- PENENTUAN KAWASAN PRIORITAS Untuk menentukan kawasan priotitas tentunya adalah kawasan yang paling buruk dalam kelurahan Sudajayahilir. Untuk mendapatkan kawasan tersebut dapat dilakukan dengan superimposed antara peta peta tematik (kondisi perumahan, kondisi pelayanan pra air minum, sanitasi, jalan, drainase, dan dasar seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb) Hal tersebut dilakukan melalui proses diskusi kelompok atau diskusi kelompok terarah dengan menggunakan peta peta hasil pemetaan swadaya. Diskusi tersebut menghasilkan lokasi kawasan prioritas yang telah ditentukan. Pelaku penentu kawasan prioritas terdiri dari Warga kelurahan, perempuan dan laki laki, TIPP. TAPP, Tim Pemetaan Swadaya dibantu Tim Fasilitator. Kriteria penilaian pemilihan kawasan prioritas pengembangan, antara lain: Kawasan yang memiliki Potensi sumberdaya lokal yang lebih tinggi, apabila potensi tersebut didayagunakan, diperkirakan dapat menjadi triger (pemicu) perkembangan pembangunan fisik, spasial dan ekonomi kelurahan; Kawasan yang memiliki persoalan-persoalan pembangunan (fisik, sosial dan ekonomi) yang mendesak untuk ditangani (urgent); Kawasan potensi atau rawan bencana alam.. HASIL PEMETAAN SWADAYA KELURAHAN SUDAJAYAHILIR Penguatan/pengayaan pemetaan swadaya adalah suatu pendekatan partisipatif dari untuk menilai serta merumuskan sendiri berbagai persoalan yang dihadapi dan potensi yang dimiliki sehingga dapat mengidentifikasi masalah dan mengkompilasi pemecahannya. Kegiatan penguatan/pengayaan PS PLPBK merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemetaan sawadaya yang telah dilakukan di kegiatan penyusunan PJM pronangkis maupun kegiatan lain sebelumnya. Penguatan/pengayaan difokuskan pada kegiatan pengumpulan data yang dibutuhkan untuk aktifitas perencanaan berdasarkan potensi dan permasalahan. Kegiatan PS PLPBK dapat menggunakan metode penggalian informasi melalui peta-peta tematik, pemanfaatan maket desa, wawancara serta melakukan pengamatan lapangan untuk mencermati dan
- memahami kondisi fisik/pola ruang, sosial dan ekonomi wilayah Kelurahan Sudajayahilir saat ini. Hasil yang diharapkan yaitu:. Peta yang memuat berbagai informasi tentang kondisi, potensi, permasalahan (fisik, dan sosial serta mitigasi bencana).. Infromasi-informasi terkait potensi dominan (sosial, ekonomi, maupun /fisik) yang memiliki peluang untuk dikembangkan, serta informasi mengenai masalah krusial (sosial, ekonomi maupun /fisik) yang harus segera ditangani.. Pra analisis potensi dan masalah yang terjadi pada Kelurahan Sudajayahilir. Kelurahan Sudajayahilir terbagi menjadi rukun warga. Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) bersama Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif (TAPP), Pokja PLPBK dan Relawan melakukan kegiatan pemetaan swadaya PLPBK di RW. Adapun hasil pemetaan swadaya akan diuraikan pada tabel dibawah ini. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Jalan /gang sudah pada rusak Saluran air limbah warga rusak Sering terjadi bocor bila hujan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Ibadah Rehab Jalan /gang Drainase/grafel Gorong-gorong Perbaikan Atap Masjid Al-Ikhwan 0 0 00,, 0 RT 0 0 Sarana WC yang sudah ada sudah tidak layak pakai Tempat Wudhu masjid Al Ihwan sudah tidak layak Sarana MCK yang sudah ada sudah tidak layak pakai Kondisi tanah labil dan sering longsor WC R.A tidak layah pakai Tidak adanya untuk bermain Untuk mencuci warga masih menggunakan air kotor Saluran air limabah rumah tangga dan hujan menganggur dan tidak mempunyai keterampila rumah yang sudah tidak layak huni kesehatan Ibadah kesehatan pelayanan kesehatan Lingkungan kesehatan pemukiman potensi ekonomi Mengurangi jumlah warga yang memilik rumah tidak layak Perbaikan WC Umum Perbaikan Tempat Wudhu RT 0 RT 0 Revitalisasi MCK RT 0 Tembok Penahan Tanah Perbaikan WC RA. Hidayah Mujtahid Taman RW Pengadaan Sumur Bor/SAB Pembuatan Flat decker / buck beton Pelatihan Kuliner Pelatihan Menjahit 0 RT RT RT RT 0 RT 0 Rehabilitasi RTLH Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0,,, Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah jalan yang rusak, saluran drainase yang terputus, keterampilan yang kurang dan RTLH Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW 0
- berada pada tingkat rendah Hal ini dikarenakan tingkat permasalahan bukan masalah yang harus cepat diatasi dan tidak akan menimbulkan kerugian jangka panjang bagi RW 0. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 0 Warga masih membuang sembarangan Ayam sering masuk dan mengotori sekolah Jalan sebagian sudah rusak Meja dan kursi DTA pada rusak (tidak layak pakai) Lapang bulu tangkis masih tanah PAUD tidak mempunyai gedung sendiri Warga masih membuang sembarangan jalan setapak yang masih tanah Masih banyak tidak memiliki sumur pribadi Volume air sungai bila hujan sering Pendidikan Pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan Drainase/grafel Pemagaran DTA At Tawakal Drainase 000 RT 0 RT 0 0 Jalan Lingkungan 0 Pengadaan meja kursi untuk DTA Sarana olah raga Bulu Tangkis ruang kelas Paud At Tawakal RT 0, 0, 0, 0, 0 RT 0, 0, 0 0 RT 0 RT 0 RT 0 Pembuatan TPSS RT 0 Pembuatan rabat beton Jalan Lingkungan 0 Pengadaan MCK Perlu dibuatkan Sodetan/ (gorong- RT 0, 0, 0 RT 0, 0 00 RT meluap menimbulkan banjir rumah yang tidak layak huni MCK yang sudah ada tidak layak pakai Banyak warga yang masih menggunakan air sungai yang kotor Tidak tersedianya tempat bermain Mengurangi jumlah pemilihk RTLH gorong) Perbaikan Tempat Tinggal (RTLH), 0,, 0, 0, 0 Revitalisasi MCK RT 0 pelayanan Pengadaan Sumur bor RT 0 Pembuatan Taman RW RT 0 Akses kejalan utama Jauh Kondisi tanah labil dan sering longsor Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0 Pembuatan jalan aspal 00 RT 0 Tembok Penahan Tanah 00 RT 0 Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah rumah tidak layak huni dan sistem drainase Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW 0 berada pada tingkat sedang Hal ini dikarenakan tingkat permasalahan masih dapat diselesaikan bersama warga di RW 0. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Jalan sebagaian sudah rusak Rehab Jalan,
- 0 jalan tanah Saluran air limabah rumah tangga dan hujan Kondisi tanah labil dan sering longsor Ayam sering masuk dan mengotori masjid rumah yang tidak layak huni Kurangnya pembinaan kader posyandu Kurangnya pembinaan Linmas Kurangnya pembinaan pemuda peribadatan Mengurangi jumlah pemilihk RTLH potensi kader posyandu potensi Linmas potensi Pemuda Pembuatan rabat beton jalan Pembuatan Buck Solokan 0 Pemb Drainase RT 0 TPT saluran Air 0 RT 0 Pembuatan Drainase Pemagaran Masjid Al-Ikhlas Rehab RTLH Pembinaan kader posyandu Pembinaan Linmas Pembinaan kepemudaan Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0 0 RT 0 0 RT 0 0,,, Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah jaringan jalan yang rusak dan permaslahan kualitas sumber daya manusia. Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW 0 berada pada tingkat rendah Hal ini dikarenakan permasalahan utama di RW 0 adalah tingkat partisipasi dan kaderisasi di bidang pendidikan dan pemberdayaan. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Kondisi tanah labil dan sering longsor Jalan sebagaian sudah rusak rumah yang tidak layak huni Saluran air untuk pertanian tidak lancar Tempat berkumpul warga tidak tersedia Masih banyak tidak memiliki sumur pribadi menganggur dan tidak mempunyai keterampila Tidak ada ruang pertemuan warga Jalan tidak layak perlu direvitalisasi Masih banyak tidak memiliki sumur pribadi pelayanan Mengurangi jumlah pemilihk RTLH pertanian pemukiman pelayanan kesehatan kaspasitas dan keterampilan warga Drainase 0 Pembuatan TPT 0 Rehab gang 0 RT 0,0 0 RT 0, 0 Rehab RTLH RT 0 Pemb. Drainase/Irigasi Pemb. Flat Decker / Buk Beton Pemb. Grafel Beton/gorong 00 0 0 Pemb. MCK Pemb. Posyandu Pemb. Gedung Serba Guna Pemasangan Paving Blok MCK Komunal 0
- Tidak ada tempat bermain dan ruang hiujau Jalan masih kelihatan gelap Pemb. Taman RW Pembuatan PJU Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0 Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah permasalahan fisik seperti jaringan jalan, drainase, SPAL, RTLH dan lain-lain. Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW berada pada tingkat tinggi Hal ini dikarenakan permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan infrastruktur dan sanitasi yang harus segera diselesaikan. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Akses kejalan utama terbatas Kondisi tanah labil rawan longsor Air hujan selalu menggenang dijalan menempati rumah tidak layak huni Masih banyak warga membuang Mengikatkan Mengikatkan Mengikatkan Mengikatkan Mengurangi jumlah pemilihk RTLH Pembuatan jalan setapak 00 Pembuatan TPT 00 Pembuatan Drainase pembuatan saluran air pinggir jalan 00 00 Rehab rumah pembuatan TPSS 0, RT 0, RT 0, 0,,, 0 sembarangan Tidak adanya saran ruang terbuka hijau Gang rabat beton sudah banyakk yang rusak Pencemaran dari air limbah rumah tangga dan air hujan Bila malam jalan masih kelihatan gelap Posyandu tidak mempunyai bangunan sendiri dipinggir jalan sudah tidak layak Untuk membuang ke TPS jauh Tempat bermain anak masih tanah Untuk pembersihan rumput di sekitar jalan membutuhkan waktu yang cukup lama Perlunya peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang budidaya puyuh Mengikatkan Mengikatkan kesehatan kesehatan potensi pembuatan RTH revitalisasi gang dengan aspal 00,, Pembuatan SAB RT 0 Pengadaan lampu PJU Revitalisasi Posyandu Revitalisasi Drainase Perlunya dibuatkan Roda pemasangan pavin blok (taman main anak-anak) Pengadaan mesin babat rumput Pelatihan Budidaya puyuh RT 0, RT 0 0 0 0 RT 0,,
- Perlunya peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang budidaya lele Perlunya peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang budidaya domba potensi potensi Pelatihan Budidaya lele Pelatihan Budidaya domba Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0,, Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah saluran drainase, jaringan jalan RTLH dan RTH. Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW 0 berada pada tingkat sedang Hal ini dikarenakan permasalahan lebih utama pada infrastruktur jalan dan saluran sedangkan untuk sanitasi tidak terdapat permasalahan. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Saluran air sungai Masih banyaknya membuang sampai kesungai MCK yang sudah ada sudah tidak layak digunakan Murid DTA bila mau BAB harus pulang kerumah Mengikatkan irigasi sekolah pembuatan Drainase 00 RT 0, 0 Pembuatan TPT 000 RT 0 Pembuatan TPSS RT 0 Revitalisasi MCK RT 0 Pembuatan WC di DTA Sirojul Mubtadiin RT 0 0 Posyandu kotor karena banyak ternak masuk menempati rumah tidak layak huni Sekolah kotor karena banyak ternak masuk Mahalnya biaya untuk membajak sawah Untuk pembersihan rumput di sekitar jalan membutuhkan waktu yang cukup lama Mengurangi jumlah RTLH sekolah pertanian Pemagaran Posyandu Perehaban Rumah Tidak layak Huni Pemagaran DTA Sirojul Mubtadiin Pengadaan Traktor untuk kel. tani Pengadaan mesin rumput Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0 Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 0 RT 0 RT 0 0 RT 0 adalah permasalahan ekonomi dan. Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW 0 berada pada tingkat permasalahan rendah Hal ini dikarenakan tingkat permasalahan lebih kepada usaha pengembangan sektor pertanian dan. sehingga dapat disimpulkan penduduk di RW 0 sudah memiliki tingkat kesejahteraan dan kesadaran yang tinggi Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Jalan utama bila malam gelap dan sering terjadi kejahatan Pengadaan PJU
- 0 Susahnya membuang air limbah bekas cuci warga TPS yang sudah ada sudah tidak layak berserakan dipermukiman gang yang masih tanah Saluran air untuk pengairan sawah Tidak adanya ruang terbuka hijau untuk bermain Gang yang sudah ada sudah rusak Pinggir jalan masih kelihatan gersang Drainase tidak lancar masih terdapat menempati rumah tidak layak huni Masih tinggi tingkat pengangguran Kurangnya biaya untuk peningkatan usaha Terbatasnya pinjaman yang pertanian Mengurangi jumlah pemilik rtlh Potensi permodalan usaha bersama permodalan Pengadaan gorong-gorong pembuangan air limbah warga Rehab TPS pengadaan tong pembuatan gang baru (betoniosasi) Pembuatan TPT solokan Pembuatan taman RW 0 0 Rehab Gang Pengadaan pot bunga pinggir jalan (beserta bunganya) penembokan drainase 0 RT 0, 0 0 RT 0 RT 0 0 0 0 Perehaban RTLH RT 0 Pelatihan sablon 0 Bantuan modal budidaya jamur Bantuan modal untuk lumbung RT 0 RT 0 dapat diterima anggota Belum adanya air untuk Jamban posyandu kesehatan padi Pembuatan sumur bor Posyandu Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0 RT 0 Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah permasalahan infrastruktur, ruang terbuka hijau dan sosial. Jika dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan, RW 0 berada pada tingkat sedang hal ini dikarenakan permasalahan dominan di RW 0 adalah infrastruktur dan sosial. Tabel. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Swadaya RW 0 Bila hujan sering terjadi genangan air Terputusnya jalan warga tidak mempunyai akses gang ketempat tinggal Bila hujan sering terjadi genangan air Masjid Kotor karena ternak Gang yang sudah ada sudah tidak layak digunakan Pos Ronda sudah rusak peribadatan Drainase saluran air hujan Pembuatan Jembatan Pembuatan gang baru 0 RT 0 Saluran Air 0 RT 0 Pemagaran Masjid 0 RT 0 Rehab Gang 0 RT 0 Pembuatan Pos Ronda permanen
- 0 Atap majlis taklim rusak bila hujan suka bocor Ponpes Kotor karena ternak Tempat penampungan air di ponpes rusak membuang sembarangan Saluran air sungai dan sering banjir menempati rumah tidak layak huni Bangunan Ponpes rusak Masih banyak warga tidak mempunyai MCK pribadi MCK yang sudah ada kondisinya tidak layak pakai Warga sekitar kekurangan air bersih saluran air hujan Pintu masuk wilayah tidak kelihatan indah irigasi dan kesehatan dan kesehatan dan kesehatan Rehab Majlis Taklim Pemagaran Ponpes Rehab tempat Penampungan Air di Ponpes Tempat Pembuangan Sampah Pembuatan TPT/Talud RT 0 RT 0 RT 0 RT 0 000 Rehabilitasi RTLH Rehab Ponpes RT 0 Pembuatan MCK RT 0 Revitalisasi MCK RT 0 Pengadaan SAB (tangki 00L) RT 0 Grafel 00 RT 0 pembuatan gapura RT 0 0 Bendungan untuk pengairan kolam ikan sudah tidak layak Banyak genangan air dipermukiman bila hujan Masih banyak membuang kotoran langsung kesungai Kolam ikan sebagai potensi ekonomi tidak terurus Tidak ada ruang untuk berkumpul warga tanah kosong dibiarkan gersang tanpa tanaman Pontren Kotor karena ternak Jauhnya TPSS dari permukiman warga Majlis taklim kondisi bangunan rusak Jalan gelap nila malam tiba Irigasi dan kesehatan ekonomi keagamaan revitalisasi bendungan Pembuatan lubang biopori pengadaan Septik tank komunal revitalisasi kolam ikan pembuatan gazebo RT 0 0 RT 0 RT 0 RT 0 Pembuatan RTH RT 0 pemagaran Pesantren Pengadaan roda Rehab Majlis Taklim Penerangan jalan 0 Usaha perikanan Bantuan Modal kekurangan modal ekonomi usaha perikanan Sumber : Hasil Pemetaan Swadaya PLPBK Kelurahan Sudajayahilir Tahun 0 RT 0 RT 0 0 RT 0 RT 0 Tabel diatas menjelaskan permasalahan dominan di RW 0 adalah belum adanya akses menuju jalan, banjir, sanitasi buruk, RTLH, keamanan dan kenyamanan yang tidak terjamin. Jika dilihat berdasarkan
- tingkat kebutuhan penanganan, RW 0 berada pada tingkat tinggi Hal ini dikarenakan kompleksnya permasalahan di RW 0 terutama yang perlu penanganan cepat yaitu banjir yang dapat merugikan baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.. Rekapitulasi dan Tingkat Basic Perumusan dan misi pembangunan Kelurahan Sudajayahilir di FGD (Focus Discusion Gruop) mulai dari tingkat basis. Setelah diskusi dari tingkat basis dilanjutkan dengan adanya penyepakatan untuk visi tingkat kelurahan. Adapun hasil dari kesepakatan warga untuk dan misi di tingkat basic adalah sebagai berikut : Tabel. Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG HIJAU ATAS DASAR GOTONG ROYONG Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0. Wajib Belajar Sembilan Tahun. Sadar Akan pentingnya Kesehatan. Mengajak Masyarakat Sebagai Pelaku Ekonomi Produktif Melalui Program-Program Pemerintah Tabel.0 Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA. Melaksanakan Penataan Lingkungan yang Bersih MASYARAKAT. Menata Permukiman Miskin. Penataan Sarana Air Bersih Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0 Tabel. Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir TERWUJUDNYA. Sumber Daya Manusia MASYARAKAT YANG. Keterampilan WIrausaha PRODUKTIF KREATIF SEHAT DAN SEJAHTERA. Lingkungan yang Sehat dan bersih Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0 Tabel. Rekapitulasi dan RW Kelurahan Sudajayahilir DENGAN SEMANGAT GOTONG ROYONG. Selalu Bergotong royong dalam setiap pembangunan SIAP MENSUKSESKAN. Mewujudkan yang partisipatif PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS. Adanya Keterlibatan warga dalam setiap pembangunan Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0 Tabel. Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir TERCIPTANYA LINGKUNGAN. partisipasi dan swadaya USAHA DAN PERMUKIMAN YANG. kesadaran warga terhadap hidup sehat SEHAT TERTATA. keterampilan warga DAN ASRI. Menumbuhkan jiwa usaha warga Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0 Tabel. Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir LOASARI ASRI ( AMANAH SEHAT. Mendiptakan Lingkungan permukiman yang tertata
-0 SEJAHTERA DAN BERJATIDIRI). Menumbuhkan Kepedulian dan Gotongroyong. Keterampilan warga Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0 Tabel. Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir TERWUJUDNYA LINGKUNGAN YANG. Melaksanakan Penataan Lingkungan dengan penenman Pohon dan Bunga HIJAU BERSIH DAN. Melaksanakan Jumat Bersih SEHAT DENGAN MASYARAKAT YANG BERILMU. Menjadikan Pasir Pogor sebagai pusat pendidikan Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0 Tabel. Rekapitulasi dan RW 0 Kelurahan Sudajayahilir DENGAN LANDASAN IMAN DAN TAQWA KEPADA ALLAH SWT, UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG AMAN, TENTRAM, SEHAT DAN SEJAHTERA Sumber : Hasil Focus Group Discusion, Tahun 0. Bekerja tulus dan ikhlas memberikan pelayanan kepada. Melaksanakan prinsip musyawarah dan gotong royong dalam melaksanakan kegiatan. Mendorong pendidikan formal dan non formal. Mendorong meningkatnya Perekonomian. PERTIMBANGAN PEMILIHAN KAWASAN PRIORITAS Dalam proses perencanaan mikro perumahan permukiman, perlu dipilih kawasan prioritas pengembangan terlebih dahulu sebagai strategi dalam mencapai visi dan misi Kelurahan Sudajayahilir. Kawasan prioritas ini merupakan kawasan yang penting untuk diatur dan diperbaiki karena memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Penetapan kawasan prioritas bertujuan untuk mempermudah menentukan bagian wilayah dari Kelurahan Sudajayahilir yang memiliki prioritas pembangunan dan pengembangan untuk mendukung pencanangan visi dan misi kawasan. Penetapan kawasan prioritas dilakukan dengan skoring permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh setiap RW di Kelurahan Sudajayahilir sehingga diketahui kawasan dengan nilai tertinggi yang layak untuk dijadikan kawasan prioritas. Terdapat dua metode yang digunakan untuk menentukan kawasan prioritas di Kelurahan Sudajayahilir, yaitu metode skoring kawasan prioritas menurut Ditjen Cipta Karya dan skoring kawasan prioritas menurut Kelurahan Sudajayahilir... Metode Penetapan Kawasan Prioritas Menurut Ditjen Cipta Karya Penetapan kawasan strategis ditetapkan berdasarkan beberapa indikator penilaian yang diukur dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan non fisik dari setiap lingkup RT di Kelurahan Sudajayahilir. Indikator penilaian untuk pemilihan kawasan prioritas tersebut adalah sebagai berikut: a) Vitalitas non ekonomi yakni kesesuaian dengan tata ruang, kondisi bangunan, dan kependudukan; b) Vitalitas ekonomi yakni letak kawasan, jarak ke tempat kerja, dan fungsi kawasan sekitar; c) Status tanah; d) Kondisi pra yang meliputi jalan, drainase, air, limbah, dan peran; dan
- e) Tingkat partisipasi. Berikut ini merupakan tabel kompilasi hasil perhitungan penetapan kawasan prioritas menurut standar yang ditetapkan Ditjen Cipta Karya- Kemen PU. Tabel - Analisis Kriteria Penetapan Kawasan Prioritas Sesuai Standar Ditjen Cipta Karya No Kriteria Variabel Pertimbangan Vitalitas Non Ekonomi Vitalitas Ekonomi Status Tanah Sesuai Tata Ruang Kondisi Fisik Bangunan Kondisi Kependudukn Letak Kawasan Strategis Jarak ke Tempat Mata Pencaharian Fungsi Kawasan Sekitar Dominasi Status Status Kepemilikan Tanah Dari segi vitalitas non ekonomi keseluruhan RT di Kelurahan Sudajayahilir dalam kondisi serupa (homogen). Tidak semua RW telah berfungsi sesuai dengan amanat RTRW yakni sebagai kawasan perdagangan & jasa skala regional. Secara umum, kondisi bangunan di semua RT di Kelurahan Sudajayahilir dalam keadaan baik, hanya saja masih terdapat rumah tidak layak huni yang memerlukan perbaikan dan penataan. Tidak ada perbedaan atau pengaruh yang signifikan terhadap kondisi kependudukan selain kepadatan penduduk yang bervariasi di setiap RW. Homogenitas juga terlihat dari sisi vitalitas ekonomi. Semua RW di Kelurahan SUdajayahilir dilewati oleh jalur regional yakni Jl. Lingkar Selatan yang menyebabkan kelurahan ini cukup strategis dari segi aksesibilitas, ditambah lokasinya yang cukup dekat dengan pusat kota sehingga tidak kesulitan dalam menuju lokasi kerja. Dari sisi status tanah, dominasi status dan kepemilikan tanah adalah hak milik. No Kriteria Variabel Pertimbangan Kondidi Jalan Dari kondisi jalan, RW.0, RW 0 dan Lingkungan RT.0 memiliki kondisi jalan yang relatif lebih rusak dibandingkan RW 0,, dan 0 lainnya. Sedangkan kondisi jalan yang relative lebih baik kondisinya terdapat di RT.0 dan 0 Kondisi Pra Kondisi Drainase Drainase merupakan salah satu permasalahan inti di Kelurahan Sudajayahilir. Drainase yang perlu penataan dan perbaikan terdapat di seluruh kelurahan Sudajayahilir Kondisi Air Minum Terkait dengan jaringan air minum/ air bersih, Kelurahan Sudajayahilir tidak pernah mengalami keurangan air bersih. Kondisi sanitasi Kondisi sanitasi yang perlu perbaikan terletak di RW.0, RW 0 dan RW.0 terkait dengan kondisi jaringan air limbah kurang tertata ( hanya dibuang di tanah). Kondisi Peran Tingkat Partisipasi Warga Sumber: Hasil Analisis Tahun 0 Penumpukan kerap terlihat hampir di seluruh kawasan Kelurahan Sudajayahilir Akantetapi warga masih melakukan kegiatan membakar untuk mengurangi volume menumpuknya Tingkat partisipasi warga bervariasi. Warga dengan tingkat partisipasi tertinggi terletak di RW.0 dan terendah di RW. dan RW.0. Skoring dilakukan dengan mempertimbangkan analisis kriteria penetapan kawasan prioritas di atas. Semakin bermasalah suatu lokasi dengan kriteria
- tersebut, nilainya akan semakin tinggi. Rentang nilai antara 0 hingga 0, dengan 0 tidak bermasalah dan 0 sangat bermasalah. Untuk kriteria yakni tingkat partisipasi warga nilai skor didasarkan pada tingkat partisipasi dimana lokasi dengan tingkat partisipasi tertinggi akan mendapat poin tertinggi, dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan tingkat partisipasi warga berkaitan dengan dukungan warga akan pembangunan di daerahnya. Penentuan kawasan prioritas akan dilakukan dengan melihat total nilai skor tertinggi. Tabel. Skoring Penetapan Kawasan Prioritas Sesuai Standar Ditjen Cipta Karya No Kriteria Variabel Bobot Per RW 0 0 0 0 0 0 0 Vitalitas Sesuai Tata Ruang 0 0 0 0 0 0 0 0 Non Kondisi Fisik Bangunan 0 0 0 0 0 0 0 0 Ekonomi Kondisi Kependudukn 0 0 0 0 0 0 0 0 Letak Kawasan 0 0 0 0 0 0 0 0 Vitalitas Ekonomi Status Tanah Kondisi Pra Strategis Jarak ke Tempat Mata 0 0 0 0 0 0 0 0 Pencaharian Fungsi Kawasan Sekitar 0 0 0 0 0 0 0 0 Dominasi Status 0 0 0 0 0 0 0 0 Status Kepemilikan 0 0 0 0 0 0 0 0 Tanah Kondidi Jalan 0 0 0 0 0 0 0 0 Lingkungan Kondisi Drainase 0 0 0 0 0 0 0 0 Kondisi Air Minum 0 0 0 0 0 0 0 0 Kondisi sanitasi 0 0 0 0 0 0 0 0 Kondisi Peran 0 0 0 0 0 0 0 0 Tingkat Partisipasi Warga 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber: Hasil Analisis Berdasarkan Konsep Pedoman Identifikasi Kawasan Permukiman Kumuh Penyangga Metropolitas Direktorat Pengembangan Permukiman Direktorat Jendral Cipta Karya Kemen PU Berdasarkan skoring diatas, RW 0 dan RW 0 memiliki nilai yang paling tinggi yakni 0 dan 0, sedangkan yang terendah adalah RW 0 dan RW dengan nilai 0. Oleh karena itu, yang dipilih sebagai kawasan prioritas adalah RT.0 dan RT.0 berdasarkan tingkat kompleksitas permasalahan dan potensi yang dapat dikembangkan menurut standar Ditjen Cipta Karya. Untuk menentukan kawasan prioritas di Kelurahan Sudajayahilir dilakukan beberapa pertimbangan yaitu: Merupakan Kawasan PAKUMIS (Padat, Kumuh dan Miskin) atau berada di salah satu kriteria tersebut. Kawasan/zona memiliki persoalan-persoalan pembangunan baik secara fisik, sosial maupun ekonomi mendesak untuk ditangani. Kawasan/zona memiliki potensi sumberdaya lokal yang lebih tinggi dibandingkan kawasan/zona lainnnya sehingga apabila potensi tersebut didayagunakan, diperkirakan dapat membangkitkan perkembangan (trigger) perkembangan pembangunan fisik, sosial dan ekonomi diseluruh wilayah kelurahan. Kawasan/zona berpotensi rawan bencana (antara lain bankir, kecelakaan). Kawasan merupakan kawasan permukiman kurang mampu/miskin... Metode Penetapan Kawasan Prioritas Menurut Masyarakat Dalam penentuan kawasan prioritas, Kelurahan Sudajayahilir memiliki kriteria sendiri yang telah disepakati secara bersama. Berikut
- merupakan kriteria kawasan prioritas yang telah disepakati oleh Kelurahan Sudajayahilir: a) ; b) banyaknya KK miskin; c) pendapatan ; d) pendidikan ; e) kondisi dan pra. Berdasarkan kriteria di atas, maka didapat perangkingan RT yang menjadi kawasan prioritas di Kelurahan Sudajayahilir yaitu: a) RW 0, karena banyaknya rumah tidak layak huni, saluran drainase yang rusak, sering terjadi luapan ari yang merusak lahan pertanian, potensi lahan yang dihibahkan, banyaknya MCK yang rusak dan banyaknya KK miskin. b) RW 0, jaringan jalan rusak, system drainase yang buruk, tidak terdapatnya pembuangan. c) RW 0, karena jaringan jalan rusak, tidak terdapatnya pembuangan, MCK rusak. d) RW 0, karena tidak terdapatnya pembuangan, MCK rusak, banyaknya RTLH e) RW, karena jaringan jalan rusak, saluran irigasi buruk, tidak terdapat drainase, MCK rusak. f) RW 0, karena kawasan paling padat di Kelurahan Sudajayahilir jalan yang rusak, tidak terdapat pean g) RW 0, karena system drainse yang terputus h) RW 0, terdapat terminal tipe A dan kantor imigrasi Berdasarkan skoring menurut Ditjen Cipta Karya maupun menurut perankingan yang telah disepakati oleh, RW 0 dipilih sebagai kawasan prioritas. Sehingga selanjutnya, rencana pembangunan dan pengembangan kawasan akan difokuskan di RW 0.. KAWASAN PRORITAS TERPILIH Kawasan prioritas terpilih di Kelurahan Sudajayahilir, berdasarkan pertimbangan diatas dan berbagai pertimbangan prioritas di Kelurahan Sudajayahilir penataan saluran irigasi, RTLH, pembangunan akses jaringan jalan, pembangunan RTH dan perbaikan MCK merupakan skala prioritas yang harus segera dibenahi. Penataan saluran irigasi diutamakan karena ketika musim hujan aliran air meluap dan menimbulkan genangan yang berdampak pada berbagai kerugian bagi RW 0. Kerugian yang ditimbulkan antara lain :. Rusaknya lahan pertanian. Rusaknya MCK. Menurunya kualitas kesehatan. Lingkungan menjadi kotor RW 0 berada di bagian selatan Kelurahan Sudajayahilir yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Jayamekar. Lebih jelasnya mengenai lokasi kawasan prioritas akan ditampilkan pada peta dibawah ini.
- Gambar. Peta Lokasi Kawasan Prioritas Kelurahan Sudajayahilir Gambar. Peta Penggunaan Lahan Lokasi Kawasan Prioritas RW 0 Kelurahan Sudajayahilir