Gate Keeper Concept Faskes BPJS Kesehatan

dokumen-dokumen yang mirip
PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis)

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN

VI. PENUTUP A. Kesimpulan

PERATURAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

panduan praktis Penjaminan di Wilayah Tidak Ada Faskes Penuhi Syarat

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR UTAMA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Akses Pelayanan Kesehatan di Era BPJS. Dr. E. Garianto, M.Kes

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2013 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN PADA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Pelayanan Gigi & Prothesa Gigi Bagi Peserta JKN

BAB I PENDAHULUAN. asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948 tentang Hak Azasi

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan

TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PEMBAYARAN KAPITASI BERBASIS PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

panduan praktis Pelayanan Ambulan

panduan praktis Pelayanan Kebidanan & Neonatal

BAB I PENDAHULUAN. berpusat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) tingkat lanjutan, namun

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM RUJUKAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Perbedaan puskesmas dan klinik PUSKESMAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Permenkes RI No. 75 Tahun 2014, Pusat Kesehatan Masyarakat

PDKI (PERHIMPUNAN DOKTER KELUARGA INDONESIA) DAN PERAN DOKTER KELUARGA DI RANAH PELAYANAN PRIMER. OLEH DR. ERDIYANTO, DK (KETUA PDKI CABANG JAMBI)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

PDKI (Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia) dan Peran Dokter Keluarga di Ranah Pelayanan Primer. Oleh dr. Erdiyanto, DK (Ketua PDKI Cabang Jambi)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang

DR. UMBU M. MARISI, MPH PT ASKES (Persero)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Hak tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

panduan praktis Edukasi Kesehatan

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. program Jamsostek disamping program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan

WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 39 TAHUN 2015 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. sejak 1 Januari 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan

PERATURAN BERSAMA SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004

BAB I PENDAHULUAN. dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau.

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 50 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN DI PROVINSI BANTEN

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

panduan praktis Skrining Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan nafkah, yang berada di luar kekuasaannya (Kemenkes RI, 2012).

BAB I PENDAHULUAN. Universal Health Coverage (UHC) yang telah disepakati oleh World

hipertensi sangat diperlukan untuk menurunkan prevalensi hipertensi dan mencegah komplikasinya di masyarakat (Rahajeng & Tuminah, 2009).

PERAN IDI DALAM MELAKSANAKAN KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA TERKAIT PROSES VERIFIKASI BPJS

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN. ketika berobat ke rumah sakit. Apalagi, jika sakit yang dideritanya merupakan

OPTIMALISASI FUNGSI UTAMA PELAYANAN PRIMER BPJS KESEHATAN DAFTAR ISI

2 Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang

Oleh. Dr.Lili Irawati,M.Biomed

BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT

WALIKOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

panduan praktis Pelayanan Imunisasi

BAB 1 : PENDAHULUAN. berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang No. 40 tahun 2004

APOTEKER, FKTP DAN ERA JKN. Oleh Helen Widaya, S.Farm, Apt

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kepuasan pasien adalah suatu perasaan pasien yang timbul akibat kinerja

SEJARAH FILOSOFI DAN PELAYANAN DOKTER KELUARGA. Disiapkan oleh: dr. FX. Suharto, M. Kes

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR UTAMA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. kesehatan. Menurut Undang-Undang No. 36 Tahun (2009), kesehatan adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN TRANSFORMASI PT. ASKES (PERSERO) PT. Askes (Persero)

KEBIJAKAN PELAYANAN PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF OLEH DOKTER KELUARGA DI SARANA LAYANAN PRIMER DALAM JKN

ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM RUJUK BALIK PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TIDAR KOTA MAGELANG

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN & SISTEM RUJUKAN. Dr. TRI NISWATI UTAMI, M.KES

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit

BAB 1 PENDAHULUAN. Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945, yaitu pasal 28 yang menyatakan bahwa

SOP. KOTA dr. Lolita Riamawati NIP

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk Usaha, Bidang Usaha, dan Perkembangan Usaha. Klinik Bhakti Mulya Tangerang merupakan salah satu perusahaan bidang

PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER)

Pelayanan Alat Kesehatan

PROPOSAL KEGIATAN MINI PROJECT PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) Program Internship Dokter Indonesia. Disusun Oleh:

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM TRAUMA CENTER

S A L I N A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perbedaan jenis pelayanan pada:

BAB 1 PENDAHULUAN. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas sebagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Definisi jaminan kesehatan nasional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.693,2012

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan. iurannya dibayar oleh pemerintah (Kemenkes, RI., 2013).

Transkripsi:

panduan praktis Gate Keeper Concept Faskes BPJS Kesehatan 15

02 panduan praktis Gate Keeper Concept Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ditetapkan bahwa operasional BPJS Kesehatan dimulai sejak tanggal 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan sebagai Badan Pelaksana merupakan badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional ini adalah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Masyarakat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan stakeholder terkait tentu perlu mengetahui prosedur dan kebijakan pelayanan dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya. Untuk itu diperlukan Buku Panduan Praktis yang diharapkan dapat membantu pemahaman tentang hak dan kewajiban stakeholder terkait baik Dokter/Dokter Gigi yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Peserta BPJS Kesehatan maupun pihak-pihak yang memerlukan informasi tentang program Jaminan Kesehatan Nasional. Dengan terbitnya buku ini diharapkan masyarakat akan mengetahui dan memahami tentang Jaminan Kesehatan Nasional, sehingga pada saat pelaksanaannya masyarakat dapat memahami hak dan kewajibannya serta memanfaatkan jaminan kesehatan dengan baik dan benar. Tentu saja, pada waktunya buku panduan praktis ini dapat saja direvisi dan diterapkan berdasarkan dinamika pelayanan yang dapat berkembang menurut situasi dan kondisi di lapangan serta perubahan regulasi terbaru. Direktur Utama BPJS Kesehatan Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes. panduan praktis Gate Keeper Concept 03

04 panduan praktis Gate Keeper Concept Daftar Isi I Ketentuan Umum I Ketentuan Umum 05 II Definisi 06 III Tujuan Implementasi Gatekeeper 07 IV Pelaksana Gatekeeper 08 V VI VII Empat Fungsi Pokok Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Sebagai Gatekeeper Peran Penting Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Kompetensi Fasilitas Kesehatan Sebagai Gatekeeper 08 10 11 VIII Tugas Dan Fungsi Gatekeeper 12 IX X Ruang Lingkup Pelayanan Gatekeeper Implementasi Gate Keeper Concept 12 13 XI Daftar Pustaka 27 1. Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. 2. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang selanjutnya disingkat BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan. 3. Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran. 4. Manfaat adalah faedah jaminan sosial yang menjadi hak Peserta dan/atau anggota keluarganya. 5. Fasilitas Kesehatan adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan, baik promotif, preventif, kuratif panduan praktis Gate Keeper Concept 05

06 panduan praktis Gate Keeper Concept maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Masyarakat. 6. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik (tingkat pertama) meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap. 7. Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan adalah upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus. 8. Sistem Rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal. II Definisi Gatekeeper Concept adalah konsep sistem pelayanan kesehatan dimana fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berperan sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar berfungsi optimal sesuai standar kompetensinya dan memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan medik. III Tujuan Implementasi Gatekeeper 1. Mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam sistem pelayanan kesehatan 2. Mengoptimalkan fungsi fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar kompetensinya 3. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasiltias kesehatan tingkat lanjutan dengan melakukan penapisan pelayanan yang perlu dirujuk sehingga mengurangi beban kerja rumah sakit. 4. Menata sistem rujukan 5. Meningkatkan kepuasan peserta dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. panduan praktis Gate Keeper Concept 07

08 panduan praktis Gate Keeper Concept IV Pelaksana Gatekeeper 1. Puskesmas atau yang setara 2. Praktik dokter baik praktik perorangan maupun praktik bersama 3. Praktik dokter gigi baik praktik perorangan maupun praktik bersama 4. Klinik Pratama atau yang setara 5. Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara V Empat Fungsi Pokok Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Sebagai Gatekeeper penyakit dapat berjalan optimal 3. Pelayanan paripurna (Comprehensiveness) Fasilitas kesehatan tingkat pertama memberikan pelayanan yang komprehensif terutama untuk pelayanan promotif dan preventif. 4. Koordinasi pelayanan (Coordination) Fasilitas kesehatan tingkat pertama melakukan koordinasi pelayanan dengan penyelenggara kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta sesuai kebutuhannya. Dokter yang bertugas berfungsi sebagai pengatur pelayanan (care manager). 1. Kontak pertama pelayanan (First Contact) Fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan tempat pertama yang dikunjungi peserta setiap kali mendapat masalah kesehatan. 2. Pelayanan berkelanjutan (Continuity) Hubungan fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan peserta dapat berlangsung secara berkelanjutan/kontinyu sehingga penanganan panduan praktis Gate Keeper Concept 09

10 panduan praktis Gate Keeper Concept VI Peran Penting Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan 1. Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berfungsi optimal biasanya akan memberikan iuran kualitas kesehatan yang lebih baik kepada peserta 2. Fasilitas kesehatan tingkat pertama akan mengurangi beban negara dalam pembiayaan kesehatan karena mampu menurunkan angka kesakitan dan mengurangi kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan 3. Fasilitas kesehatan tingkat pertama terdistribusi lebih besar dibandingkan dengan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan lebih tinggi. VII Kompetensi Fasilitas Kesehatan Sebagai Gatekeeper a. Kompetensi yang wajib dimiliki oleh semua Gatekeeper adalah : Standar kompetensi dokter umum sesuai dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia yaitu pada kompetensi level 4A (kompetensi yang dicapai saat lulus dokter) dimana pada level tersebut dokter mampu mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas. b. Kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh semua Gatekeeper adalah : 1) Standar Kompetensi Dokter Keluarga 2) Advance Trauma Life Support (ATLS) 3) Advance Cardiac Life Support (ACLS) 4) Sertifikat Keahlian Medis Endokrin 5) Pelatihan Kesehatan Kerja 6) Sertifikat Pelatihan Kesehatan Lainnya panduan praktis Gate Keeper Concept 11

12 panduan praktis Gate Keeper Concept VIII Tugas Dan Fungsi Gatekeeper Tugas Gatekeeper : 1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan peserta secara paripurna, terpadu dan bermutu 2. Mengatur akses kepada pelayanan kesehatan lanjutan melalui sistem rujukan 3. Penasehat, konselor, dan pendidik untuk mewujudkan keluarga sehat 4. Manajer sumber daya Fungsi Gatekeeper: 1. Kontak pertama pasien 2. Penapis Rujukan 3. Kendali Mutu dan Biaya IX Ruang Lingkup Pelayanan Gatekeeper 1. Promosi kesehatan (promotif) 2. Pencegahan penyakit dan proteksi khusus (Preventive dan Specific protection) 3. Pengobatan (Curative) 4. Pembatasan kecacatan (disability limitation) 5. Pemulihan kesehatan (rehabilitative) X Implementasi Gate Keeper Concept 1. Setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan wajib melalui proses kredensialing dan re-kredensialing sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Penguatan fungsi kontak pertama (first contact) a. Fasilitas kesehatan diupayakan untuk tidak memiliki beban kerja yang berlebihan (overload) yang akan mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan, untuk itu harus dipertimbangkan jumlah pasien yang dilayani baik peserta BPJS Kesehatan maupun bukan peserta BPJS Kesehatan, jumlah dokter yang bertugas, lama kerja dokter dan ada tidaknya double job dokter. panduan praktis Gate Keeper Concept 13

14 panduan praktis Gate Keeper Concept b. Setiap peserta hanya boleh memilih dan mendaftar pada satu fasilitas kesehatan tingkat pertama. c. Fasilitas kesehatan tingkat pertama harus mudah diakses secara geografis oleh peserta. d. Peserta menjadikan Fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai tempat pertama untuk mengakses pelayanan kesehatan, berkonsultasi dan menyampaikan keluhannya, hal ini dapat dinilai dengan indikator sebagai berikut : 1) Angka kunjungan 2) Jumlah peserta yang datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama lain 3) Pasien datang langsung ke RS meskipun tidak dalam kondisi gawat darurat 4) Tidak ada keluhan peserta yang tidak mendapatkan pelayanan dari dokternya Data di atas diperoleh melalui laporan, survey, walk through audit, dll e. Mengutamakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dapat diakses selama 24 jam. f. Mendorong agar fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tidak beroperasi 24 jam tetap dapat diakses walaupun di luar jam praktek formal dalam bentuk konsultasi jarak jauh, misalnya: konsultasi melalui telepon, surat elektronik (email), sms atau sarana komunikasi lainnya. g. Fasilitas kesehatan tingkat pertama mempunyai komitmen untuk melakukan kunjungan ke rumah pasien (home visit) yang dalam kondisi tertentu tidak memungkinkan untuk mengunjungi dokter. h. Perencanaan konsultasi non akut yaitu fasilitas kesehatan tingkat pertama membuat jadwal konsultasi untuk peserta berdasarkan dokumentasi informasi family folder yang ada padanya. i. Fasilitas kesehatan tingkat pertama melakukan klasifikasi peserta terdaftar berdasarkan beberapa kriteria misalnya kondisi kesehatan peserta, demografi, tingkat pendidikan dan lain-lain. Hal ini digunakan untuk membuat perencanaan penjadwalan pelayanan peserta dan edukasi secara langsung maupun tidak langsung melalui berbagai media. panduan praktis Gate Keeper Concept 15

16 panduan praktis Gate Keeper Concept 3. Penguatan fungsi pelayanan berkelanjutan (continuity) a. Meningkatkan kepercayaan peserta kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk datang kembali melakukan kunjungan ulang atas permasalahan kesehatan yang dialaminya. b. Meningkatkan kualitas hubungan fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan peserta sehingga pelayanan kesehatan dapat berlangsung dengan kontinyu dan berjalan optimal c. Fasilitas kesehatan memiliki Family folder atau informasi kesehatan per keluarga, dengan tujuan: 1) Pelayanan kesehatan berorientasi pada keluarga (family centeredness) 2) Pelayanan kesehatan menjadi lebih terfokus kepada peserta dan bukan pada penyakit yang diderita. Keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan akan membuat pelayanan lebih efektif 3) Fasilitas kesehatan lebih mengenal pasien secara individu dan keluarga sehingga dokter lebih mudah mengetahui permasalahan dan penanganan kesehatan 4) Fasilitas kesehatan dapat menjalankan program promotif dan preventif yang lebih baik dan terfokus pada individu d. Rata-rata waktu konsultasi setiap pasien minimal 15 menit e. Jumlah ideal peserta terdaftar adalah 3.000 jiwa per dokter f. Minimal terdaftar selama 3 bulan tanpa ada keinginan untuk berpindah ke fasilitas kesehatan tingkat pertama lain (trust building) g. Fasilitas kesehatan tingkat pertama mempunyai tanggung jawab terhadap kebutuhan medik peserta yang terdaftar padanya h. Indikator atas menguatnya fungsi pelayanan yang berkelanjutan adalah: 1) Jumlah peserta yang berpindah ke fasilitas kesehatan pertama lain bukan karena pindah domisili rendah panduan praktis Gate Keeper Concept 17

18 panduan praktis Gate Keeper Concept Data riwayat penyakit dan riwayat kunjungan diperoleh dari aplikasi p-care BPJS Kesehatan dan FAMILY FOLDER 2) Keluhan peserta terhadap pelayanan dokternya rendah 3) Indeks kepuasan peserta terhadap dokter dan fasilitas kesehatan meningkat Data riwayat kesehatan Mengenal lingkungan tempat tinggal melibatkan komunitas PENGUATAN FUNGSI GATEKEEPER DATA PROMOTIF PREVENTIF KOMUNIKASI KOORDINASI Mencari tahu ekspektasi dan opsi pasien Mencegah duplikasi intervensi mengurangi bahaya akibat penanganan yang tumpang tindih Memastikan kontinuitas pelayanan Sarana untuk meminta saran treatment sebelum dirujuk 4. Penguatan fungsi pelayanan paripurna (comprehensiveness) a. Pelayanan yang paripurna dapat mengurangi rujukan untuk pelayanan non-spesialisasi yang bisa diberikan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. b. Fasilitas kesehatan tingkat pertama memberikan pelayanan yang komprehensif terutama untuk pelayanan promotif dan preventif, hal ini dapat dinilai dengan indikator sebagai berikut: 1) Jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama yang mempunyai fasilitas pendukung pelayanan yang menyeluruh yaitu dokter gigi, laboratorium dan apotik/depo farmasi dalam satu lokasi (One Stop Service) 2) Dokter atau tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama harus mampu membuat diagnosa klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit secara mandiri dan tuntas minimal 144 DaftarPenyakit sesuai level kompetensi 4a dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) tahun panduan praktis Gate Keeper Concept 19

20 panduan praktis Gate Keeper Concept 2012 berpedoman pada Panduan Praktik Klinis 3) Pada pelayanan promotif, preventif,kuratif dan rehabilitatif, dokter pada fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai manager untuk memberikan edukasi, promosi kesehatan dan program pengelolaan Penyakit kronis. Fasilitas kesehatan tingkat pertama juga harus memiliki program yang terorganisasi dan terukur untuk pengelolaan terkait dengan edukasi, promosi, pembentukan klub risti, frekuensi pemberian informasi yang teratur, sarana penyampaian informasi melalui berbagai media termasuk menjadi motivator bagi peserta untuk hidup sehat 4) Fasilitas kesehatan tingkat pertama rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap status kesehatan peserta yang terdaftar padanya. 5. Penguatan fungsi koordinasi pelayanan (coordination) a. Fungsi koordinasi pelayanan: 1) Mencegah duplikasi pelayanan dan mengurangi bahaya akibat pelayanan yang tumpang tindih 2) Memudahkan dan mendekatkan pelayanan untuk orang dengan fleksibilitas terbatas 3) Memastikan kontinuitas pelayanan terutama jika pasien dilayani di fasilitas kesehatan lain 4) Sarana untuk meminta saran penanganan pasien (treatment) sebelum diputuskan untuk dirujuk b. Koordinasi antar fasilitas kesehatan tingkat pertama 1) Fasilitas kesehatan Tingkat pertama dengan Jejaringnya Memastikan koordinasi antara dokter dengan jejaringnya (dokter gigi, laboratorium, apotek, bidan, perawat, paramedis maupun non medis lainnya) dapat berfungsi dengan optimal 2) Antar fasilitas kesehatan tingkat pertama satu dengan yang lain panduan praktis Gate Keeper Concept 21

22 panduan praktis Gate Keeper Concept Membentuk Forum komunikasi fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam satu wilayah. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan pelayanan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, misalnya : Media sharing informasi, peer group review, forum group discussion,dll Sebagai alternatif dokter pengganti apabila dokter berhalangan praktek Koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada peserta c. Koordinasi fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan fasilitas kesehatan rujukan 1) Fasilitas kesehatan tingkat pertama melakukan koordinasi dengan dokter spesialis di fasilitas kesehatan rujukan, petugas BPJS Kesehatan Center dan Kantor Cabang /Kantor Operasional Kabupaten/ Kota BPJS Kesehatan setempat. 2) Fasilitas kesehatan tingkat pertama harus berfungsi sebagai penapis rujukan dengan indikator pencapaian diukur dari rasio rujukan dan tingkat (rate) rawat jalan tingkat lanjutan pasien yang terdaftar pada fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut. 3) Fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai coordinator pelayanan program rujuk balik 4) Mengupayakan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menggunakan aplikasi sistem informasi manajemen (Aplikasi Primary Care BPJS Kesehatan) yang terintegrasi dengan pelayanan rujukan. 5) Mengupayakan fasilitas kesehatan lanjutan untuk berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menyusun tata laksana penanganan pasien pasca dirawat inap di rumah sakit (discharge planning) 6) Fasilitas kesehatan tingkat pertama melakukan home visit ke pasien pasca rawat inap panduan praktis Gate Keeper Concept 23

24 panduan praktis Gate Keeper Concept PERAN RUMAH SAKIT DALAM PENGUATAN FUNGSI GATEKEEPER hanya kasus yang tidak bisa diselesaikan secara tuntas di faskes tingkat pertama (kompetensi 4A) MENERIMA RUJUKAN BERJENJANG TERSELEKSI MERUJUK BALIK PENDERITA KRONIS YANG STABIL RUMAH SAKIT KOORDINASI DAN KEMITRAAN DENGAN FASKES TK I MEMBANTU PENINGKATAN KOMPETENSI DOKTER FASKES TK I RS FOKUS MENANGANI KASUS SESUAI KOMPETENSI BEBAN KERJA RS MENURUN 6. Peningkatan kompetensi fasilitas kesehatan tingkat pertama Untuk menunjang pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas, tenaga medis dan paramedis di fasilitas kesehatan tingkat pertama harus terus meningkatkan kompetensinya, melalui: a. Seminar/Workshop bagi Fasilitas kesehatan tingkat pertama Berbasis Kedokteran Keluarga b. Pelatihan dokter Program Penanganan Diabetes Mellitus Tipe 2 (PPDM Tipe 2) dan Program Penanganan Hipertensi (PPHT) BPJS Kesehatan c. Seminar Kedokteran dan Obat d. Pertemuan Kemitraan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan 7. Kendali Mutu dan Biaya a. Dalam rangka penyelenggaraan kendali mutu dan kendali biaya, BPJS Kesehatan membentuk tim kendali mutu dan kendali biaya yang terdiri dari unsur organisasi profesi, akademisi, dan pakar klinis. b. Tim kendali mutu dan kendali biaya dapat melakukan: 1) sosialisasi kewenangan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik profesi sesuai kompetensi; 2) utilization review dan audit medis; dan/atau 3) pembinaan etika dan disiplin profesi kepada tenaga kesehatan. c. Penyelenggaraan kendali mutu dan kendali biaya oleh BPJS Kesehatan dilakukan melalui: 1) pemenuhan standar mutu Fasilitas Kesehatan; panduan praktis Gate Keeper Concept 25

26 panduan praktis Gate Keeper Concept 2) pemenuhan standar proses pelayanan kesehatan; dan 3) pemantauan terhadap luaran kesehatan Peserta. d. Pada kasus tertentu, tim kendali mutu dan kendali biaya dapat meminta informasi tentang identitas, diagnosis, riwayat penyakit, riwayat pemeriksaan dan riwayat pengobatan Peserta dalam bentuk salinan/fotokopi rekam medis kepada Fasilitas Kesehatan sesuai kebutuhan. XI Daftar Pustaka 1. Starfield, B., (1998), Primary Care: Balancing Health Needs, Services, and Technology, Oxford University Press 2. Saltman B., Rico A., Boerma W., (2006), European Observatory on Health System and Policy Series: Primary Care in the driver s seat?, Open University Press 3. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar, (2012), Buku Saku Gatekeeper Dalam Pelaksanaan SJSN, Kementerian Kesehatan RI panduan praktis Gate Keeper Concept 27

28 panduan praktis Gate Keeper Concept