Kompetensi Lulusan Jurusan Arsitektur

dokumen-dokumen yang mirip
15/06/2011. Education EDUCATION

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI ARSITEK (TRANSISIONAL) IKATAN ARSITEK INDONESIA. Edisi 2007, cetakan pertama 2007

MENITI JALAN KEARAH PROFESIONALISME ARSITEK : ANTARA PROSES DAN HARAPAN

Standard Guru Penjas Nasional (Rumusan BSNP)

LO = CP, CAPAIAN PEMBELAJARAN

policy? pedoman? metoda? model belajar? ?...?...?

SILABUS. Mata Kuliah Permukiman

Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Arsitektur Lanskap

BAB I PENDAHULUAN. Kualitas lembaga pendidikan dan kurikulum yang digunakan menjadi. lulusan tersebut akan memiliki profesionalitas yang baik pula.

KODE ETIK DOSEN, TENAGA KEPENDIDIKAN & MAHASISWA UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

STANDAR PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER (S P P A)

PROPOSAL PENDIRIAN PROGRAM PROFESI ARSITEKTUR

Dokumen Kurikulum Program Studi : Arsitektur

KURIKULUM 2008 DAN KONVERSI (bila mahasiswa mengalami kesulitan silakan menghubungi Dosen Pembimbing Akademik masing-masing)

SPESIFIKASI DAN KOMPETENSI LULUSAN PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

KURIKULUM TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

2017, No di bidang arsitektur, dan peningkatan mutu karya arsitektur untuk menghadapi tantangan global; d. bahwa saat ini belum ada pengaturan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) PROFESI KETEKNIKAN TPT-1011 OLEH :

Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Informatika

Interpersonal Communication Skill

PROGRAM SARJANA. Kompetensi Lulusan

JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN AKUNTANSI

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ARSITEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No di bidang arsitektur, dan peningkatan mutu karya arsitektur untuk menghadapi tantangan global; d. bahwa saat ini belum ada pengaturan

PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALUI KEGIATAN PPL KEPENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN LESSON STUDY. ( As ari Djohar )

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERTAMBANGAN SIKAP

KKNI Teknik Elektro Indonesia

Permendiknas No.16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik Dan Kopetensi Guru

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 61/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang KODE ETIK DOSEN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

PROFIL LULUSAN & CAPAIAN PEMBELAJARAN

KETERAMPILAN-KETERAMPILAN MENGAJAR

No Indonesia. Selain itu, hasil karya Arsitektur dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Dalam melakukan kegiat

BUKU KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PENGARUH JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN SISWA XI IPA MENGENAI FAKULTAS TEKNIK DI SMA 36 JAKARTA

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

PENGEMBANGAN PROFESI GURU SD/MI. Udin S. Sa ud, Ph.D

3.3. JURUSAN AKUNTANSI VISI

Soft Skills? Apa dan Bagaimana. Pengembangan Soft Skills untuk meningkatkan mutu lulusan:

Usulan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri Berbasis KKNI

KURIKULUM 2015 PRODI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

PROSEDUR DAN MEKANISME SERTIFIKASI GURU

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Deskripsi Umum, Learning Outcomes, dan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri

Visi, Misi dan Tujuan


BAB II KAJIAN PUSTAKA

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI 1 Lembar Pengesahan 2 Daftar Distribusi 2 Catatan Perubahan 2

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN YANG MENGACU PADA KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDODNESIA (KKNI)

BAB I PENDAHULUAN. regional, nasional maupun internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut,

F-0653 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd

BAB IV STANDAR KOMPETENSI GURU. Setelah membaca materi ini mahasiswa diharapkan memahami standar

2 Menetapkan : Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas P

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kerangka dan tujuan organisasi.masalah kompetensi itu menjadi penting,

TAHAPAN PENYUSUNAN KURIKULUM

F-0653 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

MANUAL PROSEDUR STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI DOSEN

PEDOMAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR

No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/ PAUD Kompetensi Pedagodik

C. Tujuan. D. Profil Lulusan

DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN NONFORMAL DIREKTORAL JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KODE ETIK DOSEN STIKOM DINAMIKA BANGSA

Penyusunan Kurikulum S1 Teknik Informatika ITB Ayu Purwarianti, Ph. D.

RAPIMNAS PII 10 Oktober 2016

Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

PROGRAM STUDI D3 TEKNOLOGI KONSTRUKSI BANGUNAN SIPIL SIKAP

KOMPETENSI PENDIDIK (GURU PAUD, GURU PENDAMPING, GURU PENDAMPING MUDA) 1 KOMPETENSI GURU PAUD

PROGRAM PROFESI ARSITEKTUR (PROPOSAL)

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN SIKAP

Implementasi Permen No 44 tahun 2015

Informatika. Penyusunan Kurikulum S1 Teknik Informatika ITB. Organisasi pada STEI 6/14/2013

PROGRAM STUDID4TEKNOLOGI REKAYASA PERANGKAT LUNAK SIKAP

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran sehingga menimbulkan hasil yang sesuai dengan proses yang telah

tip.ub.ac.id Rumusan Hasil Workshop Peningkatan Daya Saing Global Lulusan PS Industri Pertanian Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Tekno

S1 Akuntansi. Visi. Misi

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER. METODOLOGI PENELITIAN BIO 4013 (2 sks) Semester V

BAB II KAJIAN TEORITIS

Kurikulum Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

STANDAR KOMPETENSI GURU (Permendiknas No. 16 Tahun 2007)

KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA KL.UJM-JM-FE-UB.01

ETIKA AKADEMIK. Program Studi D3 Keperawatan

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perubahan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan

Kurikulum Berbasis KKNI

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PENDIDIKAN KARAKTER

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU. Dr. Ali Mustadi, M. Pd NIP

BAB I PENDAHULUAN. interior telah mengalami banyak perkembangan dan permintaan desain yang semakin

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Capaian Pembelajaran Profesi Gizi terhadap Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL SIKAP

PENJABARAN KKNI JENJANG KUALIFIKASI V KE DALAM LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN INFORMATIKA PROGRAM DIPLOMA IPB 2012

BAB I PENDAHULUAN. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi.

DINAMIKA KEMAHASISWAAN DAN ARAH KEBIJAKAN UNY DALAM PEMBINAAN KEMAHASISWAAN. Oleh Herminarto Sofyan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kerja praktik

Transkripsi:

Kompetensi Lulusan Jurusan Arsitektur JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013

Kompetensi Lulusan Jurusan Arsitektur

Kompetensi lulusan Berdasarkan tujuan program pendidikan di Jurusan Arsitektur, maka proses pembelajaran adalah mempersiapkan sarjana arsitektur yang siap mengembangkan diri sebagai seorang calon arsitek profesional melalui pendidikan akademik strata 1 dengan kompetensi utama menjadi tenaga ahli di bidang perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengelolaan, dan penelitian lingkungan binaan berkelanjutan. Setiap lulusan diharapkan memiliki kemampuan kognitif, (intelektual quotion/ knowledge/ pengetahuan), psikomotorik (psychomotoric skills) dan afektif (emotional quotion/ sikap dan nilai) yang utuh (dalam derajat tertentu) dan menyatu dalam perilaku. A. KEMAMPUAN KOGNITIF DAN PSIKOMOTORIK Kompetensi tersebut, khususnya kemampuan kognitif dan psikomotorik, dalam Struktur Kurikulum diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu Kompetensi Utama, Kompetensi Pendukung dan Kompetensi Lain. Kompetensi Utama merupakan kemampuan minimal untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi/jurusan; kompetensi ini terdistribusi ke dalam 21 mata kuliah dengan total 84 sks. Kompetensi Pendukung, merupakan kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan; kompetensi ini terdistribusi ke dalam 14 mata kuliah dengan total 42 sks. Sedangkan, Kompetensi Lain, merupakan kemampuan yang ditambahkan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi; kompetensi ini terdistribusi ke dalam 6 mata kuliah dengan total 18 sks. Lihat pula Lampiran 1. Kriteria lulusan mengacu pada beberapa kriteria kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku (Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI dan Surat Keputusan Dirjen Dikti) dan standar yang telah ditetapkan oleh Union of International Architects (UIA) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) selama siswa menempuh pendidikan tinggi arsitektur. Kriteria lulusan yang ditetapkan oleh UIA dan IAI selama siswa menempuh pendidikan KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 1

tinggi arsitektur mencakup tiga tingkat pencapaian, yaitu kepekaan (awareness), pengertian (understanding), dan kemampuan (ability). Kepekaan, adalah penguasaan seseorang yang dibuktikan dengan cara memperlihatkan kemampuan mengulangi apa yang disodorkan kepadanya. Pengertian, adalah penguasaan/kemampuan seseorang untuk menjelaskan apa yang telah dipahaminya; yang bersangkutan harus membuktikan dengan jalan mampu menjelaskan baik gejala yang dialaminya maupun teori-teori yang mendukungnya, bukan dengan mengutip pendapat pihak lain melainkan dengan kata dan kalimat yang disusunnya sendiri. Kemampuan, adalah penguasaan terhadap berbagai jenis pengetahuan spesifik dan ketrampilan yang perlu ditampilkan melalui rancangan/desain arsitektur. Yang bersangkutan harus mampu membuktikan penguasaannya melalui contoh-contoh pemecahan persoalan yang berkaitan dengan pengetahuan yang dimaksud. Dengan pembuktian tersebut yang bersangkutan sudah dianggap telah menjalani tahap mengenal, membedakan dan mengulangi. Sedangkan, penampilan melaui rancangan tersebut harus ditunjukkan dalam bentuk suatu hasil pekerjaan berikut penjelasannya, mulai dari gagasan awal sampai dengan hasil-akhir. Kriteria lulusan yang ditetapkan oleh UIA dan IAI tersebut sebanyak 37 butir dengan tiga tingkat pencapaian yaitu: kepekaan/awareness (9), pengertian / understanding (14), dan kemampuan / ability (14). Ke-37 butir kriteria lulusan itu adalah sbb: 1. verbal skills (kemampuan) 2. graphic skills (kemampuan) 3. research skills (kemampuan) 4. critical thinking skills (kemampuan) 5. fundamental design skills (kemampuan) 6. collaborative skills (kemampuan) 7. human behavior (kepekaan) 8. human diversity (kepekaan) 9. history and precedent (kemampuan) 10. national and regional traditions (pengertian) 11. western traditions (pengertian) > catatan: IAI telah menukarkan KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 2

12. non-western traditions (kepekaan) > posisi no. 11 & 12 13. environmental conservation (pengertian) 14. accessibility (kemampuan) 15. site condition (kemampuan) 16. formal ordering systems (pengertian) 17. structural systems (pengertian) 18. building life-safety systems (pengertian) 19. building envelope systems (pengertian) 20. building environmental systems (pengertian) 21. building service systems (pengertian) 22. building systems integration (kemampuan) 23. legal responsibilities (pengertian) 24. building code compliance (pengertian) 25. building materials and assemblies (pengertian) 26. building economics and cost control (kepekaan) 27. detailed design development (kemampuan) 28. graphic documentation (kemampuan) 29. comprehensive design (kemampuan) 30. program preparation (kemampuan) 31. the legal context of architecture practice (kepekaan) 32. practice organization and management (kepekaan) 33. contracts and documentation (kepekaan) 34. professional internship (pengertian) 35. breadth of the architect s role (kepekaan) 36. past and present conditions for architecture (pengertian) 37. ethics and professional jugment (kepekaan) B. KEMAMPUAN AFEKTIF Kemampuan afektif (emotional quotion/ sikap dan nilai) yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan adalah: 1. Menjadikan keridhoan Tuhan sebagai motivasi dalam bekerja. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 3

2. Menjunjung tinggi norma moral, norma hukum, norma sopan santun, dan etika profesi. 3. Mengembangkan kejujuran, kedisiplinan, keingintahuan, daya kritis, kepercayaan diri, kematangan emosi, kooperatif, dapat dipercaya, empatik dan spiritualistis. 4. Mempunyai etos kerja yang tinggi, dan melaksanakan usaha terbaiknya dalam bekerja. 5. Mengerti dan memahami pentingnya pembelajaran yang berlangsung tiada henti (life-long learning). 6. Mampu menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja dan dapat bekerjasama dalam kelompok (team work). 7. Mandiri dan berfikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi secara profesional. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 4

Lampiran 1: KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 1

Lampiran 2: 13 BUTIR KUALIFIKASI DASAR ARSITEK Ke-13 butir kualifikasi dasar (kompetensi) arsitek yang telah ditetapkan oleh UIA yang harus dipenuhi setelah melalui pendidikan (5 tahun) dan magang (2 tahun) yang disyaratkan, dan dibuktikan dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, agar dapat diakui berkualifikasi profesional (registration, licensing, certification) untuk praktek arsitektur. Ke-13 persyaratan itu dikualifikasikan dalam tiga tingkat penguasaan: 7 butir knowledge (pengetahuan); 4 butir understanding (mengerti/memahami); 2 butir ability / skill (kemampuan/keterampilan). yaitu: 1. Kemampuan untuk menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan persyaratan teknis dan bertujuan melestarikan lingkungan. 2. Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi, dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia. 3. Pengetahuan tentang seni dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur. 4. Pengetahuan yang memadai tentang perencanaan dan perancangan kota serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses perencanaan itu. 5. Mengerti hubungan antara manusia dan bangunan dan antara bangunannya, lingkungannya serta kebutuhan menghubungkan bangunan-bangunan dengan ruang diantaranya untuk kepentingan manusia dan skalanya. 6. Pengetahuan yang memadahi tentang cara mencapai perancangan yang dapat mendukung lingkungan yang berkelanjutan. 7. Mengerti makna profesi dan peran arsitek dalam masyarakat terutama pada hal-hal yang menyangkut kepentingan masalah-masalah sosial. 8. Mengerti persiapan untuk sebuah pekerjaan perancangan dan cara-cara pengumpulan data. 9. Mengerti masalah-masalah perancangan struktur, konstruksi, dan enjinering (rekayasa) yang berhubungan dengan rancangan bangunan. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 1

10. Pengetahuan yang memadai tentang masalah fisika bangunan, teknologi dan fungsi bangunan dalam kaitannya dengan kenyamanan bangunan dan perlindungan terhadap iklim. 11. Memiliki ketrampilan merancang dan memenuhi kebutuhan bangunan dalam batas-batas yang diberikan oleh anggaran biaya dan peraturan bangunan. 12. Pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi dan prosedur dalam penerjemahan komsep rancangan menjadi wujud bangunan serta menyatukan rencana ke dalam suatu perencanaan yang menyeluruh 13. Pengetahuan yang memadai mengenai pandangan manajemen proyek dan pengendalian biaya. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 2

Lampiran 3: A.B.E.T. ENGINEERING CRITERIA 2000 Standar mutu kelulusan teknik, pada umumnya mengacu kepada A.B.E.T. Engineering Criteria 2000. 1. Kemampuan penerapan ilmu dasar dan keinsinyuran. 2. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian. 3. Kemampuan merekayasa komponen, sistem atau proses. 4. Kemampuan menangani masalah keinsinyuran. 5. Kemampuan bekerjasama antar kejuruan. 6. Ketaatan pada kode etik insinyur dan tatalaku profesional. 7. Kemampuan interaksi sosial (termasuk komunikasi). 8. Pemahaman dampak lingkungan, sosial dan global. 9. Kesadaran dan kemampuan untuk senantiasa belajar bagi peningkatan kemampuan. 10. Pemahaman akan hal-ikhwal mutakhir. 11. Ketrampilan praktek keinsinyuran. KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN ARSITEKTUR 3