BIAYA TRANSAKSI EFESIENSI EKONOMI

dokumen-dokumen yang mirip
EKONOMI KELEMBAGAAN RASIONALITAS, OPPORTUNITY DAN DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI. Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

EKONOMI KELEMBAGAAN (8)

EKONOMI KELEMBAGAAN (8)

Teori Ketergantungan Terhadap Sumber Daya (Resource Dependence Theory)

PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI KELEMBAGAAN

PENGERTIAN TRANSAKSI DAN BIAYA TRANSAKSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan dibahas tentang teori yang akan mendasari dari. mendalam untuk memecahkan permasalahan yang ada.

Variabel, Masalah dan Kebijakan Ekonomi

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. nabati yang bermanfaat dan memiliki keunggulan dibanding minyak nabati

BAB 9 EVALUASI KINERJA DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi TEAM DOSEN TATA KELOLA TI

III. KERANGKA PEMIKIRAN

TEORI STRUKTUR MODAL. A. Pengertian Modal dan Struktur Modal

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara berkembang yang sedang membangun, membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai pembangunan.

III. KERANGKA PEMIKIRAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 32/PJ/2011 TENTANG

Presented by: M Anang Firmansyah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Modul ke: Pendahuluan. Fakultas FAK. EKONOMI & BISNIS. Cecep W. Program Studi. S-1 Manajemen.

Kebijakan Fiskal Sektor Kehutanan

PENGERTIAN MANAJEMEN ASSET

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dan menjadi pusat perhatian stakeholders. Keputusan finansial

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan, dan bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Teori keagenan adalah teori yang timbul dari adanya suatu hubungan

Mekanisme transmisi. Angelina Ika Rahutami 2011

SISTEM PENGENDALIAN KECURANGAN (FRAUD CONTROL SYSTEM) KEP DIREKSI NO: KEP/04/012015

I. PENDAHULUAN. peran yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Di sisi lain

BAB I PENDAHULUAN. berupa untung atau rugi. Mengurangi potensi kerugian atau resiko merupakan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. dan penerimaan devisa. Di Negara yang sedang berkembang usaha yang

VALUATION O L E H D U D I H E R P E N D I E D I S O N L E O N I S A I N T A N P R A T I W I R A H M A T D I A N A Z I R I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Mata uang asing (valuta asing) merupakan suatu komoditas yang memiliki nilai

PERBEDAAN POLITIK, EKONOMI, DAN HUKUM DALAM BISNIS INTERNASIONAL

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI SERVIS STRATEGI & DESIGN 2KA30

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh good corporate governance,

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

BAB I PENDAHULUAN. Holding period adalah lamanya waktu yang diperlukan investor untuk berinvestasi UKDW

BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang penuh/ bebas

BAB I PENDAHULUAN. oleh pemegang saham dan calon investor untuk mengambil keputusan dalam

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Dalam mendanai kegiatan operasionalnya, perusahaan memiliki dua alternatif

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif apabila dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. analisis investasi sering menghadapi masalah yaitu tentang penaksiran risiko yang

Prosedur merupakan modul program yang mengerjakan instruksi spesifik dan menghasilkan efek netto. Efek netto diketahui dengan membandingkan keadan awa

Elemen Dasar Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN. pelanggan. Teknologi informasi (TI) merupakan teknologi yang digunakan

biaya variabel adalah komponen biaya transaksi yang tidak mudah diukur, yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

TATANIAGA PERTANIAN OLEH : NOVINDRA DEP. EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN

I. PENDAHULUAN. Dalam perkembangan perusahaan yang semakin meningkat, pemilik

REKOMENDASI KEBIJAKAN PANEL KELAUTAN DAN PERIKANAN NASIONAL (PANELKANAS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Opsi adalah suatu hak (bukan kewajiban) untuk pembeli opsi untuk membeli

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Inflasi adalah fenomena yang selalu ada di setiap negara dan merupakan

KEBIJAKAN HARGA. Kebijakan Yang Mempengaruhi Insentif Bagi Produsen : Kebijakan Harga_2. Julian Adam Ridjal, SP., MP.

KEMITRAAN BISNIS INTERNASIONAL. PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU KE DELAPAN BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV.

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, ini terjadi oleh karena kurang

Karakteristik Produk Hasil Pertanian

Bab 9 Kebijakan Dividen

V. PENDEKATAN SISTEM 5.1. Analisis Kebutuhan Pengguna 1.) Petani

MASALAH INTERNASIONAL DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN. HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017

PENDAHULUAN. 1 st Lecture Notes By Tatiek Koerniawati

Pengelolaan permintaan dan perencanaan produksi

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI IKA RUHANA

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Pasar financial (financial market) terdiri dari pasar uang (money market) dan

BAB I PENDAHULUAN. dalam praktik akuntansi. Sebagaimana dikatakan Lasdi (2008), meskipun. melaporkan laporan keuangan secara konservatif.

RINGKASAN BAB VII KERANGKA KONSEPTUAL FASB

1 PENDAHULUAN. Tahun Manggis Pepaya Salak Nanas Mangga Jeruk Pisang

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. fiskal maupun moneter. Pada skala mikro, rumah tangga/masyarakat misalnya,

Transkripsi:

BIAYA TRANSAKSI DAN EFESIENSI EKONOMI SKEMA TINGKATAN BIAYA TRANSAKSI Perubahan parameter Lingkungan Kelembagaan Strategi Atribut prilaku Tata Kelola/ Governance Individu Preferensi endogen Williamson, 1997 1

Penjelasan Skema... Perusahaan, birokrasi, organisasi, dll dianggap sebagai sebuah governance (tata kelola). Di dalamnya terjadi transaksi/interaksi antara individu/bagian. Transaksi dengan pihak luar (di luar governance) dipengaruhi oleh lingkunganngan kelembagaan eksternal yang tingkatannyaa lebih tinggi. Perubahan pada lingkungan kelembagaan eksternal berpengaruh transaksi yang terjadi antar individu/bagian dalam tata kelola. Transaksi dalam suatu governance juga dipengaruhi oleh sifat individuyang cenderungopportunis, self interest, greeedi dll. Contoh: Pemda merupakan sebuah governance. Transaksi yang terjadi dipengaruhi oleh lhkl kelembagaan internal dan lingkungan kelembagaan eksternal. Negara merupakan sebuah governance. Transaksi terjadi mengikuti kelembagaan internal tapi juga dipengaruhi oleh lingkungan kelembagaan global. Semakin kompleks transaksi biayanya semakin mahal KARAKTERISTIK TRANSAKSI Karakteristik transaksi mempengaruhi besaran biaya transaksi. Menurut Williamson (1981) ada tiga karaktristik transaksi yang penting, yaitu: Ketidakpastian (uncertainty), terutama terkait dengan produksi, supply, demand, fluktuasi harga, iklim, kondisi lapangan, dll. Frekuensi, tergantung pada keadaan dan kemampuan produksi. Produk pertanian, perikanan, sangat tergantung pada musim. Transaksi pada msuim panen atau musim ikan melimpah berbeda dengan transaksi pada musim paceklik Spesifitas, yang meliputi site specifity, physical asset speficifity, human asset specifity. Asset yang spesifik membatasi kegiatan tertentu yang memiliki transaksi yang terbatas. Ketiga karakteristik ini terkait dengan assymetries information 2

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA TRANSAKSI Zhang (2000) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya transaksi, sebagai berikut: Karakterisrtik benda dan hak atas benda tersebut (terkait dengan informasi mengenai benda dan status orang atas benda tersebut). Identitas aktor yang terlibat dalam transaksi tersebut, berkenaan dengan sifat manusia yang rasional terbatas, yaitu keterbatasan manusia mencari, menerima, menyimpan, mengolah informasi; kekurangan ketersediaan informasi. Situasi teknis dan sosial penataan pertukaran dan bagaimana pertukaran tersebut dikelola. Apakah pertukaran tersebut hanya karena kekuatan pasar atau ada intervensi kelembagaan yang turut menata pertukaran tersebut. DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI Atribut prilaku dari aktor Rasionalitas terbatas opportunisme Struktur tata kelola: Pasar, hierarki, hybrid Regulasi, birokrasi Biaya Transaksi Lingkungan kelembagaan: Hak milik, kontrak, agreemen, dll Budaya Beckman, 2000 Atribut transaksi: Ketidakpastian Spesifikasi asset frekuensi 3

DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI lanjutan... Berdasarkan penjelasan tentang definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi bearan biaya transaksi, Beckman (2000) memformulasi empat determinan biaya transaksi: ki Atribut aktor/pelaku yang melekat (rasionalitas terbatas dan oportunisme) menentukan besaran transaksi Sifat/atribut transaksi (spesifitas asset, ketidakpastian,frekuensi) Dipengaruhi hal-hal yang berkaitan dengan struktur tata kelola (market, hierarki, hybrid, regulasi, dll) Dipengaruhi oleh faktor yang berdekatan aspek lingkungan kelembagaan Dari keempat determinan tersebut dapat diturunkan lagi menjadi variable yang lebih rinci dan terukur Urgensi Biaya Transaksi dalam Desain Kelembagaan Biaya transaksi digunakan untuk mengukur efesien tidaknya desain kelembagaan Semakin tinggi biaya transaksi maka desain kelembagaan semakin tidak efesien Semakin rendah biaya transaksi maka desain kelembagaan semakin efesien 4

Asumsi Dasar Terjadinya Biaya Transaksi Rasionalitas Terbatas (Bounded Rationality) ) Perilaku Oportunis (Opportunistic) Bounded Rationality: Bounded rationality adalah tingkat dan batas kesanggupan individu untuk menerima, menyimpan, mencari kembali dan memproses informasi tanpa kesalahan. Menurut Dietrich (1994) bounded rationality didasarkan 2 prinsip yaitu: 1. Keterbatasan kapasitas komputasi (perhitungan individu untuk memahami informasi yang kompleks (informational complexity) 2. Terjadinya informasi yang tidak lengkap (incomplete information) atau ketidakpastian informasi (informational uncertainty) 5

Opportunistic: Perilaku oportunistis adalah upaya untuk mendapatkan keuntungan melalui praktik yang tidak jujur dalam kegiatan transaksi. Keunggulan produksi seperti lokasi yang unik atau keterampilan yang berbeda tidak dianggap sebagai sikap oportunistis Hambatan dalam Penentuan Biaya Transaksi 1. Secara toeritis masih belum terungkap secara tepat definisi biaya transaksi 2. Kesulitan merumuskan variabel biaya transaksi karena bersifat spesifik 3. Kesulitan menentukan alat pengukuran yang akurat untuk analisisnya 6

Faktor yang menentukan besarnya biaya transaksi (Zhang, 2000): 1. What: the identity of bundle of rights 2. Who: to identity of agents involved in the exchanges 3. How: the institutions, technical and social, governing the exchange and how to organize the exchanges Bagaimana cara menghitung biaya transaksi??? Seperti biaya produksi 7

Biaya Produksi VS Biaya Transaksi Biaya Produksi Biaya yang dikeluarkan dalam mengubah faktor produksi (input menjadi barang dan jasa (output). Input dalam biaya produksi : tanah, tenaga kerja, modal dan kewiraswastaan Biaya Transaksi Biaya untuk melakukan pencarian informasi, biaya negosiasi, biaya pelaksanaan keputusan dan biaya monitoring dan pemaksaan (enforcement) Pembagian Biaya Transaksi 1. Biaya transaksi tetap ( fixed transaction costs), yaitu investasi spesifik yang dibuat di dalam menyusun kesepakatan kelembagaan (institusional arrangements) 2. Biaya transaksi variabel ( variable transaction costs), yaitu biaya yang tergantung pada jumlah dan volume transaksi. 8

Formulasi Biaya Transaksi (Collins dan Fabozzi,1991) Biaya transaksi = biaya tetap + biaya variabel Biaya tetap = komisi + transfer fees + pajak Biaya variabel = biaya eksekusi + biaya oportunitas Biaya eksekusi = price impact + market timing costs Biaya oportunitas = hasil yang diinginkan pendapatan aktual biaya eksekusi biaya tetap Biaya oportunitas adalah perbedaan antara kinerja investasi aktual dan investasi yang diharapkan yang disesuaikan dengan biaya eksekusi dan biaya tetap Biaya eksekusi adalah biaya yang muncul akibat permintaan eksekusi yang cepat (intermediate execution) Dampak harga (price impact) adalah biaya biaya untuk menangkap pergerakan aset yang merupakan hasil dari perdagangan ditambah selisisih harga pasar Biaya waktu pasar (market timing costs) adalah pergerakan harga aset pada saat dilakukannya transaksi 9

TERIMA KASIH 10