BAB VIII LISTRIK DINAMIS

dokumen-dokumen yang mirip
Assalamuaalaikum Wr. Wb

[Listrik Dinamis] Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Kelas X Semester 2 Waktu : 48 x 45 menit UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA NAMA ANGGOTA :

LISTRIK DINAMIS Listrik mengalir

BAB 6 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

RANGKUMAN MATERI LISTRIK DINAMIS

3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

RANGKAIAN ARUS SEARAH ( DC)

Rangkaian Listrik. 4. Ebtanas Kuat arus yang ditunjukkan amperemeter mendekati.. a. 3,5 ma b. 35 ma c. 3,5 A d. 35 A e. 45 A

LISTRIK DINAMIS B A B B A B

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 2. RANGKAIAN LISTRIK DAN SUMBER ENERGI LISTRIKLatihan Soal coulomb. 50 coulomb. 180 coulomb.

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 2. RANGKAIAN LISTRIK DAN SUMBER ENERGI LISTRIKLatihan Soal A; 1,5 A; 3 A

Lembar Kerja Peserta Didik 1 Alat Ukur Listrik dan Rangkaian Sederhana

Perhitungan untuk Mengetahui Peningkatan Hasil Belajar yang Dicapai Siswa X.2. Tabel hasil belajar siswa X.2 Ulangan Tengah Semester Gasal. No.

Listrik Dinamis FIS 1 A. PENDAHULUAN. ρ = ρ o (1 + αδt) B. HUKUM OHM C. NILAI TAHANAN RESISTOR LISTRIK DINAMIS. materi78.co.nr. c.

Bab V Kelistrikan. Fisika SMA/MA X

Uji kemampuan pertemuan 1 No Soal Jawaban 1 Tuliskan fungsi alat ukur amperemeter dan voltmeter!

MODUL MATA PELAJARAN IPA

LISTRIK DINAMIS. Merlina.pdf. Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada

FISIKA. Sesi RANGKAIAN ARUS SEARAH A. ARUS LISTRIK

IV. Arus Listrik. Sebelum tahun 1800: listrik buatan hanya berasal dari friksi (muatan statis) == tidak ada kegunaan praktis

MENU PENGERTIAN HUKUM KIRCHHOFF HUKUM OHM RANGKAIAN LISTRIK ALAT UKUR TEGANGAN DC DAN AC GGL DAN TEGANGAN JEPIT ENERGI DAN DAYA LISTRIK

ARUS LISTRIK. Tiga hal tentang arus listrik. Potensial tinggi

LISTRIK DINAMIS FIS 1 A. PENDAHULUAN B. HUKUM OHM. ρ = ρ o (1 + αδt) C. NILAI TAHANAN RESISTOR

LISTRIK DINAMIS I. Mata Pelajaran : Fisika Kelas : II (Dua) Nomor Modul : Fis.X.13. : Dra. Nia Ainawati Haesin

LEMBAR VALIDASI SOAL

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan II

Kurikulum 2013 Antiremed Kelas 9 Fisika

KELOMPOK 4 JEMBATAN DC

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart

Multimeter sebagai voltmeter dan amperemeter

MODUL FISIKA (KELAS XII SEMESTER GANJIL)

BAB II Listrik Dinamis

BAB LISTRIK DINAMIS Arus Listrik. Listrik dinamis adalah pelajaran fisika mengenai listrik dengan memperhitungkan situasi muatan yang bergerak.

Listrik yang tidak mengalir dan perpindahan arusnya terbatas, fenomena kelistrikan dimana muatan listriknya tidak bergerak.

Listrik dinamis( pilih satu jawaban yang tepat)

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

ARUS SEARAH (ARUS DC)

LISTRIK DINAMIS RANGKAIAN LISTRIK. GAMBAR 1A. RANGKAIAN LISTRIK TERBUKA. GAMBAR 1B. RANGKAIAN LISTRIK TERTUTUP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan II

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. membahas. Pengukuran. Arus Listrik. diukur dengan.

B. HUKUM OHM. Standar Kompetensi A V. Kompetensi Dasar. Indikator. Pendalaman Materi I = R R = I = t. Listrik Magnet/ hal : 8 A.

BAB II L I S T R I K. Muatan ada 3 : 1. Proton : muatan positif. 2. Neutron : muatan netral 3. Elektron : muatan negative

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

sumber arus listrik Gustav Kirchhoff ( ) mengemukakan dua aturan (hukum) yang dapat

Retno Kusumawati PENDAHULUAN. Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

LAPORAN RESMI PRAKTEK KERJA LABORATORIUM 1

BAB X ENERGI DAN DAYA LISTRIK

TUGAS RANGKAIAN LISTRIK

dan Hukum I Kirchhoff

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 2. RANGKAIAN LISTRIK DAN SUMBER ENERGI LISTRIKLatihan Soal 2.7

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-). Sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

LISTRIK STATIS. Listrik statis adalah energi yang dikandung oleh benda yang bermuatan listrik.

Materi Listrik. LISTRIK STATIS Hukum Coulomb Medan Listrik Potensial Listrik Kapasitor Contoh Soal

III. TEORI PRAKTIKUM FISIKA - LISTRIK PERCOBAAN L1 RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA

BAB 17 LISTRIK DINAMIS

Rangkaian Listrik Arus Searah. Nama : Zullyandri NIM :

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

Antiremed Kelas 10 FISIKA

BAB LISTRIK DINAMIS I. SOAL PILIHAN GANDA

1. Gambar 1 menunjukkan batas pengukuran Alat untuk mengukur besarnya tegangan listrik adalah. A. voltmeter

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan I

Arus listrik sebesar 1 amper adalah perpindahan elektron sebanyak 6.24 x yang melewati satu titik pada setiap detiknya.

LAT UAS ELKA KELAS 9

Pengukuran Arus, Tegangan dan Hambatan

menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik.

Bab. Listrik Dinamis. Hasil yang harus Anda capai: menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Bab VII. Listrik Dinamis. K ata Kunci

Rudi Susanto

drimbajoe.wordpress.com 1

c). I 1 = I 2 = I 3 =

LISTRIK ARUS SEARAH (Oleh : Sumarna)

YAYASAN PENDIDIKAN JAMBI SEKOLAH MENENGAH ATAS TITIAN TERAS UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007/2008. Selamat Bekerja

Contoh soal dan pembahasan ulangan harian energi dan daya listrik, fisika SMA kelas X semester 2. Perhatikan dan pelajari contoh-contoh berikut!

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Sumber Arus Listrik. menjelaskan. Macam-macam Sumber Tegangan.

RANGKAIAN LISTRIK. Kuliah 1 (Umum)

BAB IX LISTRIK DINAMIS

LISTRIK DINAMIS (RANGKAIAN SERI DAN PARALEL) PERTEMUAN 10 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU

E = = (1,80 x 10 5 N/C )( 4π )(0,50 m) 2 = 5,652 x 10 5 Nm 2 /C

Arus dan Hambatan. Oleh: Ahmad Firdaus Rakhmat Andriyani

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pendekatan inkuiri terbimbing yang mencakup perencanaan, pelaksanaan,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2

Mengukur Kuat Arus dan Beda Potensial Listrik Konsep Arus Listrik dan Beda Potensial Listrik

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI Hambatan Listrik

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam)

DAN TEGANGAN LISTRIK

ENERGI DAN DAYA LISTRIK

Evaluasi Belajar Tahap Akhir F I S I K A Tahun 2005

Kurikulum 2013 Antiremed Kelas 12 Fisika

BBM 11 LISTRIK DINAMIS PENDAHULUAN

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark.

Kunci jawaban Posttest

A. Kompetensi Menggunakan rangkaian seri-parallel resistor pada sumber daya tegangan searah.

LISTRIK DINAMIS Rangkaian Listrik. Gambar 1a. Rangkaian listrik terbuka. Gambar 1b. Rangkaian listrik tertutup

PETA KONSEP. Bab 7 Listrik. 162 Fisika X untuk SMA/MA. Rangkaian. Ggl. Beda potensial. Hukum Ohm. Listrik. Daya listrik.

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK

GAYA GERAK LISTRIK KELOMPOK 5

Transkripsi:

BAB VIII LISTRIK DINAMIS STANDAR KOMPETENSI : 7. Menerapkan konsep-konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi. Kompetensi Dasar : 1. Merangkai alat ukur listrik, menggunakannya secara baik dan benar dalam rangkaian listrik. Indikator : 1. Membedakan jenis dan fungsi alat ukur listrik. 2. Menjelaskan cara membaca dan memasang alat ukur kuat arus dan alat ukur tegangan. MATERI : 1. PENGERTIAN ARUS LISTRIK Arus listrik adalah aliran muatan listrik yang melewati kawat penghantar tiap satuan waktu. Arah arus listrik searah dengan arah gerak muatan positip dan banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penghantar setiap satu satuan waktu, biasa disebut kuat arus dapat ditulis dengan persamaan : I = Q/t Q = jumlah muatan (Coulomb) t = lamanya muatan mengalir (detik) I = kuat arus listrik (coulomb / detik = ampere) Contoh Soal : Dalam suatu kawat penghantar mengalir 45 C muatan selama 5 menit. Tentukan besar kuat arus yang mengalir dalam kawat penghantar tersebut! 104

Penyelesaian : Diket : Q = 45 C t = 5 menit = 300 detik Ditanya : I =. Jawab : I = Q/t = 45 C/300 s = 0,15 A 2. PENGUKURAN KUAT ARUS DALAM RANGKAIAN LISTRIK Arus listrik hanya mengalir pada suatu rangkaian tertutup yaitu rangkaian yang tidak berpangkal dan tidak berujung. Untuk menentukan besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian listrik, digunakan alat ukur Amperemeter. Cara penggunaan amperemeter : 1. Dipasang seri pada rangkaian yang akan diukur kuat arusnya 2. Untuk amperemeter dengan batas ukur lebih dari satu, pilihlah terlebih dahulu batas ukur yang terbesar 3. Bila amperemeter digunakan untuk mengukur kuat arus searah, kutub (+) amperemeter dihubungkan dengan kutub (+) rangkaian dan kutub ( ) dengan kutub ( ) rangkaian, jangan terbalik. 3. HUKUM OHM Perhatikan rangkaian berikut : R I V E,r Gambar 1 : Rangkaian DC 105

Dalam rangkaian tertutup, arus yang mengalir ditimbulkan oleh sumber tegangan. Semakin besar sumber tegangan, semakin besar kuat arus listrik yang mengalir. Menurut Simon Ohm, hubungan antara sumber tegangan dan kuat arus listrik dapat dinyatakan bahwa Kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial (tegangan) pada ujung-ujung penghantar. Atau ditulis dengan persamaan : I = Vab/R Keterangan : I = kuat arus (A) Vab = tegangan ujung di a dan ujung b (volt) R = hambatan (volt/ampere = ohm = Ω) Contoh Soal: Pada suatu kawat penghantar mengalir arus listrik sebesar 2 A, jika hambatan kawat penghantar tersebut 5 Ω, tentukan besar tegangan ujung-ujung kawat penghantar tersebut! Penyelesaian : Diket : I = 2 A R = 5Ω Ditanya : V =. Jawab : V = I.R = 2A. 5 Ω = 10 Volt 106

4. ALAT UKUR TEGANGAN LISTRIK Untuk mengukur besar tegangan listrk pada suatu rangkaian listrik digunakan alat ukur Voltmeter. Cara penggunaan Voltmeter : 1. Dipasang paralel dengan rangkaian yang akan diukur tegangan (beda potensialnya) 2. Posisi awal sebelum digunakan pada angka nol 3. Untuk voltmeter dengan batas ukur lebih dari satu, pilih terlebih dahulu batas ukur terbesar, bila jarum tidak menyimpang baru kemudian diganti batas ukur dibawahnya. 107

LEMBAR KERJA SISWA KONSEP : ALAT UKUR ARUS SEARAH TUJUAN : Mampu menggunakan Amperemeter dan Voltmeter untuk mengukur arus dan tegangan listrik arus searah. ALAT : 1. Amperemeter 2. voltmeter 3. bola lampu 4. kabel penghubung LANGKAH KERJA : 1. Rangkailah alat seperti gambar : I R V A E,r Rangkailah amperemeter secara seri dan voltmeter secara paralel pada rangkaian tersebut. Catat hasil pengukuran pada amperemeter dan voltmeter. 2. Rangkailah alat seperti gambar, dengan mengubah jumlah lampu : Catatlah hasil pengukuran pada amperemeter dan voltmeter! 108

KONSEP : HUKUM KIRCHOFF Kompetensi Dasar : Memformulasikan besaran-besaran listrik ke dalam bentuk persamaan Indikator : 1. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan suatu penghantar 2. Menjelaskan besar dan arah kuat arus listrik dalam rangkaian sederhana (satu loop) 3. Menjelaskan tegangan yang tertera pada alat listrik dan mampu menghitung energi dan daya yang terpakai pada alat listrik 4. Menentukan kuat arus pada rangkaian majemuk (dua loop) 5. Menentukan kuat arus listrik pada rangkaian majemuk (lebih dari dua loop). Ringkasan Materi : 1. HAMBATAN SUATU PENGHANTAR Besar kecilnya hambatan suatu penghantar bergantung antara lain pada panjang kawat penghantar, luas penampang penghantar, dan jenis kawat penghantar yang dipakai. Jika ditulis dalam persamaan yaitu : R = ρ l/a keterangan : R = hambatan (ohm = Ω) ρ = hambatan jenis kawat penghantar (ohm.m) l = panjang penghantar (m) A = luas penampang penghantar (m 2 ) Perubahan suhu juga akan mempengaruhi besarnya suatu hambatan. Rt = Ro (1 + α. t) 109

keterangan : Rt = Hambatan pada suhu ke-t (ohm) Ro = Hambatan pada suhu awal (ohm) α = koefisien muai panjang kawat t = pertambahan suhu 2. RANGKAIAN KOMPONEN-KOMPONEN LISTRIK a. Rangkaian hambatan secara seri : R 1 R 2 R n E hambatan-hambatan yang dirangkai seri dapat disederhanakan dengan satu buah hambatan pangganti, yang besarnya ditentukan dengan persamaan : R s = R 1 + R 2 +. + R n R s = besar hambatan pengganti rangkaian hambatan seri Pada rangkaian hambatan secara seri, berlaku : Kuat arus pada masing-masing hambatan bernilai sama : I 1 = I 2 = I total Tegangan pada masing-masing hambatan merupakan jumlah dari tegangan total (tegangan sumber) : V 1 + V 2 = V total V 1 = I total. R 1 V 2 = I total. R 2 110

Contoh Soal : 1. Tiga buah hambatan masing masing, R 1 = 3 ohm, R 2 = 5 ohm, dan R 3 = 12 ohm dirangkai seri dan dihubungkan dengan sebuah tegangan 24 volt. Tentukan besar : a. Hambatan penggantinya b. Arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut c. Arus pada masing-masing hambatan d. Tegangan masing-masing hambatan. Penyelesaian : Diket : R 1 = 3 ohm R 2 = 5 ohm R 3 = 12 ohm V total = E = 24 volt R 1 = 3 Ω R 2 = 5 Ω E = 24 volt R 3 = 12 Ω Ditanya : a. R total b. I total c. I 1,I 2,I 3 d. V 1,V 2,dan V 3 Jawab : a. R 1, R 2, dan R 3 dirangkai seri, maka : R total = R seri = R 1 + R 2 + R 3 = (3 + 5 + 12) ohm = 20 ohm b. I total = V total / R total = 24 V/20 ohm = 1,2 A c. I 1 = I 2 = I 3 = I total = 1,2 A d. V 1 = I 1.R 1 = 1,2 A. 3 ohm = 3,6 V 111

V 2 = I 2. R 2 =1,2 A. 5 ohm = 6 V V 3 = I 3. R 3 =1,2A. 12 ohm =2,4 V b. Rangkaian hambatan secara paralel : R 1 R 2 R n E Beberapa hambatan yang dirangkai secara paralel dapat diganti dengan satu buah hambatan pengganti dengan nilai : Rp = R1 + R2 +.+ Rn Pada rangkaian hambatan secara paralel berlaku : Kuat arus pada masing-masing hambatan tidak sama. Besarnya arus masing-masing cabang ditentukan dengan Hukum I Kirchoff yang berbunyi : pada suatu titik percabangan, jumlah arus yang masuk titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang. I 1 I 2 I 3 I masuk = I keluar I 1 = I 2 + I 3 + I 4 Besar masing-masing tegangan bernilai sama V 1 = V 2 = V total 112

Contoh Soal : Dua buah hambatan, 3 ohm dan 6 ohm dirangkai secara paralel, dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. Tentukan besar : a. hambatan penggantinya b. arus yang mengalir pada rangkaian. c. tegangan masing-masing hambatan d. arus pada masing-masing hambatan Penyelesaian : Diket : R 1 R 2 V total = 3 ohm = 6 ohm = E = 12 V Ditanya : a. R total b. I total c. V 1 dan V 2 d. I 1 dan I 2 Jawab : a. Karena R 1 dan R 2 dirangkai paralel, maka : 1/R p = 1/R 1 + 1/R 2 = 1/3 + 1/6 = 2/6 + 1/6 = 3/6 R p = 6/3 Rp = 2 ohm b. I total = V tota l /R total = 12/2 = 6 A 113

c. Karena paralel maka, tegangan tiap hambatan sama dengan tegangan total. V 1 = V 2 = V total = 12 V d. I 1 = V 1 /R 1 = 12/3 = 4 A I 2 = V 2 /R 2 = 12/6 = 2A 3. HUKUM II KIRCHOFF Hukum II Kirchoff Berbunyi : Jumlah gaya gerak listrik (GGL) dan penurunan tegangan dalam suatu rangkaian tertutup sama dengan nol. atau dapat dinyatakan dalam persamaan : E = I. R dengan bantuan loop. dengan perjanjian : 1. E dan I akan bernilai positip bila searah dengan loop yang dibuat. 2. E dan I bernilai negatip bila berlawanan arah dengan loop yang dibuat. Persamaan : E = I.R perjanjian Tanda : - E dan I bernilai (+) jika searah loop yang dibuat, - E dan I bernilai ( ) jika berlawanan arah loop yang dibuat. 3. Energi dan Daya listrik Besarnya penggunaan energi listrik dapat ditentukan dengan persamaan : W = V.i.t 114

keterangan : W = energi listrik (joule) V = tegangan listrik (volt) I = arus listrik (A) t = lamanya arus mengalir (detik) Sedangkan besarnya energi listrik yang digunakan tiap satuan waktu biasa dikenal sebagai Daya Listrik. P = W/t P = Daya (watt) W = energi listrik (Joule) t = lamanya penggunaan (detik) Dalam kehidupan sehari-hari, besarnya energi listrik akan menentukan besarnya biaya penggunaan energi listrik. W = P.t W = energi listrik (joule = watt.s) P = Daya listrik (Watt) t = lama penggunaan (s) Dari persamaan di atas, satuan energi didapat : 1 watt.sekon = 1/3600 watt.hours (w.h) 1 watt hours (wh)=1/1000 kilowatthours (kwh) Banyaknya biaya penggunaan energi listrik ditentukan : Biaya = W(kwh) x biaya per Kwh Contoh Soal : Sebuah televisi 125V, diberi arus 3A, bila televisi tersebut dinyalakan selama 4 jam dan biaya energi listrik per Kwh adalah Rp.120,00 tentukan besar biaya dari penggunaan energi listrik tersebut! 115

Penyelesaian : Diket : V = 125 V I = 3 A t = 4 jam per Kwh = Rp.120,00 ditanya : Biaya energi listrik = Jawab : W = V.i.t = 125. 3. 4 = 1500 wh = 1,5 Kwh maka biaya seluruhnya = 1,5 Kwh x Rp.120,00 = Rp 180,00 116

KONSEP : ARUS AC DAN DC KOMPETENSI DASAR : Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari. Indikator : 1. Membedakan tegangan DC dan tegangan AC dalam bentuk grafik misalnya yang dihasilkan osiloskop 2. Menjelaskan bentuk rangkaian AC yang digunakan dalam rumah-rumah 3. Menunjukkan penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari. Ringkasan Materi : 1. Arus dan Tegangan Bolak-balik Arus dan tegangan listrik dibedakan menjadi dua yaitu arus dan tegangan AC (Alternating Current = arus bolak-balik), arus dan tegangan DC (Direct Current = arus searah). Dalam kehidupan seharihari banyak alat-alat listrik memanfaatkan arus dan tegangan bolakbalik. Arus dan tegangan bolak-balik memiliki arah aliran yang polaritas sumbernya tidak tetap. Perbedaan bentuk pola tegangan arus bolakbalik dan arus searah dapat dilihat dengan menggunakan Osiloskop (CRO=Cathode Ray Oscilloscope) 2. Alat ukur Arus dan Tegangan Bolak-balik Pada arus searah (AC) untuk mengukur tegangan digunakan voltmeter, dan untuk mengukur kuat arus menggunakan amperemeter. Untuk arus bolak-balik (DC), penggunaan amperemeter dan voltmeter hanya akan menunjukkan nilai efektif dari tegangan dan arus listrik. Nilai maksimumnya dapat ditentukan dengan persamaan : V maks = V ef. 2 I maks = I ef.. 2 117

Bila menggunakan Osiloskop, nilai maksimum tegangan AC dapat langsung ditentukan. 3. Pemanfaatan Arus dan Tegangan DC dan AC Dalam kehidupan sehari-hari, arus AC lebih banyak dimanfaatkan daripada arus DC. Pemanfaatan arus AC oleh masyarakat, biasa digunakan dalam penerangan (lampu di rumah) dan alat-alat listrik, di rumah tangga. Untuk arus DC, hanya dalam alat listrik tertentu yang menggunakan tegangan kecil, misal radio dengan baterai, lampu senter. 118

LEMBAR KERJA SISWA No.2 KONSEP = HUKUM OHM TUJUAN : Menentukan hubungan antara kuat arus dan tegangan listrik ALAT : 1. amperemeter 2. voltmeter 3. baterai 2 buah 4. saklar 5. kertas grafik 6. kabel-kabel penghubung 7. hambatan geser 100 ohm 8. Kawat nikelin panjang 100 cm, sebagai hambatan tetap. LANGKAH KERJA : 1. Rangkailah alat-alat seperti gambar : kawat nikelin A V Rg baterai 119

2. Aturlah letak hambatan geser pada nilai tertentu sehingga amperemeter dan voltmeter dapat mengukur. Catatlah besar hambatan geser dan nilai yang ditunjukkan pada amperemeter dan voltmeter. 3. Ulangi langkah 2,d engan mengubah nilai hambatan geser dan hasil pengamatan masukkan dalam tebel berikut : No Hambatan Geser Kuat Arus Tegangan (R geser) (I) (V) 1. 2. 3. 4. PERTANYAAN : 1. Berdasarkan hasil pengamatan, gambarkan grafik hubungan antara V dan I (letakkan I pada sumbu vertikal) 2. Bagaimana bentuk grafik hubungan antara V dan I? 3. Kesimpulan apa yang kamu dapat dari jawaban pertanyaan 1 dan 2? 4. Dari jawaban No.3, pernyataannya dikenal sebagai hukum Ohm, nyatakan Hukum Ohm tersebut dalam bentuk rumus! 120

LEMBAR KERJA No. 3 KONSEP : RANGKAIAN HAMBATAN SECARA SERI TUJUAN : Menyelidiki Karakteristik arus dan tegangan listrik pada rangkaian hambatan seri. ALAT : 1. Baterai 2. Lampu (3 buah) 3. amperemeter 4. Voltmeter 5. Tempat lampu 6. Tempat beterai 7. Kabel penghubung LANGKAH KERJA : 1. Rangkailah alat-alat seperti gambar : A V 2. Catat hasil pengukuran pada amperemeter (A) 3. Lakukan pengukuran tegangan dengan voltmeter pada masing-masing lampu (catat sebagai : Vbc, Vcd, Vde, dan Vbe) 121

4. Dengan menggunakan hukum Ohm, tentukan nilai hambatan pada setiap lampu (sebagai R1, R2, R3) dan nilai hambatan Total (R seri) 5. Masukkan hasil pengamatan dan perhitungan pada langkah 2 sampai 4 dalam tabel berikut : No Kuat Arus (I) Tegangan (V) Hambatan ( R ) Vbc= Vcd= Vde= Vbe= R1= R2= R3= Rtotal= PERTANYAAN : Bagaimana nilai (Vbc+Vcd+Vdc) dengan nilai Vbe, apakah besarnya sama? Jelaskan! Kesimpulan apa yang kamu dapat? 122

LEMBAR KERJA SISWA N0 : 4 KONSEP : RANGKAIAN HAMBATAN SECARA PARALEL TUJUAN : Menyelidiki karakteristik arus dan tegangan pada rangkaian hambatan secara paralel. ALAT DAN BAHAN : 1. baterai dan tempatnya. 2. buah lampu dan tempatnya 3. amperemeter 4. voltmeter 5. kabel penghubung LANGKAH KERJA : 1. Rangkailah alat seperti gambar! 2. Catatlah hasil pengukuran pada amperemeter dan voltmeter. 3. Gantilah letak amperemeter secara seri antara titik b dan c, (I1), titik d dan e (I2), kemudian di antara titik f dan g (I3). 123

4. Gantilah letak voltmeter secara paralel antara titik b dan c (V1), antara titik d dan e (V2) dan antara titik f dan g (V3). 5. Hitunglah besar hambatan pada tiap lampu dengan hukum Ohm. 6. Masukkan hasil langkah kerja no.2 sampai 5 dalam tabel berikut : No Kuat Arus (I) Tegangan (V) Hambatan ( R ) I= I1= I2= I3= V= V1= V2= V3= Rtotal= R1= R2= R3= Kesimpulan apa yang anda dapat dari hasil tabel diatas? 124

EVALUASI A. Pilihan Ganda 1. Muatan 72 coulomb melewati kawat penghantar selama 0,2 menit, maka besarnya arus yang mengalir pada kawat tersebut : a. 1 A b. 3 A c. 6 A d. 7 A e. 10 A 2. Untuk mendapatkan nilai hambatan yang kecil pada suatu rangkaian dengan cara: a. memperpanjang kawat penghantar b. memperbesar diameter kawat penghantar c. memilih penghantar dengan hambatan jenis besar. d. memperkecil luas penampang penghantar. e. memperkecil diameter penampang penghantar. 3. Dua hambatan, R1 = 4 ohm dan R2 = 6 ohm dirangkai seri dan dihubungkan dengan tegangan 6 volt, besarnya arus listrik yang mengalir pada hambatan R1 = 4 ohm adalah a. 0,5 A b. 1 A c. 1,5 A d. 2 A e. 2,5 A 4. Hambatan 2 ohm dirangkai seri dengan hambatan 3 ohm dan dihubungkan dengan tegangan 10 volt,besarnya tegangan pada hambatan 2 ohm adalah.. a. 2 V b. 5 V c. 8 V 125

d. 10 V e. 12 V 5. Hambatan 3 ohm dan hambatan 6 ohm dirangkai paralel, dan dihubungkan dengan tegangan 12 volt, besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut a. 3 A b. 6 A c. 9 A d. 12 A e. 14 A 6. Terdapat 2 buah hambatan, R1 = 4 ohm dan R2 = 2 ohm dirangkai paralel kebudian dihubungkan dengan tegangan 6 volt, besarnya arus yang mengalir pada R1 = 4 ohm adalah a. 1 A b. 1,5 A c. 2 A d. 2,5 A e. 3A 7. Perhatikan rangkaian berikut : (gbr R1=2,diseri R2 dan R3 paralel 3 dan 6dg E=10 v).besarnya arus yang mengalir pada R2=3 ohm adalah a. 0,5 A b. 1 A c. 1,5 A d. 2 A e. 2,5 A 8. Tiga hambatan terangkai sebagai berikut : R2 = 3 ohm R1 = 3 ohm R3 = 6 ohm 126

Besarnya hambatan pengganti rangkaian tersebut. a. 3 ohm b. 5 ohm c. 7 ohm d. 9 ohm e. 12 ohm 9. Sebuah lampu 40 watt setiap harinya rata-rata dinyalakan selama 5 jam. Bila harga energi listrik per Kwh adalah Rp.100,00, maka besar biaya yang harus dibayarkan untuk televisi tersebut selama 1 bulan (30 hari) yaitu. a. Rp.500,00 b. Rp.600,00 c. Rp.700,00 d. Rp.800,00 e. Rp.900,00 B. Essay 1. Suatu penghantar dalam 2 jam membawa muatan 72 coulomb. Tentukan : kuat arus yang mengalir pada penghantar tersebut. banyaknya muatan yang mengalir pada penghantar (1 muatan =1,6 x 10-19 Coulomb) 2. Dua buah baterai bertegangan 3 volt dihubungkan dengan lampu berhambatan 2 ohm, berapakah besar arus yang mengalir pada lampu tersebut? 3. Tiga buah Resistor besarnya 3 ohm, 6 ohm,dan 4 ohm dirangkai seri. Tentukan besar hambatan penggantinya! 4. Hambatan 4 ohm, 6 ohm dan 12 ohm dirangkai paralel. Tentukan besar hambatan penggantinya! 127

5. Sebuah rumah dalam sehari rata-rata menggunakan 1 lampu 40W selama 5 jam, 3 lampu 15 watt selama 3 jam,1 buah TV,125 W selama 6 jam dan sebuah tape recorder 100W selama 4 jam. Bila harga per Kwh adalah Rp.150,00, tentukan besar biaya energi listrik yang harus dibayar selama 1 bulan (30 hari)! 128