PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING

dokumen-dokumen yang mirip
Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Peningkatan Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Team Assisted Individualization

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

Oleh: Mutiara Rizky Ilzanorha Syofni Titi Solfitri ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN. evaluasi dan refleksi (Aqip, 2006) seperti gambar berikut.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI METODE KOOPERATIF STAD DENGAN MEDIA KIT LISTRIK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TUNTANG PADA MATERI SEGITIGA

Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVELOPMENT

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS DIFERENSIAL MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL DRILLING

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING

IMPLEMENTASI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SD NEGERI CIKUYA 01 1

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BOCOR

LEMMA VOL I NO. 1, NOV 2014

Keywords : CIRC, Improving Skills, Reading Comprehension

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PGPAUD DALAM MATA KULIAH TARI UNTUK ANAK USIA DINI

PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA

Charlina Ribut Dwi Anggraini

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

KAJIAN KESULITAN MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH STATISTIKA ELEMENTER

Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif

*Keperluan Korespondensi, telp: ,

PENERAPAN MODEL BELAJAR GROUP INVESTIGATION

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 BULUKUMBA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Rini Tri Irianingsih 47

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERBANDINGAN SKALA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS- ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD)

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Tema Lingkungan di Kelas 1 SD Negeri 10 Tolitoli

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD merupakan model pembelajaran

PENINGKATAN HASIL BELAJAR K3LH MELALUI PEMBERIAN KUIS PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 MARE KABUPATEN BONE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI ROTATING TRIO EXCHANGE

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota

DATAR MELALUI METODE STAD. Winarni

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

Sitti Rosida 1 Syarif Ibnu Rusydi, S.S 2

Prosiding Seminar Nasional Volume 03, Nomor 1 ISSN

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

MODEL SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VII-A SMP KARTIKA XII-1

PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD. 1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS 2,3 Dosen PGSD FKIP UNS

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini yaitu siswa kelas X-2 dengan jumlah siswa 25 orang terdiri dari 10

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS V SEKOLAH DASAR

Noorhafizah dan Rahmiliya Apriyani

II. KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

INTEGRASI GALERI BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PENINGKATAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATA KULIAH MEKANIKA MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING

BAB III METODE PENELITIAN

IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)

Kata Kunci: cooperative learning of jigsaw type, student activities and learning outcomes

Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 02/Tahun XVIII/November 2014

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1

BAB III METODE PENELITIAN

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME. Dina Hikmah Safariyah

BAB I PENDAHULUAN. mahasiswa kurang berkembang akan berdampak pada sikap mahasiswa yang apatis,

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PURWOSARI

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW. Parjimin

Oleh: Umi Salamah SDN 2 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KARANGTANJUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN PADA SISWA KELAS III SD

Oleh: Sri Isminah SDN 2 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Matematika

JURNAL DAYA MATEMATIS, Volume 3 No. 3 November 2015

IMPROVEMENT OF SCIENCE LEARNING OUTCOMES THROUGH GROUP INVESTIGATION IN VB

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA MATERI BARISAN DAN DERET BILANGAN

Arun Haryanto, Siti Nuryanti, dan Minarni R.J. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Kata Kunci : hasil belajar mahasiswa, pemrograman komputer, multimedia interaktif pembelajaran kooperatif

PROSIDING ISBN :

Transkripsi:

MUTMAINNAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Oleh: Mutmainnah Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar mutmainnah252@yahoo.com ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Statistika Dasar mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Unismuh Makassar melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa IC sebanyak 32 orang terdiri dari 3 laki-laki dan 29 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 8 tahap, tahap (1) guru/dosen menyampaikan materi yang akan disajikan, (2) guru/dosen membentuk kelompok kelompok dan memanggil masing masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi, (3) masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru/dosen kepada teman-temannya, (4) kemudian masing-masing peserta didik diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok, (5) kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik kepeserta didik yang lain selama lebih dari 15 menit, (6) setelah peserta didik dapat satu bola diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian, (7) evaluasi untuk materi yang telah dibahas, dan (8) penutup. Hasil tes menunjukkan dari 32 mahasiswa, pada siklus I hanya 11 Mahasiswa (34,37%) yang mencapai skor standar ketuntasan yakni 75. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 28 mahasiswa (87,50%). Berdasarkan observasi mahasiswa merasa tertarik dengan aktif dan bersunggu-sunggu dalam mengikuti perkuliahan, selain itu kerjasama dan saling menghargai antara mahasiswa juga nampak terjadi. Dari hasil wawancara dengan mahasiswa yang diajar merasa senang dengan model yang digunakan tersebut. KATA KUNCI: Hasil belajar, model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing PENDAHULUAN Dewasa ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Setiap negara berusaha mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dengan negara lain. Salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan sumber daya manusia yang paling tepat dilaksanakan lewat jalur pendidikan. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia. Sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan, maka dalam 37

MUTMAINNAH Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan. Matematika merupakan mata pelajaran inti yang diajarkan di semua jenjang pendidikan formal. Guru/dosen menjadi ujung tombak untuk memberi pemahaman konsep matematika kepada peserta didik. Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Unismuh Makassar diharapkan dapat mempersiapkan calon guru matematika yang profesional dan memiliki kompetensi. Calon guru yang menguasai konsep-konsep matematika dan bagaimana cara mengajarkannya, serta mampu melakukan analisis logis. Hal ini sejalan dengan Soedjadi (Maksum, 2012) yang mengatakan bahwa matematika sebagai salah satu ilmu dasar, memegang peranan penting dalam mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengingat begitu pentingnya matematika, maka dalam kurikulum Indonesia menegaskan bahwa matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan kerjasama. Banyaknya masalah-masalah dalam matematika yang membutuhkan penyelesaian secara cermat dan mengharuskan dosen untuk mengetahui bagaimana cara mahasiswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Setiap mahasiswa tidak dapat menghindar dari kesulitan dalam belajar matematika. Tingkat kesulitan setiap mahasiswa dalam belajar matematika pasti berbeda-beda. Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk tumbuh. Oleh karena itu mahasiswa perlu berusaha memotivasi diri untuk lebih menyenangi belajar matematika dan berusaha untuk mengatasi kesulitan dalam belajar matematika. Berdasarkan hasil observasi, khususnya untuk perkuliahan Trigonometri, hasil belajar mahasiswa belum sesuai yang diharapkan. Proses belajar mengajar belum cukup bermakna bagi mahasiswa. Mahasiswa hanya mengingat-ingat materi untuk keperluan ujian, setelah itu mereka melupakannya, sehingga berdampak pada kesulitan mahasiswa mengikuti perkuliahan lanjutan yang mempersyaratkan pemahaman Trigonometri. Bahkan beberapa mahasiswa harus memprogram ulang mata kuliah Trigonometri agar dapat lulus. Hal ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya penyajian materi masih bersifat monoton, sehingga mahasiswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk mengikuti perkuliahan. 38 ISSN 2477-409X and website: http://alphamath.ump.ac.id

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif memungkinkan mahasiswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerjasama dan berinteraksi dengan mahasiswa lainnya dan dosen, serta memungkinkan mahasiswa untuk membangun sendiri pengetahuannya. Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah tipe Snowball Throwing. Tipe ini tergolong yang mudah diterapkan. Melalui penerapan tipe ini, memungkinkan mahasiswa untuk lebih aktif dan dapat saling membantu. Mahasiswa diberi waktu untuk berpikir, merespon, dan saling membantu satu sama lain. Jika ada mahasiswa yang lupa konsep prasyarat, rekannya dapat membantu. Sistem penilaian peningkatan individu dan penilaian kerja tim dapat memotivasi mahasiswa untuk berperan aktif. Mahasiswa tidak memandang mahasiswa lain sebagai saingan atau ancaman, melainkan mitra yang mendukung untuk mencapai tujuan perkuliahan. Berdasarkan dasar pemikiran tersebut, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Trigonometri pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Slavin (1997) mengemukakan bahwa Cooperative learning refers to instructional methods in which students work together in small groups to help each other learn. Sedangkan Johnson (1994) menyatakan bahwa Cooperation is working together to accomplish shared goals. In cooperative learning situations there is a positive interdependence among students goal attainments: Students perceive that they can reach their learning goals if and only if the other students in the learning group also reach their goals. Pembelajaran kooperatif menekankan interaksi dan kerja sama tim. Tidak hanya satu orang anggota kelompok yang dianggap pandai saja yang menyelesaikan tugas sementara anggota lain diam menunggu, atau peserta didik duduk secara berkelompok tetapi masing-masing mengerjakan tugas secara individu. Seringkali peserta didik akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila didiskusikan dengan teman mereka. Untuk mengoptimalkan manfaat pembelajaran kooperatif, keanggotaan harus heterogen dari aspek sosial ekonomi maupun akademik, tapi yang terpenting adalah heterogenitas akademik. Dalam pembelajaran kooperatif, peserta didikakan terlatih untuk mendengarkan pendapat- 39

MUTMAINNAH Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball pendapat orang lain dan merangkum pendapat-pendapat tersebut dalam bentuk tulisan. Tugastugas kelompok akan memacu peserta didik untuk bekerja sama, saling membantu dalam mengintegrasikan pengetahuan-pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Menurut Arends (2008) ada tiga tujuan utama yang diharapkan dapat dicapai dalam pembelajaran kooperatif, yaitu prestasi akademik, penerimaan terhadap keanekaragaman, pengembangan keterampilan sosial. Ada enam fase utama dalam pembelajaran kooperatif. Tabel 1 menyajikan fase pembelajaran kooperatif menurut Arends (2008). Tabel 1. Sintaks Pembelajaran Kooperatif Fase Fase 1 Mengklasifikasikan tujuan dan establishing set Fase 2 Mempresentasikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam tim-tim belajar Fase 4 Membantu kerja tim dan belajar Fase 5 Mengujikan berbagai materi Fase 6 Pemberian pengakuan Perilaku Guru/Dosen Guru menjelaskan tujuan-tujuan pelajaran dan establishing set Guru mempresentasikan informasi kepada siswa secara verbal atau dengan teks Guru menjelaskan kepada siswa tata cara membentuk tim-tim belajar dan membantu kelompok untuk melakukantransisi yang efisien Guru membantu tim-tim belajar selama mereka mengerjakan tugasnya Guru menguji pengetahuan siswa tentang berbagai materi belajar atau kelompokkelompok mempresentasikan hasil-hasil kerjanya Guru mencari cara untuk mengakui usaha dan prestasi individual maupun kelompok Cara pemberian skor pada pembelajaran kooperatif sangat berperan untuk memotivasi peserta didik bekerja sama dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran yang diberikan. Setelah peserta didik mempelajari materi secara berkelompok, setiap peserta didik mengerjakan kuis secara individual dan memperoleh skor kuis serta nilai perkembangan. Nilai 40 ISSN 2477-409X and website: http://alphamath.ump.ac.id

perkembangan bergantung pada kemajuan yang dicapai peserta didik dengan memperhatikan skor kuis dan skor dasar. Skor dasar adalah rata-rata skor peserta didik yang bersangkutan untuk kuis-kuis terdahulu, dengan syarat materi yang diujikan pada kuis-kuis tersebut masih berada dalam satu topik. Pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit pada peserta didik, juga untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan peserta didik dalam menguasai materi tersebut. Ini merupakan cara yang efektif untuk mengubah pola belajar di dalam kelas. Teknik ini memberi peserta didik kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Pada model pembelajaran Snowball Throwing peserta didik dibentuk menjadi beberapa kelompok. Dipilih ketua kelompok yang akan mewakili kelompoknya untuk menerimma tugas dari pendidik/ dosen. Masing masing peserta didik membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas Pertanyaan) lalu dilempar ke peserta didik yang lain kemudian peserta tersebut menjawab pertanyaan dari bola yang didapatkan. Snowball Throwing melatih peserta didik untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan pertanyaan menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas kemudian dilemparkan ke peserta didik lain. Peserta didik yang menerima bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing adalah sebagai berikut: Tabel 2. Sintaks Pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing Fase Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4 Perilaku Guru/Dosen Guru/dosen menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru/dosen membentuk kelompok kelompok dan memanggil masing masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru/dosen kepada teman-temannya. Kemudian masing-masing peserta didik diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. 41

MUTMAINNAH Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Fase 5 Fase 6 Fase 7 Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik kepeserta didik yang lain selama + 15 menit. Setelah peserta didik dapat satu bola diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian Evaluasi untuk materi yang telah dibahas Fase 8 Penutup Apabila langkah-langkah tersebut dikaji, maka Snowball Throwing memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan menerapkan konsep, keterampilan berkomunikasi, dan mengajukan pertanyaan. Selain itu, peserta didik diharapkan akan tertantang untuk memikirkan dan memecahkan masalah yang diajukan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar Mahasiswa pada mata kuliah Trigonometri begitupun juga mata kuliah yang lain. Mata kuliah Trigonometri diajarkan pada semester I dengan bobot mata kuliah sebanyak 2 sks. Standar kompetensi untuk mata kuliah ini adalah memahami dan terampil melakukan analisis. Materi perkuliahan meliputi: Fungsi Trigonometri, Identitas Trigonometri, dan Pemakaian Trigonometri METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Menurut Kemmis dan Mc Taggart (Kunandar, 2008), penelitian tindakan kelas dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari. Penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian berdaur (cyclical). Setiap daur atau siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Penelitian dilakukan di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Matematika. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa IC, dipilih satu kelas sebagai fokus penelitian. Objek penelitian adalah proses dan hasil belajar Trigonometri mahasiswa. Penelitian dilaksanakan secara bersiklus. Satu siklus dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi dan evaluasi (observation and evaluation), dan refleksi (reflection). 42 ISSN 2477-409X and website: http://alphamath.ump.ac.id

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah: lembar observasi, tes hasil belajar dan angket respon. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik: teknik observasi, teknik tes dan teknik angket. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil observasi dan angket akan dianalisis secara kualitatif. Sedangkan data mengenai hasil belajar akan dianalisis secara kuantitatif dan menggunakan statistik deskriptif. Data aktivitas mahasiswa ditentukan oleh kesesuaian terhadap aktivitas ideal yang diindikasikan dengan waktu ideal yang ditetapkan. Data keterlaksanaan perkuliahan dinyatakan dalam bentuk skor rata-rata tingkat kemampuan dosen. Kemampuan dosen mengelola perkuliahan dikatakan efektif jika skor dari semua aspek yang dinilai berada pada kategori baik atau sangat baik. Data angket respon mahasiswa dianalisis dalam bentuk persentase. Respon mahasiswa dinyatakan positif jika jawaban terhadap pernyataan positif untuk setiap aspek yang direspon pada setiap komponen diperoleh persentase minimal 80%. Indikator untuk data hasil belajar dalam penelitian ini adalah minimal 85% dari keseluruhan subjek penelitian mencapai Nilai Standar Ketuntasan 75 dari skor ideal 100. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Tindakan dalam penelitian ini berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Tabel 3. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Mahasiswa pada siklus I Skor Kategori Frekuensi Persentase 0 < 75 Tidak Tuntas 21 65,63% 75 skor 100 Tuntas 11 34,37% Jumlah 32 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing materi trigonometri pada siklus I dengan perolehan skor 0 < 75 dalam kategori tidak tuntas dengan frekuensi 21 (65,63%) dan 75 skor 100 dalam kategori tuntas dengan frekuensi 11 (34,37%) dapat disimpulkan bahwa dalam siklus I belum tuntas dengan indikator keberhasilan 85%, Ketuntasan Belajar 75. Hasil refleksi pada siklus I, bahwa penelitian ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dan satu kali tes evaluasi, rata-rata 72,31. Hal ini terlihat bahwa ketuntasan yang telah ditetapkan 43

MUTMAINNAH Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball belum tercapai,maka peneliti bersama pengamat masih melakukanperbaikan pada siklus berikutnya. Tabel 4. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Mahasiswa pada siklus II Skor Kategori Frekuensi Persentase 0 < 75 Tidak Tuntas 4 12,50% 75 skor 100 Tuntas 28 87,50% Jumlah 32 100 Berdasarkan tabel 2 diatas dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing materi trigonometri pada siklus II dengan perolehan skor 0 < 75 dalam kategori tidak tuntas dengan frekuensi 4 (12,50%) dan 75 skor 100 dalam kategori tuntas dengan frekuensi 28 (87,50%). Hal ini menunjukkan bahwa adanya ketuntasan hasil belajar mahasiswa menjadi 81,87 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing materi trigonometri dapat disimpulkan bahwa dalam siklus II mengalami peningkatan dan tuntas dengan indikator keberhasilan 85%, ketuntasan belajar 75 dari semua mahasiswa. Setelah pelaksanaan tes siklus II, peneliti melakukan wawancara terhadap lima mahasiswa yang dianggap bisa mewakili dari mahasiswa-mahasiswa lain untuk memberikan komentar terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan hasil wawancara, semua responden suka belajar triginometri. Ini disebabkan materi yang diajarkan terkait dengan pemakaian trigonometri dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa-mahasiswa merasa tertantang dengan soal soal yang harus diselesaiakn dari soal yang dibuat oleh mahasiswa dari setiap kelompok lain yang kemudian digelindingkan. dalam hal ini dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Pada siklus II penelitian dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dan satu kali tes evaluasi, pada siklus ini terjadi peningkatan, baik dari keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran maupun dari hasil tes evaluasi. Sebanyak 28 dari 32 mahasiswa IC prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar telah mencapai ketuntasan hasil belajar 75. Berarti 78,50% dari seluruh mahasiswa telah mencapai ketuntasan. Dengan demikian indicator keberhasilan penelitian ini telah tercapai. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Trigonometri mahasiswa IC Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah 44 ISSN 2477-409X and website: http://alphamath.ump.ac.id

Makassar mengalami peningkatan melalui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. DAFTAR PUSTAKA Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach, Belajar untuk Mengajar, Edisi Ketujuh Buku Satu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach, Belajar untuk Mengajar, Edisi Ketujuh Buku Dua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Johnson, David W., dan Johnson, Roger T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning. Boston: Allyn and Bacon. Kunandar, 2008.Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Slavin, Robert E. 2011. Psikologi Pendidikan: teori dan praktik jilid 2. Jakarta: indeks. 45