 3 PANDUAN SURVEI DKPB

7. Jenis, Spesifikasi dan Ukuran Material Barang/material yang disurvei adalah barang/material yang memiliki jenis, spesifikasi dan ukuran sebagaimana tercantum dalam panduan spesifikasi material yang dijelaskan pada bagian berikutnya. 8. Kondisi Khusus a. Dalam hal terdapat barang/material yang tidak ditemukan di wilayah yang disurvei, maka data yang diambil adalah data di wilayah terdekat yang menjual barang/material tersebut ditambah dengan ongkos kirim. b. Dalam hal terdapat barang/material sesuai jenis, spesifikasi dan ukuran yang ditentukan tidak ditemukan namun terdapat barang/material yang memiliki jenis, spesifikasi dan/atau ukuran yang hampir sama, maka data tersebut dapat diambil dan diberikan keterangan pada kolom keterangan. c. Dalam hal di area survei terdapat material spesifik yang tidak tersedia di tingkat pengecer (retailer) dan hanya jada di tingkat dealer maka harga di tingkat distributor dapat digunakan. 4 PANDUAN SURVEI DKPB

BAGIAN III PANDUAN SPESIFIKASI MATERIAL 1. Material Struktur a. Tanah Urug Gambar 1. Tanah Urug Material yang disurvei adalah tanah yang umum digunakan untuk urugan di wilayah survei. Jenis yang biasa digunakan adalah tanah lempung, tanah liat dan sirtu. Satuan harga adalah m 3. Di beberapa daerah akan ditemui penjualan dengan harga per mobil/truk. Untuk itu harga per mobil/truk tersebut harus terlebih dahulu dibagi dengan volume muatan mobil/truk. Contoh, di suatu daerah terdapat data harga pasir sebesar Rp1.500.000,00/truk dengan dimensi bak truk 425cm x 200cm x 184cm maka harga per m 3 adalah = Rp1.500.000,00/(4,25 x 2 x 1,84) = Rp1.500.000,00/15,64m 3 = Rp95.907,93 = Rp95.908,00/m 3 Material ini bersifat tidak spesifik, namun survei dilakukan pada agen atau perusahaan yang khusus menjual material ini. 5 PANDUAN SURVEI DKPB

b. Pasir Urug Gambar 2. Pasir Urug Spesifikasi pasir urug yang disurvei adalah pasir yang memiliki butir-butir halus namun mengandung lumpur atau kerikil/batu-batuan kecil dalam kadar yang cukup besar. Satuan harga adalah m 3. Di beberapa daerah akan ditemui penjualan dengan harga per mobil/truk. Untuk itu harga per mobil/truk tersebut harus terlebih dahulu dibagi dengan volume muatan mobil/truk. c. Pasir Beton Gambar 3. Pasir Beton Spesifikasi pasir beton yang disurvei adalah pasir yang memiliki butiran halus, mineral tajam dan keras serta ukuran butirnya sebagian besar terletak antara 0,075 5mm dan kadar lumpur tidak lebih dari 5%. Satuan harga adalah m 3. Di beberapa daerah akan ditemui penjualan dengan harga per mobil/truk. Untuk itu harga per mobil/truk tersebut harus terlebih dahulu dibagi dengan volume muatan mobil/truk. 6 PANDUAN SURVEI DKPB

d. Batu Belah/Batu Kali Gambar 4. Batu Belah/Batu Kali Batu kali atau batu belah adalah jenis batuan alami yang berasal dari batu beku, batu endapan atau batuan metamorphosa pada pegunungan dan sungai-sungai. Satuan harga adalah m 3. Di beberapa daerah akan ditemui penjualan dengan harga per mobil/truk. Untuk itu harga per mobil/truk tersebut harus terlebih dahulu dibagi dengan volume muatan mobil/truk. Material ini bersifat tidak spesifik, namun di beberapa daerah hanya dapat dijumpai pada toko/agen/perusahaan khusus. e. Batu Koral/Kerikil/Split Gambar 5. Batu Koral/Kerikil/Split Batu koral/kerikil/split adalah jenis butiran mineral keras yang sebagian besar butirannya berukuran 5 80 mm (agregat kasar). Untuk pengecoran beton, krikil/split yang digunakan adalah krikil/split dengan ukuran 1-2mm, 3-4mm dan 5 7mm. Satuan harga adalah m 3. Di beberapa daerah akan ditemui penjualan dengan harga per mobil/truk. Untuk itu harga per mobil/truk tersebut harus terlebih dahulu dibagi dengan volume muatan mobil/truk. 7 PANDUAN SURVEI DKPB

f. Semen Gambar 6. Semen Spesifikasi dari semen yang disurvei adalah Portland Cement (PC) dengan berat setiap zak adalah 50 kg. Semen yang disurvei adalah semen dengan pangsa pasar terbesar di daerah survei. Satuan harga adalah zak. g. Besi Beton Gambar 7. Besi beton Besi beton merupakan batangan-batangan besi berpenampang bulat yang digunakan sebagai tulangan besi. Besi beton ini memiliki dua jenis yaitu besi polos dan besi ulir. Spesifikasi besi yang disurvei adalah besi dengan diameter standar SNI, baik yang polos maupun yang berulir. Di pasaran terdapat besi yang tidak standar (biasa disebut besi banci) dimana diameternya aslinya lebih kecil dari yang seharusnya. Diameter besi yang ada di pasaran saat ini adalah: Polos Ulir : 4mm, 6mm, 8mm, 9mm, 10mm, 12mm, 16mm, 19mm, 22mm, 25mm, dan 28mm. : 10mm, 13mm, 16mm, 19mm, 22mm, 25mm, 29mm, 32mm dan 36mm. Satuan survei besi adalah dalam satuan berat kilogram (kg). Di pasaran ritel, besi di jual dalam satuan batang untuk setiap diameternya, sehingga 8 PANDUAN SURVEI DKPB

surveyor harus melakukan perhitungan terlebih dahulu untuk menyesuaikannya. Contoh Perhitungan: Data : Besi diameter 10mm (0,01m), Harga 1 batang adalah Rp47.000,00, Panjang Besi 12m, Berat jenis 7850 kg/m 3 Maka : Volume Besi = ¼ x π x d2 x panjang besi x bj besi = ¼ x 3,14 x (0,01)2 x 12 x 7850 = 7,4 kg Harga per kg = Rp47.000,00/7,4kg = Rp 6.350,00 h. Kayu 9 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 8. Kayu Kayu sebagai bahan bangunan, spesifikasinya sangat beragam tergantung pada penggunaannya. Berdasarkan kekuatannya, kayu dibagi dalam 5 kelas, sedangkan berdasarkan bentuk yang sangat beragam seperti balok, kaso, reng, dan papan. Ukuran kayu di pasaran juga sangat banyak, namun ukuran panjang standar adalah 4m, sedangkan lebar dan tebalnya antara lain 10x10cm, 8x8cm, 5x7cm, 8x12 cm, 3x4cm, 2x3cm, 2x20cm, 3x30cm dan sebagainya. Di pasaran kayu dapat dijual dalam satuan batang maupun m 3. Survei untuk material kayu dibagi berdasarkan kelasnya. Kelas-kelas kayu yang disurvei berikut contoh jenis kayunya adalah: Kayu Kelas I : Jati, Sonokeling dan Belian Kayu Kelas II : Rasamala, Merawan Kayu Kelas III : Kamper, Keruwing, Jamuju Kayu Kelas IV dan V : Meranti, Suren Khusus untuk material kayu, survei dilakukan pada toko/pedagang yang khusus menjual kayu, sehingga dapat menghasilkan nilai per m 3. Dalam hal survei dilakukan pada toko yang hanya menjual kayu dalam satuan batang maka harga per m 3 dihitung dengan contoh sebagai berikut:

Hasil survei, kayu kaso ukuran 10cm x 5cm harga per batangnya adalah Rp37.500,00 maka harga per m 3 nya adalah: Volume 1 btg kayu = lebar x tebal x panjang = 0,10 x 0,05 x 4 = 0,02m 3 Maka 1m 3 memerlukan = 1m 3 /0,02m 3 = 50 batang Harga 1m 3 kayu = Rp37.500,00 x 50 batang = Rp1.875.000,00 Material ini bersifat tidak spesifik, namun di beberapa daerah material ini dijual pada toko/perusahaan/agen khusus. i. Beton Ready Mix Gambar 9. Beton Ready Mix Merupakan ad ukan semen, pasir dan batu split yang dijual dalam bentuk yang sudah dicampur dan siap untuk dituangkan ke dalam cetakan beton (bekisting). Campuran beton ini dibuat di Concrete Mixing Plant, sehingga kualitas dan mutu beton sangat terjaga. Di p asaran di jual dalam satuan m 3 dengan tingkatan mutu beton yang berbeda-beda. Kualitas dan mutu beton yang disurvei adalah beton dengan kualitas K-175 dan K-225. Beton kualitas K-175 memiliki kekuatan tekan yang lebih rendah dari beton kualitas K-225. Survei untuk material beton ready mix ini dilakukan pada perusahaan Concrete Mixing Plant. Material ini bersifat spesifik. 10 PANDUAN SURVEI DKPB

j. Baja/Besi Besi Kanal C Gambar 10. Besi Kanal C Baja profil C, digunakan untuk rangka atap sebagai gording. Di pasaran terdapat dalam berbagai ukuran. Panjang besi yang ada di pasaran saat ini antara 3 15 m. Ukuran penampang sebagaimana gambar di atas antara lain: (A x B x C x t) 200 x 75 x 20 x 3,2mm 150 x 75 x 20 x 4,5mm 100 x 40 x 20 x 4,5mm Survei dilakukan dengan satuan m 3. Di pasaran retail, harga biasanya adalah per batang. Untuk itu harga perlu di konversi menjadi kg sesuai yang dibutuhkan analisa perhitungan. Cara konversinya sama dengan konversi besi sebagaimana telah dijelaskan dibagian besi yaitu mencari volume besi (luas penampang x panjang besi), kemudian mengalihkan volume besi dengan berat jenis baja. Berat jenis baja adalah 7850 kg/m 3. Material ini bersifat spesifik. Besi Siku 11 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 11. Besi Siku

Besi siku banyak digunakan untuk konstruksi-konstruksi menara dan sebagai besi pengaku pada konstruksi baja. Di pasaran juga terdapat dalam berbagai ukuran Panjang Besi yang ada di pasaran saat ini antara 3 15m. Ukuran penampang sebagaimana gambar disamping antara lain: (b x b x d) 15 x 15 x 4mm 20 x 20 x 4mm 50 x 50 x 5mm Survei dilakukan dengan satuan m 3. Di pasaran retail, harga biasanya adalah per batang. Untuk itu harga perlu di konversi menjadi kg sesuai yang dibutuhkan analisa perhitungan. Material ini bersifat spesifik. Cara konversinya sama dengan konversi besi sebagaimana telah dijelaskan dibagian besi yaitu mencari volume besi (luas penampang x panjang besi), kemudian mengalihkan volume besi dengan berat jenis baja. Berat jenis baja adalah 7850 kg/m 3. Besi Wide Flange (WF) Gambar 12. Besi Wide Flange (WF) Besi WF digunakan dalam konstruksi baja sebagai tiang maupun balok. Di pasaran ukuran dan dimensi besi ini juga sangat beragam. Panjang besi yang ada di pasaran saat ini antara 3 5 m. Ukuran penampang sebagaimana gambar di samping antara lain: (A x B x t1xt2) 250 x 255 x 14 x14mm 250 x 125 x 6 x 9mm 150 x 100 x 6 x 9mm Survei dilakukan dengan satuan m 3. Di pasaran retail, harga biasanya adalah per batang. Untuk itu harga perlu di konversi menjadi kg sesuai yang dibutuhkan analisa perhitungan. Material ini bersifat spesifik. 12 PANDUAN SURVEI DKPB

Besi Hollow Gambar 13. Besi Hollow Terbuat dari bahan campuran alluminium, digunakan untuk rangka langitlangit atau rangka dinding partisi. Di jual dalam bentuk batangan dengan panjang 4 m dan 6 m. Survei dilakukan untuk besi hollow dengan dimensi 4x4x600mm dan 4x2x400mm. Satuan material yang digunakan adalah batang. Material ini bersifat spesifik. Channel Baja Ringan Gambar 14. Channel Baja Ringan (Kuda-Kuda) Merupakan bagian utama dari suatu rangka atap baja ringan yang berfungsi sebagai kuda-kuda (truss). Sesuai sertifikasi SNI, channel baja ringan harus memiliki derajat kekuatan tarik sampai dengan 550Mpa dan terbuat dari bahan Galvalume/Zincalume yang dicampur dengan Allumunium (bahan campuran dan ukuran persentase campuran tergantung dari perusahaan pembuat baja ringan). Ukuran standar panjang channel yang tersedia dipasaran adalah sebesar 6m. Di Indonesia ukuran channel yang terdapat di pasaran berkisar antara 70mm 100mm. Survei untuk DKPB dilakukan terhadap channel dengan ukuran 80mm. Apabila pada saat survei tidak didapatkan channel dengan ukuran 80mm, maka dapat digunakan chanel dengan ukuran yang paling mendekati. Survei dilakukan dengan satuan m. Di pasaran retail, harga channel baja ringan biasanya adalah per batang (± 6m). Untuk itu harga perlu di konversi menjadi per meter (m) sesuai yang dibutuhkan analisa perhitungan. 13 PANDUAN SURVEI DKPB

Reng Baja Ringan Gambar 15. Reng Baja Ringan Sama seperti channel, bagian ini juga merupakan bagian utama dari suatu rangka atap baja ringan yang berfungsi sebagai Reng (roof batten). Sesuai sertifikasi SNI, reng baja ringan harus memiliki derajat kekuatan tarik sampai dengan 550 Mpa dan terbuat dari bahan Galvalume/Zincalume yang dicampur dengan Allumunium (bahan campuran dan ukuran persentase campuran tergantung dari perusahaan pembuat baja ringan). Di Indonesia ukuran reng yang terdapat di pasaran berkisar antara 25mm 40mm. Ukuran standar panjang reng yang tersedia dipasaran adalah sebesar 6 m. Survei untuk DKPB dilakukan terhadap reng dengan ukuran 35mm. Apabila pada saat survei tidak didapatkan reng dengan ukuran 35mm, maka dapat digunakan reng dengan ukuran yang paling mendekati. Survei dilakukan dengan satuan m. Di pasaran retail, harga reng baja ringan biasanya adalah per batang (± 6m). Untuk itu harga perlu di konversi menjadi per meter (m) sesuai yang dibutuhkan analisa perhitungan. 14 PANDUAN SURVEI DKPB

2. Material Dinding a. Batu Bata Gambar 16. Batu Bata Batu bata merupakan material bangunan yang dibuat dari cetakan adukan tanah liat. Jenis tanah liat yang baik untuk batu bata adalah tanah liat yang memiliki kandungan pasir. Di pasaran batu-bata memiliki bermacam-macam ukuran batu bata. Secara garis besar, ukuran batu bata dapat dibedakan menjadi dua yaitu batu bata kecil dan besar. Perbedaan antara ukuran batu bata kecil dan batu bata besar terletak pada ukuran ketebalan. Batu bata kecil memiliki ukuran tebal 3 5cm, sedangkan batu bata besar memiliki ukuran tebal 7 11cm. Untuk ukuran lebar dan panjang, batu bata kecil dan besar memiliki ukuran yang sama, yaitu lebar 7 11cm dan panjang 17-22cm. Batu bata besar memiliki 4 lubang ke arah memanjang di bagian tengah. Ukuran batu-bata akan sangat tergantung pada daerah asalnya. Dengan demikian survei untuk material batu bata dilakukan terhadap batu bata yang dominan dipakai di daerah survei. Satuan survei untuk material batu bata adalah buah (bh). Ukuran batu bata yang disurvei harus diberikan ke dalam kolom keterangan. b. Batako PC Gambar 17. Batako PC 15 PANDUAN SURVEI DKPB

Batako PC dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang di press padat. Batako ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu batako press mesin dan batako press tangan. Secara kasat mata, kedua macam batako press ini dapat dibedakan dari kepadatan permukaannya. Biasanya permukaan batako press mesin lebih padat dibanding batako press padat. Di pasaran, ukuran batako PC ini baik untuk batako press mesin dan batako press tangan adalah panjang 36 40cm, tinggi 18 20cm dan tebal 8 10cm. Survei dilakukan kepada batako PC yang ada di pasaran setempat dengan satuan buah (bh) dan menyebutkan keterangan ukuran. c. Beton Pra Cetak Gambar 18. Beton Pra Cetak Beton pracetak adalah dinding beton yang sudah dibuat secara pabrikan, sehingga di tempat proyek tinggal di rakit. Di pasaran terdapat dua ukuran beton dinding pracetak, yaitu dengan tebal 15cm dengan panjang sampai dengan 7m dan tebal 20cm dengan panjang 10m. Survei dilakukan terhadap batako dengan ketebalan terkecil di daerah survei. Satuan survei adalah m 2. d. Batako Tras Gambar 19. Batako Tras Batako tras adalah batu cetak yang di-press dan dibuat dari campuran tras, batu kapur dan air. Warna batako ada yang putih dan putih kecoklatan. 16 PANDUAN SURVEI DKPB

Ukuran batako tras adalah panjang 25 30cm, tebal 8 10cm dan tinggi 14 18cm. Survei dilakukan terhadap batako tras yang di jual di daerah survei dengan satuan buah (bh). e. Celcon/hebel/bata ringan Gambar 20. Celcon/hebel/bata ringan Bata ringan atau lebih sering disebut bata hebel atau celcon memiliki karakteristik yang ringan, halus dan rata. Dinding hebel ini bias langsung diaci atau dicat tanpa diplester terlebih dahulu. Bata hebel memiliki ukuran 60 x 20cm dengan ketebalan 8 10cm. Survei dilakukan untuk bata hebel yang dijual di pasar daerah survei dengan satuan buah (bh). Material ini untuk daerah perkotaan di jawa bersifat tidak spesifik. f. GRC 17 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 21. GRC Papan fiber semen terbuat dari fiberglass yang dicampur dengan semen dan pasir dengan kandungan fibernya 5%. Di pasaran GRC dijual dalam dua jenis yaitu lembaran dan papan. Ukuran lembaran adalah 1.220mm x 2.440mm dengan tebal 4mm dan 5mm 15mm. Ukuran papan adalah lebar 100mm, 200mm dan 300mm, panjang 2.440mm dan tebal 9mm. Harga yang disurvei adalah harga per m 2, dengan demikian harga per lembaran per papan dibagi luas per lembar per papan.

g. Bambu Gambar 22. Bambu Bambu yang disurvei adalah bambu yang biasa dipergunakan untuk dinding rumah, yaitu dari jenis bambu hitam atau bambu tali. Survei dilakukan dalam harga satuan per batang. 18 PANDUAN SURVEI DKPB

3. Material Atap a. Genteng Keramik Gambar 23. Genteng Keramik Genteng keramik adalah genteng yang berbahan dasar tanah liat dan melalui proses pembakaran pada suhu mencapai 1.100 0 C selama 18 jam. Permukaan genteng keramik terlihat mengkilat dan memantulkan panas hingga 90%. Spesifikasi genteng keramik adalah berat 3,2kg/buah, isi 14 buah/m 2, jarak usuk 40cm dan sistem sambungan interblock. Di pasaran terdapat beberapa jenis genteng keramik antara lain genteng vlaams, genteng kodok dan genteng plentong. Survei material genteng keramik dilakukan terhadap genteng keramik yang memiliki spesifikasi sebagaimana diatas, dan data yang diambil adalah data genteng badan dan genteng nok dengan satuan buah. b. Genteng Beton Gambar 24. Genteng Beton Genteng Beton adalah jenis genteng dengan bahan dasar semen portland (PC), agregat halus, air dengan atau tanpa kapur/trass, pigmen dan bahan pembantu lainnya. 19 PANDUAN SURVEI DKPB

Saat ini di pasaran terdapat beberapa merk genteng beton, yang masingmasing merk mempunyai spesifikasi masing-masing. Spesifikasi umum dari genteng beton adalah sebagai berikut: - Panjang : 420 425mm - Lebar : 330 333mm - Berat : 4,2 4,4kg - Jarak Reng : 30 36cm Survei material genteng beton dilakukan terhadap genteng yang memiliki spesifikasi sebagaimana diatas, dan data yang diambil adalah data genteng badan dan genteng nok dengan satuan buah. Material ini bersifat tidak spesifik. c. Genteng Metal Gambar 25. Genteng Metal Genteng metal terbuat dari pelat baja metal yang diberi lapisan galvanis (zink). Ada dua model genteng berlapis pasir kwarsa dan genteng metal dicat. Di lapangan terdapat banyak spesifikasi genteng metal, sebagai contoh ada yang memiliki ukuran 410mm x 710mm, namun ada juga yang berukuran 370 x 1320mm. Untuk itu survei material genteng metal dilakukan dengan satuan m 2. Di pasaran, material ini dijual dalam satuan lembar, sehingga perlu ada harga konversi dari lembar ke m 2. Cara Konversinya adalah sebagai berikut: Genteng dengan ukuran 370 x 1320mm dengan harga Rp90.000,00 Luas = 0,37 x 1,32 = 0,4884 Lembar/m 2 = 1/0,4884 = 2,0475 Maka harga per m 2 adalah = 2,0475 x Rp90.000,00 = Rp184.275,00 Untuk bubungan ukuran yang tersedia di pasaran juga banyak jenisnya, sebagai contoh ada yang berukuran 110cm dan 132cm. Oleh karena itu harga survei dilambil dengan satuan m. Untuk itu harga satuan material dikonversi ke satuan m. 20 PANDUAN SURVEI DKPB

Contoh genteng metal bubungan dengan panjang 132cm harga Rp70.000,00 maka harga per meternya adalah: = Rp70.000 x (100/132) = Rp53.030,00 d. Genteng Tanah Liat Gambar 26. Genteng Tanah Liat Genteng tanah liat adalah genteng yang terbuat dari tanah liat dan dibakar dengan suhu tinggi. Berbeda dengan genteng keramik, genteng ini dibuat secara manual dengan tangan atau dengan mesin dan pembakarannya biasanya dilakukan pada suhu tinggi tetapi tidak setinggi genteng keramik. Bentuk genteng tanah liat ini juga beragam antara lain genteng kodok dan genteng plentong. Genteng kodok memiliki berat 1,5 1,8kg/buah dengan kebutuhan per meter persegi 21 25 buah. Sedangkan genteng plentong memiliki berat 1,5kg/buah dengan kebutuhan per meter persegi 25 buah. Survei material genteng tanah liat ini dilakukan terhadap genteng badan dan genteng nok dengan satuan buah. e. Sirap 21 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 27. Sirap Genteng sirap adalah bahan penutup atap yang terbuat dari lempengan kayu kedap air. Jenis kayu yang sering digunakan adalah kayu besi, kayu jati, kayu ulin, kayu belian atau kayu lain yang sudah mengalami proses pengawetan

sempurna. Ukuran genteng sirap umumnya adalah panjang 60 70cm, lebar 7 10cm dan tebal 3 5cm. Genteng sirap sudah tidak banyak lagi ditemukan di pasaran. Survei dilakukan untuk material ini, jika di lapangan masih ditemukan bangunan yang menggunakan atap sirap. Satuan survei adalah buah. Material ini bersifat spesifik. f. Seng Gelombang Gambar 28. Seng Gelombang Seng gelombang adalah atap yang terbuat dari seng atau metal lainnya seperti alumunium. Bahan seng harganya lebih murah namun cepat berkarat, sedangkan bahan metal harganya mahal namun tidak berkarat. Dipasaran ukuran seng adalah lebar 90cm dengan panjang bervariasi dari 150cm, 180cm, 210cm, 240cm, 270cm dan 300cm. Sedangkan ketebalannya juga bervariasi dengan BJLS 33, BJLS 30, BJLS 27 dan BJLS 24. Survei terhadap material ini dilakukan untuk seng gelombang dengan spesifikasi lebar 90cm, panjang 240cm dan ketebalan BJLS30. g. Asbes Gelombang/Asbes Genteng/Fibersemen Gambar 29. Asbes Gelombang/Asbes Genteng/Fibersemen Atap asbes gelombang/asbes genteng atau Fibersemen adalah material yang dibuat dari bahan asbes. Di pasaran terdapat tiga type yaitu type gelombang 5,5, type gelombang 14 dan type asbes genteng. 22 PANDUAN SURVEI DKPB

Ukuran asbes gelombang adalah lebar 105cm dengan panjang 150cm, 180cm, 210cm, 240cm, 270cm dan 300cm serta tebal 5mm. Sedangkan asbes genteng memiliki ukuran 80cm x 100cm. Survei dilakukan terhadap material asbes gelombang dengan ukuran panjang 240cm dan satuan lembar. h. Spandek Gambar 30. Spandek Spandek adalah sejenis atap seng namun terbuat dari bahan metal sehingga lebih kuat dan tidak berkarat. Ukuran panjang dan lebar atap spandek sangat bervariasi tergantung dengan model dan jenis gelombangnya. Di pasaran spandek dapat dibeli per lembar namun untuk skala besar dapat pula di pesan dengan ukuran sesuai dengan yang dikehendaki. Survei untuk material ini mengunakan satuan lembar dengan ukuran spandek yang disurvei sebagai berikut: Lebar Panjang i. PVC Lembaran : 90 cm 110 cm : 240 cm 300 cm Gambar 31. PVC Lembaran Penutup atap PVC (polyvinyl chloride) biasanya digunakan pada carport, teras atau beranda dan pelindung tanaman. Ada dua type atap PVC yaitu tipe solid yang tidak tembus cahaya dan tipe semi transparan yang tembus cahaya. Dari bentuknya atap ini juga ada dua jenis yaitu bergelombang dan 23 PANDUAN SURVEI DKPB

datar (flat). Namun demikian kedua jenis atap PVC itu memiliki kesamaan yaitu berongga pada bagian tengahnya untuk menyalurkan panas. Di pasaran material ini dijual dengan satuan meter panjang dengan tebal 10mm dan lebar efektif antara 810mm sampai dengan 1.097mm. Survei dilakukan dalam satuan meter panjang dengan keterangan lebar material yang disurvei. j. Allumunium Foil Single Side Gambar 32. Allumunium Foil Single Side Alumunium foil single side pada intinya adalah sebagai elemen tambahan untuk rangka atap baja ringan yang digunakan sebagai penahan panas dari sinar matahari, serta juga bisa meminimalisir bangunan dari kebocoran. Di pasaran, alumunium foil tersedia dalam berbagai macam ukuran, antara lain berukuran 1,2m x 50m/roll, 1,0m x 50m/roll, 1,2m x 60m/roll, dll. Survei dilakukan dalam satuan m 2. Survei dapat dilakukan untuk harga allumunium foil single side dalam berbagai ukuran. Namun untuk DKPB, hasil survei tersebut dikonversi dalam meter persegi (m 2 ). k. Allumunium Foil Double Side Gambar 33. Allumunium Foil Double Side Sama seperti alumunium foil single side, alumunium foil double side merupakan elemen tambahan rangka atap baja ringan yang digunakan sebagai penahan panas dari sinar matahari, serta juga bisa meminimalisir bangunan dari kebocoran. 24 PANDUAN SURVEI DKPB

Di pasaran, alumunium foil double side tersedia dalam berbagai macam ukuran, antara lain berukuran 1,2m x 50m/roll, 1,0m x 50m/roll, 1,2m x 60m/roll, dll. Survei dilakukan dalam satuan m 2. Survei dapat dilakukan untuk harga allumunium foil double side dalam berbagai ukuran. Namun untuk DKPB, hasil survei tersebut dikonversi dalam meter persegi (m 2 ). l. Seng Plat BJLS 30 Gambar 34. Seng Plat BJLS Seng BJLS atau Galvanis adalah lembaran baja galvanis tahan karat, bisa dicat dan las. Banyak dipakai dalam aplikasi roofing, siding, ceiling, floordecking, partition, ducting, fencing, dan lain-lain. Survei dilakukan terhadap Seng Plat BJLS 30 dalam satuan m. Material tidak bersifat spesifik. 25 PANDUAN SURVEI DKPB

4. Material Lantai a. Marmer dan Granit Gambar 35. Marmer dan Granit Marmer berasal dari jenis bahan yang komposisi mineral kalsium karbonatnya dominan dan terproses alami dalam suhu yang tinggi. Warna marmer sangat beragam, tergantung dengan mineral yang dikandungnya. Granit berasal dari batuan beku yang komposisi mineral kuarsanya dominan sehingga rata-rata akan muncul bintik-bintik yang sangat menonjol. Walaupun granit berwarna hitam pekat, bintik-bintiknya tetap akan terlihat. Di pasaran, marmer dan granit dijual dalam satuan m 2. Material ini bersifat spesifik. b. Keramik Gambar 36. Keramik Keramik sebagai bahan penutup lantai dan dinding adalah ubin yang keras, rata dan permukaannya bertekstur, diolah dari bahan-bahan keramik tunggal dan campuran, melalui proses pembakaran pada suhu tinggi. Ketebalan kermaik berkisar antara 0,6 0,8cm dengan ukuran beragam antara lain, 10 x 20cm, 20 x 20cm, 20 x 25cm, 30 x 30cm, 40 x 40cm dan 60 x 60cm. 26 PANDUAN SURVEI DKPB

Di pasaran saat ini warna dan corak keramik sangat beragam dengan satuan jual m 2. Survei dilakukan terhadap material keramik dengan ukuran standar 30 x 30 cm dengan kualitas: KW I KW II : Kualitas baik, bermerk dengan ukuran yang memiliki presisi yang tinggi. : Kualitas sedang, dengan ukuran yang tidak terlalu presisi. c. Tegel/Ubin Gambar 37. Tegel/Ubin Tegel dibuat dari campuran pasir dan semen dengan dilapisi campuran filler mill dan semen putih dengan atau tanpa pewarna. Ukuran tegel biasanya 20cm x 20cm dan 30cm x 30cm dengan ketebalan 2,5cm 3cm. Bentuk dan corak ubin dapat dibedakan antara lain: ubin kepala basah, ubin kepala kering, ubin marblon atau ubin pualam tiruan, ubin wafel, ubin badak dan ubin grip. Di pasaran ubin di jual dalam satuan m 2 atau per buah. Survei dilakukan untuk bentuk dan corak yang banyak tersedia di area survei dengan satuan m 2. d. Teraso 27 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 38. Teraso Ubin teraso adalah ubin cetak yang bahan dasarnya terutama lapisan bagian atasnya terdiri dari campuran semen Portland (PC) atau sejenisnya dengan bubuk kasar/butir kasar batu alam yang berwarna satu atau beraneka warna. Ukuran ubin teraso adalah 20cm x 20cm, 30cm x 30cm, 40cm x 40cm dengan ketebalan 2 3cm.

Di pasaran ubin teraso dijual dalam satuan m 2 atau per buah. Survei dilakukan untuk bentuk dan corak yang banyak tersedia di area survei dengan satuan m 2. e. Terakota Gambar 39. Terakota Terakota merupakan material penutup lantai dan dinding yang terbuat dari bahan tanah liat yang dicetak rapi dan halus. Jika dilihat sekilas, terakota ini akan terlihat seperti batu bata yang tidak diplester. Ukuran terakota yang ada di pasaran saat ini adalah 10cm x 20cm dan 5cm x 10cm. Survei dilakukan dengan satuan m 2 sesuai satuan di pasaran. Material ini bersifat spesifik. f. Hardener Gambar 40. Hardener Floor Lantai Hardener merupakan lantai yang dirancang untuk menerima beban berat secara langsung tanpa pelapis. Biasanya pengecoran permukaan beton dicampur dengan bahan aditif. Lantai hardener ini biasa digunakan untuk lantai pabrik, industry atau tempat parkir. Bahan aditif yang digunakan antara lain harcol dan ferrolith h. ready mix. Survei dilakukan untuk bahan aditif Harcol atau sejenisnya dengan satuan kg. Material ini bersifat spesifik. 28 PANDUAN SURVEI DKPB

g. Parket Gambar 41. Parket Lantai parket adalah jenis lantai kayu yang telah diolah sedemikian rupa sehingga bertekstur rata, halus dan indah. Di pasaran terdapat tiga jenis lantai parket yaitu parket dari kayu solid, parket dari kayu yang dilapis dan parket dari serbuk kayu dipress. Survei dilakukan terhadap material lantai parket dari serbuk kayu dipress dengan satuan m 2. h. Vinyl Gambar 42. Lantai Vinyl Vinyl adalah sejenis ubin plastic yang diolah dari jenis resin ditambah beberapa bahan lain seperti filler, extender, pigment dan stabilizer melalui suatu proses Calendering panas. Vinyl berukuran standar 30 x 30cm dengan ketebalan 1,6 2mm dan berukuran lembaran atau gulungan. Survei dilakukan terhadap vinyl dengan satuan m 2. Material ini bersifat spesifik. 29 PANDUAN SURVEI DKPB

5. Material Langit-langit a. Plywood (Triplek/Multiplek/Teakwood/Melamin/Jabarwood/Plafonarium) Gambar 43. Plywood (Triplek/Multiplek/Teakwood/Melamin/Jabarwood/Plafonarium) Plywood adalah kayu lapis yang dibuat dari susunan silih berganti beberapa lembaran vinir yang arah seratnya saling bersilangan tegak lurus. Ukuran plywood adalah 8 x 4 atau (244 x 122)cm dengan ketebalan 3mm, 4mm, 6mm, 9mm dan 12mm. Plywood dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah lapisan dan corak permukaannya, yaitu: - Triplek : Berlapis Tiga - Multiplek : Berlapis banyak lebih dari tiga - Teakwood : Berlapis tiga dengan vinir khusus untuk lapisan luarnya. - Melamin : Berlapis tiga dengan finishing melamin untuk lapisan luarnya. - Jabarwood : Berlapis tiga dengan coating dan bahan pewarna khusus untuk lapisan luarnya. - Plafonarium : Sejenis teakwood yang telah difinish dan dipotong dengan ukuran sesuai modul plafon. Survei dilakukan terhadap triplek dengan ukuran tebal 4 mm dan 6 mm serta multiplek dengan ukuran tebal 9 mm dan 12 mm. Satuan yang digunakan adalah lembar ukuran 8 x 4. b. Asbes/Eternit 30 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 44. Asbes/Eternit Asbes atau eternit untuk plafon memiliki ukuran 1m x 1m dan 0,5m x 1m.

survei dilakukan dalam satuan m 2 terhadap asbes dengan ukuran 1m x 1m. c. Gypsum Gambar 45. Gpysum Gpysum adalah bahan langit-langit yang terbuat dari bubuk kapur yang dilapisi sejenis kertas tebal sehingga membentuk lembaran- lembaran. Ukuran lembaran gypsum adalah 8 x 4 (244cm x 122cm). Survei dilakukan dengan satuan lembar. d. Akustik Gambar 46. Akustik Plafon akustik biasa digunakan untuk perkantoran karena sifatnya yang ringan, indah, mudah perbaikan dan tahan terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Plafon akustik di pasaran saat ini terdiri dari dua ukuran yaitu, 60cm x 60cm dan 60cm x 120cm. Survei dilakukan terhadap material plafon akustik dengan ukuran 60cm x 120cm dengan satuan lembar. Material ini bersifat spesifik. 31 PANDUAN SURVEI DKPB

e. GRC Board Gambar 47. GRC Board Material GRC board/serat fibersemen yang digunakan untuk material plafon sama dengan material GRC board/serat fibersemen yang digunakan untuk dinding (Material 2 f di atas). f. Kayu Gambar 48. Plafon Kayu Plafon dari material kayu, adalah batangan kayu yang berkuran lebar 5 7cm dengan tebal antara 2 3cm dan panjang 4m. Biasanya kayu untuk plafon merupakan kayu dengan kelas I atau kelas II yang telah mendapatkan pengawetan yang sempurna. Survei dilakukan dengan satuan m 3. 32 PANDUAN SURVEI DKPB

g. List Profil Kayu Gambar 49. List Profil Kayu List profil kayu adalah list pinggir plafon yang terbuat dari kayu. Di pasaran, list profil kayu ini memiliki banyak ragam bentuk dan ukurannya. Survei dilakukan dalam satuan batang untuk list profil kayu sudut dengan ukuran profil 36 x 36mm sampai 40 x 40cm. Material ini bersifat tidak spesifik h. List Profil Gypsum Gambar 50. List Profil Gypsum List profil gypsum adalah list pinggir plafon yang terbuat dari bahan gypsum. Di pasaran, list profil gypsum ini memiliki banyak ragam bentuk dan ukurannya. Survei dilakukan dalam satuan batang untuk list profil gypsum sudut dengan ukuran profil 36 x 36mm sampai 40 x 40cm. 33 PANDUAN SURVEI DKPB

6. Material Pelapis Dinding a. Cat Dasar Tembok (plamur) Gambar 51. Cat Dasar Tembok (plamur) Cat dasar merupakan cat untuk menutupi pori-pori dinding yang diplester (diaci). Cat dasar untuk tembok ini disebut juga plamur. Di pasaran terdapat banyak jenis/merek plamur. Survei dilakukan untuk plamur berkualitas baik yang terdapat di area survei dengan satuan kg. b. Cat Dasar Kayu/Besi (Meni) Gambar 52. Cat Dasar Kayu/Besi (Meni) Meni kayu/meni besi adalah campuran dari besi oksida, bahan pengikat, minyak lena dan resin sintesis. Cat dasar ini berfungsi menutupi pori-pori kayu dan menambah daya lekat cat pada permukaan. Di pasaran terdapat banyak jenis/merk meni. Survei dilakukan untuk meni berkualitas baik yang terdapat di area survei dengan satuan kg. c. Cat Tembok 34 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 53. Cat Tembok

Cat tembok adalah cat untuk dinding yang biasanya berbahan dasar air. Cat tembok ini dibedakan menjadi dua yaitu cat untuk dinding dalam dan cat untuk dinding luar. Cat untuk dinding luar memerlukan ketahanan yang cukup terhadap perubahan cuaca. Sehingga harga untuk cat dinding luar lebih mahal dari cat dinding dalam. Survei dilakukan untuk material cat dinding dalam dan dinding luar dengan satuan kg. Cat yang disurvei adalah cat dengan kualitas baik, bermerek dan tersedia di pasaran area survei. d. Cat Besi/Kayu Gambar 54. Cat Besi/Kayu Cat Besi/Kayu adalah cat untuk bagian bangunan yang berbahan kayu/besi. Cat ini berbahan dasar minyak. Survei dilakukan untuk material cat kayu/besi dengan satuan kg. Cat yang disurvei adalah cat dengan kualitas baik, bermerek dan tersedia di pasaran area survei. e. Kaca 35 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 55. Kaca Kaca yang digunakan sebagai bahan bangunan terdiri dari beberapa jenis antara lain, kaca bening, kaca es/susu, kaca gelap/rayband, kaca cermin, kaca nako dan kaca blok. Dimensi kaca juga tersedia dalam beberapa ukuran,

namun ukuran maksimum adalah 1,8m x 3,3m dengan ketebalan maksimum 16mm. Survei dilakukan terhadap material kaca dengan spesifikasi, kaca polos dengan ketebalan 10mm dan kaca cermin dengan ketebalan 6mm. Satuan survei adalah m 2. Material kaca termasuk material tidak spesifik namun survei dilakukan pada toko khusus yang menjual material ini. f. Batu Tempel/Batu Alam Gambar 56. Batu Tempel/Batu alam Material ini antara lain adalah batu tempel tambanan di Bali, batu kali pipih, batu pipih, batu tempel atau batu-batu lain sejenis batu kapur. Termasuk juga disini adalah batu-batuan buatan dari bahan PC yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai batu alam. Survei dilakukan terhadap material yang paling umum di pakai di daerah survei dengan satuan m 2. Material ini bersifat tidak spesifik, namun survei dilakukan pada toko khusus yang menjual material ini. g. Komposit Panel 36 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 57. Komposit Panel Komposit panel atau aluminium panel adalah material yang terbuat dari plastik atau polyethylene dan aluminium. Komposit panel ini tersedia dalam beragam warna dan biasa digunakan untuk gedung-gedung bertingkat. Ukuran komposit panel adalah 1.220 x 2.440mm dengan ketebalan 3mm, 4mm dan 6mm. Survei dilakukan untuk komposit panel dengan ketebalan 4mm dan satuan lembar. Material ini bersifat spesifik.

7. Material Instalasi Listrik a. Kabel NYM 2x1,5, 2x2,5, 3x1,5, 3x2,5 Putih Gambar 58. Kabel NYM 2x1,5, 2x2,5, 3x1,5, 3x2,5 Putih Kabel NYM memiliki lapisan dua lapisan isolasi PVC, biasanya berwarna putih atau abu-abu. Kabel ini dipergunakan di lingkungan kering dan basah namun tidak boleh ditanam. Survei dilakukan untuk kabel yang memiliki spesifikasi 2 x 1,5 (dua inti dengan diameter 1,5mm), 2 x 2,5, 3 x 1,5 dan 3 x 2,5. Satuan survei adalah m. b. Kabel NYY 3x3,5 Hitam Gambar 59. Kabel NYY 3x3,5 Hitam Kabel NYY memiliki isolasi PVC yang lebih kuat dari kabel NYM dan biasanya berwarna hitam. Kabel ini dipergunakan untuk instalasi tertanam. Bahan isolasi terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus. Survei dilakukan terhadap material yang memiliki spesifikasi 3x3,5mm (3 inti dengan diameter setiap inti 3,5mm). Satuan survei adalah m. c. Kabel Toevoer NYM 3x16mm 37 PANDUAN SURVEI DKPB Gambar 60. Kabel Toevoer NYM 3x16 mm Survei dilakukan untuk kabel yang memiliki spesifikasi 3 x 16 mm. Satuan survei adalah m.

d. Fitting Plafond Lampu Gambar 61. Fitting Plafond Lampu Fitting plafond lampu merupakan tempat lampu dipasangkan. Survei dilakukan terhadap material yang memiliki kualitas baik dan untuk bola lampu. Satuan survei adalah buah. e. Saklar Gambar 62. Saklar Alat untuk mematikan atau menghidupkan aliran listrik ke lampu. Survei dilakukan terhadap material dengan spesifikasi saklar tunggal, saklar ganda dan saklar hotel yang memiliki kualitas baik dengan satuan buah. Material ini bersifat tidak spesifik. f. Stop Kontak Gambar 63. Stop Kontak Stop kontak adalah tempat menyambungkan peralatan listrik ke jaringan listrik. Survei dilakukan terhadap material dengan spesifikasi saklar biasa (2 lubang) dan saklar khusus (3 lubang) yang memiliki kualitas baik dengan satuan buah. 38 PANDUAN SURVEI DKPB

g. MCB/Sekering Gambar 64. MCB/Sekering MCB atau Sekering listrik adalah alat untuk menyambungkan dan memutuskan aliran listrik dari jaringan luar ke instalasi dalam rumah. Survei dilakukan terhadap material yang memiliki kualitas baik dan bagus. Satuan yang digunakan adalah buah. Material ini bersifat tidak spesifik, namun survei dilakukan di toko alat-alat listrik. h. Box Sekering Gambar 65. Box/Kotak Sekering Adalah tempat MCB atau sekering ditempatkan. Survei dilakukan terhadap box sekering 2 group, 4 group, 6 group, dan 8 group yang memiliki kualitas baik dengan satuan buah. Material ini bersifat tidak spesifik, namun survei dilakukan di toko alat-alat listrik. i. T Doss (Kotak sambung) Gambar 66. T Doss (Kotak Sambung) 39 PANDUAN SURVEI DKPB

Adalah tempat/wadah bagi penyambungan kabel dalam instalasi listrik. Survei dilakukan untuk material yang memiliki kualitas baik dengan satuan buah. Material ini bersifat tidak spesifik, namun survei dilakukan di toko alat-alat listrik. j. Klem Kabel Gambar 67. Klem Kabel Klem kabel adalah benda untuk melekatkan kabel ke dinding sehingga jalan kabel menjadi lebih rapi. Survei dilakukan terhadap material dengan kualitas baik dan satuan bungkus. k. Klem Pipa Listrik Gambar 68. Klem Pipa Listrik Klem pipa adalah benda untuk melekatkan pipa listrik ke dinding sehingga jalan pipa menjadi lebih rapi. Survei dilakukan terhadap material dengan kualitas baik dan satuan buah. l. Pipa Listrik Clipsal Gambar 69. Pipa Listrik Clipsal 40 PANDUAN SURVEI DKPB

Pipa listrik merupakan material yang digunakan dalam pekerjaan instalasi listrik. Material ini berfungsi untuk melindungi pemasangan kawat penghantar, selain itu dengan pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi. Pada umumnya pipa listrik ini memiliki panjang 3 m. Survei terhadap material ini dilakukan dalam satuan batang. m. Pipa GIP Gambar 70. Pipa GIP (Galvanis) Pipa GIP (Galvanized Iron Pipe) atau juga biasa disebut Pipa Galvanis, dalam instalasi listrik banyak digunakan sebagai pekerjaan arde/grounding, baik untuk titik lampu dalam, taman dan hotel. Pipa galvanis adalah pipa yang telah dilapisi dengan lapisan seng. Zat kimia Seng dapat memberikan penghalang terhadap korosi, sehingga pipa galvanis tidak dapat langsung terkena unsur-unsur lingkungan luar. Hambatan pelindung atau seng telah terbukti dapat memberikan ketahanan material pipa galvanis dari kelembaban seperti didalam ruangan. Survei dilakukan untuk pipa GIP diameter ½ dengan satuan batang. n. Pipa Flexible Listrik Gambar 71. Pipa Flexible Listrik Pipa flexible listrik merupakan material yang digunakan dalam pekerjaan instalasi listrik. Material ini berfungsi untuk melindungi pemasangan kawat penghantar, mempunyai fisik yang lentur dan fleksibel. Survei terhadap material ini dilakukan dalam satuan m. 41 PANDUAN SURVEI DKPB

8. Material Instalasi Air a. Pipa PVC Gambar 72. Pipa PVC Pipa PVC adalah pipa air, baik untuk air besih, saluran pembungan maupun air kotor yang terbuat dari bahan PVC. Ukuran diameter pipa PVC di pasaran tersedia cukup banyak dari ½, ¾, 1, 1½, 2, 2½, 3, 4, 5 dan 6. Survei dilakukan untuk ukuran ½, ¾, 1, 1½, 2, 3, 4, 5 dan 6 dengan satuan batang. b. Sok dan Knie PVC Gambar 73. Sok dan Knie PVC Sok dan Knie merupakan komponen penyambungan pipa PVC. Survei dilakukan untuk harga Sok & Knie PVC AW dia 1", ½, dan ¾, serta Sok & Knie PVC D dia 1,5", 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan satuan buah. c. Kran Air Gambar 74. Kran Air 42 PANDUAN SURVEI DKPB

Kran air yang disurvei adalah kran berbahan dasar metal dan berkualitas baik. Satuan survei adalah buah. d. Kitchen Zink Gambar 75. Kitchen Zink Berbahan dasar aluminium, tempat cuci piring. Survei dilakukan dengan satuan buah. e. Floor Drain Gambar 76. Floor Drain Pembuangan air di lantai kamar mandi atau daerah basah lainnya. Survei dilakukan untuk material dengan bahan metal dan berkualitas baik. Satuan survei adalah buah. f. Closet Gambar 77. Closet 43 PANDUAN SURVEI DKPB

Survei dilakukan untuk material dengan spesifikasi closet jongkok, dengan kualitas baik dan bermerek. Satuan survei adalah buah. g. Buis Beton Gambar 78. Buis Beton Adalah pipa yang terbuat dari beton tanpa tulang, biasanya digunakan untuk saluran di bawah permukaan. Ukuran material ini di pasaran tersedia dari diameter 10cm sampai 120cm dengan panjang 1m. Survei dilakukan untuk material dengan spesifikasi diameter 20cm, dengan satuan buah. h. Stop Kran Logam Gambar 79. Stop Kran Logam Adalah alat yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus aliran air. Survei dilakukan untuk stop kran logam dengan ukuran diameter 1, ¾, dan ½ dengan satuan buah. 44 PANDUAN SURVEI DKPB

9. Material Perkerasan dan Pagar a. Aspal Cair Gambar 80. Aspal Cair Aspal hasil penyulingan minyak ex pertamina. Satuan survei adalah drum dengan berat antara 150-155kg/drum. Material ini bersifat spesifik, survei dilakukan pada agen khusus. b. Aspal Hotmix Gambar 81. Aspal Hotmix Aspal yang telah dicampur dengan agregat (batu-batuan) dan siap untuk dihamparkan dan dipadatkan. Satuan survei adalah m 3 dan dilakukan pada AMP (Aspal Mixing Plant). Material ini bersifat spesifik. Sehingga survei dilakukan pada perusahaan Aspalt Mixing Plant. c. Kanstein Gambar 82. Kanstein Adalah material terbuat dari beton yang berfungsi mengapit perkerasan jalan atau trotoar. Di pasaran terdapat beberapa jenis kanstein. Survei dilakukan untuk kanstein dengan ukuran 15 x 30 x 40cm, dalam satuan buah. 45 PANDUAN SURVEI DKPB

d. Paving Block Gambar 83. Paving Block Paving block atau con block adalah material penutup lantai di luar ruangan seperti carport dan tempat parker. Material ini terbuat dari campuran beton tanpa tulang. Di pasaran terdapat beberapa model dan tipe paving block antara lain, trihex, hexagon, hexantik, unipave (cacing), classic (bunga), truepave (persegi panjang) dan kapak. Di samping itu terdapat juga jenis grass block yang memungkinkan tumbuhnya rumput di lobang-lobang yang ada diantaranya. Survei dilakukan terhadap material dengan spesifikasi type truepave (persegi panjang) ketebalan 8 cm dan dibuat dengan mesin press. Satuan adalah m 2. Karena material ini bersifat spesifik maka survei dilakukan pada toko-toko khusus yang menjual material ini. e. Sirtu Gambar 84. Sirtu Sirtu adalah material tanah penimbun dengan spesifikasi lebih kasar dari pasir urug (mengandung kerikil/batu-batuan kecil). Satuan survei dilakukan dengan satuan m 3. Karena material ini bersifat spesifik maka survei dilakukan pada agen-agen khusus yang menjual material ini. 46 PANDUAN SURVEI DKPB

f. Pagar BRC Gambar 85. Pagar BRC Pagar BRC (Galvanized Fence) adalah pagar siap pasang terbuat dari material besi yang sangat praktis dan berpenampilan menarik. Lembaran pagar ini dibentuk dahulu, kemudian dilapisi bahan galvanis dengan cara hot dip (celup panas 465º C) atau electroplating, sehingga terjamin ketahanannya terhadap bahaya korosi/karat. Survei dilakukan terhadap pagar BRC ukuran T.90cm, T.120cm, dan T.175 cm. Satuan survei dilakukan dengan satuan panel. g. Pintu Pagar BRC Gambar 86. Pintu Pagar BRC Double Gate Pintu Pagar BRC adalah pintu pagar siap pasang terbuat dari material besi yang sangat praktis. Seperti halnya pagar BRC, pintu pagar ini dibentuk dahulu, kemudian dilapisi bahan galvanis dengan cara hot dip (celup panas 465º C) atau electroplating, sehingga terjamin ketahanannya terhadap bahaya korosi/karat. Survei dilakukan terhadap pintu pagar BRC, dengan jenis Double Gate DG.T.90cm, Double Gate DG.T.120cm, dan Double Gate DG.T.175cm. Satuan survei dilakukan dengan satuan unit. 47 PANDUAN SURVEI DKPB

h. Tiang BRC Gambar 87. Tiang Pagar BRC Tiang Pagar BRC berfungsi untuk memperkuat Pagar BRC atau sebagai pegangan dari lembar Pagar BRC. Tiang Pagar BRC ada yang berbentuk tegak lurus, ada yang tiang tekuk berbentuk Y, ada juga yang berbentuk tiang tekuk 1 sisi sebagai tempat melilitkan kawat duri untuk pengaman suatu area bangunan. Survei dilakukan terhadap Tiang BRC T.1,20M U.Pgr T.0,90M, Tiang BRC T.1,50M U.Pgr T.1,20M, dan Tiang BRC T.2,25M U.Pgr T.1,75M. Satuan survei dilakukan dengan satuan buah. 48 PANDUAN SURVEI DKPB

10. Peralatan/Alat Bantu a. Acetyline Gambar 88. Acetyline Adalah gas untuk keperluan pekerjaan besi dan baja. Satuan survei adalah tabung. Survei dilakukan terhadap gas/acetylene untuk tabung 12kg namun tanpa berikut tabungnya. Karena material ini bersifat spesifik maka survei dilakukan pada toko-toko khusus yang menjual material ini. b. Oksigen U.Pek.Besi/Baja Gambar 89. Oksigen U.Pek.Besi/Baja Adalah oksigen untuk keperluan pekerjaan besi dan baja. Satuan survei adalah tabung. Survei dilakukan terhadap harga oksigen untuk tabung 12kg namun tanpa berikut tabungnya. Karena material ini bersifat spesifik maka survei dilakukan pada toko-toko khusus yang menjual material ini. 49 PANDUAN SURVEI DKPB