MUSCLE SOARNESS & MUSCLE CRAMPS

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAHULUAN. cabang-cabang olahraga. Atlet yang menekuni salah satu cabang tertentu untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laktat merupakan produk akhir dari metabolisme anaerobik, proses ini berlangsung tanpa adanya oksigen.

BAB I PENDAHULUAN. wanita atau laki-laki sampai anak-anak, dewasa, dan orangtua bahwa dengan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

LATIHAN PENDAHULUAN DAN LATIHAN PENUTUP PADA OLAHRAGA

BAB I PENDAHULUAN. Prestasi dalam dunia olahraga merupakan salah satu faktor dalam

Perwujudan kerja ditampilkan oleh rangka yg digerakkan oleh otot-otot. Gerakan otot-otot diatur oleh syaraf

BAB IV ANALISIS DATA. Pengolahan data yang dilakukan pada masing-masing kelompok

BAB I PENDAHULUAN. dari salah satu jalur energi dalam tubuh yang dikenal sebagai glikolisis (Mc

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) ILMU FAAL OLAHAGA DAN PRAKTIKUM

BAB I PENDAHULUAN. A. LatarBelakang Masalah. Lari jarak pendek (sprint) adalah lari yang menempuh jarak antara 100

LATIHAN OTOT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL-NYA PERLU MENGGUNAKAN BEBAN BEBAN : BERAT BADAN SENDIRI BEBAN YG BERASAL DARI LUAR.

BAB I PENDAHULUAN. usaha yang dapat mendorong, mengembangkan, dan membina potensi-potensi

direncanakan antara pembebanan dan recovery. Lari interval ini merupakan lari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ada (kurangnya aktivitas fisik), merupakan faktor resiko independen. menyebabkan kematian secara global (WHO, 2010)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Prayogi Guntara, 2014 Pengaruh Recovery Aktif Dengan Recovery Pasif Terhadap Penurunan Kadar Asam Laktat

BAB I PENDAHULUAN. tersebut ringan atau berat sehingga dalam proses penyembuhan pasien. buruk dari rawat inap atau long bed rest.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. gerak: nyeri cukup berat, sedangkan pada terapi ke-6 didapatkan hasil bahwa

Dr. Hamidie Ronald M.Pd

BAB I PENDAHULUAN. dimana dijumpai beraneka ragam jenis keluhan antara lain gangguan neuromuskular,

BAB 1 PENDAHULUAN. ke-4 di dunia dengan tingkat produksi sebesar ton dengan nilai USD 367 juta

SPORT MASSAGE SURYA ADHITYA

Ketahanan dan kelelahan berkaitan dengan batas kemampuan maksimal (BKM) dan merupakan 2 kutub yg berlawanan dalam aktivitas fisik.

BAB I PENDAHULUAN. Manusia setiap hari melakukan gerakan untuk melakukan suatu tujuan

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp

Berikut ini adalah beberapa yang paling sering direkomendasikan oleh para ahli :

BAB I PENDAHULUAN. sehingga menghambat aktivitas kegiatan sehari-hari, di Jerman persentase

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK

BAB I PENDAHULUAN. lain. Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Kation ekstraseluler utama adalah natrium (Na + ), sedangkan kation

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pada

BAB I PENDAHULUAN. yang membuat otot tertarik lebih dari pada kapasitas yang dimilikinya. Berbeda

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tangan atau alat terhadap jaringan tubuh yang lunak. Massage bertujuan

BAB I PENDAHULUAN. orang dewasa mengalami kegemukan. Di Amerika orang meninggal. penduduk menderita kegemukan (Diana, 2004).

P E N G E M B A N G A N E K T R A K U R I K U L E R O L A H R A G A S E K O L A H H E D I A R D I Y A N T O H E R M A W A N

METODE MELATIH FISIK SEPAKBOLA. Subagyo Irianto

Fitria Dwi Andriyani, M.Or.

PRINSIP-PRINSIP LATIHAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dengan tujuan untuk memperoleh prestasi optimal pada cabang-cabang olahraga.

PENGEMBANGAN MASASE OLAHRAGA UNTUK PEMANASAN ATLET BULUTANGKIS PB PENDTIUM MALANG

BAHAN AJAR. : Pengelolaan Ekskul Olahraga Sekolah Kode Mata Kuliah : POR 309. Materi : Latihan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Gagal jantung kongestif (CHF) adalah keadaan patofisiologis berupa

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan dalam olahraga. Kelincahan pada umumnya didefinisikan

Organisasi Kerja. Solichul HA. BAKRI Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas ISBN:

PENGEMBANGAN MOTORIK SUATU PENGANTAR. Suharjana FIK UNY

KONSEP Latihan kebugaran jasmani

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Olahraga merupakan kebutuhan yang tidak asing lagi.

BAB V PEMBAHASAN. A. Tinggi Fundus Uteri Awal pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok

BAB 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV OLAHRAGA DAN OLAHRAGA KESEHATAN

BIOMEKANika olahraga. dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO. Biomekanika/ikun/2003 1

I. PENDAHULUAN. Senam Aerobik merupakan aktifitas fisik yang mudah dilakukan dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga merupakan suatu aktivitas yang sangat diperlukan oleh tubuh

OLAHRAGA DAN OLAHRAGA KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN. statis artinya normalnya fungsi alat-alat tubuh pada waktu istirahat dan sehat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II PEMBAHASAN. Manifestasi fisiologi nyeri

GENERAL FITNESS TRAINING

DISUSUN OLEH MUHAMMAD HANAFI ( ) HERKA ARDIYATNO ( ) LESTARI PUJI UTAMI

PENGURUTAN (MASSAGE)

PENGGUNAAN & EFEK LISTRIK PADA PERMUKAAN TUBUH. Arif Yachya

CEDERA OLAHRAGA PADA SENAM DAN UPAYA P3K. Oleh: Dr. Sugeng Purwanto Dosen PJKR FIK UNY

KEKUATAN PENGERTIAN KEKUATAN

Neuromuskulator. Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 1 : Hal. 2 13, Juni 2015 KELELAHAN DAN RECOVERY DALAM OLAHRAGA. I Made Yoga Parwata, S.Pd., M.Kes.

BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya aktifitas masyarakat diluar maupun didalam ruangan. melakukan atifitas atau pekerjaan sehari-hari.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam keluhan dan gangguan. Hal ini terjadi karena kurangnya

BAB I PENDAHULUAN. Brachial Plexus (pleksus brachialis) adalah pleksus saraf somatik yang

Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut

PRINSIP-PRINSIP LATIHAN OLEH: YUNYUN YUDIANA

PATOFISIOLOGI CEDERA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FISIOLOGI MANUSIA PENGUKURAN SECARA TAK LANGSUNG TEKANAN DARAH ARTERI

BAB 6 HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. lingkup perkantoran biasanya sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas serta

BAB I PENDAHULUAN. ternyata berhubungan dengan penurunan resiko terkena penyakit

BAB I PENDAHULUAN LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN. nyeri tak tertahankan, mempengaruhi tangan, punggung, leher, lengan, bahkan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENAMBAHAN RESISTANCE EXERCISE PADA SENAM AEROBIK LEBIH BAIK TERHADAP PENURUNAN DENYUT NADI 2 MENIT SETELAH LATIHAN PADA REMAJA PUTRI USIA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sepak bola merupakan olahraga yang paling populer di dunia. Daya

BAB I PENDAHULUAN. Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan. sehingga dengan demikian walaupun etiologi LBP dapat bervariasi dari yang

BAB I PENDAHULUAN. yang berulang-ulang. Salah satunya adalah mengetik atau menekan dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam studi kasus ini, seorang pasien perempuan dengan inisial Ny. NF

Manfaat Swedish Massage Untuk Pemulihan Kelelahan Pada Atlet

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk yang dinamis, dimana pada hakekatnya selalu

BAB I PENDAHULUAN. seperti tarian. Pada saat ini, aerobik mempunyai gerakan yang tersusun, tapi

Latihan Kondisi Fisik (Latihan Kemampuan Dasar) Oleh: dr. Hamidie Ronald,M.Pd, AIFO

BAB I PENDAHULUAN. dengan persalinan (Cunningham, 2006). Menurut Kemenkes RI (2010), pada

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

MUSCLE SOARNESS & MUSCLE CRAMPS

Muscle soarness Muscle soarness (pegal otot) tidak hanya dikenal pada atlet melainkan juga oleh masyarakat umum Terjadi setelah melaksanakan olahraga/aktivitas cukup berat yg tidak biasa dilakukan

Pegal otot timbul biasanya tidak timbul segera setelah latihan, tetapi timbul beberapa jam kemudian dan dapat berlangsung beberapa hari Apabila latihan berat dilanjutkan pada hari berikutnya, rasa nyeri terasa pada awal latihan dan akan hilang selama melakukan olahraga/aktivitas

Rasa nyeri akan timbul kembali setelah latihan dihentikan Apabila program latihan diteruskan, durasi pegal-otot semakin lama akan menjadi semakin pendek. Rasa nyeri akan hilang seiring dengan menjadi terlatihnya otot-otot yang bersangkutan Bila latihan diakhiri dengan latihan penutup yang ringan (cooling down) masa pegal otot akan semakin singkat.

Teori-teori mengenai muscle soarness (pegal otot) Hough (Karpovich, 1971) Menyatakan bahwa pegal otot diakibatkan oleh putusnya beberapa serabut otot. P Pendapat ini kurang mendapat dukungan karena Tidak didukung penelitian Ditinjau dari sudut Fisiologi, bila terjadi serabut putus (ruptura), maka nyeri akan timbul pada saat itu juga. Nyeri akan semakin bertambah bila melakukan aktivitas

Penjelasan lain menyatakan bahwa pegal otot terjadi akibat penumpukan sampah metabolisme dalam jumlah berlebihan yg menyebabkan meningkatnya tekanan osmotik di dalam dan luar sel-sel otot. Peningkatan tekanan osmotik akan meng-akibatkan terjadinya edema yang selanjutnya akan menekan serabut saraf sensoris.

Penelitian Asmussen (Karpovich, 1971) Kelelahan timbul pada otot-otot yang melakukan kerja positif (mengangkat beban). Angka kejadian pegal otot lbh kecil pada otot yang melakukan kerja positif dibandingkan dengan kerja negatif (menurunkan beban). Metabolisme pada kerja negatif 5 7 kali lebih kecil dibandingkan kerja positif. O.k.i, pegal otot bukan merupakan akibat dari berlebihannya sampah metabolisme.

Kesimpulan Pegal otot disebabkan oleh pengaruh tarikan mekanis serabut otot terhadap jaringan ikat intramuskular. Pada kerja negatif, serabut otot melakukan kontraksi eksentrik dan terjadi penurunan rekrutmen serabut otot, shg terjadi tarikan yg lebih kuat pada jaringan ikat masing-masing serabut otot.

Pada kerja positif, serabut otot melakukan kontraksi konsentrik dan rekrutmen meningkat, sehingga tarikan terhadap jaringan ikat menurun. Tarikan terhadap jaringan ikat tersebut menyebabkan trauma yang kemudian menyebabkan edema setempat sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Mengatasi muscle soarness Melakukan gerakan ringan (senam) yang merupakan istirahat aktif untuk meningkatkan pompa vena Mengistirahatkan otot sambil yang mengalami muscle soarness sambil dilakukan massage.

Muscle cramps Adalah kontraksi pada satu atau beberapa otot yang terjadi dengan tiba-tiba (spontan), kuat, berlangsung lama dan terasa sakit. Mekanisme pasti tidak diketahui, kadang kadang terdapat tanda-tanda awal. Dapat terjadi tanpa ada tanda awal, misalnya ketika sedang berbaring.

Cara mengatasi: Meregangkan otot yang mengalami kejang otot dengan cara: Meng-kontraksi kan otot antagonis Meregangkan otot yang bersangkutan secara pasif

Penyebab pasti dari kejang otot bersumber dari saraf atau unsur sarafotot (neromuskular). Dapat terjadi oleh karena menurunnya ambang rangsang sehingga terjadi peningkatan frekuensi impuls saraf yang menyebabkan kejang otot.

FISIOLOGI MASSAGE

MASSAGE Adalah suatu pemulihan yang bersifat artifisial (rekayasa) yang bertujuan untuk mempercepat diperolehnya pemulihan tersebut. Mekanisme fisiologis massage belum benarbenar difahami

Kelelahan Adalah menurunnya kualitas dan kuantitas kerja atau olahraga yang disebabkan oleh karena melakukan kerja atau olahraga tertentu. Penurunan kualitas dan kuantitas tersebut disebabkan oleh terjadinya gangguan homeostasis. Hakekat pemulihan adalah mengembalikan kondisi homeostasis.

Gangguan homeostasis yang dirasakan sebagai kelelahan dapat terjadi karena: Terkurasnya sumber energi Terganggunya keseimbangan air dan elektrolit Tertimbunnya sampah metabolisme Gangguan homeostasis tersebut akan terasa sebagai kelelahan yang bersifat akut sampai pada yang bersifat kronik

Fisiologi massage Massage adalah rekayasa aktivasi mekanisme pompa vena dan pompa limfe untuk mempercepat pemulihan melalui percepatan sirkulasi dalam kondisi istirahat total. Dengan menjadi aktifnya sistem pompa otot, akan terjadi percepatan sirkulasi di dalam otot. Sirkulasi yang meningkat akan membantu pemeliharaan homeostasis

Cara massage Cara manual Auto massage EECP (Enhanced External Counter Pulsation) Hydro-massage