Nepenthes Dataran Rendah dan Tinggi

dokumen-dokumen yang mirip
NEPENTHES DATARAN RENDAH DAN TINGGI

TINJAUAN ULANG (REVIEW) TINJAUAN TENTANG Nepenthes (NEPENTHACEAE) DI INDONESIA [A Review of Nepenthes (Nepenthaceae) in Indonesia]*

Ini Dia Si Pemakan Serangga

Hutan. Padang, 20 September ) Peneliti pada Balai Litbang Hutan Tanaman Palembang

I. PENDAHULUAN. Kantong semar merupakan tanaman hias yang tumbuh di beberapa hutan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

IDENTIFIKASI JENIS KANTONG SEMAR (NEPENTHES SPP) DALAM KAWASAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG ASUANSANG KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS

POPULASI DAN POLA PENYEBARAN KANTONG SEMAR

BioLink Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan INVENTARISASI NEPENTHES DI TAPANULI SELATAN. Inventory of Nepenthes in Southern Tapanuli

TINJAUAN PUSTAKA. garis pantai hingga ketinggian 2750 m dpl. Nepenthes satu-satunya genus dalam famili

GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS MORFOMETRIK KANTONG SEMAR (Nepenthes) DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT E-JURNAL

3.3 Luas dan Potensi Lahan Basah Non Rawa

BAB I PENDAHULUAN. hidup saling ketergantungan. Tumbuh-tumbuhan dan hewan diciptakan oleh

PENGARUH PEMBERIAN HORMON BAP TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TUMBUHAN KANTUNG SEMAR

STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR

TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi

Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Nepenthes spp di Gunung Semahung Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PARIWISATA

2017, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8)

Ekonomi Pertanian di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. sulit untuk dihindari dan mulai dapat dirasakan dampaknya terhadap kehidupan.

I. PENDAHULUAN. Meksiko, merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya

II. UNSUR GEOGRAFI DAN PENDUDUK DI KAWASAN ASIA TENGGARA

I. PENDAHULUAN. Seluruh jenis rangkong (Bucerotidae) di Indonesia merupakan satwa yang

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DALAM PELESTARIAN EKOSISTEMLatihan Soal 4.3

POTENSI GEOGRAFIS INDONESIA II

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. berbagai makluk hidup mulai dari bakteri, cendawan, lumut dan berbagai jenis

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

INVENTARISASI Nepenthes DI HUTAN ADAT KANTUK DAN IMPLEMENTASINYA BERUPA BUKU SAKU KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA ARTIKEL PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LINGKUNGAN KEHIDUPAN DI MUKA BUMI

PENDAHULUAN. termasuk ekosistem terkaya di dunia sehubungan dengan keanekaan hidupan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Mengenal Kantong Semar Yang Indah Dan Keunikannya

II.TINJAUAN PUSTAKA. Mamalia lebih dikenal dari pada burung (Whitten et al, 1999). Walaupun

10 tumbuhan langka di Indonesia Iklan

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan menguraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian. 1.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. negara kepulauan yang terdiri dari tujuh belas ribu pulau. Pulau yang satu dengan

Beberapa fakta dari letak astronomis Indonesia:

KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA

BAB I PENDAHULUAN. kondisi lingkungan tumbuh. Selain itu anggrek Dendrobium memiliki

INTRODUCTION: INTERNATIONAL RELATIONS IN SOUTHEAST ASIA

BAB I PENDAHULUAN. tinggi dan memiliki begitu banyak potensi alam. Potensi alam tersebut berupa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN Jurnal Ilmiah. Konservasi Hayati. Variasi warna Nepenthes mirabilis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK IKLIM INDONESIA. PERAIRAN LAUT INDONESIA TOPOGRAFI LETAK ASTRONOMIS LETAK GEOGRAFIS

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Myrtaceae yang diketahui tumbuh pada areal dataran rendah berawa (coastal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KEANEKARAGAMAN NEPENTHES DAN POHON INANG DI TAMAN WISATA ALAM SICIKEH-CIKEH KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA T E S I S. Oleh DARIANA /BIO

Karena hal-hal diatas tersebut, kita harus mencari cara agar hewan dan tumbuhan tetap lestari. Caranya antara lain sebagai berikut.

Faktor-faktor Pembentuk Iklim Indonesia. Perairan laut Indonesia Topografi Letak astronomis Letak geografis

PENDAHULUAN. dengan megabiodiversity terbesar kedua. Tingginya tingkat keanekaragaman

Cover Page. The handle holds various files of this Leiden University dissertation.

Peranan Ekologi dan Potensi Lumut

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH

Maidita Fitri br Purba 1), Yunasf 2), Pindi Patana 2)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

POLA PENYEBARAN (Nepenthes spp.) DI GUNUNG ROREKAUTIMBU KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU

BAB IV GAMBARAN UMUM

Penggunaan Lahan Pertanian dan Arah Pengembangan ke Depan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Hariyadi, Inventarisasi

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pegunungan-Pegunungan di Indonesia : Pegunungan Jaya Wijaya di Irian Jaya. Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra. Dataran tinggi di Indonesia :

PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN JENIS TANAH. A.Pembentukan Tanah

3. KARAKTERISTIK HABITAT PREFERENSI NEPENTHES GRACILIS KORTH. DI HUTAN KERANGAS

TINJAUAN PUSTAKA. tinggi yang tersebar di ekosistem hutan dataran rendah Dipterocarpaceae sampai hutan

BAB 8: GEOGRAFI DINAMIKA BIOSFER

II. TINJAUAN PUSTAKA. keanekaragaman plasma nutfah. Satu diantara plasma nutfah yang banyak terdapat

AssAlAmu AlAyku m wr.wb

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2010 TENTANG TUNJANGAN OPERASI PENGAMANAN BAGI

BAB I PENDAHULUAN. Kukang di Indonesia terdiri dari tiga spesies yaitu Nycticebus coucang

Inventarisasi Nepenthes spp. di Stasiun Penelitian Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung Kayong Utara

INDUKSI PEMBENTUKAN KANTONG DAN PERTUMBUHAN DUA SPESIES TANAMAN KANTONG SEMAR ( Nepenthes spp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI MEDIA MS SECARA IN VITRO

Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina. Thailand Brunei Darussalam Kamboja Laos Myanmar

SUSUNAN KEANGGOTAAN SUB TIM KOORDINASI KERJASAMA PARIWISATA INDONESIA-SINGAPURA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Muhamad Adnan Rivaldi, 2013

I. PENDAHULUAN. Siamang (Hylobates syndactylus) merupakan salah satu jenis primata penghuni

BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia perkiraan luas mangrove sangat beragam, dengan luas

Keanekaragaman Nepenthes di Suaka Alam Sulasih Talang - Sumatera Barat

PENELITIAN EKOLOGI NEPENTHES DI LABORATORIUM ALAM HUTAN GAMBUT SABANGAU KERENG BANGKIRAI KALIMANTAN TENGAH

LAMPIRAN. Lampiran 1. Peta Lokasi Penelitian. sumber: ( Keterangan: Lokasi 1: Sungai di Hutan Masyarakat

Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) PT. Mua ra Sungai Landak Kabupaten Mempawah

PEMBUATANFLASH CARDDARI HASIL INVENTARISASI NepenthesDI HUTAN ADAT DESA TELUK BAKUNG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Eksplorasi dan Karakterisasi Keanekaragaman Plasma Nutfah Mangga (Mangifera) di Sumatera Tengah

BAB I PENDAHULUAN. tubuh, warna serta ciri lainnya yang tampak dari luar. Seiring dengan

PENDAHULUAN Latar Belakang

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

LEMBAR KERJA SISWA. No Jenis Tanah Jenis tanaman Pemanfaatannya

II. TINJAUAN PUSTAKA. pada tumbuhan lain yang lebih besar dan tinggi untuk mendapatkan cahaya

Transkripsi:

1 Nepenthes Dataran Rendah dan Tinggi Kantong semar memang dapat dijumpai mulai dari puncak gunung sampai pinggir pantai. Mulai dari 0 3000 m dpl. Di atas gunung cuacanya jelas berbeda sekali dengan pinggiran pantai. Perbedaan ekstrim itulah yang perlu diperhatikan tatkala memilih nepenthes untuk koleksi di rumah. Kantong semar dataran tinggi pasti sulit beradaptasi di dataran rendah, demikian juga sebaliknya. Jarang sekali yang bisa tumbuh di kedua daerah berbeda habitat itu. Pengecualian ialah N. albomarginata, N. bellii, N. bicalcarata, N. campanulata, N. clipeata, N. danseri, N. tentaculata, N. thorellii, N.tomoriana, N. truncata, N. veitchii, N. vieillardii, N. reindwartiana, N. sumatrana, N. papuana, N. pervillei, N. r a f f l e s i a n a, N. merrilliana, N. mirabilis, N. northiana, N. macrovulgaris, N. hirsuta, N. hispida, N. insignis, N. eustachya, N. faizaliana, N. gracilis yang diketahui tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Percobaan di kebun menunjukkan, N. khasiana dan N. ventricosa, juga bisa dipilih untuk dipelihara di dataran rendah, meskipun habitatnya dataran tinggi. Dilihat dari segi geografis, tanaman ini tumbuh di daerah tropis yang basah dan tersebar mulai dari Madagaskar, Kepulauan Seychelles, Srilanka, India, menyeberang ke Cina, Asia Tenggara, Papua, Australia, dan Kaledonia Baru. Dari sekitar 103 spesies nepenthes yang diketahui, sebagian tumbuh di Kalimantan, mulai dari dataran rendah sampai ke pegunungan. Ada yang beranggapan, nepenthes adalah indikator alami untuk daerah dengan kelembapan tinggi. Wajar karena di alam, seluruh tempat yang ditumbuhi nepenthes memang kelembapannya relatif tinggi. N. northiana, kantong terbesar di dataran rendah

2 Assam Andaman Indo-China Filipina Srilanka Malaysia Kalimantan Seychelles Sumatera Sulawesi Papua Jawa Cape York Caledonia Baru Madagaskar Cairns Penyebaran nepenthes Nepenthes dataran rendah banyak dijumpai di hutan kerangas. Ciri khas hutan ini, sebagaimana yang dikunjungi Trubus, ialah tanahnya berpasir. Tanaman yang tumbuh di sana tidak menjulang tinggi, seperti di hutan-hutan primer. Tinggi maksimal tanaman 30 m, itupun jarang dijumpai. Areal di pinggir hutan kerangas biasanya ditumbuhi ilalang. Setelah ilalang menghilang, muncul jenis paku-pakuan. Di semak belukar paku resam itulah kantong semar bertebaran. Sekedar menyebut contoh, di sana kerapkali tumbuh N. rafflesiana,

3 Charles Clarke N. gracilis, N. ampullaria, N. albomarginata. Saat masuk ke salah satu hutan kerangas di Kalimantan, dijumpai pula N. mirabilis hitam legam. Tempat tumbuh N. northiana di Bau adalah contoh lain dari habitat periuk monyet. Itu adalah pegunungan kapur yang tanahnya sulit menangkap air, sehingga erosi besar-besaran pasti terjadi. Pohon tinggi jarang terlihat. Yang mendominasi ialah semak perdu dan paku-pakuan. Bau yang ketinggiannya di bawah 200 m dpl masih termasuk dataran rendah. Sinar matahari mencorong, sementara kelembapan juga tinggi. Selain N. northiana, kantong semar yang nyaman hidup di tanah berkapur ialah N. boschiana, N. campanulata, N. faizaliana, dan N. mapuluensis. Lima spesies ini dikenal sebagai spesialis tanah kapur. Salah satu lokasi nepenthes yang juga disambangi ialah daerah berpaya. Tanahnya masam bergambut dan selalu basah, sehingga kelembapan pasti tinggi sekali. Pada umumnya nepenthes yang tumbuh di sini bersifat terestrial. Beberapa spesies yang tampak tumbuh di antara liana, antara lain N. rafflesiana, N. gracilis, dan N. ampullaria. Gunung Slamet tempat tumbuhnya N. gymnamphora ialah contoh lokasi habitat kantong semar di dataran tinggi. Cuacanya kerapkali berkabut dan terasa dingin. Tanahnya kebanyakan bersifat masam. Tanaman bersifat epifit dan lumut mendominasi kehidupan di sana. Kantong semar biasanya tumbuh bertebaran dalam jumlah banyak di lokasi hutan yang terkena sinar matahari. Beberapa spesies nepenthes dataran tinggi tumbuh di tanah, seperti N. rajah dan N. villosa. Sementara N. muluensis, juga spesies dataran tinggi, tumbuh memanjat. Spesies dataran tinggi yang langka dan endemik ialah N. lamii yang tumbuh di ketinggian 3.520 m dpl di Papua. Berdasarkan kriteria yang lazim dikenal, sebuah daerah disebut dataran rendah jika ketinggiannya 0 300 m dpl; dataran menengah >300 700 m dpl; dataran tinggi > 700 m dpl. Berdasarkan kriteria itu, maka nepenthes bisa dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan tempat tumbuh, yakni dataran rendah, menengah, dan sedang. Namun, sejumlah spesies demikian adaptifnya, sehingga ada yang bisa tumbuh mulai ketinggian 0 m dpl sampai di atas 1000 m dpl. Dengan pertimbangan itu, untuk memudahkan pemilihan nepenthes yang cocok ditanam di lokasi tertentu, maka kantong semar dapat dibagi dua golongan, yakni yang bisa tumbuh dari dataran rendah sampai tinggi dan yang ekstrim membutuhkan ketinggian tempat tertentu. N. villosa, habitatnya di puncak gunung 2400 3200 mdpl

4 Spesies Nepenthes Adaptif Dataran Rendah Sampai Tinggi No Nama Tempat Asal Ketinggian ( m dpl) 1. N. alata Filipina 400 2400 2. N. albomarginata Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya 0 1100 3. N. ampullaria Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, papua 0 2100 4. N. belii Filipina 250 800 5. N. benstonei Semenanjung Malaya 450 600 6. N. bicalcarata Kalimantan 0 950 7. N. campanulata Kalimantan 300 8. N. clipeata Kalimantan 600 800 9. N. danseri Papua 0 300 10. N. distillatoria Srilanka 0 800 11. N. eustachya Sumatera 0 1600 12. N. faizaliana Sarawak 600 1600 13. N. globosa Thailand 324 732 14. N. gracilis Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Sulawesi 0 800 15. N. hirsuta Kalimantan 200 1100 16. N. hispida Kalimantan 100 800 17. N. insignis Papua 80 850 18. N. longifolia Sumatera 300 1100 19. N. macrovulgaris Kalimantan 300 1200 20. N. madagascariensis Madagaskar Sampai < 1000 21. N. mindanaonensis Filipina Sampai 2954 22. N. masoalensis Madagaskar 30 400 23. N. merrilliana Filipina 0 1700 24. N. mirabilis Cina, ASEAN, Palau, Australia 0 1500 25. N. neoguineensis Papua 0 1400 26. N. northiana Sarawak 0 850 27. N. papuana Papua 250 900 28. N. pervillei Seychelles 500 800 29. N. philippinensis Filipina 25 520 30. N. rafflesiana Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya 0 1000 31. N. reindwardtiana Sumatera, Kalimantan 0 2100 32. N. rowanae Australia 0 10 33. N. sanguinea Semenanjung Malaya 300 1800 34. N. smillesii Kalimantan 400 2600 35. N. sumatrana Sumatera 0 1000 36. N. stenophylla Kalimantan 400 1800 37. N. thorelii Thailand 0 200 38. N. tomoriana Sulawesi 0 400 39. N. treubiana Papua 0 500 40. N. truncata Filipina 230 600 41. N. veitchii Kalimantan 0 1800 42. N. vieillardii Kaledonia Baru 30 800 Sumber: dari berbagai sumber, diolah

5 Spesies Nepenthes Adaptif Dataran Tinggi No Nama Tempat Asal Ketinggian (m dpl) 1. N. adnata Sumatera 700 1000 2. N. adrianii * Jawa 1100 1600 3. N. angasanensis Sumatera 2200 2800 4. N. argentii Filipina 1400 5. N. aristolochioides Sumatera 2000 2200 6. N. bongso Sumatera 1000 2700 7. N. boschiana Kalimantan selatan 1000 2700 8. N. burbidgeae Sabah 1200 2250 9. N. burkei Filipina 1300 1680 10. N. carunculata Sumatera 1000 2700 11. N. copelandii Filipina 700 1200 12. N. deaniana Filipina 1300 1500 13. N. densiflora Sumatera 1700 3200 14. N. diatas Sumatera 2400 2600 15. N. dubia Sumatera 1000 2500 16. N. edwardsiana Sabah 1500 2700 17. N. ephippiata Kalimantan 1000 1900 18. N. eymae Sulawesi 1500 2000 19. N. fusca Sabah 800 2500 20. N.glabrata Sulawesi 1600 2000 21. N. glandulifera Kalimantan 1200 1600 22. N. gracilima Semenanjung Malaya 1300 2100 23. N. gymnamphora Jawa 1000 2800 24. N. hamata Sulawesi 1400 2500 25. N. hurreliana Kalimantan > 1300 26. N. inermis Sumatera 1500 2000 27. N. izumae Sumatera 1900 2900 28. N. jacquelinae Sumatera 1700 2200 29. N. khasiana India 1000 30. N. klossii Papua 1000 2000 31. N. lamii Papua 1460 3520 32. N. lavicola Sumatera 2000 2800 33. N. lowii Sabah 1800 2000 34. N. macfarlanei Semenanjung Malaya 1000 2150 35. N. macrophylla Sabah 2200 2400 36. N. mapuluensis Kalimantan 700 800 37. N. maxima Sulawesi, Maluku, papua 800 2500 38. N. mikei Sumatera 1100 2500 39. N. mira Filipina 1800 40. N. muluensis Sarawak 1750 2400 41. N. murudiensis Sarawak 2200 2500 42. N. ovata Sumatera 1700 2100 43. N. paniculata Papua 1460 44. N. pectinata Sumatera 950 2750 45. N. petiolata Filipina 1500 46. N. pilosa Kalimantan 1000 1800 47. N. rajah Sabah 1500 2650 48. N. ramispina Semenanjung Malaya 900 2000 49. N. rhombicaullis Sumatera 1700 1900 50. N. rigidifolia Sumatera > 800 51. N. sibuyanensis Filipina 1350 1800 52. N. singalana Sumatera 1900 2800 53. N. spathulata Sumatera 1100 2900 54. N. spectabilis Sumatera 1450 2000 55. N. talangensis Sumatera 1800 2500 56. N. tentaculata Kalimantan, Sulawesi 800 2550 57. N. tenuis Sumatera 1000 58. N. tobaica Sumatera 300 2750 59. N. ventricosa Filipina 1200 1500 60. N. villosa Sabah 2400 3200 61. N. vogeli Sarawak 900 Sumber: dari berbagai sumber, diolah *) data Juli 2006, spec.nova, spesies baru yang belum diresmikan,

6 Dari 103 spesies yang terdata, sejumlah 61 spesies ada di dataran tinggi. Sejumlah 42 spesies berupa kantong semar yang bisa hidup mulai dari dataran rendah, menengah sampai tinggi. Sebaran kobe-kobe sebutan di Papua itu, 33 spesies ada di Kalimantan (wilayah Indonesia dan Malaysia). Jumlah itu lebih besar daripada yang dimiliki Sumatera, 30 spesies. Kedua pulau itu disebut sebagai sumber plasma nutfah kantong semar terbesar di dunia. Sedangkan ranking berikut ialah Semenanjung Malaysia yang hanya memiliki 8 spesies. Posisi selanjutnya ditempati Filipina (12 spesies) dan Papua 9 spesies. Jika dibagi berdasarkan tempat asal dan dominasi spesies di dataran tinggi, maka ternyata Sumatera menduduki peringkat pertama. Jadi, sebagian besar kantong semar di Sumatera tumbuh di pegunungan. Demikian juga pada spesies nepenthes yang ada di Sabah/Sarawak. Sedangkan Kalimantan lebih banyak memiliki nepenthes yang adaptif tumbuh mulai dataran rendah sampai tinggi. Sebaran Spesies Nepenthes Lokasi Adaptif dataran rendah tinggi Ekstrim Dataran Tinggi Kalimantan 14 7 Sabah/Serawak 2 10 Sumatera 9 21 Sulawesi 6 2 Semenanjung Malaysia 6 2 Filipina 5 7 Papua 5 4 Dilihat dari keunikan dan kelangkaannya, Kalimantan menimbulkan decak kekaguman. Dari 33 spesies (wilayah Indonesia dan Malaysia), 25 di antaranya endemik, tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan N. campanulata yang endemik Kalimantan sudah dinyatakan sebagai spesies yang hampir punah. Sumatera mempunyai 17 spesies endemik; Papua 7 spesies, Sulawesi 4 spesies. Yang menakjubkan Vietnam. Dari 5 spesies yang dimiliki, 4 di antaranya endemik. India, Ceylon, Seychelles, hanya mempunyai satu spesies dan sifatnya endemik. Sementara di Madagaskar ada 2 spesies endemik. Penggolongan kantong semar di atas berdasarkan sebarannya di alam. Begitu dibudidayakan, penggolongan berdasarkan sebaran itu mungkin saja tidak berlaku lagi. Borneo Exotics dahulu menggolongkan N. anamensis sebagai periuk monyet dataran tinggi. Namun, kemudian diubah menjadi nepenthes dataran menengah. Penggolongan itu tidak bertahan lama. Kini N. anamensis dinobatkan oleh Borneo Exotics sebagai nepenthes dataran rendah. Perubahan penggolongan dilakukan karena ternyata spesies itu bisa tumbuh bagus sekali di dataran rendah. N. anamensis tidak termasuk dalam tabel di atas karena dianggap sama dengan N. smillesii. N. anamensis, N. kampotiana dan N. smillesii diduga nama berbeda untuk spesies yang sama. www.exoticsplantplus.com N. campanulata

27 D. Namanya dari Madagaskar Kalimantan memang gudang kantong semar dunia. Namun, istilah nepenthes sendiri justru muncul pertama kali di Madagaskar. Sejak dikenal kalangan dunia itulah eksploitasi kantong semar dari hutan alam Indonesia mulai terjadi. Dan itu masih berlangsung sampai sekarang. 1.1658 Pada abad 16, gubernur Madagaskar mendeskripsikan periuk monyet itu untuk pertama kalinya di dunia. Ia menamakan sang tanaman dengan istilah Amramitico. Itulah N. madagascariensis yang kita kenal sekarang. 2. 1677 Nun ribuan kilometer dari Madagaskar, ditemukan lagi tanaman mirip N. madagascariensis. Sang penemu, H.N. Grimm menamakannya Planta mirabilis distillatoria. Kini ia dikenal dengan sebutan N. distillatoria yang endemik Srilanka. Nepenthes kedua yang dikenal dunia ini ditemukan sekitar 20 tahun kemudian setelah penemuan N. madagascariensis. 3. 1690 Rumphius menamakan kantong semar dengan sebutan cantherifera. N. rafflesiana ditemukan pertama kali di Singapura 4. 1737 Linnaeus memberi nama nepenthes untuk semua jenis kantong semar. Linnaeus sebenarnya tidak mengubah nama cantherifera dengan nepenthes. Dia beranggapan bahwa tanaman itu belum ada namanya. Padahal, 40 tahun sebelumnya Rumphius sudah memberi sebutan Cantherifera mirabilis untuk kantong semar yang dilihatnya di Maluku. Semua terjadi lantaran laporan Rumphius terlambat sampai ke Linnaeus di Eropa gara-gara kapal karam, matanya buta, dan peperangan. 5. 1789 Untuk pertama kalinya N. distillatoria dibudidayakan. Jadi, dibutuhkan waktu sekitar 130 tahun untuk budidaya sejak ia pertama kali ditemukan. 6. Awal 1800-an Ribuan benih nepenthes dikirim dari Srilanka ke Eropa 7. 1819 Nepenthes rafflesiana dan N. ampullaria ditemukan di Singapura. 8. 1825 Untuk pertama kalinya kantong semar hasil budidaya dibuat ilustrasinya. Keterangan ilustrasi menyebutkan bahwa itu N. distillatoria, padahal sebenarnya itu ialah N. khasiana. 9. 1837 Nepenthes alata dan N. ventricosa ditemukan di Filipina. 10. 1851.