HJ-3 MACAM-MACAM JAMINAN. Oleh Herlindah, SH, M.Kn

dokumen-dokumen yang mirip
FAKULTAS HUKUM. Hukum Jaminan 4 HAK-HAK YANG MEMBERIKAN JAMINAN. Herlindah, SH, M.Kn UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KREDITUR DAN DEBITUR. Dalam Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan

PERBEDAAN ANTARA GADAI DAN FIDUSIA

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI HUKUM JAMINAN KREDIT. Istilah hukum jaminan berasal dari terjemahan zakerheidesstelling,

PENGIKATAN PERJANJIAN DAN AGUNAN KREDIT

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG GADAI

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Perbankan) Pasal 1 angka 11, menyebutkan : uang agar pengembalian kredit kepada debitur dapat dilunasi salah satunya

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI PERJANJIAN, JAMINAN DAN GADAI. politicon). Manusia dikatakan zoon politicon oleh Aristoteles, sebab

HAK TANGGUNGAN TANAH & BANGUNAN SEBAGAI JAMINAN PELUNASAN UTANG

BAB I PENDAHULUAN. dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan

Benda??? HUKUM/OBYEK HAK Pengertian Benda secara yuridis : Segala sesuatu yang dapat menjadi obyek Hak Milik (Sri soedewi M.

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN. Istilah jaminan merupakan terjemahan dari bahasa Belanda, yaitu zekerheid atau cautie.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tersebut, maka salah satu cara dari pihak bank untuk menyalurkan dana adalah dengan mem

BAB II TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HIPOTIK DAN HAK TANGGUNGAN. Hipotik berasal dari kata hypotheek dari Hukum Romawi yaitu hypotheca yaitu suatu jaminan

BAB II KEDUDUKAN CORPORATE GUARANTOR YANG TELAH MELEPASKAN HAK ISTIMEWA. A. Aspek Hukum Jaminan Perorangan Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

PENYELESAIAN SECARA HUKUM PERJANJIAN KREDIT PADA LEMBAGA PERBANKAN APABILA PIHAK DEBITUR MENINGGAL DUNIA

BAB I PENDAHULUAN. Pada kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari manusia lain

II.1 Tinjauan Teoritis Gadai dalam Jaminan Kebendaan II.1.1 Pengertian Jaminan

BAB II TINJAUAN HUKUM TENTANG JAMINAN FIDUSIA. Lembaga jaminan fidusia merupakan lembaga jaminan yang secara yuridis

PENGURUSAN HARTA PAILIT PEMBERESAN HARTA PAILIT TUGAS KURATOR. Heri Hartanto, Hukum Acara Peradilan Niaga (FH-UNS)

BENTUK-BENTUK JAMINAN MENURUT HUKUM INDONESIA

Mengenai Hak Tanggungan. Sebagai Satu-Satunya Lembaga Hak Jaminan atas Tanah

BAB I PENDAHULUAN. suatu usaha/bisnis. Tanpa dana maka seseorang tidak mampu untuk. memulai suatu usaha atau mengembangkan usaha yang sudah ada.

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HAK TANGGUNGAN SEBAGAI HAK JAMINAN. A. Dasar Hukum Pengertian Hak Tanggungan

PENYELESAIAN KREDIT MACET DENGAN JAMINAN FIDUSIA

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN FIDUSIA DAN GADAI. yuridis formal diakui sejak berlakunya Undang-undang No. 42 Tahun 1999

Pembebanan Jaminan Fidusia

BAB I PENDAHULUAN. harga-harga produksi guna menjalankan sebuah perusahaan bertambah tinggi

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, kegiatan ini memegang peranan penting bagi kehidupan bank. umum di Indonesia khususnya dan di negara lain pada umumnya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI HUKUM JAMINAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

PENANGGUHAN EKSEKUSI OBJEK HAK JAMINAN KREDIT DI BANK DARI PERUSAHAAN YANG PAILIT 1 Oleh : Timothy Jano Sajow 2

Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang TUJUAN KEPAILITAN TUJUAN KEPAILITAN. 22-Nov-17

BAB III BADAN HUKUM SEBAGAI JAMINAN TAMBAHAN DALAM PERJANJIAN KREDIT DI BPR ALTO MAKMUR SLEMAN

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

Sistem Pembukuan Dan, Erida Ayu Asmarani, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UMP, 2017

pada umumnya dapat mempergunakan bentuk perjanjian baku ( standard contract)

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya jaminan dalam pemberian kredit merupakan keharusan yang tidak

Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Istilah Kepailitan 9/4/2014

BAB II PERJANJIAN JAMINAN DALAM HUKUM POSITIF. Istilah jaminan dalam peraturan perundang-undangan dapat dijumpai

AKIBAT HUKUM TERHADAP PERJANJIAN HUTANG MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. Istiana Heriani*

BAB V PENUTUP. polis asuransi jiwa di PT Asuransi Jiwasraya Cabang Yogyakarta ini

ASPEK HUKUM PERSONAL GUARANTY. Atik Indriyani*) Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan ekonomi sebagai bagian

BAB I PENDAHULUAN. adalah dengan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali

PENAGIHAN SEKETIKA SEKALIGUS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan di bidang ekonomi merupakan bagian dari

HUKUM PERDATA (2. HUKUM BENDA) Bagian Hukum Perdata 2012/2013

Bab 1 PENDAHULUAN. merupakan suatu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, salah satu

BAB I PENDAHULUAN. perubahan terencana dan terarah yang mencakup aspek politis, ekonomi, demografi, psikologi, hukum, intelektual maupun teknologi.

BAB I PENDAHULUAN. pembiayaan/leasing) selaku penyedia dana. Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan disebutkan bahwa :

BAB II TINJAUAN MENGENAI PENGATURAN PENGEMBALIAN PIUTANG DENGAN JAMINAN FIDUSIA. A. Ketentuan Hukum Jaminan menurut KUHPerdata dan KUH Dagang

BAB I PENDAHULUAN. piutang ini dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (yang selanjutnya disebut

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan nasional, salah satu usaha untuk mewujudkan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. kreditnya, sebab kredit adalah salah satu portofolio alokasi dana bank yang terbesar

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Jadi dalam pembangunan, masing-masing masyarakat diharap dapat. Indonesia yaitu pembangunan di bidang ekonomi

BAB II PENGATURAN HAK ISTIMEWA DALAM PERJANJIAN PEMBERIAN GARANSI. Setiap ada perjanjian pemberian garansi/ jaminan pasti ada perjanjian yang

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN KREDIT. dikembalikan oleh yang berutang. Begitu juga halnya dalam dunia perbankan

PENJUALAN DIBAWAH TANGAN TERHADAP OBYEK JAMINAN FIDUSIA SEBAGAI PENYELESAIAN KREDIT NARATAMA BERSADA CABANG CIKUPA, KABUPATEN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Tinjauan Umum Kekuatan Eksekutorial Hak Tanggungan dalam lelang

BAB I PENDAHULUAN. bertahap, pada hakikatnya merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan

PRINSIP=PRINSIP HAK TANGGUNGAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1996 TENTANG

BAB II TINJAUAN YURIDIS HUKUM JAMINAN PADA UMUMNYA. Istilah hukum jaminan merupakan terjemahan dari istilah security of Law,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945,

KEDUDUKAN GADAI SYARIAH (RAHN) DALAM SISTEM HUKUM JAMINAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. utama sekaligus menentukan maju mundurnya bank yang bersangkutan

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN, DAN JAMINAN KREDIT. 2.1 Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan

BAB IV ANALISIS HUKUM TERHADAP PERUBAHAN BANK GARANSI DALAM SUATU PENJAMINAN. A. Prosedur Perubahan/Amendment Bank Garansi Terhadap Perubahan Nilai

II. TINJAUAN PUSTAKA. kebahasaan tersebut memiliki kemiripan atau kesamaan unsur-unsur, yaitu : 2

BAB II PENGATURAN GADAI DEPOSITO DALAM KERANGKA HUKUM JAMINAN. mungkin akan terhindar dari itikad tidak baik debitur pemberi jaminan kebendaan

BAB I PENDAHULUAN. yang kemudian menyebar ke bagian Asean lainnya termasuk Indonesia.

PRINSIP PRINSIP JAMINAN DALAM UNDANG UNDANG HAK TANGGUNGAN

BAB II PENGATURAN HUKUM TERHADAP PELAKSANAAN EKSEKUSI BENDA JAMINAN YANG TELAH DIBEBANI HAK TANGGUNGAN PADA DEBITUR PAILIT

PENDAHULUAN. mempengaruhi tingkat kesehatan dunia perbankan. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 7 tahun 1992

Kedudukan Hukum Pemegang Hak Tanggungan Dalam Hal Terjadinya Kepailitan Suatu Perseroan Terbatas Menurut Perundang-Undangan Di Indonesia

BAB II FIDUSIA SEBAGAI SALAH SATU BENTUK LEMBAGA JAMINAN KEBENDAAN. Fidusia manurut asal katanya berasal dari fides yang berarti

BAB I PENDAHULUAN. Bank sebagai lembaga keuangan memiliki banyak kegiatan, salah satunya

Lex Privatum Vol. V/No. 9/Nov/2017

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pengamanan pemberian dana atau kredit tersebut.jaminan merupakan hal yang

KEDUDUKAN KREDITUR PEMEGANG HAK TANGGUNGAN DALAM HAL DEBITUR WANPRESTASI

BAB I PENDAHULUAN. perjanjian hutang piutang ini dalam Kitab Undang-Undang Hukun Perdata

TANGGUNG JAWAB PENANGGUNG DALAM PERJANJIAN KREDIT NURMAN HIDAYAT / D

PELAKSANAAN PENAHANAN BENDA GADAI ATAU HAK RETENSI TERHADAP BENDA MILIK DEBITUR OLEH PERUM PEGADAIAN APABILA DEBITUR WANPRESTASI

TINJAUAN TERHADAP RUU TENTANG HIPOTEK KAPAL *) Oleh: Dr. Ramlan Ginting, S.H., LL.M **)

BAB 1 PENDAHULUAN. Nomor 4 Tahun 1996 angka (1). Universitas Indonesia. Perlindungan hukum..., Sendy Putri Maharani, FH UI, 2010.

Pengantar Hukum Indonesia

Transkripsi:

HJ-3 MACAM-MACAM JAMINAN Oleh Herlindah, SH, M.Kn 1

JAMINAN JAMINAN UMUM JAMINAN KHUSUS 1131 BW JAMINAN PERORANGAN JAMINAN KEBENDAAN 1132 BW BORGTOCH PENANGGUNGAN BENDA TETAP BENDA BERGERAK TANAH BUKAN TANAH GADAI FIDUSIA UUHT 4/96 HIPOTIK 1152-1158 BW UU 42/99 1162 BW 2

PEMBAGIAN JAMINAN Jaminan umum Pasal 1131 kuhperdata Pasal 1132 kuhperdata Jaminan khusus Jaminan kebendaan Benda bergerak Gadai Fiducia Benda tidak bergerak Hak tanggungan Hipotik Credit verband Jaminan imateriil (penanggungan/borgtoch) Personal garantee Corporate garantee 3

PEMBAGIAN JAMINAN Menurut cara terjadinya, Menurut sifatnya, Menurut obyeknya, Menurut kewenangan menguasainya 4

Jaminan menurut cara terjadinya Jaminan yang lahir karena undang-undang Ialah jaminan yang adanya ditunjuk oleh undang-undang tanpa adanya perjanjian dari para pihak Semua harta benda debitur baik benda bergerak maupun benda tetap, baik benda-benda yang sudah ada maupun yang masih akan ada menjadi jaminan bagi seluruh perutangannya. Berarti bahwa kreditur dapat melaksanakan haknya terhadap semua benda debitur, kecuali benda-benda yang dikecualikan oleh undangundang (pasal 1131 kuh perdata). Hasil penjualan dari benda-benda tersebut harus dibagi antara para kreditur seimbang seimbang dengan besarnya piutang masingmasing (pasal 1132 kuh perdata). Kreditur kedudukannya sama berhak (kreditur bersama) dan tak ada yang harus didahulukan dalam pemenuhan piutangnya disebut kreditur konkuren. Jaminan yang lahir karena perjanjian Diperjanjikan 5

Jaminan menurut cara terjadinya Jaminan umum Merupakan jaminan yang diberikan bagi kepentingan semua kreditur dan menyangkut semua harta kekayaan debitur Benda jaminan itu tidak ditunjuk secara khusus dan tidak diperuntukkan untuk kreditur, sedang hasil penjualan benda jaminan itu dibagi-bagi di antara para kreditur seimbang dengan piutangnya masing-masing. Para kreditur ini mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada yang lebih didahulukan dalam pemenuhan piutangnya. (Kreditur konkuren) Jaminan umum timbulnya dari undang-undang. Jaminan khusus Benda-benda tertentu yang ditunjuk secara khusus sebagai jaminan piutang dan hanya berlaku bagi kreditur tertentu, baik jaminan yang bersifat kebendaan maupun perorangan. Jaminan khusus yang timbul karena adanya perjanjian yang khusus diadakan ANTARA KREDITUR DENGAN DEBITUR 6

Jaminan menurut sifatnya Jaminan kebendaan Jaminan yang berupa hak mutlak atas sesuatu benda, dengan ciri-ciri: 1. Mempunyai hubungan langsung atas benda tertentu dari debitur. 2. Dapat dipertahankan terhadap siapapun. 3. Selalu mengikuti bendanya (droit de suite). 4. Dapat diperalihkan Azas prioiteit, yaitu bahwa hak kebendaan yang lebih tua (lebih dulu terjadi) lebih diutamakan daripada hak kebendaan yang terjadi kemudian. 7

Jaminan perorangan (imateriil) Jaminan yang menimbulkan hubungan langsung pada perorangan tertentu Diberikan oleh pihak ketiga (guarantee) kepada orang lain (kreditur) yang menyatakan bahwa pihak ketiga menjamin pembayaran kembali suatu pinjaman apabila yang berutang (debitur) tidak mampu dalam memenuhi kewajiban finansialnya terhadap kreditur (bank). Merupakan perjanjian tiga pihak (penanggung, debitur, dan kreditur). Dalam praktek perbankan dikenal sebagai company (corporate) guarantee yaitu jaminan perusahaan berupa surat keterangan dari pimpinan perusahaa perihal keabsahan, kedudukan dan penghasilan dari pihak yang minta jaminan. Azas kesamaan (pasal 1131 dan 1132 kuh perdata), dalam arti bahwa tidak membedakan mana piutang yang lebih dulu terjadi dan piutang yang terjadi kemudian. Semuanya mempunyai kedudukan yang sama, tidak mengindahkan urutan terjadinya, semua mempunyai kedudukan yang sama terhadap harta kekayaan debitur. 8

LANJUTAN KESIMPULAN Jika pada jaminan perorangan kreditur merasa terjamin karena mempunyai lebih dari seorang debitur yang dapat ditagih untuk memenuhi piutangnya, maka pada jaminan kebendaan kreditur merasa terjamin karena mempunyai hak didahulukan (preferensi) dalam pemenuhan piutangnya atas hak hasil eksekusi terhadap benda-benda debitur 9

Jaminan menurut objeknya Benda bergerak Benda tidak bergerak Pembedaan mempunyai arti penting dalam hal: Cara pembebanan/jaminan. Benda-benda bergerak: gadai, fidusia Benda-benda tak bergerak: hak tanggungan. Cara penyerahan. Benda bergerak: penyerahan nyata, penyerahan simbolis (penyerahan kunci gudang), constitutum possessorium (penyerahan dengan terus melanjutkan penguasaan atas benda itu), cessie dan endossemen. Benda tak bergerak: balik nama (penyerahan yuridis yang bermaksud memperalihkan hak itu, dibuat dengan bentuk akta otentik dan didaftarkan. Daluwarsa. Bezit. Benda bergerak: tidak mengenal lembaga daluwarsa Benda tak bergerak: mengenal lembaga daluwarsa Benda bergerak: pasal 1977 kuhp (bezit atas benda bergerak berlaku sebagai alas hak yang sempurna) Benda tetap tidak berlaku azas yang demikian. 10

Jaminan menurut kewenangan menguasainya Jaminan dengan menguasai bendanya, Gadai (pand, pledge), dan hak retensi. Kreditur merasa lebih aman terutama pada benda bergerak yang memang mudah dipindahkan dan berubah nilainya. Kreditur berwenang menjual atas kekuasaan sendiri jika terjadi wanprestasi karena benda jaminan di tangan kreditur Jaminan tanpa menguasai bendanya, Hipotik (mortgage), hak tanggungan, fiducia, dan privilegi. 11

Bersifat accessoir Sifat perjanjian jaminan Yaitu perjanjian yang diikuti dengan adanya perjanjian yang mendahuluinya yaitu perjanjian pokok. Tidak mungkin ada perjanjian jaminan tanpa ada perjanjian pokoknya. Perjanjian jaminan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan selalu mengikuti perjanjian pokoknya Apabila perjanjian pokok berakhir, maka perjanjian jaminannya juga berakhir. Untuk dapat membuat perjanjian jaminan, dalam perjanjian pokok harus diatur dengan jelas tentang adanya janji-janji tentang jaminan 12

Jaminan dan agunan menurut uu perbankan Dalam undang-undang no.14 tahun 1967 tentang pokok-pokok perbankan tidak dikenal istilah agunan, tetapi hanya ada istilah jaminan. Jaminan kredit bank adalah benda/barang tetap maupun barang bergerak ataupun sesuatu yang dapat disamakan dengan itu, dimana nilainya dapat diukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang diserahkan oleh debitur, kepada bank/debitur sebagai jaminan atas pelunasan fasilitas kredit yang diperoleh dari bank. Dalam pasal 8 uu 7 tahun 1992 jt uu no.10 tahun 1998, membedakan antara pengertian agunan dan jaminan. Jaminan sebagai keyakinan atas itikad dan kemampuan serta kesanggupan nasabah debitur untuk melunasi hutangnya atau mengembalikan pembiayaan dimaksud sesuai dengan yang diperjanjikan. Agunan sebagai jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. (Pasal 1 angka 23 undang-undang no.10 tahun 1998) 13

Hak Kebendaan yg memberi Jaminan Hak jaminan, selain memberikan jaminan akan pelunasan hutang juga memberikan hak untuk didahulukan di dalam pengambilan pelunasan hutang. Memberikan jaminan hak disini, berbeda dengan hak kebendaan seperti hak milik dan hak menikmati, tetapi lebih kepada hak yang memberikan rasa aman/terjamin. 14

Beberapa lembaga hukum yg mempunyai sifat jaminan Sewa Beli Kompensasi Hak Retensi Kreditur Perseroan Kreditur warisan yg menuntut penyendirian Boedel Warisan Sandera 15

PRIVELEGE & PREFERENT Apa Beda nya antara hak previlege dan hak preferent? 16

Hak Previlege = bagian dari hak preferent Menurut KUH Perdata/BW ada 3 hak untuk didahulukan yaitu privelege, gadai dan hipotik (diluar BW, hak tanggungan dan fidusia) ketiganya ini disebut hak preferent Hak privelege adalah hak yang diistimewakan Hak privelege adalah bagian dari jaminan khusus 17

Mengapa kreditur yang satu ini diistimewakan? Mengapa tagihan-tagihan tertentu diberikan kedudukan yang didahulukan? Mengapa ditentukan sebagai tagihan yang mempunyai sifat diistimewakan? 18

Sifat Privelege: 1. Privelege harus dituntut, kalau yang punya hak diam saja maka tagihannya dianggap tagihan biasa (konkuren) 2. Privelege bukan hak kebendaan 3. Privelege ditentukan oleh undang-undang 4. Selama menjadi milik debitur 5. Privelege berpindah kepada ahli waris kreditur 19

Tingkatan-tingkatan Hak Tagih yg didahulukan: 1. Antara sesama Kreditur Preferen (1134 BW) Gadai dan hipotik (bw)+hak Tanggungan dan fidusia (diluar BW) lebih tinggi tingkatannya thd hak istimewa/privelege 2. Antara sesama Kreditur Preferen yg sama tingkatannya (1136 BW) Di antara mereka berlaku ketentuan 1132 BW (dibagi sesuai porsi masing-masing/ pond s-pond s) 20

Lanjutan.. 3. Tagihan Publik (1137 BW) Hak tagih negara dan badan-badan Hukum Publik/umum ex.pajak, PLN dan PAM 4. Privelege Khusus 5. Privelege Umum 1138 BW 21

Privelege Khusus: a. Ongkos-ongkos Pengadilan (1139 sub 1 BW) Ongkos penyitaan Biaya pelaksanaan putusan perkara Biaya penyusunan tingkatan-tingkatan kreditur Biaya pelengan b. Orang yang menyewakan (1140 BW) Hanya untuk sewa benda tetap 22

d. Biaya Menyelamatkan barang (1139 sub 4 BW) e. Biaya Pembuatan /upah tukang (1139 sub 5 BW) f. Pemilik rumah penginapan (1139 sub 6 BW) g. Upah angkutan (1139 sub 7 BW) h. Para tukang batu, kayu dan bangunan (1139 sub 8 BW) 23

Privelege Umum: a. Biaya perkara untuk pelengan dan penyelesaian suatu warisan (1149 sub 1 BW) b. Biaya penguburan (1149 sub 2 BW) c. Biaya-biaya pengobatan terakhir (1149 sub 3 BW) d. Tagihan buruh atas upah (1149 sub BW) e. Penyerahan bahan makanan (1149 sub 5 BW) 24

Bahan Bacaan: KUH Perdata/BW H.Salim HS, Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia j.satrio, Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan 25

SEKIAN TERIMAKASIH 26