Malta Universitas Terbuka

dokumen-dokumen yang mirip
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIVITAS TUTORIAL TATAP MUKA PROGRAM PENDIDIKAN DASAR DI UPBJJ-UT BANDA ACEH

PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA BANDA ACEH TENTANG SISTEM BELAJAR JARAK JAUH

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIVITAS MATA KULIAH PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PADA MAHASISWA FKIP UPBJJ-UT BANDA ACEH

EFEKTIVITAS DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN PERKOTAAN (P2KP) DI KOTA BANDAR LAMPUNG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Peranan Fasilitator Kecamatan dalam Mendinamiskan Kelompok Masyarakat pada Program GSMK Kabupaten Tulang Bawang

METODE PENELITIAN. A. Definisi Operasional, Pengukuran dan Klasifikasi. Definisi operasional pada penelitian ini mencakup semua aspek penelitian yang

PERANAN PENGURUS POKJAR UPBJJ-UT PEKANBARU DALAM MEMPROMOSIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

BAB I PENDAHULUAN. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1984 (Katalog

PENILAIAN TUTOR TERHADAP PENGUASAAN PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil temuan di lapangan dan hasil pembahasan penelitian,

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KETERAMPILAN DOSEN DALAM MENGELOLA KELAS DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2014

UT UPBJJ-PALU SULAWESI TENGAH

IV. GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS TERBUKA (UT)

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA DI PENDIDIKAN JARAK JAUH

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH DAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR

ABSTRACT RELATED LEARNING MOTIVATION AND LEARNING FACILITY WITH STUDENT ACHIEVEMENT IPS

III. METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar, Definisi Operasional, dan Pengukuran Variabel

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu

PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM PROGRAM PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) DI KECAMATAN NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO

III.METODE PENELITIAN. A. Definisi Operasional, Pengukuran dan Klasifikasi

METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Populasi dan Sampel

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG METODE PENGAJARAN DOSEN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA

PERSEPSI DAN PARTISIPASI PETERNAK TENTANG PROGRAM PERGULIRAN TERNAK DOMBA

KIT TUTORIAL TERVALIDASI

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH KETRAMPILAN DASAR PRAKTEK KLINIK Suyati 1

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN LAUT

Laila Itsnaini Agus Timan Ahmad Yusuf Sobri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis Hubungan Fungsi Pemasaran.Rika Destriany

PERSEPSI MAHASISWA UPBJJ-UT BANJARMASIN TERHADAP LAYANAN BANTUAN BELAJAR (TUTORIAL TATAP MUKA) Yusran Abdul Gani dan Jumriadi UPBJJ-UT Banjarmasin

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel

LAPORAN TUTORIAL. Kode/Mata Kuliah : PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional. Oleh;

METODOLOGI PENELITIAN

PENERAPAN MODEL TUTORIAL PAT UT-II DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PROGRAM S1 PGSD UPBJJ-UT MAKASSAR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Akuntansi sejumlah 66 siswa di SMK Yadika 4 berusia tahun. Jumlah

LEMBAR PENGESAHAN KIT TUTORIAL. : Muhammad Warsita, S.Pd.,M.M. Penelaah. Nurdiyah, S.P., M.Si. NIP Kepala UPBJJ-UT Palu,

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi

I. PENDAHULUAN. Universitas Terbuka (UT) merupakan perguruan tinggi negeri yang menerapkan

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS RIAU

RAPAT KERJA NASIONAL BIDANG AKADEMIK UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2010

BAB 3 Metode Penelitian

ABSTRAK. by Desty Yusniarti. S. A, Sumadi, Dedy Miswar ABSTRACK

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 6 BINTAN KABUPATEN BINTAN

PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT (Kasus di Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah) AMIN FAUZI

Panduan Belajar di UT. Panduan Belajar Di Universitas Terbuka UNIVERSITAS TERBUKA

LEMBAR PENGESAHAN KIT TUTORIAL

RATIH DEWI PUSPITASARI K

SATUAN AKTIVITAS TUTORIAL (SAT)

POTRET AKTIVITAS TUTOR DAN MAHASISWA DALAM TUTORIAL ONLINE UNIVERSITAS TERBUKA (Studi Kasus Program Studi Manajemen FE) Oleh : Any Meilani

BAB I PENDAHULUAN. para karyawan, namun pencapaian tujuan belum tentu benar-benar efektif. Jadi pada

BB03-RK18-RII.0 27 MEI 2015

BAB 5 SIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN. Hasil dari penelitian menunjukkan Ho ditolak sehingga ada hubungan

VI. EVALUASI HASIL BELAJAR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PELATIHAN TUTOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA TUTOR DALAM PROSES KEGIATAN TUTORIAL TATAP MUKA DI UPBJJ-UT MAJENE

EFEKTIVITAS TUTORIAL KARYA ILMIAH DAN METODE PENELITIAN SOSIAL DALAM MENUNJANG PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA NON-FKIP UT

HUBUNGAN PENGGUNAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH DENGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH ALAM SE-KOTA MALANG

JIIA, VOLUME 4 No. 1, JANUARI 2016

HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS JURNAL. Oleh DEVIYANTI PANGESTU SULTAN DJASMI ERNI MUSTAKIM

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

LEMBAR PENGESAHAN KIT TUTORIAL. : Salehuddin, S.Pd. M.Si

HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN CARA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X JURUSAN AKUNTANSI SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG

KATA PENGANTAR..iii. DAFTAR ISI vii. DAFTAR TABEL DAN BAGAN...xii. DAFTAR LAMPIRAN xiii Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah 10

EVALUASI PELAKSANAAN TUTORIAL TATAP MUKA PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PADA UPBJJ-UT AMBON

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Survey

iii Universitas Kristen Maranatha

METODE PENELITIAN. Desain Penelitian

Efektivitas Pelaksanaan Praktikum Anatomi Hewan Pendidikan Biologi FKIP UMS Tahun 2011/2012 dan 2012/2013 Ditinjau dari Nilai Akhir Praktikum

BIOSFER: JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI (BIOSFERJPB) 2017, Volume 10 No 1, ISSN:

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel

Eka Fitriyanti Universitas Aisyiyah Yogyakarta Kata kunci: Persepsi profesi bidan, prestasi belajar Asuhan Kebidanan II

Supriyatin, Mieke Miarsyah, Melia Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI. Bab ini dimulai dengan sajian simpulan hasil penelitian. Selanjutnya, berdasarkan

BUKU PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PRAKTIKUM PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS FMIPA-UT. Oleh: Tim Penyusun Program Studi S1 Agribisnis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. yang bersangkutan. Kondisi organisasi yang sedang dipimpin akan

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA BANDUNG DRAFT SKRIPSI

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGAN PENGUATAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMPN 25 KABUPATEN SOLOK SELATAN

BAB III METODE PENELITIAN. numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 1996). Dalam

HUBUNGAN SIKAP DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII (JURNAL) Oleh WAHYU BIMANTARA F

Transkripsi:

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Efektivitas Pelaksanaan Tutorial di Universitas Terbuka (Kasus: Tutorial Pada Unit Program Belajar Jarak Jauh - Banda Aceh) Malta Universitas Terbuka Abstract: Tutorial is medium to develop understanding about distance learning system. University students must understand distance learning system, if they want succesful in study. The aims of this study were (1) to learn the effectiveness level of tutorial, (2) to identify the external factors of tutorial, and (3) to find out the relationship between the external factors and the effectiveness level of The research method used was descriptive-corelational. The research population consisted of 131 tutor of UPBJJ Banda Aceh, and sample are 66 tutor. The data collection was carried out from April until Juni 2010. The analysis of the data was performed by using the correlation test of Rank Spearman. The research results showed that (1) the effectiveness level of tutorial is enough; (2) the effectiveness level of tutorial was closely related to the tool and infrastructure, contribution of UPBJJ and quantity of tutorial Keywords: effectiveness, tutorial, distance learning system PENDAHULUAN Pembelajaran pada sistem belajar jarak jauh (distance learning system), yang merupakan prinsip dasar pendidikan di Universitas Terbuka (UT), mengharuskan peserta ajar melakukan aktivitas belajar secara mandiri (self directed learning). Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Penelitian Kadarko dan Darmayanti menemukan bahwa rataan prestasi hasil belajar mahasiswa Universitas Terbuka termasuk kategori rendah. Sukinarti menyebutkan bahwa rendahnya prestasi hasil belajar mahasiswa Universitas Terbuka karena rendahnya kemampuan mahasiswa Universitas Terbuka dalam belajar mandiri. Menurut Wardani (2000) salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa adalah melalui Tutorial menjadi sarana interaksi bagi mahasiswa untuk berlatih keterampilan, memfasilitasi pemahaman terhadap proses komunikasi, dan mendorong terbentuknya sikap positif dan kebiasaan yang berkaitan dengan bidang studi. Oleh karena itu sangat perlu diupayakan peningkatan efektivitas tutorial pada Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) Universitas Terbuka (UT). Upaya-upaya dalam meningkatkan efektivitas tutorial dapat dilakukan terlebih dahulu dengan mengetahui sejauhmana tingkat efektivitas tutorial di Universitas Terbuka dan mengkaji faktor -faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat efektivitas tutorial tersebut. Bertitik tolak dari latar belakang yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Sejauh manakah tingkat efektivitas tutorial di Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Banda Aceh? (2) Apa saja faktor-faktor eksternal dari pelaksanaan tutorial? (3) Sejauh manakah hubungan faktor-faktor eksternal dengan tingkat efektivitas tutorial? Berdasarkan rumusan masalah; tujuan penelitian adalah: (1) Menemukan tingkat efektivitas tutorial; (2) Menemukan faktor-faktor eksternal dari pelaksanaan (3) Menemukan tingkat keeratan hubungan antara faktor-faktor eksternal dengan tingkat efektivitas tutorial Hasil penelitian ini diharapkan: (1) Secara teoritis, memberikan perluasan wawasan tentang tingkat efektivitas tutorial di UPBJJ-UT Banda Aceh melalui pemahaman yang tepat tentang berbagai faktor yang berhubungan dengan peningkatan efektivitas (2) Secara praktis, diharapkan berguna bagi UPBJJ-UT Banda Aceh sebagai masukan untuk peningkatan efektivitas Menurut Danfur (2009) efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai; semakin besar presentase target yang dicapai, 82

Malta, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan 83 makin tinggi efektivitasnya. Suatu program/kerja disebut efektif jika pencapaian target output seharusnya > output realisasi, yang diukur dengan cara membandingkan output seharusnya dengan output realisasi. Arifin (2009) mendefinisikan efektivitas adalah melakukan hal yang benar pada saat yang tepat untuk jangka waktu yang panjang. Efektivitas adalah sebagai ukuran suksesnya organisasi, sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai segala keperluannya, organisasi harus mampu menyusun dan mengorganisasikan sumber daya untuk mencapai tujuan. Berdasarkan pengertian-pengertian efektivitas tersebut, dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) yang telah dicapai, yang dijalankan dengan prosedur yang benar dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, serta target tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) mendefinisikan tutorial sebagai: (1) pembimbingan kelas oleh seorang pengajar (tutor) untuk seorang mahasiswa atau sekelompok kecil mahasiswa, atau (2) pengajaran tambahan melalui tutor. Sedangkan tutor didefinisikan sebagai (1) orang yang memberi pelajaran kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa ( di rumah, bukan di sekolah), atau (2) dosen yang membimbing sejumlah mahasiswa di pelajarannya. Bertitik tolak dari definisi tersebut, dilihat dari aktivitasnya, tutorial berarti mengajar orang lain atau memberikan bantuan belajar kepada seseorang. Bantuan belajar tersebut dapat diberikan oleh orang yang lebih tua atau yang sebaya. Kegiatan tutorial melibatkan orang yang mengajar/ memberi bantuan yang disebut tutor dan orang yang belajar atau yang diberi bantuan belajar (tutee). Terdapat bahan/sumber belajar di antara tutor dan tutee, yang merupakan sumber ilmu yang dikaji oleh tutee bersama tutor. Selanjutnya, di antara tutor dan tutee terjadi interaksi atau komunikasi, dan inilah yang merupakan inti dari Menurut Wardani (2000), pada Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) sangat diperlukan pengelolaan tutorial secara serius dan berkesinambungan; diperlukan perencanaan yang cermat dan evaluasi yang rutin untuk pengembangan program Penelitian ini ingin mengetahui tingkat efektivitas tutorial di UPBJJ-UT Banda Aceh. Beberapa faktor, yaitu: Buku Materi Pokok, sarana dan prasarana, peran pengurus kelompok belajar, peran UPBJJ, dan kuantitas tutorial diduga berhubungan dengan tingkat efektivitas Hubungan antar peubah penelitian disajikan pada gambar 1. X 1 X 2 X 3 X 4 X 5 Buku Materi Pokok Sarana dan prasarana Peran pengurus kelompok belajar Peran UPBJJ Kuantitas tutorial Efektivitas Tutorial (Y) Gambar 1. Kerangka Berpikir Efektivitas Tutorial METODE Populasi penelitian adalah semua tutor di UPBJJ-UT Banda Aceh semester 1 tahun 2010, sebanyak 131 orang. Sampel penelitian adalah 50 % + 1 dari populasi, yaitu 66 orang. Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional yang dilaksanakan untuk melihat hubungan antara peubah-peubah penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Penelitian terdiri dari peubah bebas yaitu: Buku Materi Pokok, sarana dan prasarana, peran pengurus kelompok belajar, peran UPBJJ, dan kuantitas tutorial; dan peubah terikat yaitu efektivitas Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antar peubah, yaitu dengan melakukan uji statistik dan untuk menjelaskan substansi hasil uji statistik digunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mendatangi dan melakukan wawancara terhadap responden dengan berpedoman pada kuesioner. Pengumpulan data kualitatif adalah dengan melakukan wawancara mendalam dengan responden terpilih untuk mencari makna dari data kuantitatif.

84 Varia Pendidikan, Vol. 24, No. 1, Juni 2012 Pembahasan hasil penelitian dilakukan secara deskripsi dan korelasi. Pembahasan secara deskripsi menjelaskan tingkat/kategori setiap peubah berdasarkan hasil skor pengolahan data, dengan range: 1 1,66 = rendah; 1,67 2,33 = sedang; 2,34 3 = tinggi. Pengujian hipotesis menggunakan statistik non parametrik untuk mengukur keeratan hubungan antara peubah. Pengujian hipotesis adalah dengan menggunakan analisis uji korelasi Rank Spearman pada á = 0,05 atau á = 0,01 (Siegel, 1992), dan untuk memudahkan pengolahan data digunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Science) versi 16. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Buku Materi Pokok Tingkat ketersediaan Buku Materi Pokok (BMP) pada mahasiswa UPBJJ-UT Banda Aceh termasuk kategori tinggi (skor: 3). Sarana belajar, seperti Buku Materi Pokok merupakan alat/sarana pendukung bagi mahasiswa dalam proses belajar di UT. Universitas Terbuka mencetak langsung Buku Materi Pokok (BMP) yang diperlukan pada setiap mata kuliah yang ditawarkan. Khusus untuk mahasiswa program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), UT Pusat mengirim langsung BMP ke masing-masing kelompok belajar di setiap Kabupaten/Kota, sesuai permintaan BMP yang diajukan UPBJJ (berdasarkan jumlah mahasiswa). Pengurus kelompok belajar, kemudian membagi BMP tersebut kepada masing-masing mahasiswa. Universitas Terbuka menjamin bahwa setiap mahasiswa program PGSD dan PGPAUD mendapatkan BMP secara lengkap, karena biaya pengadaan BMP sudah dimasukkan ke dalam Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) yang dibayarkan mahasiswa. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang diukur dalam penelitian ini adalah tingkat ketersediaan ruangan dan media dalam pelaksanaan Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tutorial di UPBJJ-UT Banda Aceh termasuk kategori sedang (skor: 1,80). Ruangan untuk tempat pelaksanaan tutorial menggunakan/meminjam gedung SLTA/SLTP di Kabupaten/Kota daerah lokasi. Sekolah yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan tutorial diseleksi terlebih dahulu dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan UT Pusat (sesuai prosedur ISO 9001:2008). Penggunaan media, dalam pelaksanaan tutorial di UPBJJ-UT Banda Aceh masih minim. Baru dua persen tutor yang menggunakan power point plus in focus dalam pelaksanaan Bahkan matakuliah yang membutuhkan komputer sebagai media (untuk praktek), belum tersedia secara lengkap. Matakuliah yang memerlukan kit praktikum (seperti praktikum IPA di SD), di sewa laboratorium di sekolah-sekolah yang ada, walaupun dengan peralatan yang kurang optimal. Peran Pengurus Kelompok Belajar Peran pengurus kelompok belajar yang diukur dalam penelitian ini adalah upaya/tindakan yang dilakukan pengurus kelompok belajar untuk mensukseskan pelaksanaan tutorial pada kelompok belajarnya masing-masing, dalam hal: menyosialisasikan jadwal tutorial, menyiapkan sarana prasarana tutorial, dan membantu penyelesaian masalah dalam Tingkat peran pengurus kelompok belajar untuk mensukseskan pelaksanaan tutorial termasuk kategori tinggi (skor:2,20). Jadwal pelaksanaan tutorial di UPBJJ-UT Banda Aceh dibuat oleh pihak UPBJJ, kemudian disosialisasikan oleh pengurus pengurus kelompok ke seluruh mahasiswa di wilayah pengurus kelompok belajarnya. Pelaksanaan sosialisasi jadwal tutorial dilakukan pada setiap awal semester, sebelum dimulai kegiatan Gedung-gedung sekolah (SLTA/SLTP) bisa digunakan untuk tempat pelaksanaan tutorial, karena adanya kerjasama dengan pihak sekolah tersebut; dan proses kerjasama dirintis oleh pengurus kelompok belajar, dengan surat resmi dari UPBJJ. Secara formal UPBJJ yang menyeleksi tempat tutorial, namun hubungan kerjasama dengan pihak sekolah sepenuhnya secara operasional dikelola oleh pengurus kelompok belajar. Terdapat satu pengurus kelompok belajar (dari 20 pengurus kelompok belajar) yang memfasilitasi kegiatan tutorial dengan menyediakan in focus bagi tutor dalam pelaksanaan Pengurus kelompok belajar adalah perpanjangan tangan UPBJJ di daerah (sebagian besar wilayah secara geografis jauh dari kota tempat kantor UPBJJ), sehingga pengurus kelompok belajar yang mengetahui secara persis keadaan di daerah di tempat pelaksanaan Pengurus kelompok belajar yang langsung menghandle, jika terjadi permasalahan dalam pelaksanaan tutorial (sepanjang bukan hal yang

Malta, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan 85 sangat prinsip dan bukan berhubungan dengan kebijakan). Masalah-masalah yang terjadi dalam kegiatan tutorial, meliputi: rendahnya partisipasi mahasiswa, tutor berhalangan hadir, dan ruangan tempat tutorial pada saat yang bersamaan digunakan untuk kegiatan lain. Peran UPBJJ Peran UPBJJ yang diukur dalam penelitian ini adalah tindakan/upaya yang telah dilakukan UPBJJ-UT Banda Aceh dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan tutorial, dalam hal: membantu pengadaan media pendukung tutorial, membantu penyelesaian masalah tutorial, dan mengadakan pembekalan/pelatihan untuk tutor. Tingkat peran UPBJJ dalam pelaksanaan tutorial termasuk kategori rendah (skor:1,55). Proses belajar mengajar seyogyanya didukung oleh media, supaya pesan yang disampaikan bisa lebih optimal sampai ke peserta didik. Pihak UPBJJ belum dapat membantu pengadaan media pendukung, seperti laptop dan in focus, untuk pelaksanaan Pihak UPBJJ beralasan bahwa pengadaan tersebut melalui UT Pusat, dan belum ada kebijakan untuk hal tersebut. Masalah-masalah yang terjadi dalam pelaksanaan tutorial, sebagian besar langsung dihandle oleh pengurus kelompok belajar. Pihak UPBJJ beralasan bahwa jarak yang jauh secara geografis, menjadikan sulit untuk dapat membantu secara spontan. Pihak UPBJJ menyebutkan, kegiatan-kegiatan kunjungan ke lokasi tutorial/ kelompok belajar sudah terjadwal pada setiap semester dan pada saat kunjungan tersebut UPBJJ dapat melakukan koordinasi secara langsung dengan pengurus kelompok belajar jika ada yang harus ditindaklanjuti guna kelancaran pelaksanaan Sembilan puluh persen tutor menyebutkan bahwa belum pernah mendapatkan pelatihan/ pembekalan tentang teknis pelaksanaan kegiatan Lima persen tutor menyatakan bahwa pernah UPBJJ mengadakan pelatihan, namun bukan mengenai teknis pelaksanaan tutorial tetapi tentang teknis pembimbingan untuk matakuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). Pelatihan atau pun pembekalan adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kompetensi akademik tutor, sehingga hal ini seharusnya dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Pihak UPBJJ Banda Aceh sebaiknya mengambil perhatian serius tentang hal ini. Kuantitas Tutorial Kuantitas tutorial yang diukur dalam penelitian ini adalah jumlah waktu pelaksanaan Tingkat kuantitas tutorial termasuk kategori tinggi (skor:2,15). Sebagian besar (93 %) tutor melaksanakan kegiatan tutorial sebanyak delapan kali dalam satu masa registrasi, sesuai dengan ketetentuan UT Pusat, namun jumlah waktu (jam) per pertemuan belum sesuai dengan standar pelaksanaan Pelaksanaan tutorial dilakukan oleh tutor selama 90 menit, padahal semestinya sesuai standar jumlah waktu (jam) per pertemuan tutorial adalah 120 menit. Pihak UPBJJ dan pengurus kelompok belajar harus menyosialisasikan hal ini, supaya pelaksanaan tutorial dapat dilakukan sesuai standar. Efektivitas TTM Efektivitas tutorial yang diukur dalam penelitian ini adalah tingkat kualitas pelaksanaan tutorial, dalam hal: kemampuan mahasiswa mengikuti model tutorial, keaktifan mahasiswa dalam diskusi, tingkat pengerjaan tugas oleh mahasiswa, dan pengaruh tutorial untuk menjadikan mahasiswa membaca Buku Materi Pokok (BMP). Tingkat efektivitas pelaksanaan tutorial termasuk kategori sedang (skor:1,50). Mahasiswa dapat mengikuti model tutorial yang diterapkan oleh tutor serta dapat aktif pada kegiatan diskusi selama tutorial berlangsung. Mahasiswa program PGSD, yang peserta tutorialnya adalah para guru Sekolah Dasar, sehingga sifat sebagai guru mendukung sikap yang aktif dalam kegiatan belajar pada saat Pada pertemuan ke-3, 5, dan 7 (dari delapan kali pertemuan tutorial) tutor memberikan tugas kepada mahasiswa sebagai bagian penilaian dalam kegiatan Berdasarkan data tutor, sebanyak 80 % mahasiswa peserta tutorial membuat tugas yang diberikan tutor. Tutor menyebutkan bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan tutorial sudah diarahkan untuk membaca BMP, namun hal ini belum wujud secara signifikan baik dalam kuantitas maupun kualitas. Salah satu tujuan pelaksanaan tutorial adalah memotivasi mahasiswa supaya membaca BMP, diperlukan inovasi dari tutor untuk menjadikan mahasiswa tertarik membaca BMP sehingga tutorial berfungsi optimal. Korelasi Terdapat lima peubah bebas yang digunakan dalam penelitian ini untuk melihat korelasi masing-masing peubah dengan efektivitas

86 Varia Pendidikan, Vol. 24, No. 1, Juni 2012 Lima peubah yang dimaksud adalah: buku materi pokok, sarana dan prasarana, peran pengurus kelompok belajar, peran UPBJJ, dan kuantitas Korelasi setiap peubah dengan efektivitas tutorial (peubah terikat), disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Korelasi Efektivitas Tutorial Keterangan tabel: ** Berhubungan sangat signifikan pada á = 0,01 * Berhubungan signifikan pada á = 0,05 No Peubah 1 Buku Materi Pokok 0,097 2 3 Sarana dan Prasarana Peran Pengurus Kelompok Belajar Koefisien Korelasi dengan Efektivitas Tutorial 0,340** 0,131 4 Peran UPBJJ 0,567** 5 Kuantitas Tutorial 0,292* Buku Materi Pokok berhubungan positif tidak signifikan dengan efektivitas tutorial, sebagaimana pada tabel 1 disajikan koefisien korelasinya = 0,097 (tidak signifikan). Artinya semakin tinggi tingkat ketersediaan BMP tidak menjamin menjadi semakin efektif Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat keterbacaan BMP pada mahasiswa UT masih rendah; sehingga walaupun tingkat ketersediaan BMP termasuk kategori tinggi (skor:3), namun tidak menjamin efektivitas tutorial menjadi tinggi karena tingkat keterbacaan BMP yang masih rendah. Memiliki BMP saja tidak cukup; semestinya mahasiswa membaca BMP secara kontiniu karena dengan membaca BMP, mahasiswa punya bahan untuk didiskusikan pada saat tutorial dan dapat mengerjakan tugas dengan baik. Sarana dan prasarana (sarpras) berhubungan positif sangat signifikan dengan efektivitas tutorial, sebagaimana pada tabel 1 disajikan koefisien korelasinya = 0,340 (sangat signifikan). Artinya semakin tinggi tingkat ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tutorial, maka semakin efektif tutorial serta semakin optimal fungsi tutorial, yaitu: sebagai sarana memotivasi mahasiswa belajar secara mandiri, membaca BMP, dan me-manage sendiri strategi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarpras adalah salah satu alat untuk mendukung tercapainya tujuan Kegiatan tutorial mutlak memerlukan ruangan dan media, yang merupakan sarpras Diperlukan perhatian yang serius untuk pengadaan sarana tutorial, seperti: media, sehingga tujuan tutorial lebih optimal. Peran Pengurus Kelompok Belajar berhubungan positif tidak signifikan dengan efektivitas tutorial, sebagaimana pada tabel 1 disajikan koefisien korelasinya = 0,131 (tidak signifikan). Artinya semakin tinggi tingkat peran pengurus kelompok belajar tidak menjamin menjadi semakin efektif Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa peran pengurus kelompok belajar lebih banyak terhadap aspek pelayanan administrasi tutorial, sehingga walaupun tingkat peran pengurus kelompok belajar termasuk kategori tinggi (skor:2,20), namun tidak menjamin efektivitas tutorial menjadi tinggi karena aspek akademik yang lebih menentukan tingkat efektivitas Peran pengurus kelompok belajar diantaranya menyosialisasikan jadwal tutorial dan menyiapkan sarpras tutorial; hal ini tidak berhubungan langsung dengan aspek efektivitas tutorial yaitu: kemampuan mahasiswa mengikuti model tutorial, keaktifan mahasiswa dalam diskusi, dan tingkat pengerjaan tugas oleh mahasiswa. Peran UPBJJ berhubungan positif sangat signifikan dengan efektivitas tutorial, sebagaimana pada tabel 1 disajikan koefisien korelasinya = 0,567 (sangat signifikan). Artinya semakin tinggi tingkat peran UPBJJ dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan tutorial maka semakin tinggi efektivitas Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran UPBJJ dalam pelaksanaan tutorial diwujudkan dengan mengadakan pelatihan/ pembekalan bagi tutor. Pelaksanaan pelatihan/ pembekalan bagi tutor telah memberi dampak yang signifikan bagi peningkatan efektivitas tutorial yang dilaksanakan oleh tutor yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan pendapat Kristina, dkk (2006) bahwa pelatihan mempengaruhi kinerja subjek yang dilatih yang selanjutnya mempengaruhi efektivitas kegiatan organisasi. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan di lapangan diketahui bahwa UPBJJ

Malta, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan 87 melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi tutorial yang dilakukan melalui kunjungan/ supervisi/monitoring tutorial ke wilayah/pokjar. Bersamaan pada waktu kunjungan tersebut, dilakukan koordinasi dengan pengurus kelompok belajar jika ada yang harus ditindaklanjuti guna kelancaran pelaksanaan Masalah yang tidak dapat dipecahkan langsung pada saat kunjungan ke wilayah/pokjar, maka hal tersebut dievaluasi dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) UPBJJ. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa peran UPBJJ dapat meningkatkan efektivitas tutorial, maka upaya peningkatan efektivitas tutorial dapat dilakukan dengan meningkatkan peran UPBJJ, dalam hal: koordinasi dengan pengurus kelompok belajar dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan tutorial di wilayah kelompok belajar dan mengadakan pelatihan/ pembekalan bagi tutor secara terjadwal dan kontiniu. Kuantitas tutorial berhubungan positif signifikan dengan efektivitas tutorial, sebagaimana pada tabel 1 disajikan koefisien korelasinya = 0,292 (sangat signifikan). Artinya semakin tinggi kuantitas tutorial maka semakin tinggi efektivitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pertemuan tutorial sebanyak delapan kali dalam satu semester, mahasiswa mendapatkan pencerahan tentang sistem belajar jarak jauh, strategi belajar di UT dan sedikit pembahasan materi yang penting. Melalui pertemuan tutorial, tutor memberikan tugas kepada mahasiswa; tugas merupakan sarana bagi mahasiswa untuk memahami isi BMP. Melalui tugas mahasiswa termotivasi membaca dan memahami BMP, sedangkan BMP adalah dosen mahasiswa dalam kuliah di UT. Hasil penelitian ini, mengindikasikan bahwa sangat perlu diambil perhatian yang sungguh-sungguh untuk memastikan jumlah pelaksanaan tutorial sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku, yaitu: delapan kali pertemuan dalam satu semester. SARAN Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan, disarankan perlu diperhatikan pelatihan bagi tutor tutorial secara terjadwal dan kontiniu, dengan memfokuskan kepada pemahaman tutor tentang konsep tutorial yang ideal. DAFTAR PUSTAKA Arifin. 2009. Efektivitas Usaha Anggota Koperasi yang Peduli Lingkungan. http:// www.smecda.com [25 Juni 2009]. Balai Pustaka. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Danfur. 2009. Definisi Efektivitas. http:// dansite.wordpress.com [25 Juni 2009]. Kristina, N. dkk. 2006. Mengembangkan Program Pelatihan. http://simkesugm06. wordpress.com/ [01 Okt 2009]. Siegel, S. 1992. Statistik Nonparametrik: untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: P.T. Gramedia Utama. Singarimbun, M dan Sofyan E. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. Wardani, Igak. 2000. Program Tutorial dalam Sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh. Jurnal PTJJ, 1(2), 41-52. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas tutorial UPBJJ-UT Banda Aceh adalah: sarana-prasarana, peran UPBJJ, dan kuantitas