KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

dokumen-dokumen yang mirip
KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

BAKAT & INTELEGENSI. Cattel m coba menemukan perbedaan2 individu dlm hal: - ketajaman sensoris (indra) - kekuatan otot 10 aspek - kemampuan mental

Pengantar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Hubungan Remaja dengan Orangtua,Saudara kandung & Teman Sebaya

SEMINAR TENTANG ABK DISAMPAIKAN DALAM RANGKA KAB. BANDUNG BARAT (10 MEI 2008) OLEH: NIA SUTISNA, DRS. M.Si

Konteks assessment dan Klasifikasi Pemeriksaan Psikologis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Teori atau Konsep 1. Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa yang berbeda

BAB I PENDAHULUAN. ketidakmampuan. Orang yang lahir dalam keadaan cacat dihadapkan pada

BAB 1 PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Perjalanan hidup manusia mengalami beberapa tahap pertumbuhan.

MEMORI DAN MOTIVASI. PERTEMUAN 4

PEND. ANAK LUAR BIASA

3/8/2017. Dita Rachmayani, S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id / PENGGUNAAN ISTILAH

KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA

PENDIDIKAN KHUSUS & PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

TUMBUH KEMBANG ANAK YUSI RIKSA YUSTIANA

BAB II. BENTUK-BENTUK GEJALA JIWA DALAM PENDIDIKAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dan proses-proses sosial di dalam masyarakat (Bungin 2006: 48). Dalam lembaga

BAKAT & INTELEGENSI. 2 Kemampuan Mental. Individual Differences

KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

BAB 1 PENDAHULUAN. kecerdasan yang rendah di bawah rata-rata orang pada umumnya (Amrin,

BAB I PENDAHULUAN. khusus karena anak tersebut menandakan adanya kelainan khusus. Mereka

PENDIDIKAN SISWA BERKEBUTUAN KHUSUS. Kuliah 1 Adriatik Ivanti, M.Psi

PENDIDIKAN KHUSUS PUSAT KURIKULUM BALITBANG DIKNAS. DRS. MUHDAR MAHMUD.M.Pd

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mendapatkan kesempurnaan yang diinginkan karena adanya keterbatasan fisik

1. DEFINISI MURID TUNA CAKAP BELAJAR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perancangan

ASESMEN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. Oleh: Drs. Muhdar Mahmud, M.Pd.

BANG EMOSI YG NORMAL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kasus gangguan perilaku eksternal sudah menjadi topik yang

BAB 1 PENDAHULUAN. tiap tahunnya, hal ini ditandai dengan prestasi anak bangsa yang sudah mampu

SETYO WAHYU WIBOWO, dr. Mkes Seminar Tuna Daksa, tinjauan fisiologis dan pendekatan therapiaccupressure, KlinikUPI,Nov 2009

TIGA MATERA PENGEMBANGAN KURIKULUM PATG

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2015

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. yang diharapkan memiliki kecakapan hidup dan mampu mengoptimalkan segenap

BAB I PENDAHULUAN. secara fisik. Anak Berkebutuhan Khusus dibagi ke dalam dua kelompok yaitu

LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

1. Pendahuluan Perkenalan Aturan dan tata tertib perkuliahan

BAB I PENDAHULUAN. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KOMUNIKASI. Komunikasi mengandung pengertian memberitahukan untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yg diberitahukan itu menjadi milik bersama

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan perilaku maupun sikap yang diinginkan. Pendidikan dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pada tahun-tahun pertama kehidupan, mendengar adalah bagian. terpenting dari perkembangan sosial, emosional dan kognitif anak.

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

TAHAPAN ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang beralamat di Jl. Rajekwesi 59-A Perak Bojonegoro. Di SLB-B Putra

LEARNING DISABILITIES

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 53 TAHUN 2013 TENTANG

Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-Kanak Oleh: Nur Hayati, S.Pd PGTK FIP UNY

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ORTOPEDAGOGIK DENGAN PENDIDIKAN LUAR BIASA

IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN STRATEGI PEMBELAJARANNYA. Oleh Mardhiyah, Siti Dawiyah, dan Jasminto 1

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Retardasi Mental. Dr.dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K)

Jahoda (Ihrom, 2008), batasan lebih luas Kesehatan mental mencakup : 1) sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri

SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PENDEKATAN ERGONOMIS DALAM PERANCANGAN STASIUN KERJA. Nama: Siti Krisnawati (12-039)

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasannya jauh dibawah rata rata yang ditandai oleh keterbatasan intelejensi

AUTISME MASA KANAK-KANAK Autis berasal dari kata auto, yg berarti sendiri. Istilah autisme diperkenalkan oleh Leo Kanner, 1943 Pandangan lama: autisme

BAB I PENDAHULUAN. vol.65, Jakarta: YPJ, 2010), hal. 17 1

I. PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan suatu masa, dimana individu berjuang untuk tumbuh menjadi sesuatu,

BAB I PENDAHULUAN. ketidakmampuan melakukan aktivitas secara mandiri. pembentukan pengertian dan belajar moral (Simanjuntak, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan Hawa sebagai pendamping bagi Adam. Artinya, manusia saling

Diagnosis Kesulitan Belajar

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF: PIAGET. Dr. J anprasetyo, SpKJ (K)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 1991 TENTANG PENDIDIKAN LUAR BIASA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

A E T R E A R A PE P N E G N EM

PENERIMAAN POSITIF TANPA SYARAT DALAM PENGASUHAN DAN PENDAMPINGAN ANAK ERKEBUTUHAN KHUSUS DI RUMAH DAN DI SEKOLAH 1

Selamat berjumpa dalam mata kuliah PERKEMBANGAN & BELAJAR PESERTA DIDIK. IV. Perkembangan Bahasa. Oleh Agung Hastomo, S.

II. Deskripsi Kondisi Anak

PENDIDIKAN KHUSUS/PLB (SPECIAL EDUCATION) MENUJU PENDIDIKAN BERMUTU DAN BERTANGGUNG JAWAB

Penyebab: - Prenatal - Natal - Postnatal Jenis: - Kurang penglihatan, kurang pendengaran Penanganan: - Konsul ke dokter spesialis mata atau THT -

PANDUAN PELAYANAN PASIEN DENGAN KENDALA FISIK, BAHASA, BUDAYA, DAN PENGHALANG LAINNYA

PERILAKU DALAM BERORGANISASI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malasah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. memasuki pendidikan lebih lanjut yang diselenggarakan baik formal, informal

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan mendengar dan kemampuan bicara (Somantri, 2006). selayaknya remaja normal lainnya (Sastrawinata dkk, 1977).

PENDIDIKAN PROFESI GURU. Oleh: Dr. H. KAMIN SUMARDI, M.Pd.

Menurut UU No. 13 Th.1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas.

Pengembangan Kemampuan Berkomunikasi pada Anak Cerebral Palsy. Musjafak Assjari (PLB-FIP-UPI)

Individu, Keluarga dan Masyarakat

15 PERAN SAVE THE CHILDREN DALAM MENANGANI ANAK DISABILITAS DI BANDUNG

Perkembangan Anak dan Remaja. Dra. Riza Sarasvita MSi, MHS, PhD, Psikolog Direktur PLRIP BNN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BIMBINGAN DI SEKOLAH DASAR DASAR

LEARNING SKILLS (Keterampilan Membaca) Program PPKB UGM FAKULTAS PERTANIAN

LAMPIRAN 1. Pedoman Wawancara. dalam Mencapai Kemandirian di UPTD Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara

PENINGKATAN METODE PEMBELAJARAN PADA PESERTA DIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

Transkripsi:

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN III. INDIVIDU2 KHUSUS (EXCEPTIONAL PEOPLE) A. Pengertian Indv yg scr signifikan berbeda dgn indv normal & mengalami hambatan utk mencapai sukses dlm aktivitas social, personal, & pendidikan yg sangat dasar. Istilah Exceptional People 1. Disable Gangguan fungsi pd aspek Fisik, Sosial & Belajar. Disebabkan karena factor fisik. 2. Impared Gangguan fungsi pd indera2 sensoris. 3. Disordered Gangguan dalam kemampuan belajar & PL social. 4. Handicaped Masalah intelektual & fisik 5. Exceptional Hambatan yg dialami dpt ditinjau dari bbrp aspek, yaitu dalam aktivitas personal, social, & pendidikan.

B. Kategori Individu2 Khusus Individu dgn kemampuan khusus dikategorikan : 1. Sensory Handicapped Hambatan dlm pendengaran & penglihatan 2. Mental Deviation a. Penyimpangan mental ekstrim kiri, Mental Retardation b. Penyimpangan mental ekstrim kanan, Giftedness 3. Communication Disorder hambatan yg berkaitan dgn bahasa & berbicara 4. Learning Disabilities Hambatan dlm belajar yg tdk disebabkan oleh faktor2 fisiologis 5. Behavioral Disorders Hambatan dlm PL karena masalah emosional 6. Physical Handicaps Hambatan fisik karena kerusakan neurologist, cacat atau tdk ada & kondisi fisik yg tdk prima sejak lahir. C. Kategori Anak Khusus di Indonesia Tuna Netra Tuna Wicara & Rungu Tuna Laras Tuna Daksa Tuna Grahita

1. Tuna Netra Penyebab Bawaan Eksternal Secara kognitif masih normal. Pendidikannya menitikberatkan pd factor kognitif & kepekaan indera yg lain dengan cara: a. meningkatkan kemampuan b. melakukan aktivitas gerak c. mengikuti kegiatan kelompok d. bersikap seolah tidak ada handicap e. mengenal alam dgn baik f. dorongan orang tua g. mandiri h. memiliki emosi yg stabil i. memilih cara yg paling cocok dgn dirinya dlm menyelesaikan masalah 2. Tuna Wicara & Rungu Penyebab Bawaan Eksternal Dilihat dr penyebabnya, maka jenisnya dapat dibedakan menjadi: a. Prelingual Loss sejak lahir tdk dpt mendengar b. Postlingual Loss muncul setelah lahir

Ditinjau dr jumlah telinga yg mengalami gangguan: a. Unilateral gangguan pd sebelah telinga b. Bilateral gangguan pd kedua telinga Karakteristiknya: a. Perkembangan Sosial Umumnya mengalami hambatan komunikasi & hambatan belajar yg berkaitan dgn intelektual kesulitan dlm berinteraksi sosial b. Perkembangan Intelegensi Sebagian besar normal selama tdk mengalami kerusakan otak c. Perkembangan Pendidikan Terbatas, sesuai dengan kemampuan masing2. d. Perkembangan Bahasa Penguasaan perbendaharaan katanya rendah e. Perkembangan Bicara Umumnya berbicara tidak jelas Sebaiknya menerima perlakuan: a. Home Intervention Tidak ada perbedaan dalam melatih anak di sekolah maupun di rumah b. Centered Programs Program disesuaikan dgn kondisi anak

c. Redential School Pendidikan dengan asrama programnya lebih intensif d. Day-School e. Secondary Program, on the job training Mengajarkan keterampilan2 tertentu yg nantinya bisa dijadikan bekal utk mencari nafkah. Utk mengembangkan kemampuan komunikasinya : a. Sign Language Gesture tangan b. Speech Reading Belajar mengucap & Membaca bibir c. Taction & Kinaesthetic Feedback Melatih indera peraba d. Formal Speech Training 3. Tuna Grahita / Metal 4. Tuna Daksa / Cacat Fisik Penyebab: - Kaki tdk sama besar - Polio - Cacat kaki karena cerebral palsy - Amputasi - Karena kebakaran yg permanen - Pengaruh obat-obatan

Jenisnya tergantung pd bagian tubuh mana yg mengalami hambatan. Dapat bersifat kronis bila tidak segera mendapatkan penanganan. 5. Tuna Laras Penderitanya: remaja (juvenille, usia < 18 th) yg telah melakukan deliquency / tindakan yg melanggar norma hukum / kenakalan yg menjurus pada tindakan criminal yg dilakukan oleh remaja secara berkali2. Hukuman bersifat mendidik Yang termasuk tidakan deliquency (Mlueck & Glueck): a. Pencurian b. Perampokan c. Tidakan keras kepala yg berlebihan d. Melarikan diri dr rumah e. Membolos yg berlebihan f. Menyerbu (fisik maupun verbal) g. Melakukan berbagai macam pelanggaran h. Berjudi Penyebab: a. hubungan keluarga tdk harmonis, pola asuh, Status social ekonomi b. lingkungan c. motivasi d. tekanan e. kelainan yg dimiliki oleh individu itu sendiri (fisik maupun psikis)

Penanganan: a. melihat penyebab dan kondisi masing2 indv b. mempertimbangkan apakah perlu pindah lingkungan atau merubah lingkungan c. bila dikarenakan kelainan fisik atau psikis, diperlukan pengawasan yg intensif & continue. d. kerjasama antara ortu, sekolah, masyarakat & kepolisian e. menimbulkan rasa jera