mencapai hasil yang diinginkan

dokumen-dokumen yang mirip
MENCAPAI HASIL YANG DIINGINKAN

Lembaga Keuangan Mikro dan Usaha Kecil Menengah

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 10/7/PBI/2008 TENTANG PINJAMAN LUAR NEGERI PERUSAHAAN BUKAN BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

STUDI PELAKSANAAN KREDIT PERBAIKAN RUMAH SWADAYA MIKRO SYARIAH BERSUBSIDI DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dapat tetap bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Apabila efisiensi

Strategi Pemberdayaan Lembaga Keuangan Rakyat BPR

2017, No Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional; Mengingat : Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (L

ORI OBLIGASI NEGARA RITEL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2002 TENTANG SURAT UTANG NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. (Mulyadi, 2010:5). Prosedur adalah suatu urutan pekerjaan klerikal

BAB I PENDAHULUAN. telah menetapkan undang-undang mengenai Mortgage (Perumahan). Peraturan

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/11/PBI/2014 TENTANG PENGATURAN DAN PENGAWASAN MAKROPRUDENSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Kegagalan masyarakat Indonesia dalam mengendalikan pengeluarannya diperburuk dengan kesalahan keuangan yang berulang

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 12/ 1 /PBI/ 2010 TENTANG PINJAMAN LUAR NEGERI PERUSAHAAN BUKAN BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Perluas ke Asuransi Mikro, Prudential Luncurkan PRUaman

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2002 TENTANG SURAT UTANG NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SEKTOR MONETER, PERBANKAN DAN PEMBIAYAAN BY : DIANA MA RIFAH

2017, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN TENTANG PENGELOLAAN, PENATAUSAHAAN, SERTA PENCATATAN ASET DAN KEWAJIBAN D

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENJAMINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS. aktiva, baik langsung maupun tidak langsung dengan harapan mendapatkan

ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero)

PT Bank KEB Hana Indonesia Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - Bank Secara Individu

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat panjang bahkan hingga ribuan tahun. Pada periode waktu yang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kehidupan masyarakat pada masa sekarang ini, tidak pernah

ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ANGGOTA DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. keuangan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap laporan keuangan.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB 1 PENDAHULUAN. krisis moneter yang telah melumpuhkan perekonomian di Indonesia sehingga

BAB I PENDAHULUAN. Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 19/9/PBI/2017 TENTANG PENERBITAN DAN TRANSAKSI SURAT BERHARGA KOMERSIAL DI PASAR UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentan

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

ASIAN DEVELOPMENT BANK OPERASI SEKTOR SWASTA

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan.

Investor Indonesia Sangat Mendukung Dinaikkannya Usia Pensiun Resmi dari 55 Tahun Survei Manulife

RISIKO PERBANKAN ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN RISIKO

BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan (financial intermediaries), yang menyalurkan dana dari pihak

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF

ASPEK PERMODALAN RASIO MODAL SENDIRI TERHADAP TOTAL ASET. Modal Sendiri. Total Aset

BAB I PENDAHULUAN. Bank dapat dikatakan sebagai darahnya perekonomian negara. Oleh karena

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BUPATI LOMBOK UTARA PERATURAN BUPATI LOMBOK UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

KEBIJAKAN MANAGEMEN RESIKO

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan sebagai darahnya perekonomian negara. Oleh karena itu

BAB I PENDAHULUAN. negara Indonesia memiliki peranan cukup penting. Hal ini dikarenakan sektor

Daftar Isi. Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan yang cukup pesat. Sejak adanya paket-paket kebijakan yang. dikeluarkan pemerintah dan adanya UU No. 10 Tahun 1998 tentang

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13/POJK.05/2014 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

International Monetary Fund UNTUK SEGERA th Street, NW 15 Maret 2016 Washington, D. C USA

FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ) Pedoman Uji Coba Aktivitas Jasa Sistem Pembayaran dan Perbankan Terbatas Melalui Unit Perantara Layanan Keuangan

*13423 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 24 TAHUN 2002 (24/2002) TENTANG SURAT UTANG NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

JAWABAN BAB 7. Nama : Fitri Gusniawati. Nim :

BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. dan diawasi, misalnya melalui penetapan tujuan perusahaan dan monitoring terhadap

Undang-Undang tentang LKM tersebut mengamanatkan beberapa materi pengaturan teknis lebih lanjut terkait kegiatan usaha LKM, tata cara memperol

BAB I PENDAHULUAN. sebagai suatu instrumen hutang yang ditawarkan penerbit (issuer) atau yang

BAB III PEMBAHASAN. Menurut Veithzal et al (2012:616), laporan keuangan adalah laporan periodik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Harga Saham Perusahaan-Perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta, hasil

BAB I PENDAHULUAN. menggemparkan dunia. Krisis keuangan ini telah berkembang menjadi masalah

2017, No Indonesia Nomor 3608); 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20

Transkripsi:

Institusi diartikan sebagai peraturan-peraturan atau prosedur-prosedur yang mengatur bagaimana peran agen (orang-orang) berinteraksi dan organisasi-organisasi menerapkan peraturanperaturan dan tata aturan tingkah laku untuk mencapai hasil yang diinginkan

Institusi meliputi Menghadirkan suatu struktur kehidupan sehari-hari dengan mendefinisikan dan membatasi seperangkat pilihan yang dimiliki oleh individu dan organisasi

Institusi Formal meliputi turan-aturan yang dituangkan ke dalam hukum dan peraturan-peraturan pemerintah, aturan yang dibakukan, dan diadopsi lembaga-lembaga swasta dan organisasi publik dan swasta yang melakukan kegiatan sesuai undang-undang Institusi informal mengikuti aturan-aturan tindakan sosial tidak tertulis seperti sanksi dan norma sosial dan menggunakan mekanisme sosial untuk menilai kelayakan kredit berdasarkan reputasi agen yang terlibat

LKM memakai anggota dari komunitas perdesaan (lokal) untuk berperan sebagai agen dalam melakukan penyaringan terhadap peminjam potensial dan melakukan penagihan Pengumpulan informasi tingkat desa mengenai karakteristik risiko peminjam akan membantu mengurangi masalah informasi yang menghambat kinerja LKM ketika memberikan pinjaman kepada orang berpenghasilan rendah baik di perdesaan atau di perkotaan

Penilaian kinerja LKM didasarkan pada tujuan LKM Pendekatan Kesejahteraan Meningkatkan Kesejahteraan orang miskin Pendekatan Institusional Mengukur keberhasilan terutama dari kemampuan institusi untuk memenuhi kebutuhan orang miskin dalam waktu singkat Mengukur keberhasilan berdasarkan sustanabilitas LKM dengan asumsi LKM yang memiliki sustanabilitas akan mampu membantu meningkatkan pendapatan dan mengurangi kemiskinan

Pengukuran didasarkan pada: LKM harus memiliki kemampuan finansial (financial viable) untuk mencapai kemandirian (selfsustainability) Kemampuan keuangannya (LKM mampu menutup biaya operasional dengan pendapatan yang diterimanya) Luasnya cakupan keluarga yang menjadi target Besarnya jasa yang mereka terima

Kriteria Penilaian Kemandirian Jangkauan terhadap Klien Target Indeks Ketergantungan Subsidi Mengukur subsidi yang diterima berbanding bunga yang diperoleh Indeks Jangkauan Mengevaluasi jangkauan terhadap klien dan kualitas layanan yang diberikan

Subsidy Dependence Index atau SDI mengukur persentase kenaikan ratarata tingkat bunga pinjaman yang diperlukan sebagai kompensasi untuk menghapus subsidi termasuk subsidi yang diterima LKM melalui pembayaran bunga dibawah tingkat pasar untuk dana yang dipinjam Indikator kemandirian yang lain: Kemandirian Operasional (Operational Self-Sufficeint) dan Kemandirian Keuangan (Financial Self-Sufficeint)

Contoh Subsidi: Subsidi tingkat bunga pada dana pinjaman bersyarat Perlengkapan gratis yang disediakan pemerintah Pelatihan gratis untuk staf yang disediakan pemerintah Asumsi pemerintah terhadap kerugian nilai tukar mata uang asing Asumsi pemerintah terhadap pinjaman mata uang asing

Jangkauan Skala (scale) Jangkauan Kedalaman (depth) Jangkauan Jumlah klien yang dilayani dengan berbagai jenis instrumen Jenis klien yang terjangkau dan tingkat kemiskinan mereka

Jangkauan diukur dengan indeks gabungan yang terdiri dari beberapa indikator: Jumlah klien, Jumlah simpanan dan nilai rata-rata rekening simpanan, Rata-rata pinjaman, Jumlah cabang dan kantor/unit desa, Ragam jasa keuangan yang ditawarkan Persentase populasi target yang terlayani Pertumbuhan aset LKM dalam tahun-tahun terakhir dalam angka yang sebenarnya Partisipasi wanita

Contoh Indikator jangkauan terhadap klien target: Penetrasi Pasar Jumlah dan tingkat pertumbuhan tahunan rekening pinjaman dan simpanan Nilai dan tingkat pertumbuhan tahunan portopolio pinjaman dan tabungan Jumlah cabang dan staf Tingkat Penghasilan Relatif Nilai pinjaman rata-rata dan kisaran jumlah pinjaman Persentase klien perdesaan Persentase klien perempuan Kualitas Pelayanan Biaya transaksi untuk klien Fleksibilitas dan kesesuaian layanan Jaringan distribusi

Ada 4 pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja LKM: Pendekatan ACCION Pendekatan Dewan Dunia Serikat Kredit (WOCCU) Pendekatan Planet Rating Girafe Pendekatan Microrate

Tujuan instrumen ini untuk memperkuat manajemen dan menghasilkan kerangka kerja umum untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja afiliasi ACCION diseluruh negara Pendekatan ACCION mengadopsi metodologi CAMEL (Kecukupan modal,kualitas Aset, Manajemen, Penerimaan dan Likuiditas) untuk mengevaluasi lembagalembaga pemberi pinjaman komersial Amerika Serikat Skor akhir berkisar antara 0 sampai 5 Atau D sampai AAA LKM yang memiliki skor dibawah 2 harus menjalankan bisnis pemberian pinjaman LKM yang memiliki skor skor 2-3, LKM memiliki kelemahan pokok yang harus diperbaiki

(Dewan Dunia Serikat Kredit) WOCCU menggunakan PEARLS dalam menilai kinerja LKM WOCCU adalah sebuah organisasi nirlaba yang mendorong pengembangan kerjasama keuangan, bermarkas di Madison, Wiscousin

(Dewan Dunia Serikat Kredit) PEARLS merupakan satu set ratio yang terdiri dari 45 rasio untuk mengevaluasi dan memonitor stabilitas keuangan serikat kredit dalam WOCCU terutama digunakan untuk program pengembangan institusional PEARLS dikelompokkan dalam 6 wilayah kinerja keuangan: Perlindungan Struktur Keuangan yang efektif Kualitas Aset Tingkat Pendapatan dan Biaya Likuiditas Tanda-tanda Pertumbuhan

Dalam menilai kinerja LKM menggunakan penggolongan GIRAFE PlaNet Rating adalah sebuah organisasi nirlaba Internasional yang berbasis di Paris

26 Indikator GIRAFE digolongkan ke dalam 6 wilayah Risiko: 1. Proses pengambilan keputusan dan tata kelola 2. Instrumen manajemen dan informasi 3. Analisis dan kendali risiko 4. Aset-Aset termasuk portofolio pinjaman 5. Pembiayaan (ekuitas dan kelayakan) 6. Efisiensi dan tingkat keuntungan Girafe menaruh perhatian pada: Risiko Bagaimana LKM dikelola Apakah LKM gagal memenuhi harapan investor karena ketidakmampuan dalam sistem, proses dan pengorganisasian

Metodologi MicroRate berfokus pada bagaimana berbagai macam risiko pada operasional LKM mempengaruhi kelayakan kredit suatu lembaga MicroRate adalah sebuah perusahaan perseroan terbatas yang berpusat di Washington DC Komponen utama metodologi ini adalah: 1. Mengenali wilayah risiko utama dan penggeraknya 2. Membandingkan kinerja LKM dengan kinerja rekannya pada basis yang sesuai 3. Mengusahakan agar informasi ini tersedia bagi pasar kapan saja memungkinkan Fokus utama penilaian ini adalah: Efisiensi Kualitas Aset Pertumbuhan Tingkat Keuntungan

Tujuan Evaluasi ACCION CAMEL WOCCU PEARLS PLANET RATING GIRAFE Instrumen internal untuk manajemen, dewan dan jejaring Pengawasan kinerja berkelanjutan oleh manajemen dan pengawasan eksternal Pengukuran dan pengendalian risiko MICRORATE 1. Mengevaluasi risiko kredit LKM bagi investor dan kreditor potensial 2. Mempengaruhi kinerja LKM 3. Membandingka n kinerja keuangan mikro

Nasabah Utama ACCION CAMEL WOCCU PEARLS PLANET RATING GIRAFE 1. Afiliasi-afiliasi ACCION 2. Pengawas bank 3. Lembaga Sekunder 1. Serikat kredit yang berafiliasi 2. Perkumpulan 3. Pengatur Serikat Kredit 1. Donor (AFD,BNDES) 2. Investor (Blue Orchard, Financial Bank) 3. Kreditor 4. LSM (CARE,VITA) 5. LKM MICRORATE 1. Donor (50%) 2. LKM (30%) 3. Investor (20%)

Ciri Utama Metodologi ACCION CAMEL WOCCU PEARLS PLANET RATING GIRAFE Peta rencana keuangan mikro untuk menjadi perantara keuangan formal Menunjukkan kelebihan dan kekurangan finansial yang utama Penilaian perankingan yang rinci tapi pendefinisian tingkat risikonya tidak jelas MICRORATE 1. Kelayakan kredit (rekomendasi/ pengawasan/peri -ngatan) dan rasio. 2. Penciptaan standart 3. Pembandingan antar kelompok

Bias Pendekatan ACCION CAMEL WOCCU PEARLS PLANET RATING GIRAFE 1. Unggul pada manajemen 2. Tingkat keuntungan 3. Praktik penciptaan standart Benar-benar secara finansial termasuk analisis keuangan yang meneyeluruh Unggul pada manajemen, tata kelola dan praktikpraktik terbaik MICRORATE Unggul pada catatan pengalaman dan penciptaan standart antar kelompok

Kuantitatif vs Kualitatif ACCION CAMEL WOCCU PEARLS PLANET RATING GIRAFE Lebih kualitatif (53%) daripada kuantitatif (47%). Camel yang asli 70% kualitatif Seluruhnya kuantitatif Lebih kualitatif (57%) daripada kuantitatif (43%) lebih cenderung pada risiko MICRORATE Lebih kuantitatif daripada kualitatif

Batasan-Batasan ACCION CAMEL WOCCU PEARLS PLANET RATING GIRAFE Tidak ada evaluasi kualitatif Ketergantungan pada konsultan eksternal MICRORATE Masukan penilaian cenderung sedikit

Dalam memilih teknik penilaian LKM, ada beberapa faktor kontekstual yang harus dipertimbangkan 1. Konteks Geografis Standart yang tepat di Amerika belum tentu sesuai di Asia dan Afrika 3. Pendekatan Pemberian Pinjaman yang beragam yang digunakan 2. Kematangan Lembaga Lembaga yang lebih muda dapat menghabiskan biaya tambahan tanpa dapat memberikan pendapatan yang sepadan dan tidak seharusnya dibandingkan dengan lembaga yang sudah matang. Indikator kinerja harus diletakkan dalam konteks bagaimana dan dimana LKM yang berbeda beroperasi

Wilayah Indikator Kualitas Portofolio Tingkat pelunasan Rasio kualitas portofolio (tingkat keterlambatan,risiko portofolio, rasio peminjam yang nakal) Rasio kerugian pinjaman Produktivitas dan Efisiensi Rasio Produktivitas (jumlah pinjaman aktif tiap petugas kredit, rata-rata portofolio yang menguntungkan per petugas kredit) Rasio Efisiensi (Rasio biaya operasional, biaya per unit mata uang yang dipinjamkan, biaya per pinjaman yang diberikan)

Wilayah Indikator Kelayakan Keuangan Sebaran Finansial Kemandirian Operasional Kemandirian Finansial Indeks Ketergantungan Subsidi Tingkat Keuntungan Rasio Pendapatan atas Aset Rasio Pendapatan atas Usaha Rasio Pendapatan atas akuitas Kecukupan Modal dan Pembiayaan dengan Utang Pembiayaan dengan utang (rasio utang terhadap modal) Standart kecukupan modal

Wilayah Ukuran, Jangkauan dan Pertumbuhan Indikator Klien dan Staf (jumlah klien, jumlah cabang,persentase jumlah total target klien yang terlayani dsb) Jangkauan pinjaman (jumlah peminjam yang aktif, jumlah saldo pinjaman berjalan, portofolio berjalan rata-rata,jumlah ratarata pinjaman yang diberikan, nilai pinjaman tiap anggota staf dsb) Jangkauan simpanan (saldo total rekening simpanan sukarela, jumlah ratarata tahunan simpanan dalam persentase portofolio pinjaman berjalan rata-rata tahunan, jumlah klien simpanan sukarela sekarang, dsb)