PANDUAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGANTAR BAHASA C++

LANGKAH-LANGKAH MENULISKAN PROGRAM DALAM TURBO C++

OPERATOR DAN STATEMEN I/O

IV. OPERATOR DAN STATEMENT I/O

MODUL I PENDAHULUAN & PENGENALAN TURBO C++

Pertemuan 4 OPERATOR DAN STATEMEN I/O

Tipe Data, Identifier, Operator dan Control Statement

Keg. Pembelajaran 2 : Mengenal Bahasa C++

Komentar, Identifier, Konstanta dan Variabel

VARIABEL & TIPE DATA PEMROGRAMAN C++

Achmad Solichin.

Identifier dan Tipe Data

Tipe Data dan Operator

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Operator. Budhi Irawan, S.Si, M.T

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PERTEMUAN 1

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

Chapter 2 Tipe Data, Identifier, Operator dan Control Statement

Bahasa C-M6 By Jamilah, Skom 1

elemen Dasar Bahasa Pemrograman C

PRAKTIKUM 2. perubah (variabel), konstanta, fungsi, atau obyek lain yang didefinisikan oleh

STRUKTUR DASAR PEMROGRAMAN

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL I PENDAHULUAN & PENGENALAN TURBO C++

Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika

MATERI/BAHAN PRAKTIKUM PENDAHULUAN DAN PENGENALAN (IDENTIFIER)

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

OPERATOR, PERULANGAN DAN SELEKSI KONDISI

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM DASAR ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Kusnawi, S.Kom, M.Eng

Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

KONSEP DASAR BAHASA C

Tipe bentukan dan pointer selanjutnya akan kita pelajari pada modul pemrograman 1 (akhir semester).

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN KOMPUTER

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009

PERCABANGAN P E N G E N A L A N P R O G R A M S T U D I T E K N I K I N F O R M AT I K A. Institut Teknologi Sumatera

Dasar Pemrograman Mikrokontroler dengan Bahasa C

MODUL II VARIABEL, TIPE DATA & KONSTANTA

Tipe Data, Variabel, Input/Output

Chapter 1 KONSEP DASAR C

PERTEMUAN V PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR DENGAN VISUAL C Setiap bahasa C mempunyai satu fungsi dengan nama main (program utama).

PENGENALAN BAHASA C. A. Struktur Kode Program dalam Bahasa C Secara garis besar, suatu kode program dalam bahasa C memiliki struktur umum seperti ini:

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PERCABANGAN

MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LABSHEET ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

MATA KULIAH : LOGIKA DAN ALGORITMA KONSEP DASAR ALGORITMA

Tipe Data dan Operator. Ekohariadi FT Unesa

Elemen Bahasa Pemrograman. Aditya Rizki Yudiantika, M.Eng.

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PERCABANGAN

Fungsi. Fungsi. Dasar Komputer & Pemrograman 1. dipecah Sub Program. Program. Dasar Komputer & Pemrograman TC22052 Kartika Firdausy - UAD

LAPORAN PRAKTIKUM RESMI TIPE DATA, KONSTANTA DAN VARIABEL

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN I

DASAR PEMOGRAMAN JAVA

Struktur Program Bahasa C

Tipe Data dan Variabel. Dosen Pengampu Muhammad Zidny Naf an, M.Kom

StrukturDasarProgram Prosedural (dalambahasac++)

INPUT OUTPUT. cout. Digunakan untuk mencetak suatu informasi ke layar Contoh : cout << Halo Teknik Informatika

Algoritma & Pemrograman #3

Cara pertama adalah pada saat deklarasi variabel ditambahkan ke- yword const sebelum nama tipe data seperti

VARIABEL, TIPE DATA DAN EKSPRESI Bab 2

Teori Algoritma TIPE DATA

Struktur Dasar Bahasa C Tipe Data Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :

Java Basic. Variabel dan Tipe Data. Lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu informasi (nilai)

Selection / Pemilihan PEMILIHAN

.::BAB II.::MENGENAL PASCAL

LAB PEMROGRAMAN I (JAVA FUNDAMENTAL) PERTEMUAN 3 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom

DASAR PEMROGRAMAN. Institut Teknologi Sumatera

Struktur Bahasa C dan C++

Latihan & Kisi-kisi UTS DASAR PEMROGRAMAN

Keyword,Tipe data & Variabel. Keywords pada c Tipedata Variabel Konstanta

Kisi-Kisi Ujian Tengah Semester Algoritma dan Pemrograman Lanjut

MODUL 1 Alur Seleksi dengan C++

Identifier, Keywords, Variabel, Tipe Data Primitif dan Operator PBO. Ramos Somya

Basic Input/Output Operator Yoannita

3. Elemen Dasar C++ S. Indriani S. L., M.T L.,

MODUL A:\VARIABEL, OPERATOR, DAN EKSPRESI

Elemen Dasar Dalam Bahasa Java

KU-1072 PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI B (PTI B)

PERTEMUAN 7 REVIEW (QUIZ)

Dasar Pemrograman Java

BAB VI. STATEMENT CONTROL

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Tipe Data. Budhi Irawan, S.Si, M.T

BAB 4 PENGENALAN BAHASA C

PRAKTIKUM 3 DASAR PEMROGRAMAN C

Modul IV Pemrograman Bahasa C ( bagian I )

DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1. Pengenalan Algoritma dan Pemrograman. Latihan II. INTRODUCTION TO C++ 1. Intro to C++. Tipe-tipe data (Integer, Real, Kar

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Keg. Pembelajaran 3 : Operator dalam Bahasa C++

Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN

Pengenalan Bahasa C. 1. Struktur penulisan program. #include < [library2.h] > #define [nama2] [nilai] ;

MODUL DUA VARIABEL DAN TIPE VARIABEL

Data bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel.

PERTEMUAN 3 KONSEP TIPE DATA

MODUL. Perulangan (Looping) Modul Praktikum C++ Pemrograman Dasar. Semester Genap 2017/2018

Transkripsi:

PANDUAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG Tim LABORATORIUM PEMODELAN DAN SIMULASI GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS LAMPUNG

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i KATA PENGANTAR... iii TATA TERTIB PRAKTIKUM... iv I. Percobaan 1 Pengenalan C++, Tipe Data, dan Variabel... 1 I.1 Tujuan Percobaan... 1 I.2 Dasar Teori... 1 I.2.1 Pengenalan C++... 1 I.2.2 Variabel dan Tipe Data... 3 I.3 Percobaan... 5 I.3.1 Percobaan I-1: Dasar C++... 5 I.3.2 Percobaan I-2: Deklarasi Variabel... 5 I.3.3 Percobaan I-3: Deklarasi Konstanta... 6 I.3.4 Percobaan I-4: Tipe Data... 6 I.4 Tugas Akhir... 7 II. Percobaan 2 Operator, Statement I/O, dan Percabangan... 8 II.1 Tujuan Percobaan... 8 II.2 Dasar Teori... 8 II.2.1 Operator... 8 II.2.2 Statement I/O... 9 II.2.3 Percabangan... 10 II.3 Percobaan... 11 II.3.1 Percobaan II-1: Operator aritmetika... 11 II.3.2 Percobaan II-1: Operator pembanding... 11 II.3.3 Percobaan II-3: Operator bitwise... 12 II.3.4 Percobaan II-4: Operator logika... 12 II.3.5 Percobaan II-5: Statement I/O... 13 II.3.6 Percobaan II-6: Percabangan if... 13 II.3.7 Percobaan II-7: Percabangan switch... 14 II.4 Tugas Akhir... 15 III. Percobaan 3 Pengulangan dan Fungsi... 16 III.1 Tujuan Percobaan... 16 i

III.2 Dasar Teori... 16 III.2.1 Pengulangan... 16 III.2.2 Fungsi... 17 III.3 Percobaan... 18 III.3.1 Percobaan III-1: Pengulangan while... 18 III.3.2 Percobaan III-2: Pengulangan do-while... 18 III.3.3 Percobaan III-3: Pengulangan for... 19 III.3.4 Percobaan III-4: Pengulangan for untuk segitiga... 19 III.3.5 Percobaan III-5: Fungsi tanpa parameter... 20 III.3.6 Percobaan III-6: Fungsi dengan parameter... 20 III.4 Tugas Akhir... 21 IV. Percobaan 4 Array... 22 IV.1 Tujuan Percobaan... 22 IV.2 Dasar Teori... 22 IV.2.1 Pengertian Array... 22 IV.2.2 Jenis-Jenis Array... 22 IV.3 Percobaan... 23 IV.3.1 Percobaan IV-1: Array 1 dimensi... 23 IV.3.2 Percobaan IV-2: Array 2 dimensi... 24 IV.3.3 Percobaan IV-3: Mengakses string sebagai array... 25 IV.4 Tugas Akhir... 25 LEMBAR ASISTENSI PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMPROGRAMAN LABORATORIUM TEKNIK KOMPUTER JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG 2014... I ii

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, kami ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, bahwa berkat rahmat dan karunia-nya, kami masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan Praktikum Algoritma dan Pemrograman. Praktikum Algoritma dan Pemrograman merupakan pengimplementasian atau kegiatan praktik untuk menerapkan teori yang sudah dipelajari dalam mata kuliah Algoritma dan Pemrograman. Tentunya ilmu yang akan didapatkan dalam praktikum ini akan lebih bertambah dan lebih berkembang jika praktikum ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Perkembangan teknologi dewasa ini telah membuat dunia menjadi lebih dinamis dan komunikatif. Perkembangan ini tidak terlepas dari peran serta insan teknik elektro serta ilmu pengetahuan yang tercakup di dalamnya. Sehingga kita harus menambah pengetahuan untuk ikut serta dalam mengembangkan teknologi agar semakin maju dan berdampak positif bagi kehidupan manusia. Ucapan terima kasih, kami sampaikan kepada Ketua Jurusan Teknik Elektro Unila, segenap dosen, teknisi dan tim Laboratorium Teknik Komputer, karyawan dan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Lampung, atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan. Panduan Praktikum ini selalu membutuhkan peningkatan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun untuk Panduan Praktikum ini akan kami perhatikan dan tindak lanjuti dengan seksama. Semoga ilmu yang diperoleh dalam Praktikum ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Wassalamualaikum wr. wb. Bandar Lampung, 27 Maret 2014 Dosen Penanggung Jawab Praktikum Pemrograman Komputer Meizano Ardhi M., M.T. NIP 19810528 201212 1 001 iii

TATA TERTIB PRAKTIKUM 1. Mahasiswa yang diizinkan mengikuti praktikum adalah yang telah terdaftar dan memenuhi syarat yang telah ditentukan. 2. Praktikan dilarang mengoperasikan alat tanpa seizin asisten. 3. Praktikum dilaksanakan sesuai jadwal dan praktikan harus hadir 15 menit sebelum praktikum dimulai. 4. Praktikan dilarang merokok selama berada dalam laboratorium. 5. Praktikan harus berpakaian rapi dan tidak diperkenankan memakai kaos oblong. 6. Praktikan dilarang membuat kegaduhan selama berada dalam laboratorium dan wajib menjaga kebersihan di dalam maupun di halaman laboratorium. 7. Praktikan wajib mengerjakan tugas pendahuluan dari setiap percobaan sebelum mengikuti praktikum. 8. Ketidakhadiran peserta dalam suatu praktikum harus atas sepengetahuan asisten yang bersangkutan. Ketidakhadiran tanpa izin asisten akan mengurangi nilai laporan dari percobaan sebesar 20%. 9. Praktikan harus melaksanakan asistensi kepada asisten yang bersangkutan selama penulisan laporan. 10. Penilaian atas setiap percobaan berdasarkan ketentuan yang berlaku. 11. Praktikan diwajibkan mengerjakan proyek akhir yang merupakan aplikasi dari praktikum yang telah dilaksanakan. Proyek akhir dikerjakan secara berkelompok sesuai dengan kelompok praktikumnya. 12. Penilaian total hasil praktikum didasarkan pada 60 % nilai akhir rata-rata seluruh percobaan + 40 % proyek akhir. 13. Pelanggaran terhadap tata tertib akan diberikan sanksi: TIDAK DIPERKENANKAN MENGIKUTI PRAKTIKUM iv

I.1 Tujuan Percobaan I. Percobaan 1 Pengenalan C++, Tipe Data, dan Variabel Mahasiswa memahami dasar pemrograman C++, dan Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan variabel dan tipe data dalam pemrograman C++. I.2 Dasar Teori I.2.1 Pengenalan C++ Setiap program C++ mempunyai bentuk umum seperti di bawah, yaitu: /* * Kode I-1. Bentuk umum kode program C++ * Kode ini tidak akan bisa dikompilasi */ #preprocessor directive #include <nama_file> tipe_data main() // Tubuh Program Utama cout << "Contoh baris pernyataan (statement)." << endl; Kode I-1. Bentuk umum kode program C++ Penjelasan: a. include Adalah salah satu pengarah preprocessor directive yang tersedia pada C++. Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. Bentuk umumnya: #include <nama_file> Tidak diakhiri dengan tanda semicolon (;), karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan, tetapi merupakan prepocessor directive. Baris tersebut menginstrusikan kepada kompiler yang menyisipkan file lain, yaitu file yang berisi sebagai deklarasi contohnya: # include <iostream>: diperlukan pada program yang melibatkan objek cout # include <conio>: diperlukan bila melibatkan clrscr(),yaitu perintah untuk membersihkan layar. # include <iomanip>: diperlukan bila melibatkan setw() yang bermanfaat untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data. # include <math>: diperlukan pada program yang menggunkan operasi sqrt () yang bermanfaat untuk operasi matematika kuadrat. b. Fungsi main () 1

Fungsi ini menjadi tubuh utama yang menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. Sehingga, main() merupakan nama fungsi khusus yang selalu dicari dan dipanggil dalam eksekusi program. Berdasarkan bentuknya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama berada di dalam fungsi main(). Berarti, dalam setiap pembuatan program utama, dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan minimal menggunakan sebuah fungsi, yaitu fungsi main(). Pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi akan diterangkan kemudian. Fokus pertama dalam praktikum ini adalah menulis program yang melibatkan fungsi main(). c. Komentar Komentar tidak pernah dicompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu: Jenis 1: /* Komentar anda diletakkan di dalam ini. Tanda ini bisa mengapit lebih dari satu baris */ Jenis 2: // Hanya satu baris komentar anda yang bisa diletakkan di sini d. Tanda semicolon Tanda semicolon ; digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon. e. Mengenal cout Pernyataan cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data ke dalam standar output (cetak pada layar/terminal). Contoh: /* * Kode I-2. Halo Dunia * Program wajib bagi programmer */ cout << "Halo, Dunia!" << endl; Kode I-2. Halo Dunia 2

I.2.2 Variabel dan Tipe Data 1. Variabel Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variabel bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Untuk memperoleh nilai dari suatu variabel digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang mempunyai sintaks sebagai berikut: variabel = ekspresi; Nama dari suatu variabel dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut: 1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. 2. Tidak boleh mengandung spasi. 3. Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah(underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain: $,?, %, #,!, &, *, (, ), -, +, =. 4. Panjangnya bebas, tetapi beberapa compiler (seperti compiler C/C++ versi 7.0 dan di bawahnya) hanya memakai 32 karakter pertama. Contoh penamaan variabel yang benar: NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi. Contoh penamaan variabel yang salah: %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting! 1) Deklarasi variabel Bentuk umumnya: tipe_data nama_variabel; Contoh: int x; // Deklarasi variabel x bertipe integer char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variabel bertipe char float nilai; // Deklarasi variabel nilai bertipe float double beta; // Deklarasi variabel beta bertipe double int himpunan[5][4]; // Deklarasi array 2D bernama himpunan bertipe integer 2) Deklarasi konstanta Menggunakan keyword const Contoh: const float PI = 3.14152965; 3

Berbeda dengan variabel, konstanta bernama tidak dapat diubah jika telah diinisialisasi Menggunakan #define Contoh: #define PI 3.14152965 Keuntungan menggunakan #define apabila dibandingkan dengan const adalah kecepatan kompilasi, karena sebelum kompilasi dilaksanakan, kompiler pertama kali mencari symbol #define (oleh sebab itu mengapa # dikatakan preprocessor directive) dan mengganti semua Phi dengan nilai 3.14152965. 2. Tipe Data Berikut adalah tipe data dasar pada C++ yang langsung bisa dipakai. Tabel I-1. Tipe data dasar C++ Grup Type Lebar Bit Rentang Character char 1byte -127 to 127 or 0 to 255 unsigned char 1byte 0 to 255 signed char 1byte -127 to 127 wchar_t 2 or 4 bytes 1 wide character (umumnya untuk Unicode) Integer (bilangan bulat) Float (bilangan rasional) int 4bytes -2147483648 s.d. 2147483647 unsigned int 4bytes 0 to 4294967295 signed int 4bytes -2147483648 s.d. 2147483647 short int 2bytes -32768 to 32767 unsigned short int Range 0 to 65,535 signed short int Range -32768 to 32767 long int 4bytes -2,147,483,647 s.d. 2,147,483,647 signed long int 4bytes same as long int unsigned long int 4bytes 0 to 4,294,967,295 float 4bytes +/- 3.4e +/- 38 (~7 digits) double 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits) long double 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits) Boolean bool 1 byte Memiliki satu nilai: true atau false Void Void - Tidak menyimpan data Tipe data yang berhubungan dengan bilangan bulat adalah char, int, long. Sedangkan berhubungan dengan bilangan pecahan adalah float, double, dan long double. Tipe data bool digunakan untuk logika true atau false. Void digunakan sebagai tipe data yang tidak menyimpan nilai. Tipe data char digunakan untuk karakter dan String adalah gabungan (array) dari karakter, contoh: Belajar Literal String, B Karakter. 4

I.3 Percobaan I.3.1 Percobaan I-1: Dasar C++ /* Percobaan I-1: Dasar C++ * percobaan101.cpp */ cout << "Hello world!" << endl; Jelaskan kode program di atas! Kode I-3. percobaan101.cpp I.3.2 Percobaan I-2: Deklarasi Variabel /* Percobaan I-2: Deklarasi Variabel * percobaan102.cpp */ int n; n = 66; cout << "Nilai n = " << n << endl; Kode I-4. percobaan102.cpp 1. Jelaskan kegunaan int n! 2. Mengapa nilai hasil dari program 66? 5

I.3.3 Percobaan I-3: Deklarasi Konstanta /* Percobaan I-3: Deklarasi Konstanta * percobaan101.cpp */ const float phi = 3.14; float jari_jari, luas; jari_jari = 7.0; luas = phi * jari_jari * jari_jari; cout << "Luas lingkaran = " << luas << endl; Kode I-5. percobaan103.cpp 1. Jelaskan penggunaan deklarasi konstanta di atas! 2. Buat program konstanta #define! 3. Jelaskan perbedaan konstanta (const) dan #define, berdasarkan percobaan! I.3.4 Percobaan I-4: Tipe Data a. Tipe data bilangan /* Percobaan I-4: Tipe Data (a) bilangan * percobaan104.cpp */ int x; x = 3; //x = 3.5; //Nilai ini tidak akan bisa diterima oleh integer cout << "Nilai x = " << x << endl; Kode I-6. percobaan104.cpp 1. Jelaskan kode program di atas! 2. Ubah nilai x=3.5. Apa yang terjadi pada program? Kenapa? 6

b. Tipe data karakter /* Percobaan I-4: Tipe Data (b) karakter * percobaan105.cpp */ char a = 'Aa'; string b = "Be"; cout << "Nilai a = " << a; cout << " dan nilai b = " << b << endl; Kode I-7. percobaan105.cpp Jelaskan perbedaan penggunaan char dan string dari program di atas! I.4 Tugas Akhir Buatlah program yang menggunakan define untuk menghitung volume Tabung (Rumus Volume Tabung : phi x jari-jari x jari-jari x tinggi). Jari-jari = 7 dan tinggi = 24. 7

II.1 Tujuan Percobaan II. Percobaan 2 Operator, Statement I/O, dan Percabangan Mahasiswa dapat memahami penggunaan operator- operator di dalam C++, dan Mahasiswa dapat menggunakan sintaks pemilihan pada C++. II.2 Dasar Teori II.2.1 Operator Operator adalah simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi. a. Operator penugasan Operator penugasan/pemberian nilai (assignment operator) dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan( = ). Contoh: nilai = 80; A = 30; x = 3; y = 2; A = x * y; // A -> 6 Penjelasan: variabel nilai diisi dengan nilai 80, dan variabel A diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. b. Operator aritmetika Tabel II-1. Operator aritmetika Operator Keterangan Contoh (A = 10, B = 20) + Menambah dua operand (Add) A + B 30 - Mengurangi sejumlah operand pertama dari A - B -10 operandi kedua (Subtract) * Perkalian dua operand (multiply) A * B 200 / Pembagian (divide) B / A 2 % Sisa pembagian integer (nodulus) B % A 0 ++ Menambahkan 1 nilai integer dari operand A++ A=A+1 11 (increment) -- Mengurangi 1 nilai integer dari operandi A-- A=A-2 9 (decrement) - mengubah nilai satu operand menjadi negasinya (negate). Disebut unary operator karena hanya perlu satu operandi. -B -20 8

Operator % (modulus) digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan, misalnya: 9 % 2 1; 9 % 3 0. c. Operator relasional (perbandingan) Operator relasional digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variabel). Tabel II-2. Operator hubungan dalam bahasa C++ Operator Keterangan Contoh (A = 10, B = 20) == Sama dengan (bukan assignment) (A == B) adalah false!= Tidak sama dengan (A!= B) adalah true > Lebih besar (A > B) adalah false < Lebih kecil (A < B) adalah true >= Lebih besar atau sama dengan (A >= B) adalah false <= Lebih kecil atau sama dengan (A <= B) adalah true d. Operator bitwise Operator bitwise hanya bisa dikenakan pada operand bertipe data int (atau char). Operator bitwise bekerja pada tingkat bit dan melakukan operasi biner. Tabel II-3. Operator bitwise dalam bahasa C++ Operator Keterangan Contoh (A = 60 == 0011 1100, B = 13 == 0000 1101) & Bitwise AND (A & B) 12 == 0000 1100 Bitwise OR (A B) 61 == 0011 1101 ^ Bitwise XOR (A ^ B) 49 == 0011 0001 ~ Bitwise NOT (~A ) -61 == 1100 0011 << Geser n bit ke kiri (Binary Left Shift) A << 2 240 == 1111 0000 >> Geser n bit ke kanan (Binary Right Shift) A >> 2 15 == 0000 1111 e. Operator logika Operator logika digunakan untuk melihat hubungan dua atau lebih ungkapan menjadi sebuah ungkapan berkondisi. Tabel II-4. Operator logika dalam bahasa C++ Operator Keterangan Contoh (A = true (1), B = false (0)) && Logika AND (A && B) false. Logika OR (A B) true.! Logika NOT!(A && B) true. II.2.2 Statement I/O Pada C++ terdapat 2 jenis I/O dasar, yaitu: a. Statement Input adalah statement/pernyataan yang digunakan untuk membaca data dari input device (keyboard/mouse). Contoh: cin (character in) 9

b. Statement Output adalah statement/pernyataan yang digunakan untuk menuliskan data ke layar monitor. Contoh: cout (character out) II.2.3 Percabangan Suatu Struktur dasar algoritma yang memiliki satu atau lebih kondisi tertentu dimana sebuah instruksi dilaksanakan jika sebuah kondisi/persyaratan terpenuhi. Ada beberapa bentuk umum pemilihan ini: a. Operasi if if satu kondisi if(kondisi) pernyataan; if dua kondisi if(kondisi) pernyataan1; else pernyataan2; b. Operasi switch switch (ekspresi) case konstanta1: pernyataan1; break; case konstanta2: pernyataan2; break; case konstanta3: pernyataan3; break; : : case konstantan: pernyataann; break; default: pernyataanapabilacasetidakterpenuhi; Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan switch adalah: 1. Dibelakang keyword case harus diikuti oleh sebuah konstanta, tidak boleh diikuti oleh ekspresi ataupun variabel; 2. Konstanta yang digunakan bertipe int atau char; 3. Keyword break digunakan agar setelah pernyataan dieksekusi program langsung keluar dari pernyataan switch. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka semua pernyataan yang ada setelah pernyataan pada case akan dijalankan. Selain digunakan dalam switch, keyword break banyak digunakan untuk keluar dari pernyataan yang berulang (looping). 10

4. default akan dieksekusi jika tidak ada case yang memenuhi ekspresi. II.3 Percobaan II.3.1 Percobaan II-1: Operator aritmetika /* Percobaan II-1: Operator aritmetika * percobaan201.cpp */ int m = 82, n = 26; cout << m << " + " << n << " = " << m + n << endl; cout << m << " - " << n << " = " << m - n << endl; cout << m << " x " << n << " = " << m * n << endl; cout << m << " / " << n << " = " << m / n << endl; cout << m << " / " << n << " mod " << m % n << endl; cout << "(-)" << m << " = " << -m << endl; Kode II-1. percobaan201.cpp 1. Jelaskan kegunaan masing-masing operator berdasarkan hasil percobaan! 2. Mengapa pada hasil bagi m/n didapat nilai bilangan bulat? II.3.2 Percobaan II-1: Operator pembanding /* Percobaan II-2: Operator pembanding * percobaan202.cpp */ int m = 5, n = 7; if(m == n) cout << m << " sama dengan " << n << endl; else if(m!= n) cout << m << " tidak sama dengan " << n << endl; else if(m > n) cout << m << " lebih besar " << n << endl; else if(m < n) cout << m << " lebih kecil " << n << endl; 11

Kode II-2. percobaan202.cpp 1. Jelaskan mengapa hasil tampilan eksekusi program seperti itu! 2. Beri tanda komentar (//) pada sintak: else if(m!= n) dan cout << m << " tidak sama dengan " << n << endl;. Kemudian, lakukan compile & running. Apa yang terjadi? Mengapa? 3. Ganti nilai m = 5 dan n = 5. Compile & running program. Apa yang terjadi? Mengapa? 4. Ganti nilai m =10 dan n = 8. Compile & running program. Apa yang terjadi? Mengapa? II.3.3 Percobaan II-3: Operator bitwise /* Percobaan II-3: Operator bitwise * percobaan203.cpp */ int m = 90; cout << m << " << 2" << " = " << (m<<2) << endl; cout << m << " >> 1" << " = " << (m>>1) << endl; cout << m << " & " << n << " = " << (m&n) << endl; cout << m << " " << n << " = " << (m n) << endl; Kode II-3. percobaan203.cpp 1. Jelaskan fungsi operator yang digunakan pada kode program di atas! 2. Jelaskan hasil eksekusi program! II.3.4 Percobaan II-4: Operator logika /* Percobaan II-4: Operator logika * percobaan204.cpp */ int m = 90; cout << "(m >= 0) && (m <= 80) -->" << (m >= 0) && (m <= 80) << endl; cout << "(m >= 0) (m <= 80) -->" << (m >= 0) (m <= 80) << endl; 12

Kode II-4. percobaan204.cpp 1. Jelaskan fungsi operator yang terdapat pada kode program! 2. Jelaskan hasil eksekusi program! II.3.5 Percobaan II-5: Statement I/O /* Percobaan II-5: Statement I/O * percobaan205.cpp */ float nilai; cout << "Masukkan sebuah nilai = "; cin >> nilai; cout << "Nilai yang Anda masukkan = " << nilai << endl; Kode II-5. percobaan205.cpp 1. Jelaskan fungsi dari cin! 2. Jelaskan hasil eksekusi program! II.3.6 Percobaan II-6: Percabangan if /* Percobaan II-6: Percabangan if * percobaan206.cpp */ float nilai; cout << "Masukkan sebuah nilai = "; cin >> nilai; if (nilai > 85) cout << "Huruf mutu Anda adalah A." << endl; else if (nilai > 75) cout << "Huruf mutu Anda adalah B." << endl; else if (nilai > 65) cout << "Huruf mutu Anda adalah C." << endl; else if (nilai > 55) cout << "Huruf mutu Anda adalah D." << endl; else if (nilai <= 55) 13

cout << "Huruf mutu Anda adalah E." << endl; else cout << "Nilai di luar jangkauan." << endl; Kode II-6. percobaan206.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Termasuk dalam if berapa kondisi program di atas? 3. Apa perbedaan dengan if yang lainnya? II.3.7 Percobaan II-7: Percabangan switch /* Percobaan II-7: Percabangan switch * percobaan207.cpp */ int nilai; cout << "Masukkan sebuah nilai = "; cin >> nilai; // 85/10 = 8.5 -> 8 switch (nilai/10) case 10: case 9: case 8: cout << "Huruf mutu Anda adalah A." << endl; break; case 7: cout << "Huruf mutu Anda adalah B." << endl; break; case 6: cout << "Huruf mutu Anda adalah C." << endl; break; case 5: cout << "Huruf mutu Anda adalah D." << endl; break; case 4: case 3: case 2: case 1: case 0: cout << "Huruf mutu Anda adalah E." << endl; break; default: cout << "Nilai di luar jangkauan." << endl; Kode II-7. percobaan207.cpp 14

1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Apakah perbedaan switch dengan if? II.4 Tugas Akhir 1. Buatlah program untuk menghitung luas bangunan geometri trapesium. Ukuran dimensi bangunan didapat dari peranti masukan dan luas bangun ditampilkan sebagai keluaran. Berikan penjelasan! 2. Buatlah program untuk mengetahui apakah bilangan termasuk ganjil atau genap. Nilai dari bilangan didapat dari peranti masukan. Berikan penjelasan! 15

III. Percobaan 3 Pengulangan dan Fungsi III.1 Tujuan Percobaan Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan sintak pengulangan pada C++ Mahasiswa dapat membuat fungsi pada C++ III.2 Dasar Teori III.2.1 Pengulangan Operasi pengulangan dilakukan apabila ada sebuah/sekelompok instruksi yang perlu diulang, baik terdefinisi sebelumnya ataupun tidak. Struktur pengulangan terdiri atas dua bagian: 1) Kondisi pengulangan yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan 2) Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan diulang. Perintah atau notasi dalam struktur pengulangan adalah: a. while Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan secara berulang apabila syaratnya terpenuhi. Pernyataan while memungkinkan statemen- statemen yang ada didalamnya tidak diakukan sama sekali. Bentuk umum: while(kondisi) //pernyataan; b. do while Pernyataan do while mirip seperti pernyataan while, pernyataan akan diproses secara berulang apabila syaratnya dipenuhi. Bedanya, pada do while pernyataan yang terdapat di dalamnya minimal akan sekali dieksekusi tanpa diperiksa terlebih dahulu syaratnya. Bentuk umum: do //pernyataan; while(kondisi); 16

c. for Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan(looping) beberapa kali tanpa syarat selain jumlah pengulangan. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi. Bentuk umum: for(inisialisasi; kondisi; perubahan) //pernyataan; III.2.2 Fungsi Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima argumen input dan dapat memberikan hasil output yang dapat berupa nilai ataupun sebuah hasil operasi. Hasil akhir fungsi akan berupa sebuah nilai balik (return). Fungsi digunakan agar pemrogram dapat menghindari penulisan berulang-ulang bagian program (kode), dapat menyusun kode program agar terlihat lebih rapi, dan kemudahan dalam debugging program. Parameter adalah nama-nama peubah (variabel) yang dideklarasikan pada bagian header fungsi. Pemrogram dapat membuat fungsi yang didefinisikan sendiri olehnya. Nama fungsi yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram tidak boleh sama dengan nama build-in function pada compiler C++. fungsi main() fungsi A() fungsi B() fungsi C() fungsi C1() fungsi C2() fungsi C3() Gambar III-1. Hierarki fungsi Bentuk umum fungsi: // Deklarasi fungsi tipe_data_kembalian nama_fungsi(tipe_data nama_parameter); tipe_data main() // pernyataan; nama_fungsi(nilai_parameter); tipe_data_kembalian nama_fungsi(tipe_data nama_parameter) // pernyataan; return hasil; 17

Fungsi sendiri terbagi 2, yaitu: fungsi tanpa parameter dan fungsi dengan parameter. III.3 Percobaan III.3.1 Percobaan III-1: Pengulangan while /* Percobaan III-1: Pengulangan while * percobaan301.cpp */ int i; i = 0; while(i<10) // ubah nilai 10 -> 0 untuk perbedaan while dan do-while cout << "Iterasi ke-" << i+1 << endl; i++; Kode III-1. Percobaan301.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Mengapa pengulangannya hanya sampai 10? III.3.2 Percobaan III-2: Pengulangan do-while /* Percobaan III-2: Pengulangan do-while * percobaan302.cpp */ int i; i = 0; do cout << "Iterasi ke-" << i+1 << endl; i++; while(i<10); // Ubah nilai 10 -> 0 untuk perbedaan while dan do-while Kode III-2. Percobaan302.cpp 18

1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Apa perbedaan menggunakan struktur do while dengan while. Jelaskan! III.3.3 Percobaan III-3: Pengulangan for /* Percobaan III-3: Pengulangan for * percobaan303.cpp */ // for(/*(a)*/int i=0; /*(b)*/i<10; /*(d)*/i++) for(int i=0; i<10; i++) /*(c)*/ cout << "Iterasi ke-" << i+1 << endl; Kode III-3. Percobaan303.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Apa perbedaan for dengan struktur pengulangan while? III.3.4 Percobaan III-4: Pengulangan for untuk segitiga /* Percobaan III-4: Pengulangan for untuk segitiga * percobaan304.cpp */ int tinggi, baris, kolom; cout << "Tinggi segitiga = "; cin >> tinggi; for(baris=1; baris <=tinggi; baris++) for(kolom=1; kolom<=baris; kolom++) cout << "*"; cout << endl; Output: tinggi -> 3 19

* ** *** Kode III-4. Percobaan304.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Mengapa hasil bisa membentuk segitiga? III.3.5 Percobaan III-5: Fungsi tanpa parameter /* Percobaan III-5: Fungsi tanpa parameter * percobaan305.cpp */ void fungsi_judul(); fungsi_judul(); void fungsi_judul() cout << "Praktikum C++ "; cout << "LTK JTE FT Unila" << endl; Kode III-5. Percobaan305.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Mengapa harus ada void fungsi_judul(); di bawah? III.3.6 Percobaan III-6: Fungsi dengan parameter /* Percobaan III-6: Fungsi dengan parameter * percobaan306.cpp */ int fungsi_parameter(int x); int a, hasil; cout << "Masukkan nilai a = "; cin >> a; hasil = fungsi_parameter(a); cout << "Hasil penggandaan = " << hasil << endl; 20

int fungsi_parameter(int x) x = x * 20; return x; Kode III-6. Percobaan306.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Mengapa harus ada int fungsi_parameter(int x) pada program di atas? 3. Apa fungsi return x; pada program di atas? 4. Apa perbedaannya dengan fungsi tanpa parameter? III.4 Tugas Akhir 1. Buatlah program untuk mencetak deret 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1. Jelaskan hasil dari eksekusi program! 2. Buatlah program menggunakan perulangan while atau for untuk mencetak * * * * * * * * * * * * Jelaskan hasil eksekusi program! 21

IV. Percobaan 4 Array IV.1 Tujuan Percobaan Mahasiswa dapat memahami pengertian array dan penggunaannya Mahasiswa dapat mengimplementasikan array. IV.2 Dasar Teori IV.2.1 Pengertian Array Variabel-variabel yang kita gunakan pada percobaan sebelumnya adalah variabel yang hanya dapat menampung sebuah nilai numerik atau string pada suatu waktu. Apabila kita ingin memberi nilai yang baru pada variabel tersebut, maka nilai lama akan hilang karena digantikan oleh nilai yang baru. Bagaimana apabila kita ingin menyimpan beberapa nilai/data dalam sebuah variabel dengan nama yang sama tetapi semua nilai tetap tersimpan? Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan indeks pada nama variabel tersebut. Cara ini disebut dengan array. Array adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama, dan setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. Indeks array haruslah tipe data yang menyatakan keterurutan, misalnya: integer atau string. Array dapat dianalogikan sebagai sebuah lemari yang memiliki sederetan kotak penyimpanan yang diberi nomor berurutan. Untuk menyimpan atau mengambil sesuatu dari kotak tertentu, kita hanya cukup mengetahui nomor kotaknya saja. IV.2.2 Jenis-Jenis Array a. Array satu dimensi Array satu dimensi dapat dikatakan sebagai suatu daftar linier atau sebuah kolom. Bentuk umum dari array jenis ini dalam bahasa C++ adalah: tipe_data nama_variabel_array[besar_dimensi]; Contoh: int x[10]; x[1] x[2] x...... x[10] 22

b. Array Multidimensi Contoh umum untuk array jenis ini adalah array dua dimensi dan array tiga dimensi. Array dua dimensi ini dapat dianggap sebagai sebuah matriks yang jumlah kolomnya lebih dari satu. Sedangkan, array tiga dimensi bisa digunakan untuk pentabelan data (baris, kolom, isi data). Bentuk umum array 2 dimensi: tipe_data nama_array[besar_dimensi1][besar_dimensi2]; Bentuk deklarasi array 3 dimensi: tipe_data nama_array[besar_dimensi1][besar_dimensi2] [besar_dimensi3]; Contoh: int y[10][10]; int z[10][10][10]; IV.3 Percobaan IV.3.1 Percobaan IV-1: Array 1 dimensi /* Percobaan IV-1: Array 1 dimensi * percobaan401.cpp */ int fungsi_parameter(int x); int himpunan[10] = 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10; // Menghitung panjang array int len = sizeof(himpunan)/sizeof(int); for(int i=0;i<len;i++) cout << "Data ke-" << i << " = " << himpunan[i] << endl; Kode IV-1. Percobaan401.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Buatkan flowchart kode program di atas! 3. Apa fungsi pengulangan for di atas? 23

IV.3.2 Percobaan IV-2: Array 2 dimensi /* Percobaan IV-2: Array 2 dimensi * percobaan402.cpp */ /include <iostream> int fungsi_parameter(int x); int himpunan[4][2] = 1,2,3,4,5,6,7,8; // Menghitung panjang array int len = sizeof(himpunan)/sizeof(int); // Menghitung panjang dimensi kedua (kolom) int len2 = sizeof(himpunan[0])/sizeof(int); // Menghitung panjang dimensi pertama (baris) int len1 = len/len2; for(int i=0;i<len1;i++) for(int j=0;j<len2;j++) cout << "Data (" << i << ", " << j << ") = " << himpunan[i][j] << endl; Kode IV-2. Percobaan402.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Buatkan flowchart kode program di atas! 3. Kenapa ada dua pengulangan for di atas? Jelaskan! 24

IV.3.3 Percobaan IV-3: Mengakses string sebagai array /* Percobaan IV-3: Mengakses string sebagai array * percobaan403.cpp */ int fungsi_parameter(int x); string tulisan = "Universitas Lampung"; cout << "String: " << tulisan << endl; cout << "Iterasi pertama: " ; for(int i=0;i<11;i++) cout << tulisan[i]; cout << endl << "Iterasi kedua: "; for(int i=12;i<17;i++) cout << tulisan[i]; Kode IV-3. Percobaan403.cpp 1. Jelaskan hasil eksekusi program! 2. Kenapa string bisa diakses sebagai array? IV.4 Tugas Akhir 1. Buatlah program yang bisa memasukkan data dari terminal ke dalam array 1 dimensi dan 2 dimensi. Jelaskan hasil dari eksekusi program! 2. Buatlah program untuk penjumlahan matriks menggunakan array 2 dimensi. Jelaskan hasil dari eksekusi program! 25

LEMBAR ASISTENSI PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMPROGRAMAN LABORATORIUM PEMODELAN DAN SIMULASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG 2014 Judul Praktikum : Nama Praktikum : No Catatan Tanggal Paraf Bandar Lampung, April 2014 NPM