ROBOT PEMBAGI KERTAS SOAL UJIAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16

dokumen-dokumen yang mirip
LINE FOLLOWER ROBOT BERBASISKAN MIKROKONTROLER ATMEL 16

LINE FOLLOWER ROBOT BERBASISKAN MIKROKONTROLER ATMEL 16

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat dewasa ini,

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENERAPAN SINYAL ULTRASONIK PADA SISTEM PENGENDALIAN ROBOT MOBIL

2 - anakuntukmengetahuidanmelihats ecaralangsungbinatangbinatangbukanhanyabinatang masihbanyakterdapat di alam liar tetapijugabinatang hampirpunah. Te

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

ROBOT ULAR PENDETEKSI LOGAM BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Jurnal Elektro ELTEK Vol. 3, No. 1, April 2012 ISSN:

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

ROBOT PEMADAM API MENGGUNAKAN DT-BASIC MINI SYSTEM

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR

APLIKASI TEKNOLOGI GSM/GPRS PADA SISTEM DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 ABSTRAK

RANCANG BANGUN ROBOT PENGIKUT GARIS DAN PENDETEKSI HALANG RINTANG BERBASIS MIKROKONTROLER AVR SKRIPSI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN KONTROL PANEL

III. METODE PENELITIAN. Pengerjaan tugas akhir ini bertempat di laboratorium Terpadu Teknik Elektro

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

PRESENTASI TUGAS AKHIR. Oleh : M. NUR SHOBAKH

AN-0011 LINE TRACKER ROBOT DENGAN MENGGUNAKAN UNIVERSAL DELTA ROBO KITS

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

RANCANG BANGUN SISTIM PARKIR MOBIL BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

PROYEK AKHIR RANCANG BANGUN KOTAK SAMPAH OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Robot Pengikut Cahaya Menggunakan ATMEGA 8535

BAB I PENDAHULUAN. Mikrokontroler merupakan pengontrol mikro atau disebut juga Single Chip

Perancangan Robot Pemadam Api Divisi Senior Berkaki

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

III. METODE PENELITIAN. Perancangan sistem dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2014, bertempat di

Agus Sudarmanto Dosen Jurusan Tadris Fisika FITK IAIN Walisongo

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

PERANCANGAN ALAT UKUR KETEBALAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa hal dasar tentang bagaimana. simulasi mobil automatis dirancang, diantaranya adalah :

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Line follower robot pada dasarnya adalah suatu robot yang dirancang agar

SISTEM SIRKULASI UDARA DAN PENCAHAYAAN OTOMATIS DI DALAM RUMAH

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. elektronika dan sensor sebagai alat pendukung untuk membuat sebuah remote control

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560

ROBOT CERDAS BERKAKI PEMADAM API

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERANCANGAN DAN SISTEM

ROBOT PENGHINDAR HALANGAN DENGAN MIKROKONTROLER AT89C51

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI JARAK AMAN MENONTON TV MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

Tugas Sensor Ultrasonik HC-SR04

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PROTOTIPE ALAT PENJERNIH AIR SUMUR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAKAN ROBOT BERODA TIGA UNTUK PEMBERSIH LANTAI

APLIKASI PINTU CERDAS PADA LIFT BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB III PERANCANGAN ALAT

SISTEM KENDALI SIRKULASI UDARA BERDASARKAN KONDISI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK KENYAMANAN RUANGAN

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan

Input ADC Output ADC IN

APLIKASI PID PADA ROBOT LINE FOLLOWER BERBASIS MIKROKONTROLER AT-8535

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Diagram blok alur penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1.

PENGENDALIAN SUDUT CERMIN DATAR PADA SOLATUBE MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB IV PROTOTYPE ROBOT TANGGA BERODA. beroda yang dapat menaiki tangga dengan metode pengangkatan beban pada roda

ROBOT OMNI DIRECTIONAL STEERING BERBASIS MIKROKONTROLER. Muchamad Nur Hudi. Dyah Lestari

PENGONTROL VOLUME AIR DALAM TANGKI BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89S52

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Vol No ISSN

BAB I PENDAHULUAN. untuk pembangkitan energi listrik. Upaya-upaya eksplorasi untuk. mengatasi krisis energi listrik yang sedang melanda negara kita.

MOTOR DRIVER. Gambar 1 Bagian-bagian Robot

BAB 1 PERSYARATAN PRODUK

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. Deteksi lingkungan merupakan suatu hal yang penting bagi robot, yang hal paling

Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya

RANCANG BANGUN ALAT PENGATUR ARAH ANTENA BERDASARKAN LEVEL SINYAL CAHAYA

BAB III PERANCANGAN SISTEM. untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input untuk

PERANCANGAN ROBOT PENGIKUT GARIS BERBASIS MICROCONTROLLER

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Permasalahan

BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BIAYA PARKIR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION)

RANCANG BANGUN ROBOT PENYEIMBANG BERBASIS ANDROID

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Eksperimen

BAB 1 PENDAHULUAN. daripada meringankan kerja manusia. Nilai lebih itu antara lain adalah kemampuan

BAB II ROBOT PENYAPU LANTAI

SISTEM PENGHITUNG JUMLAH BARANG OTOMATIS DENGAN SENSOR ULTRASONIK

Tugas Akhir PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR JARAK PADA KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 OLEH : PUTU TIMOR HARTAWAN

Transkripsi:

ROBOT PEMBAGI KERTAS SOAL UJIAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Zumeidi Murtia, Yani Prabowo, Gatot P. Sistem Komputer, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260 Telp. (021) 5853753, Fax. (021) 5866369 e-mail: yan_crosser@yahoo.com Abstrak Saat ini, perkembangan teknologi yang ada di dunia berkembang dengan begitu cepatnya. Dalam dunia robotik, banyak sekali dibuat bermacam-macam robot yang berguna untuk mempermudah pekerjaan manusia atau bahkan menggantikan manusia untuk melakukan pekerjaan yang berulang-ulang atau yang berbahaya. Tugas akhir ini bertujuan untuk merealisasikan robot pembagi kertas soal ujian. Robot digerakan oleh Motor DC dengan berbasiskan mikrokontroler AVR Atmega 16 sebagai Sistem pengendali utama dan juga menganalisis sinkronisasi pengaturan pergerakan motor DC. Robot ini disusun dalam beberapa Sistem diantaranya, limit switch, sensor garis/ LDR, Sistem pengendali utama, Sistem penggerak Motor DC, dan sensor Ping sebagai tambahan dan mekanik robot. Robot akan bekerja menyusuri sensor Garis. Lalu robot akan diarahkan ke objek berupa meja lalu kemudian robot akan mengeluarkan kertas satu persatu pada objek meja yang di arahkan oleh sensor garis dengan menggunakan program yang telah ditanamkan pada system pengendali utama. Untuk pergerakan robot menggunakan 4 motor DC 2 motor untuk roda kiri dan kanan 1 untuk putar kiri dan putar kanan dan 1 untuk motor printer. Kata Kunci Robot Pembagi kertas soal ujian, Motor DC, Sensor Garis/ LDR, Sensor ping, Mikrokontroler ATmega 16 D I. PENDAHULUAN i zaman teknologi maju seperti sekarang, banyak robot-robot cerdas dengan bentuk dan fungsi yang beragam. Robot-robot mampu berkerja secara otomatis menggantikan tugastugas yang biasanya dilakukan manusia terutama untuk dilingkunan yang berbahaya. Robot pada penelitian ini merupakan robot otomatis yang dirancang untuk memiliki kemampuan tracking sesuai dengan program dan membaca tracking dengan sensor cahaya. Kemudian akan menaruh kertas ujian pada lokasi yang ditentukan. Tujuan dari pembuatan prototype robot ini adalah membantu pengawas ujian dalam membagikan kertas ujian. Robot ini menggunakan satu buah mikrokontroler ATMEGA16. Mikrokontroler digunakan pengendali seluruh kegiatan robot untuk tracking garis putih sebesar 5 cm, dimana sensor tracking menngunakan 6 sensor LDR. Cara kerja robot ini yaitu Robot akan berjalan membaca tracking untuk dapat mencapai tempat menaruh objek yang dibawa ke tempat yang sudah ditentukan yaitu meja sebagai objek. Pembacaan tracking dideteksi oleh sensor LDR yang terhubung ke mikrokontroler. Objek yang dibawa pada penelitian ini adalah berupa kertas yang dimasukkan pada bagian robot, kemudian dibawa dan dibagikan pada objek yaitu meja. Untuk mengetahui Dimana sensor LDR akan membaca tracking sampai ke countrack hingga leher robot berputar kiri dan kanan, pada saat putar kiri hingga menyentuh limit switch sensor ping aktif mendeteksi gerak kemudian robot akan mengeluarkan satu persatu buah objek dari bagian mekanik printer robot ke objek yang tersedia yaitu siswa/meja. setelah selesai robot akan berganti ke objek (meja) lain dan membagikannya ke objek (meja) berikutnya, setelah itu robot kembali ke posisi start dan terus berulang ulang seperti itu. Robot tracking ini di buat berdasarkan referensi LINE FOLOWER PEMETIK KRATHONG PETAL & FLOWER.[Hepy,2011] Dengan memfokuskan permasalahan maka dalam hal ini perancangan dibatasi sebagai berikut: 1. Satu buah mikrokontroler yang digunakan sebagai pengendali dan pengontrol utama dari sistem yang dirancang. 2. Sensor LDR yang digunakan sebagai sensor tracking dan kemudi robot. 3. 4 buah motor DC digunakan sebagai penggerak maju dan mundur roda, dan pengangkat objek berupa mekanik pembagi kertas dan motor penggerak kanan dan kkiri. 4. Lintasan dan lapangan yang berupa garis putih, dengan lebar 3 cm, serta bentuk track yang telah ditentukan sebelumnya. 5. Pergerakan yang dapat dilakukan robot sesuai dengan database dan program yang telah dibuat. 2.1 Mikrokontroler II. DASAR TEORI Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard s Risc Prosessor) merupakan salah satu perkembangan Robot Pembagi Kertas Ujian Berbasis Mikorokontoler Atmega 16 81

produk mikroelektronika dari vendor Atmel. AVR merupakan teknologi yang memiliki kemampuan baik dengan biaya ekonomis yang cukup minimal. Mikrokontroller AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroller tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. AVR berteknologi RISC ( Reduced Instruction Computing), sedang MCS 51 berteknologi CISC ( Complex Instruction Computing). Secara umum AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATiny, keluarga AT90Sxx, Keluarga ATMega, dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan, mereka bisa dikatakan hampir sama.[budiharto, 2004] 2.2 Sensor LDR (Light Dependent Resistor) LDR singkatan dari Light Dependent Resistor adalah resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. LDR juga merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperature negative, dimana resistansinya dipengaruhi oleh intrensitas cahaya. Seperti yang telah diketahui bahwa cahaya memiliki dua sifat yang berbeda yaitu sebagai gelombang elektromagnetik dan foton / partikel energi (dualis me cahaya). Saat cahaya menerangi LDR, foton aka menabrak ikatan cadmium sulfida dan melepaskan elektron. Semakin besar intensitas cahaya yang datang, semakin banyak elektron yang terlepas dari ikatan sehingga hambatan LDR akan turun saat cahaya meneranginya. LDR akan mempunyai hambatan yang sangat besar saat tidak ada cahaya yang mengenainya (gelap). Dalam kondisi ini hambatan LDR, mampu mencapai 1 Mohm. Akan tetapi saat terkena sinar, hambatan LDR akan turun secara drastis hingga nilai beberapa puluh ohm saja[rusmadi, 1995] 2.3 Sensor Ultrasonik Sensor ultrasonik adalah sensor yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara dan digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek tertentu. Frekuensi kerja dari sensor ultrasonik berada pada daerah diatas gelombang suara yaitu dari 40 KHz hingga 400 KHz [3]. Sinyal Ultrasonik yang dibangkitkan akan dipancarkan dari transmitter ultrasonik. Ketika sinyal mengenai benda penghalang, maka siinyal inni dipantulkan, dan diterima oleh receiver ultrasonic. Sinyal yang diterima oleh receiver dikirimkan ke rangkaian mikrokontroler untuk selanjutnya diolah untuk menghitung jarak terhadap benda di depannya (bidang pantul). Prinsip kerja dari sensor ultrasonic dapat ditunjukkan dalam Gambar 1. Gambar 1. Prinsip kerja sensor ultrasonik Prinsip kerja dari sensor ultrasonic adalah sebagai berikut: 1. Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonic. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20KHZ, biasanya yang digunakan mengukur jarak benda adalah 40KHZ. Sinyal tersebut di bangkitkan oleh rangkaian pemancar ultrasonic. 2. Sinyal yang dipancarkan tersebut kemudian akan merambat sebagai sinyal /gelombang bunyi dengan kecepatan bunyi yang berkisar 340 m/s. sinyal tersebut kemudian akan dipantulkan dan akan diterima kembali oleh bagian penerima ultrasonik. 3. elah sinyal tersebut sampai di penerima ultrasonic, kemudian sinyal tersebut akan diproses untuk menghitung jaraknya. Jarak dihitung berdasarkan rumus : S = 340.t/2 dimana S adalah jarak antara sensor ultrasonik dengan bidang pantul, dan t adalah selisih waktu antara pemancaran gelombang ultrasonic sampai diterima kembali oleh bagian penerima ultrasonik. 3.1 Diagram Blok III. PERANCANGAN SISTEM Perancangan dilakukan berdasarkan blok per blok dari setiap rangkaian, dimana tiap-tiap blok mempunyai fungsi masing-masing dan blok rangkaian yang satu dengan blok rangkaian yang lain merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berhubungan serta membentuk satu kesatuan yang saling menunjang kerja dari sistem. Dari diagram blok yang disajikan pada Gambar 2 akan diaplikasikan menjadi rangkaian keseluruhan yang disajikan pada Gambar 3. Penelitian ini menggunakan mikrokontroler ATMEGA16 sebagai pusat dari pengendali sampai sensor-sensor sebagai input dan motor 82 Arsitron Vol. 4 No. 2 Desember 2013 Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur

DC sebagai output-nya. Dari diagram blok Gambar 2 selanjutnya buat rangkaian elektronik robot ini ditampilkan pada Gambar 3. Pada Robot ini berbasiskan mikrokontroler ATMEGA16 sebagai pengendali utama. iap sensor dan akutator yang digunakan terhubung dengan mikrokontroler. Untuk menghubungan mikrokontroler dengan perangkat output diperlukan driver atau pengendali, karena ada perbedaan tegangan antara motor DC sebagai output dengan mikrokontroler. Dimana setiap motor DC membutuhkan tegangan kurang lebih 12 volt tetapi mikrokontroler hanya dapat mensuplay 5 volt. adalah flowchart dari pola kecerdasan yang ditanamkan mikrokontroler. Data yang dibaca oleh sensor akan di terjemahkan oleh program kemudian robot dapat bekerja sesuai dengan program tersebut, robot ini bekerja secara berurutan sesuai dengan flowchart atau kecerdasan yang ditanamkan. Gambar 4 konstruksi robot Gambar 2. Diagram blok Rangkaian Keseluruhan Gambar 5. Flowchart Program Utama Gambar 3. Rangkaian Keseluruhan Pada Gambar 4 merupakan konstruksi dari robot, dimana pada konstruksi robot dimanfaatkan mesin pencetak atau printer yang dimodifikasi pada bagian motor sehingga dapat bekerja sesuai dengan fungsinya sebagai pembagi kertas untuk objek yang ditentukan. 3.2 Perancangan Perangkat Lunak elah alat atau bagian hardware dibuat maka langkah berikutnya adalah membuat perangkat lunak atau software yang akan mendukung kerja dari hardware karena tanpa software maka hardware tidak akan bekerja, dengan demikian perangkat lunak atau software merupakan pola pikir dari alat/hardware dan memegang peranan yang penting, Pada Gambar 5 IV. PENGUJIAN SISTEM 4.1 Pengujian dan Analisa Robot pembagi kertas ujian Pengujian ini dilakukan untuk mengukur kecepatan robot dalam membagi kertas ujian.. Penghitungan dimulai dari pertama start melakukan tracking dan pada kertas ke 10. Untuk setiap 10 lembar membutuhkan waktu selama 60 detik. Jadi jika dalam kelas ujian ada 40 siswa maka akan membutuhkan waktu selama 240 detik atau selama 4 menit. Kecepatan membagi ini dapat dikembangkan lebih cepat jika diatur jarak antar kursi peserta ujian. Konstruksi mekanik juga mempengaruhi dalam kecepatan membagi kertas ujian, dalam hal ini masi memanfaatkan mesin pencetak bekas Robot Pembagi Kertas Ujian Berbasis Mikorokontoler Atmega 16 83

atau printer sebagai alat untuk mengeluarkan kertas. 4.2 Pengujian dan Analisa Rangkaian Ultrasonik Pengujian sensor ultrasonik dilakukan dengan cara menghubungkan sensor ultrasonik dengan mikrokontroler yang berisi program pengukuran jarak, kemudian jarak yang terbaca oleh sensor ditampilkan pada LCD. Pengujiannya yaitu dengan melakukan pemeriksaan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda menggunakan penggaris. Kemudian hasil pengukuran jarak antara tampilan pada LCD dibandingkan dengan hasil pembacaan pada penggaris untuk mengetahui error dari pembacaan sensor ultrasonik. Hasil data pengukuran sensor ultrasonik terhadap obyek benda dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Jarak Sensor Ultrasonik Jarak Sebenarnya (cm) 84 S aktual Jarak hasil Pembacaan sensor (cm) S terukur Kesalahan (%) 10 10,05-0,5 10 10,02-0,2 10 10,03-0,3 10 10,5-5 10 10,02-0,2 10 10,03-0,03 10 10,07-0,7 10 10,06-0,6 10 10,05-0,5 4.3 Pengujian dan Analisa Rangkaian Sensor LDR Tegangan referensi (Vref) dari komparator ditentukan oleh tegangan potensiometer. Sedangkan tegangan input (Vin) komp arator diperoleh dari bagi tegangan sumber (+5 V) antara LDR dengan R330. Saat LDR dalam keadaan terang maka hambatan dari LDR menjadi sangat kecil sehingga Vin menjadi kecil, jika tegangan Vin < Vref, maka output komparator akan menjadi high (+ 5V). Sedangkan saat dalam keadaan gelap hambatan dari LDR menjadi sangat besar sehingga Vin menjadi besar dan jika Vin > Vref maka output dari komparator akan menjadi low (0 V). Dengan prinsip kerja ini rangkaian mampu mendeteksi keadaan gelap ± terang dari Arsitron Vol. 4 No. 2 Desember 2013 lingkungan sekitar dengan memberikan output high (+5 V) saat keadaan terang dan low (0 V) saat keadaan gelap. Hasil dari pengujian ini disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Rangkaian Sensor LDR Pengujian pada warna putih pada warna hitam 1 1 0 2 1 0 3 1 0 4 1 0 5 1 0 4.4 Pengujian dan Analisa Driver Motor Pengujian rangkaian ini dilakukan untuk memeriksa apakah driver motor yang nantinya terhubung dari mikrokontroler sudah benar bekerja. Fungsi dari driver motor disini adalah untuk menjembatani perbedaan tegangan antara mikrokontroler dengan motor, hal ini dilakukan karena keluaran tengangan dari mikrokontroler tidak mampu untuk menggerakkan motor. Dengan memberi nilai keluaran pada port maka motor dapat bergerak searah dengan jarum jam atau berlawanan dengan jarum jam. Hasil pengujian dari driver motor disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Pengujian Rangkaian Driver Motor No. Input Relay 1 2 3 4 5 portd.0 portd.0 portd.1 portd.1 portd.2 portd.2 portd.3 portd.3 portd.4 Tegangan Relay Motor Hidup 11,8 v Kiri Maju Mati 0 v Mati Hidup 11,8 v Kiri Mundur Hidup 11,8 Kanan Maju Hidup 11,8 Kanan Mundur Hidup 11,8 v Putar Kiri Mati 0 v Mati Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur

portd.4 REFERENSI 6 7 portd.5 portd.5 portd.6 portd.6 Hidup 11,8 v Putar Kanan Hidup 11,8 Motor Printer [1] Budiharto, Widodo, Interface Komputer dan Mikrokontroler, Elex Media, Jakarta, 2004 [2] Rusmadi, Dedy, Mengenal komponen elektronika, Pionir Jaya, Bandung, 1995 [3],Ultrasonic Distance Sensor, http://www.parallax.com/tabid/768/productid /92/default.aspx, (2013, 2 Juli). [4] Sisyarto, Hepy, Line folower pemetik krathong petal & flower, Jakarta, 2011 8 portd.7 Hidup 11,8 No Action portd.7 V. KESIMPULAN elah melakukan perencanaan dan pembuatan sistem kemudian dilakukan pengujian dan analisa dari robot, maka diperoleh beberapa kesimpulan. 1. Dengan menggunakan mikrokontroler ATMEGA16, jumlah parameter Input dan parameter output lebih banyak, sehingga pergerakan robot lebih tepat. Dan mikrokontroler ATMEGA16 tersebut saling terhubung dan berkomunikasi sesuai dengan program yang dibuat. 2. Robot ini dapat membagi kertas ujian 10 lembar dapat diselesaikan 60 detik, kecepatan ini dapat ditingkatkan apabila ada diperbaiki dari sisi konstruksi mekanik dari robot. 3. Sensor LDR sebagai sensor tracking robot mampu mendeteksi garis track dengan lebar garis 3cm mikrokontroler dapat membedakan track dari output sensor LDR yang bernilai high atau 1 pada saat mengenai track putih dan bernilai low atau 0 pada saat mengenai track berwarna hitam yang diumpankan sebagai input mikrokontroler. Sensor LDR sebagai sensor tracking sangat dipengaruhi oleh jarak ketinggian dengan lantai tracking dan juga sangat peka terhadap cahaya pantulan dari lingkungan sekitarnya sehingga diperlukan penutup untuk menghalangi cahaya masuk. Dari beberapa point diatas dapat disimpulkan bahwa Robot Pembagi Kertas Soal Ujian Berbasis Mikrokontroler Atmega16 dapat beroperasi dengan baik sehingga dapat membagikan soal ujian. Robot Pembagi Kertas Ujian Berbasis Mikorokontoler Atmega 16 85