BOTANI UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA

dokumen-dokumen yang mirip
Morfologi alat hara. Kuliah III

terjadi dua cabang yang sama besarnya.ch. paku endam (Gleichenia linearis Clarke).

E. Pangkal Daun (Basis Folii)

BAB II TINJAUN TEORITIS

POKOK BAHASAN 3. STRUKTUR MORFOLOGI DAUN (FOLIUM)

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI MENGENAL MACAM MACAM TEPI DAUN

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI MORFOLOGI DAN KLASIFIKASI DAUN

A. Struktur Akar dan Fungsinya

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN Hakikat Pemahaman tentang Bentuk-Bentuk Daun pada Tumbuhan

A : JHONI ILMU PENGETAHUAN ALAM IV IPA SD KELAS IV

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY DARUSSALAM, BANDA ACEH 2016 M/1437 H

BERDASAR ADA TIDAKNYA BANTANG

HASIL. Gambar 1 Permukaan atas daun nilam Aceh. Gambar 2 Permukaan atas daun nilam Jawa.

6. Panjang helaian daun. Daun diukur mulai dari pangkal hingga ujung daun. Notasi : 3. Pendek 5.Sedang 7. Panjang 7. Bentuk daun

KELAS IV SEMESTER 1 TUMBUHAN PENYUSUN : THERESIA DWI KURNIAWATI

Spermatophyta Angiospermae Dicotyledoneae Araucariales Araucariaceae Agathis Agathis dammara Warb.

Lili paris ( Chlorophytum comosum Landep (Barleria prionitis L.) Soka(

SUBDIVISI KEANEKARAGAMAN AFFINSYAH ARRAFIQAH RAHMAH

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sebelumnya yang menjadi acuan yaitu sebagai berikut: Penelitian yang

ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN. Pertemuan Ke-5

IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN Rhoeo discolor Pada UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PERTULANGA G N D AUN

Ilmu Pengetahuan Alam

Perdu Perdu Perdu Herba Herba Liana Ruang lingkup Dendrologi Peranan dendrologi dalam kehutanan

Struktur Dasar dan Terminologi Tumbuhan Berbiji

ANATOMI DAN MORFOLOGI DAUN

STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN I

Struktur Dasar dan Terminologi Tumbuhan Berbiji

MATERI DAN METODE. Gambar 3.1.Lokasi Penelitian

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB. Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya

LAPORAN PRAKTIKUM EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA ACARA I EVALUASI LUAS DAUN. Oleh : Apriliane Briantika Louise NIM A1L013055

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN (Klasifikasi) By Luisa Diana Handoyo, M.Si.

Menurut konfigurasi helaian, daun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: Daun

SIFAT-SWAT MORFOLOGIS DAN ANATOMIS LANGKAP (Arenga obtusifolia Blumme Ex. Mart) Haryanto dan Siswoyo'"

Apl Vegetasi pada Lansekap dan Desain Ruang Luar By: Dian P.E. Laksmiyanti, ST.MT. Klasifikasi Tanaman

Morfologi Daun. Modul 1 PENDAHULUAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berada dikawasan lingkungan STAIN Palangka Raya ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. beberapa Kecamatan yaitu Kecamatan Kota Tengah, Kecamatan Kota Utara dan

LAMPIRAN. 1. Deskripsi jenis Anggrek yang ditemukan di Hutan Pendidikan USU

Latar belakang Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga.

DESKRIPSI TANAMAN. Acriopsis javanica Reinw.

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA DAN KLASIFIKASI BUAH

BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN

BAB II LANDASAN TEORI

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulanjuni sampai Juli 2012 di Desa

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung manis termasuk dalam golongan famili graminae dengan nama latin Zea

CIRI CIRI KACANG TANAH

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

BAB II PEMBAHASAN. Tumbuhan Dikotil (Tumbuhan Biji Berkeping Dua)

FITOGRAFI KORMUS DAN BAGIAN-BAGIANNYA

PRAKTIKUM VI I. ALAT DAN BAHAN II. CARA KERJA

II. TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Karakteristik Tanaman Durian. dikonsumsi ada Sembilan species, yaitu D. zibethinus, D. kutejensis (lai), D.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. menjadi tegas, kering, berwarna terang segar bertepung. Lembab-berdaging jenis

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

Daerah Aliran Atas: Pohon: -Pinus (Pinus mercusii) Semak: -Pakis (Davillia denticula) -Kirinyu (Cromolaena odorata) -Pokak

Ciri-ciri Spermatohyta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAMPIRAN 01 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Morfologi Tanaman Begonia

TINJAUAN PUSTAKA. Tanah Gambut. memungkinkan terjadinya proses pelapukan bahan organik secara sempurna

BATANG & MODIFIKASINYA

Penggolongan Makhluk Hidup secara Sederhana

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam tangale yang terdapat di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. : Spermatophyta. : Monocotyledonae. Species : Allium ascalonicum L.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGENALAN VARIETAS LADA, PALA, dan CENGKEH. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat November 2015

III. MATERI DAN METODE. Penelitian tentang identifikasi klon karet unggul tingkat petani

III. BAHAN DAN METODE

KARAKTER MORFOLOGI DAUN BEBERAPA JENIS POHON PENGHIJAUAN HUTAN KOTA DI KOTA MALANG

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI ANATOMI AKAR BATANG DAN DAUN

1. Ciri Khusus pada Hewan

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN. Jaringan pada Daun Monokotil dan Dikotil

Organ dan Sistem Organ Nutritivum (Daun, Batang, dan Akar)

Lampiran 1. Peta Lokasi Kabupaten Simalungun

Cara Perkembangbiakan Tumbuhan

POKOK BAHASAN 9. ORGAN DAUN

Data Faktor Klimatik dan Edafik pada Berbagai Ketinggian ( 1180 m dpl 1400 m dpl ) di Kawasan Hutan Bebeng, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

DAUN ( Folium, Leaf )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN TEORI. tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada keadaan, kemampuan, dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman kedelai adalah sebagai berikut : : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

II. TINJAUAN PUSTAKA. Semangka merupakan tanaman semusim yang termasuk ke dalam famili

LAMPIRAN 1. Tanda tangan,

TINJAUAN PUSTAKA. dalam buku Steenis (2003), taksonomi dari tanaman tebu adalah Kingdom :

BAB III METODE PENELITIAN

BUAH SEJATI. Buah sejati 1. Tugas II Nama : Nurlindah Mkamun Nim : Kelas : Pendidikan Biologi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakterisasi secara morfologi beberapa kultivar cabai di Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan guru dalam mengembangkan kemampuan siswa SD khususnya. bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sangat diperlukan.

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Sistem perakaran tanaman bawang merah adalah akar serabut dengan

III. METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Lokasi Penelitian. B. Perancangan Penelitian. C. Teknik Penentuan Sampel. D. Jenis dan Sumber Data

II. TINJAUAN PUSTAKA. Durian merupakan salah satu anggota genus Durio. Durian yang dapat

Terminologi. Tabel 4. Karakteristik yang membedakan Magnoliopsida dan Liliopsida

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si

Transkripsi:

BOTANI UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA 2016

Referensi Gembong Tjitrosoepomo. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press. James D Mauseth. 1998. Botany: An introduction to Plant Biology, 2/e. [Multimedia Enhance Edition]. US: Jones And Bartlett Publishers, Inc. Linda Berg. 2008. Introduction Botany: Plants, People and The environment. USA: Thomson Brooks/Cole.

DAUN (FOLIUM)

Daun? Tempat duduknya daun? Sudut daun atau tempat diatas daun?

DAUN (FOLIUM) Daun suatu tumbuhan yang penting dan pada umumnyya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun Buku-buku (nodus) Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun pada batang Ketiak daun (axilla) tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun

Umur daun terbatas Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi pirang daun yang lebih tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan daun yang masih segar

Ada pula tumbuhan yang pada waktu-waktu tertentu menggugurkan semua daun-daunnya, sehingga seperti tumbuhan yang mati. Menjelang datang musim hijau membentuk tunas-tunas baru, dan dalam musim hujan akan kelihatan hijau kembali Jenis-jenis tumbuhan tersebut tumbuhan meranggas (tropophyta) misalnya: pohon jati (Tectona grandis L.) kedongdong (Spandias dulcis Forst.), kapuk randu (Ceiba pentanda Gaertn.), dsb

Bentuk daun Bentuk daun umumnya tipis melebar, warna hijau, dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan,yaitu sebagai alat untuk: pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (CO 2 ) pengolahan zat-zat makanan (asimilasi) penguapan air (transpirasi) pernafasan (respirasi)

Tumbuhan mengambil zat-zat makanan dari lingkungannya dan zat yang diambil (diserap) tadi adalah zat-zat yang bersifat anorganik gas asam arang (CO 2 ) yang merupakan zat makanan pula bagi tumbuhan diambil dari udara melalui celah-celah halus yang mulut daun (stomata) Pengolahan zat anorganik menjadi zat organik dilakukan oleh daun (zat hijau daun atau klorofilnya) dengan bantuan sinar matahari?

Bagian-bagian Daun Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut: upih daun atau pelepah daun (vagina) tangkai daun (petiolus) helaian daun (lamina) Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiaca L.), pohon pinang (Areca catechu sp.) dan lain-lain

Daun lengkap

Susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan: Hanya terdiri atas tangkai dan helaian daun bertangkai. Ex: nangka (Artocarpus integra Merr.), mangga (Mangifera indica L.) Daun terdiri atas upih dan helaian daun berupih atau daun berpelepah. Ex: suku rumput, misalnya: padi (Oryza sativa L.) jagung (Zea mays L.) dan lain-lain

Daun hanya terdiri atas helain saja, tanpa upih dan tangkai, sehingga helain langsung melekat atau duduk pada batang daun duduk (sessilis) seperti pada biduri. Daun yang hanya terdiri atas helain daun saja dapat mempunyai pangkal yang demikian lebarnya, hingga pangkal daun tadi seakan-akan melingkar batang atau memeluk batang daun memeluk batang (amplexicaulis), ex: tempuyung (Sonchus oleraceus L.). Bagian samping pangkal daun yang memeluk batang itu seringkali bangunnya membulat telinga daun

Daun hanya terdiri atas tangkai saja, dan dalam hal ini tangkai tadi biasanya lalu menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun, jadi merupakan suatu helaian daun semu atau palsu, dinamakan: filodia, seperti terdapat pada jenis pohon Acacia yang berasal dari Australia, misalnya: Acacia auriculiformis A. Cunn

Alat-alat tambahan atau pelengkap pada daun 1. Daun penunggu (Stipula), berupa dua helai lembaran serupa daun yang kecil, yang terdapat dekat dengan pangkal daun untuk melindungi kuncup yang masih muda. Menurut letaknya daun penumpu dapat dibedakan dalam : Daun penumpu yang bebas terdapat di kanan kiri pangkal tangkai daun daun penumpu bebas (stipulae liberae). Ex: kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Daun penumpu yang melekat pada kanan kiri pangkal tangkai daun (stipulae adnatae) pada mawar (Rosa sp.)

Daun penumpu yang berlekatan menjadi satu yang mengambil tempat di dalam ketiak daun (stipula axillaris atau stipula intrapetiolaris). Daun penumpu yang berlekatan menjadi satu dan mengambil tempat berhadapan dengan tangkai daun dan biasanya agak lebar hingga melingkari batang (stipula petiolo opposita atau stipula antidroma). Daun penumpu yang berlekatan dan mengambil tempat diantara dua tangkai daun seperti seringkali terjadi pada tumbuhan yang pada satu buku-buku batang mempunyai dua daun yang duduk berhadapan daun penumpu antar tangkai (stipula interpetiolaris). Ex: mengkudu (Morinda citrifolia L.)

2. Selaput bumbung (ocrea atau ochrea) berupa selaput tipis yang menyerupai pangkal suatu ruas batang, jadi terdapat di atas suatu tangkai daun. Selaput bumbung dianggap sebagai daun penumpu yang kedua sisinya saling berlekatan dan melingkari batang, terdapat antara lain pada Polygonum SP 3. Lidah-lidah (ligulai), suatu selaput kekcil yang biasanya terdapat pada batas antara upih dan helaian daun pada rumput (Gramineae) untuk mencegah mengalirnya air hujan kedalam ketiak antara batang dan upih daun sehingga kemungkinan pembusukan dapat dihindarkan

Upih Daun atau Pelepah Daun (Vagina) Daun yang berupih pada tumbuhan yang yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae): suku rumput (Gramineae), suku empon-empon(zingiberaceae), pisang (Musa paradisiaca L.), golongan palma (Palmae), dan lain-lain. Fungsi: Sebagai pelindung kuncup yang masih muda, ex: tebu (Saccharum officinarum L.), Memberi kekuatan pada batang tanaman membungkus batang, sehingga batang tidak tampak, bahkan yang tampak dari luar adalah upih-upihnya batang semu. Ex: upih daun amat besar, pisang (Musa sapientum L.)

Tangkai Daun (Pettiolus) merupakan bagian daun yang mendukung helaiannya, untuk menempatkan helaian daun pada posisi sedemikian rupa memperoleh cahaya matahari sebanyak-banyaknya Umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya Dilihat pada penampang melintangnya dapat kita jumpai kemungkinan-kemungkinan berikut: Bulat dan berongga, misalnya pada tangkai daun (Carica L.). Pipih dan tepinya melebar (bersayap), misalnya pada jeruk (Citrus sp.) Bersegi Setengah lingkaran dan seringkali sisi atasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti pada tangkai daun pisang

Helaian Daun (Lamina) Merupakan bagian daun terpenting yang cepat menarik perhatian sifat daun Sifat-sifat daun: Bangunnya helaiannya (circumscriptio), Ujungnya (apex) Pangkalnya (basis) Susunan tulang-tulangnya (nervatio atau venatio), Tepinya (margo), (intervenium), Dan sifat-sifat lain lagi, misalnya: keadaan permukaan atas maupun bawahnya (gunndul, berambut, atau lainnya), warna dan lain-lain. Daging daunnya

BANGUN (BENTUK) DAUN (CIRCUMSCRIPTIO) Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar itu dapat dibedakan 4 (empat) golongan daun, yaitu daun dengan: Bagian yang lebar terdapat kira-kira di tengahtengah helaian daun Bagian yang terlebar terdapat di bawah tengahtengah helaian daun Bagian yang terlebar terdapat di atas tengahtengah helaian daun Tidak ada bagian yang terlebar, artinya helaian daun dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya

Bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun Bulat atau bundar (orbicularis), jika panjang:lebar = 1:1. Ex: Victoria regia, teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce), dan lain-lain. Bangun perisai (peltatus) biasanya bangun bulat, mempunyai tangkai daun yang tidak tertanam pangkal daun, melainkan pada bagian tengah helaian daun, ex: teratai besar, daun jarak, dan lain-lain Jorong (ovalis atau ellipticus), yaitu jika perbandingan panjang : lebar = 1.5 2 : 1, ex: daun nangka (Artocarpus integra Merr,) dan nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)

Memanjang (oblongus), yaitu jika panjang:lebar = 21/2-3 : 1, misalnya daun srikaya (Annona squamosa L.) dan sirsak (Annona muricata L.); Bangun lanset (lanceolatus), jika panjang : Lebar = 3-5 : 1, misalnya daun kamboja (Plumiera acuminate Ait), oleander (Nerium oleander L.) Bentuk-bentuk peralihan selalu ada, misalnya diantara jorong dan bulat memanjang jorong memanjang (elliptico-oblongus), jika diantara memanjang dan bangun lanset disebut memanjang sampai bangun lanset (oblongo-lanceolatus)

Bangun yang Terlebar Terdapat Di Bawah Tengah-tengah Helaian Daun 1. Pangkal daunnya tidak bertoreh Bangun bulat telur daun kembang sepatu, daun Lombok rawit Bangun segitiga (segitiga sama kaki) daun bunga pukul 4 Bangun delta (segitiga sama sisi) daun air mata pengantin Bangun belah ketupat daun bengkuang

2. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk Bangun jantung (cordatus) daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) Bangun ginjal atau kerinjal (reniformis) ujung tumpul/bulat, pangkal berlekuk dangkal. Ex: daun pegagan atau daun kaki kuda/pegagan (Centella asiatica Urb.) Bangun anak panah (sagittatus) daun enceng (Sagittaria sagittifolia L.) Bangun tombak (hastatus) Bertelinga bangun tombak, tetapi pangkal daun di kanan dan kiri tangkai membulat tempuyung (Sonchus asper Vill.)

Bagian yang Terlebar Terdapat Di Atas Tengahtengah Helaian Daun Bangun bulat telur sungsang (obovatus) bagian lebar dekat ujung daun. Ex: sawo kecik (Manilkara kauki Dub.) Bangun jantung sungsang (obcordatus) calincing atau semanggi gunung (Oxalis corniculata L.) Bangun segitiga terbalik atau pasak (cuneatus) anak daun semnaggi (Marsilea crenda Pres) Bangun sudip atau spatel atau solet (spathulatus) bangun bulat telur tapi bawahnya memanjang. Ex: tapak liman (Elephantopus scaber L.), daun lobak (Raphanus sativus L.)

Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hampir sama lebar Golongan ini biasanya sempit (lebarnya jauh berbeda dibandingkan panjang daun) Bangun garis (linearis) penampang melintangnya pipih dan daun amat panjang. Ex: Gramineae Bangun pita (ligulatus) serupa daun bangun garis, namun lebih panjang lagi. Ex: jagung

Bangun pedang (ensiformis) seperti bangun garis, tetapi daun tebal dibagian tengah dan tipis kedua tepinya. Ex: daun nenas sebrang (Agave sisalana Perr., Agave cantala Roxb) Bangun paku atau dabus (subulatus), bentuk daun hampir seperti silinder, ujung runcing, seluruh bagian kaku. Bangun jarum (acerosus), serupa bangun paku, lebih kecil dan meruncing panjang. Ex: Pinus merkusii Jungh & de Vr. Bentuk-bentuk peralihan lainnya

Ujung Daun (Apex) Runcing (acutus) Meruncing (acuminatus). Ex: sirsak (Annona muricata L.) Tumpul (obtusus). Ex: sawo kecik Membulat (rotundatus). Ex: daun teratai besar Rompang (truncates) ujung tampak garis rata. Ex: ujung anak daun semanggi (Marsilea crenata Presl.), daun jambu monyet (Anacardium occidentale L.) Terbelah (retusus), ujung daun memperlihatkan lekukan. Ex: bayam (Amaranthus spinosus L.) Berduri (mucronatus) ujung daun ditutup bagian runcing keras. Ex: Sansievera sp.

Pangkal Daun (Basis folii) 1. Tepi daunnya tidak pernah bertemu, terpisah oleh pangkal ibu tulang/ujung tangkai daun. Runcing Meruncing Tumpul Membulat Rompang atau rata berlekuk

2. Tepi daunnya dapat bertemu dan berlekatan satu sama lain: Pertemuan tepi daun pada pangkal terjadi pada sisi yang sama terhadap batang sesuai letak daun pada batang Pertemuan tepi daun terjadi pada sisi sebrang batang yang berlawanan atau berhadapan dengan letak daunnya. Biasanya pangkal daun yang membulat

Susunan tulang-tulang daun (Nervatio atau venation) Tulang daun adalah bagian daun yang berguna untuk: Memberi kekuatan pada daun, oleh karena itu dinamakan rangka daun (sceleton) Sebagai berkas-berkas pembuluh Berdasar ukurannya, tulang daun dibedakan menjadi: Ibu tulang (costa) tulang terbesar Tulang-tulang cabang (nervus lateralis) Urat-urat daun (vena) seperti tulang cabang, namun lebih halus atau kecil

Susunan tulang daun 1. Menyirip (penninervis) 1 ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun (seperti susunan sirip ikan). Ex: Dikotil, jambu, rambutan dan manga 2. Menjari (palminervis) ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar, memperlihatkan seperti jari-jari pada tangan. Ex: pepaya, jarak, kapas, singkong, dsb

3. Melengkung (cervinervis) mempunyai beberapa tulang besar, 1 ditengah yang paling besar, sedang lainnya mengikuti jalannya tepi daun (semula memencar kemudian kembali menuju ke 1 arah, yakni ujung daun) sehingga selain tulang yang ditengah semua tulangnya kelihatan melengkung. Ex: monokotil, genjer (Limnocharis flara Buch.), gadung (Dioscorea hispida Dennst.) 4. Bertulang sejajar atau lurus (rectinervis) bangun garis atau pita, mempunyai 1 tulang ditengah yang besar membujur daun, monokotil, rumput, teki-tekian (cyperaceae), dsb

Tepi Daun (Margo Folii) Rata (integer), nangka Bertoreh (divisus) Sinus: toreh (bagian yang masuk ke dalam pada tepi daun Angulus: bagian tepi daun yang menonjol keluar Tepi Daun dengan toreh yang merdeka Bergerigi (serratus) sinus dan angulus lancip, ex: bergerigi halus dan kasar Bergerigi ganda atau rangkap (biserratus) daun bergerigi tetapi angulusnya cukup besar dan tepinya bergerigi lagi

Bergigi (dentatus) sinus tumpul sedang angulusnya lancip. Ex: beluntas Beringgit (crenatus) kebalikan bergigi, sinus tajam dan angulus tumpul. Ex: cocor bebek Berombak (repandus) sinus dan angulus tumpul

Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya Berlekuk (lobatus) dalamnya toreh < ½ panjang tulang-tulang yang terdapat di kanan dan kirinya Bercangap (fissus) dalam toreh ± sampai tengah-tengah panjang tulang-tulang daun di kanan kirinya Berbagi (partitus) dalam toreh > ½ panjang tulang-tulang daun di kanan kirinya

Daging Daun (Intervenum) Adalah bagian daun yang terdapat diantara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Bagian ini merupakan dapur tumbuhan. Tipis seperti selaput (membranaceus) daun paku selaput Seperti kertas (papyraceus atau chartaceus) tipis tetapi tegar. Ex: daun pisang Tipis lunak (herbaceous) selada air Seperti perkamen (perkamenteus) tipis tetapi cukup kaku. Ex: daun kelapa Seperti kulit/belulang (coriaceus) helaian daun tebal dan kaku. Ex: nyamplung Berdaging (carnosus) tebal dan berair. Ex: Lidah buaya

Sifat lain yang perlu diperhatikan pula: 1. Warna daun 2. Keadaan permukaannya, atas maupun bawah, misal: a. Licin (laevis): Mengkilat (nitidus), sisi atas daun kopi dan beringin Suram (opacus) ketela rambat Berselaput lilin (pruinosus) sisi bawah daun pisang, daun tasbih (Canna hybrid Hort.)

b. Gundul (glaber) jambu air c. Kasap (scaber) daun jati d. Berkerut (rugosus) jambu biji e. Berbingkul-bingkul (bullatus) seperti berkerut, tetapi kerutannya lebih besar f. Berbulu (pilosus) bulu halus dan jarang, ex: tembakau g. Berbulu halus dan rapat (villosus) jika diraba seperti laken atau beludru h. Berbulu kasar (hispidus) rambut/bulu kaku, jika diraba terasa kasar. Ex: gadung i. Bersisik (Lepidus) durian (Durio zibethinus Murr.)

DAUN MAJEMUK (Folium Compositium) 1. Pada tangkai daun hanya terdapat 1 helaian saja daun tunggal (folium simplex) 2. Tangkai bercabang-cabang dan pada cabang tangkai ini terdapat bunga sehingga dalam 1 tangkai terdapat > 1 helaian daun daun majemuk (folium compositium) Bagian-bagian daun majemuk: Ibu tangkai (potiolus communis) Tangkai anak daun (petioles) Anak daun (foliolum) Upih daun (vagina) bagian bawah ibu tangkai yang lebar dan biasanya memeluk batang

Susunan anak daun pada ibu tangkainya: 1. Majemuk menyirip (pinnatus), jika anak daun tersusun sirip pada kanan dan kiri ibu tangkainya 2. Majemuk menjari (palmatus atau digitatus) 3. Majemuk bangun kaki (pedatus) Araceae 4. Majemuk campuran (digitatopinnatus) daun majemuk ganda yang mempunyai cabangcabang ibu tangkai memncar. Ex: putri malu

Majemuk menyirip (pinnatus) Majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus) terlihat seperti daun tunggal, helaian daun tidak langsung pada ibu tangkai, jeruk (citrus) jeruk pamelo dan jeruk nipis Majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus) terdapat sejumlah anak daun yang berpasangan di kanan dan kiri ibu tulang Majemuk menyirip gasal (imparipinnatus) mawar, pacar cina

Menurut duduknya anak-anak daun pada ibu tangkai: Menyirip dengan anak daun yang berpasang-pasangan jika duduknya anak daun pada ibu tangkai berhadap-hadapan Menyirip berseling jika anak daun pada ibu tangkai duduknya berseling Menyirip berselang-seling (interrupte pinnatus) anak-anak daun pada ibu tangkai berselang-seling. Ex: tomat

Daun majemuk menyirip ganda, dibedakan: Menyirip ganda dengan sempurna jika tidak ada 1 anak daun pun yang duduk pada ibu tangkai Menyirip ganda tidak sempurna jika masih ada anak daun yang duduk langsung pada ibu tangkainya Contoh: majemuk menyirip genap ganda 2 dengan sempurna (kembang merak dan lamtoro), majemuk menyirip gasal ganda 2 tidak sempurna, majemuk menyirip gasal rangkap 3 tidak sempurna (daun kelor)

Majemuk menjari (palmatus atau digitatus) Beranak daun 2 (bifoliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat 2 anak daun Beranak daun 3 (trifoliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat 3 anak daun 5, 7 dsb

Daun Kelor

Terima kasih