Materi 5 Layer 2 Data Link

dokumen-dokumen yang mirip
DATA LINK LAYER. Gambar. 1: Fungsi dari Data Link Layer. Gambar. 2: PDU pada Data Link Layer berupa Frames

Flow Control. stop-and-wait

B A B VIII DATA LINK CONTROL

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area

Bab 7. Data Link Control

Jaringan Komputer Data Link Control Data L

Week #5 Protokol Data Link Control

DATA LINK LAYER. Gambar 1. Data Link Menyiapkan Data Jaringan untuk Physical Layer

KOMUNIKASI DATA Kontrol Komunikasi

Gambar 1.1 Contoh Jaringan Peer To Peer


CHAPTER 5. Data link adalah medium tramsmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai.

Data Link Control. Komunikasi Data Komdat5_datalink kontrol-1

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB V DETEKSI DAN KOREKSI KESALAHAN

FLOW CONTROL & A VARIABLE. Budhi Irawan, S.Si, M.T

FLOW CONTROL & ERROR CONTROL. Fungsi SUBLAYER LLC pada datalink

Model Kendali Aliran. Aliran data masuk. Aliran data keluar

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7. Bab 7 Protokol Data Link Control

JARINGAN KOMPUTER. Data Link Layer. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

Data Communication. Week 13 Data Link Layer (Error Correction) 13Susmini I. Lestariningati, M.T

Chapter 2 part 2 Getting Connected. Muhammad Al Makky

Kelompok 2 (3KA35) Dedy Setyo Pangestu ( ) Febri Markuri ( ) Melpin Agun Framansa ( ) DATA LINK LAYER

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

Perangkat Lunak Telekomunikasi PROTOCOL ALOHA

Jaringan Komputer (IF8505) Data link layer. Materi. Prinsip dasar Peran data link layer Framing Error handling Flow control Contoh: HDLC, PPP

Lapisan Data Link. Frame adalah PDU pada lapisan data link.

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet

Layer OSI dan TCP/IP

PEER-TO-PEER DAN ARQ PROTOCOLS

DATA LINK LAYER: PROTOKOL HIGH LEVEL DATA LINK CONTROL (HDLC) Komunikasi Data

PENGERTIAN JARINGAN ETHERNET Disusun Oleh : RENGGA INGRIDIANTO NIM I PUTU TIRTA TAMARA PUTRA NIM

DASAR JARINGAN DAN TELEKOMUNIKASI RESUME MATERI ETHERNET. disusun oleh:

BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol

Data Link Layer -switching- Rijal Fadilah, S.Si

Data Communication #13 Error Correction

Serial Communication II

SIMULASI ARQ DALAM TRANSMISI PAKET PADA KOMUNIKASI WIRELESS ABSTRAK

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

RANGKUMAN TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL

Medium Access Sublayer

TRANSPORT LAYER. Fikri Fadlillah, ST

Teknik Komunikasi Data Digital

BAB II. Protocol and Error Handling

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu

Terdapat 2 macam link : link fisik dan link logik (contoh: virtual path yang terdiri atas virtual channel)

TRANSPORT LAYER DEFINISI

Tugas Jaringan Komputer

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Disampaikan Dalam Rangka Pengabdian Masyarakat PROGRAM STUDI

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

INTERFERENSI BLUETOOTH TERHADAP THROUGHPUT WLAN IEEE B

Chapter 4 WLAN Access. Rendra Tjipta Towidjojo.

Bab 2. Model Referensi OSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS KINERJA DAN PEMODELAN PROTOKOL SLIDING WINDOW DENGAN GO BACK N

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

B A B VIII DATA LINK CONTROL

MULTIPLE ACCESS. Budhi Irawan, S.Si, M.T

PROTOKOL KOMUNIKASI. Budhi Irawan, S.Si, M.T

MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP

DATA LINK LAYER. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Protokol dan Arsitekturnya

Yama Fresdian Dwi Saputro Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan

Materi 7 Layer 4 Transport

ANIMASI PEMBELAJARAN ALGORITMA AUTOMATIC REPEAT REQUEST (ARQ) PADA PENGONTROLAN KESALAHAN PENGIRIMAN DATA

LAYERED MODEL 9/1/2010. Gambaran Umum Referensi OSI. Pertemuan 6

PROTOKOL. 25/03/2010 Komunikasi Data/JK 1

PERCOBAAN IV Komunikasi Data MODEM

Gambar 1 : Simple Data Transfer

Karakteristik. Protokol dan Arsitekturnya. Langsung atau Tidak Langsung. Monolitik atau Terstruktur. Simetrik atau asimetrik

Minggu 4 Layer Data Link

Network Device. 1. Switch

Materi 1. Pendahuluan

9/6/2014. OSI dan TCP/IP 7 Layer OSI Protokol yang bekerja pada layer OSI. Sesi 4-5

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Ethernet. 4b-2. E t h e r n e t

Bagian 5 Pengkodean Data, Transmisi Asynchronous dan Synchronous, Serta Data Link Control

Networking Model. Oleh : Akhmad Mukhammad

Bab III Prinsip Komunikasi Data

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

Referensi Model OSI & TCP/IP

MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP

Bab 10. Packet Switching

METODE AKSES. Pertemuan IV. 1. Ethernet CSMA/CD

KOMUNIKASI DATA. DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI Yuyun Siti Rohmah, ST., MT

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah

PACKET SWITCHING. Rijal Fadilah

Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP

BAB III TOKEN RING. jaringan cincin (ring) dan sistem token passing untuk mengontrol akses menuju jaringan.

Datarate (bandwidth) Layout jaringan (topologi) Single atau multiple kanal komunikasi.

KOMUNIKASI DATA PACKET SWITCHING

MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN

TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP

TUGAS AKHIR ICT BRIDGE : MENGHUBUNGKAN ANTAR SISTEM JARINGAN SEJENIS

Refrensi OSI

MAKALAH PERBEDAAN TCP/IP DENGAN OSI

BAB II DASAR TEORI. Pada bab ini dijelaskan mengenai buffering, teknologi IEEE , standar

Mungkin ada di antara kita sering mendengar atau menggunakan istilah-istilah pada judul di atas. Namun apa beda masing-masing dari istilah itu?

Transkripsi:

Materi 5 Layer 2 Data Link Missa Lamsani Hal 1

Pengertian Data Link Layer Menyediakan prosedur pengiriman data antar jaringan Mendeteksi dan mengoreksi error yang mungkin terjadi pada physical layer Memiliki address secara fisik yang sudah di-kodekan secara langsung ke networkcard pada saat pembuatan card tersebut (disebut MAC Address) Contohnya : Ethernet, HDLC, IEEE 802 LAN, FDDI Perangkat yang beroperasi pada layer ini adalah bridge dan switch Missa Lamsani Hal 2

Fungsi dari Data Link Layer Missa Lamsani Hal 3

PDU Pada Data Link Layer berupa Frame Missa Lamsani Hal 4

Data Frame Missa Lamsani Hal 5

Flow Control Flow Control adalah suatu teknik untuk menjamin bahwa entitas pengirim tidak akan membanjiri data kepada entitas penerima Entitas penerima secara khusus mengalokasikan buffer dengan beberapa kali panjangnya transfer Ketika data diterima, receiver harus mengerjakan sejumlah proses tertentu sebelum mengalirkan data ke software dengan level yang lebih tinggi Dengan tidak adanya flow control maka buffer pada penerima dapat terisi penuh dan melebihi kapasitas, bersamaan pada saat penerima masih memproses data sebelumnya Missa Lamsani Hal 6

Flow Control Model Transmisi Frame Missa Lamsani Hal 7

Flow Control Model Transmisi Frame Gambar a diatas menunjukkan mekanisme flow control dengan tidak adanya error. Sumbu keatas adalah urutan waktu yang akan mempermudah dalam menggambarkan hubungan kirim dan terima yang benar sebagai fungsi waktu Masing-masing tanda panah ( ) menunjukkan satu frame data yang sedang dalam perjalanan diantara dua statiun Data dikirimkan dalam urutan frame yang masingmasing frame berisi bagian data dan sejumlah informasi pengontrol Missa Lamsani Hal 8

Flow Control Model Transmisi Frame Diasumsikan bahwa semua frame dikirimkan berhasil diterima dengan sukses, tidak ada frame yang hilang dan tidak ada frane yang datang mengalami error Selanjutnya frame tersebut tiba secara bersamaan dengan dikirimkannya frame. Bagaimanapun juga masing-masing frame yang dikirimkan sebelum diterima akan mendapat delay pada saluran yang besarnya berubah-ubah Missa Lamsani Hal 9

Stop And Wait Flow Control Protocol ini memiliki karakteristik dimana sebuah pengirim, mengirimkan sebuah frame dan kemudian menunggu ackacknowledgment sebelum memprosesnya lebih lanjut Missa Lamsani Hal 10

Stop And Wait Flow Control Missa Lamsani Hal 11

Stop And Wait Flow Control Mekanisme stop and wait flow control, DLC mengijinkan sebuah message untuk ditransmisikan (event 1) Missa Lamsani Hal 12

Stop And Wait Flow Control Pengujian terhadap terjadinya error dilakukan dengan teknik VCR (vertical redundancy check) atau LRC (longitudinal redudancy check) terjadi pada even 2 Missa Lamsani Hal 13

Stop And Wait Flow Control Pada saat yang tepat, sebuah ACK atau NAK dikirimkan kembali untuk ke statiun pengirim (event 3) Missa Lamsani Hal 14

Stop And Wait Flow Control Tidak ada message lain yang dapat ditransmisikan selama statiun penerima mengirimkan kembali sebuah jawaban. Jadi istilah stop and wait diperoleh pada dari proses pengirim message oleh statiun pengirim, menghentikan transmisi berikutnya dan menunggu jawaban Missa Lamsani Hal 15

Stop And Wait Flow Control Pendekatan stop and wait adalah sesuai untuk susunan transmisi half duplex, karena dia menyediakan untuk transmisi data dalam dua arah, tetapu hanya dalam satu arah setiap saat. Kekurangan yang terbesar adalah disaat jalur tidak jalan sebagai akibat dari statiun yang dalam keadaan menunggu. Sehingga kebanyakan DLC stop and wait sekarang menyediakan lebih dari satu terminal yang online Terminal-terminal tetap beroperasi dalam susunan yang sederhana Missa Lamsani Hal 16

Stop And Wait Flow Control Stasiun pertama atau host sebagai penanggung jawab untuk peletakkan message diantara terminal-terminal (biasanya melalui sebuah terminal pengontrol yang berada di depannya) dan akses pengontrolan untuk hubungan di bawah dan menjadi masalah yang serius ketika ACK atau NAK hilang dalam jaringan atau dalam jalur. Jika ACK pada event 3 hilang, setelah habis batas waktunya, stasiun master mengirim ulang message yang sama untuk kedua kalinya. Transmisi yang berkelebihan mungkin terjadi dan menciptakan sebuah duplikasi record pada tempat kedua dari file data pengguna. Akibatnya, DLC harus mengadakan suatu cara untuk mengidentifikasi dan mengurutkan message yang dikirimkan dengan berdasarkan pada ACK atau NAK sehingga harus dimiliki suatu metoda untuk mengecek duplikat message. Missa Lamsani Hal 17

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Missa Lamsani Hal 18

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Pada gambar diatas menunjukkan bagaimana urutan pendeteksian duplikasi message bekerja Event 1 statiun pengirim mengirimkan sebuah message dengan urutan 0 pada headernya Missa Lamsani Hal 19

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Statiun penerima menhawab dengan sebuah ack dan sebuah nomor uturan 0 (event 2) Missa Lamsani Hal 20

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Pengirim menerima ACK, memeriksa no urut 0 di headernya, mengubah nomor urutan menjadi 1 dan mengirimkan message berikutnya (event 3) Missa Lamsani Hal 21

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Statiun penerima mendapatkan message dengan ack 1 di event 4 Akan tetapi message ini diterima dalam keadaan rusak atau hilang di jalan. Missa Lamsani Hal 22

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Stasiun pengirim mengenali bahwa message di event 3 tidak dikenali. Setelah batas waktu terlampau (timeout) stasiun pengirim mengirim ulang message ini (event 5). Missa Lamsani Hal 23

Stop And Wait Flow Control alternating Sequence Stasiun penerima mencari sebuah message dengan nomor urutan 0. Dia membuang message, sejak itu dia adalah sebuah duplikat dari message yang dikirim pada event 3. Untuk melengkapi pertanggungjawaban, stasiun penerima mengirim ulang ACK 1 (event 6). Missa Lamsani Hal 24

Efek delay propagasi dan kecepatan transmisi Kita akan menentukan efisiensi maksimum dari sebuah jalur point to point menggunakan skema stop and wait Total waktu yang diperlukan untuk mengirim data adalah : Td = Ti + ntf Missa Lamsani Hal 25

Efek delay propagasi dan kecepatan transmisi TI = waktu untuk menginisiasi urutan TI = tprop + tpoll + tproc TF = waktu untuk mengirim satu frame TF = tprop + tframe + tproc + tprop + tack + tproc tproc = waktu proses tprop = waktu propagasi tframe = waktu pengiriman tack = waktu balasan Missa Lamsani Hal 26

Efek delay propagasi dan kecepatan transmisi Untuk menyederhanakan persamaan di atas, kita dapat mengabaikan Termination (membatasi koneksi logika (hubungan transmitter-receiver). Misalnya, untuk sepanjang urutan frame, TI relatif kecil sehingga dapat diabaikan. Kita asumsikan bahwa waktu proses antara pengiriman dan penerimaan diabaikan dan waktu balasan frame adalah sangat kecil, sehingga kita dapat mengekspresikan Td sebagai berikut: Td = n(2tprop + tframe) Dari keseluruhan waktu yang diperlukan hanya n x t frame yang dihabiskan selama pengiriman data sehingga utilization (U) atau efisiensi jalur diperoleh. Missa Lamsani Hal 27

Slinding Window Flow Control Masalah utama yang selama ini adalah bahwa hanya satu frame yang dapat dikirimkan pada saat yang sama. Dalam keadaan antrian bit yang akan dikirimkan lebih besar dari panjang frame (a>1) maka diperlukan suatu efisiensi. Untuk memperbesar efisiensi yang dapat dilakukan dengan memperbolehkan transmisi lebih dari satu frame pada saat yang sama. Bila suatu station A dan B dihubungkan dengan jalur full-duplex, station B mengalokasikan buffers dengan selebar n frame, yang berarti stasiun B dapat menerima n frame, dan station A diperbolehkan untuk mengirim frame sebanyak n tanpa menunggu adanya jawaban. Missa Lamsani Hal 28

Slinding Window Flow Control Untuk menjaga jejak dimana frame yang dikirimkan sedang dijawab maka masing-masing jawaban diberi label dengan nomor yang urut. Station B menjawab frame dengan mengirimkan jawaban yang dilengkapi nomor urut dari frame berikutnya yang diinginkan. Jawaban ini juga memiliki maksud untuk memberitahukan bahwa station B siap untuk menerima n frame berikutnya, dimulai dengan nomor urut yang telah tercantum. Skema ini juga dapat ipergunakan untuk menjawab lebih dari satu frame. Misalnya station B dapa jawaban sampai sampai frame ke 4 tiba, dengan kembali jawaban dengan nomor urut 5, station B menjawab frame 2, 3, dan 4 pada satu saat. Missa Lamsani Hal 29

Slinding Window Flow Control Station A memelihara daftar nomor urutan yang boleh dikirim, sedangkan station B memelihara daftar nomor urutan yang siap akan diterima. Masing-masing daftar tersebut dapat dianggap sebagai window dari frame, sehingga prinsip kerjanya disebut dengan pengontrol aliran sliding-window. Diperlukan untuk dibuat komentar tambahan untuk masingmasing, karena nomor urut yang dipakai menempati daerah didalam frame, komentar tambahan ini dibatasi oleh terbatasnya tempat yang tersedia. Misalnya untuk daerah dengan panjang 3 bit, maka nomor urut jangkauannya antara 0 s/d 7 saja, sehingga frame diberi nomor dengan modulo 7, jadi sesudah nomor urut 7 berikutnya adalah nomor 0. Missa Lamsani Hal 30

Slinding Window Flow Control Missa Lamsani Hal 31

Slinding Window Flow Control Pada umumnya untuk daerah dengan panjang k-bit, maka jangkauan nomor urut dari 0 sampai dengan 2k- 1, dan frame diberi nomor dengan modulo 2k. Pada gambar diatas menggambarkan proses slidingwindows, dengan diasumsikan nomor urut menggunakan 3 bit sehingga frame diberi nomor urut 0 s/d 7, selanjutnya nomor yang sama dipakai kembali sebagai bagian urutan frame. Gambar segiempat yang diberi bayangan (disebut window) menunjukkan transmitter dapat mengirimkan 7 frame, dimulai dengan frame nomor 7. Missa Lamsani Hal 32

Slinding Window Flow Control Setiap waktu frame dikirimkan maka window yang digambarkan sebagai kotak dibayangi akan menyusut, setiap waktu jawaban diterima, window akan membesar. Ukuran panjang window sebenarnya tidak diperlukan sebanyak ukuran maksimumnya untuk diisi sepanjang nomor urut. Sebagai contoh, nomor urut menggunakan 3 bit, stasiun dapat membentuk window dengan ukuran 4, menggunakan protokol pengatur aliran sliding-window. Sebagai contoh diasumsikan memiliki daerah nomor urut 3 bit dan maksimum ukuran window adalah 7 frame. Missa Lamsani Hal 33

Slinding Window Flow Control Dimulai dari station A dan B telah menandai window dan station A mengirimkan 7 frame yang dimulai dengan frame 0 (F0), sesudah mengirimkan 3 frame (F0, F1, dan F2) tanpa jawaban maka station A telah menyusutkan window-nya menjadi 4 frame. Window menandai bahwa station A dapat mengirimkan 4 frame, dimulai dari frame nomor 3 selanjutnya stasiun B mengirim receive-ready (RR) yang berarti semua frame telah diterima sampai frame nomor 2 dan selanjutnya siap menerima frame nomor 3, tetapi pada kenyataannya disiapkan menerima 7 frame, dimulai frame nomor 3. Station A terus mengirimkan frame nomor 3, 4, 5, dan 7, kemudian station B menjawab RR7 sebagai jawaban dari semua frame yang diterima dan mengusulkan station A mengirim 7 frame, dimulai frame nomor 7. Missa Lamsani Hal 34

Slinding Window Flow Control Receiver harus dapat menampung 7 frame melebihi satu jawaban yang telah dikirim, sebagian besar protokol juga memperbolehkan suatu station untuk memutuskan aliran frame dari sisi (arah) lain dengan cara mengirimkan pesan receive-not-ready (RNR), yang dijawab frame terlebih dulu, tetapi melarang transfer frame berikutnya. Bila dua stasiun saling bertukar data (dua arah) maka masing-masing perlu mengatur dua window, jadi satu untuk transmit dan satu untuk receive dan masingmasing sisi (arah) saling mengirim jawaban. Missa Lamsani Hal 35

Slinding Window Flow Control Untuk memberikan dukungan agar efiisien seperti yang diinginkan, dipersiapkan piggybacking (celengan), masing-masing frame data dilengkapi dengan daerah yang menangkap urutan nomor dari frame, ditambah daerah yang menangkap urutan nomor yang dipakai sebagai jawaban. Selanjutnya bila suatu station memiliki data yang akan dikirim dan jawaban yang akan dikirimkan, maka dikirimkan bersama-sama dalam satu frame, cara yang demikian dapat meningkatkan kapasitas komunikasi. Jika suatu station memiliki jawaban tetapi tidak memiliki data yang akan dikirim, maka station tersebut mengirimkan frame jawaban yang terpisah. Missa Lamsani Hal 36

Slinding Window Flow Control Jika suatu station memiliki data yang akan dikirimkan tetapi tidak memiliki jawaban baru yang akan dikirim maka station tersebut mengulangi dengan mengirimkan jawaban terakhir yang dikirim, hal ini disebabkan frame data dilengkapi daerah untuk nomor jawaban, dengan suatu nilai (angka) yang harus diletakkan kedalam daerah tersebut. Jika suatu station menerima jawaban yang sama (duplikat) maka tinggal mengabaikan jawaban tersebut. Missa Lamsani Hal 37

Slinding Window Flow Control Sliding-window dikatakan lebih efisien karena jalur komunikasi disiapkan seperti pipa saluran yang setiap saat dapat diisi beberapa frame yang sedang berjalan, tetapi pada stop and wait hanya satu frame saja yang boleh mengalir dalam pipa saluran tersebut. Missa Lamsani Hal 38

Error Control Berfungsi untuk mendeteksi dan memperbaiki error-error yang terjadi dalam transmisi frameframe. Ada 2 tipe error yang mungkin : Frame hilang suatu frame gagal mencapai sisi yang lain Frame rusak suatu frame tiba tetapi beberapa bit-bit-nya error. Missa Lamsani Hal 39

Error Control Teknik-teknik umum untuk error control Deteksi error : Error detection, biasanya menggunakan teknik CRC (Cyclic Redundancy Check) Positive acknowledgment : tujuan mengembalikan suatu positif acknowledgment untuk penerimaan yang sukses, frame bebas error Transmisi ulang setelah waktu habis : sumber mentransmisi ulang suatu frame yang belum diakui setelah suatu waktu yang tidak ditentukan. Negative acknowledgment dan transmisi ulang : tujuan mengembalikan negative acknowledgment dari frameframe dimana suatu error dideteksi. Missa Lamsani Hal 40

Error Control Sumber mentransmisi ulang beberapa frame. Mekanisme ini dinyatakan sebagai Automatic repeat Request (ARQ) yang terdiri dari 3 versi : Stop and wait ARQ. Go-back-N ARQ. Selective-reject ARQ. Missa Lamsani Hal 41

Stop and wait ARQ Missa Lamsani Hal 42

Stop and wait ARQ Berdasarkan pada teknik flow control stop and wait, dan digambarkan dalam gambar diatas. Stasiun sumber mentransmisi suatu frame tunggal dan kemudian harus menunggu suatu acknowledgment (ACK) dalam periode tertentu. Tidak ada data lain dapat dikirim sampai balasan dari stasiun tujuan tiba pada stasiun sumber. Bila tidak ada balasan maka frame ditransmisi ulang. Bila error dideteksi oleh tujuan, maka frame tersebut dibuang dan mengirim suatu Negative Acknowledgment (NAK), yang menyebabkan sumber mentransmisi ulang frame yang rusak tersebut. Missa Lamsani Hal 43

Stop and wait ARQ Bila sinyal acknowledgment rusak pada waktu transmisi, kemudian sumber akan habis waktu dan mentransmisi ulang frame tersebut. Untuk mencegah hal ini, maka frame diberi label 0 atau 1 dan positive acknowledgment dengan bentuk ACK0 atau ACK1 ACK0 mengakui menerima frame 1 dan mengindikasi bahwa receiver siap untuk frame 0. Sedangkan ACK1 mengakui menerima frame 0 dan mengindikasi bahwa receiver siap untuk frame 1. Missa Lamsani Hal 44

Go Back N ARQ Termasuk continuous ARQ, suatu stasiun boleh mengirim frame seri yang ditentukan oleh ukuran window, memakai teknik flow control sliding window. Sementara tidak terjadi error, tujuan akan mengacknowledge (ACK) frame yang masuk seperti biasanya. Teknik Go-back-N ARQ yang terjadi dalam beberapa kejadian : Frame yang rusak ACK rusak NAK rusak Missa Lamsani Hal 45

Go Back N ARQ Missa Lamsani Hal 46

Go Back N ARQ Frame yang rusak A mentransmisi frame i. B mendeteksi suatu error dan telah menerima frame (i-1) secara sukses. B mengirim A NAKi, mengindikasi bahwa frame I ditolak. Ketika A menerima NAK ini, maka harus mentransmisi ulang frame i dan semua frame berikutnya yang sudah ditransmisi. Frame i hilang dalam transmisi. A kemudian mengirim frame (i+1). B menerima frame (i+1) diluar permintaan, dan mengirim suatu NAKi. Frame i hilang dalam transmisi dan A tidak segera mengirim frame frame tambahan. B tidak menerima apapun dan mengembalikan baik ACK atau NAK. A akan kehabisan waktu dan mentransmisi ulang frame i. Missa Lamsani Hal 47

Go Back N ARQ Frame yang rusak Missa Lamsani Hal 48

Go Back N ARQ ACK rusak B menerima frame i dan mengirim ACK (i+1), yang hilang dalam transmisi. Karena ACK dikumulatif (contoh, ACK6 berarti semua frame sampai 5 diakui), hal ini mungkin karena A akan menerima sebuah ACK yang berikutnya untuk sebuah frame berikutnya yang akan melaksanakan tugas dari ACK yang hilang sebelum waktunya habis. Jika waktu A habis, A mentransmisi ulang frame I dan semua frame frame berikutnya. Missa Lamsani Hal 49

Go Back N ARQ ACK rusak Missa Lamsani Hal 50

Go Back N ARQ NAK rusak NAK rusak. Jika sebuah NAK hilang, A akan kehabisan waktu (time out) pada serangkaian frame dan mentransmisi ulang frame tersebut berikut frame frame selanjutnya. Missa Lamsani Hal 51

Go Back N ARQ NAK rusak Missa Lamsani Hal 52

Selective Reject ARQ Hanya mentransmisi ulang frame-frame bila menerima NAK atau waktu habis. Ukuran window yang perlu lebih sempit daripada goback-n. Untuk go back- N, ukuran window 2n-1 sedangkan selective -reject 2n. Skenario dari teknik ini untuk 3 bit penomoran yang mengizinkan ukuran window sebesar 7 : 1. Stasiun A mengirim frame 0 sampai 6 ke stasiun B. 2. Stasiun B menerima dan mengakui ketujuh frame-frame. 3. Karena noise, ketujuh acknowledgment hilang. 4. Stasiun A kehabisan waktu dan mentransmisi ulang frame 0. 5. Stasiun B sudah memajukan window penerimanya untuk menerima frame 7,0,1,2,3,4 dan 5. Dengan demikian dianggap bahwa frame 7 telah hilang dan bahwa frame nol yang baru, diterima. Missa Lamsani Hal 53

Selective Reject ARQ Problem dari skenario ini yaitu antara window pengiriman dan penerimaan. Yang diatasi dengan memakai ukuran window max tidak lebih dari setengah range penomoran. Missa Lamsani Hal 54

Medium Access Sublayer Medium Access Control menjelaskan pentingnya dilakukan mekanisme kontrol atas pemakaian channel komunikasi oleh beberapa node yang hendak melakukan transmisi / pengiriman data. Control atas channel ini dimaksudkan agar tidak terjadi benturan / tabrakan / collision diantara data-data yang kiririmkan oleh beberapa node yang hendak melakukan transmisi. Missa Lamsani Hal 55

Jaringan dibagi 2 kategori : Hubungan point to point Hubungan broadcast Broadcast channel sering disebut : Multi access Random Access Channels Missa Lamsani Hal 56

Referensi: http://teknik-informatika.com/flow-control/ http://maulana.staff.gunadarma.ac.id/ http://www.rijalfadilah.wordpress.com http://www.csi.ucd.ie/staff/jmurphy/networks/csd8 _4-datalink_2.pdf http://ocw.mit.edu/nr/rdonlyres/aeronautics-and- Astronautics/16-36Communication- Systems-EngineeringSpring2003/7D64F769-4B55-4184-B8B0-3800DFB7DC31/0/lec15_16.pdf Missa Lamsani Hal 57

Alhamdulillah. Missa Lamsani Hal 58