BASIS DATA (BS203) MODEL RELASIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Basis Data

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

IMPLEMENTASI BASIS DATA. By : I Ngh Putu Mardika, S.Pd

Pertemuan 6. Data Design

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

BAB IV Normalisasi Data

Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram)

Model adalah representasi kenyataan.

MODEL ENTITY RELATIONSHIP

QUIZ 1 Introduction to Database. Page 1

Pemetaan Diagram (E)ER ke Skema Relasional

ENTITY RELATIONAL MODEL. Dr.Budi Setiyono, MT

Model Data HANI IRMAYANTI, M.KOM

Pertemuan 9. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.

Model Data: Model data merupakan kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data dan batasan data Jenis

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Basis data

PEMODELAN DATA DAN PROSES PENGEMBANGAN DATABASE. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

Entity Relationship Model

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) :

Desain Data Base. Proses Desain Data Base

PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

ENTITY-RELATIONSHIP MODEL

MODEL DATA POKOK BAHASAN. Pendahuluan

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 1. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Matakuliah : Basisdata Versi : Materi : Model Data Lanjutan Penyaji : Zulkarnaen NS

NIM Nama... Kode_kul Nama_kul SKS Andi... A01 Pancasila Rudi... A03 Internet I Susi... A02 Network I 2

Abstraksi Data (Arsitektur DBMS)

MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. Basis data

Model Data Dalam SBD

Entity Relationship Model

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

E-R Model (Model Keterhubungan Entitas)

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 2. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI

Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL

STEPHANIE BETHA R.H,S.ST

Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

Pemodelan Data (1) Week 2

P7 Perancangan Database

PERANCANGAN SISTEM DATABASE

Hanif Fakhrurroja, MT

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

Relational Database & Pemodelan Data [Review]

Sistem Basis Data. Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T.

Pendahuluan. Tujuan MODUL

E-R Model (Model Keterhubungan Entitas)

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R

BAB II MODEL ENTITY-RELATIONSHIP

PERTEMUAN 2 MODEL DATA MODEL ENTITY RELATIONSHIP ( MODEL E-R)

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

NORMALISASI. Dr.Budi Setiyono, MT

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

SISTEM BASIS DATA MODEL ENTITY-RELATIONSHIP

BAB III MODEL DATA RELASIONAL DAN ALJABAR RELASIONAL

Entity Relationship Diagram.

Pendekatan Normalisasi

Basis data ERD. Entity. Atribut ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM 13/10/2015 TIU TIK. Entity

ERD MAPPING BASIS DATA. Rajif Agung Yunmar, S.Kom., M.Cs.

BASIS DATA I/2011-GANJIL MODEL RELASIONAL. Oleh Team Teaching Database. 12 Oktober 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1

Pertemuan 11. Donny Yulianto, S.Kom

NORMALISASI DATA POKOK BAHASAN. Pendahuluan

Pemodelan Database. Pengolahan Basis Data

Sistem Basis Data BAB 8 MODEL DATA DAN ENTITY RELATIONSHIP MODEL. Komponen model data dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:

MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)

Pemodelan Data- Entity Relational Diagram

Model Relational. Dian Dharmayanti

Perancangan Basis Data Relasional. Bab IV Converting ER Model To Table

BAB 2 MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB

Perancangan Basis Data

PERTEMUAN 6 & 7 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

Basis Data. Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Pertemuan 2-3 ER-MODEL

Basis Data. Model E R (Lanjutan)

Database Design I. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. By Tim Dosen

Perancangan Database Bagian I

Pemodelan Database. Model Data Relational. Adri Priadana ilkomadri.com

Model Relational. S# Nama Status Kota S1 Hanato 20 Bandung S2 Andi 10 Jakarta S3 Shy 25 Surabaya S4 Tina 20 Medan

SISTEM BASIS DATA 3 SKS

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

PERTEMUAN 4 Model Data Relational

Review Basis Data 1. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Fakta Dunia Nyata (real world)

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. SiBaDa Sesi 4

Model Data. Universitas Darwan Ali Kalimantan Tengah. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Demi Masa.. Sesungguhnya Manusia Berada Dalam Kerugian Bila Tidak Memanfaatkan Waktu Dengan Sebaiknya.. (sebuah renungan untuk diri )

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Model Relasional. Basis Data. Pengertian

BASIS DATA MODEL RELASIONAL

Transkripsi:

BASIS DATA (BS203) MODEL RELASIONAL k_doroedi@yahoo.com fb: NDoro Edi

Outline Pendahuluan Model Data Relational & Syarat Transformasi Model ER Model Relasi Himpunan Entitas, yg memiliki Atribut komposit Atibut bernilai banyak Himpunan Entitas Lemah Relasi Biner, Unary, N-Ary Implementasi Spesialisasi/Generalisasi Agregasi Integritas Basis Data

Transformasi Model Relasional adalah sebuah struktur yang paling banyak digunakan oleh sebagian DBMS. Oleh karena itu akan disajikan cara transformasi E-R Diagram ke dalam Model Basis Data Relasional.

Contoh ER-D NRP Nama Mahasiswa Alamat Tgl_Lahir 4

TABEL MAHASISWA NRP Nama Alamat Tgl_Lahir 0472001 Ria Jl. Badak 2 11/09/85 0472002 Riny Jl. Sapi 3 12/01/85 0472003 Erica Jl. Macan 1 09/09/84 0472004 John Jl. Riau 3 01/03/85 0472005 Lucas Jl. Duku 4 04/03/85 0472006 Paul Jl. Badak 5 01/03/85 0472007 Philip Jl. Riau 30 01/03/85 0472008 Mary Jl. Riau 3 03/03/83

Model Basis Data Relasional Model basis data relasional mempresentasikan basis data sebagai sekumpulan tabel. Masing-masing tabel mempunyai nama yang unik. Baris data (Row/Record) pada tabel mempresentasikan sekumpulan nilai yang saling berhubungan. Setiap nilai dihubungkan kepada sebuah atribut.

Syarat 1. Setiap relasi mempunyai nama yang unik. 2. Tak ada tupel (baris) yang kembar. 3. Urutan tupel tidaklah penting (tupeltupel dapat dipandang dalam sembarang urutan). 4. Setiap atribut (kolom) memiliki nama yang unik. 5. Letak atribut bebas (urutan atribut tidak penting). 6. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.

Transformasi Himpunan Entitas Himpunan entitas kuat dengan atribut a 1, a 2,, a n diimplementasikan sebagai sebuah tabel dengan n kolom yang unik (satu kolom per atribut). Setiap baris pada tabel merepresentasikan satu entitas dari himpunan entitas. Kita dapat menambah, menghapus, dan mengubah baris pada tabel.

Transformasi Himpunan Entitas dengan Atribut Komposit Atribut Komposit diratakan dengan membuat kolom baru untuk setiap komponen dari atribut komposit.

Contoh Relation schema: Customer-schema = (customer-id, firstname, middle-initial, last-name, street-number, street-name, apartment-number,city,state,zip-code) Integritas Referensial Customer = Relasi Customer

Entitas Customer dengan atribut komposit Relasi CUSTOMER

Atribut Bernilai Banyak (Multi Valued Attribute) Atribut Bernilai Banyak (misal disebut M) dari himpunan entitas E direpresentasikan dengan tabel EM yang terpisah. Tabel EM mempunyai atribut yang terdiri dari kunci primer E dan atribut M yang bernilai banyak. Setiap nilai dari Atribut Bernilai Banyak menjadi baris yang berbeda pada tabel EM.

Contoh E M Tabel EM (Customer-PhoneNumber) Relation Schema: terdiri dari kunci primer E dan atribut M Customer-Schema = (customer-id, date-of-birth) Customer-PhoneNumber-Schema= (customer-id, phone-number)

Integritas Referensial Customer Customer-phone-number

(a) Atribut Bernilai Banyak menjadi relasi terpisah dengan kunci tamu (b) Relasi Satu ke Banyak antara entitas awal dengan relasi baru

Latihan 3 DOSEN Gelar NIK Nama Alamat Nama_d Nama_b

Himpunan Entitas Lemah Himpunan entitas lemah dengan atribut a1, a2,, an dan himpunan entitas kuatnya dengan kunci primer b1, b2,, bm direpresentasikan sebagai tabel dengan n+m kolom, satu untuk setiap {a1, a2,, an} U {b1, b2,, bm}. b1, b2,, bm adalah kunci tamu dari yang menunjuk pada himpunan entitas kuat. Pada penghapusan data, bila data pada himpunan entitas yang kuat dihapus, data dengan kunci primer tersebut juga harus dihapus dari himpunan entitas lemah.

Loan-number amount Payment-number Payment-date loan Loan-payment payment Hasil Relasi Payment-amount Foreign key Primary key

Composite primary key Foreign key

Latihan 5 NRP Nama Mahasiswa Punya Hobbi Alamat Nama

NRP Jalan Alamat Kota Pekerjaan Mahasiswa Punya OrangTua Alamat Nama Nama_d Nama Nama_b

Transformasi Relasi Biner Terdiri dari Transformasi relasi 1 : 1 (1-1) Transformasi relasi 1 : N atau N : 1 (1- N/N-1) Transformasi relasi M : N (M-N)

Transformasi Himpunan Relasi 1 : 1 Untuk mentransformasikan relasi dengan Derajat Relasi 1-1 yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas (S dan T), pilih salah satu relasi (katakan S) dan tambahkan dengan kunci primer T plus atribut dari himpunan relasi tersebut. Dalam hal memilih relasi, pilihlah yang jumlah row-nya lebih sedikit atau yang ukuran tabelnya diperkirakan lebih kecil.

Transformasi Himpunan Relasi 1 : 1 nama_dos alamat_dos kode_jur nama_jur nik Dosen Mengepalai Jurusan Tabel: Dosen nik nama_dos alamat_dos Tabel: Jurusan kode_jur nama_jur nik Foreign key

Transformasi Himpunan Relasi 1 : N atau N : 1 Untuk mentransformasikan relasi dengan Derajat Relasi 1-N atau N-1 yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas (S dan T), pilih relasi yang berderajat N (katakan S) dan tambahkan kunci primer T (yang berderajat 1) plus atribut dari himpunan relasi tersebut. Dengan kata lain, kunci primer dari relasi yang berderajat satu menjadi kunci tamu di relasi yang berderajat banyak.

Transformasi Himpunan Relasi 1 : N atau N : 1 waktu nama_dos alamat_dos kode_kul nama_kul nik Dosen Mengajar Kuliah Tabel: Dosen nik nama_dos alamat_dos Foreign key Tabel: Kuliah kode_kul nama_kul nik waktu Atribut relasi

Transformasi Himpunan Relasi M:N Untuk mentransformasikan relasi dengan Derajat Relasi N-N yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas (S dan T), tambahkan tabel khusus dengan kolom: kunci primer dari himpunan entitas S plus kunci primer dari himpunan entitas T plus atribut dari himpunan relasi tersebut.

Translasi Relasi M:N nim nama_mhs nilai kode_kul nama_kul Mahasiswa Mempelajari Kuliah alamat_mhs Foreign key ke tabel Mahasiswa Primary key tgl_lahir nim kode_kul nilai Foreign key ke tabel Kuliah Tabel khusus yang mewakili Relasi Mempelajari: Tabel Mempelajari/Tabel Nilai Atribut relasi

KUNCI TAMU (FOREIGN KEY) Kunci Tamu (kadang disebut kunci asing) adalah sembarang atribut yang menunjuk ke kunci primer pada tabel lain. Kunci tamu dapat menunjuk pada tabel yang sama (tabel sendiri) tidak selalu harus menunjuk pada tabel yang lain.

Implementasi Relasi Tunggal (Unary Relation) Satu ke Banyak: penggunaan field key dua kali tetapi untuk fungsi yang berbeda. Banyak ke Banyak: pembentukan tabel baru yang merepresentasikan relasi tersebut. Tabel baru ini mendapatkan field dari semua atribut relasi (jika ada) yang ditambah dengan atribut key dari himpunan entitasnya. Satu ke Satu: merupakan kasus khusus dari hubungan satu ke banyak.

Contoh Unary 1:N Tabel : Employee employee-id employee-name telepon-number employee-id-mngr

Contoh Unary M : N

Hasil Unary M : N Tabel : Mahasiswa NRP Nama TglLahir Tabel : Praktikum NRP- Peserta NRP-Asisten-Praktikum

Contoh Unary 1:1 Tabel : Orang No-KTP Nama TglLhr No-KTP-Pasangan

Implementasi Relasi Multi Entitas (N-ary Relation) Relasi Multi Entitas dengan atribut a1, a2,, an yang menghubungkan himpunan entitas Ei s (katakan ada m himpunan entitas): direpresentasikan dengan sebuah tabel yang mempunyai n+m kolom, satu untuk setiap {a1, a2,, an} U {kunciprimer(e1), kunci-primer(e2),, kunciprimer(em)}

Contoh Ternary nm-jab id-jab jabatan nik nama nm-cabang kota pegawai bekerja cabang alamat kota kd-cab

Hasil Relasi Ternary Skema Relasi (Relation Schema) Pegawai (NIK, nama, alamat, kota) Jabatan (id-jab, nm-jab) Bekerja (NIK, id-jab, kd-cab) Cabang (kd-cab, nm-cabang, kota)

Integritas Referensial (Ternary) Cabang

Implementasi Spesialiasi/Generalisasi Cara 1: Buat tabel untuk entitas superior (higherlevel entity/lebih tinggi) Buat sebuah tabel untuk entitas yang ada di bawahnya (sub entitas/ lower-level entity), termasuk dari primary key superior entitas + atribut sub entitas. Kerugian cara 1: Untuk mendapatkan informasi mengenai sub entitas harus mengakses 2 buah tabel

Implementasi Spesialiasi/Generalisasi Cara 2: Buat tabel untuk setiap himpunan entitas dengan semua atribut lokal (di sub entitas) + atribut yg diwariskan. Kalau cara ini digunakan untuk generalisasi yg overlapping, maka beberapa nilai seperti alamat dan kota akan disimpan 2 kali dengan sia-sia.

Implementasi Spesialiasi/Generalisasi Cara 3: Kalau generalisasinya disjoint dan total, tidak perlu membuat tabel untuk himpunan entitas superior. Kalau generalisasinya partial, entitas yang tidak termasuk sub entitas manapun tidak dapat direpresentasikan.

Guidance Total Overlap & Partial Overlap cara 1 lebih baik (tidak akan ada pengulangan data terlalu banyak pada tabel sub-entitas) Partial + disjoint cara 1 atau cara 2 tetapi tabel superior harus ada agar entitas yang tidak termasuk pada sub entitas manapun dapat tetap direpresentasikan Total + disjoint cara 3 tanpa tabel superior karena setiap entitas pasti menjadi anggota dari salah satu sub entitas

Contoh Total + Disjoint ISA

Transformasi Total + Disjoint Skema Relasi Cara 1 Karyawan (NIK, Nama, Alamat, Tgl-Gajian, Tipe Karyawan) Karyawan Tetap (NIK, Gaji-Bulanan) Karyawan Harian (NIK, Honor-per-jam) Cara 2 Karyawan (NIK, Nama, Alamat, Tgl-Gajian, Tipe Karyawan) Karyawan Tetap (NIK, Nama, Alamat, Tgl-Gajian, Tipe Karyawan, Gaji-Bulanan) Karyawan Harian (NIK, Nama, Alamat, Tgl-Gajian, Tipe Karyawan, Honor-per-jam) Cara 3 Karyawan Tetap (NIK, Nama, Alamat, Tgl-Gajian, Tipe Karyawan, Gaji-Bulanan) Karyawan Harian (NIK, Nama, Alamat, Tgl-Gajian, Tipe Karyawan, Honor-per-jam)

Latihan 1 birthdate Address JobType NoKTP Employee Name ISA disjoint Secretary Technician Engineer TypingSpeed TGrade EngType

Latihan 2 Name Address NoKTP Person Birth-date ISA Major-Dept Salary Employee Degrees Alumnus Student Year Degree Major

Implementasi Agregasi Untuk merepresentasikan agregasi, buat tabel baru yang memiliki: Kunci primer dari relasi agregasi Kunci primer dari entitas-entitas yang dihubungi oleh relasi agregasi Atribut dari relasi agregasi

Contoh Agregasi

Skema Relasi Agregasi Mahasiswa (NRP, NamaMhs) Kuliah (KodeMK, NamaMK) Mempelajari (NRP, KodeMK, Waktu) Praktikum (kode_pra, nama_pra, jumlah_jam) Mengikuti (NRP, KodeMK, kode_pra, nilai) 50

Integritas Basis Data Integritas Keunikan Data (Key Constraints): setiap baris pada tabel harus unik. Tidak boleh ada dua baris yang sama. Integritas Domain Data (Domain Constraints): nilai untuk setiap atribut harus benar berdasarkan domain dari atribut tersebut. o Contoh: umur integer; 4 boleh dan 4.3 tidak boleh!

Integritas Basis Data Integritas Referensial (Referential Integrity Constraints): bila salah satu baris pada tabel menunjuk pada baris di tabel lain (kunci tamu), baris yang ditunjuk tersebut harus ada. Dengan kata lain, nilai dari kunci tamu harus ada sebagai kunci primer di tabel yang ditunjuk. Integritas Entitas (Entity Integrity Constraints): kunci primer tidak boleh bernilai NULL.

Integritas Referensial Ada 4 hal yang dapat dilakukan untuk menjaga integritas referensial: 1. Tidak memperbolehkan menghapus/mengubah data di tabel utama jika ada tabel lain yang menunjuk pada data tersebut melalui kunci tamu. 2. Jika menghapus data di tabel utama, data di tabel yang menunjuk pada tabel utama tersebut juga turut dihapus.

Integritas Referensial (2) 3. Jika menghapus data pada tabel utama, kita dapat membuat nilai dari kunci tamu pada tabel yang menunjuk pada tabel utama NULL. Tetapi hal ini tidak diperbolehkan untuk himpunan entitas lemah. 4. Jika data ditambahkan pada tabel yang menunjuk pada tabel utama tetapi data tersebut tidak ada di tabel utama, penambahan tidak diperbolehkan.

Contoh Integritas Referensial

Rangkuman Kuliah Model Relasional Pendahuluan Model Data Relational & Syarat Transformasi Model ER Model Relasi Himpunan Entitas, yg memiliki Atribut komposit Atibut bernilai banyak Himpunan Entitas Lemah Relasi Biner, Unary, N-Ary Implementasi Spesialisasi/Generalisasi Agregasi Integritas Basis Data