Yudha Yudhanto, S.Kom

dokumen-dokumen yang mirip
LEBIH DEKAT DENGAN BARCODE

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bar code seperti di Gambar 1 kita melihat dua macam kode, yaitu kode berbentuk batang yang merupakan bar code atau kode yang bisa dibaca oleh

Yudha Yudhanto, S.Kom

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGELOLAAN DATA MAKAN KARYAWAN BERBASIS BARCODE SCANNER

Yudha Yudhanto, S.Kom

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Penggunaan Algoritma Pencocokkan Pola pada Sistem Barcode

PEMANFAATAN BARCODE UNTUK TRANSAKSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Aplikasi ANDROID. Cara Cepat Membuat. Yudha Yudhanto Lisensi Dokumen:

Pembuatan Sistem Dompet Elektronik. Untuk Sekolah Multi Jenjang X Berbasis Barcode. Risard Thendean Teknik Informatika

BAB II LANDASAN TEORI

Anda tentu sering melihat gambar bergaris seperti di atas pada sebuah kemasan produk?

Written by Administrator Thursday, 08 October :00 - Last Updated Sunday, 20 November :03

Yudha Yudhanto, S.Kom

Memasukkan file Flash Ke Delphi 7

Sofiyan Arif Kurniawan

Tugas Pengantar Sistem Operasi (PSO) How It Works

PENGANTAR KOMPRESI DATA

Fauzan Azmi Apa itu Search Engine. Cara Kerja Search Engine. Lisensi Dokumen:

SARAH ASTITI

Yudha Yudhanto, S.Kom

Kusuma Wardani

Sofiyan Arif Kurniawan

Anny Yuniarti

Komputer dan Masyarakat: Studi Sosial Komputer

Taufik Adi Sanjaya. Menampilkan file Pdf pada form Delphi, ( baca : Delphi 7 )

Virtual serial port, Solusi simulasi komunikasi serial computer dalam satu computer

Berikut ini contoh jenis-jenis peripheral dengan berbagai tugasnya:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lisensi Dokumen: Komunitas elearning IlmuKomputer.Com. Copyright IlmuKomputer.Com

Mau Ngepoin Wi-Fi?? inssider atau Xirrus lah Solusinya!!

Findra Kartika Sari Dewi

Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer dan Client Server

Eko Purwanto WEBMEDIA Training Center Medan

C# Part 1 Pengenalan Logika Basic

BAB I PENDAHULUAN. mall, supermarket, department store, shopping centre, waralaba, toko mini

Cara menghubungkan / mengkoneksikan database dinamis Microsoft Access dengan delphi menggunakkan ADOConnection dan ADOTable pada Delphi 7

Happy Chandraleka

PENGENALAN IPHOST NETWORK MONITOR

Sofiyan Arif Kurniawan

Lisensi Dokumen: Copyright IlmuKomputer.Com

M. Imron. R. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

Djoni Darmawikarta

Taufik Adi Sanjaya Website penulis :

Motion detection / deteksi gerakan dengan Delphi memanfaatkan komponen Video grabber (Share ware Version)

Mengenal Gerbang Logika (Logic Gate)

Cara menghubungkan / mengkoneksikan database dinamis Microsoft Access dengan delphi menggunakkan ADOConnection dan ADOQuerypada Delphi 7

Belajar Editor Power Full Vi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Ladjamudin (2005) Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai

APLIKASI TEKNOLOGI QR ( QUICK RESPONSE ) CODE IMPLEMENTASI YANG UNIVERSAL

Kusuma Wardani

Implementasi QRCode pada Resep Dokter

Software Wireless Tool InSSIDer untuk Monitoring Sinyal Wireless

Lisensi Dokumen: Tips : klik windows button (start), lalu cari web browser yang diinginkan. Copyright IlmuKomputer.Com

SISTEM MONITORING DISTRIBUSI BANTUAN BENCANA ALAM BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA FIRST-FIT

Slamet Riyanto

Simulasi dan Monitoring Protokol Dalam Tes Koneksi

Tombol input mikrokontroller ditampilkan pada form aplikasi yang dibangun dengan Delphi 7

MODEL PERPUSTAKAAN DIGITAL DI INDONESIA: SEBUAH USULAN 1

Yama Fresdian Dwi Saputro Pendahuluan

Menggunakan grafik / chart pada Borland Delphi 7

Indowebster media penyimpanan berbasis Cloud Computing

Cara Membuat Tampilan Menu yang Disertai Animasi Flash dalam Visual Basic Basic 6.0

Febri Aryanto ORCID id:

Aktifkan Multibyte String (Mbstring) Di WHM

Batra Yudha Pratama

Sistem Pakar Dasar. Ari Fadli

APLIKASI PENCATATAN KEHADIRAN MAHASISWA MENGGUNAKAN BARCODE DENGAN MEMANFAATKAN PEMROGRAMAN PHP (Studi Kasus di STT POMOSDA)



Menambah Lokasi Jaringan FTP pada My Computer

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PRESENSI GURU DAN KARYAWAN SMA NEGERI 1 MUNTILAN MENGUNAKAN MAGNETIC READER SKRIPSI

Raharjo

Krisna D. Octovhiana. 1.1 Apa itu Operator?

Journal Speed Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Volume 5 No ijns.org

Pencatat Digital Keluar Masuknya Beras dalam Gudang Berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 7.

Mohammad Jeprie

MONITORING KUAT SINYAL HOTSPOT (AP) MENGGUNAKAN inssider

Febri Aryanto

Fajar Syakhfari. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

Yama Fresdian Dwi Saputro

Tutorial Editor Pico. Askari Azikin

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gejala Pusat - Statistika

INSTALISASI COMPORT PADA DELPHI 7 By : Taufik Adi Sanjaya Website penulis :

BAB II PERANGKAT KERAS MASUKAN

Sekar Langit

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

InSSIDer. Noviatur Rohmah Penegretian SSID dan inssider. Lisensi Dokumen:

Perekam video dengan Delphi menggunakan komponen video grabber

Buku Petunjuk Manajer sambungan Edisi 1.0 ID

PENGENALAN ALGORITMA GENETIK

BAB 2 LANDASAN TEORI

BARCODE UNTUK SISTEM PRESENSI DAN AKSES ADMINISTRASI PERKULIAHAN MENGGUNAKAN PROGRAM DELPHI7

Transkripsi:

Sejarah Teknologi BARCODE Yudha Yudhanto, S.Kom yyudhanto@yahoo.com http://www.rumahstudio.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. 1. Sejarah Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi kode batang dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industri. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia, untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis. Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel patent application, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik. Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya kode batang dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC). Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan kode batang untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industri. 2. Kegunaan 1

Kode batang (barcode) terutama UPC, sudah menjadi bagian penting dalam peradaban modern. Penggunaan yang sudah tersebar luas menjadikan kode batang terus digunakan dan berkembang dengan baik,seperti: Hampir semua barang yang dijual di toko grosir, department store menggunakan dan memiliki kode batang UPC. Hal ini sangat membantu dalam melacak seluruh item yang dibeli dengan memunculkan harga dan data yang sebelumnya sudah program. Penggunaan pada kartu anggota Ritel (hampir seluruh toko ritel seperti alat olah raga, kosmetik, peralatan kantor, obat, dan factory outlet) untuk mengidentifikasikan konsumen yang menjadi anggota. Pelacakan gerakan item, termasuk sewa mobil, bagasi maskapai penerbangan. Sejak tahun 2005, maskapai menggunakan standar IATA 2D kode batang di boarding pass Beberapa 2D kode batang embed hyperlink halaman web page. Sebuah selular mampu dapat digunakan untuk membaca kode batang dan browsing situs yang terhubung. Pada 1970-an dan 1980-an, perangkat lunak kode sumber ini kadang-kadang dikodekan dalam kode batang dan dicetak di atas kertas. 3. Kategori Berdasarkan Kegunaan Terdapat 6 kategori barcode berdasarkan kegunaannya, yaitu: 1. Barcode untuk keperluan retail. Barcode untuk keperluan retail, salah satu contohnya adalah UPC (Universal Price Codes), biasanya digunakan untuk keperluan produk yang dijual di supermarket. 2. Barcode untuk keperluan packaging. Barcode untuk packaging biasanya digunakan untuk pengiriman barang, dan salah satunya adalah barcode tipe ITF. 3. Barcode untuk penerbitan. Barcode untuk keperluan penerbitan, sering digunakan pada penerbitan suatu produk, misalkan barcode yang menunjukkan ISSN suatu buku. 4. Barcode untuk keperluan farmasi. Barcode untuk keperluan farmasi biasanya digunakan untuk identifikasi suatu produk obat-obatan. Salah satu barcode farmasi adalah barcode jenis HIBC. 5. Barcode untuk keperluan non retail. Barcode untuk kepentingan non retail, misalkan barcode untuk pelabelan buku-buku yang ada di perpustakaan. Salah satu tipe barcode untuk keperluan non retail ini adalah Code 39. 6. Barcode untuk keperluan lain. Industri pengguna barcode dapat di lihat kembali sepanjang tahun 1960, yang dipakai untuk mengidentifikasi lintasan mobil (railroad car). Barcode linear umum dengan kode barcode UPC (universal product code) mulai dipakai pada papan rak grosir pada awal 1970 untuk mengotomasi proses indentifikasi barang-barang grosir. Saat ini, barcode ada dimana-mana dan digunakan untuk identifikasi di hampir semua bidang bisnis. Ketika teknologi barcode di terapkan dalam proses bisnis, maka ada prosedur yang terotomasi untuk meningkatkan produktifitas dan mengurangi kesalahan manusia. Barcode digunakan kapanpun ketika ada kebutuhan untuk keakuratan identifikasi atau melacak sesuatu. 2

4. Pengertian Barcode Sebuah kode batang (atau barcode) adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang. Walaupun ada beragam simbol dan penggunaan tetapi semua tujuan yang sama yaitu mengencode string karakter sebagai garis batang atau spasi. 5. Tipe Barcode, Simbol dan Standard Tipe-tipe barcode yang digunakan tergantung dari beberapa variable yaitu: Standard dan instruksi Tujuan dan penggunaan Encoding data Cetak dan atau metode decoding Ada beberapa tipe barcode berbeda untuk tujuan yang berbeda, hal ini dinamakan dengan simbol atau symbology. Setiap tipe simbol atau tipe barcode merupakan standard yang menjelaskan simbol yang tercetak dan bagaimana peralatannya seperti barcode scanner, membaca dan mendecoding simbol yang tercetak tersebut. Standard industri biasanya dibangun ketika perusahaan banyak (multiple) melibatkan proses ID. Standard tidak begitu penting sama seperti simbol barcode. Standard barcode menjelaskan bagaimana menggunakan simbol barcode didalam situasi khusus. Sebagai contoh label buku yang menggunakan ISBN dan secara berkala menggunakan simbol EAN-13 (EAN = European Articel Number) seperti gambar dibawah ini. 6. Teknologi Pembacaan Mana Yang Cocok Untuk Usaha Anda? Teknologi pembacaan (scanning) yang mengalami pengembangan akan memberikan banyak 3

pilihan dalam solusi pengambilan data. Hingga saat ini ada 2 macam peralatan pengambilan data yaitu laser scanner dan digital imager. Memang tidak mudah juga menentukan teknologi pembacaan mana yang sesuai untuk aplikasi kita. Mengetahui keuntungan dan aplikasi ke-2 teknologi ini merupakan langkah awal membuat keputusan dalam pemilihan teknologinya. Namun kunci dalam penentuan pemilihan teknologi pembacaan adalah kebutuhan dan anggaran yang ada. 7. Symbology Baik teknologi dengan laser scanner dan digital imager telah diprogram untuk mendecode simbol-simbol atau bahasa tertentu dari barcode. Symbology yang digunakan dalam aplikasi dapat membantu dalam menentukan teknologi pembacaan. Hal ini akan memberikan banyak keuntungan. Penggunaan simbol 2 dimensi (2D) yang banyak dipakai di swalayan akan lebih tepat menggunakan digital imager. Namun untuk aplikasi yang tidak membutuhkan pembacaan barcode 2D, laser scanner adalah pilihan yang bagus. Berikut ini diberikan contoh barcode 1D (kiri) dan 2D (kanan). 8. Laser Scanner Laser scanner memberikan hasil baca yang akurat, hal ini akan bermanfaat bagi operator untuk mencapai produktifitas kerjanya. Laser scanner cukup handal untuk mendekoding barcode dengan jangkauan yang lebar dan dapat mencapai 50% lebih dari jangkauan digital imager. Karena teknologi pembacaan laser telah di sempurnakan maka scanner ini sedikit mahal dibanding digital imager. Meskipun laser scanner tidak bisa membaca simbol-simbol 2D tapi bisa membaca simbol yang mirip 2D yaitu PDF417. Laser scanner memiliki sejumlah keuntungan dalam banyak aplikasi dan bisa menjadi pilihan teknologi yang dapat dipertimbangkan yaitu: Mendecoding pada jarak yang jauh 4

Mendecoding UPC/EAN dan barcode 1D lain yang dipakai di swalayan Aplikasi yang membutuhkan toleransi gerakan Tempat-tempat perbelanjaan Disamping laser scanner terbukti memiliki keutungan dalam aplikasi tertentu, namun dalam kondisi lain bisa lebih cocok menggunakan digital imager atau kombinasi kedua teknologi tersebut. Berikut ini diberikan contoh simbol PDF417. 9. Digital Imager Lebih lanjut tentang barcode 1D, digital imager yang kadang dinamakan dengan area imager dapat mendecode barcode 2D. Barcode 2D dapat di encode untuk banyak informasi daripada barcode 1D, membuat digital imager untuk transportasi, logistik dan aplikasi tracking. Digital imager memungkinkan pembacaan barcode secara omni-directional, mengurangi kebutuhan menampung peralatan scanning. Dalam hal pembacaan, digital imager berkinerja tinggi dapat mengambil dan mentranfer gambar dan membaca dokumen. Digital imager mempunyai kapabilitas pembacaan direct part marking (DPM) yaitu suatu metode menandai suatu produk secara permanen. DPM semakin populer dan memungkinkan sebuah produk dapat dilacak. Digital imager memiliki banyak keuntungan dalam aplikasi tertentu yaitu: Mendekoding semua jenis barkode 1D dan 2D Mendekoding DPM Mendekoding informasi tracking Mengambil /capture gambar untuk managemen inventory Mengkombinasi decoding barcode, capture gambar dan capture tanda tangan dalam peralatan tunggal 10. Mau Pilih yang Mana? Ketika dipakai dalam tempat yang tepat, laser scanner dan digital imager memiliki beberapa keunggulan. Sekali waktu, memungkinkan penggunaan kombinasi kedua teknologi tersebut. Keduanya bisa menambah produktifitas, memperbaiki efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Ketika memilih teknologi data capture, kita harus menerapkan analisis yang mendalam terhadap kemampuan dan keuntungan masing-masing teknologi ini. Mengenal ke-2 teknologi ini akan mejadi kunci yang memberi keuntungan terhadap usaha anda. Sumber : 5

- http://id.wikipedia.org/wiki/kode_batang - http://www.tokodata.com - The Bar Code Book: Reading, Printing, and Specification of Bar Code Symbols, by Roger C. Palmer - Berbagai link dan sumber Biografi Penulis Yudha Yudhanto, S.Kom Alumnus SMKN 2 Surakarta dan menamatkan S-1 di UNIKOM Bandung. Aktif menulis di IKC (Ilmu Komputer.Com), Rumahstudio.com dan Rubrik Tren Teknologi di Majalah MaPI. Saat ini sebagai Dosen, freelancer dan webmaster beberapa situs. Dan bekerja di salah satu Software house terkemuka di Surakarta dan di Bandung. Email : yyudhanto@yahoo.com, Telp. 0858 79 03 79 20 6