ANALISIS DAN ARSITEKTUR SISTEM JARINGAN DUMB TERMINAL DAN DISKLES WINDOWS SERVER 2008

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. komputer personal dalam suatu jaringan dengan memanfaatkan sistem pemroses

UNIVERSITAS INDONESIA

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA INFRASTRUKTUR JARINGAN THIN CLIENT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RANCANG BANGUN COMPUTING CLIENT BERBASIS VIRTUALISASI MEMORY PADA PT CITRA NUSA INSANCEMERLANG

PERANCANGAN MODEL IMPLEMENTASI CLIENT-SERVER (STUDY KASUS SMK N 3 BALIKPAPAN)

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan banyak cara seperti menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) dengan

BAB III METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Data Center Biro Sistem Informasi

BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI. Jaringan komputer yang digunakan untuk sistem administrasi di

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. jaringan baru yang dapat mendukung infrastruktur yang ada. Pengamatan yang

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Analisa Pemanfaatan Cluster Computing Pada Jaringan Thin Client Server

BAB IV HASIL DAN ANALISA

ANALISIS KINERJA SISTEM DISKLESS REMOTE BOOT-IN LINUX (DRBL)

PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER DISKLESS BERBASIS LINUX TERMINAL SERVER PROJECT PADA SISTEM OPERASI UBUNTU 8.04

Thin Client Server Computing (TCSC) Sebagai Alternatif Jaringan Komputer Menggunakan PC Dengan Spesifikasi Minimal Pada Client

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Perancangan yang dilakukan pada penelitian ini bersifat simulasi, karena jaringan Cloud

BAB III METODOLOGI. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perangkat lunak dan

Teknologi n-computing Sebagai Solusi Laboratorium. Hemat Biaya dan Energi

PERANCANGAN JARINGAN DISKLESS BERBASIS LTSP ( LINUX TERMINAL SERVER PROJECT ) DI SMKN 2 PARIAMAN

ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA SESSION BASED DESKTOP VIRTUALIZATION ANTARA NCOMPUTING DENGAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) TUGAS AKHIR.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

PENDAYAGUNAAN KOMPUTER LAMA/BEKAS DI SEKOLAH-SEKOLAH DENGAN MENGIMPLEMENTASI LINUX TERMINAL SERVER PROJECT ABSTRAK

OPTIMASI KOMPUTER LOW SPESIFIKASI DENGAN SISTEM THIN CLIENT SERVER BERBASIS OPEN SOURCE. Abstrak

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TUGAS JARINGANN KOMPUTER

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan teknologi jaringan komputer, terdapat sebuah

JARINGAN LOKAL (LAN) TANPA HARDDISK (DISKLESS) DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM OPERASI LINUX REDHAT 9.0

Pendayagunaan Komputer Lama/Bekas di Sekolah Sekolah dengan Mengimplementasi Linux Terminal Server Project

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Muhammad Mundzir Wijdani. Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Pembuatan Jaringan Internet Wireless Pada Kawasan Rt.07/Rw.04 Kel.kalibata Menggunakan Gateway Server ClearOS. Ahmad Thantowi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB IV PEMBAHASAN Sistem Jaringan LAN di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa

DESAIN DAN IMPLEMENTASI DISKLESS SYSTEM UNTUK JARINGAN KOMPUTER LOKAL PADA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PROVINSI SUMATERA SELATAN

JARINGAN KOMPUTER THIN CLIENT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Mengenal Mikrotik Router

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Jaringan Komputer Pendahuluan

PERBANDINGAN KINERJA 4 MODEL JARINGAN KOMPUTER HEMAT BIAYA (JARINGAN STANDAR, LTSP, USERFUL, DAN N-COMPUTING)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Komputer berasal dari istilah Latin computare yang kemudian diartikan dalam

MODUL 1 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. Pengenalan dan Instalasi Sistem Operasi Jaringan

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PEMBAHASAN Jadwal kerja praktek Tabel 3.1 Jadwal kerja praktek

Bab I Pengenalan Sistem Operasi. Apa yang dimaksud Sistem Operasi?

BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini menuntut setiap oarng terutama instansi-instasi pemerintan maupun

PANDUAN INSTALASI KOMPUTER CLIENT / KOMPUTER OPERATOR

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. 3.1 Analisa Jaringan Lokal Yang Akan Dibangun

Jaringan Komputer MODUL 7. Tujuan

Proposal Tugas Akhir

BAB 3 ANALISIS DAN IM PLEMENTASI. terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam

9/6/2014. Dua komputer atau lebih dapat dikatakan terinterkoneksi apabila komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar informasi.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN UJIAN PRAKTIK KEJURUAN MEMBANGUN GATEWAY INTERNET ( MEMBANGUN PC ROUTER DAN PROXY SERVER )

17. Jenis kabel yang digunakan pada topologi Bus adalah...

1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah

SIMULASI PEMANFAATAN IPCOP SEBAGAI PC ROUTER DALAM JARINGAN LOCAL (LAN) DI LABORATORIUM FE-UMI ABSTRAK

IMPLEMENTASI LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) SERVER DAN CLIENT DENGAN SHARING INTERNET

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Virtual Desktop Infrastructure (VDI) adalah sebuah solusi virtual desktop yang terpusat

Application Layer. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI BANDWIDTH MANAGEMENT DAN PENGATURAN HAK AKSES MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTEROS PADA PT. MULIA KNITTING FACTORY. Skripsi.

IMPLEMENTASI VOIP SERVER MENGGUNAKAN SOFTWARE PHONE 3CX SYSTEM DENGAN IP PBX NASKAH PUBLIKASI

PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER

3. Salah satu tipe jaringan komputer yang umum dijumpai adalah... A. Star B. Bus C. WAN D. Wireless E. Client-server

Jaringan Komputer - Jilid V

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER TANPA HARDDISK (DISKLESS) MENGGUNAKAN LINUX UBUNTU 12.10

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB I PENDAHULUAN. jaringan Local Area Network (LAN). LAN telah menjadi suatu teknologi yang

Proposal Pembuatan Jaringan Komputer. PT. Electric Revans Wing

MAKALAH MEMBANGUN JARINGAN TANPA HARDDISK DENGAN THINSTATION. Oleh : IWAN SETIAWAN NRP :

PRAKATA. Puji syukur atas rahmat dan kehadirat Allah SWT sehingga penulis dapat

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. tentang jenis-jenis alat yang digunakan, cara-cara membangun jaringan komputer

Adapun 3 metode untuk pengalokasian alamat IP pada DHCP server :

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Jadwal Kerja Praktek. Pelaksanaan kerja praktek dilaksanakan di PT. Inixindo Amiete

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Program Studi Jaringan Semester Ganjil tahun 2006/2007

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3. PERANCANGAN JARINGAN DAN PENGUJIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1 Hendra Wijaya, Belajar sendiri Cisco Router, Elex Media Komputindo, Jakarta.

ANALISIS DAN PERANCANGAN TEKNOLOGI VOIP PADA JARINGAN KANTOR LPP RRI SKRIPSI. Oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

ANALISIS DAN ARSITEKTUR SISTEM JARINGAN DUMB TERMINAL DAN DISKLES WINDOWS SERVER 2008 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) Pada Program Studi Teknik Informatika FT UNP Kediri OLEH : IDRUS ASNAWI 11.1.03.02.0431 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2015 1

2

3

ANALISIS DAN ARSITEKTUR SISTEM JARINGAN DUMB TERMINAL DAN DISKLES WINDOWS SERVER 2008 Idrus Asnawi 11.1.03.02.0431 idrus.asnawi@gmail.com Rini Indriati, S.Kom., M.Kom. dan Ervin Kusuma Dewi, M.Cs. UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ABSTRAK Idrus Asnawi, Analisis dan Arsitektur Sistem Jaringan Dumb Terminal dan Diskless Windows Server 2008, Sripsi, Teknik Informatika, Fakultas Teknik UNP Kediri, 2015. Konsep jaringan Thin Client merupakan pengembangan konsep permberdayaan jaringan komputer lokal (Local Area Network LAN) berbasis Green-ICT. Ada dua model jaringan Thin Client yang dikenal saat ini, yaitu sistem jaringan Diskless dan Dumb Terminal. Dua model jaringan ini menawarkan penghematan konsumsi daya dalam upaya mendukung teknologi ramah lingkungan yakni dengan memanfaatkan komputer bekas. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang dua model jaringan tersebut dalam memberikan layanan kepada pengguna untuk menjalankan aplikasi tertentu. Berikutnya dilakukan pengujian dan perbandingan berdasarkan kinerja masing-masing model jaringan tersebut. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa sistem jaringan Diskless mampu menghemat sumber daya hingga 37,78% untuk konsumsi CPU dan 19,03% untuk konsumsi memori serta memiliki intensitas komunikasi data hingga 15,17% lebih besar dibandingkan dengan sistem jaringan Dumb Terminal. Kata Kunci : Jaringan Thin Client, Diskless, Dumb Terminal, Green-ICT,. 4

I. LATAR BELAKANG Perkembang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah memasuki era Green ICT. Hal ini menuntut pengembangan sumber daya TIK dilakukan secara efisien dan optimal, baik dari sisi konsumsi daya sistem maupun pemberdayaan sistem oleh pengguna. Oleh karena itu, berbagai konsep pengembangan sumber daya TIK berbasis Green ICT dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas harian manusia. Jaringan Thin Client merupakan salah satu konsep yang dikembangkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur jaringan komputer yang efisien dari sisi konsumsi daya, infrastruktur sistem dan biaya. Penerapan jaringan Thin Client dilakukan dengan mengoptimalkan kinerja komputer pusat atau server sebagai media pengolahan, pemrosesan dan pendistribusian data terpadu dari aktivitas pengguna dengan perangkat lunak. Oleh karena itu, server harus memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perangkat terminal pengguna agar dapat mengakomodasi seluruh aktivitas pengguna dalam jaringan Thin Client. Saat ini, ada dua model perancangan jaringan Thin Client yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Dumb Terminal dan Diskless. Kedua model tersebut memiliki peran masing-masing dalam era Green ICT. Dumb Terminal berperan dalam upaya penghematan konsumsi daya dan konsumsi ruang yang dibutuhkan untuk menempatkan perangkat Thin Client. Sementara itu, Diskless berperan dalam upaya daur ulang komputer lama sebagai perangkat Thin Client. Eliminasi penggunaan komponen hard disk pada perangkat pengguna menjadikan konsumsi daya infrastruktur Diskless juga dapat dikurangi meskipun tidak sebesar infrastruktur jaringan Dumb Terminal. Perangkat terminal pengguna berupa Dumb Terminal dan komputer tanpa hard disk berperan sebagai penyedia antar muka perangkat masukan dan keluaran dari pengguna. Perangkat masukan-keluaran tersebut digunakan sebagai pengendali dan media tampilan aktivitas harian pengguna dengan perangkat lunak. Kelangsungan aktivitas pada jaringan Dumb Terminal dan Diskless sangat bergantung pada protokol dan layanan pendukung komunikasi yang bekerja pada sistem. Pada beberapa perangkat Dumb Terminal, digunakan protokol komunikasi khusus yang dirancang oleh produsen terminal pengguna. produsen perangkat Dumb Terminal NComputing mengembangkan protokol User Extension Protocol (UXP) untuk menyokong komunikasi client-server. UXP hanya dapat mengakomodasi 5

komunikasi jaringan Dumb Terminal berbasis produk NComputing. Sementara itu, jaringan Diskless umumnya bekerja dengan protokol komunikasi Pre-Execution Environment (PXE). Dalam kehidupan sehari-hari, pengguna menuntut kinerja yang optimal dari perangkat komputer untuk mendukung kerja berbagai aplikasi. Salah satu aplikasi yang sering digunakan adalah aplikasi multimedia. Aplikasi multimedia sering dimanfaatkan pengguna untuk melakukan aktivitas seperti pemutaran video panduan kerja, simulasi, hiburan, dokumentasi, perancangan grafis, pemantauan sistem komputer dan presentasi. Aplikasi multimedia merupakan perangkat lunak yang bekerja dengan basis pengolahan data berupa kombinasi dari dua atau lebih data tunggal (teks, gambar atau suara) [3]. Oleh karena itu, pengolahan data multimedia pada sistem pemrosesan dan pendistribusian ke perangkat pengguna akan dilakukan dengan perlakuan dan konsumsi sumber daya jaringan yang berbeda dibandingkan dengan data tunggal. Pada tulisan ini, dibahas implementasi dan analisis kinerja sistem terpusat jaringan Thin Client berbasis Dumb Terminal dan Diskless untuk mengakomodasi aktivitas pengguna dengan aplikasi multimedia. Pengujian dan pengukuran pada pemelitian ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisa parameter-parameter penelitian dan fenomena yang muncul saat aplikasi berbasis multimedia (video) dijalankan oleh masing-masing pengguna. II. JARINGAN THIN CLIENT Jaringan Thin Client merupakan konsep jaringan komputer yang mengoptimalkan sumber daya server untuk melakukan pemrosesan dan distribusi data hasil komputasi dan media kerja dari aplikasi atau perangkat lunak pengguna[4,5]. Optimalisasi kinerja server untuk melakukan komputasi akan menekan aktivitas komputasi di sisi pengguna. Sementara itu, perangkat terminal pengguna berperan sebagai antar masukan dan keluaran sistem[6]. muka perangkat Komputer server akan menyediakan berbagai sumber daya terdistribusi kepada pengguna pada jaringan Thin Client, meliputi Central Processing Unit (CPU), memori, sistem operasi dan aplikasi. Pengguna dapat mengoperasikan aplikasi melalui perangkat masukan dan keluaran sebagai media pengendali dan penampil dengan perantara protokol komunikasi client-server dan layanan terminal server sebagai pemberi akses penggunaan sumber daya server. Alokasi sistem operasi dan perangkat lunak kerja setiap pengguna dilakukan dengan konsep virtualisasi desktop dari sistem operasi server yang ditenggarai oleh terminal server. 6

Ada dua model perancangan Thin Client yang dikenal saat ini, yaitu model Dumb Terminal dan Terminal merupakan model Diskless. Dumb Thin Client dengan menggunakan perangkat terminal khusus yang dirancang sebagai terminal antar muka perangkat masukan dan keluaran pengguna. Perangkat Dumb Terminal umumnya diproduksi secara komersil oleh produsen. Gambar berikut menunjukkan ilustrasi komunikasi client-server yang berlangsung saat pengguna melakukan aktivitas dengan perangkat lunak kerja yang tertanam pada server. Permintaan menunjukkan masukan atau sinyal komunikasi yang dibangkitkan oleh pengguna, sedangkan tanggapan merupakan hasil pengolahan data dari aplikasi yang dijalankan pengguna dan sinyal informasi dari server. Gambar 1 Komunikasi Client-Server pada Jaringan Thin Client Komunikasi client-server akan diatur oleh protokol aktif yang bekerja pada jaringan Thin Client, baik saat pembangunan hubungan antara pengguna dengan server maupun komunikasi data saat aktivitas pengguna berlangsung. aktivitas layanan protokol dapat dikendalikan melalui aplikasi daemon atau management console. Daemon merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengendalikan aktivasi suatu layanan, sedangkan management console merupakan aplikasi untuk mengendalikan seluruh perangkat pengguna yang berada pada satu jaringan Thin Client. Beberapa protokol yang digunakan pada jaringan Thin Client, seperti DHCP, BOOTP, TFTP, PXE, RDP, Citrix Metaframe dan UXP. Saat pengguna membuka sesi desktop pada perangkat terminal pengguna dalam jaringan Thin Client, server akan melakukan inisialisasi terhadap keberadaan perangkat terminal pengguna. Server yang dilengkapi dengan layanan Dynamic Hosting Configuration Protocol (DHCP) akan mengalokasikan alamat IP untuk masing-masing perangkat terminal pengguna pada jaringan Thin Client. Hal ini dapat berlangsung jika pengguna melakukan aktivasi layanan DHCP client pada perangkat terminal pengguna. Setelah itu, server akan melakukan pengiriman berkas administratif ke setiap perangkat terminal pengguna, seperti bootstrap dan kernel dari sistem operasi, berkas pendukung aktivasi virtual desktop, alamat Domain Name Server (DNS), alokasi direktori pengguna dan berkas infromasi pendukung jaringan Thin Client. Hal ini 7

dilakukan agar pengguna mendapat hak akses secara legal untuk memanfaatkan sumber daya terdistribusi pada server. Akhirnya, pengguna dapat melakukan aktivitas dengan sistem operasi dan perangkat lunak yang tersedia pada server. Pertukaran informasi yang terjalin saat aktivitas pengguna berlangsung akan ditenggarai oleh protokol komunikasi PXE atau UXP pada jaringan Thin Client. Secara umum, jaringan Thin Client dirancang dengan menggunakan arsitektur komputasi terpusat terdistribusi[6]. Selain itu, ada juga yang menyebutkan arsitektur jaringan Thin Client berupa server based computing[7] atau Diskless network computer [6]. Hal ini disebabkan aktivitas dalam jaringan Thin Client sangat bergantung pada kinerja server dan jaringan yang tersedia pada jaringan lokal. Kegagalan fungsi dari salah satu hal tersebut akan menyebabkan kegagalan fungsi kerja perangkat pengguna. Topologi yang digunakan jaringan Thin Client adalah topologi tree/hirarki pada jaringan Thin Client. Server akan berperan sebagai pusat aktivitas pengguna diilustrasikan terletak pada cabang utama topologi fisik. Server dapat dijadikan perantara akses internet untuk jaringan Thin Client dengan ketersediaan hubungan dengan gateway internet. Arsitektur jaringan Thin Client disusun atas sisi pengguna dan sisi server. Secara fisik, sisi pengguna dilengkapi dengan perangkat masukan dan keluaran (mouse, keyboard, layar dan penyuara) serta perangkat terminal Thin Client. Sementara itu, perangkat server berupa CPU dan perangkat masukan dan keluaran. Perangkat masukan dan keluaran pada server biasanya digunakan hanya untuk melakukan manajemen dan pemantauan kondisi jaringan. III. IMPLEMENTASI SISTEM Secara fisik, topologi yang dibentuk pada jaringan Thin Client pada pengamatan ini adalah topologi tree/hirarki. Server menempati urutan utama dan perangkat terminal pengguna berada pada hirarki di bawahnya. Kondisi ini bermaksud bahwa perangkat terminal pengguna akan berkomunikasi dengan server secara intensif. Apabila antar pengguna melakukan komunikasi dengan pengguna lain dalam satu jaringa Thin Client, maka server akan menjadi mediator komunikasi tersebut. Jaringan Thin Client ini bekerja dengan basis sistem operasi Windows Server 2008. Sementara itu, digunakan DHCP daemon untuk melakukan distribusi alamat IP dan informasi konfigurasi jaringan lokal. Hal ini digunakan untuk menyesuaikan antara metode Dumb Terminal dengan Diskless yang sangat bergantung pada layanan DHCP server untuk melakukan inisialisasi alamat IP. Konfigurasi DHCP 8

dilakukan dengan menggunakan alamat jaringan 192.168.100.0/24 dengan interval 192.168.100.100 sampai dengan 192.168.100.200. Sementara itu, server menggunakan alamat IP 192.168.100.1 secara statis. Bedasarkan hasil distribusi alamat IP menggunakan layanan DHCP, diperoleh daftar alamat IP pengguna sebagai berikut. Tabel 1 Distribusi Alamat Ip Jaringan Thin Client Berbasis Dumb Terminal Perangkat Pengguna Alamat IP PC1 192.168.100.100 PC2 192.168.100.102 PC3 192.168.100.101 PC4 192.168.100.103 Tabel 2 Distribusi Alamat Ip Jaringan Thin Client Berbasis Diskless Perangkat Pengguna Alamat IP PC1 192.168.100.100 PC2 192.168.100.101 PC3 192.168.100.102 PC4 192.168.100.103 Berikutnya rincian perangkat keras yang digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan Thin Client. Server yang digunakan pada pengamatan jaringan Thin Client berbasis Dumb Terminal dan Diskless sebagai berikut. memenuhi spesifikasi komputer 1. Komputer server, komputer built-up dengan merk IBM yang mempunyai spesifikasi Processor Intel Quad Core 2,8 GHz, HDD 500GB, RAM 4 GB, VGA 32MB, DVD-RW, Kartu jaringan onboard support boot ROM dan monitor 15 inchi. 2. Komputer Client (Diskless), komputer built-up dengan merk NEC yang mempunyai sspesifikasi Processor Intel Celeron D 2,2 GHz, RAM 1GB, VGA 32MB, Kartu jaringan onboard support boot ROM dan monitor 15 inchi. Komputer client ini berjumlah 4 unit denga spesifikasi yang sama. 3. Komputer clinet (Dumb Terminal), perangkat pabrikan Ncomputing dengan tipe L230, sebanyak 4 unit 4. Perangkat jaringan, yang dipakai meliputi : Hub-switch 8 port merk 3Com, Kabel UTP, Konektor RJ-45 dan perangkat tambahan lainnya. Selanjutnya perangkat lunak yang digunakan salam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. vspace L 6.6.9.1merupakan perangkat lunak utama yang digunakan untuk membangun terminal server berbasis Dumb Terminal NComputing. vspace terminal server akan menyediakan kebutuhan akses perangkat lunak client terhadap server, seperti sistem operasi, desktop, aplikasi dan perangkat lunak lain. Demikian, pengguna dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki server untuk melakukan 9

aktifitas harian menggunakan computer desktop dalam jaringan computer lokal. Server juga ditanam paket program dhcp daemon yang berfungsi memberikan layanan DHCP, sehingga server mampu mendistribusikan alamat IP secara otomatis. Di sisi client, terdapat pula perangkat terminal client yang tertanam pada flash memory perangkat NComputing L 230 pengguna. Program ini berperan sebagai pencari keberadaan vspace terminal server sehingga perangkat pengguna dapat mengakses sumber daya server. Pada dasarnya, program terminal client bersifat add-on yang memungkinkan instalasi ulang dapat dilakukan apabila program tersebut rusak. 2. LTSP merupakan perangkat lunak utama yang digunakan untuk membangun terminal server berbasis Diskless. LTSP berisi beberapa aplikasi server yang dibutuhan untuk menjaga kelangsungan komunikasi client-server jaringan Thin Client berbasis Diskless, seperti DHCP server daemon, TFTP server daemon, SSH server daemon dan NBD server daemon. IV. HASIL DAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh rata-rata 10 pengujian proses aktif yang dihasilkan dari aktifitas pengguna dengan aplikasi berbasis multimedia (video) pada jaringan Dumb Terminal dan jaringan Diskless masingmasing sebesar 485,8 proses dan 453,4 proses. Selain itu jumlah rata-rata beban ekskusi proses pada sistem jaringan Dumb Terminal dan Diskless masing-masing sebesar 16,37 beban ekskusi dan 3,38 beban ekskusi. Terdapat selisih jumlah proses aktif dan beban rata-rata eksekusi masingmasing sebesar 32,4 proses dan 12,99 beban eksekusi untuk melayani aktivitas berbasis video. Demikian, Aktivitas pengguna yang berlangsung pada sistem jaringan Dumb Terminal menghasilkan tingkat kesibukkan sistem pemrosesan server lebih besar dibandingkan dengan sistem jaringan Diskless. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa keseluruhan aplikasi dan layanan yang beroperasi untuk mendukung aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video pada sistem jaringan Dumb Terminal menghasilkan jumlah proses yang lebih besar dibandingkan sistem jaringan Diskless. Kondisi ini menyebabkan ruang memori pada server yang dibutuhkan aktivitas pengguna pada sistem jaringan Dumb Terminal lebih besar dibandingkan sistem jaringan Diskless. Hasil pengukuran terhadap persentase konsumsi rata-rata dari 10 iterasi pengujian aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis 10

video pada sistem jaringan Dumb Terminal dan sistem jaringan Diskless masingmasing sebesar 41,26 % dan 10,48 %. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kapasitas CPU rata-rata yang dibutuhkan untuk melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video pada sistem jaringan Dumb Terminal lebih besar dibandingkan dengan sistem jaringan Diskless. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beban eksekusi rata-rata pada sistem jaringan Dumb Terminal lebih besar dibandingkan dengan sistem jaringan Diskless. Gambar 2 menunjukkan tingkat konsumsi CPU rata-rata pada sistem jaringan Dumb Terminal selalu lebih besar dibandingkan dengan aktivitas serupa pada sistem jaringan Diskless dari setiap pengujian. Gambar 2. Grafik Perbandingan Konsumsi CPU Hasil pengukuran terhadap konsumsi memori rata-rata dari 10 iterasi pengujian aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video pada sistem jaringan Dumb Terminal dan sistem jaringan Diskless masingmasing sebesar 1548,47 MB dan 847,29 MB. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kapasitas memori yang dibutuhkan untuk melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video pada sistem jaringan Dumb Terminal lebih besar dibandingkan dengan sistem jaringan Diskless. Hal ini dapat disebabkan oleh proses aktif pada server jaringan Dumb Terminal yang lebih besar dibandingkan server jaringan Diskless. Gambar 3 menunjukkan sistem jaringan Dumb Terminal selalu memiliki konsumsi memori yang lebih besar dibandingkan sistem jaringan Diskless. Gambar 3 Grafik Perbandingan Konsumsi Memori Selain itu, hasil pengukuran juga menunjukkan besar throughput yang dihasilkan server untuk mendistribusikan data hasil pemrosesan ke setiap pengguna. Throughput rata-rata dari 10 pengujian yang dihasilkan server jaringan Dumb Terminal dan Diskless masing-masing bernilai sebesar 28,95 Mbps dan 44.12 Mbps. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa throughput yang dihasilkan server Dumb Terminal lebih kecil dibandingkan throughput yang dihasilkan server Diskless 11

untuk melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video. Kondisi ini dapat terjadi akibat pengaruh fenomena pengguna jaringan Dumb Terminal yang mengalami putus sambungan dengan server. Sebab, pengurangan jumlah pengguna dalam jaringan akan mengurangi jumlah data hasil pemrosesan yang harus didistribusikan ke setiap pengguna. Gambar 4 menunjukkan perbandingan throughput yang dihasilkan jaringan Dumb Terminal dan Diskless untuk melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video selama pengujian. Gambar 4 Grafik Perbandingan Throughput Demikian, diketahui bahwa komunikasi data antara server dan pengguna pada jaringan Diskless dapat berlangsung lebih baik dibandingkan dengan komunikasi serupa pada jaringan Dumb Terminal. Secara keselurahan, kinerja sistem jaringan Diskless lebih baik dibandingkan sistem jaringan Dumb Terminal untuk melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video. Hal ini ditunjukkan oleh kinerja pemrosesan dan komunikasi antara server dan pengguna pada sistem jaringan Diskless mampu melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis video. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap aktifitas multimedia (video) melalui infrastruktur jaringan berbasis thin client, diperoleh beberapa kesimpulan berikut. Infrastruktur jaringan diskless lebih handal dan efisien dibandingkan infrastruktur jaringan dumb terminal sebagai infrastruktur jaringan thin client untuk melayani aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis multimedia. Aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis multimedia yang dilakukan pada sistem jaringan dumb terminal cenderung menuntut kinerja server lebih tinggi dibandingkan dengan sistem jaringan diskless. Aktivitas pengguna dengan aplikasi berbasis multimedia (video) yang dilakukan pada sistem jaringan diskless mampu menghemat konsumsi sumber daya CPU dan memori, sedangkan aktivitas serupa yang dilakukan pada sistem jaringan dumb terminal mampu menghemat konsumsi media transmisi. Infrastruktur jaringan diskless mampu menghemat konsumsi CPU sebesar 30,78 % dan memori sebesar 19,03 %, sedangkan infrastruktur jaringan dumb terminal mampu menghemat konsumsi media transmisi sebesar 15,17 % lebih rendah dibandingkan dengan infrastruktur jaringan diskless. 12

V. DAFTAR PUSTAKA 1. Arie Valdano T. (2012), Implementasi dan Analisis Perbandingan Kinerja Insfrastruktur Jaringan Thin Client Terdistribuasi pada Dumb Terminal dan Diskless untuk Aplikasi Berbasis Multimedia, Departemen of Electrial Engineering, University of Indonesia Kampus Baru UI-Depok, Indonesia. 2. Batto, Amos Becker, (2007). Thin Client Computing : Installation Manual, La Paz. 3. Fajar Wahyu Jatmiko, Adian Fathur Rochim dan Agung Budi Prasetijo. (2011, Januari). Analisa Sistem Diskless pada Windows 2008 Server dan Linux Redhat 9.0, Semarang, eprints.undip.ac.id/25415/ 4. Fakultas Teknik Informatika universitas Kristen Duta Wacana. (2005). Chapter 1- Pengantar Multimedia. http://lecturer. ukdw.ac.id/anton/download/mutimedia1. pdf. 5. Muhammad S. Nugraha, Ismail dan Simon Siregar. (2011). Perancangan dan Implementasi Thin Client di Toko iphone.com, Bandung, Politeknik Telkom Bandung. http://repository.tass.telkomuni versity.ac.id/index.php/proyek-akhir-ma hasiswa/tk/perancangan-dan-implemen tasi-thin-client-di-tokoiphone.com/ 6. Natsirudin, Muhammad Aviv. (2011). Analisis Pemanfaatn Teknologi Cloud Computing pada Jaringan Thin Client, Yogyakarta, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM. http://repository.amikom.ac.id/files/publikasi_07.11.1389.pdf 7. Retnawati, Fia. (2011). Pengembangan dan Pengukuran Model Jaringan Infrastruktur Secured Network dengan Pendekatan Teknologi Ramah Lingkungan yang Berbasis Virtualisasi, Depok. 13