PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

THE INFLUENCE OF THE INPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE MAKE A MATCH TOWARD STUDENTS MATHEMATICAL COCEPTUAL UNDERSTANDING

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN BELIEF SISWA

Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and explaining terhadap pemahaman matematik peserta didik

Citra Yunita dan Khairul Amdani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PERCUT SEI TUAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA BASKET

Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi Yunita**

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH

Penggunaan Maple dalam Pembelajaran Teori Grup

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION

Inna Sakinah Manik dan Nurdin Bukit Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

Jurnal Math Educator Nusantara (JMEN)

UJME 6 (1) (2017)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP

Citra Yunita dan Khairul Amdani Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

Unnes Physics Education Journal

PENGARUH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

1. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2016

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) disertai Numbered Heads Together (NHT)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN MIND MAPPING

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI OPERASI ALJABAR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN

ANALISIS PERCOBAAN FAKTORIAL UNTUK MELIHAT PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA BLOK ALJABAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ALJABAR SISWA

KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI DISIPLIN BELAJAR MAHASISWA

Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian ABSTRAK ABSTRACT

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

PENGGUNAAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI GAYA DAN HUKUM NEWTON T.

Nurul Farida Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 4 WONOSARI MELALUI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISONS

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap Minat Belajar Biologi Siswa pada Materi Pteridophyta di SMAN 39 Jakarta

Ema Yesha Sinaga dan Abd. Hakim Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRACT

Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write, Kemampuan Awal, Kemampuan Pemahaman Konsep.

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika 2 Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Potensi Utama

PENGARUH PEMBELAJARAN STRATEGI REACT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA PGSD TENTANG KONEKSI MATEMATIS

Biodidaktika, Volume 12 No 2, Juli 2017 p-issn: X; e-issn:

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD: AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA MATERI HIDROLISIS GARAM

Nova Rina Setia Sari Sinaga dan Sehat Simatupang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMK MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING

PERBANDINGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW DAN NHT

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

ABSTRACK. > then reject H 0 so it can be concluded understanding of mathematical concepts by

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AIR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 18 PADANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 22 PADANG

Asmaul Husna. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNRIKA Batam Korespondensi: ABSTRAK

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION GUIDE NOT TAKING (TAI GNT) DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA

PERBANDINGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS ANTARA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS DENGAN TPS

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURED NUMBERED HEADS

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE

Penerapan Jigsaw II dan Student Teams Achievement Divisions Berbantuan Alat Peraga

Keywords: the tipe of model Cooperative Student Teams Achievement Division (STAD), Learning Outcomes

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5 (2009): PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia

Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:

Pembelajaran Melalui Strategi REACT Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KARANGTANJUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII

Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa MTS

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

*keperluan korespondensi, tel/fax : ,

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN QUIZ TEAM PADA MATA KULIAH LOGIKA KOMPUTER DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTITION) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

MATHEdunesa Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 3 No 3 Tahun 2014

Siva Fauziah, Purwati Kuswarini Suprapto, Endang Surahman

Kadek Rahayu Puspadewi Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mahasaraswati Denpasar ABSTRACT

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati

JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 1 No. 2 Juli 2017

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

Oleh: Ririn Andriani Kumala Dewi STKIP NU Indramayu, Jawa Barat

Seminar Nasional PGSD UNIKAMA Vol. 1, Desember 2017

Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi Vo. 4, No. 1, April 2017, Hal ISSN : Copyright 2017 by LPPM UPI YPTK Padang

PENINGKATAN KREATIFITAS MAHASISWA DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA IPA BERBASIS ANIMASI MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING

Sudariyanti, Yustina, Nursal Phone:

Abstrak. Kata Kunci : Metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS), aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa.

Yudhi Hanggara 1, Wajubaidah

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THREE-STEP INTERVIEW

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

Journal of Mechanical Engineering Learning

Transkripsi:

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (MSTAD) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR Kartika Sari dan Ni Luh Putu Suciptawati Jurusan Matematika FMIPA Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali Email: sari_ kaartika@yahoo.co.id ABSTRAK Penerapan model Student Team Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran Struktur Aljabar menunjukkan bahwa kesalahan dalam memahami materi lambat terdeteksi dan perlu tambahan waktu untuk menyelesaikan semua materi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikembangkan modifikasi model STAD yaitu model pembelajaran Modified Student Teams Achievement Division (MSTAD).Pengembangan dilakukan melalui tiga tahap yaitu mengembangkan ide baru berdasarkan penelitian sebelumnya, mengembangkan hasil, dan melaksanakan uji coba. Uji coba dilakukan pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar 1 pada Tahun Ajaran 2013/2014 dan 2014/2015 di Jurusan Matematika salah satu Universitas di Bali. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa kesalahan dalam memahami materi dapat terdeteksi lebih awal dan materi juga dapat diselesaikan tepat waktu. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa kelas yang pembelajarannya menerapkan model MSTAD memiliki nilai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan kelas yang pembelajarannya menerapkan model STAD maupun metode konvensional baik untuk Tahun Ajaran 2013/2014 (t= -9,339 < t0,05(41) = -2,702) maupun untuk Tahun Ajaran 204/2015 (Z0,5(1-0,01)=0,4950= 2,57). Kata kunci: pembelajaran STAD, pembelajaran MSTAD, struktur aljabar ABSTRACT The application of Students Team Achievement Division (STAD) model in learning algebra structure indicated that the model is slow on detecting an error in understanding the material and it also need more time to completely delivered all of the course s material. Therefore, in this study STAD was modified into Modified Students Teams Achievement Division (MSTAD). MSTAD development was carried out through three stages: developing new ideas based on previous research, developing results, and conducting trials. Trials were performed on students taking Algebra Structure 1 course in 2013/2014 and 2014/2015 academic year in one of the universities in Bali. Results showed that error in understanding the material was detected early, and every material was delivered on time. Statistical analysis also showed that class where MSTAD was applied achieve significantly better learning outcomes compared to STAD class and conventional class for 2013/2014 academic year (t= -9,339 < t0,05(41) = -2,702) as well as 2014/2015 academic year (Z0,5(1-0,01)=0,4950= 2,57). Keywords: Algebra Structure, MSTAD model, STAD model PENDAHULUAN Aljabar adalah pelajaran yang masih belum dipahami secara utuh oleh siswa (Jin dan Wong, 2015). Penelitian Rakes et al. (2010) menunjukkan bahwa perubahan strategi instruksional adalah faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa untuk mata pelajaran aljabar. Oleh karena itu, merancang strategi instruksional yang tepat merupakan hal paling krusial dalam melaksanakan pembelajaran aljabar. Struktur Aljabar 1 merupakan salah satu mata 116 kuliah aljabar yang menjadi mata kuliah wajib di Program Studi Matematika. Materi mata kuliah ini sulit dipahami oleh sebagian besar mahasiswa karena materinya bersifat abstrak (Nurlaelah, et al.,2009; Carnia, et al., 2014). Salah satu materi yang dipelajari dalam mata kuliah aljabar adalah teori grup dan beberapa studi empiris menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak memahami konsep-konsep dasar dalam teori grup (Leron, et al., 1995; Asiala, et al., 1997; Carnia, et al., 2014). DOI: http://dx.doi.org/10.18269/jpmipa.v20i2.573

117 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 20, Nomor 2, Oktober 2015, hlm. 116-121 Untuk memahami materi mata kuliah Struktur Aljabar 1, pertama-tama mahasiswa harus memahami konsep-konsep yang mendasari materi Struktur Aljabar 1, yaitu konsep himpunan, logika matematika, relasi dan fungsi, yang terangkum dalam mata kuliah prasyarat untuk mata kuliah Struktur Aljabar 1. Selanjutnya, karena materi mata kuliah ini bersifat abstrak, maka untuk mengantarkan ke konsep abstrak, mahasiswa diingatkan kembali pada contoh-contoh nyata yang telah dikenal mahasiswa (Carnia, et al., 2014), sebelum kemudian membimbing mereka untuk membentuk konsep abstrak atau yang disebut sebagai proses abstraksi. Melalui proses ini, mahasiswa dapat merasakan dan membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan contoh-contoh nyata yang telah dikenalnya, dan pendekatan pembelajaran semacam ini disebut pendekatan konstruktivistik. Salah satu model pembelajaran yang dibangun dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik adalah model pembelajaran kooperatif (Rusman, 2010). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar dan retensi pengetahuan mahasiswa calon guru sains (Tran, 2014) maupun menin gkatkan hasil tes aljabar (Alkhateeb dan Jumaa, 2002). Model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana adalah model pembelajaran STAD. Dalam model pembelajaran STAD, mahasiswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen, yang terdiri dari empat sampai lima anggota kelompok (Trianto, 2009). Slavin ( 2014) menyatakan bahwa gagasan utama STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guru dan model pembelajaran ini dapat diterapkan pada semua bidang, seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, Bahasa Inggris dan lain-lain, dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Untuk bidang matematika sendiri, penelitian Tarim dan Akdeniz (2008) menunjukkan bahwa STAD memiliki pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika. Sari (2013) telah menerapkan model STAD dalam pembelajaran Struktur Aljabar 1. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa pada kelas STAD lebih baik daripada kelas konvensional, kesalahan dalam memahami materi lambat terdeteksi pada kedua kelas, dan kelas eksperimen memerlukan tambahan waktu untuk menyelesaikan seluruh materi. Lambatnya deteksi akan kesalahan dalam memahami materi dan juga diperlukannya tambahan waktu untuk menyelesaikan seluruh materi mengakibatkan prestasi akademik yang dicapai mahasiswa kurang maksimal, yakni hanya mencapai nilai rata-rata tingkat penguasaan sebesar 63,95% yang termasuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perlu ada modifikasi dalam melaksanakan model pembelajaran STAD. Beberapa penelitian menemukan bahwa pengaruh pembelajaran STAD terhadap hasil belajar siswa tidak signifikan, salah satunya dikarenakan oleh keterbatasan waktu diskusi (Onwuegbuzie dan Daros-Voseles, 2001; Khan dan Imanullah, 2011). Hasil penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa diskusi adalah faktor model pembelajaran STAD yang perlu untuk dimodifikasi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran STAD yang lebih efektif daripada model pembelajaran STAD pada umumnya, dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa untuk pembelajaran Struktur Aljabar 1 dengan memodifikasi tahapan diskusi. Mengingat model yang dikembangkan merupakan modifikasi dari model STAD, maka model selanjutnya dinamakan model Modified Student Teams Achievement Division (MSTAD). METODE Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model Borg dan Gall (1983). Dari sepuluh (10) tahapan yang terdapat pada model tersebut, penelitian ini hanya melakukan tiga (3) tahap, yaitu ( 1) mengantarkan kepada ide atau gagasan baru berdasarkan penelitian sebelumnya, 2) pengembangan hasil, dan 3) melakukan uji coba. Modifikasi model Student Team Achievement Division (STAD) menjadi Modified Student Team Achievement Division (MSTAD) terletak pada fase diskusi. Mengingat mahasiswa sering kekurangan waktu dalam diskusi kelompok, modifikasi yang dilakukan adalah waktu diskusi kelompok yang pada STAD dilaksanakan saat tatap muka, dimodifikasi sehingga pelaksanaan diskusi kelompok dilakukan di luar jam tatap muka. Diskusi yang dilakukan di luar jam tatap muka ini dibimbing oleh asisten dosen. Meskipun mahasiswa dibebaskan untuk mempergunakan sumber belajar baik dari internet maupun sumber lainnya, diskusi tetap didukung dengan modul dan LKS yang membimbing mahasiswa memahami konsep abstrak melalui contoh-

Kartika Sari dan Ni Luh Putu Suciptawati, Pengembangan Model Pembelajaran Modified Student Teams Achievement Division (MSTAD) Pada Pembelajaran Struktur Aljabar 118 contoh yang telah dikenal mahasiswa. Dengan modifikasi ini materi diharapkan bisa diselesaikan tepat waktu. Modifikasi lain yang dilakukan adalah diskusi kelas yang pada model pembelajaran STAD dilakukan dalam waktu singkat, dimodifikasi sehingga waktu diskusi kelas diperpanjang. Perpanjangan waktu diskusi kelas yang dipimpin oleh mahasiswa ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan mahasiswa yang lambat terdeteksi. Agar modifikasi model STAD tidak terlalu mengubah model pembelajaran STAD, maka pada MSTAD penyampaian tujuan dan pemaparan teori dilakukan juga pada akhir pertemuan tatap muka sebelumnya, meskipun dalam waktu yang lebih singkat untuk kemudian diulang kembali pada pertemuan berikutnya, tentunya dalam waktu yang juga lebih singkat. Penyampaian tujuan pembelajaran maupun pemaparan materi tersebut kemudian langsung dilanjutkan dengan diskusi kelas yang dipimpin oleh seorang mahasiswa wakil kelompok secara bergantian dan acak. Secara ringkas fase-fase dalam model MSTAD dan STAD dapat dilihat pada Tabel 1. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam model MSTAD sama dengan pembelajaran model STAD yaitu rencana pembelajaran, modul dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Data penelitian adalah data pretes, postes, maupun respon mahasiswa dalam bentuk angket. Pembentukan kelompok didasarkan pada nilai mata kuliah prasyarat Struktur Aljabar 1 yaitu mata kuliah Pengantar Matematika Modern (PMM). Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar 1 di Jurusan Matematika di salah satu universitas di Bali pada tahun ajaran 2013/2014 (sebanyak 43 mahasiswa) dan 2014/2015 (sebanyak 69 mahasiswa). Mahasiswa-mahasiswa yang meng-ambil Struktur Aljabar 1 pada tahun ajaran 2013/2014 dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas kontrol (23 orang, metode STAD) dan kelas eksperimen (20 orang, metode MSTAD), sedangkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar 1 pada tahun ajaran 2014/2015 dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas A (metode ceramah), B (metode STAD) and C (metode MSTAD). S etelah kelas dibentuk, dilakukan pengujian homogenitas kemampuan akademik mahasiswa pada semua kelas untuk menjamin kehomogenan varian kedua kelas (memiliki kemampuan awal yang sama). Untuk mengetahui keefektifan model MSTAD, data hasil belajar siswa dianalisis secara statistik dengan menggunakan program SPSS. Tabel 1. Deskripsi Fase Pembelajaran Model STAD dan Model MSTAD STAD Penyampaian tujuan pembelajaran oleh guru/dosen Pemaparan materi oleh guru/dosen Diskusi kelompok yang dilanjutkan dengan diskusi kelas Evaluasi mandiri oleh guru/dosen Pemberian (reward) penghargaan oleh guru/dosen MSTAD Penyampaian tujuan pembelajaran oleh guru/dosen Diskusi kelas yang dipimpin oleh mahasiswa secara acak, sedangkan guru/dosen hanya bertindak sebagai fasilitator Evaluasi mandiri oleh guru/dosen Pemberian (reward) penghargaan oleh guru/dosen Penyampaian tujuan pembelajaran dan pemaparan materi secara singkat sebagai pengantar diskusi kelompok yang akan dilakukan di luar jam tatap muka. Hasil diskusi tersebut akan dibahas pada diskusi kelas di pertemuan selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil ujicoba pada Tahun Ajaran 2013/2014 Mahasiswa dikelompokkan berdasarkan nilai mata kuliah prasyarat untuk mata kuliah Struktur Aljabar I yaitu mata kuliah Pengantar Matematika Modern (PMM) dan hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa F hitung= 0,912 < F tabel = 2,961). Hasil ini menunjukkan bahwa kedua kelas (kontrol dan eksperimen) mempunyai varian yang homogen dan bahwa kemampuan awal kedua kelas adalah sama. Ujicoba pembelajaran dilaksanakan sebanyak empat (4) kali dan hasil analisis statistik nilai postes untuk keempat ujicoba (Tabel 2) menunjukkan bahwa nilai postes berdistribusi normal (L maksimum < L tabel; L tabel : L 0,05(19)= 0,235 dan L 0,05(21)= 0,218) dan homogen (F hitung< Ftabel; F tabel: F 0,05(22/19)= 2,961). Setelah data postes terbukti berdistribusi normal dan homogen, maka

119 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 20, Nomor 2, Oktober 2015, hlm. 116-121 perbedaan prestasi belajar kemudian diuji dengan uji t. Hasil menunjukkan bahwa untuk ujicoba 1, 2, dan 3, nilai postes antara kelas kontrol (STAD) dan kelas eksperimen (MSTAD) berbeda signifikan (t hitung< -t 0,01(41) = -2,702) tetapi untuk ujicoba 4, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan tidak signifikan (-0,979 > -t 0,01(41) = - 2,702). Hasil angket untuk kegiatan ujicoba 4 menunjukkan bahwa penyebab perbedaan nilai postes yang tidak berbeda signifikan antara kelas kontrol maupun kelas eksperimen adalah kebosanan yang dirasakan oleh para mahasiswa. Baik mahasiswa pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen merasa bosan dengan kelompoknya dan menginginkan suasana baru. Hasil ini sejalan dengan penelitian Onwuegbuzie dan Daros- Voseles (2001) yang menunjukkan bahwa dinamika relasi antar anggota kelompok juga mempengaruhi keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, materi pada saat ujicoba 4 merupakan materi yang lebih sulit dibandingkan materi-materi pada percobaan sebelumnya. Hasil ujicoba pada Tahun Ajaran 2014/2015 Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar 1 pada tahun ajaran 2014/ 2015 dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas A (metode ceramah), B (metode STAD) and C (metode MSTAD). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai awal (pretes) siswa ber -distribusi homogen ( hitung = 1,570 < (0,01)(2) = 9,210) yang berarti bahwa kemampuan awal ketiga kelas adalah sama. Hasil analisis statis-tik menunjukkan bahwa meskipun data postes kelas A dan Kelas B berdistribusi normal (L maksimum < L tabel), data kelas C tidak berdistribusi normal sehingga perbedaan hasil belajar mahasiswa diuji dengan uji non-parametrik yakni uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada paling sedikit dua (2) kelompok diantara kelompok A, B, dan C (H= 11,232 > 2 0,05(2) = 5,991). Untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda, selanjutnya dilakukan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann-Whitney untuk data postes (Tabel 3) menunjukkan bahwa nilai Ztabel < Z hitung pada setiap pasang kelas yang dibandingkan. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan nilai rata-rata prestasi belajar mahasiswa pada setiap kelas (Tabel 3), dapat dikatakan bahwa prestasi belajar mahasiswa kelas C lebih baik daripada prestasi belajar mahasiswa kelas B dan A. Demikian juga prestasi belajar kelas B lebih baik daripada prestasi belajar mahasiswa kelas A. Dengan kata lain prestasi belajar kelas yang mendapat pembelajaran MSTAD (kelas C) lebih baik daripada prestasi belajar mahasiswa kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan metode STAD (kelas B) dan ceramah (A), walaupun menggunakan perangkat pembelajaran yang sama. Hal ini dikarenakan mahasiswa memiliki waktu diskusi yang lebih banyak sehingga semua materi dapat diselesaikan tepat waktu dan beberapa kesalahan pemahaman tentang suatu materi tertentu dapat segera diluruskan. Nilai rata-rata postes di kelas MSTAD yang lebih tinggi daripada kelas STAD menunjukkan bahwa pada ujicoba terbatas ini, model MSTAD dapat lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dibandingkan dengan model STAD dalam pembelajaran Struktur Aljabar 1. Tabel 2. Hasil Uji Statistik Nilai Postes Empat (4) Kegiatan Ujicoba di Tahun Ajaran 2013/2014 Ujicoba Kelas N Min Max Rata-rata ±SD L mak F hitung t hitung 1 Kontrol 23 4 100 40,956 ±23,993 0,140 1,638-5,066 Eksperimen 20 46 100 74,2±18,743 0,147 2 Kontrol 23 5 92 45,478±28,26 0,104 1,475-3,811 Eksperimen 20 32 100 75,85±23,263 0,199 3 Kontrol 23 25 95 63, 521±20,707 0,137 2,597-3,162 Eksperimen 20 44 99 80,45±12,849 0,136 4 Kontrol 23 10 84 33,304±20,59 0,172 0,979-2,228 Eksperimen 20 13 86 47,4±20,803 0,124

Kartika Sari dan Ni Luh Putu Suciptawati, Pengembangan Model Pembelajaran Modified Student Teams Achievement Division (MSTAD) Pada Pembelajaran Struktur Aljabar 120 Tabel 3. Hasil Uji Statistik Nilai Postes Kegiatan Ujicoba di Tahun Ajaran 2014/2015 Pasangan Kelas Rata-rata U ij Transformasi z A 57,8 57,5 250 43,628 7,449 2,57 B 60,28 A 57,8 380 240 39,644 3,531 C 78,916 B 60,28 450 300 49,887 3,006 C 78,916 Z 0,5(1-0,01)=0,4950 Hasil angket lebih lanjut menunjukkan bahwa semua (100%) mahasiswa di kelas MSTAD menyukai model pembelajaran MSTAD, 75% mahasiswa di kelas STAD menyukai penerapan pembelajaran STAD dan hanya 20% mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran metode ceramah menyukai penerapan metode ceramah. Meskipun begitu, peningkatan prestasi belajar Struktur Aljabar 1 pada periode ujicoba di Tahun Ajaran 2013/2014 yang menunjukkan bahwa perbedaan nilai rata-rata hasil belajar kelas yang memperoleh pembelajaran STAD tidak berbeda signifikan dengan kelas metode MSTAD mengindikasikan bahwa pengaruh model pembelajaran MSTAD masih perlu diuji kembali. Oleh karena itu, faktorfaktor pendukung peningkatan hasil pembelajaran perlu ditambahkan dalam menyusun pembelajaran misalnya dengan cara merancang pembelajaran Struktur Aljabar yang berbantuan software seperti yang dianjur-kan oleh Leron et al. (1995) maupun Carnia et al.(2014). KESIMPULAN Penerapan model pembelajaran MSTAD pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar 1 lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dibandingkan penerapan pembelajaran model STAD dan konvensional (ceramah) karena mahasiswa memiliki waktu diskusi yang lebih banyak sehingga semua materi dapat diselesaikan tepat waktu dan beberapa kesalahan pemahaman tentang suatu materi tertentu dapat segera diluruskan. Mengingat pada penelitian ini uji coba hanya dilakukan pada kelompok kecil dan juga baru diujicobakan pada dua periode pembelajaran, maka hasilnya belum bisa digeneralisasikan. Oleh karena itu, penelitian-penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan uji coba pada kelompok yang lebih besar. Selain itu, pembelajaran struktur aljabar dengan juga berbantuan berbagai media misalnya software perlu untuk dilakukan. DAFTAR PUSTAKA Alkhateeb, H.M., & Jumaa, M. (2002). Co - operative Learning and Algebra Per-formance of Eighth Grade Students in United Arab Emirates. Psychological Reports Vol. 90, hlm. 91-100. Asiala, M,. Dubinsky, E,. Mathews, D.W.,. Morics, S,. & Oktac, A.(1997). Develop-ment of Students Understanding of Cosets, Normality, and Quotient Groups. Journal of Mathematical Behavior 16, hlm. 241 30. Borg, W.R., & Gall, M.D. (1983). Educational Research:An Introduction. Newyork: Longman. Carnia, E,. Aisah, I,. & Sylviani, S. (2014). Pembelajaran Struktur Aljabar dengan Menggunakan Software GAP. Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 19 No. 2, hlm 150-158. Jin, H., & Wong, K.Y. (2015). Mapping Conceptual Understanding Of Algebraic Concepts: An Exploratory Investigation Involving Grade 8 Chinese Students. International Journal of Science and Mathematics Education Vol. 13, hlm. 683-703. Khan, G.N., & Inamullah, H.M. (2011). Effect of Student Team Achievement Division (STAD) on Academic Achievement of Students. Asian Social Science Vol. 7 No. 12, hlm. 211-215. Leron, U., Hazzan, O., & Zazkis, R. (1995). Learning Group Isomorphisms: A Crossroad of Many Concepts. Educational Studies in Mathematics Vol. 29, hlm. 153 174. Nurlaelah, E., Sumarmo, U., & Sabandar, J. (2009). Pembelajaran Mata Kuliah Struktur Aljabar yang Berbasis Komputer dan Tugas Terstruktur untuk Menggali Potensi Kre-atif

121 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 20, Nomor 2, Oktober 2015, hlm. 116-121 Dan Daya Matematik Mahasiswa. Di-sajikan dalam Seminar Nasional Aljabar, Pengajaran dan Terapannya di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Yogyakarta tanggal 31 Januari 2009. Onwuegbuzie, A.J., & DaRos-Voseles, D. (2001). The Role of Cooperative Learning in Research Methodology Courses: A Mixed Method Analysis. Research in The Schools Vol. 8 No. 1, hlm. 61-75. Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Rakes, C.R., Valentine, J.C., McGatha, M.B., Ronau, R.N. (2010). Methods of Instructional Improvement in Algebra: A Systematic Review and Meta-Analysis. Review of Educational Research Vol. 80 No.3, hlm. 372-400. Sari, K. (2013). Efektifitas Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dalam Pembelajaran Struktur Aljabar 1. Laporan Penelitian. Tidak dipublikasikan. Slavin, Robert E. (2014), Student Teams Achievement Division (STAD). The Handbook of Cooperative Learning (diterjemahkan oleh Sigit Prawoto). Yogyakarta: Istana Media. Tarim, K., & Akdeniz, F. (2008). The effects of cooperative learning on Turkish elementary students mathematics achievement and attitude towards mathematics using TAI and STAD methods. Educational Studies in Mathematics Vol. 67, hlm. 77-91. Tran, V.D. (2014). The Effects of Cooperative Learning on the Academic Achievement and Knowledge Retention. International Journal of Higher Education Vol. 3 No. 2, hlm. 131-140. Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup