LAYANAN KEARSIPAN PERLU DITINGKATKAN A. Fajar Feratri Astuti

dokumen-dokumen yang mirip
TEKNOLOGI DIGITAL : SEBUAH PILIHAN DALAM PENYEBARAN DAN PERLINDUNGAN ARSIP

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 26.TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG DAN PERMASALAHAN

WALIKOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. dinamis (fungsi administrasi) arsip juga sebagai memori kolektif (fungsi statis),

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan fungsi organisasi. Dalam setiap organisasi sangat memerlukan data dan

Berikut adalah pengertian dokumen dari beberapa sumber, antara lain : 1. Kamus Umum Bahasa Indonesia, menyebutkan :

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan yang mutlak bagi setiap instansi, apalagi secara keseluruhan

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENGANTAR KEARSIPAN. 1. Pendahuluan

BERITA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 7 TAHUN TENTANG

-1- PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK KOMISI YUDISIAL

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. (bersejarah) ternyata telah dilakukan sejak zaman dahulu kala, dimulai sejak adanya

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS

Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 46 Tahun : 2015

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG

- 1 - PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ini menuntut manusia untuk mempelajari sistem kinerja teknologi

PENGELOLAAN ARSIP DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG. Nomor 07 Tahun 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 07 TAHUN 2010 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang dan Permasalahan. Dewasa ini, manajemen kearsipan yang baik menjadi sangat penting

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 72 TAHUN 2016 TENTANG TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 26 TAHUN 2009 TENTANG TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG BUPATI TANGERANG,

-2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM

2017, No Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga P

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ARSIP FOTO

Bab I Pendahuluan. Fungsi tersebut adalah sebagai sarana simpan karya manusia, fungsi informasi,

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BOGOR dan BUPATI BOGOR

PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI TEKNOLOGI INFORMASI DI KALANGAN MAHASISWA EKONOMI AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

PENELUSURAN, PENILAIAN, DAN VERIFIKASI ARSIP STATIS. Oleh : Anna Nunuk Nuryani, Dra

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

PENILAIAN ARSIP BENTUK KHUSUS, PERLU MEMPERHATIKAN KHUSUS Robertus Legowo Jati

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP URUSAN KEARSIPAN

BACK OFFICE DAN LAYANAN PADA ARSIP DAERAH PROVINSI DIY

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 8 TAHUN 2012

B U P A T I B O Y O L A L I P R O V I N S I J A W A T E N G A H

ANALISIS PELAKSANAAN AKUISISI ARSIP KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PROVINSI JAWA TENGAH PADA MASA ORDE BARU SEBAGAI UPAYA

APLIKASI KEARSIPAN BUKU PANDUAN. [Pick the date] Ranai - [2013]

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

Pengelolaan Arsip Elektronik Format Dokumen

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Kartu Tanda Penduduk atau KTP adalah suatu identitas resmi yang

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2017 NOMOR 23 UN2014 NOMOR 26

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 13 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 13 TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. lebih tinggi yaitu Kecamatan, maka diperlukan langkah-langkah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Informasi merupakan salah satu kebutuhan di dalam suatu instansi,

RENCANA AKSI TAHUN 2018 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JOMBANG

BAB I PENDAHULUAN. membantu dan bermanfaat bagi lembaga-lembaga atau perusahaanperusahaan. Penyampaian informasi dengan website tidak membutuhkan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 3 TAHUN 2009 SERI : E NOMOR : 1

BAB 1 PENDAHULUAN. koleksi bahan pustaka secara sistematis dan digunakan oleh pemakai sebagai

BAB I PENDAHULUAN. untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan. Selama ini data

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI KABUPATEN TEMANGGUNG

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG. Nomor 3 Tahun 2004 Seri E PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG

LAPORAN PENERAPAN DAN PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2014 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANDA ACEH

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

2017, No Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Ta

Manjemen Perpustakaan Khusus

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 29 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM INFORMASI APARATUR SIPIL NEGARA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 51 TAHUN 2004 TENTANG

BAB IV RIWAYATMU DULU, PERJALANAN PANJANG KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KOTA SALATIGA

Transkripsi:

LAYANAN KEARSIPAN PERLU DITINGKATKAN A. Fajar Feratri Astuti Pendahuluan Kebutuhan informasi publik untuk mengetahui perkembangan dan situasi yang terjadi, baik saat ini maupun kondisi yang terjadi di masa lampau, semakin meningkat. Ketika suatu individu, kelompok, lembaga, ataupun organisasi ingin melakukan suatu pekerjaan dengan pertimbangan tingkat keberhasilan, mendekati akurat, atau bahkan ingin mencari inovasi baru untuk tujuan tertentu, membutuhkan data data yang terkait dengan hal tersebut. Mungkin mencakup data historis atau kejadian yang berkaitan dengan keberhasilan pekerjaan atau data data kearsipan lain yang mungkin dapat mendukung suatu pekerjaan, misalnya : data kependudukan yang berkaitan dengan kebutuhan sensus penduduk yang selalu dikerjakan setiap sepuluh tahun sekali. Sumber informasi yang dapat dirunut dan dapat membantu para pengguna (user) untuk mendapatkan kebutuhan informasi tersebut salah satunya ada di lembaga kearsipan. Lembaga kearsipan merupakan lembaga yang bertugas menyediakan dan memberikan layanan akan kebutuhan informasi untuk kepentingan instansi pemerintah dan juga untuk kepentingan publik. Namun, tidak serta merta segala informasi yang kita butuhkan bisa didapat dengan mudah. Maksudnya, informasi yang diberikan perlu dipertimbangkan mengenai aspek tingkat kebutuhan, tujuan dan hasil, serta informasi yang hendak dikeluarkan tersebut bersifat rahasia, intern, atau dapat diakses secara umum untuk keperluan publik, misalnya : kebutuhan informasi tentang jumlah penduduk di kota Jogja dan persebaran mata pencaharian penduduk kota Jogja. Mungkin untuk data seperti contoh tersebut bisa didapat dengan mudah dan lancar, akan tetapi bagaimana dengan kebutuhan informasi yang bersifat data statis, seperti peta, laporan, naskah tekstual ataupun dokumen lain? Layanan Arsip Lembaga kearsipan memiliki tugas untuk melayani kebutuhan informasi. Akan tetapi, informasi informasi yang dapat dilayankan merupakan informasi yang sudah diolah, diidentifikasi, dirawat, dan dipelihara. Sehingga informasi tersebut dapat diakses dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Lembaga kearsipan memiliki tujuan menyelamatkan arsip yang bernilai guna dan mengolah arsip menjadi informasi yang tersedia untuk dipergunakan. 1

Arsip, file, atau naskah yang diciptakan atau dikumpulkan oleh suatu organisasi merupakan arsip yang harus disimpan dan dirawat sebab arsip tersebut mempunyai nilai guna untuk kelanjutan administrasi, nilai historis, ataupun untuk kepentingan kegiatan penelitian. Jadi, ketika dokumen atau naskah tersebut berhasil diciptakan atau dibuat oleh suatu organisasi atau individu wajib untuk disimpan dan dikumpulkan, karena suatu ketika arsip tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan penelitian yang terkait dengan tema tertentu. Sebagian besar arsip yang masih digunakan bersifat dinamis, namun bukan tidak mungkin arsip tersebut menjadi arsip statis yang memiliki nilai historis yang tidak ternilai harganya dan sangat mungkin menjadi harta karun kebudayaan untuk melihat kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lampau. Arsip memiliki dua nilai guna, yaitu nilai primer dan nilai sekunder. Nilai guna primer adalah nilai guna yang melekat karena suatu arsip dianggap penting dan masih dipakai oleh lembaga pencipta. Arsip tersebut memiliki nilai guna primer untuk mendukung tujuan suatu lembaga dalam pelaksanaan fungsi, namun arsip nilai guna primer ini memiliki keterbatasan, arsip ini sangat berguna ketika mengacu pada suatu kegiatan tetapiu akan berakhir ketika kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut sudah selesai. Sedangkan, nilai guna sekunder adalah nilai guna yang bermanfaat bagi lembaga lembaga lain dan pemakai lainnya di luar lembaga. Nilai guna sekunder ini memiliki nilai kegunaan yang tidak hanya dipakai untuk lembaga namun juga untuk kepentingan di luar lembaga. Arsip nilai guna sekunder memiliki andil untuk berlangsungnya berbagai kegiatan atau penelitian secara berkelanjutan. Karena arsip tersebut memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan sangat informatif untuk digunakan sebagai acuan kegiatan selanjutnya. Dari kesekian arsip, file, naskah tersebut, pastinya akan sangat dibutuhkan oleh para pengguna (user), baik untuk kegiatan pembangunan, penelitian, maupun kegiatan lain. Lalu bagaimana pengguna bisa mendapatkan atau meminjam arsip tersebut untuk menunjang kegiatan tertentu. Di lembaga kearsipan pasti memiliki kegiatan layanan informasi kearsipan. Layanan informasi kearsipan tersebut memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan kepada para pengguna arsip untuk kegiatan pemerintahan, penelitian, kegiatan kemasyarakatan. Belum banyak orang mengetahui layanan informasi kearsipan ini. Oleh karena itu, banyak orang yang cenderung pergi ke perpustakaan yang tentu saja memiliki koleksi pustaka namun untuk arsip masyarakat masih belum banyak tahu sehingga pengunjung ke Lembaga Kearsipan masih jarang atau bahkan tidak ada. Oleh karena itu, mungkin diperlukan sosialisasi yang lebih banyak lagi kepada masyarakat umum bahwa layanan informasi 2

kearsipan juga dapat dilakukan dan perlu memberikan informasi bagaimana cara mendapatkan layanan informasi kearsipan tersebut. Ternyata, untuk layanan informasi kearsipan ini memiliki beberapa layanan jasa informasi yang dapat diperoleh bagi para pengguna. Para pengguna bisa mendapatkan layanan berupa : layanan jasa penelusuran data arsip yang mengandung hak legal yang berkaitan dengan masalah hukum, penduduk sipil atau catatan sipil, seperti data perkawinan, kelahiran, kematian, family/keluarga, adopsi, baptisan, ahli waris, dan genealogi. Layanan informasi kearsipan yang berkaitan dengan berkas arsip berisi informasi dan nilai bukti, seperti bukti atau akte keberadaan suatu organisasi, perusahaan dan lain lain. Layanan informasi kearsipan dalam hal penelusuran data yang bernilai informatif untuk mengetahui berbagai informasi yang diperlukan sebagai penunjang kegiatan atau penelitian oleh berbagai kalangan/umum. Layanan informasi untuk alih media arsip. Layanan jenis ini merupakan layanan jasa reproduksi atau transfer media dalam bentuk fotokopi, klise foto, microfilm, slide, perekaman kaset sejarah, video, hingga bentuk file compact disc (CD), digital video disc (DVD). Hingga layanan informasi hasil publikasi kearsipan. Segala jenis dan bentuk layanan informasi kearsipan yang telah ada ini sangat membantu para pengguna (user) untuk memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan kegiatan dan atau penelitian yang terkait dengan tujuan. Pengaturan, pengelolaan, perawatan, arsip yang ada pada lembaga kearsipan dituntut untuk di laksanakan dengan sebaik baiknya dengan cara memberikan layanan informasi kearsipan dengan baik, komunikatif, dan informatif sehingga segala jenis informasi bisa didapatkan dengan baik oleh para pengguna. Namun, seringkali banyak orang atau pengguna (user) tidak mengetahui bagaimana mendapatkan jasa layanan informasi kearsipan. Sebagian orang bahkan mungkin belum mengetahui lokasi atau letak lembaga kearsipan yang memberikan jasa layanan informasi kearsipan yang sangat dibutuhkan ini. Layanan Online Dengan berkembangnya teknologi penelusuran data digital saat ini menggunakan search engine (mesin pencari), pengguna (user) lebih suka mencari data dengan media elektronik dengan dunia maya saat ini. Sehingga, sangat mungkin diperlukan layanan informasi kearsipan tambahan, dalam hal adalah layanan informasi kearsipan dengan sistem online. Bukan tidak mungkin untuk saat ini, di masing masing lembaga diharuskan untuk memiliki website atau blog, guna mempublikasikan 3

dan memberikan berbagai informasi yang mendukung perkembangan dan peningkatan mutu suatu lembaga ke dalam website atau blog tersebut. Memang, untuk layanan informasi kearsipan ini memiliki ruang lingkup yang berhubungan dengan aspek intelektual (intelegensi), interpersonal, dan administrasi. Dimana aspek aspek tersebut berinteraksi dengan komponen lain seperti materi yang disajikan, pemakai, sarana/fasilitas dan petugas pelayanan. Dengan berbagai bentuk layanan informasi kearsipan yang ada dan dengan masukan untuk memberikan layanan informasi kearsipan dengan sistem online tersebut diharapkan akan sangat membantu para pengguna jasa layanan informasi kearsipan dan tentu saja akan meningkatkan mutu dan grade atau kualitas suatu lembaga kearsipan itu sendiri dengan adanya layanan informasi online. Layanan informasi kearsipan berbasis online ini memang membutuhkan petugas yang harus siap sedia membantu para pengguna (user) untuk mengkomunikasikan kebutuhan arsip yang dibutuhkan oleh pengguna untuk kegiatan, informasi, atau penelitian terkait. Namun, teknisi atau petugas dari layanan informasi kearsipan tersebut juga perlu mengetahui kepentingan pengguna untuk kebutuhan informasi yang diperlukan tersebut, agar tidak disalahgunakan. Sehingga perlu identifikasi si pengguna atau calon peminjam arsip. Identifikasi disini berarti perlu mengetahui asal pengguna, untuk kepentingan individu atau organisasi, kepentingan penelitian atau kegiatan lain, identitas pengguna (bisa KTP, SIM, Kartu Identitas lain seperti Kartu Mahasiswa, dan lain sebagainya). Identifikasi dan identitas pengguna mutlak diperlukan untuk dapat mempertanggungjawabkan naskah, atau file arsip lainnya bila terjadi kesepakatan untuk mentransmisikan file arsip tersebut. Sistem layanan informasi kearsipan online ini, setidaknya menjadi sarana komunikasi langsung antara para pengguna dengan teknisi atau petugas arsip untuk mencari informasi yang sangat dibutuhkan guna menunjang suatu kegiatan atau penelitian. Dengan kegiatan dan aktivitas para pengguna (user) yang seringkali tidak memiliki banyak waktu untuk berpindah lokasi karena masalah pekerjaan atau kegiatan lain, dan sering berhadapan dengan computer yang sebagian besar memiliki akses untuk menjelajah dunia maya (internet). Maka, bukan tidak mungkin, para pengguna akan mencari solusi dan informasi mengenai pekerjaan atau kegiatan atau penelitian dengan mencari informasi yang berkaitan dengan naskah, atau file arsip. Apalagi dengan dukungan search engine yang ada, ketika suatu lembaga kearsipan sudah memiliki website atau blog, bukan tidak mungkin layanan informasi berbasis online ini akan menjadi sangat membantu para pengguna tersebut. Sehingga ketika sudah saling berkomunikasi antara pengguna dengan pihak arsip dengan sistem online, dan jika sudah diketahui informasi yang dibutuhkan ada, maka pengguna bisa langsung datang 4

ke lembaga kearsipan tersebut untuk meminjam file arsip yang dibutuhkan dengan meninggalkan identitas pengguna untuk pertanggungjawaban/jaminan peminjam. Dan, alangkah baiknya pula jika hasil dari kegiatan/penelitian pengguna juga dibagikan kepada lembaga kearsipan tersebut untuk nantinya dapat membantu atau masukan kegiatan/penelitian selanjutnya. Penutup Peningkatan layanan informasi kearsipan secara online sangat mungkin akan disukai dan digemari oleh para pengguna (user) yang lebih sering menggunakan layanan internet karena mudah dalam melakukan pencarian atau penelusuran data. Apalagi layanan informasi kearsipan dari suatu lembaga kearsipan ini merupakan sumber primer bagi penelitian. Tentunya dengan adanya layanan informasi ini akan sangat mempermudah pengguna, bahkan mampu menunjukkan tingkat atau kualitas suatu lembaga kearsipan yang mampu mempublikasikan dan memberikan layanan yang sangat dinamis, interaktif, komunikatif, dan informatif. 5