dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengertian metode berasal dari kata methodos (Yunani) yang dimaksud adalah

METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Menurut pakar Jalaludin Rahmat penelitin deskriptif adalah

BAB I PENGANTAR KHAZANAH ANALISIS WACANA. Deskripsi Singkat Perkuliahan ini membelajarkan mahasiwa tentang menerapkan kajian analisis wacana.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. selanjutnya dicarikan cara pemecahannya. 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI. Universitas Indonesia Representasi jilbab..., Sulistami Prihandini, FISIP UI, 2008

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah tertentu sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Atas dasar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. makna asal dari bahasa inggris. Metode sendiri berasal dari kata methode,


BAB III METODOLOGI PENELITIAN

peristiwa lebih mudah menyentuh dan diingat oleh khalayak.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Menurut

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. produksi dan strukstur sosial. Pandangan kritis melihat masyarakat sebagai suatu

Bagan 3.1 Desain Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. upaya untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip dengan sabar, hati-hati dan

Metode Penelitian Pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisa data da

BAB III METODE PENELITIAN. menilai, dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu secara khusus tentang visi

BAB III METODE PENELITIAN. yang menggunakan metode analisis framing dari Zhongdang Pan dan Gerald

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan penelitian adalah terjemahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menjawab persoalan-persoalan dalam penelitian tersebut. Paradigma merupakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. umum, cara memecah kompleksitas dunia nyata. Dengan demikian, paradigma yang tertanam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bukunya metode penelitian menyatakan bahwa penelitian. menerus untuk memecahkan suatu masalah. 1 Penelitian merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. mendalam. Dalam bab ini peneliti akan menggunakan Analisis Wacana yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap paradigma positivis. Menurut paradigma konstruktivistik, realitas sosial

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi deskriptif yaitu memaparkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian mengenai representasi materialisme pada program Take Me Out

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Wardi Bahtiar dalam bukunya Metodologi Penelitian Dakwah. kesimpulan dan selanjutnya dicarikan cara pemecahannya 26.

BAB 1 PENDAHULUAN. diucapkan dan tersampaikan oleh orang yang mendengarnya. Bahasa juga

METODOLOGI PENELITIAN. apa yang harus dilakukan tanpa perlu melakukan pertimbangan eksistensial atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang merupakan seperangkat pengetahuan tentang langkah langkah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. mempercayai berita hoax dan tak segan-segan untuk menyebarluaskan kepada

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI Jln. Prof. KH. Zainal Abidin Fikry KM 3,5 Palembang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. komunikasi yang terjadi antarmanusia. Menurut Moloeng paradigma merupakan pola

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diantaranya: 1.) Paradigma, 2) Tipe Penelitian, 3) Metode Penelitian, 4) Subjek

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan pada akhirnya informasi yang disampaikan oleh media, harus dipahami dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bahasa adalah alat komunikasi manusia yang menyatakan perasaan serta

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dianggap telah mapan dan dominan di dalam komunitas ilmiah. 1 Sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Muchammad Nazir dalam bukunya Metode Penelitian menyatakan

BAB III METODE PENELITIAN. menyeluruh dan dengan cara deksripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap objek yang diteliti. Secara ontologi aliran ini bersifat critical realism yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pendekatan kualitatif adalah suatu penelitian yang bermaksud untuk

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan data atau pun informasi untuk. syair lagu Insya Allah (Maherzain Feat Fadly).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Peneliti menguraikan paradigma sebagai berikut:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. konsep, atau proposisi yang secara logis dipakai peneliti 1. Paradigma (paradigm)

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. George Ritzer mendefinisikan paradigma sebagai subject matter (substansi)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kebenaran dilakukan oleh para filsuf, peneliti, maupun oleh para praktisi melalui

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN. yang bersifat menjelaskan, menggambarkan atau menuturkan dan menafsirkan

BAB III METODE PENELITIAN. analisis isi, dengan model analisis framingnya model Zhongdang Pan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Harmon dalam buku yang ditulis oleh Moleong 22, paradigma

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Manifestasi Ideologi Visualisasi Opening Billboard Bumper (OBB) Program

Transkripsi:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Secara etimologis paradigma berarti model teori ilmu pengetahuan atau kerangka berpikir. Sedangkan secara terminologis paradigma berarti pandangan mendasar para ilmuan tentang apa yang menjadi pokok kepersoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Jadi, paradigma ilmu pengetahuan adalah model atau kerangka berpikir beberapa komunitas ilmuan tentang gejala-gejala dengan pendekatan fragmentarisme yang cenderung terspesialisasi berdasarkan langkah-langkah ilmiah menurut bidangnya masing-masing. Paradigma penelitian kualitatif adalah pendekatan sistematis dan subjektif dalam menjelaskan pengalaman hidup berdasarkan kenyataan lapangan (Empiris). Pendekatan kualitatif bukan suatu pendekatan baru dalam dunia penelitian ilmiah, bahkan terus berkembang di dunia bidang sosial dan pendidikan. Proses penelitian ini dijalankan melalui pemahaman tentang pengalaman manusia dalam aneka bentuk. 35 Paradigma terkait dengan penelitian ini masuk ke dalam paradigma Kritis. Aliran ini sebenarnya tidak dapat dikatakan sebagai suatu paradigm, akan tetapi lebih tepat disebut ideologically oriented inquiry, yaitu suatu wacana atas realitas dengan 35 Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif, Gaung Persada, Jakarta: 2009, hal. 35 46

47 muatan orientasi ideology tertentu, yakni meliputi neo-marxisme, materialism, feminisme, freireisme, participatory inquiry, dan paham-paham yang setara. 36 Teori kritis mentakrifkan ilmu sosial sebagai proses kritis mengungkapkan the real structure di balik ilusi dan kebutuhan palsu yang ditampakkan dunia materi, guna mengembangkan kesadaran sosial untuk memperbaiki kondisi kehidupan subjek penelitian 37. Sebagai paham keilmuan, teori kritis dikembangkan dari konsepsi kritis terhadap berbagai pemikiran dan pandangan yang sebelumnya. Sedikitnya ada dua konsepsi perihal kritis yang perlu diklarifikasi. Pertama kritis internal terhadap analisis argument dan metode yang digunakan dalamberbagai penelitian. Kritik ini difokuskan pada alasan teoretis dan prosedur dalam memilih, mengumpulkan, dan menilai data empiris. Dengan demikian aliran ini amat mementingkan pada alasan, prosedur dan bahasa yang digunakan dalam mengungkapkan kebenaran. Oleh karena itu penilaian silang secara kontinyu dan pengamatan data secara intensif merupakan merek dagang dari paradigm ini. Kedua, makna kritis dalam reformulasi masalah logika. Logika bukan semata-mata pengaturan formal dan kriteria internal dalam pengamatan, tetapi juga melibatkan bentuk-bentuk khusus pemikiran yang difokuskan pada skeptisisme dalam pengertian rasa ingin tau terhadap institusi sosial dan konsepsi tentang realitas yang berkaitan dengan ide, pemikiran dan bahasa 36 Agus Salim, Teori & Paradigma, Tiara Wacana, Yogyakarta: 2006, hal. 70 37 Ibid, hal.72

48 melalui kondisi sosial historis. Dalam hal ini konsep kritis berkaitan dengan kondisi pengaturan sosial, distribusi sumber daya yang tidak merata, dan kekuasaan. 38 3.2 Tipe Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan menggunakan analisa wacana. Penelitian deskriptif menggambarkan suatu peristiwa atau kejadian yang pada umumnya seorang peneliti dapat menemukan data penelitian dalam bentuk katakata, gambar, data. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi secara actual terperinci, mengidentifikasi masalah, mambuat perbandingan dan menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan Kualitatif, pendekatan kualitatif adalah penelitian ini dengan menganalisis data yang tidak berbentuk angka. Tetapi berbentuk dengan memaparkan gambaran suatu hal yang tidak berbentuk angka,. Pengumpulan data penelitian kualitatif, dapat dilakukan dengan cara mendalam focus group discussion atau observasi. 39 Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan cara observasi dari dua media online yang akan diteliti, dengan tujuan untuk mengkritik dan transformasi hubungan sosial, mengungkapkan realitas media dalam penyampaian sebuah berita melalui teks wacana. 38 Ibid, hal.85 39 Jalaludin Rahmat. Metode Penelitian komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2007, hal 25

49 3.3 Metode Penelitian Peneliti menentukan metode yang digunakan adalah Metode Analisis Wacana, teori wacana digunakan untuk memahami fenomena sosial sebagai pengonstruksian kewacanaan karena pada prinsipnya semua fenomena sosial bisa dianalisis menggunakan piranti analisis wacana. Pertama, kami menyajikan pendekatan analisis wacana bahasa dan kemudian memperluas analisis wacana dengan mencakup bidang sosial secara keseluruhan. Karena fokusnya yang luas ini, teori wacana cocok digunakan sebagai dasar teoritis untuk pendekatan-pendekatan teori konstruksionis yang berbeda pada analysis wacana. 40 Menurut Eriyanto ( analisis wacana pengantar teks media ), analisis wacana yang dapat dideteksi secara sistematis suatu ide, opini, konsep dan pandangan hidup dibentuk dalam suatu konteks tertentu sehingga mempengaruhi cara berpikir dan bertindak tertentu. 41 Analisis wacana juga termasuk dalam pendekatan konstruksionisme. Fokus dari pendekatan ini adalah bagaimana pesan politik dibuat/diciptakan oleh komunikator dan bagaimana pesan itu secara aktif ditafsirkan oleh individu sebagai penerima. Pendekatan konstruksionis memusatkan perhatian kepada bagaimana seseorang membuat gambaran mengenai sebuah peristiwa politik (Eriyanto 2000, 21-22). 42 40 Marianne W Jorgensen, Analisis Wacana, Pustaka pelajar, Yogyakarta: 2007, hal.45 41 Eriyanto, analisis wacana pengantar analisis, Teks media, LKis Yokyakarta 2001, hal. 65 42 Burhan Bungin, Analisis data penelitian Kualitatif, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2003, hal. 155

50 3.4 Subjek penelitian Penelitian ini bukan merupakan penelitian ilmiah melainkan penelitian yang secara subjektif menurut pengamatan peneliti sendiri. Dalam penelitian ini, peneliti meneliti media 2 media online yaitu detik.com dan kompas.com, dalam memberitakan kasus Dana Siluman 12,1 triliun yang diperdebatkan oleh Gubernur DKI dan DPRD DKI. Bagaimana gubernur DKI berbicara soal dana siluman tersebut, bagaimana DPRD DKI berargumen soal dana siluman tersebut. Sehingga media mengemasnya dalam bentuk yang bermacam-macam. Pemberitaan Pada akhir bulan februari hingga pertengahan bulan maret 2015 yang dipilih, karena pada bulan tersebut media sedang marak memberitakan kasus dana siluman tersebut dan membahas lebih dalam terkait kasusnya. 3.5 Teknik pengumpulan data a. Data primer Data primer merupakan data yang utama dari sumber objek penelitian. Observasi didalam media online terhadap dokumentasi dan data-data yang dibuat atau disusun oleh media itu sendiri. Membandingkan mengenai pandangan sendiri tanpa adanya wawancara atau diskusi dua buah media dalam sebuah pemberitaan yang sama antara media online Kompas.com dan Detik.com.

51 b. Data sekunder Data yang digunakan peneliti untuk melengkapi data primer, yaitu diperoleh melalui studi kepustakaan baik dengan mengumpulkan bahan bacaan seperti buku, artikel, jurnal yang berkaitan dengan fokus penelitian yang dilakukan, dan untuk menemukan ketepatan dalam menganalisa analisis wacana terkait. 3.6 Teknik analisis data Proses penelitian yang digunakan peneliti adalah dengan observasi terhadap objek yang akan diteliti yaitu analisis wacana pada dua media online yaitu Detik.com dan Kompas.com membandingkan dua pengkonstruksian media dalam penyampaian berita dalam bentuk teks. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis wacana kritis dari Theo Van Leeuwen.