MANUAL PROSEDUR ALAT LABORATORIUM

dokumen-dokumen yang mirip
Instruksi Kerja Alat Laboratorium Patologi Klinik Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran

Kegiatan Pembelajaran 5: Prinsip dan prosedur kerja Peralatan Laboratorium

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) MIKROSKOP

PENGOPERASIAN INCUBATOR RED LINE

LAPORAN INSTRUMEN DASAR PENGENALAN ALAT PH METER

JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN ( MSP ) FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

PROSEDUR TETAP PERSIAPAN KERJA IN VITRO DI LABORATORIUM

b. Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol beretutup ulir, maka tutup harus dikendorkan.

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan soal 8.2. Petunjuk menghilangkan rasa sakit karena tertusuk duri yang tepat adalah...

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN (REFRIGERATOR) DOMO

INSTRUKSI KERJA JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN ( MSP )

INCUBATOR SHAKER IK.KS.4000i Control

INSTRUKSI KERJA ALAT HOTPLATE AND STIRER IKA C-MAG HS7

2. Prosedur Isolasi ke Media Padat

INSTRUKSI KERJA ALAT

PROSEDUR TETAP PERSIAPAN KERJA IN VITRO DI LABORATORIUM

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN CHEST FREEZER DOMO

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

TATA CARA PENGGUNAAN NERACA SARTORIUS 1. dipastikan posisi neraca dalam keadaan seimbang, caranya dengan melihat water pass

Nama Alat Fungsi Cara Kerja Alat Cara Membersihkan 1. Labu Ukur Untuk mengencerkan suatu larutan.

Sterilisasi menggunakan Sterilisator Ozon & IM

Nama Alat Fungsi Cara Kerja Alat Cara Membersihkan 1. Labu Ukur Untuk mengencerkan suatu larutan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam pembuatan dan analisis kualitas keju cottage digunakan peralatan

Manual Prosedur Instruksi Kerja Alat Laboratorium Ilmu FAAL

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PELUMAT (BLENDER) DOMO

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN MICROSCOPE OLYMPUS CX21 LABORATORIUM TEKNIK BIOPROSES PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN SETERIKA DOMO

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai Agustus 2014 di

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu

Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Disusun Oleh : Drs. Ali Kusrijadi, M.Si.

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

PENGGUNAAN PERALATAN LABORATORIUM TANAH DAN AIRTANAH

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium Latihan Soal 8.3

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PELUMAT (BLENDER) DOMO

KETERAMPILAN LABORATORIUM DAFTAR ALAT LABORATORIUM

Lampiran 1 Prosedur pengukuran osmolaritas media dan osmolaritas cairan tubuh(hemolim) juvenil udang galah 1. Kabel disambungkan ke sumber listrik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Laboratorium terpadu Kultur jaringan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah Minyak goreng bekas

Beberapa Alat dalam Laboratorium Beserta Fungsinya

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian mengenai penambahan starter ekstrak nanas dengan level berbeda

INVENTARISASI DAN PENGELOLAAN PERALATAN LABORATORIUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS JEMBER

MESIN PENGGORENG VAKUM (VACUUM FRYER)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitaian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. waterbath, set alat sentrifugase, set alat Kjedalh, AAS, oven dan autoklap, ph

III. MATERI DAN METODE

INSTRUKSI KERJA ALAT CENTRIFUGE THERMOSCIENTIFIC LABOFUGE 200

III. METODE PENELITIAN

PETUNJUK PENGGUNAAN KOMPOR GAS (FREESTANDING COOKER) DAN KARTU GARANSI

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB V METODOLOGI. Penelitian dilakukan di laboratorium terdiri dari 3 tahap :

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost)

- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasit dan waktu penelitiannya yaitu : Lokasi pengambilan sampel air sumur ini yaitu di Dusun III, Desa Pulubala

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 2

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN. agar, arang, NaOH, HCl dan akuades. spirtus, timbangan analitik, beker gelas, LAF vertikal.

DAFTAR TILIK CUCI TANGAN MEDIS

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PENGEKSTRAK BUAH (JUICE EXTRACTOR) DOMO

BAB III METODE PENELITIAN

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PENANAK NASI (RICE COOKER) DOMO

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN AUTOCLAVE HIRAYAMA HVE 50 LABORATORIUM TEKNIK BIOPROSES PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan berbagai jenis alat antara lain berbagai

MAKALAH BIOLOGI DAN PERKEMBANGAN TENTANG VAGINA SWAB

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian

PEDOMAN PRAKTIKUM. Nama : NIM : Kelompok : Kelas : Asisten :

Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilakukan pada April 2014 di Tempat Pemotongan Hewan di Bandar

4. Bagian-bagian autoklaf

PENYELESAIAN MASALAH CHEST FREEZER AQUA

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang pengaruh dipping puting sapi perah yang terindikasi

BAB VII PEMELIHARAAN RUTIN PADA LEMARI ES

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian dan

Malafungsi Kemungkinan penyebabnya Solusi

in. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan

BAB III BAHAN DAN METODE. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi

Pengetahuan Produk Baterai

BAB III METODE PENELITIAN. Chlorella sp. tiap perlakuan. Data di analisa menggunakan statistik One Way

BAB III METODE PENELITIAN. FPMIPA UPI, Laboratorium Kimia Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI, dan

Tujuan Praktikum Menentukan waktu beku darah (waktu koagulasi darah) dari seekor hewan/manusia.

LAMPIRAN 1 CARA KERJA PENGUJIAN FISIKOKIMIA

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN

PETUNJUK PENGGUNAAN. Chest freezer EFE EFI EFL

III. MATERI DAN METODE. Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru pada bulan Mei 2013 sampai dengan Juni 2013.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Pengolahan Hasil Perkebunan STIPAP Medan. Waktu penelitian dilakukan pada

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN LABORATORY ph METER LAB 860 BNC SET LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

INSTRUKSI KERJA ALAT LABORATORIUM

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Puskesmas Kemangkon Kabupaten

MODUL 1 PENGENALAN ALAT LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur In Vitro Fakultas

MATERI DAN METODE. Kasim Riau yang beralamat di Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru.

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

Nova Nurfauziawati

Transkripsi:

JENIS ALAT : Analytical Balance Untuk menimbang zat-zat kimia (biasanya padatan atau serbuk) 2. Bahan-bahan kimia dan sampel dengan range berat 0.0001 gram sampai 200 gram 1. Hubungkan timbangan dengan suplay listrik 2. Tunggu beberapa menit, timbangan akan melakukan check posedur dan test kalibrasi. Setelah kalibrasi selesai, pada display akan menunjukkan off 3. Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan timbangan 4. Display akan menunjukkan angka 0,0000 timbangan siap digunakan 5. Letakkan bahan yang akan ditimbang pada pelat timbangan. Setelah stabil, display akan menunjukkan berat bahan. 6. Ambil bahan dari timbangan 7. Tekan tombol On/Off untuk mematikan timbangan 8. Timbangan dalam keadaan stand by, layar display menunjukkan waktu 9. Cabut aliran listrik apabila proses penimbangan sudah selesai. 1. Bersihkan bagian dalam timbangan sebelum dan sesudah menimbang dengan menggunakan kuas 2. Segera matikan timbangan bila tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama 3. Selalu mengecek balance setiap memindahkan timbangan ke tempat baru 4. Tera ulang timbangan setiap 6 bulan sekali

LOG PENGGUNAAN NAMA PENGGUNA : INSTITUSI : JENIS ALAT : NO TANGGAL KETERANGAN PARAF Gugus Jaminan Mutu WakilDekan I Dekan

JENIS ALAT : Autoclave Untuk mensteril basah alat dan bahan-bahan yang membutuhkan steril basah dalam penanganannya 1. Pastikan aquades di bawah chamber terisi penuh setiap kali melakukan sterilisasi. 2. Setelah dihubungkan dengan listrik, nyalakan alat dengan menaikkan switch pada Operating Panel pada posisi ON. Biarkan optimalisasi alat 10 15 menit. 3. Pastikan knob exhaust pada posisi close pada saat akan memulai sterilisasi. 4. Masukkan alat dan bahan yang akan disterilkan, kemudian tutup dengan rapat pintu chamber. 5. Pastikan alat pengunci tertutup dengan rapat. 6. Selama proses sterilisasi sterilize led akan menyala merah, ditandai dengan naik sampai stabilnya suhu dan tekanan 1 atm dengan indikator lampu menyala hijau 7. Tunggu sampai suhu dan tekanan benar-benar turun (suhu sekitar 80oC dan tekanan 0 atm) baru alat dan bahan boleh dikeluarkan

JENIS ALAT : Magnetic stirring Hot plate Untuk mengaduk, mencampur dan menghomogenkan larutan kimia dengan menggunakan medan magnetik 1. Masukkan stirer ke dalam wadah larutan yang akan diaduk 2. Taruh di atas magnetic stirer 3. Sambungkan magnetic stirer dengan listrik 4. Putar tombol magnetic stirer sampai kecepatan putaran yang diinginkan 5. Setelah selesai, putar tombol sampai posisi off dan putuskan sambungan listrik 1. Selalu membersihkan plate setelah pemakaian 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas plate 3. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Mikroskop binokuler LABORATORIUM DASAR Untuk Mengamati objek preparat secara mikroskopis 1. Tempat kerja obyek diposisikan agar lebih nyaman sehingga lensa okuler mikroskop terletak tepat setinggi mata. 2. Mikroskop: Periksa kebersihan dari kaca, lensa obyektif dan lensa okuler 3. Hubungkan Mikroskop ke sumber arus/cahaya, nyalakan Mikroskop dengan menekan tombol ON. 4. Atur posisi kondensor sehingga sesuai dengan sumber cahaya, agar sinar yang dibutuhkan masuk ke lensa sesuai, agar sinar yang masuk kelensa objektif kuat dan sebanyak mungkin, maka diletakkan kondensor setinggi mungkin. Keadaan sebaliknya akan terjadi bila kondensor letaknya di bawah. 5. Aturlah sinar yang masuk kelapangan pandang maksimal dan terfokus. 6. Letakkan preparat yang akan diperiksa pada tempat nya. 7. Mula-mula digunakan lensa objektif dengan pembesaran kecil. 8. Fokuskan sediaan, mula-mula dengan makrometer dan kemudian diperjelas dengan mengatur dengan micrometer. 9. Sesudah didapatkan area yang akan diamati, lensa objektif pembesaran kecil diganti dengan lensa objektif yang sesuai, apabila digunakan dengan lensa objektif dengan pembesaran 100x digunakan minyak emersi. 10. Setelah diteteskan minyak emersi sebanyak 1 tetes pada sediaan, putar makrometer sampai tampak bayangan samara-samar, untuk mendapatkan bayangan yang jelas digunakan (diputar) micrometer. 11. Setelah memakai mikroskop, lensa objektif yang digunakan dibersihkan dengan kertas lensa atau kapas yang dibasahi sedikit xylol untuk melarutkan minyak emersi. 12. Selanjutnya xylol yang menempel pada lensa dibersihkan dengan kertas lensa kering, sebab xylol yang berlebihan akan melarutkan bahan perekat lensa. 13. Beberapa tekhnisi tidak menyukai pemakaian xylol karena akan melarutkan bahan perekat lensa. Untuk itu mereka lebih senang membiarkan minyak emersi tetap menempel, atau hanya di lap dengan kertas lensa kering secara gentle 1. Selalu membersihkan MIKROSKOP setelah pemakaian 2. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Magnetic stirring Hot plate Untuk mengaduk, mencampur dan menghomogenkan larutan kimia dengan menggunakan medan magnetik 1. Masukkan stirer ke dalam wadah larutan yang akan diaduk 2. Taruh di atas magnetic stirer 3. Sambungkan magnetic stirer dengan listrik 4. Putar tombol magnetic stirer sampai kecepatan putaran yang diinginkan 5. Setelah selesai, putar tombol sampai posisi off dan putuskan sambungan listrik 1. Selalu membersihkan plate setelah pemakaian 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas plate 3. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Inkubator / Oven untuk memanaskan Bahan-bahan kimia, sample serta zat-zat pada suhu tertentu atau inkubasi pada suhu tertentu 1. Sambungkan steker 2. Tekan tombol Power untuk menyalakan 3. Set suhu yang diinginkan 4. Jika sudah selesai tekan tombol power untuk mematikan 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : ph Meter Mengukur tingkat keasaman larutan 1. Nyalakan tombol ON 2. Menstandarisasi alat : a. Bilaslah electrode dengan aquades (gunakan botol semprot), lap dengan hati-hati pakai kertas tissue, dan jangan terlalu keras/kuat menyentuh membrane gelas (bagian electrode yang tercelup) b. Ukur suhu larutan buffer dengan thermometer, kemudian sesuaikan knop pengatur suhu (OC ) seperti yang terbaca pada thermometer c. Set display alat ke posisi ph) d. Atur sehingga dispaly memperlihatkan angka 7,00 (melihat table ph pada larutan buffer untuk setiap pengukuran suhu) e. Bilas electrode dengan aquades, lap pakai kertas tissue, kemudian celupkan elektroda kedalam larutan buffer pada ph = 4, 00 atau ph = 10,00, sehingga dispaly akan memperlihatkan angka 4,00 untuk ph < 7,00 ( sample asam ) dan dispaly akan memperlihatkan angka 10,00 untuk ph > 7,00 ( sample basa / alkali) 3. Bilas electrode dengan aquades, lap pakai kertas tissue kemudian celupkan electrode ke dalam larutan yang akan ditentukan ph-nya 4. catatlah ph nya, kemudian bilas electrode dengan aquades, lap pakai kertas tissue. 5. Tutup kembali lubang pengisi elektrolit pada electrode dan tempatkan kembali electrode seperti sedia kala, lalu yang harus anda perhatikan bahwa tempat anda melakukan pekerjaan ini harus dijaga tempatnya dalam keadaan bersih. 6. selalu dibersihkan sebelum digunakan 1. Selalu membersihkan plate setelah pemakaian 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Selalu mematikan tombol OFF bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Desikator untuk menghindari sampel dari uap air (kedap) 1. Silica gel dioven sekitar 24 jam dan dimasukkkan ke dalam desikator 2. Tutup desikator diolesi dengan vaselin 3. Facum ditutup, sampel dimasukkan 4. Kemudian tutup kembali 5. Setelah sampel diperkirakan sudah dingin sampel dikeluarkan 6. Kemudian tutup kembali 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Lemari Pendingin untuk mendinginkan Bahan-bahan kimia, sample serta zat-zat pada suhu tertentu atau inkubasi pada suhu tertentu 1. Pasang kabel pada stop kontak 2. Atur suhu pendingin (cek suhu) sesuai yang diperlukan 3. Bahan-bahan yang akan disimpan diberi nama, tanggal penyimpanan, dll. 4. Masukkan bahan-bahan dan tata dengan teratur 5. Bahan-bahan yang sudah tidak dipergunakan segera dikeluarkan dari Lemari Pendingin 6. Jaga kebersihan bagian dalam Lemari Pendingin 7. Untuk mencegah kontaminasi bersihkan lemari pendingin seminggu sekali. 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Freezer untuk membekukan Bahan-bahan, sample serta zat-zat pada suhu tertentu atau inkubasi pada suhu tertentu 1. Pasang kabel pada stop kontak 2. Bahan yang akan disimpan diberi nama dan tanggal penyimpanan 3. Masukkan bahan dan tata dengan teratur 4. Jaga kebersihan bagian dalam freezer, jika lapisan es sudah banyak, maka freezer perlu dibersihkan 5. Bahan-bahan yang sudah tidak digunakan segera dikeluarkan. 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Selalu cabut steker bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Oven Pengasapan Untuk mengasap bahan atau sampel dengan bahan asap tertentu pada suhu tertentu 1. Siapkan bahan pengasap yang akan digunakan 2. Kompor disiapkan dan dinyalakan dengan mengatur knop tabunng Elpiji 3. Sesuaikan suhu yang diinginkan dengan mengatur thermometer alat 4. Masukkan bahan dan tata dengan teratur 5. Proses sesuai waktu yang ditentukan 6. Matikan kompor, tunggu hingga suhu dibawah 50 C 7. Keluarkan bahan 8. Bersihkan tempat dalam alat 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Selalu mematikan kompor bila sedang tidak digunakan

JENIS ALAT : Depo Container N2 Cair Untuk menyimpan Nitrogen Cair sebagai pendingin Straw Sperma Beku untuk mempertahankan daya hidup spermatozoa 1. Siapkan container yang akan digunakan 2. Masukkan N2 cair secara berhati-hati (gunakan sarung tangan) dengan cara manual maupun alat pompa khusus hingga volume 30% 3. Tunggu hingga gemuruh cairan meredah 4. Masukkan lagi N2 cair hingga volume 95% (penuh) 5. Masukkan straw sperma beku kedalam goblet dan cannester yang telah ditentukan berdasarkan kode bangsa 6. Tutup rapat jika tidak digunakan 7. Pengambilan straw dilakukan dengan cara mengangkat cannester tidak melebihi mulut tabung / container 8. Pindahkan straw ke thermos lapang secara hati-hati (gunakan sarung tangan) 9. Kembalikan cannester ke tempatnya, kemudaian tutup rapat container 10. Bersihkan tempat dalam alat 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT 3. Ketersediaan Container pengisian N2 Cair (kapasitas 35 40 liter) 4. Kapasitas PGL pre Freezing minimal terjaga pada volume 30 % tidak boleh kosong

JENIS ALAT : Westafel air Untuk mencuci peralatan laboratorium dan higenitas personal 1. Letakkan peralatan maupun preparat yang akan dicuci di meja westafel 2. Siapkan sabun cuci / desinfektan 3. Keluarkan kotoran dari alat dan buang di tempat sampah 4. Buka kran air, bersihkan alat atau preparat dengan alat pencuci yang sesuai 5. Basuh dengan sabun cuci / desinfektan 6. Bilas dengan air kran hingga 2 kali 7. Taruh alat di meja yang telah disiapkan kemudian keringkan 8. Tutup kran apa bila tidak digunakan 2. Jangan meletakkan materi mudah terbakar di atas ALAT

JENIS ALAT : Stick Mistar Untuk mengukur panjang badan dan tinggi badan Ternak besar 1. Keluarkan stick dari sarung nya 2. Pasang peralatan stick dengan formasi bentuk huruf F 3. Ukur panjang badan dengan cara meletakkan pangkal stick di bawah dada hingga pangkal stick yang kedua sampai di pangkal ekor ternak 4. Catat angka yang tertera di batang stick 5. Ukur tinggi badan ternak dengan cara meletakkan pangkal stick di atas tubuh belakang punuk hingga pangkal stick yang kedua sampai di tanah (bawah ternak) 6. Catat angka yang tertera di batang stick 7. Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan alat kedalam sarungnya 2. simpan didalam sarungnya

JENIS ALAT SERIES NO. : Pregnancy Detector : Ultrasonic PL-10-860 (DRAMINSKI) Untuk mendeteksi Kebuntingan khususnya Ternak Kambing dan Domba pada umur kebuntingan 60-120 hari setelah inseminasi 1. Siapkan ternak Kambing/Domba yang akan di periksa pada tempat yang sesuai 2. Ternak harus urinate (tidak ada urine di dalam vesica urinaria, agar tidak mempengaruhi deteksi) 3. Oleskan minyak parrafin pada probe (batang detector) 4. Keluarkan alat pregnancy detector dari box 5. Nyalakan alat dengan menekan tombol ON 6. Letakkan (agak sedikit ditekan) Probe pada bawah perut, posisi dibawah uterus ke arah 40-45 o 7. Apabila ternak positif bunting, ditandai dengan Sinyal lampu hijau akan menyala berkedip dan berbunyi dengan cepat. 8. Matikan alat dengan menekan tombol OFF. Bersihkan alat dan masukkan kedalam box 2. simpan didalam box dan letakkan pada tempat yang terlindung.