REGHI PERDANA, SH, LLM STAF KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

dokumen-dokumen yang mirip
PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK

PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN

PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN

PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN, PENGANGGARAN, DAN EVALUASI PEMBANGUNAN. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur

Disampaikan Dalam Pembekalan Tenaga Ahli DPR RI Tanggal April /3/2013 Biro Analisa APBN 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KNOWLEDGE & EXPERIENCE SHARING FORUM PENYUSUNAN & PELAKSANAAN MOU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG

RAPAT KOORDINASI BIRO ANALISA ANGARAN DAN PELAKSANAAN APBN 19 MARET /19/2014 Biro Analisa APBN 1

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

Oleh Drs. Setyanta Nugraha, MM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU Nomor 25 Tahun 2004) Pedoman. Renja KL. Dija barkan RKP.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ALUR PERENCANAAN PROGRAM & PENGANGGARAN

Pemerintah Kota Bengkulu BAB 1 PENDAHULUAN

Alur Perencanaan dan Penganggaran

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Kelompok 6 Januari Lesawengen Arthur Pontoh Deepika Sari Putri Siti Aisyah Sukarno Febriyani Moha

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN:

MANAJEMEN KEUANGAN BANDI. 11/26/2013 Bandi, 2013 MKN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN I LATAR BELAKANG

MATERI PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN ANGGARAN. Oleh: Galih Elham Setiawan KASUBDIT Penindakan BNN

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

BAB VIII PENUTUP BAB VIII PENUTUP

TELAAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH: UPAYA MEMPERKUAT PERAN DPRD DALAM PEMBANGUNAN TEGUH KURNIAWAN, M.SC FISIP UI.

Strategi perencanaan pembangunan nasional by Firdawsyi nuzula

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

UNDANG-UNDANG NO 25 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

1/8/2014 Biro Analisa APBN 1

BAB IV KAIDAH PELAKSANAAN


SINKRONISASI DAN HARMONISASI PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAH

SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN (SiAP) Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA. PENDAHULUAN

ANGGARAN SEKTOR PUBLIIK (AnSP) Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) INSPEKTORAT KAB.MURA TAHUN ANGGARAN

SUMBER HUKUM UTAMA PERENCANAAN DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

A. LATAR BELAKANG PENGERTIAN DASAR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KABUPATEN MUSI RAWAS

PERANAN KEMENKEU DALAM IMPLEMENTASI JAKSTRANAS P4GN TAHUN

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 90 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2014

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.677,2012

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

Pertemuan ke: 06 ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA NEGARA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 7 PENUTUP 7.1 PEDOMAN PEMBANGUNAN

WALIKOTA TASIKMALAYA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2004 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

HUKUM KEUANGAN NEGARA PERTEMUAN KE-1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP KEUANGAN NEGARA

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan

ANGGARAN SEKTOR PUBLIIK (AnSP) Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN

PROSES PENYUSUNAN APBN

ANGGARAN SEKTOR PUBLIIK (AnSP) Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA. PENYUSUNAN RKA SKPD

BAB I P E N D A H U L U A N

ANGGARAN SEKTOR PUBLIIK (AnSP) Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

Temu Konsultasi Triwulanan I Tahun 2011 Bappenas- Bappeda Provinsi Seluruh Indonesia

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG

REVIU ANGKA DASAR (BASELINE) (Bagian 1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

- 1 - BAB I PENDAHULUAN

Oleh: Staf Ahli Menteri PPN Bidang Hubungan Kelembagaan

NAMA JABATAN : Direktur Jenderal Anggaran

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

Rencana Kerja SKPD Tahun 2016 Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya

2017, No Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Pere

Alur dan Modus Korupsi APBN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KOTA PARIAMAN TAHUN 2014

BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

Pembangunan Daerah Berbasis Data

PAPARAN PADA ACARA MUSRENBANG RPJMD PROVINSI BANTEN TAHUN

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang

Siklus Anggaran. Pertemuan 6 Nurjati Widodo, S.AP, M.AP

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN GRESIK TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. daerah sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara

No.860, 2014 BAPPENAS. Rencana Strategis Kementerian/ Lembaga Penelaahan. Penyusunan. Pedoman.

2016, No menetapkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun ; Mengingat

BAB 1 PENDAHULUAN. Anggaran merupakan suatu perencanaan dan pengendalian terpadu yang

Transkripsi:

REGHI PERDANA, SH, LLM STAF KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

OUTLINE PAPARAN ARTI PENTING SINERGITAS PERNCANAAN DAN PENGANGGARAN KONDISI SAAT INI DAN CONTOH FAKTUAL SEBAB REGULASI SAAT INI SARAN PERBAIKAN

ARTI PENTING SINERGITAS PENGANGGARAN Pasal 23 ayat (1) UUD 45 APBN sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan UU dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. PERENCANAAN Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia

PLANNING LEAD THE WAY (Dr. Anggito Abimanyu) PERENCANAAN TANPA PENGANGGARAN = MIMPI PENGANGGARAN TANPA PERENCANAAN = INEFISIENSI BELANJA NEGARA + TIDAK EFEKTIFNYA PENCAPAIAN TUJUAN NEGARA SINERGITAS PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

Kondisi Saat Ini PENG - ANGGARAN? PEREN- CANAAN REGULASI? LEGAL COMPLIENCE 5

CONTOH FAKTUAL Penelitian Rini Octaviani (UNAND, 2008) memetakan konsistensi perencanaan dan penganggaran Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabupaten Solok Selatan. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa Hanya 60% APBD sinkron dengan Renja Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Dasar; dan Hanya 25% APBD sinkron dengan Renja Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Menengah.

CONTOH FAKTUAL PROGRAM PELAYANAN DAN BANTUAN HUKUM DEVIASI TUJUAN CAPAIAN RKP 2009 DEVIASI TUJUAN PROGRAM- KEGIATAN RKP Mendukung Tidak Jelas Tidak Mendukung DEVIASI TUJUAN PROGRAM- KEGIATAN RKAKL Mendukung Tidak Jelas Tidak Mendukung DEVIASI TUJUAN PROGRAM- CAPAIAN RKP Mendukung Tidak Jelas Tidak Mendukung 40% 42% 33% 30% 0% 60% 25% 55% 15% Sumber : Budiman Soedarsono, SH, MA Dit. Analisa Peraturan Perundang-Undangan Kementerian PPN/Bappenas

EVALUASI ORGANISASI (2009) Perencanaan dan penganggaran belum sinergi dan belum konsisten implementasinya

BEBERAPA SEBAB Di tingkat pusat fungsi koordinasi penyusunan perencanaan pembangunan nasional ada di Kementerian PPN/Bappenas, sedangkan fungsi penganggaran ada di Kementerian Keuangan Keuangan. Apapun yang direncanakan, keputusan akhir ada di anggaran (Dr. Anggito Abimanyu, FGD di Jogjakarta 14 July 2011 ) Tata cara pelaksanaan perencanaan dan penganggaran belum jadi satu kesatuan yang sistemik serta diatur dalam banyak peraturan yang terpisah bahkan di antaranya ada yang bertentangan (Dr. Darminto, SH, LLM/FH UNDIP, Rizang Wrihatnolo, S.Sos, MA/BAPPENAS FGD Jakarta 19 Mei 2011)

ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN RPJP Nasional Pedoman Pedoman Renstra KL RPJM Nasional Pedoman Dijabar kan Diacu Renja - KL RKP Pedoman Pedoman RKA-KL RAPBN Rincian APBN APBN Pemerintah Pusat Diacu Diperhatikan Diserasikan melalui Musrenbang RPJP Daerah Pedoman Pedoman RPJM Daerah Renstra SKPD Dijabar kan Diacu Pedoman RKP Daerah Renja - SKPD Pedoman Pedoman RAPBD RKA - SKPD APBD Rincian APBD Pemerintah Daerah UU SPPN UU KN

(1) APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara. (2) Penyusunan Rancangan APBN sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berpedoman kepada rencana kerja Pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara Berpedoman? rencana kerja Pemerintah = RKP? Pasal 25 UU 25/2004 RKP menjadi pedoman penyusunan RAPBN

(1) Dalam rangka penyusunan rancangan APBN, menteri/ pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga tahun berikutnya. (2) Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai (3) Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun (4) Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN (5) Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan rancangan undang-undang tentang APBN tahun berikutnya (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga diatur dengan Peraturan Pemerintah RKA-KL merujuk Renja- K/L + RKP? Pembahasan dgn DPR melibatkan instansi perencana?

Pasal 6 ayat (1) & (2) Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Kekuasaan tersebut dikuasakan kepada Menteri Keuangan Pasal 8 Dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas pengelolaan fiskal, Menteri Keuangan mempunyai tugas menyusun rancangan APBN dan rancangan Perubahan APBN Pasal 15 1) Pemerintah Pusat mengajukan Rancangan Undang-undang tentang APBN, disertai nota keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Agustus tahun sebelumnya. 2) Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat. 3) Dewan Perwakilan Rakyat dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Undang-undang tentang APBN. 4) Pengambilan keputusan oleh Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan selambatlambatnya 2 (dua) bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. 5) APBN yang disetujui oleh DPR terinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja. Di mana fungsi perencanaan dan dokumen perencanaan?

Wakil Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Sudar D Atmanto Sering kali karena egosektoral, maka proyek pemerintah tumpang-tindih. Sudah begitu, tiada pengawasan saat sejumlah uang dialokasikan ke kementerian tertentu. Semua kewenangan, mulai dari perencanaan hingga sinkronisasi, kini di Kementerian Keuangan. Bappenas hanya berperan dalam koridor besar untuk mengawal rencana pembangunan jangka menengah yang masih di awang-awang Kalau dulu Bappenas berwenang untuk menghentikan sementara penyaluran dana pembangunan ke daerah, sekarang tak dapat lagi. (KOMPAS, 19 maret 2011)

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Profesor Prijono Tjiptoherijanto kini kewenangan perencanaan memang di tangan Kementerian Keuangan. Jadi Musrenbang seolah seremoni belaka. Namun bagaimana lagi, undangundang telah menyurutkan wewenang Bappenas. bilamana dipandang perlu, DPR perlu didekati supaya melakukan revisi atas Undang-Undang Keuangan Negara. (KOMPAS, 19 maret 2011)

ISU USULAN PASAL YG DIUBAH Memperjelas makna RKP Fungsi Perencanaan Pembangunan Perlu diperjelas definisi RKP dalam UU 17/2003. Definisi RKP tersebut harus sama dengan definisi RKP dalam UU 25/2004 Proses penyusunan APBN/APBD dalam UU 17/2003 belum memperhatikan fungsi perencanaan pembangunan sebagai bagian dari siklus penyusunan APBN/APBD Pasal 1 UU 17/2003 ditambah dengan definisi RKP Pasal 12 ayat (2), phrase rencana kerja Pemerintah diubah menjadi RKP Perlu memasukan fungsi perencanaan pembangunan sebagai bagian dalam siklus penyusunan APBN/APBD dalam Bab III dan Bab IV

ISU USULAN PASAL YG DIUBAH Peran lembaga perencanaan dalam penyusunan APBN/APBD Dalam rangka sinergitas perencanaan dan penganggaran perlu diperjelas peran lembaga perencanaan dalam penyusunan APBN/APBD Dalam Penjelasan Pasal 8 perlu dijelaskan bahwa Penyusun APBN dilaksanakan oleh Menteri Keuangan bersama dengan Kementerian yang bertanggungjawab di bidang perencanaan pembangunan Dalam Penjelasan Pasal 10 ayat (2) perlu dijelaskan bahwa Penyusun APBD dilaksanakan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggungjawab di bidang perencanaan pembangunan

CURRICULUM VITAE Nama : Reghi Perdana, SH, LLM Telepon : +62 21 3926252 (office hours) +62 21 815 988 1095 Email : reghiperdana@yahoo.com reghiperdana@bappenas.go.id Pendidikan : Master of Law Majoring in Law & Economics Utrecht University, the Netherlands, 2003-2004 Bachelor of Law Majoring in Commercial Law Airlangga University, Surabaya 1994-1998 Kantor : Biro Hukum Bappenas Jl. Taman Suropati 2 Jakarta

TERIMA KASIH