Kompetensi Lulusan Jurusan Arsitektur JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013
Kompetensi Lulusan Jurusan Arsitektur
Kompetensi lulusan Berdasarkan tujuan program pendidikan di Jurusan Arsitektur, maka proses pembelajaran adalah mempersiapkan sarjana arsitektur yang siap mengembangkan diri sebagai seorang calon arsitek profesional melalui pendidikan akademik strata 1 dengan kompetensi utama menjadi tenaga ahli di bidang perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengelolaan, dan penelitian lingkungan binaan berkelanjutan. Setiap lulusan diharapkan memiliki kemampuan kognitif, (intelektual quotion/ knowledge/ pengetahuan), psikomotorik (psychomotoric skills) dan afektif (emotional quotion/ sikap dan nilai) yang utuh (dalam derajat tertentu) dan menyatu dalam perilaku. A. KEMAMPUAN KOGNITIF DAN PSIKOMOTORIK Kompetensi tersebut, khususnya kemampuan kognitif dan psikomotorik, dalam Struktur Kurikulum diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu Kompetensi Utama, Kompetensi Pendukung dan Kompetensi Lain. Kompetensi Utama merupakan kemampuan minimal untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi/jurusan; kompetensi ini terdistribusi ke dalam 21 mata kuliah dengan total 84 sks. Kompetensi Pendukung, merupakan kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan; kompetensi ini terdistribusi ke dalam 14 mata kuliah dengan total 42 sks. Sedangkan, Kompetensi Lain, merupakan kemampuan yang ditambahkan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi; kompetensi ini terdistribusi ke dalam 6 mata kuliah dengan total 18 sks. Lihat pula Lampiran 1. Kriteria lulusan mengacu pada beberapa kriteria kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku (Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI dan Surat Keputusan Dirjen Dikti) dan standar yang telah ditetapkan oleh Union of International Architects (UIA) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) selama siswa menempuh pendidikan tinggi arsitektur. Kriteria lulusan yang ditetapkan oleh UIA dan IAI selama siswa menempuh pendidikan KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 1
tinggi arsitektur mencakup tiga tingkat pencapaian, yaitu kepekaan (awareness), pengertian (understanding), dan kemampuan (ability). Kepekaan, adalah penguasaan seseorang yang dibuktikan dengan cara memperlihatkan kemampuan mengulangi apa yang disodorkan kepadanya. Pengertian, adalah penguasaan/kemampuan seseorang untuk menjelaskan apa yang telah dipahaminya; yang bersangkutan harus membuktikan dengan jalan mampu menjelaskan baik gejala yang dialaminya maupun teori-teori yang mendukungnya, bukan dengan mengutip pendapat pihak lain melainkan dengan kata dan kalimat yang disusunnya sendiri. Kemampuan, adalah penguasaan terhadap berbagai jenis pengetahuan spesifik dan ketrampilan yang perlu ditampilkan melalui rancangan/desain arsitektur. Yang bersangkutan harus mampu membuktikan penguasaannya melalui contoh-contoh pemecahan persoalan yang berkaitan dengan pengetahuan yang dimaksud. Dengan pembuktian tersebut yang bersangkutan sudah dianggap telah menjalani tahap mengenal, membedakan dan mengulangi. Sedangkan, penampilan melaui rancangan tersebut harus ditunjukkan dalam bentuk suatu hasil pekerjaan berikut penjelasannya, mulai dari gagasan awal sampai dengan hasil-akhir. Kriteria lulusan yang ditetapkan oleh UIA dan IAI tersebut sebanyak 37 butir dengan tiga tingkat pencapaian yaitu: kepekaan/awareness (9), pengertian / understanding (14), dan kemampuan / ability (14). Ke-37 butir kriteria lulusan itu adalah sbb: 1. verbal skills (kemampuan) 2. graphic skills (kemampuan) 3. research skills (kemampuan) 4. critical thinking skills (kemampuan) 5. fundamental design skills (kemampuan) 6. collaborative skills (kemampuan) 7. human behavior (kepekaan) 8. human diversity (kepekaan) 9. history and precedent (kemampuan) 10. national and regional traditions (pengertian) 11. western traditions (pengertian) > catatan: IAI telah menukarkan KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 2
12. non-western traditions (kepekaan) > posisi no. 11 & 12 13. environmental conservation (pengertian) 14. accessibility (kemampuan) 15. site condition (kemampuan) 16. formal ordering systems (pengertian) 17. structural systems (pengertian) 18. building life-safety systems (pengertian) 19. building envelope systems (pengertian) 20. building environmental systems (pengertian) 21. building service systems (pengertian) 22. building systems integration (kemampuan) 23. legal responsibilities (pengertian) 24. building code compliance (pengertian) 25. building materials and assemblies (pengertian) 26. building economics and cost control (kepekaan) 27. detailed design development (kemampuan) 28. graphic documentation (kemampuan) 29. comprehensive design (kemampuan) 30. program preparation (kemampuan) 31. the legal context of architecture practice (kepekaan) 32. practice organization and management (kepekaan) 33. contracts and documentation (kepekaan) 34. professional internship (pengertian) 35. breadth of the architect s role (kepekaan) 36. past and present conditions for architecture (pengertian) 37. ethics and professional jugment (kepekaan) B. KEMAMPUAN AFEKTIF Kemampuan afektif (emotional quotion/ sikap dan nilai) yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan adalah: 1. Menjadikan keridhoan Tuhan sebagai motivasi dalam bekerja. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 3
2. Menjunjung tinggi norma moral, norma hukum, norma sopan santun, dan etika profesi. 3. Mengembangkan kejujuran, kedisiplinan, keingintahuan, daya kritis, kepercayaan diri, kematangan emosi, kooperatif, dapat dipercaya, empatik dan spiritualistis. 4. Mempunyai etos kerja yang tinggi, dan melaksanakan usaha terbaiknya dalam bekerja. 5. Mengerti dan memahami pentingnya pembelajaran yang berlangsung tiada henti (life-long learning). 6. Mampu menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja dan dapat bekerjasama dalam kelompok (team work). 7. Mandiri dan berfikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi secara profesional. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 4
Lampiran 1: KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 1
Lampiran 2: 13 BUTIR KUALIFIKASI DASAR ARSITEK Ke-13 butir kualifikasi dasar (kompetensi) arsitek yang telah ditetapkan oleh UIA yang harus dipenuhi setelah melalui pendidikan (5 tahun) dan magang (2 tahun) yang disyaratkan, dan dibuktikan dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, agar dapat diakui berkualifikasi profesional (registration, licensing, certification) untuk praktek arsitektur. Ke-13 persyaratan itu dikualifikasikan dalam tiga tingkat penguasaan: 7 butir knowledge (pengetahuan); 4 butir understanding (mengerti/memahami); 2 butir ability / skill (kemampuan/keterampilan). yaitu: 1. Kemampuan untuk menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan persyaratan teknis dan bertujuan melestarikan lingkungan. 2. Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi, dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia. 3. Pengetahuan tentang seni dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur. 4. Pengetahuan yang memadai tentang perencanaan dan perancangan kota serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses perencanaan itu. 5. Mengerti hubungan antara manusia dan bangunan dan antara bangunannya, lingkungannya serta kebutuhan menghubungkan bangunan-bangunan dengan ruang diantaranya untuk kepentingan manusia dan skalanya. 6. Pengetahuan yang memadahi tentang cara mencapai perancangan yang dapat mendukung lingkungan yang berkelanjutan. 7. Mengerti makna profesi dan peran arsitek dalam masyarakat terutama pada hal-hal yang menyangkut kepentingan masalah-masalah sosial. 8. Mengerti persiapan untuk sebuah pekerjaan perancangan dan cara-cara pengumpulan data. 9. Mengerti masalah-masalah perancangan struktur, konstruksi, dan enjinering (rekayasa) yang berhubungan dengan rancangan bangunan. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 1
10. Pengetahuan yang memadai tentang masalah fisika bangunan, teknologi dan fungsi bangunan dalam kaitannya dengan kenyamanan bangunan dan perlindungan terhadap iklim. 11. Memiliki ketrampilan merancang dan memenuhi kebutuhan bangunan dalam batas-batas yang diberikan oleh anggaran biaya dan peraturan bangunan. 12. Pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi dan prosedur dalam penerjemahan komsep rancangan menjadi wujud bangunan serta menyatukan rencana ke dalam suatu perencanaan yang menyeluruh 13. Pengetahuan yang memadai mengenai pandangan manajemen proyek dan pengendalian biaya. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 2
Lampiran 3: A.B.E.T. ENGINEERING CRITERIA 2000 Standar mutu kelulusan teknik, pada umumnya mengacu kepada A.B.E.T. Engineering Criteria 2000. 1. Kemampuan penerapan ilmu dasar dan keinsinyuran. 2. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian. 3. Kemampuan merekayasa komponen, sistem atau proses. 4. Kemampuan menangani masalah keinsinyuran. 5. Kemampuan bekerjasama antar kejuruan. 6. Ketaatan pada kode etik insinyur dan tatalaku profesional. 7. Kemampuan interaksi sosial (termasuk komunikasi). 8. Pemahaman dampak lingkungan, sosial dan global. 9. Kesadaran dan kemampuan untuk senantiasa belajar bagi peningkatan kemampuan. 10. Pemahaman akan hal-ikhwal mutakhir. 11. Ketrampilan praktek keinsinyuran. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 3