HUBUNGAN INTERNASIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
A.Pengertian Hubungan Internasional. 1.Pengertian Hubungan Internasional secara umum.

WAWASAN NUSANTARA. Dewi Triwahyuni. Page 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan

Bangsa dan Negara 1.1 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Individu 1.2 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Sosial 2.1 Pengertian Bangsa

HUBUNGAN INTERNASIONAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 1999 TENTANG HUBUNGAN LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

A. Pengertian Pancasila

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA YANG BEBAS DAN AKTIF SERTA PENGARUHNYA BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

mengakibatkan potensi ancaman dan esklasi konflik. Eskalasi konflik di kawasan mulai terlihat dari persaingan anggaran belanja militer Cina, Korea

13MKCU. PENDIDIKAN PANCASILA Makna dan aktualisasi sila Persatuan Indonesia dalam kehidupan bernegara. Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Modul ke: Fakultas

Disusun oleh : FAISAL DWI YULIANTO KELAS : XI - IPS 3

POLITIK LUAR NEGERI. By design Drs. Muid

Bagian Pertama: PENDEKATAN EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 1999 TENTANG HUBUNGAN LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH

LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG

KETAHANAN NASIONAL. Yanti Trianita S.I.Kom

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1996 TENTANG PENGESAHAN CONVENTION ON PSYCHOTROPIC SUBSTANCES 1971 (KONVENSI PSIKOTROPIKA 1971)

LATIHAN SOAL-SOAL PEND. KEWARGANEGARAAN (Pilihlah jawaban paling benar)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEWARGANEGARAAN GLOBALISASI DAN NASIONALISME. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika.

DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 LAWANG ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007 / 2008

PENTINGNYA PEMIMPIN BERKARAKTER PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MI STRATEGI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERSPEKTIF DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL REALISM DAN NEO REALISM

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Ujian Akhir Sekolah Tahun 2004 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia

internasional. Kanada juga mulai melihat kepentingannya dalam kacamata norma keamanan manusia. Setelah terlibat dalam invasi Amerika di Afghanistan

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

PLEASE BE PATIENT!!!

Institute for Criminal Justice Reform

PERNYATAAN UMUM TENTANG HAK-HAK ASASI MANUSIA

PENDIDIKAN PANCASILA

Menakar Arah Kebijakan Pemerintah RI Dalam Melindungi Hak Asasi WNI di Luar Negeri

PANCASILA. Makna dan Aktualisasi Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dalam Kehidupan Bernegara. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ujian Akhir Sekolah Tahun 2005 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG

Modul ke: GEOSTRATEGI. 11Fakultas Teknik. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS MODERN DAN GLOBAL PASCA REFORMASI

ANCAMAN LINTAS AGAMA DAN IDEOLOGI MELALUI BOM DI TEMPAT LAHIRNYA PANCASILA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

LATIHAN SOAL PENDIDIKAN PANCASILA IPB 111 UNIT MATA KULIAH DASAR UMUM

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL POLITIK DAN STRATEGI PERTAHANAN KEAMANAN NASIONAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1999 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

KEWARGAN EGARAAN WAWASAN N USAN TARA

29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)

Pancasila dan Budaya. STMIK Amikom Yogyakarta. oleh : Rossidah ( Kelompok A ) D3 Manajemen Informatika. pembimbing :

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

PENDIDIKAN PANCASILA

TUGAS AGAMA KLIPING KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA, ANTAR SUKU, RAS DAN BUDAYA

Apakah pancasila sebagai pembangunan sudah diterapkan di Indonesia atau belum?

negara-negara di Afrika Barat memiliki pemerintahan yang lemah karena mereka sebenarnya tidak memiliki kesiapan politik, sosial, dan ekonomi untuk

PANCASILA SEBAGAI KESEPAKATAN BANGSA INDONESIA

Diskusikan secara kelompok, apa akibat apabila Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diubah. Bagaimana sikap kalian terhadap hal ini?

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Modul ke: PENDIDIKAN PANCASILA Implementasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab 12MKCU. Fakultas. Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Program Studi Manajemen

I. Hakikat Pancasila. 1. Pancasila sebagai dasar Negara

KEBIJAKAN PENGINTEGRASIAN KOMPONEN PERTAHANAN NEGARA

BAGIAN KEDUA NEGARA DALAM HUKUM INTERNASIONAL BABV EKSISTENSI NEGARA DALAM MASYARAKATINTERNASIONAL

NILAI-NILAI DAN NORMA BERAKAR DARI BUDAYA BANGSA INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Maukuf, S,Pd. M.Pd. Pertemuan ke:

PERAN PANCASILA SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Definisi Hubungan Internasional Menurut para Ahli

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sesuai dalam Undang Undang Dasar 1945 Pasal 30 ayat (3) yaitu

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

RANCANGAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR. TAHUN. TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Pendidikan Pancasila. Makna dan Aktualisasi Sila Ketuahanan Yang Maha Esa Dalam Kehidupan Bernegara pada Bidang Politik ekonomi, sosial dan hankam

B. Tujuan C. Ruang Lingkup

C. Semangat dan Komitmen Kebangsaan Para Pendiri Negara dalam Perumusan dan Penetapan Pancasila

BAB 5 KESIMPULAN. Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Aspek Hukum Internasional itu sendiri yang menjadi alasan utama dalam

UMUM. 1. Latar Belakang Pengesahan

NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Universitas Indo Global Mandiri Palembang

Transkripsi:

BAB I HUBUNGAN INTERNASIONAL A. Pengertian Hubungan Internasional Hubungan internasional dapat diartikan sebagai hubungan antarbangsa, yang menyangkut hubungan di segala bidang yaitu di bidang politik, bidang ekonomi, bidang social, dan bidang budaya. Hubungan internasional melibatkan dua negara atau lebih yang berinteraksi satu sama lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan tersebut mencakup aksi dan interaksi. Aksi merupakan pokok perhatian dalam politik luar negeri yang menerangkan tindakan suatu negara dengan cara bagaimana para pembuat kebijakan menganalisis situasi, memilih saran, menentukan, serta melaksanakan suatu kebijakan luar negeri. Sedangkan interaksi menjadi perhatian dalam politik internasional, karena menerangkan hubungan antarbangsa yang saling memengaruhi demi tercapainya tujuan, pencapaian kepentingan masingmasing negara secara maksimal. Hubungan internasional mencakup interaksi antarbangsa yang melintasi batas-batas negara baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun warga negara, dalam praktiknya hubungan internasional dilakukan oleh negaranegara yang berdaulat melalui tindakan-tindakan yang diwakili oleh elite pemerintahannya yang menyangkut DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN 1

kepentingan-kepentingan suatu negara yang ingin dicapai dan dipertahankan itu di luar batas wilayah negaranya. Apabila bertentangan dengan kepentingan atau melanggar kedaulatan negara lain akan menimbulkan suatu pertentangan yang mengarah kepada konflik. Studi hubungan internasional tidak hanya membahas interaksi positif antara negara-negara tapi hubungan internasional juga merupakan suatu studi tentang diplomasi, strategi, dan konflik. Theodore A. Coulumbis dan James H. Wolfe dalam buku yang berjudul Pengantar Hubungan Internasional Keadilan dan Power (1999: 24) memberikan konsep tentang hubungan sebagai berikut: Hubungan antarnegara baik yang sifatnya konfliktif maupun kooperatif bersifat bertentangan, setiap hubungan kerja sama internasional kerap didominasi oleh konflik, secara implisit mengandung unsur tawar-menawar. Sebaliknya kerja sama internasional mungkin hanya merefleksikan kelebihan suatu negara di bidang militer atau bidang ekonomi di banding negara lain. K. J. Holsti dalam bukunya Politik Internasional Suatu Kerangka Analisis (1992: 27), mempunyai persepsi yang berbeda yaitu bahwa studi hubungan internasional mengkaji kepentingan-kepentingan yang ingin dicapai oleh berbagai negara di dunia yang apabila terjadi ketidaksesuaian maka akan melahirkan konflik, dengan demikian bahwa hubungan internasional tidak hanya mencakup hubungan atau keadaan yang bersifat damai saja, melainkan juga bersifat konflik. Menurut RENSTRA (Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Indonesia) adalah hubungan antarbangsa dalam segenap aspeknya yang dilakukan suatu negara yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial 2 DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN

budaya, dan hankam dalam rangka mencapai tujuan nasional bangsa itu. Sebagaimana yang telah penulis uraikan pada halaman sebelumnya bahwa Hubungan Internasional merupakan kegiatan interaksi manusia antar bangsa baik secara individual maupun kelompok, ahli hukum mengatakan bahwa hubungan internasional adalah hubungan antarbangsa. Selain itu ada pula pendapat dari para ahli adalah sebagai berikut: 1. J. C. Johari Hubungan internasional merupakan sebuah studi tentang interaksi yang berlangsung di antara negara-negara berdaulat di samping itu juga studi tentang pelaku-pelaku nonnegara (non states actors) yang perilakunya memiliki dampak terhadap tugastugas negara. 2. Couloumbis dan Wolfe Hubungan internasional adalah studi yang sistematis mengenai fenomena-fenomena yang bisa diamati dan mencoba menemukan variabelvariabel dasar untuk menjelaskan perilaku serta mengungkapkan karakteristik-karakteristik atau tipe-tipe hubungan antarunit-unit sosial. 3. Mochtar Mas oed Hubungan internasional merupakan hubungan yang sangat kompleksitas karena di dalamnya terdapat atau terlibat bangsa-bangsa yang masingmasing berdaulat sehingga memerlukan mekanisme yang lebih rumit daripada hubungan antarkelompok. 4. Drs. R. Soeprapto Hubungan internasional adalah sebagai spesialisasi yang mengintegritaskan cabang-cabang DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN 3

pengetahuan lain yang mempelajari segi-segi internasional kehidupan sosial umat manusia. 5. Anonim Hubungan internasional adalah studi hubungan tentang unit-unit sebagai bentuk inter-relasi bagianbagian biasanya mengacu pada sistem intern negaranegara. Dalam hal ini diakui adanya perananperanan aktor-aktor nonstates seperti PBB, MNC, kelompok teroris namun tidaklah sepenting state atau negara. 6. Para Tradisionalis Hubungan internasional serupa dengan diplomasi dan strategi serta kerja sama dan konflik atau secara lebih sederhana hubungan internasional merupakan studi tentang perang dan damai. 7. Drs. R. Soeprapto Hubungan internasional studi yang orientasinya bersifat efektif (orientasi pasca perilaku) yang sering mengombinasikan unsur-unsur pendekatan ilmiah dengan tujuan yang jelas nilainya seperti mensubstitusikan perang dengan metode-metode perdamaian untuk menyelesaikan pertikaian, pengendalian penduduk, perlindungan terhadap lingkungan, pemberantasan penyakit, kemelaratan manusia. 8. Trygive Mathisen Hubungan internasional merupakan semua aspek internasional dari kehidupan sosial umat manusia, dalam arti semua tingkah laku manusia yang terjadi atau berasal dari suatu negara dapat memengaruhi tingkah laku manusia di negara lain. 4 DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN

9. Kenneth W. Thompson Hubungan internasional adalah studi tentang rivalitas antarbangsa beserta kondisi-kondisi dan institusi-institusi yang memperbaiki atau memperburuk rivalitas tersebut. B. Wujud, Sifat, dan Pola Hubungan Internasional 1. Wujud Hubungan Internasional a. Individual (turis mahasiswa/pedagang yang mengadakan kontak-kontak pribadi sehingga timbul kepentingan timbal balik diantaranya). b. Antarkelompok (lembaga sosial dan keagamaan dan perdagangan yang melakukan kontak secara insidental, periodik, atau permanen). c. Hubungan antarnegara (negara yang satu dengan negara lain mengadakan kerja sama dalam bidang ekonomi, kebudayaan, teknologi, dan lain sebagainya). 2. Sifat Hubungan Internasional a. Persahabatan b. Persengketaan c. Permusuhan d. Peperangan 3. Pola Hubungan Internasional a. Penjajahan Bangsa yang satu mengisap bangsa lain yang disebabkan oleh perkembangan kapitalisme. Kapitalisme membutuhkan bahan mentah bagi industri dalam negeri, oleh karena bahan mentah itu banyak di luar negeri maka timbul kehendak untuk menguasai wilayah bangsa lain untuk mengisap kekayaan bangsa lain itu. DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN 5

b. Saling Ketergantungan Hubungan antara negara-negara yang belum berkembang (negara-negara dunia ketiga) dengan negara maju khususnya negara baru merdeka atau negara berkembang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dengan melakukan hubungan ekonomi, mengembangkan industri, dan bersaing dengan negara maju di pasar global. Namun tidak memiliki modal dan teknologi, maka negara-negara baru merdeka atau negara berkembang masih bergantung kepada modal dan teknologi negara maju. Pola hubungan ini dekat dengan neokolonialisme yaitu usaha menguasai negara lain atas bidang ekonomi, kebudayaan, ideologi, atau kemiliteran negara atau kawasan tertentu tapi dengan cara mengindahkan performa kemerdekaan politis. c. Sama Derajat Antarbangsa Hubungan ini dilakukan dalam rangka kerja sama dalam rangka untuk mewujudkan kesejahteraan mereka. Pola hubungan ini sulit dilakukan terutama oleh negara-negara atau bangsa-bangsa yang serba ketinggalan dalam kualitas sumber dayanya, terutama sumber daya manusianya. Terkait dengan hubungan sama derajat sila kedua Pancasila mengajarkan bahwa hubungan antarnegara atau antarbangsa harus bertolak pada kodrat manusia. Dalam Pancasila kodrat manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang merdeka dan sama derajatnya. 6 DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN

Oleh karena itu hubungan antarbangsa dan negara harus diwarnai dengan penghormatan atas kodrat manusia sebagai makhluk yang sederajat, tanpa memandang ideologi, bentuk negara, dan sistem pemerintahan dari negara lain. Oleh karena itu nasionalisme bangsa Indonesia tidak jatuh ke paham chauvinisme dan kosmopolitisme. Paham chauvinisme adalah paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dengan memandang rendah bangsa lain,sedangkan kosmopolitisme adalah pandangan yang melihat kosmos (seluruh dunia) sebagai polis (negeri sendiri) sehingga cenderung melupakan nasionalisme yang sehat dan mengabaikan tugas terhadap bangsanya sendiri. Itulah sebabnya bangsa Indonesia memilih politik luar negeri bebas aktif. Bebas berarti: 1. Banga Indonesia bebas bergaul dengan bangsa mana pun. 2. Dalam pergaulan itu bangsa Indonesia tidak intervensi atau tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. 3. Dalam pergaulan itu terjadi saling memberi dan menerima bantuan dan pertolongan yang tidak mengikat. Aktif berarti: 1. Bangsa Indonesia aktif bekerja sama dengan bangsa lain untuk perdamaian dunia. 2. Bangsa Indonesia aktif membela bangsa yang terancam keberadaan dan kedaulatannya atas dasar persamaan derajat tidak termasuk intervensi. DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN 7

Dalam pelaksanaan kerja sama dan hubungan internasional Presiden sebagai kepala negara dibantu oleh Menteri dan Departemen Luar Negeri serta dibantu oleh para duta dan konsul yang diangkat oleh Presiden dan dibantu oleh duta dan konsul negara lain yang diterimanya. Pengangkatan duta dan konsul serta penerimaan duta dan konsul negara lain telah diatur dalam Pasal 13 Undang- Undang Dasar (UUD) 1945 yang berbunyi: Ayat 1 Presiden mengangkat duta dan konsul. Ayat 2 Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR. Ayat 3 Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. C. Arti Penting & Sarana Hubungan Internasional bagi Suatu Negara 1. Arti Penting Hubungan Internasional bagi Suatu Negara Suatu negara dapat mengadakan kerja sama antarnegara atau hubungan internasional, manakala telah diakui kemerdekeaan dan kedaulatannya baik secara de facto maupun de jure oleh negara lain. Hubungan antarnegara merupakan salah satu hubungan kerja sama mutlak diperlukan, karena tidak ada satu Negara-pun di dunia yang tidak bergantung kepada negara lain, ketergantungan inilah yang menuntut diperlukannya hubungan antarnegara. Dalam pelaksanaan hubungan antarnegara perlu dilandasi dengan prinsip persamaan derajat dan didasarkan pada kemauan bebas dalam melaksanakan 8 DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN

hubungan tersebut. Arti penting hubungan internasional bagi suatu negara antara lain karena faktor-faktor sebagai berikut: 1. Faktor internal, yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain. 2. Faktor eksternal, yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerja sama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut, terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Untuk membangun komunikasi lintas bangsa dan negara guna mewujudkan kerja sama yang produktif dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang menyangkut kepentingan nasional negara masing-masing, serta mewujudkan tatanan dunia baru yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan dan perdamaian yang abadi bagi warga masyarakat dunia. Hubungan kerja sama antarnegara (internasional) di dunia diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan internasional, di samping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di dunia. Setiap negara sudah barang tentu memiliki kelebihan, kekurangan, dan kepentingan yang berbeda. Hal inilah yang mendorong dilakukannya hubungan dan kerja sama internasional. Kerja sama antarbangsa di dunia didasari atas sikap saling DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN 9

menghormati dan saling menguntungkan. Kerja sama internasional antara lain bertujuan untuk: Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara. Menciptakan saling pengertian antarbangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. 2. Sarana-Sarana Hubungan Internasional bagi Suatu Negara Suatu hubungan antarbangsa dan negara (internasional) akan dapat berlangsung dengan baik, manakala terdapat pedoman-pedoman yang dijadikan sebagai landasan berpijak. Pedomanpedoman internasional, harus dipatuhi oleh pihakpihak yang mengadakan hubungan baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Beberapa sarana penting dalam membangun hubungan internasional adalah sebagai berikut: a. Asas-Asas Hubungan Internasional Menurut Hugo de Groot bahwa dalam hubungan internasional asas persamaan derajat merupakan dasar yang menjadi kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara dengan tujuan untuk kepentingan bersama. Dalam hubungan internasional dikenal beberapa asas yang didasarkan pada daerah dan ruang lingkup berlakunya ketentuan hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing, ada 3 (tiga) asas dalam hubungan internasional yang saling memengaruhi: 10 DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI PADA ERA MODERN