PRE PLANNING MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA I

dokumen-dokumen yang mirip
FORMULIR PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS STIKES HANG TUAH SURABAYA

FORMAT PENGKAJIAN DAERAH BINAAN

KUESIONER SURVEY MAWAS DIRI

FORMAT RENCANA KERJA (POA) ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

GRAFIK CAKUPAN TEMPAT BEROBAT BILA ANGGOTA KELUARGA SAKIT

KUISIONER SURVEY MAWAS DIRI

DIAGNOSIS & INTERVENSI KOMUNITAS DI DESA TANJUNG PASIR KEPANITERAAN KEDOKTERAN KOM BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT/ SASARAN PROGRAM No.

LAMPIRAN. CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Diagnosa Hari/ tanggal. 2. Jelaskan lingkungan (suhu

RIWAYAT HIDUP PENULIS

LEMBAR PRATES DAN POST-TEST PELATIHAN DENGAN METODE SIMULASI KEPADA TOKOH MASYARAKAT TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGA

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PANDUAN WAWANCARA PENDERITA TB PARU DI KLINIK SANITASI

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG KEGIATAN DEMONSTRASI CARA MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN 16 DAN SDN 19

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 78 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KABUPATEN PATI

BAB I PENDAHULUAN menjadi 228 kasus pada Angka kematian bayi menurun dari 70

UNGGULAN UTAMA RW SIAGA KESEHATAN

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG REMATIK PADA LANSIA. TIM PENGABMAS Yenni, M.kep, Ns, Sp, Kep kom. Ns. Emira Apriyeni, S.

KUESIONER GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008

BAB I PENDAHULUAN. pasien dewasa yang disebabkan diare atau gastroenteritis (Hasibuan, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. Derajat kesehatan masyarakat yang optimal sangat ditentukan oleh tingkat

Daftar pertanyaan yang diambil dari Quesioner Riskesdas No Kode Quesioner Pertanyaan

CATATAN HASIL KEGIATAN KESATUAN GERAK PKK-KB-KESEHATAN 2011 I. PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK)

BAB VI PROSES PENDAMPINGAN PEREMPUAN WONOREJO. selaku RW 01 Wonorejo. Pendamping memperkenalkan diri dan

MATERI 7 PEMBAHASAN MASALAH

POSYANDU LANJUT USIA (LANSIA)

BAB III METODE PENELITIAN

5) Penanggulangan diare. 6) Sanitasi dasar. 7) Penyediaan obat esensial. 5. Penyelenggaraan

Lampiran 1 Kuesioner. Nama sheet : Coverld. 1. Tanggal wawancara : MK1. 2. Nama responden : MK2. 3. Nama balita : MK3. 4.

PENGARUH PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI), KONSUMSI GIZI, DAN KELENGKAPAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) TERHADAP STATUS GIZI BAYI

BAB III RESUME KEPERAWATAN

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT (PENGABMAS)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

1.3. BIDANG KEGIATAN KKN-PPM

KUESIONER PENELITIAN

RENCANA KERJA (POA) ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

Karakteristik sosial-ekonomi keluarga: Pendidikan Pekerjaan Pendapatan Besarnya keluarga. Pengetahuan, sikap, dan praktik ibu contoh.

BAB V STATUS GIZI BALITA DAN LINGKUNGAN RENTAN GIZI DI DESA PECUK. A. Gambaran Status Gizi Baik Balita di Desa Pecuk

KERANGKA ACUAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE

BAB I PENDAHULUAN. tahunnya lebih dari satu milyar kasus gastroenteritis atau diare. Angka

Kesan : terdapat riwayat penyakit keluarga yang diturunkan

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya yang tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-empat

Disampaikan pada : REFRESHING KADER POSYANDU Kabupaten Nias Utara Tahun 2012

LAMPIRAN KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA

BAB 1 PENDAHULUAN. keberhasilan pembangunan bangsa. Untuk itu, pembangunan kesehatan di arahkan

BAB I PENDAHULUAN. Jangka Menengah untuk pencapaian program perbaikan gizi 20%, maupun target

No. Responden : Tanggal wawancara: Kuesioner Penelitian Gambaran Peran Keluarga Terhadap Penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Kota Datar

3. Tanda (S) adalah data subjektif & objektif yang diperoleh dari keluarga secara langsung atau tidak yang mendukung masalah dan penyebab.

ANALISIS HASIL SURVEY MAWAS DIRI (SMD) UPT PUSKESMAS AIR MOLEK

KUESIONER PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasi dan waktu penelitian ini yakni sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), diare adalah

MATA KULIAH. Asuhan Kebidanan Komunitas WAKTU DOSEN. Pengembangan Wahana/Forum PSM, Berperan Dalam Kegiatan TOPIK

KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP DEMAM BERDARAH PADA MASYARAKAT DI CIMAHI TENGAH

LAPORAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

MATERI PENYEGARAN KADER

BAB III USULAN PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS TEGAL TIMUR Jln. Flores No. 35 Telp. : ( 0283 ) Tegal

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK

GAMBARAN PRAKTIK PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI I KABUPATEN PEKALONGAN ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. Perilaku adalah suatu tindakan atau perbuatan yang bisa kita amati bahkan

BAB I PENDAHULUAN. Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan oleh alphavirus

KUESIONER PENELITIAN. Berbasis Masyarakat di desa Ronga-Ronga kecamatan Gajah Putih

OLEH: IMA PUSPITA NIM:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Lampiran 1 Tingkat ketahanan pangan di berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan. keluarga dengan melaksanakan pembangunan yang berwawasan kesehatan,

ANGKET PENGKAJIAN MASYARAKAT

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian No. Responden :

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI GERAKAN POSYANDU

Wujud pemberdayaan masyarakat UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) Promotif, Preventif Mulai dicanangkan 1986

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN yaitu dimana bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan sehat.

BAB 1 PENDAHULUAN. masa depan yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu

BAB I PENDAHULUAN. lima tahun pada setiap tahunnya, sebanyak dua per tiga kematian tersebut

LEMBAR PERSETUJUAN ORANGTUA

LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

KEBUTUHAN FISIOLOGIS KESELAMATAN DAN KEMANAN. FATWA IMELDA, S.Kep, Ns

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 : PENDAHULUAN. memerlukan daya dukung unsur-unsur lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.

VISI Menjadikan Bogor Sebagai Kota yang Nyaman, Beriman dan Transparan

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian

Anak balitanya telah mendapatkan imunisasi BCG, DPT I dan Polio di Posyandu. Ibu ani adalah peserta asuransi kesehatan.

CATATAN KELUARGA CATATAN KELUARGA DARI : KRITERIA RUMAH : ANGGOTA KELOMPOK DASA WISMA : JAMBAN KELUARGA : TAHUN : SUMBER AIR :

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

BAB II DESKRIPSI UMUM PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Kehamilan Resiko Tinggi. Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. terutama pada bagian perawatan anak (WHO, 2008). kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20%

Bab II. Solusi Terhadap Masalah-Masalah Kesehatan. Cerita Juanita. Apakah pengobatan terbaik yang dapat diberikan? Berjuang untuk perubahan

BAB VI RESPON MASYARAKAT LOKAL ATAS DAMPAK SOSIO-EKOLOGI HADIRNYA INDUSTRI PENGOLAHAN TAHU

Transkripsi:

PRE PLANNING MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA I A. LATAR BELAKANG Berdasarkan hasil wawancara dengan kader kesehatan dan tokoh masyarakat serta hasil winshield survey diwilayah RW 0I Desa Pageraji diperoleh beberapa permasalahan, yaitu adanya warga yang membuang sampah di selokan, MCK warga yang bertempat di sungai, masalah penyakit pada balita dan anak seperti Diare dan ISPA. Data sekunder yang kami peroleh dari bidan desa dan kader posyandu menunjukan sebaran penyakit ISPA 47,85%, Reumatik 13,7%, Diare 9,85%, Hipertensi 6,7%, Febris 6,4%, Panastis 4,6% Gigi dan Mulut 3,3%, Typoid 3,0%, penyakit Mata 2,4%, penyakit Telinga 2,2%. Data yang diperoleh dari hasil penggalian lebih lanjut di masyarakat dengan menggunakan quesioner, ditemukan masalah di RW I berupa angka kejadian penyakit tertinggi adalah ISPA sebesar 47,85% diikuti Diare dan nyeri sendi sebesar 23,55%. Data masyarakat yang menunjukan membuang sampah di depan rumah sebesar 33,08 %, samping rumah 6,60%, belakang rumah 60,31% yang mana sebanyak 66,91% tempat pembuangan sampah berupa lubang sampah yang kemudian di bakar jika sampah itu sudah penuh dan dalam keadaan kering jika basah hanya dibiarkan saja. Hal tersebut memunculkan masalah kebersihan lingkungan. Warga yang memelihara hewan sebesar 98,52%. Jarak sumber air minum/rumah dengan kandang < 10 meter. Angka usia lanjut terdapat 7,6% dengan angka kesakitan tertinggi yaitu ISPA. Angka usia bayi (0-12 bulan) 1,6% dan balita dan pra sekolah 60,40% dengan angka kesakitan tertinggi adalah ISPA (batuk, pilek). Angka usia remaja 13,7% dan usia dewasa 16,7%. Pola eliminasi bayi teratur, BAB 2-3 kali/hari, BAK 7-10 kali/hari, pemberian ASI eksklusif 19 Orang (95%) dan ibu yang memiliki balita dengan tidak memberikan ASI eksklusif dengan jumlah 1 orang (5%). Prosentase pendamping makanan selain ASI (makanan selingan) 32 balita (100%) seperti nasi lembek. Prosentase kedatangan ke Posyandu rutin 26 balita (81,25%), tidak rutin 6 balita (18,75%). Prosentase KMS yang di garis hijau 32 balita (100%), pendamping makanan selain ASI (makanan selingan) 100%.

Hasil pendataan di RW I menunjukan bahwa sarana tempat pembuangan tinja ke penampungan terbuka 40,5%, kolam ikan 24,8%, sisanya 34,5% menggunakan jamban cemplung. Jarak sumber air dengan jamban (<10 meter) 90%. Dari 5 Ibu hamil mengatakan 1 orang (20%) kehamilan tidak direncanakan, 4 orang (80%) Ibu Hamil mengeluh mual-muntah, 3 orang (60%) Ibu Hamil mengeluh pusing, 4 orang (80%) mengeluh tidak ada nafsu makan, 5 orang (100%) memeriksakan kehamilannya di bidan desa, 25 orang (100%) Ibu Hamil meminum pil penambah darah, 25 orang (100%) Ibu Hamil mendapatkan imunisasi TT selama hamil, 25 orang (100%) Ibu Hamil merencanakan melahirkan dengan pertolongan bidan. Dari 20 ibu menyusui 19 orang (95%) Ibu mengatakan ASI Eklusif diberikan kurang dari 6 bulan, 20 orang (100%) Ibu menyusui memberikan susu jolong/colostrum pada bayinya, 10 orang (50%) Ibu merencanakan menyusui bayinya sampai berhenti sendiri. Dari 40 Pus terdapat bahwa 5 orang (12,5%) Ibu/Bapak mengatakan tidak tau mannfaat KB, 17 orang (42,5%) Ibu/Bapak tidak menggunakan KB 8 orang (20%) Ibu/Bapak tidak menggunakan KB karena ingin mempunyai anak dan Hasil wawancara pada 2 orang PUS (5%) mengatakan tidak mengetahui manfaat KB. Didapat jumlah bayi 15, 15 bayi (100%) berat badan bayi berada di warna hijau, 15 bayi (100%) ibu mengatakan bayi perlu di imunisasi, 15 bayi (100%) bayi mendapat imunisasi lengkap, 6 bayi (40%) bayi diberi makanan tambahan kurang dari 6 bulan, 11 bayi (73,33%) bayi diberi makanan tambahan pisang, madu, air teh sebelum 6 bulan, 1 bayi (6,66%) pernah menderita penyakit cacar. Dari 43 ibu yang memiliki balita, 43 orang (100 %)di tolong oleh tenaga kesehatan dan ibu yang membawa balitanya ke posyandu, 13 orang (30,23%) ibu jarang untuk datang ke posyandu dengan alasan yaitu posyandu jauh 4 orang (30,77 %), tidak terbiasa ke posyandu 1 orang (7,69 %), malas 8 orang (61,54%). Terdapat anak usia sekolah berjumlah 72 yakni 57 orang (79,16 %) ibu tidak pernah memberikan suplemen dan vitamin tambahan, 65 orang (90,27%) anak mengalami masalah dengan gigi, 70 orang (97,22 %) ibu tidak pernah memeriksakan gigi anaknya ke pelayanan kesehatan, 19 orang (26,38%) anak hanya menggosok gigi 1 kali sehari, 6 orang (8,33%) anak tidak pernah menggosok gigi, 68 orang (94,44 %) Anak memanfaatkan bermain diluar waktu sekolah. Dari 48 remaja, didapatkan 17 orang ( 39,58%) remaja mengikuti kegiatan keagamaan, 29 orang( 60,41% ) remaja mengatasi masalah dengan diam, 14 orang ( 29,16 % ) remaja yang merokok, 23 ( 47,91% ) orang tua mendiamkan masalah jika ada masalah dirumah, 12 orang

( 25% ) orang tua memarahi remaja jika ada masalah di rumah. Dari 63 Orang Lansia terdapat 53 Orang ( 84,1% ) lansia tidak pernah mendengar tentang posyandu lansia, 55 Orang ( 87,3% ) lansia berkeinginan dibentuknya posyandu lansia, 50 Orang Lansia ( 90,9% ) lansia menginginkan adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, 27 Orang lansia ( 34,6% ) lansia menderita penyakit darah tinggi, 32 Orang (50,79 % ) lansia menderita nyeri sendi, 9 Orang ( 11,5% ) lansia menderita sesak nafas, 26 Orang ( 41,3% ) lansia tidak memeriksakan kesehatan secara rutin, 20 Orang ( 29%) lansia hanya melakukan kegiatan rumah tangga setiap hari, 28 Orang ( 43,8% ) lansia berkebun. Dari 163 KK terdapat 93 KK (51,47%) tipe rumah semi permanen, terdapat 53 KK (16,91%) tipe rumah tidak permanen, 17 KK (5,14%) tipe rumah permanen, 163 KK (100%) status kepemilikan rumah milik sendiri, 63 KK (38,23%) jenis lantai rumah dengan tanah, 60 KK (38,23%) jenis lantai rumah dengan tegel, 40 KK (25%) jenis lantai rumah dengan tanah, 3 KK (2,20%) sistem cahaya gelap, 112 KK (68,38%) sistem cahaya cukup terang, 48 KK (29,41%) sistem cahaya terang, 108 KK (66,17%) Sumber air minum dari sumur gali, 43 KK (26,47%) Sumber air minum dari Pompa, 8 KK (5,14%) Sumber air minum dari mata air, 104 KK (63,97%) terdapat sumber air yang jaraknya < 10 meter dengan septic tank, 163 KK (100%) keadaan air minumnya tidak berbau, tidak berasa, dan jernih, 159 KK (97,79%) tempat penampungan air minumnya tidak tertutup, 108 KK (66,17%) Sumber air untuk mandi dan mencuci dari sumur gali, 75 KK (46,32%) Buang Air Besar di sungai, 109 KK (66,91%) pengolahan sampah dengan dibuang ke halaman belakang, 153 KK (94,11%) pengolahan sampah rumah tangga dibuang di halaman. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga di Rw 01 mengatakan bahwa rata-rata mata pencahariannya yaitu penderes. Berdasarkan wawancara didapatkan data dengan jumlah penderes 102 orang penderes yang cedera karena jatuh dari pohon kelapa dengan jumlah 40 orang 39%, penderes tidak ada yang meninggal (dalam kurun 1 tahun terakhir). Bila dilihat dari permasalahan yang muncul di wilayah tersebut, maka perlu kiranya dibentuk kelompok kerja kesehatan (POKJAKES) dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat sehingga diharapkan masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan dan bertanggung jawab untuk memelihara kesehatan diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya.

B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Setelah dilakukan Musyawarah Masyarakat Desa 1 di Desa Pageraji RW 01 Kecamatan Cilongok, diharapkan masyarakat dan mahasiswa dapat menyelesaikan masalah yang ada di Desa Pageraji RW 01. 2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan musyawarah warga I diharapkan warga mampu : a Membina hubungan saling percaya dengan mahasiswa yang berada di lingkungan RW 0I Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. b Memaparkan hasil pengkajian masalah kesehatan yang ada di RW 01 Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. c Menetapkan masalah kesehatan yang ada di RW 01 Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. d Menyusun rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan di di RW 01 Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. e Membentuk kelompok kerja kesehatan (POKJAKES) diwilayah RW 0I Desa Pageraji. f Menyusun kepengurusan Kelompok Kerja Kesehatan (POKJAKES) RW 0I Desa Pageraji. g Terbentuknya struktur organisasi Kelompok Kerja Kesehatan POKJAKES RW 0I Desa Pageraji. C. METODE PELAKSANAAN Presentasi dan Musyawarah D. SASARAN DAN TARGET Warga RW I Desa Pageraji

E. STRATEGI PELAKSANAAN Hari/tanggal : Selasa, 25 November 2014 Waktu Tempat : 14.00 17.30 WIB : Aula Balai Desa Pageraji No. Acara Metode Waktu 1. Pembukaan Ceramah 2 menit 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur an Tilawah 5 menit 3. 4. 5. 6. 6. 7. Sambutan dari PerwakilanCeramah Mahasiswa Praktek Kerja Nyata Sambutan Dari PembimbingCeramah akademik atau Pembimbing Lapangan. Sambutan Kepala Desa PagerajiCeramah Sekaligus membuka acara MMD 1. Musyawarah Masyarakat Desa : a. Penyampaian hasil winshield danceramah pemetaan dan penyajian Data Kesehatan c. Diskusi bersama Penyusunan Perencanaan kegiatandiskusi bersama masyarakat. Penyerahan Perencanaan dari Pembimbing akademik atau lapangan kepada Kepala Desa Pageraji Pengarahan dari Camat Cilongok 10 menit 10 menit 10 menit 90 menit 60 menit 5 menit

8. Do a Diskusi 10 menit 9. Penutup Ceramah 4 menit 10 Ceramah 4 menit F. Uraian Tugas 1. Persiapan Penanggung Jawab : Kepala Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Pembawa acara : a Memperkenalkan peelaksanaan kegiatan b Membuat kontrak waktu c Menjelaskan tujuan pertemuan d Menjelaskan tujuan musyawarah kepada moderator e Menutup acara Moderator : a b Memimpin jalannya musyawarah Mengarahkan jalannya musyawarah Presenter : a. Menyajikan hasil pendataan Notulen : a. Mencatat hasil pelaksanaan dari hasil musyawarah Observer : a. Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir b. Membuat laporan hasil pelaksanaan musyawarah Fasilitator : a. Memotivasi peserta untuk berperan aktif selama jalannya musyawarah b. Memfasilitasi peserta untuk berpartisipasi aktif selama pertemuan Dokumentasi : a. Mendokumentasikan kegiatan musyawarah G. MEDIA DAN ALAT 1. LCD 2. Laptop 3. Power Point H. SETTING TEMPAT A B

C C C C D E Keterangan : A : Moderator : Agra Maula Y.B B : Penyaji I : Nia Septyana R Gayuh Dian Mahardika C : Undangan D : Observer : Afni Dwi Wijayanti Rizal Al Fauzi E : Fasilitator : Dwi Suryani Mochamad Aris Nopip Rimawan Jefri Januanto Ari Mawardi Didik Arifin Toni Adi Pratama I. SUSUNAN KEPANITIAAN 1. Ketua : Gayuh Dian Mahardika 2. Wakil Ketua : Moch. Aris 3. Sekretaris I : Dwi Suryani Sekretaris II : Nurul Fatah 4. Bendahara I : Nia Septyana Rahayu Bendahara II : Umiroh Eka Narwanti 5. Moderator : Nafissatun Nisari 6. Penyaji I : Nur Hayati murniyati 7. Notulen : Umiroh Eka N. 8. Observer : Afni Dwi W. Rizal Al Fauzi 9. Fasilitator : Mistiani Moch. Aris Nopip Rimawan Jefri Januanto Toni Adi Pratama 10. Dokumentasi : Ari Mawardi Agra Maula Y.B 11. Perlengkapan : Didik Arifin 12. Konsumsi : Nia Septyana Rahayu Dwi Suryani Nurul Fatah J. EVALUASI KEGIATAN

a. Evaluasi struktur 80 % dari undangan dapat menghadiri pertemuan Tempat dan alat tersedia sesuai rencana Mahasiswa dapat berperan sesuai dengan tugasnya Pre planning telah disetujui oleh dosen pembimbing Melakukan koordinasi dengan kepala desa dan camat Melakukan koordinasi puskesmas Waktu pelaksanaan musyawarah warga telah disepakati dan ditetapkan Tempat dan perlengkapan acara telah dipersiapkan Surat undangan telah dibuat Materi dan media tentang POKJAKES telah dipersiapkan Telah terbentuk panitia penyelenggara b. Evaluasi proses Beberapa tamu undangan tidak dapat menghadiri MMD oleh karena ada kepentingan lain yang lebih mendesak. Penyaji menyampaikan materi dengan baik, hanya perlu ditingkatkan untuk penguasaan audience. Pelaksanaan Kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan Para undangan yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhi Peserta berperan aktif selama jalannya diskusi Warga antusias mengikuti kelangsungan acara. Media dan alat bantu dapat digunakan secara efektif. Acara dapat berjalan sesuai rencana. c. Evaluasi hasil Mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Menyusun prioritas masalah kesehatan yang ditemukan di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Terbina hubungan saling percaya dengan warga RW 0I Desa Pageraji Terbentuk kepengurusan Kelompok Kerja Kesehatan (POKJAKES) diwilayah RW I Desa Pageraji, dengan susunan : Pembimbing : Ns. Diyah Yulistika, S.Kep., M.Kep. Ns. Rakhmat Susilo, S.Kep

Penanggung jawab : Mukhsidin Ketua : Gayuh Dian Mahardika Sekretaris : Dwi Suryani & Nurul Fatah Seksi kesehatan ibu dan anak : Nia Septyana R & Umiroh Eka N. Seksi kesehatan lansia : Afni Dwi Wijayanti & Moch. Aris Seksi kesehatan lingkungan : Toni Adi Pratama & Agra maula Y.B Seksi kesehatan kelompok : Ari Mawardi & Nur Hayati Murniyati Analisa Data No Prioritas 1. LANSIA Data Primer: DATA Dari 63 Orang Lansia terdapat, - 50 Orang Lansia ( 90,9% ) lansia menginginkan adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan yang dekat dengan rumah - 27 Orang lansia ( 34,6% ) lansia menderita penyakit darah tinggi - 32 Orang (50,79 % ) lansia menderita nyeri sendi - 9 Orang ( 11,5% ) lansia menderita sesak nafas - 26 Orang ( 41,3% ) lansia tidak memeriksakan kesehatan secara rutin MASALAH Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan ETIOLOGI Ketidakefektifan sumber daya (posyandu lansia, sarana pelayanan kesehatan terdekat)

karena aktifitasnya. - 20 Orang ( 29%) lansia hanya melakukan kegiatan rumah tangga setiap hari - 28 Orang ( 43,8% ) lansia berkebun - Lansia mengatakan tidak adanya perkumpulan untuk lansia. - Bidan mengatakan pasien lansia jarang memeriksakan kesehatannya - Bidan mengatakan jumlah pasien lansia yang periksa hanya sedikit - Tidak ada kegiatan atau perkumpulan lansia yang diadakan oleh kader kesehatan Data Subyektif: - Wawancara dengan Petugas kesehatan di desa Pageraji belum terbentuk posyandu lansia - Wawancara dengan Lansia mengatakan malas memeriksakan kesehatan karena jarak ke pelayanan kesehatan jauh hanya ke PKD. - Tidak terdapatnya posyandu lansia. - Lansia kurang menunjukkan perilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan - Lansia kurang menunjukkan perilaku untuk datang ke fasilitas kesehatan yang terdekat dengan alasan jauh dari rumah. - Minat lansia sedikit saat ditanya alasan tidak ke pelayanan kesehatan. 2. USAHA KESELAMATAN KERJA Resiko kontaminasi Data primer - Warga di RW 01 mengatakan bahwa

ada keluarga yang bermatapencaharian sebagai peternak. - Berdasarkan wawancara didapatkan data dengan jumlah peternak orang dengan jumlah kandang 11 buah - Warga mengeluh dengan polusi yang ditimbulkan oleh kotoran ayam tersebut. - Peternak belum tahu cara mengurangi atau mencegah terjadinya polusi udara yang ditimbulkan oleh kotoran unggas ayam. - Warga mengeluh bau khas kotoran ayam meningkat saat pagi hari dan jika tidak kuat dengan baunya warga mengeluh mual dan tidak nafsu makan. - Polusi disebabkan oleh polusi kotoran unggas ayam. - Peternakan ayam terletak kurang dari 5 meter dari pemukiman warga dengan alasan takut dimaling. - Tidak adanya pencegahan yang dilakukan sebelumnya oleh peternak selama 35 hari sebelum masa panen - Sebelum masa panen kotoran ayam tidak ada penanggulangan untuk dibersihkan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. - Saat musim hujan jika kotoran ayam terkena air, bau semakin menyengat dan membuat mual. Data Subyektif: - Peternak tidak tahu penanggulangan cara mengurangi bau polusi yang menyebar

- Keluhan dari warga sangat banyak - Peternak meminta mencari solusi dan bantuan agar pencemaran kotoran tidak menyebar dan mengganggu aktifitas dan kenyamanan warga 3. KESEHATAN LINGKUNGAN Data Primer: - Dari 163 KK terdapat 93 KK (51,47%) tipe rumah semi permanen - Dari 163 KK terdapat 53 KK (16,91%) tipe rumah tidak permanen - Dari 163 KK terdapat 63 KK (38,23%) jenis lantai rumah dengan tanah - Dari 163 KK terdapat 60 KK (38,23%) jenis lantai rumah dengan tegel - Dari 163 KK terdapat 40 KK (25%) jenis lantai rumah dengan tanah - Dari 163 KK terdapat 3 KK (2,20%) sistem cahaya gelap - Dari 163 KK terdapat 112 KK (68,38%) sistem cahaya cukup terang - Dari 163 KK terdapat 104 KK (63,97%) terdapat sumber air yang jaraknya < 10 meter dengan septic tank - Dari 163 KK terdapat 163 KK (100%) keadaan air minumnya tidak berbau, tidak berasa, dan jernih. - Dari 163 KK terdapat 159 KK (97,79%) tempat penampungan air minumnya tidak tertutup - Banyak warga yang jatuh apalagi saat musim hujan 97% dari seluruh jumlah warga. - Banyak warga yang mengeluh setelah Defisiensi Kesehatan komunitas Program tidak memiliki dukungan komunitas yang cukup

jatuh tubuh terasa pegal dan terkadang membengkak. - Warga mengatakan selama ini belum ada penanggulangan dari warga agar mengurangi resiko jatuh dengan jalan tanah yang berlumut. Data Sekunder: - Berdasarkan hasil wawancara kepada Bapak Kadus mengatakan sebagian besar masyarakat MCK nya di cemplung - Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kesehatan didapatkan data penyakit menular antara lain : batuk pilek 15 balita (46,87). - Mayoritas jalan yang digunakan sebagai alat transportasi masih dari tanah dan berlumut. - Jalan tampak licin, berlumut dan mengakibatkan resiko jatuh, resiko mengalami peningkatan saat musim hujan. Pengembangan Program kerja 1. BALITA Data primer: - Dari 130 ibu yang memiliki balita, orang tua 130 orang (100 %)di tolong oleh tenaga kesehatan. - Dari 20 ibu menyusui: 19 orang (95%) Ibu mengatakan ASI Eklusif diberikan kurang dari 6 bulan 20 orang (100%) Ibu menyusui memberikan susu jolong/colostrum pada bayinya 10 orang (50%) Ibu Kesiapan meningkatkan menjadi

merencanakan menyusui bayinya sampai berhenti sendiri - Prosentase kedatangan ke Posyandu rutin 120 balita (92,30%), tidak rutin 10 balita (7,69%). - Prosentase KMS yang di garis hijau 130 balita (100%). - Setiap akan memberikan makan ke bayi, selalu memberikan makanan yang baru. - 130 orang (100%) berat badan bayi berada di warna hijau - 130 orang (100%) ibu mengatakan bayi perlu di imunisasi - 130 orang (100%) bayi mendapat imunisasi lengkap - 60 orang (46%) bayi diberi makanan tambahan kurang dari 6 bulan - 50 orang (38%) bayi diberi makanan tambahan pisang, madu, air teh sebelum 6 bulan - 20 (15%) pernah menderita penyakit cacar Data Sekunder : - Dari hasil wawancara pada ibu yang mempunyai bayi mengatakan rajin membawa bayi ke posyandu - Dan sebagian lagi mengatakan karena jarak posyandu jauh - Saat dilaksanakan posyandu balita terdapat 130 orang balita yang ditimbang - Saat dijadwalkan imunisasi 100% balita yang sudah terjadwal datang semua. - Terdapat posyandu yang aktif - Posyandu jauh dari rumah-rumah penduduk.

- Anak tampak sehat dan tidak ada keluhan sakit - Anak masih takut saat dilakukan penimbangan, tampak menangis. - Dari hasil wawancara terhadap bidan desa bahwa kegiatan posyandu rutin diadakan.

No Prioritas 1. LANSIA Angket : DATA Dari 63 Orang Lansia terdapat, - 53 Orang ( 84,1% ) lansia tidak pernah mendengar tentang posyandu lansia - 55 Orang ( 87,3% ) lansia berkeinginan dibentuknya posyandu lansia - 50 Orang Lansia ( 90,9% ) lansia menginginkan adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan - 27 Orang lansia ( 34,6% ) lansia menderita penyakit darah tinggi - 32 Orang (50,79 % ) lansia menderita nyeri sendi - 9 Orang ( 11,5% ) lansia menderita sesak nafas - 26 Orang ( 41,3% ) lansia tidak memeriksakan kesehatan secara rutin - 20 Orang ( 29%) lansia hanya melakukan kegiatan rumah tangga setiap hari - 28 Orang ( 43,8% ) lansia berkebun Wawancara : - Wawancara dengan Petugas kesehatan di desa Pageraji belum terbentuk posyandu lansia - Wawancara dengan Lansia MASALAH Tingginya angka penyakit degeneratif (Darah tinggi,reumatik) yang diderita oleh lansia ETIOLOGI Ketidaktahuan akan adanya penyakit yang diderita

mengatakan malas memeriksakan kesehatan karena jarak ke pelayanan kesehatan jauh hanya ke PKD. Observasi : - Tidak terdapatnya posyandu lansia. 2. USAHA KESELAMATAN KERJA Wawancara: - Berdasarkan hasil wawancara dengan warga di Rw 01 mengatakan bahwa rata-rata mata pencahariannya yaitu penderes. - Berdasarkan wawancara didapatkan data dengan jumlah penderes 102 orang - Penderes yang cedera karena jatuh dari pohon kelapa dengan jumlah 40 orang 39%. - Penderes tidak ada yang meninggal (dalam kurun 1 tahun terakhir). Observasi: - Ada 1 orang penderes yang cidera tulang belakang karena jatuh dari pohon kelapa dan belum sembuh. Resiko jatuh Ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya keselamatan kerja 3. KESEHATAN LINGKUNGAN Angket : - Dari 163 KK terdapat 93 KK (51,47%) tipe rumah semi permanen - Dari 163 KK terdapat 53 KK (16,91%) tipe rumah tidak permanen - Dari 163 KK terdapat 17 KK (5,14%) tipe rumah permanen - Dari 163 KK (100%) status kepemilikan rumah milik sendiri - Dari 163 KK terdapat 63 KK (38,23%) jenis lantai rumah dengan Resiko penurunan pemeliharaan kesehatan Ketidakcukupan sumber daya

tanah - Dari 163 KK terdapat 60 KK (38,23%) jenis lantai rumah dengan tegel - Dari 163 KK terdapat 40 KK (25%) jenis lantai rumah dengan tanah - Dari 163 KK terdapat 3 KK (2,20%) sistem cahaya gelap - Dari 163 KK terdapat 112 KK (68,38%) sistem cahaya cukup terang - Dari 163 KK terdapat 48 KK (29,41%) sistem cahaya terang - Dari 163 KK terdapat 108 KK (66,17%) Sumber air minum dari sumur gali - Dari 163 KK terdapat 43 KK (26,47%) Sumber air minum dari Pompa - Dari 163 KK terdapat 8 KK (5,14%) Sumber air minum dari mata airmj - Dari 163 KK terdapat 104 KK (63,97%) terdapat sumber air yang jaraknya < 10 meter dengan septic tank - Dari 163 KK terdapat 163 KK (100%) keadaan air minumnya tidak berbau, tidak berasa, dan jernih. - Dari 163 KK terdapat 159 KK (97,79%) tempat penampungan air minumnya tidak tertutup - Dari 163 KK terdapat 108 KK (66,17%) Sumber air untuk mandi dan mencuci dari sumur gali - Dari 163 KK terdapat 75 KK (46,32%) Buang Air Besar di sungai - Dari 163 KK terdapat 109 KK (66,91%) pengolahan sampah dengan dibuang ke halaman belakang

- Dari 163 KK terdapat 153 KK (94,11%) pengolahan sampah rumah tangga dibuang di halaman Wawancara : - Berdasarkan hasil wawancara kepada Bapak Kadus mengatakan mayoritas masyarakat Desa Pageraji sumber air minumnya dari sumur gali dan sebagian besar masyarakat MCK nya di cemplung - Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kesehatan didapatkan data penyakit menular antara lain : batuk pilek 15 balita (46,87). Observasi : - Sebagian besar masyarakat Desa Pageraji MCK di cemplung. 4. REMAJA Angket Dari 48 remaja, didapatkan : - 17 orang ( 39,58% ) remaja mengikuti kegiatan keagamaan - 29 orang( 60,41% ) remaja mengatasi masalah dengan diam - 14 orang ( 29,16 % ) remaja yang merokok - 23 ( 47,91% ) orang tua mendiamkan masalah jika ada masalah dirumah - 12 orang ( 25% ) orang tua memarahi remaja jika ada masalah di rumah Wawancara : - Dari hasil wawancara kepada 5 orang remaja, mengatakan kegiatan hanya di sekolah saja untuk di desa atau di Kurangnya pengetahuan Ketidakmampuan remaja dalam mengatasi masalah

masyarakt tidak ada perkumpulan remaja atau karang taruna. Observasi: - Remaja tampak sepi jika sudah menjelang sore sampai malam hari, tidak terlihat adanya perkumpulan remaja. Pengembangan Program kerja 1. BAYI Angket : Didapat jumlah bayi 15 orang - 15 orang (100%) berat badan bayilengkap berada di warna hijau - 15 orang (100%) ibu mengatakan bayi perlu di imunisasi - 15 orang (100%) bayi mendapat imunisasi lengkap - 6 orang (40%) bayi diberi makanan tambahan kurang dari 6 bulan - 11 orang (73,33%) bayi diberi makanan tambahan pisang, madu, air teh sebelum 6 bulan - 1 orang (6,66%) pernah menderita penyakit cacar Wawancara : - Dari hasil wawancara pada ibu yang mempunyai bayi mengatakan rajin membawa bayi ke posyandu - Dan sebagian lagi mengatakan karena jarak posyandu jauh Observasi : - Terdapat posyandu yang aktif - Posyandu jauh dari rumah-rumah penduduk. Resiko terjadinya penyakit akibat imunisasi tidak Kurang pengetahuan dan kesadaran Ibu tentang manfaat imunisasi pada bayi 3. BALITA Resiko Penurunankurang pengetahuan

Angket : PRAKTEK KERJA NYATA PROGRAM PROFESI NERS - Dari 43 ibu yang memiliki balita, 43 orang (100 %)di tolong oleh tenaga kesehatan. - Dari 43 ibu yang memiliki balita, ibu yang membawa balitanya ke posyandu, 13 orang (30,23%) ibu jarang untuk datang ke posyandu dengan alasan : - Posyandu jauh 4 orang (30,77 %) - Tidak terbiasa ke posyandu 1 orang (7,69 %) - Malas 8 orang (61,54%) - Penderita ISPA (Batuk Pilek) (47,85%). - Dari 20 ibu menyusui: 19 orang (95%) Ibu mengatakan ASI Eklusif diberikan kurang dari 6 bulan 20 orang (100%) Ibu menyusui memberikan susu jolong/colostrum pada bayinya 10 orang (50%) Ibu merencanakan menyusui bayinya sampai berhenti sendiri - Prosentase kedatangan ke Posyandu rutin 26 balita (81,25%), tidak rutin 6 balita (18,75%). - Prosentase KMS yang di garis hijau 32 balita (100%). - Setiap akan memberikan makan ke bayi, selalu memberikan makanan yang baru. Wawancara : - Dari hasil wawancara terhadap bidan desa bahwa kegiatan posyandu rutin diadakan. drajat kesehatan balita ibu tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan