BAB VII PENYUSUTAN A. PENGERTIAN

dokumen-dokumen yang mirip
Penyusutan. r = PENYUSUTAN 1. 1 PENDAHULUAN 1. 2 METODE RATA-RATA Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

Aktiva tetap yang ada di perusahaan haruslah benar-benar diperhatikan karena itu bila

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan informasi keuangan yang relevan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menjalankan operasional sebuah perusahaan banyak faktor yang

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menghadapi perkembangan usaha yang semakin maju, sebuah

AKTIVA TETAP (FIXED ASSET)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN. dengan pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan. Melalui proses

Oleh Iwan Sidharta, MM.

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan dalam melakukan kegunaan operasionalnya tidak akan

BAB X SISTEM AKUNTANSI PENYUSUTAN ASET TETAP DAN AMORTISASI ASET TIDAK BERWUJUD

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. usahanya. Aset itu dibagi menjadi dua yaitu: aset lancar dan aset tetap. Aset tetap

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB III PEMBAHASAN 3.1. Pengertian Aktiva Tetap

BAB II BAHAN RUJUKAN

AKTIVA TETAP & PENYUSUTAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

MAKALAH PENGATAR PAJAK. Diajukan Untuk Mmenuhi Tugas Pengantar Pajak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jangka panjang, artinya perusahaan harus terus mempertahankan kelangsungan operasinya melalui

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II LANDASAN TEORITIS

ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DAN KETERKAITANNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PG. TOELANGAN SIDOARJO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DEPRESIASI DAN AMORTISASI FISKAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu bentuk investasi tersebut adalah aktiva tetap yang digunakan dalam kegiatan normal usaha yaitu aktiva yang menpunyai umur ekonomis lebih da

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

: Aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tetap tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DEPRESIASI / PENYUSUTAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FIXED ASSETS. Click to edit Master subtitle style 4/25/12

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kata Pengantar. Jakarta, November Dewika Handayani Safitri

AKTIVA TETAP BERWUJUD (TANGIBLE ASSETS) DAN AKTIVA TETAP TAK BERWUJUD (INTANGIBLE ASSETS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP BERWUJUD DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA RUGI PADA PT. GENDARIN INDONESIA CABANG PALEMBANG

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang dampak metode

BAB III PEMBAHASAN. Aktiva tetap memiliki pengertian yang berbeda-beda tapi pada prinsipnya

30/06/2010 MARKETABLE SECURITIES STOCKS BONDS NERACA SHORT-TERM INVESTMENTS STOCKS BONDS OTHER SECURITIES LONG-TERM INVESTMENTS

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

tedi last 04/17 Kebijakan Akuntansi Jurnal Standar Ilustrasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN TEORITIS. Terdapat beberapa definisi mengenai analisis, yaitu:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

EVALUASI PEMILIHAN METODE DEPRESIASI / PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TERHADAP PENGARUH PENINGKATAN LABA PADA PT. KOMPAS SIRKULASI SEMARANG SKRIPSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENYUSUTAN ATAS ASET TETAP PEMERINTAH. Abstract

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. skripsi ini, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian akuntansi Menurut Accounting Principle Board (ABP) Statement

BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai, maka semua faktor-faktor

JURNAL PENYESUAIAN. Armini Ningsih Politeknik Negeri Samarinda

SALWA VALENSIA FIXED ASSET. PT. Ansa Sehati S M K N E G E R I 23 J A K A R T A. XI Akuntansi I. Jalan Mawar Indah No.

BAB I PENDAHULUAN. dunia usaha yang semakin maju, seperti pada perusahaan jasa, hidupnya melalui pencapaian tujuan. Suatu tujuan akan tercapai

Analisis Penerapan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Dan Pengaruh Terhadap Laba PT. United Tractors Tbk

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN. perusahaan perlu mendapat perhatian khusus dalam penetapan kebijakan baik

Implementasi PSAK 16 Tentang Aset Tetap pada PT. SBP

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB V AKTIVA TETAP PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PENELITIAN. 1. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap. milik perusahaan dan dipergunakan secara terus-menerus dalam kegiatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

EKONOMI TEKNIK DEPRESIASI DAN PAJAK

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III SISTEM AKUNTANSI PENYUSUTAN ASET TETAP BERWUJUD PADA PT HERFINTA FRAM AND PLANTATION

Transkripsi:

BAB VII PENYUSUTAN A. PENGERTIAN Segala sumber daya ekonomi suatu perusahaan yang berupa harta benda dan atau hak hak hukum yang dimiliki disebut dengan aktiva. Aktiva dibedakan menjadi 2 yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Penyusutan adalah berkurangnya nilai dari aktiva tetap/ lancar selama masa pakai. Hal ini berkaitan erat dengan lama kegunaan atau umur aktiva tersebut. Faktor faktor yang menyebabkan perlunya penyusutan adalah : Faktor fisik yaitu harta tetap ( aktiva tetap ) akan berkurang nilainya karena kerusakan, usia dan digunakan. Faktor fungsional, yaitu aktiva tetap tersebut tidak mampu lagi memproduksi sesuai standart perusahaan sehingga memicu inefisiensi yang justru akan menambah biaya. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan usaha maka setiap perusahaan harus menyisihkan sebagian keuntungan untuk dialokasikan menutup penyusutan yang terjadi. Biaya penyusutan yang ditetapkan oleh perusahaan dipengaruhi oleh harga perolehan atau sering disebut dengan nilai beli, umur ekonomis yaitu umur aktiva tetap sampai diasumsikan tidak bisa digunakan lagi dan nilai residu atau nilai sisa dari suatu aktiva. Sehingga istilah istilah yang digunakan dalam penyusutan adalah Nilai Beli : Besarnya nilai suatu benda pada saat dibeli Nilai Buku : Besar nilai benda tersebut setelah dikurangi dengan penyusutan pada tahun atau periode tertentu. Besar penyusutan : Besar penyusutan pada tahun tertentu Jumlah penyusutan : Jumlah seluruh penyusutan dari tahun ke tahun Nilai residu/ nilai sisa: Nilai suatu barang setelah tahun terakhir 101

Ada beberapa metode yang digunakan dalam penghitungan biaya penyusutan yaitu : 1. Metode garis lurus ( straight line method ) 2. Metode penyusutan dengan jumlah persentase sama tiap tahun 3. Metode saldo menurun ganda ( double declining balance method ) 4. Metode jumlah angka tahun ( sum of the year digit method ) 5. Metode unit produksi ( unit of production ) B. PENYUSUTAN DENGAN METODE GARIS LURUS Dalam metode ini, besar penyusutan yang terjadi untuk tiap periode adalah sama. Penyusutan bisa dihitung dengan rumusan sebagai berikut : Rata rata penyusutan = A R N Dimana A = Aktiva ( nilai beli ) R N = Nilai sisa / residu = lama waktu penggunaan/ umur ekonomis Contoh 7.1 Sebuah mesin cetak seharga Rp 4.000.000,- mempunyai nilai guna selama 6 tahun, dan setelah dijual tinggal seharga Rp 400.000,- a. Hitunglah total penyusutan dan penyusutan untuk setiap tahunnya b. Buatlah skedul penyusutannya Jawab a. Total penyusutan = Rp 4.000.000 - Rp 400.000 = Rp 3.600.000 Rata rata penyusutan = ( Rp 3.600.000 / 6 ) = Rp 600.000/ tahun b. Skedul penyusutan Maksud dibuat skedul penyusutan adalah untuk menunjukkan berapa yang harus disisihkan perusahaan setiap tahun / periodenya, dan estimasi 102

berapa nilai residu yang masih dipunyai oleh barang tersebut, pada tahun tertentu. Tabel 7.1 Skedul penyusutan mesin cetak Umur Besar Jumlah Nilai Buku Penyusutan penyusutan 0 600.000 0 4.000.000 1 600.000 600.000 3.400.000 2 600.000 1.200.000 2.800.000 3 600.000 1.800.000 2.200.000 4 600.000 2.400.000 1.600.000 5 600.000 3.000.000 1.000.000 6 600.000 3.600.000 400.000 C. PENYUSUTAN DENGAN PERSENTASE SAMA TIAP TAHUN Penghitungan penyusutan dengan metode ini dibagi menjadi 2 cara yaitu penyusutan menurut persentse tetap atas nilai beli dan penyusutan menurut persentase tetap atas nilai buku. Penyusutan menurut persentase tetap atas nilai beli. Besar penyusutan = A - R N. x 100 % A Atau = A- R x 100 % N. A Contoh 7.2. Perusahaan Humam membeli assets seharga Rp 2.000.000 dan diestimasikan setelah dipakai selama 10 tahun akan mempunyai nilai residu Rp 500.000. Apabila penyusutan untuk setiap tahunnya menggunakan persentase yang sama atas harga beli, hitunglah : a. Besar penyusutan untuk setiap tahunnya b. Persentase penyusutan c. Nilai buku setelah tahun keenam 103

Jawab: a. Besar seluruh penyusutan adalah Rp 2.000.000 - Rp 500.000 = Rp 1.500.000, dengan umur pakai 10 tahun maka penyusutan tiap tahun adalah Rp 1.500.000 = Rp 150.000 10 b.persentase penyusutan atas nilai beli adalah Rp 150.000 = 7,5 % Rp 2.000.000 c. Setelah 6 tahun, besarnya penyusutan adalah 6 x Rp 150.000 = Rp 900.000 Jadi nilai buku setelah tahun keenam adalah Rp 2.000.000 - Rp 900.000 = Rp 1.100.000 D. DOUBLE DECLINING METHOD Double declining method sering disebut penyusutan dengan metode persentase tetap atas nilai buku. Dalam kasus ini besarnya persentase tetap sama dari tahun ke tahun namun jumlah nominalnya akan berbeda berdasarkan nilai buku pada periode tersebut, biasanya semakin menurun. Penyusutan tahun ke 1 > tahun ke 2 > tahun ke 3 dan seterusnya. Penyusutan pada th 1 C Cd = C ( 1 - d ) 2 C (1-d) C(1-d) d = C ( 1 - d ) ( 1-d ) = C ( 1- d ) 2 3 Dan seterusnya n C ( 1-d ) n = R Di mana C = Nilai beli d = Persentase penyusutan R = Nilai residu Rumusan tersebut bisa kita kembangkan untuk mencari besar persentase penyusutan setiap tahunnya adalah sebagai berikut : 104

C(1 d) (1 d) n n ( 1 R R / C n d ) R / C d = 1- ( n R/C ) Contoh 7.3. Sebuah mesin diestimasikan bisa dipakai selama 6 tahun dan akan mempunyai nilai sisa sebesar Rp 360.000 dari harga beli Rp 4.800.000, hitunglah a. Besar persentase penyusutannya b. Buatlah skedul penyusutannya Jawab a. Besar persentase penyusutan C ( 1-d ) n = R 4.800.000 ( 1-d ) 6 =360.000 ( 1 d ) 6 = 360.000 / 4.800.000 = 0,075 ( 1 d ) = 6 0,075 ( 1 d ) = 0,6494 d = 1 0,6494 = 0,3506 = 35,06 % Jadi penyusutan untuk setiap tahunnya adalah sebesar 35,06%. c. Skedul penyusutan terhadap nilai buku Tabel 7.2 Penyusutan menurut persentase atas nilai buku Umur Besar Penyusutan Jumlah Penyusutan Nilai Buku 0 - - 4.800.000 1 1.628.880 1.628.880 3.117.120 2 1.092.860 2.775.740 2.024.260 3 709.710 3.485.450 1.314.550 4 460.880 3.946.330 853.670 5 299.300 4.245.630 554.370 105

6 194.370 4.440.000 360.000 Dari skedul di atas terlihat bahwa besar penyusutan tiap tahun semakin menurun, hal ini dikarenakan penghitungan persentasenya dengan menggunakan nilai buku yang tiap tahun juga terus menurun. Nilai buku bisa dicari dengan jalan 4.800.000 ( 0,6494 ) = 3.117.120 4.800.000 ( 0,6494 ) 2 = 3.117.120 ( 0,6494 ) = 2.024.260 dan seterusnya Pada kenyataannya, penyusutan dengan menggunakan metode double declining lebih banyak digunakan untuk menghitung penyusutan. E. PENYUSUTAN BERDASARKAN JUMLAH ANGKA TAHUN Dalam metode ini umur assets dilabeli 1, 2,3 dan seterusnya berdasarkan lama waktu assets yang diperkirakan. Umur assets yang terbesar digunakan sebagai numerator untuk tahun pertama dan dibagi total numerator dikalikan jumlah penyusutan, kemudian yang kedua, ketiga dan seterusnya. Jadi jumlah dari angka angka tahun dalam metode ini akan digunakan sebagai penyebut. Contoh 7.4. Sebuah mesin seharga $ 17.000 diperkirakan akan mempunyai nilai residu sebesar $2.000 setelah umur ekonomis 5 tahun. Hitunglah besar penyusutan untuk setiap tahun Jawab : Jumlah penyusutan = $ 17.000 - $ 2.000 = $ 15.000 Total umur ekonomis = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15 Besar penyusutan untuk setiap periode / tahun seperti pada tabel 7.3 berikut ini : 106

Tabel 7.3 Skedul Penyusutan Tahun Fraksi Jumlah Besar penyusutan penyusutan 1 5/15 15.000 5/15 x 15.000 = 5.000 2 4/15 15.000 4/15 x 15.000 = 4.000 3 3/15 15.000 3/15 x 15.000 = 3.000 4 2/15 15.000 2/ 15 x 15.000 = 2.000 5 1/15 15.000 1/15 x 15.000 = 1.000 Jumlah penyusutan $ 15.000 F. PENYUSUTAN DENGAN METODE UNIT PRODUKSI Di dalam memproduksi suatu barang, perusahaan biasanya menggunakan mesin atau alat yang secara fungsional diharapkan mampu memproduksi barang sejumlah tertentu sampai umur ekonomisnya berakhir. Perusahaan yang menggunakan penghitungan penyusutan dengan metode ini sangat bervariasi, antara lain Perusahaan transportasi, alat transportasi yang dihitung adalah jarak tempuh Perusahaan barang, yang dihitung adalah unit yang dihasilkan atau jam kerja yang dibukukan. Contoh 7.5 Perusahaan angkutan memperkirakan umur ekonomis ban akan berakhir setelah menempuh 100.000 km. Harga sebuah ban adalah Rp 1.500.000,- Bila tiap kendaraan menggunakan 8 ban. Tiap kendaraan menempuh 800 km / hari dan berjalan selama 25 hari per bulan. a. Berapa biaya penyusutan per bulan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut b. Berapa lama umur ekonomis ban tersebut? 107

Jawab a. Nilai beli = 8 x Rp 1.500.000 = Rp12.000.000,- Penyusutan/ km = Rp 12.000.000 / 100.000 = Rp 120,- / km Biaya penyusutan perbulannya adalah = Rp 120 x 800 x 25 = Rp 2.400.000/ bulan b. Umur ekonomis ban adalah Rp 12.000.000 / Rp 2.400.000 = 5 bulan Sehingga perusahaan tersebut harus menyisihkan biaya penyusutan sebesar Rp 2.400.000 untuk setiap bulan dan umur ekonomis ban tersebut adalah 5 bulan. Contoh 7.6 Sebuah perusahaan membeli mesin dengan harga Rp 125.000.000,- dan diperkirakan akan mampu digunakan memproduksi sebanyak 1.200.000 unit selama masa produksinya. Nilai residu atau nilai mesin diperkirakan sebesar Rp 7.500.000,- a. Berapakah penyusutan per unit barang? b. Bila produksi tahun pertama adalah sebesar 350.000 unit dan tiap tahun Jawab karena terjadi efisiensi, diasumsikan produksi naik sebesar 10% buatlah skedul penyusutannya a. Penyusutan = Nilai beli nilai residu total produksi = 125.000.000 7.500.000 1.200.000 = Rp 97,916666 b. Dengan mempertimbangkan adanya kenaikan produksi untuk setiap tahunnya sebesar 10 %, maka tahun pertama produksi 350.000 unit, tahun kedua 385.000 unit yang diperoleh dari 1,1 x 350.000 unit dan seterusnya. Maka skedul penyusutannya adalah sebagai berikut : 108

Tabel 7.4 Skedul penyusutan Th Produksi Besar penyusutan Jml penyusutan Nilai Buku 1 350.000 34.270.831 34.270.831 90.729.169 2 385.000 37.697.914 71.968.745 53.031.255 3 423.500 41.467.706 113.436.451 11.563.549 4 41.500 4.063.541 117.499.992 7.500.008 1.200.000 117.499.992 Selain dengan metode - metode tersebut di atas, penyusutan juga bisa diselesaikan dengan sistem anuitas. Hal ini akan dibahas pada bab anuitas. 109