NEPENTHES DATARAN RENDAH DAN TINGGI
|
|
|
- Sukarno Kurniawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 NEPENTHES DATARAN RENDAH DAN TINGGI
2 1 Nepenthes Dataran Rendah dan Tinggi Kantong semar memang dapat dijumpai mulai dari puncak gunung sampai pinggir pantai. Mulai dari m dpl. Di atas gunung cuacanya jelas berbeda sekali dengan pinggiran pantai. Perbedaan ekstrim itulah yang perlu diperhatikan tatkala memilih nepenthes untuk koleksi di rumah. Kantong semar dataran tinggi pasti sulit beradaptasi di dataran rendah, demikian juga sebaliknya. Jarang sekali yang bisa tumbuh di kedua daerah berbeda habitat itu. Pengecualian ialah N. albomarginata, N. bellii, N. bicalcarata, N. campanulata, N. clipeata, N. danseri, N. tentaculata, N. t h o r e l l i i, N. t o m o r i a n a, N. truncata, N. veitchii, N. vieillardii, N. reindwartiana, N. sumatrana, N. p a p u a n a, N. p e r v i l l e i, N. r a f f l e s i a n a, N. m e r r i l l i a n a, N. m i r a b i l i s, N. northiana, N. macrovulgaris, N. hirsuta, N. hispida, N. insignis, N. eustachya, N. faizaliana, N. gracilis yang diketahui tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Percobaan di kebun menunjukkan, N. khasiana dan N. ventricosa, juga bisa dipilih untuk dipelihara di dataran rendah, meskipun habitatnya dataran tinggi. Dilihat dari segi geografis, tanaman ini tumbuh di daerah tropis yang basah dan tersebar mulai dari Madagaskar, Kepulauan Seychelles, Srilanka, India, menyeberang ke Cina, Asia Tenggara, Papua, Australia, dan Kaledonia Baru. Dari sekitar 103 spesies nepenthes yang diketahui, sebagian tumbuh di, mulai dari dataran rendah sampai ke pegunungan. Ada yang beranggapan, nepenthes adalah indikator alami untuk daerah dengan kelembapan tinggi. Wajar karena di alam, seluruh tempat yang ditumbuhi nepenthes memang kelembapannya relatif tinggi. N. northiana, kantong terbesar di dataran rendah 2 Assam Andaman Indo-China Filipina Srilanka Malaysia Seychelles Sumatera Sulawesi Papua Jawa Cape York Madagaskar Penyebaran nepenthes Nepenthes dataran rendah banyak dijumpai di hutan kerangas. Ciri khas hutan ini, sebagaimana yang dikunjungi Trubus, ialah tanahnya berpasir. Tanaman yang tumbuh di sana tidak menjulang tinggi, seperti di hutan-hutan primer. Tinggi maksimal tanaman 30 m, itupun jarang dijumpai. Areal
3 di pinggir hutan kerangas biasanya ditumbuhi ilalang. Setelah ilalang menghilang, muncul jenis paku-pakuan. Di semak belukar paku resam itulah kantong semar bertebaran. Sekedar menyebut contoh, di sana kerapkali tumbuh N. rafflesiana, Caledonia Baru Cairns 3 Charles Clarke N. gracilis, N. ampullaria, N. albomarginata. Saat masuk ke salah satu hutan kerangas di, dijumpai pula N. mirabilis hitam legam. Tempat tumbuh N. northiana di Bau adalah contoh lain dari habitat periuk monyet. Itu adalah pegunungan kapur yang tanahnya sulit menangkap air, sehingga erosi besar-besaran pasti terjadi. Pohon tinggi jarang terlihat. Yang mendominasi ialah semak perdu dan paku-pakuan. Bau yang ketinggiannya di bawah 200 m dpl masih termasuk dataran rendah. Sinar matahari mencorong, sementara kelembapan juga tinggi. Selain N. northiana, kantong semar yang nyaman hidup di tanah berkapur ialah N. boschiana, N. campanulata, N. faizaliana, dan N. mapuluensis. Lima spesies ini dikenal sebagai spesialis tanah kapur. Salah satu lokasi nepenthes yang juga disambangi ialah daerah berpaya. Tanahnya masam bergambut dan selalu basah, sehingga kelembapan pasti tinggi sekali. Pada umumnya nepenthes yang tumbuh di sini bersifat terestrial. Beberapa spesies yang tampak tumbuh di antara liana, antara lain N. rafflesiana, N. gracilis, dan N. ampullaria. Gunung Slamet tempat tumbuhnya N. gymnamphora ialah contoh lokasi habitat kantong semar di dataran tinggi. Cuacanya kerapkali berkabut dan terasa dingin. Tanahnya kebanyakan bersifat masam. Tanaman bersifat epifit dan lumut mendominasi kehidupan di sana. Kantong semar biasanya tumbuh bertebaran dalam jumlah banyak di lokasi hutan yang terkena sinar matahari. Beberapa spesies nepenthes dataran tinggi tumbuh di tanah, seperti N. rajah dan N. villosa. Sementara N. muluensis, juga spesies dataran tinggi, tumbuh memanjat. Spesies dataran tinggi yang langka dan endemik ialah N. lamii yang tumbuh di ketinggian m dpl di Papua. Berdasarkan kriteria yang lazim dikenal, sebuah daerah disebut dataran rendah jika ketinggiannya m dpl; dataran menengah > m dpl; dataran tinggi > 700 m dpl. Berdasarkan kriteria itu, maka nepenthes bisa dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan tempat tumbuh, yakni dataran rendah, menengah, dan sedang. Namun, sejumlah spesies demikian adaptifnya, sehingga ada yang bisa tumbuh mulai ketinggian 0 m dpl sampai di atas 1000 m dpl. Dengan pertimbangan itu, untuk memudahkan pemilihan nepenthes yang cocok ditanam di lokasi tertentu, maka kantong semar dapat dibagi dua golongan, yakni yang bisa tumbuh dari dataran rendah sampai tinggi dan yang ekstrim membutuhkan ketinggian tempat tertentu. N. villosa, habitatnya di puncak gunung mdpl 4 Spesies Nepenthes Adaptif Dataran Rendah Sampai Tinggi No Nama Tempat Asal Ketinggian ( m dpl) 1. N. alata
4 Filipina N. albomarginata Sumatera,, Semenanjung Malaya N. ampullaria Sumatera,, Semenanjung Malaya, papua N. belii Filipina N. benstonei Semenanjung Malaya N. bicalcarata N. campanulata 300
5 8. N. clipeata N. danseri Papua N. distillatoria Srilanka N. eustachya Sumatera N. faizaliana Sarawak N. globosa Thailand N. gracilis
6 Sumatera,, Semenanjung Malaya, Sulawesi N. hirsuta N. hispida N. insignis Papua N. longifolia Sumatera N. macrovulgaris N. madagascariensis Madagaskar Sampai < 1000
7 21. N. mindanaonensis Filipina Sampai N. masoalensis Madagaskar N. merrilliana Filipina N. mirabilis Cina, ASEAN, Palau, Australia N. neoguineensis Papua N. northiana Sarawak N. papuana
8 Papua N. pervillei Seychelles N. philippinensis Filipina N. rafflesiana Sumatera,, Semenanjung Malaya N. reindwardtiana Sumatera, N. rowanae Australia N. sanguinea Semenanjung Malaya
9 34. N. smillesii N. sumatrana Sumatera N. stenophylla N. thorelii Thailand N. tomoriana Sulawesi N. treubiana Papua N. truncata
10 Filipina N. veitchii N. vieillardii Kaledonia Baru Sumber: dari berbagai sumber, diolah 5 Spesies Nepenthes Adaptif Dataran Tinggi No Nama N. adnata N. adrianii * N. angasanensis N. argentii N. aristolochioides N. bongso N. boschiana N. burbidgeae N. burkei N. carunculata N. copelandii N. deaniana N. densiflora N. diatas N. dubia N. edwardsiana N. ephippiata N. eymae N. fusca N.glabrata N. glandulifera N. gracilima N. gymnamphora N. hamata N. hurreliana N. inermis N. izumae N. jacquelinae N. khasiana N. klossii N. lamii N. lavicola N. lowii N. macfarlanei N. macrophylla N. mapuluensis N. maxima N. mikei N. mira N. muluensis N. murudiensis N. ovata N. paniculata N. pectinata N. petiolata N. pilosa N. rajah N. ramispina N. rhombicaullis N. rigidifolia N. sibuyanensis N. singalana N. spathulata N. spectabilis N. talangensis N. tentaculata N. tenuis N. tobaica N. ventricosa N. villosa N. vogeli Tempat Asal Sumatera Jawa Sumatera Filipina Sumatera Sumatera selatan Sabah Filipina Sumatera Filipina Filipina Sumatera Sumatera Sumatera Sabah Sulawesi Sabah Sulawesi Semenanjung Malaya Jawa Sulawesi Sumatera Sumatera Sumatera India Papua Papua Sumatera Sabah Semenanjung Malaya Sabah Sulawesi, Maluku, papua Sumatera Filipina Sarawak Sarawak Sumatera Papua Sumatera Filipina Sabah Semenanjung Malaya Sumatera Sumatera Filipina Sumatera Sumatera Sumatera Sumatera, Sulawesi Sumatera Sumatera Filipina Sabah Sarawak Sumber: dari berbagai sumber, diolah *) data Juli 2006, spec.nova, spesies baru yang belum diresmikan, Ketinggian (m dpl) >
11 > Dari 103 spesies yang terdata, sejumlah 61 spesies ada di dataran tinggi. Sejumlah 42 spesies berupa kantong semar yang bisa hidup mulai dari dataran rendah, menengah sampai tinggi. Sebaran kobe-kobe sebutan di Papua itu, 33 spesies ada di (wilayah Indonesia dan Malaysia). Jumlah itu lebih besar daripada yang dimiliki Sumatera, 30 spesies. Kedua pulau itu disebut sebagai sumber plasma nutfah kantong semar terbesar di dunia. Sedangkan ranking berikut ialah Semenanjung Malaysia yang hanya memiliki 8 spesies. Posisi selanjutnya ditempati Filipina (12 spesies) dan Papua 9 spesies. Jika dibagi berdasarkan tempat asal dan dominasi spesies di dataran tinggi, maka ternyata Sumatera menduduki peringkat pertama. Jadi, sebagian besar kantong semar di Sumatera tumbuh di pegunungan. Demikian juga pada spesies nepenthes yang ada di Sabah/Sarawak. Sedangkan lebih banyak memiliki nepenthes yang adaptif tumbuh mulai dataran rendah sampai tinggi. Sebaran Spesies Nepenthes Lokasi Sabah/Serawak Sumatera Sulawesi Semenanjung Malaysia Filipina Papua Adaptif dataran rendah tinggi Ekstrim Dataran Tinggi Dilihat dari keunikan dan kelangkaannya, menimbulkan decak kekaguman. Dari 33 spesies (wilayah Indonesia dan Malaysia), 25 di antaranya endemik, tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan N. campanulata yang endemik sudah dinyatakan sebagai spesies yang hampir punah. Sumatera mempunyai 17 spesies endemik; Papua 7 spesies, Sulawesi 4 spesies. Yang menakjubkan Vietnam. Dari 5 spesies yang dimiliki, 4 di antaranya endemik. India, Ceylon, Seychelles, hanya mempunyai satu spesies dan sifatnya endemik. Sementara di Madagaskar ada 2 spesies endemik. Penggolongan kantong semar di atas berdasarkan sebarannya di alam. Begitu dibudidayakan, penggolongan berdasarkan sebaran itu mungkin saja tidak berlaku lagi. Borneo Exotics dahulu menggolongkan N. anamensis sebagai periuk monyet dataran tinggi. Namun, kemudian diubah menjadi nepenthes dataran menengah. Penggolongan itu tidak bertahan lama. Kini N. anamensis dinobatkan oleh Borneo Exotics sebagai nepenthes dataran rendah. Perubahan penggolongan dilakukan karena ternyata spesies itu bisa tumbuh bagus sekali di dataran rendah. N. anamensis tidak termasuk dalam tabel di atas karena dianggap sama dengan N. smillesii. N. anamensis, N. kampotiana dan N. smillesii diduga nama berbeda untuk spesies yang sama. N. campanulata 27 D. Namanya dari Madagaskar memang gudang kantong semar dunia. Namun, istilah nepenthes sendiri justru muncul pertama kali di Madagaskar. Sejak dikenal kalangan dunia itulah eksploitasi kantong semar dari hutan alam Indonesia mulai terjadi. Dan itu masih berlangsung sampai sekarang Pada abad 16, gubernur Madagaskar mendeskripsikan periuk monyet itu untuk pertama kalinya di dunia. Ia menamakan sang tanaman dengan istilah Amramitico. Itulah N. madagascariensis yang kita kenal sekarang Nun ribuan kilometer dari Madagaskar, ditemukan lagi tanaman mirip N. madagascariensis. Sang penemu, H.N. Grimm menamakannya Planta mirabilis distillatoria. Kini ia dikenal dengan sebutan N. distillatoria yang endemik Srilanka. Nepenthes kedua yang dikenal dunia ini ditemukan sekitar 20 tahun kemudian setelah penemuan N. madagascariensis Rumphius
12 menamakan kantong semar dengan sebutan cantherifera. N. rafflesiana ditemukan pertama kali di Singapura Linnaeus memberi nama nepenthes untuk semua jenis kantong semar. Linnaeus sebenarnya tidak mengubah nama cantherifera dengan nepenthes. Dia beranggapan bahwa tanaman itu belum ada namanya. Padahal, 40 tahun sebelumnya Rumphius sudah memberi sebutan Cantherifera mirabilis untuk kantong semar yang dilihatnya di Maluku. Semua terjadi lantaran laporan Rumphius terlambat sampai ke Linnaeus di Eropa gara-gara kapal karam, matanya buta, dan peperangan Untuk pertama kalinya N. distillatoria dibudidayakan. Jadi, dibutuhkan waktu sekitar 130 tahun untuk budidaya sejak ia pertama kali ditemukan. 6. Awal 1800-an Ribuan benih nepenthes dikirim dari Srilanka ke Eropa Nepenthes rafflesiana dan N. ampullaria ditemukan di Singapura Untuk pertama kalinya kantong semar hasil budidaya dibuat ilustrasinya. Keterangan ilustrasi menyebutkan bahwa itu N. distillatoria, padahal sebenarnya itu ialah N. khasiana Nepenthes alata dan N. ventricosa ditemukan di Filipina
13
Nepenthes Dataran Rendah dan Tinggi
1 Nepenthes Dataran Rendah dan Tinggi Kantong semar memang dapat dijumpai mulai dari puncak gunung sampai pinggir pantai. Mulai dari 0 3000 m dpl. Di atas gunung cuacanya jelas berbeda sekali dengan pinggiran
TINJAUAN ULANG (REVIEW) TINJAUAN TENTANG Nepenthes (NEPENTHACEAE) DI INDONESIA [A Review of Nepenthes (Nepenthaceae) in Indonesia]*
TINJAUAN ULANG (REVIEW) TINJAUAN TENTANG Nepenthes (NEPENTHACEAE) DI INDONESIA [A Review of Nepenthes (Nepenthaceae) in Indonesia]* Muhammad Mansur Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jln Raya
Ini Dia Si Pemakan Serangga
1 Ini Dia Si Pemakan Serangga N. bicalcarata Alam masih menyembunyikan rahasia proses munculnya ratusan spesies tanaman pemakan serangga yang hidup sangat adaptif, dapat ditemukan di dataran rendah sampai
Hutan. Padang, 20 September ) Peneliti pada Balai Litbang Hutan Tanaman Palembang
KANTONG SEMAR (Nepenthes sp.) DI HUTAN SUMATERA, TANAMAN UNIK YANG SEMAKIN LANGKA 1) Oleh : Fatahul Azwar 2), Adi Kunarso 2), dan Teten Rahman S. 2) ABSTRAK Sumatera merupakan wilayah terbesar kedua dari
I. PENDAHULUAN. Kantong semar merupakan tanaman hias yang tumbuh di beberapa hutan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Kantong semar merupakan tanaman hias yang tumbuh di beberapa hutan Indonesia. Tanaman ini disebut tanaman hias karena memiliki kantong yang unik hasil dari
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes spp.) Kantong semar dikenal sebagai tumbuhan yang unik dan merupakan bentuk tumbuhan berbunga yang tidak umum dijumpai. Tumbuhan tersebut sebenarnya
IDENTIFIKASI JENIS KANTONG SEMAR (NEPENTHES SPP) DALAM KAWASAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG ASUANSANG KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS
IDENTIFIKASI JENIS KANTONG SEMAR (NEPENTHES SPP) DALAM KAWASAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG ASUANSANG KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Identification of The Type of Nepenthes (Nepenthes spp) in The Area of
POPULASI DAN POLA PENYEBARAN KANTONG SEMAR
POPULASI DAN POLA PENYEBARAN KANTONG SEMAR (Nepenthes gracilis) DI RHINO CAMP RESORT SUKARAJA ATAS KAWASAN TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN (TNBBS) (Skripsi) Oleh SARTIKA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
TINJAUAN PUSTAKA. garis pantai hingga ketinggian 2750 m dpl. Nepenthes satu-satunya genus dalam famili
TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Kantung Semar (Nepenthes spp.) Nepenthes spp. adalah tumbuhan yang hidup di hutan dataran rendah mulai dari garis pantai hingga ketinggian 2750 m dpl. Nepenthes satu-satunya
BioLink Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan INVENTARISASI NEPENTHES DI TAPANULI SELATAN. Inventory of Nepenthes in Southern Tapanuli
BioLink, Vol. 3 (2) Januari 2017 p-issn: 2356-458x e-issn:2597-5269 BioLink Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/biolink INVENTARISASI NEPENTHES
GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI
GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI Selamat Pagi, Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan DTI_09 VEGETASI ASIA Iklim merupakan faktor utama yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tumbuhan Nepenthes spp. Kantung semar atau dalam nama latinnya Nepenthes spp. pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne pada tahun 1689 di Indonesia, sebutan untuk tumbuhan ini
ANALISIS MORFOMETRIK KANTONG SEMAR (Nepenthes) DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT E-JURNAL
ANALISIS MORFOMETRIK KANTONG SEMAR (Nepenthes) DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT E-JURNAL DITA WARDANI NIM.10010300 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI
PENGARUH PEMBERIAN HORMON BAP TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TUMBUHAN KANTUNG SEMAR
PENGARUH PEMBERIAN HORMON BAP TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TUMBUHAN KANTUNG SEMAR (Nepenthes alata Blanco) PADA MEDIA TANAM MURASHIGE & SKOOG DENGAN TEKNIK IN VITRO ADRIAN DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA
TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi
5 TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi Kantong semar merupakan tanaman pemakan serangga yang banyak tumbuh di Negara Indonesia. Kantong semar berdasarkan sistem taksonomi tanaman termasuk dalam kerajaan
BAB I PENDAHULUAN. hidup saling ketergantungan. Tumbuh-tumbuhan dan hewan diciptakan oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah menciptakan alam semesta salah satunya adalah sebagai sumber ilmu pengetahuan. Baik itu tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Semuanya hidup saling ketergantungan.
IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota
IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Pembentukan Taman Kupu-Kupu Gita Persada Taman Kupu-Kupu Gita Persada berlokasi di kaki Gunung Betung yang secara administratif berada di wilayah Kelurahan
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PARIWISATA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PARIWISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK
2017, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8)
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.214, 2017 ADMINISTRASI. Pemerintahan. Kementerian Pariwisata. Penyelenggaraan. Perubahan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN KONSERVASI RUMAH PELANGI DUSUN GUNUNG BENUAH KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Diversity Study of Kantong Semar Plants (Nepenthes
Ekonomi Pertanian di Indonesia
Ekonomi Pertanian di Indonesia 1. Ciri-Ciri Pertanian di Indonesia 2.Klasifikasi Pertanian Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan ciri-ciri pertanian di Indonesia serta klasifikasi atau
3.3 Luas dan Potensi Lahan Basah Non Rawa
3.3 Luas dan Potensi Lahan Basah Non Rawa Lahan basah non rawa adalah suatu lahan yang kondisinya dipengaruhi oleh air namun tidak menggenang. Lahan basah biasanya terdapat di ujung suatu daerah ketinggian
II. UNSUR GEOGRAFI DAN PENDUDUK DI KAWASAN ASIA TENGGARA
II. UNSUR GEOGRAFI DAN PENDUDUK DI KAWASAN ASIA TENGGARA A. Pengertian Interprestasi Peta Unsur geografis adalah keadaan alam di muka bumi yang membentuk lingkungan geografis adalah bentang alam, letak,
Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Nepenthes spp di Gunung Semahung Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
Vol. 2 (1): 1 6 Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Nepenthes spp di Gunung Semahung Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Gustap Baloari 1, Riza Linda 1, Mukarlina 1 1 Program Studi Biologi, Fakultas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tumbuhan Nepenthes spp. Nepenthes spp. pertama kali dikenalkan oleh J. P Breyne pada tahun 1689 di Indonesia. Kantung semar dikenal sebagai tumbuhan yang unik dan merupakan bentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Ekosistem mangrove adalah tipe ekosistem yang terdapat di daerah pantai dan secara teratur di genangi air laut atau dipengaruhi oleh pasang surut air laut,
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Syzygium merupakan marga dari suku Myrtaceae (jambu-jambuan) yang memiliki jumlah spesies yang sangat banyak. Tercatat kurang lebih 1200 spesies Syzygium yang tumbuh
II.TINJAUAN PUSTAKA. Mamalia lebih dikenal dari pada burung (Whitten et al, 1999). Walaupun
II.TINJAUAN PUSTAKA A. Burung Mamalia lebih dikenal dari pada burung (Whitten et al, 1999). Walaupun demikian burung adalah satwa yang dapat ditemui dimana saja sehingga keberadaanya sangat sulit dipisahkan
INVENTARISASI Nepenthes DI HUTAN ADAT KANTUK DAN IMPLEMENTASINYA BERUPA BUKU SAKU KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA ARTIKEL PENELITIAN
INVENTARISASI Nepenthes DI HUTAN ADAT KANTUK DAN IMPLEMENTASINYA BERUPA BUKU SAKU KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA ARTIKEL PENELITIAN Oleh : HENDRA SETIAWAN F05109023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN
BAB I PENDAHULUAN. sulit untuk dihindari dan mulai dapat dirasakan dampaknya terhadap kehidupan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Iklim merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap persebaran vegetasi di suatu wilayah. Perubahan iklim yang terjadi saat ini sudah sulit untuk dihindari
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DALAM PELESTARIAN EKOSISTEMLatihan Soal 4.3
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DALAM PELESTARIAN EKOSISTEMLatihan Soal 4.3 1. Tempat perlindungan Orang utan yang dilindungi oleh pemerintah banyak terdapat didaerah Tanjung
I. PENDAHULUAN. Meksiko, merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia bersama sejumlah negara tropis lain seperti Brazil, Zaire dan Meksiko, merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya (mega biodiversity).
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Rotan adalah salah satu jenis tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) yang memiliki peranan ekonomi yang sangat penting (FAO 1997). Sampai saat ini rotan telah dimanfaatkan sebagai
I. PENDAHULUAN. Seluruh jenis rangkong (Bucerotidae) di Indonesia merupakan satwa yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seluruh jenis rangkong (Bucerotidae) di Indonesia merupakan satwa yang dilindungi melalui Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
POTENSI GEOGRAFIS INDONESIA II
K-13 Geografi K e l a s XI POTENSI GEOGRAFIS INDONESIA II Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami batas wilayah. 2. Memahami laut dangkal,
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. berbagai makluk hidup mulai dari bakteri, cendawan, lumut dan berbagai jenis
1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hutan tropis, yang berkembang sejak ratusan juta tahun yang silam, terdapat berbagai makluk hidup mulai dari bakteri, cendawan, lumut dan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hutan Hutan merupakan salah satu pusat keanekaragaman jenis tumbuhan yang belum banyak diketahui dan perlu terus untuk dikaji. Di kawasan hutan terdapat komunitas tumbuhan yang
LINGKUNGAN KEHIDUPAN DI MUKA BUMI
LINGKUNGAN KEHIDUPAN DI MUKA BUMI Indonesia terdiri atas pulau-pulau sehingga disebut negara kepulauan. Jumlah pulau yang lebih dari 17.000 buah itu menandakan bahwa Indonesia merupakan suatu wilayah yang
BAB I PENDAHULUAN. kondisi lingkungan tumbuh. Selain itu anggrek Dendrobium memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anggrek Dendrobium adalah salah satu genus anggrek favorit bagi pecinta anggrek. Hal ini dikarenakan anggrek ini mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan
PENDAHULUAN. termasuk ekosistem terkaya di dunia sehubungan dengan keanekaan hidupan
PENDAHULUAN Latar Belakang Sebagian besar hutan yang ada di Indonesia adalah hutan hujan tropis, yang tidak saja mengandung kekayaan hayati flora yang beranekaragam, tetapi juga termasuk ekosistem terkaya
Mengenal Kantong Semar Yang Indah Dan Keunikannya
PENDIDIKAN LINGKUNGAN/KONSERVASI PENGENALAN DUNIA FLORA TENTANG NEPHENTES spp. SERI : 2 (KEDUA). Ditulis oleh Sudarsono Djuri *) Mengenal Kantong Semar Yang Indah Dan Keunikannya PRAKATA : Dalam penerbitan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Singkat Merbau Menurut Merbau (Instia spp) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan dan mempunyai nilai yang ekonomi yang tinggi karena sudah
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK IKLIM INDONESIA. PERAIRAN LAUT INDONESIA TOPOGRAFI LETAK ASTRONOMIS LETAK GEOGRAFIS
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK IKLIM INDONESIA. PERAIRAN LAUT INDONESIA TOPOGRAFI LETAK ASTRONOMIS LETAK GEOGRAFIS IKLIM INDONESIA Pengertian Iklim Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun
10 tumbuhan langka di Indonesia Iklan
10 tumbuhan langka di Indonesia Iklan 10 tumbuhan langka di Indonesia, Kekayaan Indonesia tidak perlu diraguan lagi. Baik dari flora dan fauna, Indonesia sangat kaya akan hal itu. Namun, seiring bertambahnya
Peranan Ekologi dan Potensi Lumut
TINJAUAN PUSTAKA Lumut adalah tumbuhan tingkat rendah dengan ciri-ciri antara lain: umumnya berukuran kecil, memiliki profil yang umumnya rendah dengan tinggi sekitar 1-2 cm. Lumut pada umumnya tidak mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan menguraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian. 1.
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menguraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian. 1.1 Latar Belakang Anggrek (bahasa latin : Orchidaceae) adalah salah satu tanaman
Beberapa fakta dari letak astronomis Indonesia:
Pengaruh Letak Geografis Terhadap Kondisi Alam dan Flora Fauna di Indonesia Garis Lintang: adalah garis yang membelah muka bumi menjadi 2 belahan sama besar yaitu Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keanekaragaman hayati (biological diversity atau biodiversity) adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan keragaman ekosistem dan berbagai bentuk serta variabilitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Lumut kerak merupakan salah satu anggota dari tumbuhan tingkat rendah yang mana belum mendapatkan perhatian yang maksimal seperti anggota yang lainnya. Organisme
Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN Jurnal Ilmiah. Konservasi Hayati. Variasi warna Nepenthes mirabilis
Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN 0216-9487 Jurnal Ilmiah Konservasi Hayati Variasi warna Nepenthes mirabilis DAFTAR ISI Halaman Tanaman Obat yang Terdapat di Kota Bengkulu yang Berpotensi Sebagai Obat Penyakit
KEANEKARAGAMAN NEPENTHES DAN POHON INANG DI TAMAN WISATA ALAM SICIKEH-CIKEH KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA T E S I S. Oleh DARIANA /BIO
KEANEKARAGAMAN NEPENTHES DAN POHON INANG DI TAMAN WISATA ALAM SICIKEH-CIKEH KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA T E S I S Oleh DARIANA 077030009/BIO S E K O L A H PA S C A S A R JA N A SEKOLAH PASCASARJANA
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA The Diversity Of Kantong Semar (Nepenthes spp) Protected Forest
INTRODUCTION: INTERNATIONAL RELATIONS IN SOUTHEAST ASIA
INTRODUCTION: INTERNATIONAL RELATIONS IN SOUTHEAST ASIA by: Dewi Triwahyuni INTERNATIONAL RELATIONS DEPARTMENT COMPUTER UNIVERSITY OF INDONESIA (UNIKOM) BANDUNG 2013 1 SOUTHEAST ASIA (SEA) 2 POSISI GEOGRAFIS
Faktor-faktor Pembentuk Iklim Indonesia. Perairan laut Indonesia Topografi Letak astronomis Letak geografis
IKLIM INDONESIA Pengertian Iklim Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun dan meliputi wilayah yang luas. Secara garis besar Iklim dapat terbentuk karena adanya: a. Rotasi dan revolusi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bio-ekologi Nepenthes 2.1.1 Klasifikasi Nepenthes secara ilmiah dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Suhono & Tim LIPI 2010) : Kerajaan : Plantae Filum : Magnoliophyta Kelas
BAB I PENDAHULUAN. tinggi dan memiliki begitu banyak potensi alam. Potensi alam tersebut berupa
1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki begitu banyak potensi alam. Potensi alam tersebut berupa flora dan fauna yang
Maidita Fitri br Purba 1), Yunasf 2), Pindi Patana 2)
1 Keanekaragaman Jenis Kantung Semar ( spp.) di Kawasan Suaka Margasatwa Siranggas Kabupaten Pakpak Bharat (Biodiversity of Pitcher Plant ( spp.) in Siranggas Wildlife Reserve, Pakpak Bharat Region) Maidita
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hutan Hutan merupakan kumpulan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbuh tumbuhan memanjat dengan bunga yang beraneka warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan di bumi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hutan Hutan merupakan kumpulan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbuh tumbuhan memanjat yang berperan sangat penting bagi kehidupan. Kerapatan hutan disebabkan oleh adanya
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Myrtaceae yang diketahui tumbuh pada areal dataran rendah berawa (coastal
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pohon gelam (Melaleuca sp.) adalah salah satu jenis tumbuhan dari suku Myrtaceae yang diketahui tumbuh pada areal dataran rendah berawa (coastal swampy lowlands) di beberapa
BAB 8: GEOGRAFI DINAMIKA BIOSFER
www.bimbinganalumniui.com 1. Biosfer dibagi menjadi tiga lingkungan hidup dan masing-masing dipengaruhi faktor abiotik dan biotic. Berikut ini merupakan faktor-faktor abiotik (fisis), kecuali a. Iklim
TINJAUAN PUSTAKA. tinggi yang tersebar di ekosistem hutan dataran rendah Dipterocarpaceae sampai hutan
TINJAUAN PUSTAKA Taman Nasional Gunung Leuser Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ditetapkan sebagai kawasan strategis karena kawasan penyangga ini memiliki peranan yang sangat besar dalam melindungi dan
II. TINJAUAN PUSTAKA. keanekaragaman plasma nutfah. Satu diantara plasma nutfah yang banyak terdapat
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kantong Semar (Nepenthes) Indonesia dikenal sebagai negara yang banyak memiliki kekayaan dan keanekaragaman plasma nutfah. Satu diantara plasma nutfah yang banyak terdapat
AssAlAmu AlAyku m wr.wb
AssAlAmu AlAyku m wr.wb BIOMA Bioma adalah wilayah yang memiliki kondisi iklim tertentu dan batas-batas yang sebagian besar dikendalikan di daratan oleh iklim dan yang dibedakan oleh dominasi tertentu,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2010 TENTANG TUNJANGAN OPERASI PENGAMANAN BAGI
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 49 TAHUN 2010 TENTANG TUNJANGAN OPERASI PENGAMANAN BAGI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERTUGAS DALAM OPERASI PENGAMANAN PADA PULAU-PULAU KECIL
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Muhamad Adnan Rivaldi, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hutan Sancang, Kecamatan Cibalong,, Jawa Barat, merupakan kawasan yang terletak di Selatan Pulau Jawa, yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Hutan Sancang memiliki
Karena hal-hal diatas tersebut, kita harus mencari cara agar hewan dan tumbuhan tetap lestari. Caranya antara lain sebagai berikut.
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SD VI (ENAM) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP Kehadiran hewan dan tumbuhan itu sesungguhnya dapat menjaga keseimbangan alam. Satu makhluk
BAB I PENDAHULUAN. negara kepulauan yang terdiri dari tujuh belas ribu pulau. Pulau yang satu dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia terletak di antara dua benua, Asia dan Australia, merupakan negara kepulauan yang terdiri dari tujuh belas ribu pulau. Pulau yang satu dengan lainnya dipisahkan
PENDAHULUAN. dengan megabiodiversity terbesar kedua. Tingginya tingkat keanekaragaman
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara tropis dengan kekayaan sumber daya genetik (plasma nutfah) yang sangat besar. Oleh karena itu Indonesia termasuk negara dengan megabiodiversity terbesar
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Hariyadi, Inventarisasi
1 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Sebelumnya Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Hariyadi, Inventarisasi Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes sp.) di Lahan Gambut Bukit Rawi, Kalimantan Tengah. Hasil
INDUKSI PEMBENTUKAN KANTONG DAN PERTUMBUHAN DUA SPESIES TANAMAN KANTONG SEMAR ( Nepenthes spp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI MEDIA MS SECARA IN VITRO
INDUKSI PEMBENTUKAN KANTONG DAN PERTUMBUHAN DUA SPESIES TANAMAN KANTONG SEMAR ( Nepenthes spp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI MEDIA MS SECARA IN VITRO Fitri Yelli Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.2
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.2 1. Berdasarkan teori geologi modern, Indonesia terbentuk dari pertemuan beberapa lempeng benua yaitu... Lempeng Eurasia,
I. PENDAHULUAN. Siamang (Hylobates syndactylus) merupakan salah satu jenis primata penghuni
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Siamang (Hylobates syndactylus) merupakan salah satu jenis primata penghuni hutan tropis sumatera yang semakin terancam keberadaannya. Tekanan terhadap siamang terutama
Cover Page. The handle http://hdl.handle.net/1887/20260 holds various files of this Leiden University dissertation.
Cover Page The handle http://hdl.handle.net/1887/20260 holds various files of this Leiden University dissertation. Author: Becking, Leontine Elisabeth Title: Marine lakes of Indonesia Date: 2012-12-04
Keanekaragaman Nepenthes di Suaka Alam Sulasih Talang - Sumatera Barat
B I O D I V E R S I T A S ISSN: 1412-033X Volume 8, Nomor 2 April 2007 Halaman: 152-156 Keanekaragaman Nepenthes di Suaka Alam Sulasih Talang - Sumatera Barat Nepenthes diversity in Sulasih Talang Nature
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Burung dalam ilmu biologi adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari
3. KARAKTERISTIK HABITAT PREFERENSI NEPENTHES GRACILIS KORTH. DI HUTAN KERANGAS
53 A. Pendahuluan 3. KARAKTERISTIK HABITAT PREFERENSI NEPENTHES GRACILIS KORTH. DI HUTAN KERANGAS Kantong semar (Nepenthes spp.) merupakan jenis tumbuhan bawah penangkap serangga yang dikenal dengan sebutan
PENELITIAN EKOLOGI NEPENTHES DI LABORATORIUM ALAM HUTAN GAMBUT SABANGAU KERENG BANGKIRAI KALIMANTAN TENGAH
J. Tek. Ling. Vol. 9 No. 1 Hal. 67-73 Jakarta, Januari 2008 ISSN 1441-318X PENELITIAN EKOLOGI NEPENTHES DI LABORATORIUM ALAM HUTAN GAMBUT SABANGAU KERENG BANGKIRAI KALIMANTAN TENGAH Muhammad Mansur Peneliti
BAB I PENDAHULUAN. tubuh, warna serta ciri lainnya yang tampak dari luar. Seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumbuhan memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi, keanekaragaman tersebut ditunjukkan dengan adanya variasi bentuk, susunan tubuh, warna serta ciri lainnya yang
LAMPIRAN. Lampiran 1. Peta Lokasi Penelitian. sumber: (http://www.google.com/earth/) Keterangan: Lokasi 1: Sungai di Hutan Masyarakat
LAMPIRAN Lampiran 1. Peta Lokasi Penelitian Keterangan: Lokasi 1: Sungai di Hutan Masyarakat sumber: (http://www.google.com/earth/) Lampiran 2. Data spesies dan jumlah Amfibi yang Ditemukan Pada Lokasi
Penggunaan Lahan Pertanian dan Arah Pengembangan ke Depan
Penggunaan Lahan Pertanian dan Arah Pengembangan ke Depan Oleh: Anny Mulyani, Fahmuddin Agus, dan Subagyo Penggunaan Lahan Pertanian Dari total luas lahan Indonesia, tidak terrnasuk Maluku dan Papua (tidak
Pegunungan-Pegunungan di Indonesia : Pegunungan Jaya Wijaya di Irian Jaya. Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra. Dataran tinggi di Indonesia :
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SD V (LIMA) ILMU PENGETAHUAN ALAM KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN DI INDONESIA A. KENAMPAKAN ALAM 1. Ciri-Ciri Kenampakan Alam Kenampakan Alam di Indonesia mencakup
Inventarisasi Nepenthes spp. di Stasiun Penelitian Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung Kayong Utara
Inventarisasi Nepenthes spp. di Stasiun Penelitian Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung Kayong Utara Muchsin Alatas 1, Riza Linda 1, Mukarlina 1 1 Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas
II. TINJAUAN PUSTAKA. pada tumbuhan lain yang lebih besar dan tinggi untuk mendapatkan cahaya
5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Liana Liana merupakan tumbuhan yang berakar pada tanah, tetapi batangnya membutuhkan penopang dari tumbuhan lain agar dapat menjulang dan daunnya memperoleh cahaya
Prosiding Seminar Nasional Biotik 2017 ISBN:
Prosiding Seminar Nasional Biotik 2017 ISBN: 978-602-60401-3-8 JENIS TUMBUHAN MORACEAE DI KAWASAN STASIUN KETAMBE TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER ACEH TENGGARA Hasanuddin Magister Pendidikan Biologi FKIP
Gambar 9. Peta Batas Administrasi
IV. KONDISI UMUM WILAYAH 4.1 Letak Geografis Wilayah Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat bagian Selatan pada koordinat 6 56'49'' - 7 45'00'' Lintang Selatan dan 107 25'8'' - 108 7'30'' Bujur
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH Tanah adalah salah satu bagian bumi yang terdapat pada permukaan bumi dan terdiri dari massa padat, cair, dan gas. Tanah
PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN JENIS TANAH. A.Pembentukan Tanah
PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN JENIS TANAH A.Pembentukan Tanah Pada mulanya, permukaan bumi tidaklah berupa tanah seperti sekarang ini. Permukaan bumi di awal terbentuknya hanyalah berupa batuan-batuan
I. PENDAHULUAN. Ekosistemnya dalam pasal 20 ayat 1 dan 2 serta Peraturan Pemerintah No. 77
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kantong Semar merupakan tanaman yang unik dan langka di Indonesia. Status tanaman ini termasuk tanaman yang dilindungi berdasarkan Undang- Undang No. 5 Tahun 1990 tentang
BAB IV GAMBARAN UMUM
BAB IV GAMBARAN UMUM A. Geografi Indonesia Sumber: Tiara Agustin, 2012 GAMBAR 4.1. Peta Geografi Indonesia Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Revegetasi di Lahan Bekas Tambang Setiadi (2006) menyatakan bahwa model revegetasi dalam rehabilitasi lahan yang terdegradasi terdiri dari beberapa model antara lain restorasi
SALINAN. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara. Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan
SALINAN PRESIOEN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 93 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PARIWISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang
RESPON PUPUK DAUN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN Nepenthes ventrata DAN Nepenthes neglecta
J. Tek. Ling Vol.11 No.3 Hal. 503-509 Jakarta, September 2010 ISSN 1441-318X RESPON PUPUK DAUN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN Nepenthes ventrata DAN Nepenthes neglecta Muhammad Mansur, Saefudin dan Fauzia Syarif
ANALISIS VEGETASI NEPENTHES SPP. DI HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
6-045 ANALISIS VEGETASI NEPENTHES SPP. DI HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Vegetation Analysis of Nepenthes spp. in The Forest Research Borneo Tarakan University Silfia Ilma, Fatchur Rohman,
METODE PENELITIAN. Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.Penelitian ini
24 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Cagar Alam Dolok Sibual Buali, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.Penelitian ini dilaksanakan
Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina. Thailand Brunei Darussalam Kamboja Laos Myanmar
Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina Ibukota Bentuk Pemerintahan Mata uang Bahasa resmi Lagu kebangsaan Agama Thailand Brunei Darussalam Kamboja Laos Myanmar Ibukota Bentuk Pemerintahan Mata uang
Pengenalan hutan hujan tropis
Pengenalan hutan hujan tropis Andrew J. Marshall Kuliah Lapanagan Taman Nasional Gunung Palung 23 May-3 Juni 2016 Pengenalan hutan hujan tropis 1. Fakta-fakta dasar 2. Tipe hutan di TNGP Pengenalan hutan
BAB I PENDAHULUAN. Kukang di Indonesia terdiri dari tiga spesies yaitu Nycticebus coucang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kukang di Indonesia terdiri dari tiga spesies yaitu Nycticebus coucang (tersebar di Pulau Sumatera), Nycticebus javanicus (tersebar di Pulau Jawa), dan Nycticebus
PEMBUATANFLASH CARDDARI HASIL INVENTARISASI NepenthesDI HUTAN ADAT DESA TELUK BAKUNG
PEMBUATANFLASH CARDDARI HASIL INVENTARISASI NepenthesDI HUTAN ADAT DESA TELUK BAKUNG Murniati, Syamswisna, Asriah Nurdini Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Untan Email: [email protected] Abstrak:
