TYPE DATA, VARIABEL DAN ARRAY 2.1. Pengelompokan Tipe Data Dalam Java a. Integer merupakan Represntasi dari bilangan bulat, contohnya -5, 0, 1, 2, 3, dans ebagainya. Integer terdiri dari byte, short, int dan long, contohnya b. Flouting Point :representatf dari bilangan pecahan, contonya, -3,32, 2,75, 3,9 dan sebagainya. Terdiri dari tipe float dan double. c. Karakter : terdiri dari sebuah type char yaitu representative dari data berbetuk alfa numeric dan symbol, misalnya, a, A, &, $ d. Boolean :terdiri dari sebuah type data Boolean yaiutu representative dari nilai logika (benar/salah, true, false) Jenis Data boolean char Deskripsi Ukuran Range Hanya bisa berisi benar atau salah 1-bit Karakter Unicode 16-bit byte Bilangan bulat 8-bit -127 s.d 128 short Bilangan bulat 16-bit -32768 s.d 32767 int Bilangan bulat 32-bit -2147483648 s.d 2147483647 long Bilangan bulat 64-bit -9223372036854775808 s.d 9223372036854775807 float Bilangan riil 32-bit 3.40282346638528860e+38 double Bilangan riil 64-bit 1.79769313486231570e+308
2.1.1. Tipe Integer (Bilangan Bulat) Contoh type data Integer //PROGRAM 2-1 class ContohPerhitungan { byte a = 1; short b = 2; int c = 3, d; d = a + b + c; System.out.println("Hasil = " + d); 2.1.2. Tipe Floating Point (Bilangan Riil) Contoh type data floating-point (bilangan Riil) untuk double //PROGRAM 2-2 class KelilingLingkaran { double pi = 3.1416; double r = 2.12; double keliling; keliling = 2 * pi * r; System.out.println("Keliling lingkaran = " + keliling);
2.1.3. Karakter Dalam Java tipe Char menggunakan Unicode yang merepresentasikan semua karakter yang ada. Unicode mendifinisikan sekumpulan karakter yang terdapat pada semua bahasa, membutuhkan ukuran 16 bit untuk tipe karakter dan berada pada rentang nilai 0 65.536. Contoh tipe char dalam program //PROGRAM 2-3 class DemoKarakter1 { char ch1 = 65; char ch2 = 'B'; System.out.println("ch1 = " + ch1); System.out.println("ch2 = " + ch2); Hasil program diatas adalah ch1=a ch2=b Seperti Yang Anda Lihat diatas, nilai 65 dari tipe char akan sama dengan karakter A hal ini disebabkan karena dalam karakter ASCII maupun Unicode, Karakter A diberi kode 65. Meskipun char dalam java bukan termasuk integer, namun kita dapat mengkonversi type char ke dalam integer, berikut contohnya
//PROGRAM 2-4 class DemoKarakter2 { char ch = 'A'; System.out.println("ch = " + ch); ch++; //sama dengan ch = ch + 1; System.out.println("ch = " + ch); Hasil program diatas adalah Ch = A Ch = B Dari program diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kita juga dapat melakukan increament (menaikkan nilai sebesar 1) terhadap tipechar, sama seperti pada saat bekerja pada tipe integer. Escape Sequence yaitu pasangan karakter yang dianggap sebagai karakter tunggal. Escape Sequence selalu diawali dengan backslash (\) \ddd Karakter octal (ddd) \uxxxx Karakter Unicode heksadesimal (xxxx) \ Petik tunggal \ Petik Ganda \\ Backslash \r Carriage return \n Baris baru (line feed) \f Form feed \t Tab \b backspace
Contoh program escape sequence /PROGRAM 2-5 class DemoEscapeSequence { System.out.print("Hari\t\t: Jum\'at\n"); System.out.print("Tanggal\t\t: 12 Januari 2011\n"); 2.1.3. Boolean Tipe Boolean adalah tipe yang merepresentasikan nilai logika, yaitu nilai yang hanya memiliki dua buah kemungkinan, yaitu salah atau benar. Dalam bahasa c, nilai Boolean direpresntasikan dengan nilai 0 (untuk salah) dan bilangan selain 0 (biasanya bernilai 1 untuk nilai benar). Dalam java nilai benar direpresentasikan dengan kata kunci true, jika nilai salah dengan kata kunci false. Dalam java, nilai true dan false tidak dapat dikonversi ke tipe numerik, nilai true di java tidak = 1, dan false tidak = 0. Contoh program //PROGRAM 2-6 class DemoBoolean1 { boolean b;
b = true; System.out.println("Nilai b = " + b); if (b) { System.out.println("Statemen ke-1 dieksekusi"); b = false; System.out.println("Nilai b = " + b); if (b) { System.out.println("Statemen ke-2 tidak akan dieksekusi"); if (!b) { System.out.println("Statemen ke-3 dieksekusi"); System.out.println("5 <= 10 mengembalikan nilai " + (5 <= 10)); System.out.println("4 > 6 mengembalikan nilai " + (4 > 6)); Contoh berikutnya //PROGRAM 2-7 class DemoBoolean2 { int index = 0;
while (index < 5) { System.out.println("Baris ke-" + (index+1)); index++; 2.2. Variebel Variabel merupaka unit dasar yang diperlukan untuk menyimpan suatu nilai dengan type data tertentu di dalam memori computer. Setiap variabel memiliku lingkup (scope) dan waktu hidup di dalam memori. 2.2.1. Mendeklarasikan Vareabel Tipe namavariabel; //mendeklarasiakn 1 variabel Tipe namavariabel, namavariabel2, //(mendeklarasikan beberapa variabel Aturan : 1. Nama variabel tidak boleh mengandung spasi 2. Nama variabel tidak boleh berupa angka/diawali dengan karakter numeric (angka) 3. Nama variabel tidak boleh mengandung karakter symbol, kecuali tanda $ 4. Nama variabel tidak boleh menggunakan kata kunci yang sudah didefinisikan di dalam java. 5. Dalam satu blok program, nama variabel harus bersifat unik atau berbeda satu sama lain.
6. Usahakan nama variabel sedeskriptif mngkin sehingga kode program dapat lebih mudah untuk dipahami oleh orang lain( terutama bila bekerja dengan tim) 2.2.1. Inisialisasi Vareabel Nilai inisialisasi adalah nilai yang digunakan sebagai nilai awal (default) sebelum akhirnya variabel tersebut diisi/diganti dengan nilai lain. Bentuk umumnya sebagai berikut Int index.0; Char ch= A 2.2.1. Lingkup dan Daur Hidup Vareabel Variabel yang dideklarasikan di dalam lingkup (scope) atau blok tertentu hanya akan dikenali di dalam lingkup bersangkutan saja, di dalam java blok tersebut diawali dengan tanda { dan diakhiri, klw dlm pascal direpresentasikan dengan begin dan end //PROGRAM 2-8 class LingkupVariabel { int a = 10; if (a > 5) { // awal blok int b = 15; System.out.println("Nilai a di dalam blok if: " + a);
System.out.println("Nilai b di dalam blok if: " + b); // akhir blok System.out.println("Nilai a di luar blok if: " + a); // SALAH //System.out.println("Nilai b di luar blok if: " + b); 2.3. Typecasting //PROGRAM 2-9 class DemoKonversi { int a = 257; double d = 274.5678; // typecasting dari tipe int ke tipe byte byte b; b = (byte) a; System.out.println("Typecasting dari tipe int ke tipe byte"); System.out.println("int: " + a); System.out.println("byte: " + b); int // typecasting dari tipe double ke tipe
int x; x = (int) d; System.out.println("\nTypecasting dari tipe double " + "ke tipe int"); System.out.println("double: " + d); System.out.println("int: " + x); // type casting dari tipe double ke tipe byte b = (byte) d; System.out.println("\nTypecasting dari tipe double " + "ke tipe byte"); System.out.println("double: " + d); System.out.println("byte: " + b); 2.4. Array Satu Dimensi //PROGRAM 2-10 class DemoArray1D { // mendeklarasikan variabel bertipe array dengan tipe int int [] jumlahhari; // menentukan jumlah elemen array jumlahhari = new int[12];
// mengisikan nilai dari setiap elemen array yang ada jumlahhari[0] = 31; jumlahhari[1] = 28; jumlahhari[2] = 31; jumlahhari[3] = 30; jumlahhari[4] = 31; jumlahhari[5] = 30; jumlahhari[6] = 31; jumlahhari[7] = 31; jumlahhari[8] = 30; jumlahhari[9] = 31; jumlahhari[10] = 30; jumlahhari[11] = 31; // menampilkan salah satu elemen array System.out.println("Bulan Maret memiliki " + jumlahhari[2] + " hari."); //PROGRAM 2-11 class InisialisasiArray1D { // mendeklarasikan variabel bertipe array dengan tipe int // sekaligus menginisialisasi nilai untuk setiap elemennya
int [] jumlahhari = {31,28,31,30,31,30,31,31,30,31,30,31; System.out.println("Bulan Maret memiliki " + jumlahhari[2] + " hari."); 2.5. Array Dua Dimensi //PROGRAM 2-12 class DemoArray2D { int[][] duad = new int[2][3]; int k = 1; for(int i=0; i<2; i++) { for (int j=0; j<3; j++) { duad[i][j] = k * 10; System.out.print(duaD[i][j]); if (j < 2) System.out.print(" "); k++; System.out.println();
//PROGRAM 2-13 class InisialisasiArray2D { int[][] duad = {{10,20,30,{40,50,60; for(int i=0; i<2; i++) { for (int j=0; j<3; j++) { System.out.print(duaD[i][j]); if (j < 2) System.out.print(" "); System.out.println(); 2.6. Pengenalan Tipe String Dalam Java