Oleh Neli Yanti ABSTRACK

dokumen-dokumen yang mirip
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN FINGER PAINTING BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 10 SUNGAI SAPIH PADANG

Oleh: Eni Musrifah SLB Setya Darma Surakarta ABSTRAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN BINA DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SEMESTER 2 DI SLB

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT SAPU LIDI MELALUI METODE LATIHAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS D.V

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT RAK DARI KARDUS PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENERAPAN MOTODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT BENDA KONSTRUKSI SISWA KELAS IV SD NEGERI 145 PEKANBARU

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII.3 PADA PEMBELAJARAN PKn MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SMP NEGERI 29 PADANG ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 26 PASAMAN

APPLICATION OF LEARNING INKUIRI LEARNING MODEL TO IMPROVE IPS LEARNING RESULT IN STUDENT CLASS IV SD NEGERI 15 PANGKALAN NYIRIH RUPAT

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV MELALUI MODEL THINK PAIR AND SHARE

EFEKTIFITAS MERONCE BALOK HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE LATIHAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 009 AIR EMAS KECAMATAN UKUI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Kata Kunci: metode inkuiri, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, kegiatan ekonomi

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA KELAS IV SDN LOMPIO. Oleh.

BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XE SMA NEGERI1 TANJUNGSARI, GUNUNG KIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013

ARTIKEL JURNAL. Oleh Woro Puspitaningrum NIM

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DENGAN MODEL GUIDED TEACHING DI SD NEGERI 23 TAMPUNIK PESISIR SELATAN

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOTAKMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MISLAH NIM F

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI ISI CERITA MELALUI METODE DISKUSI SISWA KELAS IV SDN NO. 2 TIBO KEC. SINDUE TOMBUSABORA

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE PQ4R

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INQUIRY KELAS IV SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PENERAPAN PENGAJARAN REMEDIAL INCREASE OF LEARNING ENGLISH THROUGH APPLICATION REMEDIAL TEACHING

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V.E DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI SD KARTIKA I-10 PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK HIMPUNAN SEMESTER 1 KELAS VII MTsN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMELAJARAN IPS MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SD NEGERI 03 KOTO KACIAK MANINJAU

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEREMAS KERTAS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSESDI KELAS IV SD NEGERI 22 SALIMPATKABUPATEN SOLOK

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA DI KB ABC BLORONG

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN SAINS MELALUI METODE BERMAIN ANAK KELOMPOK B1 TK AISYIYAH PUNGGAWAN TAHUN 2016/2017

PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI TEKNIK PEMODELAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUNGAI SARIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN.

Fatma Kumala 1, Sehatta Saragih 2, Nahor Murani Hutapea 3 No. Hp.

PENGGUNAAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 29 PAGARALAM TENTANG SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI METODE SINEKTIK UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI JLABAN

Akbar et al., Peningkatan Minat dan Hasil Belajar...

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA MENGGUNAKAN METODE ACTUAL LEARNING DI KELAS V SDN 1231/III DUSUN DALAM TAHUN PELAJARAN 2015/2016

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN

INCREASED INTEREST IN STUDYING GRADE IIIA IN LEARNING SOCIAL STUDIES THROUGH THE TECHNIQUES OF ICE BREAKER IN SD KARTIKA 1-10 PADANG

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: RAHAYU OCTAVIA NPM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENGGUNAAN PENDEKATAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 26 LUBUK ALUNG

UPAYA MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN ROLL DEPAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU SIMPAI DAN BOLA JURNAL. Oleh CANDRA BUANA

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS TEKNIK LINGKARAN KECIL LINGKARAN BESAR KELAS III SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN

PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION OUTDOOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IVA SDN BANDUNGREJOSARI 2 MALANG

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE BATIK PADA ANAK USIA DINI

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB MELALUI PENDEKATAN PAILKEM DI SDN 29 GANTING UTARA KOTA PADANG

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XII, No. 1, Tahun 2014 Shinta Agustina Siregar & Sukanti 1-13

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME. Dina Hikmah Safariyah

ARTIKEL. Oleh : I MADE SEPTI ASTAWAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIFITAS MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CARA MAKAN BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS III DI SDLBN 35 PAINAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN MEJING 2 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN KARTU BILANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 06 SUNGAI LAUR ARTIKEL PENELITIAN OLEH SULIANI NIM F

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE PERTUKARAN KELOMPOK IMPROVING STUDENT S LEARNING OUTCOMES WITH EXCHANGE GROUPS METHODS

Transkripsi:

Volume 3 Nomor 2 April 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 71-80 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT BROS JILBAB BERBENTUK CAPUNG MELALUI METODA LATIHAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN (Classroom Action Research Kelas IV SDLB N Manggis Ganting Bukittinggi) Oleh Neli Yanti ABSTRACK This study on the back by the problems that appear in the field, the Son of Light Tunagrahita fourth grade in Bukittinggi Ganting SDLB Mangosteen is experiencing problems in skill subjects aimed to determine the increase in children's learning outcomes made Dragonfly Shaped Hijab Brooch skills using Exercise Method. This type of research is action research (Classroom action research), while the subject of this study is the Son of Light Tunagrahita in Class IV SDLB Mangosteen Ganting experiencing problems in Bukittinggi making skills Shaped Hijab dragonfly brooch with the initials S, and P. Based on action given and the results of data analysis showed that: the results of the initial test (assessment) S gain value (26%), and P gain value (32%). Cycle I obtained the highest value of S is (58%), and P (62%). While the second cycle where S gained increased increased (85%, and P (88%). It can be concluded that the method of exercise can improve skills make dragonfly brooch shaped hijabs for mild mental retardation children, it is recommended to teachers in order to implement training methods to improve other skills. Kata kunci : Bros Jilbab Berbentuk Capung, Metode Latihan, anak tunagrahita sedang, SLDB N Manggis Ganting Bukittinggi. Pendahuluan Berdasarkan studi pendahuluan yang telah peneliti lakukan di SDLB Negeri Manggis Ganting Bukittinggi pada bulan desember 2013 sampai akhir januari 2014. Peneliti menjumpai dua orang anak yang duduk di kelas IV di SDLB Negeri Ganting Bukittinggi berinisial S dan P yang belum terampil membuat aksesoris bros jilbab secara efektif dan efisien sesuai dengan langkah-langkah kerja pembuatannya. Dari hasil pengamatan bersama antara peneliti berkolaborasi dengan wali kelas diketahui bahwa ada dua orang anak kelas IV di SDLB Negeri Ganting Bukittinggi belum terampil membuat aksesoris bros jilbab secara efektif dan efisien sesuai dengan langkah-langkah kerja pembuatan aksesoris bros jilbab dari manik-manik. Harapan 71

72 terhadap anak adalah terampil membuat aksesoris bros jilbab dari manik-manik sesuai dengan langkah kerjanya. Masalah tersebut dialami oleh dua orang anak tunagrahita ringan yang mempunyai masalah yang sama yaitu belum mengenal bahan-bahan untuk membuat bros jilbab dan proses pelaksanaannya, seperti tali senar, manik-manik, peniti, mutiara cina dan kawat. Untuk pelaksanaan pembuatan bros jilbab siswa belum bisa melakukannya, siwa sering salah dalam mengambil bahan dan pengurutan pembuatan bros jilbab sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terjadi karena kurangnya waktu dan tenaga pengajar disekolah tersebut, karena guru keterampilan hanya satu orang, maka guru keterampilan belum sepenuhnya memberikan latihan kepada anak dalam kegiatan keterapilan membuat bros jilbab berbentuk capung. Guru keterampilan hanya memberikan latihan sebanyak satu kali pertemuan dalam satu minggu, karena tuntutan kurikulum guru keterampilan harus mengajar materi lain, sehingga cara membuat aksesoris cantik berupa bros jilbab belum sepenuhnya dikuasai anak. Berdasarkan fakta di atas jelaslah bahwa anak tersebut belum mampu membuat bros jilbab berbentuk capung. Semestinya sesuai dengan tuntutan kurikulum semestinya anak sudah mampu membuatnya dan ternyata anak memiliki potensi untuk dilatih. Atas dasar itulah mendorong peneliti untuk mendalaminya dan melatih anak tersebut. Untuk mengatasi permasalahan diatas, maka peneliti mancarikan jalan keluarnya agar anak dapat lebih mahir dalam membuat aksesoris cantik berupa bros jilbab berbentuk capung, yaitu dengan diperlukannya suatu metode. Salah satu metode yang tepat yaitu dengan mengunakan metode latihan, metode latihan adalah kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara bersungguh-sungguh. Metode latihan ini bertujuan untuk menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi permanen. Metode latihan ini diberikan kepada anak secara berulang-ulang sehingga anak mampu untuk menguasai suatu keterampilan yang diajarkan. Untuk meningkatkan keterampilan anak dalam membuat bros jilbab, maka diperlukan alternatif yang bisa membantu anak untuk meningkatkan keterampilan membuat bros jilbab dengan menggunakan metoda latihan. Untuk itu peneliti mengadakan penelitian dengan judul Meningkatkan Keterampilan Membuat Bros Jilbab Berbentuk Capung Melalui Metode Latihan Pada Anak Tunagrahita Ringan.

73 Menurut Shanti Nandayani (2012:1) aksesoris akrilik merupakan salah satu jenis bros jilbab yang cantik terdiri dari mutiara cina yang digabungkan berbentuk bros jilbab capung. Cara-cara membuat aksesoris berupa bros jilbab berbentuk capung yaitu: 1. Bahan-bahan membuat bros jilbab berbentuk capung yaitu: a). Akrilik atau mutiara cina, b). Kawat tembaga, c). Bahan peniti putih atau peniti lonjong, d). Kawat rangkai daun untuk bunga tangkai, e). Kawat tangkai, f). Kawat putih, g). Peniti pembalut ukuran kecil atau sedang, h). Peniti panjang 2 lubang ukuran pendek dan sedang 2. Pemilihan bahan aksesoris bros jilbab berbentuk capung yaitu: a. 60 cm tali senar ukuran 100 b. 22 buah manik 6 mm 2 buah warna coklat untuk mata 1 buah warna kuning sebagai badan dan ekor c. 1 buah peniti 2 lubang pendek 3. Peralatan membuat bros jilbab berbentuk capung yaitu: a). Gunting, b). Lem tembak, c). Tang jepit, d). Tang pelintir, e). Tang pemotong. 4. Langkah-langkah membuat bros jilbab berbentuk capung yaitu: a. Siapkan senar, masukkan 1 buah manik A dan satukan kedua ujung senar dengan memasukkan 6 buah manik A yang lain secara berurutan sehingga membentuk ekor. b. Pisahkan kedua ujung senar dengan memasukkan 1 buah manik A masingmasing ke ujung senar kanan dan kiri. c. Masukkan kedua ujung senar secara menyilang ke 1 bah manik A. Ulangi langkah tersebut sebanyak dua kali. d. Masukkan 1 buah manik A coklat ke ujung senar kanan dan kiri. Masukan kedua ujung senar secara menyilang ke manik A 1 buah. Ulangi sekali lagi dengan manik A berwarna kuning. e. Masukkan 1 buah manik B ke ujung senar kana dan kiri. Masukkan kedua ujung senar secara menyilang kemanik A yang di tengah (nomor dua dari pangkal ekor). Pertemukan lagi kedua ujung senar tadi di manik A tengah selajutnya(pangkal ekor). Jadi, senar yang menyilang tadi dimasukkan kemanikmanik berikutnya sehingga menyilang kembali di pangkal ekor.

74 f. Masukkan 1 buah manik B ke ujung kanan dan kiri. Masukkan kedua ujung senar secara menyilang ke manik A 1 buah, kemudian masukkan 1 buah manik A masing-masing ke ujung senar kanan dan kiri. g. Silangkan kedua ujung senar pada manik A merah (mulut) untuk menutupi rangkaian badan capung. h. Masukkan kedua ujung senar ke peniti masing-masing lubang kanan dan kiri. Ikat mati 3 kali dan masukkan kembali masing-masing ujung senar ke lubang peniti kemudian ikat mati lagi kearah kedalam peniti 3 kali. Potong senar yang tersisa sehingga tidak terlihat Anak tunagrahita ringan menurut Sumantri (1996: 161) adalah mereka yang masih dapat belajar, membaca, menulis dan berhitung sederhana. Sedangkan pengertian Tunagrahita ringan menurut Amin (1996: 33) yaitu mereka yang termasuk kedalam kelompok yang meskipun kecerdasannya dan adaptasi sosialnya terhambat, namun mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam pelajaran akademik, Penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja. Secara rinci, karakteristik anak tunagrahita ringan dijelaskan oleh Amin (1996:11) anatara lain sebagai berikut: a. Kecerdasan Kecerdasan anak tunagrahita ringan sangat terbatas terutama dalam hal yang bersifat abstrak, mereka banyak belajar cara membeo. b. Keterbatasan Sosial Anak tunagrahita ringan dalam memelihara dan memimpin selalu memerlukan bimbingan dan pengawasan dari orang lain. c. Keterbatasan Fungsi Mental Anak tunagrahita ringan sukar dalam memusatkan perhatian dan mengalami kesukaran dalam mengungkapkan suatu ingatan. d. Keterbatasan Dalam Dorongan Emosi Perkembangan dan dorongan emosi anak tunagrahita ringan sesuai dengan ketunaannya. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa anak tunagrahita ringan (mampu didik) memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan guna untuk masa depannya kelak. Baik itu dari segi akademik maupun keterampilan. Keterampilan yang dapat diberikan kepada anak tunagrahita ringan berbagai macam.

75 Metode latihan adalah salah satu perangkat mengajar yang penting adalah metode mangajar yang sesuai dengan materi ajar. Imansjah (1984:89) menerangkan bahwa metode latihan ialah cara mengajar yang dilakukan guru dengan jalan melatih ketangkasan atau keterampilan para anak didik terhadap bahan pelajaran yang telah diberikan. Biasanya metode ini digunakan dalam pelajaran yang bersifat motorik seperti baca-tulis, keterampilan, dan pelajaran lainnya yang bersifat kecakapan mental dalam arti melatih kecepatan berpikir anak. Pada metode latihan langkah awal yang perlu dipersiapkan diantaranya anak yang akan dilatih, cara menerapkan, dan pengulangan untuk lebih menguasai keterampilan yang dilatih. Menurut depdikbud (1993:20), langkah-langkah pelaksanaan metode latihan sebagai berikut: a. Sebelum latihan dilaksanakan, anak-anak harus diberi penjelasan mengenai arti atau manfaat dan tujuan dari latihan tersebut. Hal ini penting untuk motivasi belajar anak. b. Latiha hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat yang sederhana ketaraf yang kompleks atau sulit. c. Prinsip-prinsip dasar pengerjaan hendaknya telah diberikan kepada anak. d. Selama latihan berlangsung perhatikan bagian-bagian nama yang dirasakan sulit oleh anak. e. Latihan untuk bagian-bagian yang dipandang sulit. f. Perbedaan individu harus diperhatikan dan kesulitan yang dialami anak perlu mendapatkan bantuan secara khusus pula. g. Jika suatu latihan dikuasai anak, taraf berikutnya adalah aplikasi. Oleh karena itu diusahakan agar konsep yang dilatih ada hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan langkah-langkah metode latihan tersebut, maka langkah pada keterampilan membuat bros jilbab berbentuk capung pada anak tunnagrahita ringan yaitu: a. Mempersiakan alat dan bahan untuk membuat bros jilbab berbentuk capung. b. Peneliti memberi tahukan kepada anak apa saja alat dan bahan yang digunakan untu membuat bros jilbab berbentuk capung. c. Peneliti menjelaskan cara-cara membuat bros jilbab berbentuk capung. d. Peneliti melatih anak untuk membuat bros jilbab berbentuk capung.

76 e. Peneliti melakukan latihan membuat bros jilbab berbentuk capung kepada anak. Terutama pada bagian yang sulit bagi anak akan dilakukan pengulangan sampai anak bisa melakukannya. Penggunaan metode latihan dalam pembelajaran mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan Menurut Imansjah (1984:100) kelebihan dan kekurangan metode latihan dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Tabel 1. Kelebihan dan Kelemahan Metode Latihan Kelebihan 1. Dengan metode ini dalam waktu relatif singkat anak-anak segera memperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan. 2. Para anak didik memiliki sejumlah besar pengetahuan dan keterampilan. 3. Para anak didik terlatih belajar secara rutin dan disiplin. Kelemahan 1. Menghambat bakat, minat, perkembangan dan daya inisiatif anak. 2. Penyesuaian anak terhadap lingkungan menjadi statis. 3. Membentuk belajar anak secara mekanis, otomatis, dan kaku. 4. Membentuk pengetahuan verbalitis dan rutin. Metode Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah, penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action reseach. menurut Suharsimi (2008:2) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar yang berupa sebuah tindakan sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Dalam penelitian terdapat subjek penelitian yang berfungsi untuk mencari data. Nasution (1992:43) menjelaskan bahwa subjek penelitian adalah hal, peristiwa, manusia, dan situasi yang dapat diobservasi. Subjek yang dijadikan informan terbagi pada dua bagian yaitu: a. Subjek Tambahan Subjek tambahan dalam penelitian ini adalah dua orang anak tunagrahita ringan kelas IV yang berinisial S dan P. b. Subjek Inti Sebagai subjek utama dalam penelitian ini seorang guru kelas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pambelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan membuat aksesoris bros jilbab bagi anak tunagrahita ringan dengan metode latihan.

77 Tempat penelitian dilaksanakan di kelas IV SDLBN Manggis Ganting Bukittinggi. Alasan peneliti mengambil sekolah ini karena peneliti bertugas di sekolah tersebut dan permasalahan yang peneliti temui terhadap hasil kerja anak dan keterampilan di sekolah tersebut. Peneliti bersama teman sejawat bekerjasama (kolaborator). Peneliti sebagai guru keterampilan yang melaksanakan tindakan sementara teman sejawat bertindak sebagai pengamat yang mencatat hasil pengamatan selama proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Kerjasama peneliti dan teman sejawat dimulai sejak merumuskan masalah sampai pelaporan hasil penelitian. Penelitian tindakan kelas mengunakan siklus, di mana setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Suharsimi (2008:10) menjelaskan bahwa setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penggunaan teknik dan alat pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif. Nurul Zuriah (2003:120) menjelaskan bahwa pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan cara Observasi dan Tes. Hasil Penelitian Penelitian dilakukan di kelas IV SDLB Negeri Manggis Ganting Bukittinggi dengan jumlah dua orang anak tunagrahita ringan. Peneliti ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama teman sejawat, posisi peneliti sebagai pemberi tindakan, sedangkan teman sejawat bertindak sebagai pengamat. Sehingga terjadilah kegiatan kolaborasi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan keterampilan membuat Bros Jilbab Berbentuk Capung Melalui Metode Latihan bagi Anak Tunagrahita Ringan di SDLB N Manggis Ganting Bukittinggi. Berdasarkan kesulitan yang dialami oleh Anak Tunagrahita Ringan kelas IV di SDLB N Manggis Ganting Bukittinggi diketemukan anak mengalami kesulitan menguasai keterampilan terutama keterampilan membuat bros jilbab berbentuk capung setelah diberikan dengan menggunakan metode latihan yang dilanjutkan dengan tes kemampuan awal berupa tes perbuatan. Pada test tersebut peneliti menyediakan alat dan bahan lalu menyuruh anak untuk membuat bros jilbab berbentuk capung. Ternyata keterampilan anak dalam membuat bros jilbab sangatlah rendah, anak belum mengenal bahan-bahan untuk membuat bros jilbab dan proses pelaksanaannya, seperti tali senar, manik-manik, peniti, mutiara cina dan kawat.

78 Dari permasalahan anak ini timbul satu keinginan bagi peneliti untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menguasai keterampilan khususnya keterampilan membuat bros jilbab. Penelitian dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus karena pada siklus I tingkat kemampuan anak dalam membuat bros jilbab belum mencapai apa yang diharapkan maka penelitian ini dilanjutkan kesiklus II. Pada setiap siklus dilakukan persiapan mengajar berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), proses pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir setiap siklus terdiri dari enam kali pertemuan tatap muka. Pertemuan dilakukan sesuai dengan jam mata pelajaran Keterampilan di SDLB N Manggis Ganting Bukittinggi. Analisis Data Hasil Penelitian Analisi data yang peneliti laksanakan bersifat kuantitatif yang dilanjutkan menjadi kualitatif berdasarkan catatan hasil pengamatan, berdasarkan catatan hasil pengamatan dan diskusi dengan memfokuskan dalam motivasi kerja dalam keterampilan membuat bros jilbab berbentuk capung melalui metode latihan pada anak tunagrahita ringan kelas IV SDLB N Manggis Ganting Bukittinggi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I pada tanggal 16 Desember 2013 sampai 28 Desember 2013. Sedangkan siklus II dimulai 6 Januari 2014 samapi 22 Januari 2014, masing-masing siklus dengan enam kali pertemuan. pembelajaran dimulai dengan membuat perencanaan tindakan dengan menggunakan metode latihan. Lalu mengadakan tindakan yang dimulai dari tindakan awal, tindakan inti dan tinndakan akhir. Setiap pertemuan diadakan tes sesuai dengan apa yang telah dilatihkan. Akhir dari siklus adanya laporan hasil pengamatan kolaborator, lalu peneliti dan kolabolator menganalisis kegiatan dan hasil yang telah dicapai dan akhirnya mengadakan refleksi untuk menentukan bentuk tindak lanjut berikutnya. Deskripsi data tentang proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan membuat bros jilbab berbentuk capung. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode latihan yang dilaksanakan dalam penelitian ini, dilakukan peneliti dengan cara pertama merencanakan kegiatan latihan berupa alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Bros jilbab, merencanakan waktu yang digunakan untuk latihan, melaksanakan latihan sesuai dengan yang direncanakan.

79 Selanjutnya peneliti memberikan perintah atau tugas yaitu anak diminta melatih apa yang telah dilakukan peneliti sesuai dengan langkah-langkah dalam membuat Bros jilbab. Adapun hasil kemampuan S dalam membuat Bros jilbab pada pertemuan I memperoleh nilai (33%), pada pertemuan II memperoleh nilai (42%), pertemuan III memperoleh nilai (50%), pertemuan IV memperoleh (52%), pertemuan V dan VI memperoleh nilai (58%). kemampuan untuk P adalah : pada pertemuan I memperoleh nilai (38%), pertemuan II nilai yang diperoleh (42%), pertemuan III (46%), pertemuan IV (48%), pertemuan V (56%) dan VI meningkat menjadi (62%). rekapitulasi hasil kemampuan S dalam membuat Bros jilbab, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian pada siklus II, pada pertemuan I memperoleh nilai (62%), pertemuan II memperoleh (71%), pertemuan III memperoleh nilai (75%), pertemuan IV memperoleh nilai (79%), pertemuan V memperoleh nilai (81%), dan pertemuan VI meningkat menjadi (85%). kemampuan P dalam membuat Bros jilbab, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian pada siklus II adalah, pada pertemuan I memperoleh nilai (71%), pertemuan II memperoleh (75%), pertemuan III memperoleh nilai (79%), pertemuan IV memperoleh nilai (81%), pertemuan V memperoleh nilai (85%), dan pertemuan VI meningkat menjadi (88%). Berdasasrkan penjelasan di atas dapat diperoleh gambaran bahwa hasil penilaian anak dalam membuat Bros jilbab melalui tes pada siklus I sampai siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai akhir tertinggi diperoleh sebagai berikut: S mencapai 85%, dan P memperoleh nilai 88%. Jadi hasil yang diperoleh taraf keberhasilan anak sudah mencapai standar yang ditetapkan yaitu anak bisa sendiri dalam keterampilan membuat Bros jilbab melalui metode latihan. Kesimpulan Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan metode latihan untuk meningkatkan keterampilan membuat bros jilbab pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SDLB N Manggis Ganting Bukittinggi. Sesuai dengan pertanyaaan penelitian, maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan keterampilan membuat Bros jilbab melalui metode latihan. Peningkatan keterampilan membuat Bros jilbab melalui metode latihan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak. Saran

80 Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disarankan sebagai berikut: Bagi guru Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, agar lebih memperhatikan cara mengerjakan atau metodenya dan berupaya meningkatkan motivasi dalam belajar maupun dalam kegiatan lainnya pada anak dengan cara memberikan penguatan positif dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan metode serta media yang menunjung keaktifan anak. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menjadikan pedoman untuk menemukan penemuan baru demi pengembangan penelitian ini. Atau mencobakannya kepada jenis anak yang lainnya. DAFTAR RUJUKAN Amin, Moh.(1995). Ortopedagogik Anak Tuna Grahita. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti. Imansjah Alipandie (1984). Didaktik Metodik Pendidikan Umum, Surabaya. Usaha Nasional. Nasution (2004). Metode Research, Jakarta: Bumi Aksara Nurul Zuriah (2003). Penelitian Tindakan Kelas dalam Bidang Pendidikan dan Sosial, Malang: Bayumedia. Shanti Nandayani (2012:1). Kreasi Cantik Manik Akrilik. Jakarta: Kanaya Pess. Suharsimi Arikunto (2008). Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Refika Aditama. Sumantri, Sutjihati. 1996. Psikologi Anak Luar Biasa. Jakarta: Depdikbud.