BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
KREATIVITAS BUSANA MUSLIM DI KALANGAN HIJABERS DI SUKABUMI: STUDI EMPIRIS ATRIBUT BUSANA MUSLIM

BAB I PENDAHULUAN. yaitu kecantikan ragawi dan juga inner beauty atau kecantikan dari dalam.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mengenakan jilbab atau kerudung sudah menjadi sesuatu yang

BAB I PENDAHULUAN. kaum hawa. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tampil cantik dan modis dengan gaya elegan, feminine, atau simple kini dapat

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Riskiyana, et al,. Pengaruh Hijabers Community Terhadap Gaya Hidup Dan Keputusan Pembelian 67

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. manusia. Sebagian besar penghuni planet bumi kita dengan berbagai latar

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan. mengakibatkan berbagai perilaku manusia sebagai konsumen semakin mengalami

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Secara etimologis, dalam Oxford English Dictonary (OED),

I. PENDAHULUAN. Islam menyerukan seorang wanita muslimah untuk mengulurkan jilbab-jilbab

BAB I PENDAHULUAN. dan terkait dengan tren yang sedang berlaku. Masyarakat sudah menyadari

BAB I PENDAHULUAN. diwajibkan bagi perempuan untuk menjaga fitrahnya. Berhijab adalah. Sebagaimana kewajiban berhijab dalam Al-Qur'an Q.

BAB I PENDAHULUAN. Wanita muslim umumnya identik dengan hijab. Dalam agama Islam,

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan. Tidak hanya dikalangan remaja, namun ibu-ibu juga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin berkembangnya zaman di era modern kebutuhan akan dunia fashion

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam

BAB V PENUTUP. menengah perkotaan, mereka menyadari bahwa penampilan memegang peranan

BAB I PENDAHULUAN. dalam setiap aktivitasnya. Pemandangan perempuan berjilbab di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Persaingan dunia usaha di Indonesia dewasa ini berkembang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. hidup tanpa bantuan orang lain untuk melakukan hubungan atau interaksi dan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki umat Islam yang berjumlah kurang lebih 87% yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan ide-ide yang kreatif dan inovatif. Industri barang dan jasa pun semakin

BAB I PENDAHULUAN an. Kerudung atau hijab merupakan kata yang tidak asing didengar oleh

BAB I PENDAHULUAN. kecantikan pada kulit wajah dan tubuh sudah menjadi prioritas utama dalam

BAB I PENDAHULUAN. ketat, karena setiap perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat

BAB I PENDAHULUAN. pada dasarnya mengundang kekaguman pria. M.Quraish Shihab hlm 46

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. memberikan identitas kultural terhadap seseorang (Jayanti, 2008: 48).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2016 PENGARUH ONLINE SHOPPING ENJOYMENT DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK FASHION HIJAB DI SOCIAL COMMERCE

BAB I PENDAHULUAN. 2016). Belakangan ini, fenomena perkembangan fashion yang sedang menjadi

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis menyimpulkan inti permasalahan yang dihadapi, sebagai berikut :.

BAB I PENDAHULUAN. dalam kegiatan ekonomi melibatkan produksi, distribusi, pertukaran dan

BAB I PENDAHULUAN. Sehingga perusahaan memiliki strategi tersendiri dalam menarik konsumen yang

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat yang disebabkan oleh adanya ide kreatif dan inovatif dari pelaku

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Fenomena persaingan yang ada dalam era globalisasi akan semakin ketat untuk

BAB I PENDAHULUAN. di dalam negeri, desainer fashion Indonesia juga sudah mulai merambah pasar

BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran, Nora Media Enterprise, Kudus, 2010, hal. 3.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. sebagaimana telah disebutkan dalam ayat Al-Qur an. Jilbab diambil dari bahasa

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dengan cepat tak terkecuali busana muslim. Desain-desain baru

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli produk (Kotler

BAB I PENDAHULUAN. tergantung pada perilaku konsumennya (Tjiptono, 2002). konsumen ada dua hal yaitu faktor internal dan eksternal.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. masyarakatnya, terutama pada kaum perempuan. Sebagian besar kaum perempuan

BAB I PENDAHULUAN. bagi kemajuan suatu bangsa. Masa anak-anak disebut-sebut sebagai masa. yang panjang dalam rentang kehidupan.

BAB I PENDAHULUAN. diakses tanggal 27 April 2016 pukul 08:43 WIB.

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Industri Kreatif Indonesia pada Tahun Seni Pertunjukan. 2 Seni Rupa. 3 Televisi dan Radio.

BAB I PENDAHULUAN. komunitas-komunitas hijabers di Indonesia. 1. Sebagai sebuah perkumpulan, komunitas hijabers mempunyai ciri

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Grafindo, 2002, hal. V. 2 Philip Kotler, dkk. Manajemen Pemasaran Dari Sudut Pandang Asia, PT. Indeks, Jakarta,

BAB I PENDAHULUAN. banyak, baik dalam jumlah maupun jenisnya. Perusahaan-perusahaan saling

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan fashion dibidang aksesoris jilbab dengan manik, kristal dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain papan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perilaku konsumen yang terjadi pada era globalisasi saat ini sangat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pasar yang cukup besar. Bahkan pada bulan Ramadhan nilainya akan

BAB I PENDAHULUAN. yang kian tajam. Maka strategi diferensiasi produk menjadi penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan yang mempunyai kekuatan yang kuat dan memiliki keunggulan dalam hal

BAB I PENDAHULUAN. jilbab. Selain dari perkembangan fashion atau mode, jilbab juga identik dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi (Hadi, 2015).Di samping itu, ternyata gaya busana muslim Indonesia kini menjadi trend setter di Asia

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin ketat dan berbentuk sangat kompleks. Menghadapi persaingan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat memiliki sifat yang dinamis, selalu berubah-ubah mengikuti

BAB I PENDAHULUAN. daerah terkaya jika di bandingkan dengan negeri-negeri muslim lainya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mengubah pola perilaku konsumsi masyarakat. Globalisasi merupakan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

2015 MANFAAT HASIL BELAJAR MANAJEMEN BISNIS BUSANA BUTIK SEBAGAI KESIAPAN PERINTISAN BISNIS BUTIK BUSANA MUSLIMAH

TEORI PENELITIAN METODE PENELITIAN

JILBAB SEBAGAI GAYA HIDUP. (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Perempuan Memakai Jilbab dan Aktivitas Solo Hijabers Community)

POPULARITAS HIJAB STYLE

ANALISA PERILAKU KONSUMSI JILBAB OLEHKOMUNITAS HIJABERS DIKOTA PEKANBARU DI TINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM SKRIPSI

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada zaman modern ini perkembangan industri musik sangat pesat, khususnya

BAB V PENUTUP. aktifitas presentasi diri Seleb Instagram Hijabers, bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pakaian yang ketinggalan zaman, bahkan saat ini hijab sudah layak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Gaya Hidup. dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung zaman

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan pesat teknologi ke arah kemajuan globalisasi berdampak ke

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan perekonomian yang pesat di indonesia dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. bergerak dalam bidang Agama, sosial dan safety fashion. (Sumber: Dokumen

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN(MAHASISWA) TERHADAP KUALITAS PELAYANAN BIRO ADMINISTRASI UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. yang berdampak pada banyak hal salah satunya pada dunia Fashion. Aspek

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia selalu memiliki rasa untuk terus bersama dengan orang lain. Hal ini dikemukakan oleh seorang tokoh sosiologi dunia, Aristoteles (384-322 SM) dalam buku Sosiologi oleh Mg Sri Wiyarti (2007) yang menyatakan bahwa manusia adalah zoon politicon, yang artinya pada dasarnya manusia adalah makhluk yang ingin selalu bergaul dan berkumpul dengan manusia yang kemudian dikenal sebagai makhluk sosial. Bergabung dengan sebuah kelompok, gank ataupun komunitas membuat manusia merasa tidak sendirian lagi. Bahkan dengan bergaul dalam sebuah kelompok atau komunitas mempermudah manusia mengenal jati diri dan memperkuat identitas diri ditengah masyarakat. Dalam sebuah komunitas, para manusia atau disebut anggota selalu ingin merasa satu dalam upaya pembentukan pribadi secara kolektif. Memilih ikut bersosialisasi dan berasimilasi dalam sebuah kelompok terbatas. Komunitas pun terbentuk dan dikerumuni hanya oleh orang-orang yang merasa senasib, seperasaan dan saling ketergantungan Perilaku konsumen berkaitan dengan proses pemilihan produk yang akan dipilih yang terdapat dalam proses pembelian. Teori perilaku konsumen dalam pemilihan suatu produk atas dasar pertimbangan ekonomi, menyatakan bahwa keputusan seseorang untuk melaksanakan pemilihan suatu produk merupakan hasil perhitungan ekonomis rasional yang sadar, sehingga mereka akan memilih produk yang dapat memberikan kegunaan yang paling besar, sesuai dengan selera, dan biaya secara relative (Assauri, 2009). Tidak dipungkiri memahami perilaku konsumen dalam pemilihan produk bukanlah perkara mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan inernal lainnya yang berakibat langsung terhadap keputusan pemilihan produk (Lamb, Hair dan McDaniel, 2005). Dengan demikian, setiap perusahaan harus memahami perilaku konsumen pada pasar

2 sasarannya karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya (Tjiptono, 2006). Konsumen akan menampakkan perilakunya setelah melakukan persepsi terhadap keputusan apa yang akan diambil dalam memilih suatu produk. Menurut Schiffman dan Kanuk (2000) Perception is process by which an individual sselects, organizers, and interprets stimuli into the a meaningfull and coherentpicture of the world. Kurang lebihnya bahwa persepsi merupakan suatu proses yang membuat seseorang untuk memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan rangsanganrangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan lengkap tentang dunianya. Persepsi kualitas dapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap kualitas produk secara keseluruhan berkenaan dengan maksud yang diharapkan, dimana bersifat relatif terhadap alternatif-alternatif. Persepsi kualitas dari suatu produk mempunyai kaitan erat dengan bagaimana suatu merek tersebut dipersepsikan (Aaker, 1996, 1997 dalam Lindawati, 2005). Kotler (2009) menjelaskan bahwa atribut produk yang paling menonjol atau fitur dari produk kekonsumen tidak selalu berarti bahwa merk merupakan sesuatu yang paling penting. (Tjiptono, 2006) menambahkan dari atribut-atribut produk inilah suatu produk dapat dibedakan dengan produk sejenis lainnya, dan setiap perusahaan akan memberikan produk yang terbaik bagi para konsumennya. Segala sesuatu atribut produk yang mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Dalam istilah umum, kita sering membedakan antara produk dengan jasa yaitu produk yang nyata dan jasa tidak berwujud Menurut Sanzo et al.,dalam Fandos dan Flavian (2006), terdapat dua dimensi atribut yaitu atribut intrinsic (sentral) dan atribut ekstrinsik. Menurut Kotler dalam buku Akpoyomare et al., (2012) Atribut produk memegang peran utama dalam menentukan merk yang akan konsumen pertimbangkan dan memberikan perhatian serius ketika membuat keputusan pemilihan produk. Dengan memahami tepat bagaimana konsumen membuat keputusan pemilihan produk dan apa yang mereka nilai dalam produk dan jasa Menurut Oyatoye yang dikutip dalam Akpoyomare

3 (2012). Analisis atribut pada perilaku konsumen merupakan teori permintaan yang cukup baru, yang mana analisis pendekatan atribut menyatakan bahwa kepuasan seseorang terhadap barang atau jasa yang dibeli sebenarnya bukan terletak pada barang itu sendiri tetapi dari karakteristik atau atribut yang melekat pada barang yang bersangkutan. Dengan kata lain, bila seseorang memilih suatu barang, sebenarnya bukan memilih barangnya tetapi memilih atribut pada barang tersebut, yang pada umumnya atribut dari suatu barang bukan hanya satu, namun mungkin ada beberapa (Setiadi, 2008). Pada konteks kekinian, melirik wilayah territorial Indonesia, terkhusus Kota Sukabumi misalnya, sebuah tren jilbab terbaru hadir sebagai perwujudan pergeseran paradigma masyarakat akan makna berjilbab. Bahwa berjilbab, saat ini tidaklah dianggap kuno dan ketinggalan zaman, justru akan menjadikan perempuan muslim terlihat indah, anggun, dan cantik. Pasalnya, pada perkembangannya kini, persepsi penggunaan jilbab tidak lagi sederhana. Jilbab kini di interpretasikan berdasarkan subjektifitas individu. Misalnya banyak yang memahami jilbab sebagai perintah agama dan sebuah kaharusan, sugesti dan ada pula yang menganggap sebagai sebuah fashion belaka. Melalui tren ini, pilihan gaya berjilbab perempuan menjadi lebih variatif. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuat Hijabers Community mendapatkan momentum melalui keberadaan media virtual, yang kian mengukuhkan eksistensi komunitas perempuan berhijab ini. Melalui Hijabers Community perempuan-perempuan tersebut ingin mengubah pandangan bahwa jilbab yang selama ini identik dengan tradisionalitas dan kuno, menjadi sesuatu yang modern, fashionable dan dinamis. Oleh karena itu, banyak kaum hawa terinspirasi oleh komunitas Hijabers. Belakangan muncul pelabelan, gaya berjilbab dan berbusana ala Hijabers. Toko-toko kerudung dengan cepat diserbu oleh banyak perempuan yang berhasrat membeli banyak kerudung kemudian mengkreasikannya dan tampil didepan umum seperti perempuan-perempuan dalam komunitas Hijabers (Hardiyanti, 2012). Banyak dari pengguna jilbab yang mengapresiasi langkah tampilan jilbab baru, dengan mengenal lebih dalam tentang Hijabers Community dan

4 mempelajari tutorial hijabnya yang marak dimedia virtual (youtobe, facebook, dll). Disini Hijabers Community, yang terdiri dari para wanita muslimah, dianggap sebagai tokoh yang mengusung perkembangan tren hijab dan busana muslim di Indonesia. Selain memperkenalkan berbagai style dalam berhijab, mereka juga mencoba untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa wanita muslimah yang berhijab bukanlah wanita yang menutup diri dari pergaulan. Mereka mampu berkarya dan berkarir tanpa meninggalkan syariat agama (Putriadr, 2012). Tabel 1.1 Data Penjualan Jilbab Butik Zoya Sukabumi No. JENIS JILBAB TOTAL PENJUALAN ( Maret - Mei 2014 ) MARET APRIL MEI TOTAL 1 Zoya Bergo Husna 21 16 33 70 2 Zoya PasminaMotif 12 19 11 42 3 Zoya Marsha HL Retro 16 54 63 133 4 Zoya kerudung Big 10 20 15 45 5 Zoya Turkish 45 36 16 97 6 Zoya kerudung segi 4 46 60 135 241 7 Zoya kerudung Russifa 16 17 26 59 TOTAL 166 222 299 687 RATA-RATA 23.71 31.71 42.71 98.14 Sumber : Butik Zoya Sukabumi Dari salah satu sampel butik yang saya amati dapat dilihat secara keseluruhan bahwa peminat tentang atribut produk dari desain / rancangan kerudung segi 4 penjualan Butik Zoya Sukabumi banyak disukai oleh konsumen dan mengalami peningkatan peminat jilbab dari bulan Maret sampai Mei terlihat dari data penjualan. Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan menyajikan dalam suatu karya ilmiah berupa skripsi yang berjudul Analisis Atribut Produk Hijab Menurut Persepsi Hijabers Community dan Non Hijabers Community Di Kota Sukabumi.

5 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah penulis kemukakan maka dapat diidentifikasi beberapa masalah yang akan dibahas sebagai berikut : 1. Apakah ada perbedaan persepsi tentang keberadaan suatu komunitas antara anggota komunitas hijabers dan non anggota komunitas hijabers? 2. Apakah ada perbedaan persepsi tentang atribut-atribut produk hijab antara anggota komunitas hijabers dan non anggota komunitas hijabers? 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang ada hubungannya dengan objek yang diteliti, sehingga diperoleh suatu gambaran dan data yang selengkap lengkapnya mengenai atribut produk hijab di kalangan hijabers community. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk menganalisis adanya perbedaan persepsi tentang keberadaan suatu komunitas antara anggota komunitas hijabers dan non anggota komunitas hijabers. 2. Untuk menganalisis adanya perbedaan persepsi tentang atribut-atribut produk hijab antara anggota komunitas hijabers dan non anggota komunitas hijabers. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Kontribusi praktis Penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris tentang atribut produk hijab di kalangan hijabers community dan non hijabers community. Penulisan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis, mahasiswa, pemerintah, maupun masyarakat umum mengenai keberadaan hijabers community. Memberikan gambaran hidup mereka serta identitas kolektif yang ingin ditonjolkan.

6 1.4.2 Kontribusi Teoritis Dalam penelitian ini terfokus pada persepsi keberadaan Hijabers Community, dan Atribut Produk. Apabila pembuktian empiris nantinya membuktikan bahwa adanya perbedaan persepsi tentang atribut-atribut produk hijab antara anggota komunitas hijabers dan non anggota komunitas hijabers. Maka hasil ini diharapkan agar dapat dijadikan sebagai pembanding bagi peneliti selanjutnya dan informasi yang berguna khusunya bagi peneliti serupa di masa mendatang. 1.5 Definisi Variabel Penelitian Persepsi Hijabers Community Menurut Community Hijabers (2012) mengemukakan bahwa Hijabers Community adalah sebuah wadah komunitas wanita muslimah yang dibentuk pada tanggal 27 November 2010 di Jakarta, oleh 30 wanita berjilbab dengan latar belakang profesi dan kehidupan yang berbeda. Berkumpul bersama untuk berbagi visi mereka untuk membentuk sebuah komunitas yang akan mengakomodasi kegiatan yang terkait dengan jilbab dan muslimah. Menurut Schiffman dan Kanuk (2000) mengemukakan persepsi merupakan suatu proses yang membuat seseorang untuk memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan rangsangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan lengkap tentang dunianya. Atribut Produk Menurut Tjiptono (2008) mengemukakan bahwa atribut Produk adalah unsur-unsur produk yang dianggap penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.

7 1.6 Outline Skripsi Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab yang secara keseluruhan membahas mengenai analisis keberadaan hijabers community dan non hijabers community terhadap persepsi atas atribut produk. Pada urutan yang dimulai dari Bab I mengenai pendahuluan, yang berisikan tentang latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian yang dilengkapi pembahasan tentang (a) kontribusi teoritis, (b) kontribusi praktis, definisi variabel penelitian, dan outline skripsi. Pada bab II dibahas tentang tinjauan pustaka, yang berisikan tentang pengertian dasar, teori dasar yang dijumpai, kajian penelitian sebelumnya, kerangka pemikiran, dan pengembangan hipotesis. Selanjutnya diikuti dengan bab III yaitu menjelaskan tentang objek dan metode penelitian dilengkapi dengan pembahasan objek penelitian, sejarah singkat perusahaan, visi, misi, kegiatan perusahaan, struktur organisasi, populasi dan sampling, metode pengumpulan data, operasional variabel, jenis dan sumber data, uji validitas dan reabilitas kuesioner, metode analisis. Pada bab IV menjelaskan tentang hasil penelitian dan pembahasan yang berisikan tentang adanya perbedaan persepsi tentang atribut-atribut produk hijab antara anggota komunitas hijabers dan non anggota komunitas hijabers dan untuk menganalisis adanya perbedaan persepsi tentang keberadaan komunitas hijabers, karakteristik responden dan pernyataan responden mengenai persepsi keberadaan Hijabers Community dan Atribut Produk, uji validitas dan reabilitas kuesioner, analisis atribut produk hijab dikalangan Hijabers Community dan Non Hijabers Community. Kemudian pada akhir dari penulisan skripsi ini adalah bab V, yaitu membahas mengenai kesimpulan dan saran dari penelitian yang sudah dilakukan.