FORMULIR NOMOR : 106.PBK.01. (Dibuat di atas kop surat perusahaan) Nomor :...,... Lampiran : Perihal : Laporan Keuangan PT.. Yth. Kepala Badan Pengawas Di Jakarta Sesuai dengan Keputusan Kepala Bappebti tentang Kewajiban Pelaporan Keuangan dan Ketentuan Modal Bersih Disesuaikan bagi Pialang Berjangka, bersama ini terlampir kami sampaikan laporan keuangan Tahunan terhitung mulai... s/d... Laporan keuangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, dan segala akibat yang timbul dari laporan keuangan ini merupakan tanggung jawab kami. Cap Perusahaan ttd (Nama Direktur Utama) 1
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.02. PT XYZ BERJANGKA LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 20X2 dan 20X1 (dalam rupiah) ASET 20X2 20X1 20X2 20X1 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS ASET LANCAR LIABILITAS JANGKA PENDEK Kas setara kas xxxx xxxx Utang Bank xxxx xxxx Deposito Berjangka xxxx xxxx Utang pada LKB xxxx xxxx Sertifikat Deposito xxxx xxxx Utang pada PB AK xxxx xxxx Piutang dan margin pada LKB xxxx xxxx Utang kepada pihak terafiliasi xxxx xxxx Piutang pada PB AK xxxx xxxx Utang Pajak xxxx xxxx Piutang pada Nasabah dan Nasabah Terafiliasi xxxx xxxx Biaya yang masih harus dibayar xxxx Xxxx 2
20X2 20X1 20X2 20X1 Pajak Tangguhan xxxx xxxx Persediaan Komoditi xxxx xxxx LIABILITAS JANGKA PANJANG Biaya dibayar dimuka xxxx xxxx Utang Bank xxxx xxxx Utang Obligasi xxxx xxxx Imbalan Kerja Jangka Panjang xxxx xxxx Jaminan PB NAK xxxx xxxx ASET TIDAK LANCAR Utang Subordinasi xxxx xxxx Investasi Langsung xxxx xxxx Utang Jangka Panjang Lainnya xxxx xxxx Aset Tetap xxxx xxxx TOTAL LIABILITAS xxxx xxxx Akumulasi Penyusutan (xxxx) (xxxx) Aset Tidak Berwujud xxxx xxxx EKUITAS Aset Lain-lain Modal Disetor xxxx xxxx Hak Keanggotaan pada Bursa Berjangka xxxx xxxx Tambahan Modal disetor xxxx xxxx Dana Jaminan pada LKB xxxx xxxx Pendapatan Komprehensif Lain 3
20X2 20X1 20X2 20X1 Dana Jaminan pada PB AK xxxx xxxx Selisih Nilai Wajar Aset Keuangan AFS Aset Pajak Tangguhan xxxx xxxx Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan xxxx xxxx xxxx xxxx Keuntungan/kerugian aktuarial xxxx xxxx Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama xxxx xxxx Saldo Laba xxxx xxxx Kepentingan Nonpengendali xxxx xxxx TOTAL EKUITAS xxxx xxxx TOTAL ASET* xxxx xxxx TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS xxxx xxxx * Selain Aset yang disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan, Pialang Berjangka juga mengelola dana nasabah dan nasabah terafiliasi pada rekening terpisah untuk tahun 20X2 dan tahun 20X1 berjumlah Rp. XXX dan Rp. XXX. 4
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.03. PT. XYZ LAPORAN LABARUGI KOMPREHENSIF Untuk Periode yang Berakhir pada... 20X2 dan 20X1 (dalam rupiah) 20X2 20X1 PENGHASILAN Komisi Pendapatan jasa Penasehat Perdagangan Berjangka Pendapatan bunga dan dividen Pendapatan lain-lain Total Pendapatan BEBAN Beban iuran Anggota Bursa & Kliring Berjangka Beban gaji Beban komisi penjualan Beban Transaksi a. Bursa b. Kliring c. Dana Kliring Beban sewa dan pemeliharaan gedung Beban Promosi dan Publikasi Beban Komunikasi dan Informasi Beban untuk transaksi yang salah Beban pengembangan Sumber Daya Manusia Beban perjalanan dinas Beban administrasi & umum Beban Penyusutan Dan Amortisasi Beban Penyisihan Kerugian Piutang Tidak Tertagih Beban Lain-lain (uraikan) Total Beban Laba (rugi) sebelum pajak dan pos-pos luar biasa Pos-pos luar biasa Laba bersih setelah pos-pos luar biasa Pajak Penghasilan kini Pajak Penghasilan Tangguhan Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 5
Beban Pajak Penghasilan () () Beban pajak kini () () Beban pajak tangguhan () () Laba (rugi) tahun berjalan () () Pendapatan Komprehensif lain Selisih nilai wajar AFS Selisih penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Keuntungan (kerugian) aktuarial dari program pensiun imbalan pasti Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi/ventura bersama entitas Pajak penghasilan terkait Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak Total pendapatan komprehensif tahun berjalan Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan nonpengendali Jumlah laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan nonpengendali 6
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.04. PT XYZ BERJANGKA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk periode yang berakhir pada tanggal... 20X2 dan 20X1 (dalam Rupiah) Keterangan Catatan Modal disetor dan tambahan modal disetor Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Selisih penilaian AFS Keuntungan dan kerugian aktuarial Bagian komprehensif lain dari investee Saldo laba Jumlah Ekuitas Saldo per 31 Des 20X0 Setoran Modal XXX - - - - - XXX Dividen - - - - - (XXX) (XXX) Cadangan umum - - - - - (XXX) (XXX) Cadangan tujuan - - - - - (XXX) (XXX) Laba (rugi ) neto periode berjalan - - - - - XXX XXX Saldo per 31 Des 20X1 Dividen - - - - - (XXX) (XXX) Cadangan umum - - - - - (XXX) (XXX) Laba (rugi ) neto periode berjalan - - - - - XXX XXX Saldo per 31 Des 20X2 7
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.05. PT XYZ BERJANGKA LAPORAN ARUS KAS Untuk periode yang berakhir pada tanggal... 20X2 dan 20X1 (dalam Rupiah) Keterangan Catatan 20X2 20X1 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari: Transaksi Berjangka Bunga Lain-lain Total penerimaan Pengeluaran kepada: Pemasok Mitra usaha Karyawan Pajak Lain-lain Total Pengeluaran Jumlah arus kas dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan: Penerimaan dividen Penjualan investasi jangka pendek/panjang yang kehilangan pengendalian Lain-lain Total penerimaan Pengeluaran Perolehan entitas anak Pembelian aset tetap Lain-lain Total pengeluaran Jumlah arus dari aktivitas investasi 8
Keterangan Catatan 20X2 20X1 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Emisi saham Emisi obligasi Pinjaman bank Penjualan investasi pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilangnya pengendalian Lain-lain Total Penerimaan Pengeluaran Pembelian kembali saham Pembayaran utang bank Pembayaran dividen Lain-lain Total Pengeluaran Jumlah arus kas dari aktivitas pendanaan Kenaikan (penurunan) arus kas neto Saldo kas dan setara kas awal periode Saldo kas dan setara kas akhir periode 9
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.06. PT. XYZ BERJANGKA LAPORAN MODAL BERSIH DISESUAIKAN Bulan/Triwulan* periode...s.d...20xx (dalam rupiah) NO. URAIAN JUMLAH MODAL BERSIH 1 Aset Lancar 2 Penyesuaian atas asset lancar antara lain: a. seluruh pembayaran dimuka, beban di bayar dimuka, beban yang ditangguhkan, pinjaman dan piutang b. semua piutang yang diragukan penagihan atau realisasinya c. saldo debit/defisit nasabah dan nasabah terafiliasi. d. Total penyesuaian asset lancar 3 Total Aset lancar (1 dikurangi 2d) 4 Total liabilitas 5 Utang subordinasi 6 Liabilitas yang disesuaikan ( 4 dikurangi 5) 7 Modal bersih PENYESUAIAN ATAS MODAL BERSIH 8 Penyesuaian risiko pasar merupakan penyesuaian terhadap risiko Efek yang dimiliki Pialang Berjangka dihitung berdasarkan penyesuaian tertentu dari nilai wajar. Penyesuaian Efek yang dimiliki Pialang Berjangka dan/atau jaminan atas pinjaman yang diberikan, pembayaranpembayaran dimuka, dan piutang yang meliputi : a. Penyesuaian untuk Sertifikat Bank Indonesia adalah 5% (lima perseratus).; b. Penyesuaian untuk Surat Berharga Negara yang memiliki sisa jangka waktu jatuh tempo: 1) 0 sampai dengan 7 tahun adalah 5% (lima perseratus); 2) Lebih dari 7 tahun hingga 15 tahun adalah 7,5% (tujuh koma lima perseratus); dan 3) Lebih dari 15 tahun adalah 10% (sepuluh perseratus) c. Penyesuaian untuk obligasi, sukuk korporasi, atau Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang memiliki: 1) Peringkat setara dengan AAA adalah 5% (lima perseratus); - 10
NO. URAIAN JUMLAH 2) Peringkat setara dengan AA hingga kurang dari setara dengan AAA adalah 15% (lima belas perseratus); 3) Peringkat setara dengan A hingga kurang dari setara dengan AA adalah 25% (dua puluh lima perseratus); 4) Peringkat setara dengan BBB- hingga kurang dari setara dengan A adalah 35% (tiga puluh lima perseratus); dan 5) Peringkat kurang dari setara dengan BBBadalah 100% (seratus perseratus) d. Penyesuaian untuk Efek bersifat Ekuitas dalam kategori LQ-45 yang di Bursa Efek Indonesia adalah 65% dan kategori non LQ-45 yang di Bursa Efek Indonesia adalah 75%, serta yang tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia (delisting) atau yang sama sekali tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah 100%; e. Penyesuaian untuk Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak tetap yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 100%; f. Penyesuaian untuk Efek luar negeri adalah 90% (sembilan puluh perseratus); g. Penyesuaian untuk Unit Penyertaan Reksa Dana yang tidak diperdagangkan di Bursa Efek adalah 100%. 9 Jumlah dana yang diperlukan untuk menutupi kekurangan Margin (under margin) a. rekening nasabah b. rekening nasabah terafiliasi c. Total jumlah dana untuk menutupi under margin 10 Jaminan Pialang Berjangka untuk kewajiban kontinjensi - - - - - - - - 11 Jumlah penyesuaian (8 s/d 10) 12 Jumlah Modal Bersih disesuaikan (7 dikurangi 11) 13 Dana Nasabah pada rekening terpisah 14 10 % Aset Nasabah pada rekening terpisah (10% dari nomor 12) 15 Kelebihan (kekurangan) Modal Bersih Disesuaikan terhadap 10 % Aset Nasabah pada Rekening Terpisah (12 dikurangi 13) 16 Kelebihan (kekurangan) Modal Bersih Disesuaikan terhadap jumlah Nilai Absolut Modal Bersih Disesuaikan yang dipersyaratkan *Pilih salah satu 11
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.07. PT. XYZ BERJANGKA LAPORAN REKENING TERPISAH UNTUK TRANSAKSI DALAM NEGERI Harian/Bulan/Triwulan* yang berakhir... 20X2 (dalam rupiah) JUMLAH JUMLAH NO. URAIAN Dana Nasabah Dana Nasabah Terafiliasi TOTAL DANA NASABAH YANG HARUS DIPISAHKAN 1 Saldo bersih rekening terpisah a. Kas X X X b. Surat berharga X X X 2 Laba/Rugi bersih yang belum terealisasi pada kontrak terbuka X X X 3 Perdagangan opsi a. Nilai pasar dari kontrak opsi terbuka yang dibeli b. Nilai pasar dari kontrak opsi terbuka yang dijual X X X X X X 4 Kekayaan bersih (Defisit) Nasabah (1 s/d 3) X X X 5 Rekening-rekening defisit X X X 6 Jumlah yang harus dipisahkan (4 ditambah 5) X X X DANA NASABAH PADA REKENING TERPISAH 7 Dana pada rekening terpisah a. Kas X X X b. Surat berharga X X X 8 Margin pada Lembaga Kliring Berjangka a. Kas b. Surat Berharga 9 Nilai Bersih penyelesaian transaksi dari /kepada Lembaga Kliring Berjangka X X X 10 Kekayaan pada Pialang Berjangka Anggota Kliring a. Kas b. Surat berharga X X X 11 Perdagangan Opsi a. Nilai terbuka kontrak opsi jual X X X b. Nilai terbuka kontrak opsi beli X X X 12 Dana terpisah yang belum disetor ke Bank (uraikan) X X X 13 Total dana pada rekening terpisah (7 s/d 12) X X X 14 Kelebihan (kekurangan) dana pada rekening terpisah (13 dikurang 6) X X X *Pilih salah satu 12
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.08. PT. XYZ BERJANGKA LAPORAN REKENING TERPISAH UNTUK TRANSAKSI LUAR NEGERI Harian/Bulan/Triwulan* yang berakhir... 20X2 (dalam rupiah) JUMLAH JUMLAH NO. URAIAN Dana Nasabah Dana Nasabah Terafiliasi TOTAL DANA NASABAH YANG HARUS DIPISAHKAN 1 Saldo bersih rekening terpisah a. Kas X X X b. Surat berharga X X X 2 Laba/Rugi bersih yang belum terealisasi pada kontrak terbuka X X X 3 Perdagangan opsi a. Nilai pasar dari kontrak opsi terbuka yang dibeli X X X b. Nilai pasar dari kontrak opsi terbuka yang dijual X X X 4 Kekayaan bersih (Defisit) Nasabah (1 s/d 3) X X X 5 Rekening-rekening defisit X X X 6 Jumlah yang harus dipisahkan (4 ditambah 5) X X X DANA NASABAH PADA REKENING TERPISAH 7 Dana pada rekening terpisah a. Kas X X X b. Surat berharga X X X 8 Margin pada Lembaga Kliring Berjangka a. Kas b. Surat Berharga 9 Nilai Bersih penyelesaian transaksi dari /kepada Lembaga Kliring Berjangka 10 Kekayaan pada Pialang Berjangka Anggota Kliring X X X a. Kas b. Surat berharga X X X 11 Perdagangan Opsi a. Nilai terbuka kontrak opsi jual X X X b. Nilai terbuka kontrak opsi beli X X X 12 Dana terpisah yang belum disetor ke Bank (uraikan) X X X 13 Selisih Kurs X X X 14 Total dana pada rekening terpisah (7 s/d 12) X X X 15 Kelebihan (kekurangan) dana pada rekening terpisah (13 dikurang 6) X X X *Pilih salah satu 13
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.09. Nama Perusahaan : Per Tanggal : LAPORAN UTANG SUBORDINASI NO Total Utang Berdasarkan Perjanjian Subordinasi (dalam rupiah) Total Kewajiban Yang Tidak Berdasarkan Perjanjian Subordinasi 1 Total Kewajiban Subordinasi, sesuai laporan periode sebelumnya Xxxxx 2 Penambahan (dijelaskan dibawah) Xxxxx 3 Pengurangan (dijelaskan dibawah) () () 4 Saldo Akhir Kewajiban Subordinasi Xxxxx Keterangan : 1. Bila sebelumnya tidak mempunyai Kewajiban jenis ini, maka saldo pada nomor 1 adalah Rp.0,- (nihil). 2. Saldo Akhir Kewajiban Subordinasi (No.4) harus cocok dengan saldo pada Laporan Posisi Keuangan (Form. No.106.PBK.02) Tanggal Penjelasan Jumlah Xxxxx Xxxxx Xxxxx Cap Perusahaan Ttd, (Nama Direktur Utama) 14
FORMULIR NOMOR : 106.PBK.10. PT. XYZ BERJANGKA JURNAL BUKU BANK REKONSILIASI Kode JBB.Bank.IDR/USD * Sumber: Rekening Koran Bank Periode 01/12/12 s/d 31/12/12 No. Rekening xxx No Tanggal No Account Bukti Inject Withdrawal Keterangan Debet Kredit Saldo 1 Saldo Awal xxxx xxxx 2 Mutasi Dana Masuk xxxx xxxx 3 Mutasi Dana Keluar xxxx xxxx 0.00 0.00 Saldo Akhir 0.00 * Disesuaikan dengan mata uang yang dipilih. 15
Lampiran 2 KETENTUAN MENGENAI MODAL BERSIH DISESUAIKAN, TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN MODAL BERSIH DISESUAIKAN, DAN TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN REKENING TERPISAH I. MODAL BERSIH DISESUAIKAN 1. Modal Bersih Disesuaikan adalah Modal Bersih yang dimiliki oleh Pialang Berjangka dikurangi dengan penyesuaian-penyesuaian terhadap Modal Bersih. 2. Pialang Berjangka wajib mempertahankan Modal Bersih Disesuaikan dengan nilai yang terbesar antara nilai absolut atau nilai 10% (sepuluh perseratus) dari jumlah dana nasabah yang dikelolanya. 3. Nilai absolut Modal Bersih Disesuaikan yang harus dipertahankan sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sebagai berikut : a. Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) bagi yang menyalurkan amanat Nasabah untuk transaksi Kontrak Berjangka pada Bursa Berjangka dalam negeri; b. Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) tambahan dari Modal Bersih Disesuaikan sebagaimana dimaksud pada angka 1) bagi yang menyalurkan amanat Nasabah untuk transaksi Kontrak Berjangka luar negeri; c. Rp7.500.000.000,00 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah) bagi Pialang Berjangka Peserta Sistem Perdagangan Alternatif dan/atau menyalurkan amanat Nasabah untuk Kontrak Berjangka dalam negeri dan/atau Kontrak Berjangka luar negeri. 4. Apabila Modal Bersih Disesuaikan mencapai nilai peringatan dini yaitu yang terbesar antara 120% (seratus dua puluh perseratus) dari nilai absolut atau 12% (dua belas perseratus) dari jumlah dana nasabah yang dikelolanya, Pialang Berjangka wajib melaporkan perkembangan posisi keuangannya kepada Bursa Berjangka dan Bursa Berjangka wajib melaporkannya kepada Bappebti paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak laporan mengenai perkembangan posisi keuangan Pialang Berjangka tersebut diterima oleh Bursa Berjangka. 5. Dalam hal Pialang Berjangka mengetahui atau mendapati nilai Modal Bersih Disesuaikan telah mencapai batas sebagaimana dimaksud pada angka 2, Pialang Berjangka wajib meningkatkan Modal Bersih Disesuaikan dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak nilai batas tersebut diketahui oleh Pialang Berjangka dan wajib melaporkan kepada Bappebti paling lambat hari kerja pertama minggu berikutnya setiap minggunya selama 4 (empat) minggu berturut-turut. 16
Lampiran 2 6. Apabila Pialang Berjangka tidak dapat memenuhi persyaratan keuangan sebagaimana dimaksud pada angka 5, Bappebti memerintahkan kepada Pialang Berjangka untuk segera melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: a. mengalihkan semua atau sebagian posisi terbuka dan Margin atau rekening Nasabah yang dikelolanya kepada beberapa Pialang Berjangka lain; b. menghentikan kegiatan usaha Pialang Berjangka, kecuali untuk melikuidasi posisi terbuka; atau c. mengizinkan melaksanakan kegiatan usaha Pialang Berjangka berdasarkan persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh Bappebti. II. TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN MODAL BERSIH DISESUAIKAN 1. Dalam hal Pialang Berjangka memiliki posisi atas Kontrak Berjangka, maka perhitungan Modal Bersih Disesuaikan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. keuntungan yang belum direalisasikan (unrealized profits) harus ditambahkan pada akun piutang terkait dan kerugian yang belum direalisasikan (unrealized losses) harus dikurangkan pada akun yang terkait; dan b. Kontrak Berjangka untuk posisi jual (short) dan posisi beli (long) harus dinilai berdasarkan harga pasarnya;. 2. Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan Modal Bersih (net capital) adalah total Aset Lancar (current assets) yang telah disesuaikan dikurangi total Liabilitas yang telah disesuaikan. 3. Aset Lancar adalah semua aset yang dikategorikan sebagai Aset Lancar sesuai dengan Pedoman Akuntansi Pialang Berjangka dengan penyesuaian sebagaimana tercantum pada angka 4. 4. Penyesuaian terhadap Aset Lancar adalah sebagai berikut: a. tidak termasuk seluruh pembayaran dimuka, beban di bayar dimuka, beban yang ditangguhkan, pinjaman dan piutang kecuali: 1) piutang yang berasal dari penjualan persediaan yang berhubungan dengan yang berumur tidak lebih dari 3 (tiga) bulan sejak terjadinya; 2) piutang bunga, piutang komisi, piutang beban manajemen pada Pengelola Sentra Dana Berjangka yang jatuh temponya kurang dari 30 (tiga puluh) hari, dan khusus untuk dividen terhitung sejak tanggal penetapan; 3) piutang pada Lembaga Kliring Berjangka dan Pialang Berjangka Anggota Kliring Berjangka yang timbul dari transaksi Kontrak 17
Lampiran 2 Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif lainnya; dan 4) klaim asuransi untuk kegiatan perusahaan Pialang Berjangka yang berumur tidak lebih dari 3 (tiga) bulan setelah diakui. b. tidak termasuk semua piutang yang diragukan penagihan atau realisasinya, kecuali setelah dikurangi penyisihan piutang tidak tertagih atau terealisasi. c. tidak termasuk piutang saldo debit/defisit Nasabah dan Nasabah terafiliasi. 5. Termasuk hal yang dikecualikan dari penyesuaian sebagaimana tercantum pada angka 4 adalah pinjaman yang diberikan, pembayaran-pembayaran dimuka, piutang-piutang dijamin dan berbagai bentuk piutang lainnya yang mempunyai jaminan, apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Pinjaman yang diberikan, pembayaran-pembayaran dimuka, dan piutang yang dijamin dengan Efek yang benar-benar memadai dan layak serta dapat segera dicairkan menjadi uang tunai. Pinjaman yang diberikan, pembayaran-pembayaran dimuka, dan piutang yang dijamin dengan Efek ini hanya dapat ditetapkan sebesar nilai pasar dari jaminan-jaminannya setelah dikurangi sejumlah persentase tertentu sebagaimana dimaksud pada angka 6. Dalam hal nilai pasar yang dimaksud lebih besar dari nilai pinjaman yang diberikan, pembayaran-pembayaran dimuka, dan piutang yang dijamin, maka nilai yang dapat diperhitungkan adalah maksimal sebesar nilai yang tercantum dalam Laporan Posisi Keuangan; dan b. jaminan tersebut berada di bawah pengendalian Pialang Berjangka yang mendapat kuasa secara sah dari debitur untuk dapat menjual atau mengkonversikan jaminan tersebut menjadi uang tunai. 6. Penyesuaian risiko pasar merupakan penyesuaian terhadap risiko Efek yang dimiliki Pialang Berjangka yang dihitung berdasarkan penyesuaian tertentu dari nilai wajar. Penyesuaian Efek yang dimiliki Pialang Berjangka dan/atau jaminan atas pinjaman yang diberikan, pembayaran-pembayaran dimuka, dan piutang meliputi : a. penyesuaian untuk Sertifikat Bank Indonesia adalah 5% (lima perseratus); b. penyesuaian untuk Surat Berharga Negara yang memiliki sisa jangka waktu jatuh tempo: 1) 0 (nol) sampai dengan 7 (tujuh) tahun adalah 5% (lima perseratus); 2) Lebih dari 7 (tujuh) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun adalah 7,5% (tujuh koma lima perseratus); dan 3) Lebih dari 15 (lima belas) tahun adalah 10% (sepuluh perseratus). 18
Lampiran 2 c. penyesuaian untuk obligasi, suku korporasi, atau Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang memiliki : 1) peringkat setara dengan AAA adalah 5% (lima perseratus); 2) peringkat setara dengan AA sampai dengan kurang dari setara dengan AAA adalah 15% (lima belas perseratus); 3) peringkat setara dengan A sampai dengan kurang dari setara dengan AA adalah 25% (dua puluh lima perseratus); 4) peringkat setara dengan BBB- sampai dengan kurang dari setara dengan A adalah 35% (tiga puluh lima perseratus); dan 5) peringkat kurang dari setara dengan BBB- adalah 100% (seratus perseratus) d. penyesuaian untuk Efek bersifat Ekuitas dalam kategori LQ-45 yang di Bursa Efek Indonesia adalah 65% (enam puluh lima perseratus) dan kategori non LQ-45 yang di Bursa Efek Indonesia adalah 75% (tujuh puluh lima perseratus), serta yang tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia (delisting) atau yang sama sekali tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah 100% (seratus perseratus); e. penyesuaian untuk Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak tetap yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 100% (seratus perseratus); f. penyesuaian untuk Efek luar negeri adalah 90% (sembilan puluh perseratus); g. penyesuaian untuk Unit Penyertaan Reksa Dana yang tidak diperdagangkan di Bursa Efek adalah 100% (seratus perseratus). 7. Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan beban-beban yang dibebankan sebagai pengurang Modal Bersih sebagaimana dimaksud pada angka 1 adalah sebagai berikut: a. persentase penilaian kembali nilai surat berharga sebagaimana dimaksud pada angka 6 huruf a sampai dengan huruf g; b. jumlah dana yang diperlukan untuk menutupi kekurangan margin (under margin) selama rekening Nasabah dan Nasabah terafiliasi yang belum diterima pada saat tanggal pelaporan. 8. Jaminan Pialang Berjangka untuk liabilitas kontinjensi Semua jaminan untuk menutupi liabilitas kontinjensi akan menjadi pengurang modal bersih dalam penghitungan Modal Bersih Disesuaikan. Yang dimaksud dengan liabilitas kontinjensi adalah liabilitas yang menurut ketentuan akuntansi dapat dikategorikan sebagai liabilitas kontinjensi. 9. Total liabilitas yang telah disesuaikan sebagaimana dimaksud pada angka 2 adalah total liabilitas setelah dikurangi dengan Utang Subordinasi. 19
Lampiran 2 III. PENYUSUNAN LAPORAN REKENING TERPISAH PIALANG BERJANGKA Laporan ini menjelaskan tentang semua dana milik Nasabah dan Nasabah Terafiliasi yang ditatausahakan oleh Pialang Berjangka. Dana Nasabah yang harus dipisahkan Bagian ini menunjukkan total seluruh dana Nasabah dan Nasabah Terafiliasi yang seharusnya terdapat pada Rekening Terpisah Pialang Berjangka Anggota Kliring Berjangka, Pialang Berjangka Non Anggota Kliring Berjangka dan Rekening Terpisah Lembaga Kliring Berjangka serta Dana Nasabah yang belum disetorkan ke Rekening Terpisah Pialang Berjangka. 1. Saldo bersih rekening terpisah : a. Kas Saldo kas pada rekening Nasabah dan Nasabah Terafiliasi. b. Surat Berharga / Efek Margin berupa Surat Berharga / Efek yang disimpan pada Bank yang mempunyai fungsi kustodi di Bank penyimpan margin yang disetujui oleh Bappebti, yang dinilai sesuai dengan risiko Efek berdasarkan penyesuaian dari nilai wajar. 2. Keuntungan/kerugian dari posisi terbuka Keuntungan/kerugian yang timbul dari posisi terbuka Nasabah dan Nasabah Terafiliasi. 3. Perdagangan Opsi, terdiri dari : a. Nilai pasar dari kontrak Opsi beli terbuka; b. Nilai pasar dari kontrak Opsi jual terbuka. Pada akun ini dilaporkan pengurangan akun 3a dan 3b. 4. Kekayaan Bersih Nasabah Penjumlahan akun nomor 1 sampai dengan nomor 3. 5. Rekening-rekening Defisit Saldo negatif ekuitas nasabah. Pada akun ini Pialang Berjangka harus melaporkan jumlah defisit masing-masing Nasabah. 6. Jumlah yang Harus Dipisahkan Penjumlahan akun nomor. 4 dan nomor 5. Dana Nasabah pada Rekening Terpisah Bagian ini menunjukkan rincian keberadaan/penempatan dana Nasabah dan Nasabah Terafiliasi yang harus dipisahkan sehingga mencerminkan jumlah dana sesungguhnya untuk transaksi kontrak berjangka. 7. Dana pada Rekening Terpisah, terdiri dari : a. Kas dan Setara Kas Margin berupa kas dan setara kas yang disimpan pada Bank. 20
b. Surat Berharga/Efek Lampiran 2 Margin berupa Surat Berharga/Efek yang disimpan pada Bank yang mempunyai fungsi kustodi di Bank penyimpan margin yang disetujui oleh Bappebti, yang dinilai sesuai dengan risiko Efek berdasarkan penyesuaian dari nilai wajar. 8. Margin pada Lembaga Kliring Berjangka, terdiri dari : a. Kas dan Setara Kas Margin berupa kas dan setara kas yang berada pada Lembaga Kliring Berjangka untuk transaksi. b. Surat Berharga/Efek Margin berupa Surat Berharga/Efek yang disimpan pada Bank yang mempunyai fungsi kustodi di Bank penyimpan margin yang disetujui oleh Bappebti, yang dinilai sesuai dengan risiko Efek berdasarkan penyesuaian dari nilai wajar. 9. Nilai bersih penyelesaian transaksi dari/kepada Lembaga Kliring Berjangka Nilai bersih penyelesaian transaksi dan transaksi yang belum diselesaikan dari Lembaga Kliring Berjangka pada tanggal laporan. Keuntungan menambah aset, sedangkan kerugian mengurangi aset. 10. Dana pada Pialang Berjangka Anggota Kliring a. Margin 1) Kas Margin berupa kas dan setara kas yang berada pada Pialang Berjangka Anggota Kliring untuk transaksi. 2) Surat Berharga/Efek Margin berupa Surat Berharga/Efek yang disimpan pada Bank yang mempunyai fungsi kustodi di Bank penyimpan margin yang disetujui oleh Bappebti, yang dinilai sesuai dengan risiko Efek berdasarkan penyesuaian dari nilai wajar. b. Nilai bersih penyelesaian transaksi dari/kepada Lembaga Kliring Berjangka Nilai bersih penyelesaian transaksi dan transaksi yang belum diselesaikan dari Pialang Berjangka Anggota Kliring pada tanggal laporan. 11. Perdagangan Opsi a. Nilai terbuka kontrak Opsi jual (short) b. Nilai terbuka kontrak Opsi beli (long) 12. Dana Terpisah yang Belum Disetor ke Bank. Dana Nasabah berupa kas dan setara kas pada Pialang Berjangka yang belum disetorkan ke Bank, karena fasilitas Bank tutup. 13. Total dana pada rekening terpisah. Penjumlahan akun nomor 7 sampai dengan 12. 21
14. Kelebihan (kekurangan) dana pada rekening terpisah. Hasil pengurangan akun nomor 13 dengan nomor 6. Lampiran 2 Apabila terjadi perbedaan/selisih antara dana nasabah yang harus dipisahkan dengan dana nasabah pada rekening terpisah, maka perbedaan tersebut harus dijelaskan. Untuk Nasabah Terafiliasi, Pialang Berjangka sekurang-kurangnya wajib mengungkapkan hal-hal : identitas, status hubungan afiliasi, jumlah dana dan lain-lain. 22