DESAIN DATABASE SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG

dokumen-dokumen yang mirip
DESAIN DATABASE SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. mempelajari serta memberikan solusi bagi masalah yang timbul. Permasalahan yang ada pada PT Istana Keramik Indah

IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA

INTERNET PROGRAMMING DATABASE

BAB 2 LANDASAN TEORI

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM SISTEM BASIS DATA

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. data, selanjutnya melakukan tahapan sebagai berikut: menyajikan suatu rancangan langkah kerja dari sistem yang baru.

LAPORAN ANSI SISTEM INFORMASI STOK BARANG MAKANAN

BAB IV METODE PENELITIAN. ditemukan solusi yang tepat sesuai dengan harapan pihak perusahaan.

DESAIN DATABASE SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. identifikasi masalah. Adapun penjelasannya sebagai berikut: beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain:

Persiapan Table Untuk Latihan Sebelum kita berkenalan lebih jauh dengan Trigger, mari kita buat terlebih dahulu, struktur table yang dibutuhkan.

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. dengan beberapa perusahaan lain. Hal ini diakibatkan karena sistem yang

SQL DASAR BASIS DATA. Rajif Agung Yunmar, S.Kom., M.Cs.

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Entity Relationship Model

BAB III PEMBAHASAN. Analisis merupakan suatu tahap untuk memperoleh kesimpulan persoalan

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. terdapat pegawai atau karyawan. Dalam pelaksanaannya sering timbul masalah


ABSTRAK. kata kunci : managemen sistem transaksi, ASP, Window XP SP 2, Internet Expoler. Universitas Kristen Maranatha

Aplikasi Pencatatan Penjualan Parfum Secara Tunai Dan Non Tunai Berbasis Web

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang

ER (Entity-Relationship) Model dan Mapping ke Model Relasional. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Pembeli. Bag. Gudang. Bag. Keuangan. Supplier

SISTEM INFORMASI APOTEK (SIAP)

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. sudah ditentukan. Tujuan implementasi adalah untuk mengkonfirmasi modul program

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK

PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM. Analisis data merupakan proses yang dilakukan setelah data-data yang dibutuhkan dalam

LAMPIRAN. Daftar Pertanyaan Wawancara Kepada General Manager PT.Federal. 1. Bagaimanakah proses pengajuan kredit yang telah berjalan sekarang ini pada

TUGAS PRAKTIKUM CDM, PDM, DAN DATABASE

Praktikum Basis Data (Database Server MySQL) Bekerja Dengan Tabel

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. diberikan dari kerja praktek ini adalah proses entry data alat tulis kantor yang

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

P - 7 Pembahasan UTS PSIK V

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan masalah

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem penjualan dan stok barang. Dengan menganalisis prosedur sistem yang

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis sistem yang berjalan

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. barang terlebih dahulu, kemudian dicatat. Hasil dari catatan tersebut akan direkap

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

Basis Data Relational

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Contoh SQL Constraint

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

SISTEM BASIS DATA Presented By

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang lama dengan sistem yang baru. Analisa sistem ini berisi dan System Flow,

Model Data. Universitas Darwan Ali Kalimantan Tengah. Author : Minarni, S.Kom.,MM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pada bab ini dibahas tentang identifikasi permasalahan, analisis

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci. Pemeliharaan Sarana (Perbaikan) yang sesuai dengan kebutuhan user.

SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG. Mutiara Afie Ardhini

: Untuk mencatat semua transaksi yang terjadi. : nama_barang, warna, ukuran, harga, jumlah. 3. Nama Dokumen : Laporan Barang Masuk

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dengan tahapan SDLC, maka tahapan-tahapan yang dilakukan adalah :

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PERANCANGAN MODEL BASIS DATA RELASIONAL DENGAN METODE DATABASE LIFE CYCLE

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTORI ADITYA GAUTHAMA STORE YOGYAKARTA. Armadyah Amborowati Dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem pelayanan pada rumah sakit MARDI WALUYO merupakan suatu sistem

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. kegiatan perusahaan menjadi terganggu dalam pemenuhan permintaan barang

BAB IV PERANCANGAN. dengan proses yang ditentukan, berikut ini adalah tahapan tahapan dari proses. 1. Rancangan Bagan Alir Document ( Flow Map )

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA

PRAKTIKUM SISTEM BASISDATA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan hasil survey ke CV. Tiga Kurnia pada Bagian Produksi, selama

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Berdasarkan hasil wawancara di perusahaan tersebut terdapat

Merancang Database Aplikasi Penjualan

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

MODEL RELASIONAL. Model Data adalah kumpulan bentukanbentukan deskripsi data level tinggi yang menyembunyikan rincian penyimpanan data level rendah.


BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. penelitian terhadap aplikasi pencatatan history barang gudang pada PT. GRLJI.

MUHAMMAD ZEN S. HADI, ST. MSC.

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan data yang didapat, identifikasi masalah yang didapat adalah

BAB III ANALISIS DAN IMPLEMENTASI

Apa itu DDL & DML? Semua perintah SQL dibagi dalam 2 kategori besar sesuai fungsinya, yaitu :

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem 1. Permasalahan yang timbul

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Spesifikasi sistem yang ada pada Rancang Bangun Sistem Informasi Pengadaan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2

Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Tahap analisis sistem merupakan proses mempelajari suatu sistem dengan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada perusahaan retail. ii Universitas Kristen Maranatha

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK. satu usaha yang didirikan adalah Surya Mart. Saat ini Surya Mart masih

Perintah MySQL Lanjutan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Transkripsi:

DESAIN DATABASE SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG (Studi Kasus : Minimarket Qiana Mart Legok - Tangerang) DEDI RAHMADI 1155201009 OCKY OCTORA 1155201028 ASEP APRIZAL 1155201008 Abstract In the development of applications for processing data, requiring data storage media.reliabledata processing applications are not only due to be built using a programming language, and media storage (DBMS) specific, but the concept of the formation of the storage media itself should be more mainstream attention. To avoid data anomalies, which will affect the procurement of information itself. Keywords : Development, Process, Anomaly PENDAHULUAN Pengolahan data untuk menghasilkan informasi secara terkomputerisasi, merupakan sarana yang sangat dibutuhkan saat ini pada berbagai jenis usaha, karena informasi mampu disajikan dalam waktu yang cepat dan akurat. Informasi yang mampu disajikan dengan cepat dan akurat mampu menghasilkan pengambilan keputusan yang cepat dan efektif. Minimarket merupakan jenis usaha yang berorientasi pada laba. Dengan pengolahan data secara terkomputerisasi, barang yang telah dijual mampu diketahui secara cepat, berserta keuntungannya. Pengolahan data secara terkomputerisasi juga mampu membantu dalam mengontrol penyetokan barang, mengontrol kadaluarsa barang, mengetahui barang apa yang paling banyak terjual/laku, barang apa yang paling sedikit terjual/tidak laku, membandingkan antar merk untuk barang sejenis yang paling sering dicari, mengetahui tingkat penjualan dari setiap periode tertentu (hari, bulan, dan tahun) baik disajikan dalam bentuk angka-angka di sebuah tabel maupun grafik. Dengan keuntungankeuntungan yang disebabkan oleh pengolahan data secara terkomputerisasi tersebut, mampu mempermudah si pemilik minimarket dalam menentukan tindakan apa yang harus dilakukan ke

depannya nanti,dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk memperlancar dan meningkatkan penjualan barang di minimarket-nya. A. Latar Belakang Masalah Minimarket Qiana Mart adalah sebuah Toko yang menjual berbagai macam barang kebutuhan kantor, alat tulis dll.namun dalam pelaksanaan transaksinya masih dilakukan secara manual, sehinga masih sering terjadi kesalahan dalam pencatatan dan pengecekan stock barang, dan juga belum dilakukan pendataan distributor / supplier secara komputerisasi sehingga sering kesulitan mencari data distributor yang digunakan untuk melakukan penawaran order barang yang stoknya sudah habis.tentunya dalam hal ini dapat merugikan dan memperlambat proses transaki maupun pengecekan data yang sangat berpengaruh pada kelangsungan usaha. B. Perumusan Masalah Setelah menganalisa permasalahan diatas, penulis mencoba membuat dan merumuskan masalah Bagaimana membangun Sistem Informasi Penjualan Barang di Toko Qiana Mart yang terkomputerisasi, sehingga semua proses transaksi dapat dikontrol dan meminimalis kesalahan- kesalahan yang terjadi dalam pengolahan data di Toko Qiana Mart. C. Pembatasan Masalah Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka batasan masalah dalam pembuatan sistem informasi Pengolahan data transaksi ini sebagai berikut: a. Maintenance data master barang, yaitu menginputkan dan mengolah data barang ke dalam database sehingga mempermudah dalam hal pencarian data barang maupun pengechekan stock barang. b. Maintenance data master distributor, yaitu menginputkan data distributor ke dalam database minimarket. Data master distributor, yaitu berisi data distributor mengenai ID, nama, alamat, dan no telepon distributor. c. Maintenance Data master kasir, yaitu menginputkan data kasir yang berisi data kasir mengenai ID, nama, alamat, dan no telepon dll.

d. Mengolah hasil transaksi, yaitu menginput hasil transaksi ke dalam database yang berisi Id penjualan,id barang, id kasir, jumlah, total, dan tanggal penjualan. Sehingga setiap transaksi dapat dikontrol untuk mengetahui barang apa saja yg terjual, penjualan pertanggal,dan nama kasir yg melakukan transaksi penjualan tsb. D. Tujuan Dengan di buatnya sistem penjualan di minimarket Qiana Mart yang sudah terkomputerisasi,maka akan dihasilkan proses pengolahan data secara akurat dan dapat di pertanggungjawabkan,baik dalam penginputannya maupun dalam hal pelaporan dan pengontrolannya sehingga dapat membantu proses kelangsungan usaha. LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Informasi Sistem Informasi dapat didefenisikan sebagai berikut (Ladjamudin, 2005:13): a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/ atau untuk mengendalikan organisasi. c. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Pengertian Database Database atau basisdata di dalam buku Simarmata & Paryudi (2006:1), sebagai berikut: a. Menurut Stephens dan Plew (2000), adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. b. Menurut silberschatz, dkk (2002) mendefenisikan basisdata sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan.

c. Menurut Ramakrishnan dan Gehrke (2003) menyatakan basisdata sebagai kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang berhubungan. d. Menurut McLeod, dkk (2001), adalah kumpulan seluruh sumber daya berbasis komputer milik organisasi. Perangkat Desain Database 1. Entity Relationship Diagram (ERD) Entity relationship (ER) data model didasarkan pada persepsi terhadap dunia nyata yang tersusun atas kumpulan objek-objek dasar yang disebut entitas dan hubungan antarobjek (Simarmata & Paryudi, 2006:59). Entitas adalah sesuatu atau objek dalam dunia nyata yang dapat dibedakan dari objek lain. Misal: mahasiswa, dan matakuliah. Entitas digambarkan dalam basis data dengan kumpulan atribut. Misalnya: nim, nama, alamat, dan kota. Relasi adalah hubungan antara beberapa entitas. Misalnya: relasi menghubungkan mahasiswa dengan mata kuliah yang diambilnya. Struktur logis (skema database) dapat ditunjukkan secara grafis dengan diagram ER yang dibentuk dari komponen-komponen berikut : Komponen komponen penyusun ERD : >> Menghubungkan Atribut dengan Entitas dan Entitas dengan Relasi

2. Pemetaan kardinalitas Pemetaan kardinalitas menyatakan jumlah entitas di mana entitas lain dapat dihubungkan ke entitas tersebut melalui sebuah himpunan relasi. a. One to One Sebuah entitas pada A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada A. Contoh : Pada pengajaran privat, satu guru satu siswa. Seorang guru mengajar seorang siswa, seorang siswa diajar oleh seorang guru. Gambar Hubungan One To One. b. One to Many/ Many to One Sebuah entitas pada A berhubungan dengan lebih dari satu entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada A,atau sebaliknya (Many to One). Gambar Hubungan One To Many Contoh : Dalam satu perusahaan, satu bagian mempekerjakan banyak pegawai. Satu bagian mempekerjakan banyak pegawai, satu pegawai kerja dalam satu bagian. c. Many To Many Sebuah entitas pada A berhubungan dengan lebih dari satu entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan lebih dari satu entitas pada A. Contoh: Dalam universitas, seorang mahasiswa dapat mengambil banyak mata kuliah.satu mahasiswa mengambil banyak mata kuliah dan satu mata kuliah diambil

banyak mahasiswa. Gambar Hubungan Many To Many Data Tabel : Nama Tabel : barang Primary Key: id_barang Foreign Key : - NO Nama Field Type Data Panjang 1 id_barang varchar 20 2 nama_barang varchar 50 3 stok int 11 4 harga_pokok double 10,2 5 harga_jual double 10,2 6 ppn int 11 7 diskon int 11 Nama Tabel : distributor Primary Key: id_ distributor Foreign Key : - NO Nama Field Type Data Panjang 1 id_ distributor int 11 2 nama_distributor varchar 100 3 alamat varchar 150 4 telepon varchar 14

Nama Tabel : pasok Primary Key: id_ pasok Foreign Key : id_barang, id_ distributor NO Nama Field Type Data Panjang 1 id_ pasok int 11 2 id_ distributor int 11 3 id_barang varchar 20 4 jumlah int 11 5 tanggal date Nama Tabel : penjualan Primary Key: id_barang Foreign Key : id_kasir, id_barang NO Nama Field Type Data Panjang 1 id_penjualan int 11 2 id_barang varchar 20 3 id_kasir int 11 4 jumlah int 11 5 total double 10,2 6 tanggal date Nama Tabel : kasir Primary Key: id_ kasir Foreign Key : - NO Nama Field Type Data Panjang 1 id_ kasir int 11 2 nama varchar 50 3 alamat varchar 150 4 telepon varchar 14 5 status varchar 12 6 username varchar 30 7 password varchar 30 8 akses varchar 6

ER Diagram Design Table

Peritah SQL : create database if not exists `minimarket`; USE `minimarket`; /*!40014 SET @OLD_FOREIGN_KEY_CHECKS=@@FOREIGN_KEY_CHECKS, FOREIGN_KEY_CHECKS=0 */; /*!40101 SET @OLD_SQL_MODE=@@SQL_MODE, SQL_MODE='NO_AUTO_VALUE_ON_ZERO' */; /*Table structure for table `barang` */ DROP TABLE IF EXISTS `barang`; CREATE TABLE `barang` ( `id_barang` varchar(20) NOT NULL, `nama_barang` varchar(50) NOT NULL, `stok` int(11) NOT NULL, `harga_pokok` double(10,2) NOT NULL, `harga_jual` double(10,2) NOT NULL, `ppn` int(11) NOT NULL, `diskon` int(11) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_barang`) ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1; /*Data for the table `barang` */ insert into barang`(`id_barang`,`nama_barang`,`stok`,`harga_pokok`,`harga_jual`,`ppn`,`diskon`) values('121','kenko',240,400.00,700.00,5,0),('1234',sinar Dunia',200,1200.00,1450.00,10,0),('212','Pilot',200,1200.00,1350.00,10,0); /*Table structure for table `distributor` */ DROP TABLE IF EXISTS `distributor`; CREATE TABLE `distributor` ( `id_distributor` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama_distributor` varchar(100) NOT NULL, `alamat` varchar(150) NOT NULL, `telepon` varchar(14) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_distributor`) ) ENGINE=InnoDB AUTO_INCREMENT=2 DEFAULT CHARSET=latin1; /*Data for the table `distributor` */

Insert into `distributor`(`id_distributor`,`nama_distributor`,`alamat`,`telepon`) values (1,'CV>SAYANGHEULANG','Ds.Cijantra Kec.Pagedangan Tangerang-Banten','02191967637'); /*Table structure for table `kasir` */ DROP TABLE IF EXISTS `kasir`; CREATE TABLE `kasir` ( `id_kasir` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama` varchar(50) NOT NULL, `alamat` varchar(150) NOT NULL, `telepon` varchar(14) NOT NULL, `status` varchar(12) NOT NULL, `username` varchar(30) NOT NULL, `password` varchar(30) NOT NULL, `akses` varchar(6) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_kasir`) ) ENGINE=InnoDB AUTO_INCREMENT=113 DEFAULT CHARSET=latin1; /*Data for the table `kasir` */ insert into `kasir`(`id_kasir`,`nama`,`alamat`,`telepon`,`status`,`username`,`password`,`akses`) values (112,'Dedi Rahmadi','Legok _Tangerang','08567572172','Aktif','dedi','qiana','Admin'); /*Table structure for table `pasok` */ DROP TABLE IF EXISTS `pasok`; CREATE TABLE `pasok` ( `id_pasok` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_distributor` int(11) NOT NULL, `id_barang` varchar(20) NOT NULL, `jumlah` int(11) NOT NULL, `tanggal` date NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_pasok`), KEY `id_distributor` (`id_distributor`,`id_barang`), KEY `id_barang` (`id_barang`), CONSTRAINT `pasok_ibfk_1` FOREIGN KEY (`id_distributor`) REFERENCES `distributor` (`id_distributor`), CONSTRAINT `pasok_ibfk_2` FOREIGN KEY (`id_barang`) REFERENCES `barang` (`id_barang`) ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1; /*Data for the table `pasok` */ /*Table structure for table `penjualan` */

DROP TABLE IF EXISTS `penjualan`; CREATE TABLE `penjualan` ( `id_penjualan` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_barang` varchar(20) NOT NULL, `id_kasir` int(11) NOT NULL, `jumlah` int(11) NOT NULL, `total` double(10,2) NOT NULL, `tanggal` date NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_penjualan`), KEY `id_barang` (`id_barang`), KEY `id_kasir` (`id_kasir`), CONSTRAINT `penjualan_ibfk_2` FOREIGN KEY (`id_kasir`) REFERENCES `kasir` (`id_kasir`), CONSTRAINT `penjualan_ibfk_3` FOREIGN KEY (`id_barang`) REFERENCES `barang` (`id_barang`) ) ENGINE=InnoDB AUTO_INCREMENT=19 DEFAULT CHARSET=latin1; /*Data for the table `penjualan` */ insert into `penjualan`(`id_penjualan`,`id_barang`,`id_kasir`,`jumlah`,`total`,`tanggal`) values (1,'212',112,2,2700.00,'2013-05-14'),(2,'121',112,5,3500.00,'2013-05- 14'),(3,'212',112,3,4050.00,'2013-05-14'),(4,'212',112,3,4050.00,'2013-05- 14'),(5,'212',112,3,4050.00,'2013-05-14'),(6,'212',112,2,2700.00,'2013-05- 14'),(7,'212',112,3,4050.00,'2013-05-14'),(8,'121',112,3,2100.00,'2013-05- 14'),(9,'121',112,2,1400.00,'2013-05-14'),(10,'121',112,5,3500.00,'2013-05- 14'),(11,'121',112,3,2100.00,'2013-05-14'),(12,'121',112,23,16100.00,'2013-05- 14'),(13,'121',112,2,1400.00,'2013-05-14'),(14,'121',112,2,1400.00,'2013-05- 14'),(15,'121',112,12,8400.00,'2013-05-14'),(16,'121',112,12,8400.00,'2013-05- 14'),(17,'121',112,12,8400.00,'2013-05-14'),(18,'121',112,12,8400.00,'2013-05-15'); /*!40101 SET SQL_MODE=@OLD_SQL_MODE */; /*!40014 SET FOREIGN_KEY_CHECKS=@OLD_FOREIGN_KEY_CHECKS */; Screen Shot Aplikasi