BAB 4 PENJADWALAN CPU 55

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 4. Penjadwalan CPU POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 4.1 KONSEP DASAR. Konsep Dasar Kriteria Penjadwalan Algoritma Penjadwalan

Bab 5: Penjadwalan CPU. Konsep Dasar

Overview Penjadwalan (1)

Sistem Operasi. Konsep Dasar. Histogram Waktu CPU-Burst. Penjadwal CPU PENJADWALAN CPU. Pertukaran Urutan Pada CPU Dan I/O Burts

Makalah PENJADWALAN PROSES. Dosen : Azwar, M. Kom DI SUSUN OLEH ELAN K.LUWITI NIM :T KELAS 2/KC FAKULTAS ILMU KOMPUTER (FIKOM)

PENJADWALAN PROSES. Pendahuluan

Penjadwalan Process. Konsep Dasar Penjadwalan Proses. Preemptive & Non-Preemtive Scheduling. Dispatcher.

Penjadwalan CPU. Badrus Zaman

Penjadwalan Proses. Penjadwalan: pemilihan proses selanjutnya yg akan dieksekusi Melakukan multiplexing CPU Kapan dilakukan penjadwalan?

Penjadualan CPU. Konsep Dasar. Penjadualan CPU. Penggantian Rangkaian Urutan CPU dan I/O Burst

SISTEM OPERASI PENJADWALAN PROSES

DESKRIPSI PENJADWALAN PROSES

Konsed Dasar Penjadualan Proses

sejumlah proses aktif. Aktifitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping.

Praktikum 9. Penjadwalan CPU 1

Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm

Praktikum 10. Penjadwalan CPU 2 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 Penjadwalan CPU Premptive. ü Membuat program simuliasi Pendawalan CPU

Penjadualan CPU. Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm

Operasi pada Sistem Operasi. Avida Endriani Reza Gusty Erlangga D3 TEKNIK INFORMATIKA A

IF3191- Penjadwalan Proses. Henny Y. Zubir. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung. IF-ITB/HY/24-Aug-03 IF3191 Penjadwalan Proses

adil efisiensi waktu tanggap (response time) turn arround time throughput

Pertemuan V Penjadwalan Proses

Penjadualan Process Bagian 1

Penjadualan Process Bagian 2

Simulasi Algoritma Penjadualan Proses

Deskripsi Penjadwalan Proses

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

Sistem Operasi Penjadwalan Proses

Operating System. Scheduling. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

Pertemuan - 4 PENJADWALAN PROSES. Haryono Setiadi, ST, M.Eng D3 Ilmu Komputer UNS

Penjadwalan Proses Sistem Operasi (TKE113117) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

Recap. Penjadwalan Proses. Kriteria Penjadwalan Proses. Tipe Tipe Penjadwalan. Penjadwal Jangka Pendek 9/23/2016. Ricky Maulana Fajri

IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MENENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES

Penjadwalan Proses. 1. Adil Proses proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu prosessor yang sama

Penjadwalan Proses. Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut : Proses yang harus berjalan. Kapan dan selama berapa lama proses berjalan

Tujuan Utama : agar proses-proses berjalan secara konkuren dan untuk memaksimalkan kinerja dari CPU.

IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MEMENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES

Modul ke: Sistem Operasi. Tipe penjadwalan di prosessor preemptive. Fakultas FASILKOM. Juliansyahwiran, S. Kom, MTI. Program Studi Sistem Informasi

Modul ke: Sistem Operasi. Tipe penjadwalan di prosessor non-preemptive. Fakultas FASILKOM. Juliansyahwiran, S. Kom, MTI.

APLIKASI PEMBELAJARAN SISTEM OPERASI DALAM MATERI PROSES PENJADWALAN FCFS, SJF DAN ROUND ROBIN

CPU Scheduler Ch. 5. SISTIM OPERASI (Operating System) IKI Johny Moningka

METODE PENJADWALAN PROSES AGUS PAMUJI. SISTEM OPERASI Metode Penjadwalan Proses

CPU-I/O Burst Cycle adalah. siklus tunggu I/O dan eksekusi CPU. Proses dieksekusi secara bergantian

Algoritma Penjadwalan 2

Pengaturan Proses Dalam system operasi. proses

Understanding Operating Systems Fifth Edition. Chapter 4 Processor Management

Mata Kuliah : Sistem Operasi Kelas : Teknik Informatika 4

SIMULASI PERBANDINGAN PENJADWALAN ROUND ROBIN DAN FCFS UNTUK MANAJEMEN PROSES DALAM SINGLE PROCESSING

PROSES. DESKRIPSI PROSES. PROSES MERUPAKAN UNIT TERKECIL YANG SECARA INDIVIDU MEMILIKI SUMBER DAYASUMBER DAYA YANG DIJADWALKAN SISTEM OPERASI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. b. Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan. a. Jenis pekerjaan yang akan diselesaikan

Proses. Deskripsi Proses. Proses merupakan unit terkecil yang secara individu memiliki sumber dayasumber daya yang dijadwalkan sistem operasi

Analisis Perbandingan Algoritma Penjadwalan CPU A New Improved Round Robin dan A Dynamic Time Quantum Shortest Job Round Robin Artikel Ilmiah

Dosen pengampu : Mohamad Dani Sifat : Tutup buku dan peralatan elektronik

PENJADWALAN. Sistem Operasi TIKB1023 Munengsih Sari Bunga. Politeknik Indramayu. TIKB1023/Sistem Operasi/MSB

MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM IV Penjadwalan Proses I

Algoritma Schedulling

Operating System: An Overview. Ch. 6: Process Scheduling. Ch. 6: Process Scheduling. Agenda. Basic Concept Scheduling Criteria Scheduling Algorithms

Bab 3.Proses dan Penjadualan

BAB V Penjadwalan CPU

Dasar Sistem Operasi. Dibuat Oleh: Anindito Yoga Pratama, S.T., MMSI

PENJADWALAN PROSES AGUS PAMUJI. SISTEM OPERASI - Penjadwalan Proses

MODUL 5 MANAJEMEN PROSES (2) (PENJADWALAN PROSES)

Penerapan Algoritma Greedy dalam Algoritma Penjadwalan Prosesor Tunggal Shortest Job First

BAB III TEKNIK PENJADWALAN PROSESOR

Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang

Reza Chandra Universitas Gunadarma PTA 2010/2011

Penjadwalan Disk sangat penting dalam meningkatkan efisiensi penggunaan disk terkait dengan kecepatan waktu akses

Minimisasi waktu penyelesaian tugas berdepedensi dengan pekerja homogen terbatas menggunakan algoritma greedy

SIMULASI UNTUK PENENTUAN WAKTU TURN-AROUND MINIMUM PADA PENJADWALAN PROSES SISTEM OPERASI WINDOWS

APLIKASI GRANTT CHART PADA ALGORITMA PENJADUALAN PROSES

Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta

JURNAL ITSMART Vol 4. No 2. Desember 2015 ISSN :

QUEUE / ANTREAN. Pertemuan 7 Yani sugiyani, M.Kom

BAB I PENDAHULUAN. commerce atau online shop yang diinginkan kemudian melakukan registrasi. seperti cara transaksi pembayaran dan cara pengiriman.

OPTIMASI TURN ARROUND TIME PADA PENJADWALAN ROUND ROBIN DENGAN MENCARI QUANTUM TIME OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING

Process Control Block (PCB) Masing-masing proses Direpresentasikan oleh Sistem Operasi dengan menggunakan Process Control Block (PCB),

Proses Burst Time Prioritas P P1 7 1 P2 9 3 P P4 19 2

SISTEM OPERASI. Sri Kusumadewi

BAB 16. Evaluasi dan Ilustrasi

Sistem Operasi. Silabus :

KONSEP PROSES STATUS PROSES

MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PENJADWALAN ROUND-ROBBIN PADA ANTRIAN DATA REAL TIME CENTRAL PROCESSING UNIT

MANAJEMEN MEMORI. Manajemen Memori 1

PENJADWALAN PRODUKSI PERCETAKAN DENGAN METODE SHORTEST JOB FIRST UNTUK OPTIMALISASI WAKTU PROSES PRODUKSI STUDI KASUS CV.

Pemodelan CPU Scheduling dengan Algoritma Round Robin sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Sistem Operasi

VISUAL PENJADWALAN CPU MENGGUNAKAN ALGORITMA ROUND ROBIN DAN FCFS (FIRST COME FIRST SERVED) ABSTRAK

Algoritma Greedy pada Penjadwalan Real-Time untuk Earliest Deadline First Scheduling dan Rate Monotonic Scheduling serta Perbandingannya

Penerapan algoritma greedy pada berbagai macam tugas sistem operasi

Proses dan Penjadwalan

Sistem Operasi PENGATURAN PROSES

Jawaban Soal UTS Instalasi dan Penggunaan Sistem Operasi Semester Genap 2014/2015 D3 Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom

Bab 13. Konsep Penjadwalan

Algoritma Penjadwalan pada Tinyos

PENJADWALAN PROSES. Tiga Level Penjadwalan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

I. Struktur Sistem Operasi

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran

SISTEM OPERASI. fb : materi mufadhol. Operating System Concepts. Oleh : Mufadhol, S.Kom. Copyright MasYong

1. Istilah-istilah dalam penjadwalan proses

Transkripsi:

BAB 4 PENJADWALAN CPU 55 4.3.1 First-Come First-Served Scheduling (FCFS) Proses yang pertama kali meminta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani terlebih dahulu. Pada skema ini, proses yang meminta CPU pertama kali akan dialokasikan ke CPU pertama kali. Misalnya terdapat tiga proses yang dapat dengan urutan P 1, P 2, dan P 3 dengan waktu CPU-burst dalam milidetik yang diberikan sebagai berikut : Process Burst Time P 1 24 P 2 3 P 3 3 Gant Chart dengan penjadwalan FCFS adalah sebagai berikut : P 1 P 2 P 3 24 27 3 Waktu tunggu untuk P 1 adalah, P 2 adalah 24 dan P 3 adalah 27 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah ( + 24 + 27)/3 = 17 milidetik. Sedangkan apabila proses datang dengan urutan P 2, P 3, dan P 1, hasil penjadwalan CPU dapat dilihat pada gant chart berikut : P 2 P 3 P 1 3 6 3 Waktu tunggu sekarang untuk P 1 adalah 6, P 2 adalah dan P 3 adalah 3 sehingga ratarata waktu tunggu adalah (6 + + 3)/3 = 3 milidetik. Rata-rata waktu tunggu kasus ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kasus sebelumnya. Pada penjadwalan CPU dimungkinkan terjadi Convoy effect apabila proses yang pendek berada pada proses yang panjang. Algoritma FCFS termasuk non-preemptive. karena, sekali CPU dialokasikan pada suatu proses, maka proses tersebut tetap akan memakai CPU sampai proses tersebut melepaskannya, yaitu jika proses tersebut berhenti atau meminta I/O.

BAB 4 PENJADWALAN CPU 56 4.3.2 Shortest Job First Scheduler (SJF) Pada penjadwalan SJF, proses yang memiliki CPU burst paling kecil dilayani terlebih dahulu. Terdapat dua skema : 1. Non preemptive, bila CPU diberikan pada proses, maka tidak bisa ditunda sampai CPU burst selesai. 2. Preemptive, jika proses baru datang dengan panjang CPU burst lebih pendek dari sisa waktu proses yang saat itu sedang dieksekusi, proses ini ditunda dan diganti dengan proses baru. Skema ini disebut dengan Shortest-Remaining- Time-First (SRTF). SJF adalah algoritma penjadwalan yang optimal dengan rata-rata waktu tunggu yang minimal. Misalnya terdapat empat proses dengan panjang CPU burst dalam milidetik. Process Arrival Time Burst Time P 1. 7 P 2 2. 4 P 3 4. 1 P 4 5. 4 Penjadwalan proses dengan algoritma SJF (non-preemptive) dapat dilihat pada gant chart berikut : P 1 P 3 P 2 P 4 3 7 8 12 16 Waktu tunggu untuk P 1 adalah, P 2 adalah 26, P 3 adalah 3 dan P 4 adalah 7 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah ( + 6 + 3 + 7)/4 = 4 milidetik. Sedangkan Penjadwalan proses dengan algoritma SRTF (preemptive) dapat dilihat pada gant chart berikut : P 1 P 2 P 3 P 4 P 2 P 1 2 4 5 7 11 16 Waktu tunggu untuk P 1 adalah 9, P 2 adalah 1, P 3 adalah dan P 4 adalah 4 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (9 + 1 + + 4)/4 = 3 milidetik.

BAB 4 PENJADWALAN CPU 57 Meskipun algoritma ini optimal, namun pada kenyataannya sulit untuk diimplementasikan karena sulit untuk mengetahui panjang CPU burst berikutnya. Namun nilai ini dapat diprediksi. CPU burst berikutnya biasanya diprediksi sebagai suatu rata-rata eksponensial yang ditentukan dari CPU burst sebelumnya atau Exponential Average. τ = α α n t + (1 ) 1 τ n + (4.1) dengan: τ = panjang CPU burst yang diperkirakan n + 1 τ τ n = panjang CPU burst sebelumnya = panjang CPU burst yang ke-n (yang sedang berlangsung) α = ukuran pembanding antara τ dengan n + 1 τ n Grafik hasil prediksi CPU burst dapat dilihat pada Gambar 4-3. ( sampai 1) Gambar 4-3 : Prediksi panjang CPU burst berikutnya Sebagai contoh, jika α =,5, dan:

BAB 4 PENJADWALAN CPU 58 CPU burst (τ ) = 6 4 6 4 13 13 13... n τ n = 1 8 6 6 5 9 11 12... Pada awalnya τ = 6 dan τ n = 1, sehingga : τ 2 =,5 * 6 + (1 -,5) * 1 = 8 Nilai yang dapat digunakan untuk mencari τ 3 τ 3 =,5 * 4 + (1 -,5) * 8 = 6 4.3.3 Priority Scheduling Algoritma SJF adalah suatu kasus khusus dari penjadwalan berprioritas. Tiaptiap proses dilengkapi dengan nomor prioritas (integer). CPU dialokasikan untuk proses yang memiliki prioritas paling tinggi (nilai integer terkecil biasanya merupakan prioritas terbesar). Jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama, maka akan digunakan algoritma FCFS. Penjadwalan berprioritas terdiri dari dua skema yaitu non preemptive dan preemptive. Jika ada proses P 1 yang datang pada saat P sedang berjalan, maka akan dilihat prioritas P 1. Seandainya prioritas P 1 lebih besar dibanding dengan prioritas P, maka pada non-preemptive, algoritma tetap akan menyelesaikan P sampai habis CPU burst-nya, dan meletakkan P 1 pada posisi head queue. Sedangkan pada preemptive, P akan dihentikan dulu, dan CPU ganti dialokasikan untuk P 1. Misalnya terdapat lima proses P 1, P 2, P 3, P 4 dan P 5 yang datang secara berurutan dengan CPU burst dalam milidetik. Process Burst Time Priority P 1 1 3 P 2 1 1 P 3 2 3 P 4 1 4 P 5 5 2 Penjadwalan proses dengan algoritma priority dapat dilihat pada gant chart berikut :

BAB 4 PENJADWALAN CPU 59 P 2 P 5 P 1 P 3 P 4 6 1 16 18 19 Waktu tunggu untuk P 1 adalah 6, P 2 adalah, P 3 adalah 16, P 4 adalah 18 dan P 5 adalah 1 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (6 + +16 + 18 + 1)/5 = 8.2 milidetik. 4.3.4 Round-Robin Scheduling Konsep dasar dari algoritma ini adalah dengan menggunakan time-sharing. Pada dasarnya algoritma ini sama dengan FCFS, hanya saja bersifat preemptive. Setiap proses mendapatkan waktu CPU yang disebut dengan waktu quantum (quantum time) untuk membatasi waktu proses, biasanya 1-1 milidetik. Setelah waktu habis, proses ditunda dan ditambahkan pada ready queue. Jika suatu proses memiliki CPU burst lebih kecil dibandingkan dengan waktu quantum, maka proses tersebut akan melepaskan CPU jika telah selesai bekerja, sehingga CPU dapat segera digunakan oleh proses selanjutnya. Sebaliknya, jika suatu proses memiliki CPU burst yang lebih besar dibandingkan dengan waktu quantum, maka proses tersebut akan dihentikan sementara jika sudah mencapai waktu quantum, dan selanjutnya mengantri kembali pada posisi ekor dari ready queue, CPU kemudian menjalankan proses berikutnya. Jika terdapat n proses pada ready queue dan waktu quantum q, maka setiap proses mendapatkan 1/n dari waktu CPU paling banyak q unit waktu pada sekali penjadwalan CPU. Tidak ada proses yang menunggu lebih dari (n-1)q unit waktu. Performansi algoritma round robin dapat dijelaskan sebagai berikut, jika q besar, maka yang digunakan adalah algoritma FIFO, tetapi jika q kecil maka sering terjadi context switch. Misalkan ada 3 proses: P 1, P 2, dan P 3 yang meminta pelayanan CPU dengan quantum-time sebesar 4 milidetik. Process Burst Time P 1 24 P 2 3 P 3 3 Penjadwalan proses dengan algoritma round robin dapat dilihat pada gant chart berikut :

BAB 4 PENJADWALAN CPU 6 P 1 P 2 P 3 P 1 P 1 P 1 P 1 P 1 4 7 1 14 18 22 26 3 Waktu tunggu untuk P 1 adalah 6, P 2 adalah 4, dan P 3 adalah 7 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (6 + 4 + 7)/3 = 5.66 milidetik. Algoritma Round-Robin ini di satu sisi memiliki keuntungan, yaitu adanya keseragaman waktu. Namun di sisi lain, algoritma ini akan terlalu sering melakukan switching seperti yang terlihat pada Gambar 4-4. Semakin besar quantum-timenya maka switching yang terjadi akan semakin sedikit. Gambar 4-4 : Menunjukkan waktu kuantum yang lebih kecil meningkatkan context switch Waktu turnaround juga tergantung ukuran waktu quantum. Seperti pada Gambar 4-5, rata-rata waktu turnaround tidak meningkat bila waktu quantum dinaikkan. Secara umum, rata-rata waktu turnaround dapat ditingkatkan jika banyak proses menyelesaikan CPU burst berikutnya sebagai satu waktu quantum. Sebagai contoh, terdapat tiga proses masing-masing 1 unit waktu dan waktu quantum 1 unit waktu, rata-rata waktu turnaround adalah 29. Jika waktu quantum 1, sebaliknya, rata-rata waktu turnaround turun menjadi 2.

BAB 4 PENJADWALAN CPU 61 Gambar 4-5 : Menunjukkan waktu turnaround berbeda pada waktu quantum yang berbeda LATIHAN SOAL : 1. Sebutkan perbedaan antara penjadwalan preemptive dan nonpreemptive. 2. Terdapat 5 job yang datang hampir pada saat yang bersamaan. Estimasi waktu eksekusi (burst time) masing-masing 1, 6, 2, 4 dan 8 menit dengan prioritas masing-masing 3, 5, 2, 1 dan 4, dimana 5 merupakan prioritas tertinggi. Tentukan rata-rata waktu turnaround untuk penjadwalan CPU dengan menggunakan algoritma a. Round Robin (quantum time = 2) b. Priority c. Shortest job first 3. Diketahui proses berikut : Proses Arrival Time Burst Time

BAB 4 PENJADWALAN CPU 62 P1. 8 P2.4 4 P3 1. 1 Tentukan rata-rata waktu tunggu dan rata-rata waktu turnaround dengan algoritma penjadwalan a. FCFS b. SJF non preemptive c. SJF preemptive / SRTF d. Round Robin dengan quantum time = 1 4. Suatu algoritma penjadwalan CPU kemungkinan melibatkan algoritma yang lain, contohnya algoritma FCFS adalah algoritma RR dengan waktu quantum tertentu. Apakah ada hubungan antara pasangan algoritma berikut? a. Priority dan SJF b. Priority dan FCFS c. RR dan SJF