Prosiding Farmasi ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Farmasi ISSN:

Prosiding Farmasi ISSN:

ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI. repository.unisba.ac.id

Prosiding Farmasi ISSN:

IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN EVALUASI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH LANGSAT (Lansium domesticum var. langsat)

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Dan Fraksi Kulit Buah Jengkol (Archidendron jiringa (Jeck) Nielsen Dengan Metode Peredaman Radikal Bebas DPPH

Prosiding Farmasi ISSN:

PERBEDAAN JENIS PELARUT TERHADAP KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata Linn)

Prosiding Farmasi ISSN:

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

A : Tanaman ceplukan (Physalis minima L.)

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose)

PERBEDAAN JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

PARAMETER STANDARISASI DARI TANAMAN SEGAR, SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (MANGIFERA INDICA L ) DARI TIGA DAERAH BERBEDA

Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Ekstrak Etanol Nanas (Ananas comosus (L) Merr.)

PARAMETER STANDARISASI TANAMAN SEGAR, SIMPLISIA DAN ESKTRAK ETANOL DAUN INSULIN (Smallanthus soncifolius) DARI TIGA DAERAH BERBEDA

BAB IV PROSEDUR PENELITIAN

Prosiding Farmasi ISSN:

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN SKRINING FITOKIMIA SERTA UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK METANOL BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola Linn.

Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Srigading (Nyctanthes arbortristis

SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. tanaman sebagai upaya penyembuhan jauh sebelum obat-obatan modern yang

BAB IV PROSEDUR KERJA

I. PENDAHULUAN. maupun tujuan lain atau yang dikenal dengan istilah back to nature. Bahan

I. PENDAHULUAN II. METODE PENELITIAN

PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR LAMPIRAN... vi DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... viii PENDAHULUAN... 1

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Hasil pemeriksaan ciri makroskopik rambut jagung adalah seperti yang terdapat pada Gambar 4.1.

Prosiding Farmasi ISSN:

Lampiran 1. Identifikasi tumbuhan.

EFEK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L) DENGAN AMOKSISILIN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iv DAFTAR LAMPIRAN... vii DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix PENDAHULUAN... 1

Lampiran 1. Hasil identifikasi tumbuhan

Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-53 Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang 14 September2016

Lampiran 2. Tumbuhan dan daun ketepeng. Universitas Sumatera Utara

HASIL DAN PEMBAHASAN Penetapan Kadar Air Hasil Ekstraksi Daun dan Buah Takokak

Prosiding Farmasi ISSN:

PERBEDAAN JENIS PELARUT TERHADAP KEMAMPUAN MEREDUKSI ION BESI (Fe 3+ ) EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less.

FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT DARI GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BANGUN-BANGUN (Plectranthus amboinicus (Lour.

Prosiding Farmasi ISSN:

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BAHAN ALAM PEMBUATAN SIMPLISIA DAN SERBUK KERING HERBA MENIRAN

Lampiran 1. Hasil identifikasi sponge

KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN JUS BUAH SALAK (Salacca sumatrana Becc) DENGAN METODE DPPH

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOKSISITAS DAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL DARI EKSTRAK DAUN PULAI (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) SKRIPSI SARJANA KIMIA

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN BERTONI (Stevia rebaudiana) DARI TIGA TEMPAT TUMBUH

STUDI FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM SP.) DENGAN METODE PERKOLASI YOANITA EUSTAKIA NAWU

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 14. Hasil Uji Alkaloid dengan Pereaksi Meyer; a) Akar, b) Batang, c) Kulit batang, d) Daun

BAB I PENDAHULUAN. bangsa dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, namun demikian pada

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Pemanfaatan bahan alam sebagai obat tradisional akhir-akhir ini sangat

Prosiding Farmasi ISSN:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Serbuk halus daun tumbuhan jeringau sebanyak 400 g diekstraksi dengan

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016

PARAMETER STANDARISASI DARI TANAMAN SEGAR, SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera Cardifolia) DARI TIGA DAERAH BERBEDA

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-heksan, ETIL ASETAT DAN ETANOL HERBA LABU SIAM (Sechium edule Sw) DENGAN METODE DPPH

J. Gaji dan upah Peneliti ,- 4. Pembuatan laporan ,- Jumlah ,-

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang optimal dan untuk mengatasi berbagai penyakit secara alami.

UJI ANTIMUTAGENIK EKSTRAK ETANOL BUNGA JANTAN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN SIKLOFOSFAMID

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prosiding Farmasi ISSN:

Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Polifenol Total dari Ekstrak Etanol Buah Bisbul (Diospyros blancoi A. DC.) dengan Perbedaan Kematangan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Ekstraksi dan Penapisan Fitokimia

STUDI FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM SP.) DENGAN METODE SOXHLETASI

KAJIAN AWAL AKTIFITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI POLAR KELADI TIKUS (typhonium flagelliforme. lodd) DENGAN METODE DPPH

I. PENDAHULUAN. Bentuk jeruk purut bulat dengan tonjolan-tonjolan, permukaan kulitnya kasar

UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL SABUT PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP TIKUS

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tanaman Kecipir

Isolasi Senyawa Antioksidan dari Daun Mareme (Glochidion borneense, (Müll. Arg.) Boerl.)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.) terhadap Bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Lampiran 1. Hasil identifikasi teripang Holothuria atra Jaeger

HASIL DA PEMBAHASA. Kadar Air

BAB I PENDAHULUAN. faktor seperti radiasi, senyawa kimia tertentu, dan virus. Faktor-faktor

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini penggunaan obat tradisional masih disukai dan diminati oleh

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Suaibatul Aslamiah & Haryadi, Identifikasi Kandungan Kimia Daun Pohon Beringin (Ficus benyamina L.)

BAB IV PROSEDUR KERJA

FORMULASI DAN EVALUASI SIRUP EKSTRAK DAUN SIDAGURI (Sida rhombifolia L.)

UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (Althernanthera strigosa Hask.) TERHADAP TIKUS JANTAN

Lampiran 1. Universitas Sumatera Utara

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK n-heksana DAN ETILASETAT SERTA ETANOL ALGA MERAH (Galaxaura oblongata)

1. Pendahuluan. Mandasari, 5 Eva Nurlaela, 6 Mugia Kurniawan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Hasil identifikasi rumput laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus

OPTIMASI KOMPOSISI PELARUT EKSTRAKSI BUAH MAHKOTA DEWA ( (Scheff.) Boerl ) DENGAN PARAMETER KADAR FLAVONOID TOTAL SECARA TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. Sejak zaman nenek moyang sampai sekarang, masyarakat banyak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anacardiaceae

Lampiran 1. Hasil identifikasi tumbuhan

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tanaman Jengkol

STANDARISASI BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) YANG DIKOLEKSI DARI TIGA DAERAH BERBEDA SECARA FARMAKOGNOSI- FITOKIMIA

Transkripsi:

Prosiding Farmasi ISSN: 2460-6472 Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Mareme (Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) Characterization of Simplicia and Extract Mareme (Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) Leaves 1 Aisyah Nurul Ain, 2 Endah Rismawati Eka Sakti, 3 Livia Syafnir 1,2,3 Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1aisyahnurulain@gmail.com, 2 endah.res@gmail.com, 3 livia.syafnir@gmail.com Abstract. Mareme ( Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) known as wild plants that grow in the forest. Mareme (Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) leaves is one of the fresh vegetable crops that are not too well known by the public, because it is rare to find it. Mareme leaves has efficacy for treating dysentery, cough and diarrhea. This study aims to investigate the characteristics of simplicia and extracts from the mareme leaves. The study was conducted on the manufacture of simplicia, macroscopic observation, determination of specific and non-specific parameter simplicia, mareme leaves extraction, as well as phytochemical screening. From these results, it can be concluded that the mareme leaves have ovoid shape with length 5,300 to 12,100 cm and wide 3 to 5,500 cm. Simplicia mareme leaves has the following characteristics, moisture content 47,390 to 77,820%, drying shrinkage content 27,435%, total ash content 2,421%, acid insoluble ash content 0.129%, water soluble extract content of 3.500%, and ethanol soluble extract 4%. Mareme leaves extract obtained by maceration storey with 3 different solvent polarity (n-hexane, ethyl acetate, methanol). From these results, it can be concluded that the n-hexane extract of mareme leaves amounted to 0,265%, the ethyl acetate extract of mareme leaves amounted to 3%, and the methanol extract of leaves mareme amounted to 1.678%. Keywords: mareme leaves, Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl., simplicia, extract. Abstrak. Mareme (Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) dikenal sebagai tumbuhan liar yang banyak tumbuh di hutan. Daun mareme (Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) merupakan salah satu tanaman lalap yang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat, karena jarang ditemukan. Daun mareme memiliki khasiat untuk mengobati disentri, batuk dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik simplisia dan ekstrak dari daun mareme. Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan simplisia, pengamatan makroskopik, penetapan parameter spesifik dan non spesifik simplisia, ekstraksi daun mareme, serta penapisan fitokimia. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa daun mareme memiliki bentuk bulat telur dengan panjang 5,300-12,100 cm dan lebar 3-5,500 cm. Simplisia daun mareme memiliki karakteristik sebagai berikut, kadar air 47,390-77,820%, susut pengeringan 27,435%, kadar abu total 2,421%, kadar abu tidak larut asam 0,129%, kadar sari larut air 3,500%, dan kadar sari larut etanol 4%. Ekstrak daun mareme diperoleh melalui metode maserasi bertingkat dengan menggunakan 3 pelarut yang berbeda kepolaran (n -heksana, etil asetat, metanol). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa rendemen ekstrak n-heksana daun mareme sebesar 0,265%, ekstrak etil asetat daun mareme sebesar 3%, serta ekstrak metanol daun mareme sebesar 1,678%. Kata Kunci: daun mareme, Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl., simplisia, ekstrak. 307

308 Aisyah Nurul Ain, et al. A. Pendahuluan Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, salah satunya suku Sunda. Masyarakat Sunda memiliki kegemaran mengkonsumsi lalap. Lalap adalah daun-daun muda, mentimun, petai mentah, dan sebagainya yang dimakan bersama-sama dengan sambal dan nasi. Kegemaran masyarakat Sunda mengkonsumsi lalap akibat budaya dan kehidupan masyarakatnya yang menyatu dengan alam, sehingga masyarakat Sunda yang tinggal di pedesaan sudah terbiasa dalam mengkonsumsi lalap, terutama masyarakat yang tinggal di daerah dekat gunung. Hal ini terjadi karena banyak lalapan yang habitatnya di pegunungan atau sawah (Suriawiria, 1987). Mareme (Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.) dikenal sebagai tumbuhan liar yang banyak tumbuh di hutan. Bagian kayu dari tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, sedangkan bagian daunnya dijadikan sebagai bahan makanan ataupun lalapan. Keberadaan lalapan ini tidak terlalu dikenal oleh masyarakat, karena tidak dapat dijumpai di banyak tempat. Namun di beberapa pasar pinggiran kota masih dapat ditemukan jenis lalapan ini (Suriawiria, 1987). Secara empiris, daun mareme diketahui memiliki khasiat untuk mengobati disentri, batuk dan diare (Ochse, 1977 dan Ogata, 1995). Sedikitnya masyarakat yang mengenal daun mareme dan informasi ilmiah mengenai tumbuhan ini, menjadi salah satu penyebab kurangnya penelitian terhadap daun mareme. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik simplisia dan ekstrak dari daun mareme ( Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl.). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik simplisia dan ekstrak dari daun mareme. B. Landasan Teori Tumbuhan mareme memiliki klasifikasi sebagai berikut (Conqruist, 1981): Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae Bangsa : Euphorbiales Suku : Euphorbiaceae / Phyllanthaceae Jenis : Phyllanthus borneensis Müll. Arg. Sinonim : Glochidion borneense (Müll. Arg.) Boerl. Nama Umum : Mareme, Kitimbel (Sunda), Dempul Lelet (Jawa) Mareme merupakan tumbuhan berupa pohon dengan tinggi 5-25 m. Daun majemuk, berbentuk elips atau bulat telur-lonjong, terkadang berbentuk sabit, bagian ujung tumpul, halus ( glabrous), bagian atas berwarna hijau gelap, bagian bawah berwarna merah muda, tulang/urat daun menyirip, panjang 5-17,500 cm, lebar 2-9 cm. Tangkai daun berwarna hijau pucat, di bagian atas berwarna merah, halus (glabrous), panjang 0,300-0,500 cm. Perbungaan miring tegak, terdapat di ketiak daun, halus (glabrous), panjang cymes 0,500-0,900 cm. Bunga kecil, berwarna merah pucat kekuningan, berkelamin tunggal. Bunga jantan terdiri dari 6 kelopak, 3 stamen / kepala sari yang menyatu. Bunga betina terdiri dari 5-6 kelopak, berwarna hijau, ovary globular, berbulu atau halus ( glabrous). Buah kecil, berbentuk bulat tertekan ( gepeng ), terkadang seperti segi enam, berwarna merah dan hijau, tinggi 0,300-0,370 cm, diameter 0,370-0,500 cm (Ochse, 1977:274-276). Volume 2, No.2, Tahun 2016

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Mareme 309 Gambar 1. Daun Mareme (Glochidion borneense (Muell. Arg.) Boerl.) (Ochse, 1977) Mareme banyak terdapat di hutan campuran Jawa Barat antara 700-1200 m di atas permukaan laut. Selain itu, tersebar juga di Asia Tenggara, Thailand, Semenanjung Malaysia, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan (Sarawak, Sabah, Kalimantan Timur), dan Pulau Sulawesi (Ochse, 1977:275 dan Irwa nto, 1998:259). Mareme termasuk dalam marga Glochidion. Kandungan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan bermarga Glochidion diantaranya sesquiterpenoid, triterpenoid, glochidonol, glochidiol, glochidon, serta glikosida (Sandhya, 2010). Pada umumnya, setiap bagian Mareme dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kayu Mareme dapat dijadikan sebagai bahan bangunan. Getah Mareme dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan radang amandel. Daun Mareme dapat dimakan sebagai lalap, selain itu berkhasiat untuk mengobati disentri, batuk, demam akibat nifas, penawar racun ular, penawar racun anjing, diare, dan keputihan (Ogata, 1995). C. Hasil dan Pembahasan Daun mareme yang digunakan pada penelitian ini didapat dari daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengamatan makroskopik dilakukan untuk melihat morfologi dari daun mareme. Pengamatan dilakukan terhadap 9 helai daun. Hasil pengamatan makroskopik menunjukkan bahwa daun mareme memiliki warna hijau kemerahan, daun berbentuk bulat telur, dengan tepi daun yang rata, ujung daun yang runcing, permukaan daun mareme halus atau licin, panjang daun 5,300 12,100 cm, dan lebar daun 3 5,500 cm. Pembuatan simplisia daun mareme pada penelitian ini dilakukan dengan cara sortasi basah, pencucian, penirisan, dan perajangan. Tahap pertama dalam pembuatan simplisia adalah sortasi basah dengan tujuan memilih bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun muda / pucuk daun mareme. Selanjutnya, daun mareme dicuci hingga bersih dengan air mengalir agar tidak ada pengotor yang terbawa, kemudian daun mareme tersebut ditiriskan untuk meminimalisir air pada bahan. Daun mareme tersebut kemudian dirajang hingga diperoleh ukuran yang lebih kecil agar senyawasenyawa yang terkandung pada bahan lebih mudah terekstraksi. Simplisia segar Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

310 Aisyah Nurul Ain, et al. tersebut langsung digunakan untuk tahapan penelitian selanjutnya. Penetapan parameter standar simplisia dilakukan untuk menjamin mutu simplisia agar memenuhi persyaratan standar simplisia (Depkes RI, 2000:6). Pada penelitian ini, parameter standar yang ditetapkan dibagi menjadi parameter non spesifik dan parameter spesifik. Parameter non spesifik dari daun mareme yang ditetapkan meliputi kadar air sebesar 47,390-77,820%, susut pengeringan sebesar 27,435%, kadar abu total sebesar 2,421%, dan kadar abu tidak larut asam 0,129%. Sedangkan parameter spesifik dari daun mareme yang ditetapkan meliputi kadar sari larut air sebesar 3,500%, kadar sari larut etanol sebesar 4%, dan uji organoleptik simplisia (Tabel 1.). Tabel 1. Data Hasil Uji Organoleptik Simplisia Organoleptik Bau Warna Rasa Tekstur Mareme bau khas lemah hijau kemerahan sepet, pahit Halus Pembuatan ekstrak secara bertingkat dilakukan untuk memisahkan senyawa yang terkandung dalam simplisia berdasarkan kepolarannya sejak awal. Simplisia daun mareme diekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut yang tingkat kepolarannya berbeda yaitu n-heksana, etil asetat, dan metanol. Masingmasing pelarut menarik senyawa dari simplisia sesuai dengan kepolarannya, pelarut n- heksana menarik senyawa non-polar, pelarut etil asetat menarik senyawa semi-polar, dan pelarut metanol menarik senyawa polar. Maserasi bertingkat diawali dengan pelarut n-heksana, kemudian etil asetat, dan diakhiri dengan pelarut metanol. Ekstrak cair yang diperoleh, selanjutnya dipekatkan menggunakan rotary vaccum evaporator. Pemekatan ekstrak pada penelitian ini dilakukan dalam waktu yang lama untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri, dikarenakan kadar air simplisia yang diperoleh melebihi 40%. Hasil akhir pada tahapan ini diperoleh tiga jenis ekstrak kental dengan rendemen masing-masing ekstrak yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Data Rendemen Ekstrak Tumbuhan Rendemen Ekstrak (%) n-heksana etil asetat metanol Mareme 0,265 3 1,678 Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan golongan senyawa pada simplisia dan ekstrak (Harborne, J. B., 2006:16). Hasil yang didapat menunjukkan simplisia mareme memiliki beberapa kandungan golongan senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, kuinon, polifenolat, triterpenoid / steroid, dan monoterpen / seskuiterpen. Hasil penapisan fitokimia secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3. Volume 2, No.2, Tahun 2016

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Mareme 311 Hasil penapisan fitokimia pada ekstrak menunjukkan bahwa ketiga ekstrak mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, kuinon, polifenolat, dan monoterpen / seskuiterpen. Ekstrak n-heksana daun mareme tidak mengandung golongan senyawa triterpenoid / steroid. Ekstrak etil asetat daun mareme tidak mengandung golongan senyawa alkaloid. Pada hasil penapisan fitokimia ini, ketiga ekstrak tidak mengandung golongan senyawa saponin. Hasil penapisan fitokimia ekstrak secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Data Hasil Penapisan Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Golongan Senyawa Mareme Ekstrak n-heksana etil asetat metanol Alkaloid + + - + Flavonoid + + + + Kuinon + + + + Monoterpen dan Seskuiterpen + + + + Polifenolat + + + + Saponin - - - - Tanin + + + + Triterpenoid dan Steroid + - + + Keterangan: (+) = Terdeteksi (-) = Tidak Terdeteksi D. KESIMPULAN 1. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa daun mareme memiliki bentuk bulat telur dengan panjang 5,300-12,100 cm dan lebar 3-5,500 cm. Simplisia daun mareme memiliki karakteristik sebagai berikut, kadar air 47,390-77,820%, susut pengeringan 27,435%, kadar abu total 2,421%, kadar abu tidak larut asam 0,129%, kadar sari larut air 3,500%, dan kadar sari larut etanol 4%. Ekstrak daun mareme diperoleh melalui metode maserasi bertingkat dengan menggunakan 3 pelarut yang berbeda kepolaran (n-heksana, etil asetat, metanol). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa rendemen ekstrak n-heksana daun mareme sebesar 0,265%, ekstrak etil asetat daun mareme sebesar 3%, serta ekstrak metanol daun mareme sebesar 1,678%. 2. Hasil penapisan fitokimia pada penelitian ini menunjukkan bahwa Simplisia mareme memiliki beberapa kandungan golongan senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, kuinon, polifenolat, triterpenoid / steroid, dan monoterpen / seskuiterpen. Ketiga ekstrak mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, kuinon, polifenolat, dan monoterpen / seskuiterpen. Ekstrak n-heksana daun mareme tidak mengandung golongan senyawa triterpenoid / steroid. Ekstrak etil asetat daun mareme tidak mengandung golongan senyawa alkaloid. Pada hasil penapisan fitokimia ini, ketiga ekstrak tidak mengandung golongan senyawa saponin. Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

312 Aisyah Nurul Ain, et al. Daftar Pustaka Conqruist, A. 1981. An Integrated System of Classification of Flowering Plants.The New York Botanical Garden, Columbia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar UmumEkstrak Tumbuhan Obat Cetakan Pertama. Departemen Kesehatan, Jakarta. Harborne, J. B. (2006). Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis Second Edition. Chapman and Hall, London. Irwanto, R. R. P. (1998). Prosea: Plant Resources of South-East Asia 5, (3) Timber Trees: Lesser-Known Timbers. In: Sosef, M. S. M., Hong, L. T., and Prawirohatmodjo, S. (Editors). Backhuys Publishers, Leiden. Ochse, J. J. 1977. Vegetables of The Dutch East Indies. A. Asher & CO. B.V, Amsterdam. Ogata Y, dkk. 1995. Medicinal Herb Index in Indonesia Second Edition. PT Eisay Indonesia, Jakarta. Sandhya, S. et. al. (2010). An Updated Review on The Genus Glochidion Plant. India. Scholars Research Library. Archives of Applied Science Research, 2010, 2 (2): 309-322. ISSN 0975-508X. Suriawiria, Unus. 1987. LALAP: Dalam Budaya dan Kehidupan Masyarakat Sunda. PT Granesia, Bandung. Volume 2, No.2, Tahun 2016